Coretanzone -->

    Social Items

Dalam sebuah pertunjukan tari, tempat pementasan bisa dilakukan dimana saja. Bisa di lapangan, ruangan tertutup, atau dimanapun. Tetapi biasanya, tidak sedikit yang memanfaatkan tempat tersebut dengan membangun sebuah panggung pertunjukan. Bangunan panggungnya bisa bersifat sementara ataupun permanen.

Pada dasarnya terdapat berbagai macam jenis desain panggung pertunjukan. Ada arena, proscenium, thrust, dan lain sebagainya. Untuk jenis fisiknya sendiri ada panggung tertutup (indoor), panggung terbuka (outdoor), dan panggung kereta. Yang jelas semuanya memiliki ciri khas yang berbeda-beda.

Berkaitan dengan adanya berbagai macam desain panggung, maka kemudian saya merasa tertarik untuk memberikan sebuah informasi yang berkaitan dengan panggung yang terdapat di Ramayana Ballet Prambanan. Mengingat bahwa Ramayana Ballet Prambanan memiliki beberapa macam jenis panggung sebagai tempat untuk pertunjukan tarinya, seperti panggung terbuka (Ramayana Open Air Stage), panggung tertutup (Ramayana Trimurti Indoor Theatre), dan panggung kinara-kinari (Ramayana Kinara-Kinari Stage). Dari adanya berbagai macam panggung tersebut, maka setidaknya kita bisa mengetahui sejarah pembuatan panggungnya dan alasan apa yang mendasari pihak manajemen tata pentas membangun tiga macam panggung tersebut. Oleh karenanya mari kita bahas satu persatu.

Perlu diketahui bahwa panggung Ramayana Ballet Prambanan yang bisa kita lihat sekarang, bukanlah panggung yang digunakan untuk pementasan perdana Ramayana Ballet Prambanan di tahun 1961. Panggung tersebut merupakan panggung baru yang digunakan sejak tahun 1981. Lalu pertanyaannya dimanakah panggung yang digunakan untuk pementasan pertama kali? Saat ini bisa dikatakan bahwa panggung tersebut sudah tidak bisa ditemui lagi. Tetapi apabila ingin tahu letak pastinya, maka anda bisa pergi ke area selatan Candi Prambanan. Ini sesuai dengan pernyataan dari Soedarsono dalam bukunya yang berjudul Seni Pertunjukan Indonesia dan Pariwisata yang menjelaskan bahwa panggung Ramayana Ballet Prambanan pada awalnya berada di sebelah selatan Candi Prambanan.

Meskipun sudah tidak berwujud tetapi Soedarsono menyebutkan bahwa ukuran panggung pertama Ramayana Ballet Prambanan dapat dikatakan cukup besar. Panggung tersebut memiliki ukuran kurang lebih 50x12 meter dengan jumlah tempat duduk sekitar 2000 sampai 3000 buah. Di ukuran yang begitu besar tersebut rupanya panggung Ramayana Ballet Prambanan hanya diselesaikan dalam waktu 90 hari. Arsitekturnya adalah Ir. Harsojo beserta kawan-kawannya, dengan dibantu oleh 1200 teknisi dan pekerja.

Pemilihan panggung Ramayana Ballet yang berlokasi di area Candi Prambanan muncul dari ide Djatikoesoemo. Moehkardi dalam bukunya yang berjudul Sendratari Ramayana Prambanan Seni dan Sejarahnya memaparkan bahwa ide didapat ketika Djatikoesoemo menonton pertunjukan Ballet Royal du Camboja di Candi Angkor Watt, Kamboja. Saat itu, Djatikoesoemo berpikir bahwa akan sangat menarik apabila menampilkan pertunjukan tari yang berlokasi di kompleks Candi Prambanan. Hal ini karena lokasinya yang strategis, serta adanya epos cerita Ramayana yang terdapat di relief Candi Prambanan.

Seiring berjalannya waktu, panggung Ramayana Ballet Prambanan kemudian dipindahkan di sebelah barat candi Prambanan. Soedarsono memaparkan bahwa pertimbangannya karena panggung yang terletak di sebelah selatan Candi Prambanan masih masuk dalam area situs Candi Prambanan. Dari adanya hal tersebut kemudian diputuskan untuk membuat panggung baru dengan kapasitas tempat duduk yang lebih sedikit, yakni sekitar 1000 buah. Panggung tersebut kini disebut dengan panggung Ramayana Open Air Stage. Sesuai dengan namanya yakni Open Air Stage, panggung ini dibuat dengan konsep area terbuka. Luas panggung terbuka berukuran sekitar 19x24 meter. Latar belakang panggungnya berupa Candi Prambanan. Yang menarik dari panggung ini adalah kita bisa melihat tiga buah candi utama yang ada di kompleks Candi Prambanan secara jelas. Ini disebabkan karena adanya sorotan lampu yang mengarah ke badan candi, sehingga ketika pementasan berlangsung candi ini terlihat sangat megah.

Kemegahan Candi Prambanan juga didukung dengan konsep tata panggung pertunjukan yang inovatif. Salah satunya adalah pemanfaatan panggung yang tidak hanya memusatkan pada satu bagian saja. Tetapi dengan memanfaatkan bagian panggung lain yang keberadaannya mungkin kurang disadari oleh penonton jika pertunjukannya belum dimulai. Seperti misalnya dengan memanfaatkan panggung bagian atas yang digunakan untuk adegan Anoman Obong. Semula, jika pertunjukan belum dimulai, penonton mungkin tidak sadar akan adanya panggung tersebut. Tetapi ketika adegan tersebut muncul, panggung rupanya dimanfaatkan untuk membakar dami atau padi kering yang berbentuk seperti rumah (diibaratkan kerajaan Alengka) dengan menggunakan api yang benar-benar nyata.

Gambar 1. Panggung Terbuka Ramayana Ballet Prambanan (Ramayana Open Air Stage) di waktu siang hari

Gambar 1. Panggung Terbuka Ramayana Ballet Prambanan (Ramayana Open Air Stage) di waktu siang hari

Panggung Ramayana Open Air Stage hanya dapat digunakan pada saat musim kemarau saja, atau sekitar bulan Mei sampai Oktober. Sementara untuk bulan November sampai April, yakni pada saat musim penghujan, pementasan Ramayana Ballet Prambanan diselenggarakan di panggung trimurti atau panggung tertutup atau Ramayana Trimurti Indoor Theatre.

Panggung trimurti terletak di sebelah selatan panggung Ramayana Open Air Stage. Model panggung ini berbentuk teater arena dengan ukuran sekitar 14x15 meter. Jika dilihat dari ukuran panggungnya, panggung trimurti berukuran lebih kecil dari panggung terbuka Ramayana Open Air Stage. Panggung ini bahkan hanya dapat menampung sekitar 330 penonton.

Berhubung ukuran panggung trimurti lebih kecil, jumlah penari yang tampil pun juga lebih sedikit. Hal ini tentunya berbeda dengan jumlah penari yang ditampilkan untuk pementasan di panggung terbuka, yang melibatkan banyak penari. Sementara itu, untuk adegan-adegan yang membutuhkan area terbuka, seperti adegan Anoman Obong kemudian disiasati dengan menggunakan smoke dan permainan lighting, serta tambahan properti api buatan.

Meskipun aura pertunjukan Ramayana Ballet Prambanan yang ditampilkan di panggung tertutup berbeda dengan yang ditampilkan di panggung berbeda, tetapi ada sisi lain yang menarik yang bisa kita nikmati. Salah satunya adalah kita bisa melihat penari dengan jarak yang lebih dekat. Hal tersebut setidaknya bisa membuat kita mengamati gerak dan ekspresi dari para penari secara detail dan dengan lebih saksama. Sehingga secara tidak sadar kita pun bisa ikut hanyut dalam sajian pertunjukannya.

Gambar 2. Panggung Tertutup Ramayana Ballet Prambanan/Panggung Trimurti (Ramayana Trimurti Indoor Theatre) di waktu siang hari

Gambar 2. Panggung Tertutup Ramayana Ballet Prambanan/Panggung Trimurti (Ramayana Trimurti Indoor Theatre) di waktu siang hari

Panggung lain yang juga digunakan sebagai tempat pertunjukan Ramayana Ballet Prambanan adalah panggung kinara-kinari (Ramayana Kinara-Kinari Stage). Panggung ini merupakan panggung yang paling baru diantara kedua panggung lainnya. Pembangunannya pun baru dimulai sekitar tahun 2000-an. Panggung kinara-kinari berukuran 20x13 meter. Panggung ini tidak memiliki tempat duduk yang paten karena konsepnya sendiri adalah panggung di area restoran.

Panggung kinara-kinari merupakan panggung outdoor yang juga mengandalkan Candi Prambanan sebagai latar belakang panggungnya. Yang berbeda dari panggung ini dengan kedua panggung lainnya adalah fungsi panggungnya. Panggung kinara-kinari hanya difungsikan untuk pementasan Ramayana Ballet yang sudah dipesan oleh pihak tertentu secara khusus, sementara panggung terbuka dan tertutup digunakan untuk pementasan secara regular (sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan dan perlu membayar tiket).

Meskipun begitu, tidak memungkiri bahwa panggung terbuka dan tertutup juga digunakan untuk menggelar pertunjukan Ramayana Ballet secara khusus. Hanya saja waktu pelaksanaan dan penggunaan panggung berbeda dengan jadwal pentas yang telah ditetapkan oleh pihak manajemen.

Gambar 1. Panggung Terbuka Ramayana Ballet Prambanan (Ramayana Open Air Stage) di waktu siang hari

Gambar 3. Panggung Kinara-Kinari Ramayana Ballet Prambanan di waktu siang hari

Pemilihan lokasi dan model panggung Ramayana Ballet Prambanan agaknya tidak hanya berdasar pada faktor ketersediaan lahan kosong belaka, tetapi juga dengan mempertimbangkan suasana yang nyaman bagi wisatawan. Seperti dengan membangun panggung yang lokasinya strategis, yakni yang berada di area Candi Prambanan. Berkaitan dengan adanya perbedaan musim yang ada di Indonesia, panggung kemudian dibuat dalam dua jenis, yakni indoor dan outdoor. Selanjutnya demi dapat menambah income negara, pihak manajemen membangun panggung baru di area restoran. Tetapi panggung hanya dapat digunakan untuk pementasan yang sudah dipesan secara khusus saja. 

Profil Penulis

profil penulis

Penulis : Kawuryansih Widowati          
Instagram : kawuryansihw

Melihat Panggung Pertunjukan Ramayana Ballet Prambanan

5 Hukum Perceraian Menurut Syariat Islam
Hukum perceraian dalam Islam dapat bervariasi. Perceraian bisa bersifat wajib, sunnah, makruh, mubah, hingga haram, tergantung masalah dan situasinya. Berikut ini hukum perceraian dalam Islam.

1. Hukum perceraian yang wajib


Perceraian adalah wajib jika pasangan yang sudah menikah tidak dapat berdamai dan tidak memiliki jalan keluar selain perceraian untuk menyelesaikan masalah. Biasanya, masalah ini akan dibawa ke Pengadilan Agama setempat. Jika pengadilan memutuskan bahwa perceraian adalah keputusan terbaik, maka perceraian itu wajib.

Selain masalah yang tidak dapat diselesaikan, alasan lain untuk bercerai dengan hukum wajib adalah ketika suami atau istri melakukan tindakan keji dan tidak ingin bertobat lagi. Atau ketika salah satu pasangan murtad alias meninggalkan agama Islam, maka perceraian adalah wajib.

2. Hukum perceraian yang sunnah


Terkadang perceraian direkomendasikan dan mendapatkan hukum sunnah dalam beberapa keadaan. Salah satu penyebab perceraian yang hukumnya sunnah adalah ketika seorang suami tidak mampu menanggung kebutuhan istrinya. Selain itu, ketika istri tidak dapat mempertahankan kehormatannya atau tidak ingin menjalankan kewajibannya kepada Allah, dan suami tidak lagi dapat membimbingnya, maka disunnahkan bagi suami untuk menceraikannya.

3. Hukum perceraian yang makruh


Hukum perceraian menjadi makruh jika dilakukan tanpa alasan Syar'i. Misalnya, jika seorang istri memiliki karakter yang mulia dan memiliki pengetahuan agama yang baik, maka hukum perceraian adalah makruh. Alasannya, suami dianggap tidak memiliki alasan yang jelas mengapa ia harus menceraikan istrinya jika rumah tangga mereka sebenarnya masih dapat dipertahankan.

4. Hukum perceraian yang mubah


Ada beberapa alasan yang membuat hukum perceraian mubah. Misalnya, jika seorang istri tidak dapat menaati suaminya dan berperilaku buruk. Jika suami tidak dapat menahan atau bersabar, maka perceraian itu sah atau diizinkan. Selain itu, perceraian berubah jika suami tidak lagi memiliki keinginan untuk berhubungan intim atau istrinya tidak lagi subur atau menopause.

5. Hukum perceraian yang haram


Meskipun awalnya perceraian tidak dilarang dalam Islam, namun perceraian dilarang jika perceraian yang dijatuhkan oleh suami tidak sesuai dengan hukum Islam. Perceraian dilarang dalam beberapa kondisi.

Misalnya, menceraikan seorang istri saat menstruasi atau pascapersalinan (nifas), serta menceraikan istrinya setelah berhubungan intim tanpa diketahui hamil atau tidak. Selain itu, seorang suami juga dilarang menceraikan istrinya jika tujuannya adalah untuk mencegah istri dari mengklaim hak atas harta miliknya.

Itulah 5 hukum perceraian dalam Islam. Untuk itu maka, sebelum memutuskan untuk bercerai, anda harus berpikir dulu.

5 Hukum Perceraian Menurut Syariat Islam

Kumpulan Ayat-ayat Sajadah dan Tata Cara Sujud Tilawah
Sujud tilawah merupakan salah satu sujud yang dilakukan apabila mendengarkan ayat-ayat sajadah, hukum dalam melakukan sujud ini adalah sunnah. Adapun hadis Rasulullah saw. yang menyebutkan sunnah melakukakn sujud tilawah saat mendengar ayat-ayat sajadah adalah sebagai berikut.

Hadis riwayat Ibnu Umar ra.:

Nabi saw. membaca al-Quran, ketika bacaan beliau sampai pada ayat sajadah, beliau sujud dan kami pun ikut sujud, sampai-sampai sebagian di antara kami tidak dapat tempat untuk dahi mereka.

Hadis riwayat Abdullah bin Masud ra.:

Dari Nabi saw. bahwa beliau membaca surat an-Najm lalu sujud tilawah. Para sahabat yang shalat bersamanya ikut sujud kecuali seorang yang sudah tua hanya mengambil segenggam batu kerikil atau tanah pasir lalu diusapkan pada dahi seraya berkata: "Ini saja sudah cukup bagiku."

Hadis riwayat Abu Hurairah ra.:

Dari Abu Salamah bin Abdurrahman bahwa Abu Hurairah pernah membaca surat Al-Insyiqaaq, "idzas samaaun syaqqat" (apabila langit terbelah) di depan sahabat lain, lalu ia sujud tilawah. Ketika selesai salat ia memberitahu para sahabat bahwa Rasulullah saw. sujud pada ayat tersebut.

Ayat-Ayat Sajadah


Ayat-ayat sajadah disebut demikian karena di dalam ayat-ayat tersebut mengandung penjelasan tentang sujud. Berikut ini adalah 15 ayat-ayat sajadah yang jika dibacakan maka disunnahkan untuk melakukan sujud.

1. Surat Al A'raf/7 Ayat 206

إِنَّ ٱلَّذِينَ عِندَ رَبِّكَ لَا يَسۡتَكۡبِرُونَ عَنۡ عِبَادَتِهِۦ وَيُسَبِّحُونَهُۥ وَلَهُۥ يَسۡجُدُونَۤ

Artinya: Sesungguhnya malaikat-malaikat yang ada di sisi Tuhanmu tidaklah merasa enggan menyembah Allah dan mereka mentasbihkan-Nya dan hanya kepada-Nya-lah mereka bersujud.

2. Surat Ar Ra'd/13 Ayat 15

وَلِلَّهِۤ يَسۡجُدُۤ مَن فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ طَوۡعٗا وَكَرۡهٗا وَظِلَٰلُهُم بِٱلۡغُدُوِّ وَٱلۡأٓصَالِ

Artinya: Hanya kepada Allah-lah sujud (patuh) segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan kemauan sendiri ataupun terpaksa (dan sujud pula) bayang-bayangnya di waktu pagi dan petang hari.

3. Surat An Nahl/16 Ayat 49

وَلِلَّهِۤ يَسۡجُدُۤ مَا فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَا فِي ٱلۡأَرۡضِ مِن دَآبَّةٖ وَٱلۡمَلَٰٓئِكَةُ وَهُمۡ لَا يَسۡتَكۡبِرُونَ

Artinya: Dan kepada Allah sajalah bersujud segala apa yang berada di langit dan semua makhluk yang melata di bumi dan (juga) para ma]aikat, sedang mereka (malaikat) tidak menyombongkan diri.

4. Surat Al Isra'/17 Ayat 107

قُلۡ ءَامِنُواْ بِهِۦٓ أَوۡ لَا تُؤۡمِنُوٓاْۚ إِنَّ ٱلَّذِينَ أُوتُواْ ٱلۡعِلۡمَ مِن قَبۡلِهِۦٓ إِذَا يُتۡلَىٰ عَلَيۡهِمۡ يَخِرُّونَۤ لِلۡأَذۡقَانِۤ سُجَّدٗاۤ

Artinya: Katakanlah: "Berimanlah kamu kepadanya atau tidak usah beriman (sama saja bagi Allah). Sesungguhnya orang-orang yang diberi pengetahuan sebelumnya apabila Al Quran dibacakan kepada mereka, mereka menyungkur atas muka mereka sambil bersujud,

5. Surat Maryam/19 Ayat 58

أُوْلَٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ أَنۡعَمَ ٱللَّهُ عَلَيۡهِم مِّنَ ٱلنَّبِيِّ‍ۧنَ مِن ذُرِّيَّةِ ءَادَمَ وَمِمَّنۡ حَمَلۡنَا مَعَ نُوحٖ وَمِن ذُرِّيَّةِ إِبۡرَٰهِيمَ وَإِسۡرَٰٓءِيلَ وَمِمَّنۡ هَدَيۡنَا وَٱجۡتَبَيۡنَآۚ إِذَا تُتۡلَىٰ عَلَيۡهِمۡ ءَايَٰتُ ٱلرَّحۡمَٰنِ خَرُّواْۤ سُجَّدٗاۤ وَبُكِيّٗا

Artinya: Mereka itu adalah orang-orang yang telah diberi nikmat oleh Allah, yaitu para nabi dari keturunan Adam, dan dari orang-orang yang Kami angkat bersama Nuh, dan dari keturunan Ibrahim dan Israil, dan dari orang-orang yang telah Kami beri petunjuk dan telah Kami pilih. Apabila dibacakan ayat-ayat Allah Yang Maha Pemurah kepada mereka, maka mereka menyungkur dengan bersujud dan menangis.

6. Surat Al Hajj/22 Ayat 18

أَلَمۡ تَرَ أَنَّ ٱللَّهَ يَسۡجُدُۤ لَهُۥۤ مَن فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَن فِي ٱلۡأَرۡضِ وَٱلشَّمۡسُ وَٱلۡقَمَرُ وَٱلنُّجُومُ وَٱلۡجِبَالُ وَٱلشَّجَرُ وَٱلدَّوَآبُّ وَكَثِيرٞ مِّنَ ٱلنَّاسِۖ وَكَثِيرٌ حَقَّ عَلَيۡهِ ٱلۡعَذَابُۗ وَمَن يُهِنِ ٱللَّهُ فَمَا لَهُۥ مِن مُّكۡرِمٍۚ إِنَّ ٱللَّهَ يَفۡعَلُ مَا يَشَآءُ

Artinya: Apakah kamu tiada mengetahui, bahwa kepada Allah bersujud apa yang ada di langit, di bumi, matahari, bulan, bintang, gunung, pohon-pohonan, binatang-binatang yang melata dan sebagian besar daripada manusia? Dan banyak di antara manusia yang telah ditetapkan azab atasnya. Dan barangsiapa yang dihinakan Allah maka tidak seorangpun yang memuliakannya. Sesungguhnya Allah berbuat apa yang Dia kehendaki.

7. Surat Al Hajj/22 Ayat 77

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱرۡكَعُواْ وَٱسۡجُدُواْۤ وَٱعۡبُدُواْ رَبَّكُمۡ وَٱفۡعَلُواْ ٱلۡخَيۡرَ لَعَلَّكُمۡ تُفۡلِحُونَ

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, ruku'lah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Tuhanmu dan perbuatlah kebajikan, supaya kamu mendapat kemenangan.

8. Surat Al Furqan/25 Ayat 60

وَإِذَا قِيلَ لَهُمُ ٱسۡجُدُواْۤ لِلرَّحۡمَٰنِ قَالُواْ وَمَا ٱلرَّحۡمَٰنُ أَنَسۡجُدُ لِمَا تَأۡمُرُنَا وَزَادَهُمۡ نُفُورٗا

Artinya: Dan apabila dikatakan kepada mereka: "Sujudlah kamu sekalian kepada yang Maha Penyayang", mereka menjawab: "Siapakah yang Maha Penyayang itu? Apakah kami akan sujud kepada Tuhan Yang kamu perintahkan kami(bersujud kepada-Nya)?", dan (perintah sujud itu) menambah mereka jauh (dari iman).

9. Surat An Naml/27 Ayat 26

ٱللَّهُ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ رَبُّ ٱلۡعَرۡشِ ٱلۡعَظِيمِ

Artinya: Allah, tiada Tuhan Yang disembah kecuali Dia, Tuhan Yang mempunyai 'Arsy yang besar".

10. Surat Al Sajdah/32 Ayat 15

إِنَّمَا يُؤۡمِنُ بِ‍َٔايَٰتِنَا ٱلَّذِينَ إِذَا ذُكِّرُواْ بِهَا خَرُّواْۤ سُجَّدٗاۤ وَسَبَّحُواْ بِحَمۡدِ رَبِّهِمۡ وَهُمۡ لَا يَسۡتَكۡبِرُونَ

Artinya: Sesungguhnya orang yang benar-benar percaya kepada ayat-ayat Kami adalah mereka yang apabila diperingatkan dengan ayat-ayat itu mereka segera bersujud seraya bertasbih dan memuji Rabbnya, dan lagi pula mereka tidaklah sombong.

11. Surat Shaad/38 Ayat 24

قَالَ لَقَدۡ ظَلَمَكَ بِسُؤَالِ نَعۡجَتِكَ إِلَىٰ نِعَاجِهِۦۖ وَإِنَّ كَثِيرٗا مِّنَ ٱلۡخُلَطَآءِ لَيَبۡغِي بَعۡضُهُمۡ عَلَىٰ بَعۡضٍ إِلَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ وَقَلِيلٞ مَّا هُمۡۗ وَظَنَّ دَاوُۥدُ أَنَّمَا فَتَنَّٰهُ فَٱسۡتَغۡفَرَ رَبَّهُۥ وَخَرَّۤ رَاكِعٗاۤ وَأَنَابَ

Artinya: Daud berkata: "Sesungguhnya dia telah berbuat zalim kepadamu dengan meminta kambingmu itu untuk ditambahkan kepada kambingnya. Dan sesungguhnya kebanyakan dari orang-orang yang berserikat itu sebahagian mereka berbuat zalim kepada sebahagian yang lain, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh; dan amat sedikitlah mereka ini". Dan Daud mengetahui bahwa Kami mengujinya; maka ia meminta ampun kepada Tuhannya lalu menyungkur sujud dan bertaubat.

12. Surat Fushshilat/41 Ayat 37

وَمِنۡ ءَايَٰتِهِ ٱلَّيۡلُ وَٱلنَّهَارُ وَٱلشَّمۡسُ وَٱلۡقَمَرُۚ لَا تَسۡجُدُواْ لِلشَّمۡسِ وَلَا لِلۡقَمَرِ وَٱسۡجُدُواْۤ لِلَّهِۤ ٱلَّذِي خَلَقَهُنَّ إِن كُنتُمۡ إِيَّاهُ تَعۡبُدُونَ

Artinya: Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah malam, siang, matahari dan bulan. Janganlah sembah matahari maupun bulan, tapi sembahlah Allah Yang menciptakannya, Jika Ialah yang kamu hendak sembah.

13. Surat An Najm/53 Ayat 62

فَٱسۡجُدُواْۤ لِلَّهِۤ وَٱعۡبُدُواْ

Artinya: Maka bersujudlah kepada Allah dan sembahlah (Dia).

14. Surat Al Insyiqaq/84 Ayat 21

وَإِذَا قُرِئَ عَلَيۡهِمُ ٱلۡقُرۡءَانُ لَا يَسۡجُدُونَۤ

Artinya: dan apabila Al Quran dibacakan kepada mereka, mereka tidak bersujud,

15. Surat Al 'Alaq/96 Ayat 19

كَلَّا لَا تُطِعۡهُ وَٱسۡجُدۡۤ وَٱقۡتَرِب

Artinya: sekali-kali jangan, janganlah kamu patuh kepadanya; dan sujudlah dan dekatkanlah (dirimu kepada Tuhan).

Tata Cara Sujud Tilawah


Sujud tilawah merupakan salah satu sujud yang dilaksanakan sebagaimana sujud pada umumnya. Sujud tilawah dapat dilaksanakan pada saat mendengarkan ayat-ayat sajadah sebagaimana yang telah disebutkan di atas. Ketika melaksanakan sujud tilawah, doa yang dibacakan adalah.

سَجَدَ وَجْهِى لِلَّذِى خَلَقَهُ وَصَوَّرَهُ وَشَقَّ سَمْعَهُ وَبَصَرَهُ تَبَارَكَ اللَّهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِينَ

“Wajahku bersujud kepada Penciptanya, yang Membentuknya, yang Membentuk pendengaran dan penglihatannya. Maha Suci Allah Sebaik-baik Pencipta”

Setelah membaca doa di atas maka, dilanjutkan dengan membaca doa berikut.

اللهمَّ اكْتُبْ لِي بها عندَكَ أَجْراً وَاجْعَلْهاَ لِي عِنْدَكَ ذَخْراً، وَضَعْ عَنِّي بِهَا وِزْراً وَاقْبِلْهاَ مِنِّي كَمَا قَبِلْتَهاَ مِن عَبْدِكَ دَاوُدَ

“Ya Allah dengan sujud ini, catatlah pahala bagku di sisimu dan jangan Engkau catat dosa bagiku dan terimalah sujud ini sebagaimana Engkau menerimanya dari hambamu Dawud As.

Nah itulah kumpulah ayat-ayat sajadah dan tata cara sujud tilawah beserta dengan doa yang dibacakana ketika sujud tilawah.

Kumpulan Ayat Sajadah dan Tata Cara Sujud Tilawah

8 Ciri Umat Islam yang Ikhlas dalam Beribadah
Ikhlas adalah kata yang sudah populer dan dikenal oleh semua orang. Tetapi untuk memahami kata ini sangat sulit, karena ikhlas memiliki begitu banyak terminologi. Meski begitu, hampir semua ulama memaknai kata tulus dengan makna yang tidak jauh berbeda, yaitu menunjukkan semua ibadah kepada Allah tidak lain dari itu.

Ikhlas adalah esensi dari iman. Seseorang tidak dianggap beragama dengan benar jika dia tidak tulus. Firman Allah dalam Al-Qur'an surat Al-An'am ayat 162 sebagai berikut.

قُلۡ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحۡيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ

Artinya: Katakanlah: sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. (Q.S. Al-An'am: 162).

Di ayat lain Allah SWT. berfirman

وَمَآ أُمِرُوٓاْ إِلَّا لِيَعۡبُدُواْ ٱللَّهَ مُخۡلِصِينَ لَهُ ٱلدِّينَ حُنَفَآءَ وَيُقِيمُواْ ٱلصَّلَوٰةَ وَيُؤۡتُواْ ٱلزَّكَوٰةَۚ وَذَٰلِكَ دِينُ ٱلۡقَيِّمَةِ

Artinya: Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus. (Q.S. al-Bayyinah: 5)

Rasulullah SAW. suatu kali bersabda, "Bersikaplah Ikhlas dalam agama, cukup bagimu sedikit amal." Dalam hadits lain Rasululla bersabda, "Sesungguhnya, Allah tidak menerima amal kecuali dilakukan dengan tulus dan berharap untuk keridhaanya-Nya."

Imam Syafi'i pernah memberi nasihat kepada temannya, "Wahai Abu Musa, jika engkau berijtihad dengan sebenar-benar kesungguhan untuk membuat seluruh manusia ridha (suka), maka itu tidak akan terjadi. Jika demikian, maka ikhlaskan amalmu dan niatmu karena Allah Azza wa Jalla." "

Karena itu, tidak mengherankan Ibnul Qoyyim memberi perumpamaan seperti ini, "Amal tanpa keikhlasan seperti musafir yang mengisi kantong dengan kerikil pasir. Memberatkannya tapi tidak bermanfaat." Dalam kesempatan lain beliau berkata, "Jika ilmu bermanfaat tanpa amal, maka tidak mungkin Allah mencela para pendeta ahli Kitab. Jika ilmu bermanfaat tanpa keikhlasan, maka tidak mungkin Allah mencela orang-orang munafik."

Karena itu, sifat ikhlas sangat dibutuhkan dalam beribadah kepada Allah SWT. Kita dapat melihat orang-orang yang ikhlas dengan ciri sebagai berikut

1. Selalu beramal dan bersungguh-sungguh dalam amal, baik dalam keadaan kesendirian atau dengan banyak orang, baik ada pujian atau celaan.

Perjalanan waktu akan menentukan apakah seseorang itu tulus atau tidak dalam amal. Melalui berbagai macam ujian dan cobaan, baik suka maupun duka, orang akan melihat kualitas ketulusan dalam ibadah, dakwah, dan jihad. Ali bin Abi Talib r.a. berkata, "Orang yang riya memiliki beberapa karakteristik; malas jika sendirian dan rajin jika di hadapan banyak orang. Semakin bergairah dalam beramal jika dipuji dan berkurang jika dikecam."

2. Terjaga dari segala sesuatu yang dilarang oleh Allah, baik dalam keadaan dengan manusia atau jauh dari mereka.

Disebutkan dalam hadis, "Aku berkata kepadamu bahwa umatku datang pada Hari Pengadilan dengan kebaikan seperti Gunung Tihamah putih, tetapi Allah menjadikannya seperti debu terbang. Mereka adalah saudara-saudaramu, dan kulit mereka sama seperti milikmu, melakukan ibadah malam seperti kamu. Tapi mereka adalah orang-orang yang jika mereka sendiri melanggar apa yang dilarang oleh Allah. "(H.R Ibnu Majah).

Tujuan untuk menjadi ikhlas adalah mencari keridhaan Allah, bukan keridhoan manusia. Jadi, mereka selalu memperbaiki diri dan terus melakukan perbuatan baik, baik dalam kondisi mereka sendiri atau ramai, dilihat oleh orang atau tidak, mendapat pujian atau celaan. Karena mereka percaya bahwa Allah melihat setiap perbuatan baik dan buruk, sekecil apa pun.

3. Dalam dakwah, akan terlihat bahwa seorang da'i yang tulus akan merasa bahagia jika kebaikan direalisasikan di tangan sesama da'i, karena ia juga merasa senang jika dilakukan dengan tangannya.

Para da'i yang tulus akan menyadari kelemahan dan kekurangan mereka. Karena itu mereka selalu membangun amal jama'i dalam dakwah mereka. Selalu menyalakan syuro dan memperkuat perangkat dan sistem dakwah. Berdakwah untuk kemuliaan Islam, bukan untuk mendapatkan popularitas dan meningkatkan diri mereka sendiri atau institusi mereka.

4. Tidak mencari popularitas diri dan tidak menonjolkan diri sendiri

5. Tidak silau dan cinta jabatan

6. Tidak diperbudak dengan imbalan dan balasan.

7. Tidak mudah kecewa.

8. Yang terakhir adalah jika Anda keras dalam menghafal Al-Qur'an, maka Anda termasuk orang-orang yang tulus dan jujur ​​dan benar-benar Allah akan selalu membantu perjuangan Anda.

Semoga delapan karakteristik orang yang tulus dalam beribadah ada di dalam diri kita sebagai seorang Muslim. Sehingga segala yang kita lakukan adalah ibadah yang hanya dimaksudkan untuk mendapatkan keridhoan Allah.

8 Ciri Umat Islam yang Ikhlas dalam Beribadah

Shalawat Menjadi Salah Satu Sebab Dikabulkannya Doa
Membaca shalawat terhadap Rasulullah saw. adalah salah satunya beribadah yang mulia serta mempunyai banyak keutamaan serta faedah untuk seseorang hamba. Di antara keutamaan bershalawat merupakan menjadi salah satunya karena dikabulkannya doa seseorang hamba

Supaya doa yang kita panjatkan bisa sampai pada Allah swt., maka janganlah lupa untuk selalu mengikutikan doa yang kita panjatkan itu dengan bershalawat pada junjungan kita Rasululla saw. Mengikutikan doa dengan shalawatt yang penulis maksudkan disini merupakan memulai doa kita dengan membaca shalawat Nabi saw., demikian juga waktu kita akhiri doa, sebaiknya kita juga membaca shalawat kepada Rasulullah saw.

Doa yang tidak dibarengi dengan shalawat Nabi akan berhenti diantara langit serta bumi. Tentang perihal ini, mari kita lihat sabda Rasulullah saw. seperti berikut  ini:

Diriwayatkan oleh Imam at Tirmidzi bahwa Umar bin Khaththab berkata : “sesungguhnya doa itu terhenti antara langit dan bumi, tiada naik barang sedikit pun darinya, sehingga engkau bershalawat kepada nabimu.” (HR. Tirmidzi)

Rasulullah sempat dengar seseorang lelaki berdoa dalam shalatnya, tetapi tidak mengagungkan Allah serta tidak bershalawat pada Nabi. Rasulullah bersabda : “Orang ini terburu buru”. Lalu Rasulullah memanggilnya serta bersabda yang artinya; "jika salah seorang dari kalian berdoa, hendaklah ia memulainya dengan mengucapkan hamdalah serta puja dan puji kepada Allah, lalubershalawat kepada Nabi, barulah setelah itu ia berdoa meminta apa yang diinginkan. (H.R Abu Dawud, at Tirmidzi dan an Nasa’i, dari Fudhalah bin ‘Ubaid).

Dalam hadis lain Rasulullah saw. bersabda bahwa "semua doa terhalang hingga diucapkan shalawat kepada Nabi Salallahu ‘alaihi wasallam. (H.R ad Dailami, ath Thabrani dan al Baihaqi)

Imam al Munawi, dalam Faidhul Qadir berkata: “Jadi setiap doa yang dipanjatkan seorang hamba tidak akan diangkat ke hadapan Allah swt. sampai disertai dengan shalawat. Sebab shalawat merupakan pengantar terkabulnya suatu doa.

Imam an Nawawi dalam Kitab al Adzkaar berkata: Bahwa sebelum berdoa disunahkan bagi seorang muslim untuk memanjatkan pujian kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan membaca shalawat kepada Rasulullah saw.

Haruskan bershalawat setiap waktu akan berdoa.


Lantas hadir pertanyaan apakah setiap waktu akan berdoa mesti membaca shalawat lebih dulu. Mengenai perihal ini, bisa dijelaskan seperti berikut :

1. Hadits di atas adalah satu keterangan yang pasti jika sebelum memulai berdoa seseorang hamba sebaiknya bershalawat untuk Rasulullah saw. yakni sesudah membaca hamdalah. Karena membaca shalawat adalah salah satunya sebab dikabulkannya doa. Ini merupakan sandaran yang shahih.

2. Keharusan membaca shalawat menjadi pembuka doa, dikhususkan untuk doa doa yang sifatnya umum. Salah satunya bila seseorang berdoa untuk suatu yang dia mohonkan pada Allah swt. di sepertiga malam, atau ada yang inginkan suatu lantas berdoa usai melaksanakan shalat atau pada berbagai macam doa yang sifatnya umum ini sebaiknya di buka dengan membaca hamdalah serta bershalawat pada Rasulullah saw.

3. Bila seorang berdoa yang sifatnya khusus sebagaimana yang diajarkan Rasulullah saw untuk dibaca pada waktu, tempat serta kondisi spesifik, maka Rasulullah saw tidak memberikan contoh untuk membaca hamdalah serta shalawat terlebih dulu namun secara langsung membaca doa yang di ajarkan beliau yaitu sesuai lafaz serta peruntukkannya. Seperti  membaca doa keluar rumah, doa pergi ke masjid, doa waktu hujan turun, doa masuk pasar serta banyak lagi yang lainnya.

Contoh Bacaan Puji-pujian kepada Allah dan Shalawat kepada Rasulullah saw. saat berdo'a


Doa tidak hanya diawali dengan membaca shalawat kepada Nabi Muhammad saw. tetapi terlebih dahulu diawai dengan membaca hamdalah dan puji-pujian kepada Allah swt. Hal ini dapat dicontohkan sebagai berikut:

أَعُوذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ, بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ, حَمْدًا يُوَافِى نِعَمَهُ وَ يُكَافِى مَزِيْدَهُ, يَا رَبَّنَا َلَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِي لِجَلاَلِ وَجْهِكَ وَ عَظِيْمِ سُلْطَانِكَ

Artinya: “Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk. Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam, dengan pujian yang sesuai dengan segala nikmat-Nya dan memadai dengan penambahan-Nya. Ya Tuhan kami, hanya bagi-Mu segala puji, sebagaimana pujian itu patut bagi keluhuran-Mu dan keagungan kekuasaan-Mu.”

أَللهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِهِ وَ صَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ

Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah rahmat dan kesejahteraan kepada junjungan kami Nabi Muhammad, beserta keluarga dan sahabat semuanya.”

Seudah membaca awalan dalam berdoa yaitu membaca alhamdalah dan puji-pujian kepada Allah dan shalawat kepada Rasulullah, maka kita berdoa dengan pelan dan khusu' sesuai dengan keinginan yang ingin kita minta melalui doa kepada Allah swt. Kemudian pembaan doa diakhiri pula dengan shalawat kepada Rasulullah saw. dan puji-pujian kepada Allah swt.

وَ صَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ آلِهِ وَ صَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ, وَ سَلاَمٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ, وَ الْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

Artinya: “Dan semoga Allah melimpahkan rahmat-Nya kepada junjungan kami Nabi Muhammad, beserta keluarga dan sahabat semuanya. Maha Suci Tuhanmu yang mempunyai keperkasaan dari apa yang mereka (orang-orang kafir) katakan, dan semoga kesejahteraan senantiasa dilimpahkan kepada para utusan Allah, dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.”

Do'a adalah salah satu cara untuk meminta kepada Allah swt, sebagaimana firmannya bahwa "mintalah niscaya akan aku (Allah) do'a kalian". Maka berdoalan dengan do'a yang baik dan dengan cara yang santun.

Demikianlah postingan singkat tentang shalawat menjadi salah satu sebab dikabulkannya doa, semoga bermanfaat. Wallahu a'lam.

Shalawat Menjadi Salah Satu Sebab Doa Dikabulkan

Bacaan dan Tafsir Surat An-Nas Ayat 1-6
Surat An-Nas merupakan surat terakhir (ke-114) dalam al-Quran yang terdiri atas 6 ayat. Surat ini namanya diambil dari kata An-Nas yang artinya manusia, dan tergolong dalam surat makiyyah. Surat ini berisi tentang anjuran manusia agar memohon perlindungan kepada Allah atas pengaruh dan hasutan jahat setan yang selalu menyelinap masuk ke dalam diri manusia.

Berikut ini bacaan dan tafsir tentang Surat an-Nas ayat 1-6.

Bacaan Surat An-Nas


بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

قُلۡ أَعُوذُ بِرَبِّ ٱلنَّاسِ  ١ مَلِكِ ٱلنَّاسِ  ٢ إِلَٰهِ ٱلنَّاسِ  ٣ مِن شَرِّ ٱلۡوَسۡوَاسِ ٱلۡخَنَّاسِ  ٤ ٱلَّذِي يُوَسۡوِسُ فِي صُدُورِ ٱلنَّاسِ  ٥ مِنَ ٱلۡجِنَّةِ وَٱلنَّاسِ  ٦

Artinya: (1) Katakanlah: "Aku berlindung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia. (2) Raja manusia. (3) Sembahan manusia. (4) Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi, (5) yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, (6) dari (golongan) jin dan manusia.

Tafsir Surat An-Nas


1. Dalam ayat ini, Allah memerintahkan Nabi Muhammad termasuk pula di dalamnya seluruh umatnya agar memohon perlindungan kepada Tuhan yang menciptakan, menjaga, menumbuhkan, mengembangkan, dan menjaga kelangsungan hidup manusia dengan nikmat dan kasih sayang-Nya serta memberi peringatan kepada mereka dengan ancaman-ancaman-Nya.

2. Allah menjelaskan bahwa Tuhan yang mendidik manusia itu adalah yang memiliki dan yang mengatur semua syariat, yang membuat undang-undang, peraturan-peraturan, dan hukum-hukum agama. Barang siapa yang mematuhinya akan berbahagia hidup di dunia dan di akhirat.

3. Allah menambah keterangan tentang Tuhan pendidik manusia ialah yang menguasai jiwa mereka dengan kebesaran-Nya. Mereka tidak mengetahui kekuasaan Allah itu secara keseluruhan, tetapi mereka tunduk kepada-Nya dengan sepenuh hati dan mereka tidak mengetahui bagaimana datangnya dorongan hati kepada mereka itu, sehingga dapat mempengaruhi seluruh jiwa raga mereka.

Ayat-ayat ini mendahulukan kata Rabb (pendidik) dari kata Malik dan Ilah karena pendidikan adalah nikmat Allah yang paling utama dan terbesar bagi manusia. Kemudian yang kedua diikuti dengan kata Malik (Raja) karena manusia harus tunduk kepada kerajaan Allah sesudah mereka dewasa dan berakal. Kemudian diikuti dengan kata Ilah (sembahan), karena manusia sesudah berakal menyadari bahwa hanya kepada Allah mereka harus tunduk dan hanya Dia saja yang berhak untuk disembah.

Allah menyatakan dalam ayat-ayat ini bahwa Dia Raja manusia. Pemilik manusia dan Tuhan manusia, bahkan Dia adalah Tuhan segala sesuatu. Tetapi di lain pihak, manusialah yang membuat kesalahan dan kekeliruan dalam menyifati Allah sehingga mereka tersesat dari jalan lurus. Mereka menjadikan tuhan-tuhan lain yang mereka sembah dengan anggapan bahwa tuhan-tuhan itulah yang memberi nikmat dan bahagia serta menolak bahaya dari mereka, yang mengatur hidup mereka, menggariskan batas-batas yang boleh atau tidak boleh mereka lakukan. Mereka memberi nama tuhan-tuhan itu dengan pembantu-pembantunya dan menyangka bahwa tuhan-tuhan itulah yang mengatur segala gerak-gerik mereka. Dalam ayat lain, Allah berfirman:

Mereka menjadikan orang-orang alim (Yahudi), dan rahib-rahibnya (Nasrani) sebagai tuhan selain Allah, dan (juga) Al-Masih putra Maryam; padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada tuhan selain Dia. Mahasuci Dia dari apa yang mereka persekutukan. (at-Taubah/9: 31)

Dan tidak (mungkin pula baginya) menyuruh kamu menjadikan para malaikat dan para nabi sebagai Tuhan. Apakah (patut) dia menyuruh kamu menjadi kafir setelah kamu menjadi Muslim? (Ali 'Imran/3: 80)

Maksudnya, dengan ini Allah memperingatkan manusia bahwa Dia-lah yang mendidik mereka sedang mereka adalah manusia-manusia yang suka berpikir dan Dia Raja mereka dan Dia pula Tuhan mereka menurut pikiran mereka. Maka tidak benarlah apa yang mereka ada-adakan untuk mendewa-dewakan diri mereka padahal mereka manusia biasa.

4. Dalam ayat ini, Allah memerintahkan manusia agar berlindung kepada Allah Rabbul-'Alamin dari kejahatan bisikan setan yang senantiasa bersembunyi di dalam hati manusia. Bisikan dan was-was yang berasal dari godaan setan itu bila dihadapkan kepada akal yang sehat mesti kalah dan orang yang tergoda menjadi sadar kembali, karena semua bisikan dan was-was setan yang akan menyakiti manusia itu akan menjadi hampa bila jiwa sadar kembali kepada perintah-perintah agama. Begitu pula bila seorang menggoda temannya yang lain untuk melakukan suatu kejahatan, tetapi temannya itu berpegang kuat dengan perintah-perintah agama niscaya akan berhenti menggoda dan merasa kecewa karena godaannya itu tidak berhasil namun ia tetap menunggu kesempatan yang lain.

5. Allah menerangkan dalam ayat ini tentang godaan tersebut, yaitu bisikan setan yang tersembunyi yang ditiupkan ke dalam dada manusia, yang mungkin datangnya dari jin atau manusia, sebagaimana dalam ayat lain Allah berfirman:

Dan demikianlah untuk setiap nabi Kami menjadikan musuh yang terdiri dari setan-setan manusia dan jin. (al-An'am/6: 112)

Setan-setan jin itu seringkali membisikkan suatu keraguan dengan cara yang sangat halus kepada manusia. Seringkali dia menampakkan dirinya sebagai penasihat yang ikhlas, tetapi bila engkau menghardiknya ia mundur dan bila diperhatikan bicaranya ia terus melanjutkan godaannya secara berlebih-lebihan.

Surah ini dimulai dengan kata pendidik, karena itu Tuhan sebagai pendidik manusia, berkuasa untuk menolak semua godaan setan dan bisikannya dari manusia. Allah memberi petunjuk dalam surah ini agar manusia memohon pertolongan hanya kepada Allah sebagaimana Dia telah memberi petunjuk yang serupa dalam surah al-Fatihah, bahwa dasar yang terpenting dalam agama adalah menghadapkan diri dengan penuh keikhlasan kepada Allah baik dalam ucapan, maupun perbuatan lainnya dan memohon perlindungan kepada-Nya dari segala godaan setan yang ia sendiri tidak mampu menolaknya.

6. Allah menerangkan dalam ayat ini tentang godaan tersebut, yaitu bisikan setan yang tersembunyi yang ditiupkan ke dalam dada manusia, yang mungkin datangnya dari jin atau manusia, sebagaimana dalam ayat lain Allah berfirman:

Dan demikianlah untuk setiap nabi Kami menjadikan musuh yang terdiri dari setan-setan manusia dan jin. (al-An'am/6: 112)

Setan-setan jin itu seringkali membisikkan suatu keraguan dengan cara yang sangat halus kepada manusia. Seringkali dia menampakkan dirinya sebagai penasihat yang ikhlas, tetapi bila engkau menghardiknya ia mundur dan bila diperhatikan bicaranya ia terus melanjutkan godaannya secara berlebih-lebihan.

Surah ini dimulai dengan kata pendidik, karena itu Tuhan sebagai pendidik manusia, berkuasa untuk menolak semua godaan setan dan bisikannya dari manusia. Allah memberi petunjuk dalam surah ini agar manusia memohon pertolongan hanya kepada Allah sebagaimana Dia telah memberi petunjuk yang serupa dalam surah al-Fatihah, bahwa dasar yang terpenting dalam agama adalah menghadapkan diri dengan penuh keikhlasan kepada Allah baik dalam ucapan, maupun perbuatan lainnya dan memohon perlindungan kepada-Nya dari segala godaan setan yang ia sendiri tidak mampu menolaknya. (Tafsir Kemenag RI)

Bacaan dan Tafsir Surat An-Nas Ayat 1-6

Keluar dari Kepenatan dan Kebisingan Kota | Solo Bushcraft Indonesia
Cerita ini berawal dari kepenatan saya yang bosan dengan hiruk pikuk suasana kota yang semakin hari semakin ramai, sedangkan wilayah pedesaan sudah banyak yang meninggalkannya. Banyak orang mulai pindah ke kota untuk mencari "penghidupan" yang lebih baik. Akhirnya desa semakin sunyi dan wilayah perkotaan semakin padat penduduk.

Anggapan bahwa mencari penghidupan lebih baik di kota menurut hemat penulis masih keliru, karena masih banyak orang yang tinggal di desa yang hidupnya sejahtera karena mereka mampu mengelola kehidupan yang lebih baik. Kata kunci dari semua itu adalah memiliki ketrampilan yang sesuai dengan kondisi tempat tinggal.

***

Hari semakin siang, kira-kira pukul 09.00 saya mulai menyiapkan perlengkapan melakukan perjalanan ke hutan. Saya tak begitu membawa banyak barang perlengkapan, karena perjalanan ini sekedar keluar dari kepenatan dan kebisingan kota, menuju ke wilayah hutan yang sunyi sepi dan mencoba untuk menggunakan segala yang telah disediakan alam.

Saya mulai menstater motor metik, kemudian menuju ke pombensin untuk mengisi bahan bakar. Setelah itu, saya melakukan perjalanan sekitar satu jam ke desa Ibra - kab. Maluku Tenggara. Di desa ini saya membeli dua bungkus kopi instan, dan empat buah roti untuk perbekalan. Setelah itu saya melaju ke wilayah hutan yang sebagian sudah menjadi perkebunan warga.

Di sana, saya memilih lokasi yang agak sunyi dan tidak dilewati oleh orang, kemudian saya membuka hammock dan mengikatnya di pohon. Setelah itu, saya kemudian memotong tiga pohon kecil untuk membuat "tungku" segi tiga. Lalu saya mengambil tali-talian pohon untuk mengeratkannya.

Tungku sederhana telah siap, lalu saya mengumpulkan kayu yang ada di sekitar tempat itu, kemudian menyalakan api, dan memasak air hingga mendidih. Kopi instan yang ada di dalam ransel saya ambil dan menyeduhnya. Kemudian saya menikmatinya sambil mendengarkan kicaun burung yang merdu di hutan itu.

Burung-burung itu berkicau seakan sedang berbalas pantun, setelah sebagian bekicau ada lagi burung lain yang membalas kicaun itu. Begitu indah suara-suara itu, bagaikan suara panggilan bidadari surgawi.

Secangkir kopi dan beberapa buah roti saya nikmati dengan tenang, tanpa ada gangguan atau bisingan seperti di kota, yang ada hanyalah suara alam yang seakan menyatu dengan diriku yang membuat mata mulai sayu.

Santapan sederhana telah saya nikmati, kemudian saya beristirahat di atas hammock hingga sore. Tak ada aktivitas yang banyak saya lakukan, karena hari itu hari libur, sehingga mengistirahatkan tubuh menjadi pilihan terbaik.

Sorepun tiba, suara burung semakin kencang, menandakan waktu malam akan datang. Saya lalu mengumpulkan semua barang bawaan kemudian mengisinya kembali ke dalam ransel. Hammock saya lipat kembali, sampah plastik saya pungut, panci kecil diisi ke dalam kresek. Kemudian pergi meninggalkan tempat itu untuk pulang kembali ke rumah.



Nah inilah cerita singkat saya di hutan itu, cerita ini disertai dengan video yang sudah saya buat, semoga dapat menghibur dan bermanfaat buat teman-teman sekalian. Jangan lupa untuk like, share, dan subscribe channel YouTube Pengembara Kei untuk mendukung kegiatan-kegiatan kami selanjutnya. Terima kasih.

Keluar dari Kepenatan dan Kebisingan Kota | Solo Bushcraft Indonesia

7 Faktor Yang dapat Menentukan Pertumbuhan Ekonomi
Mengapa ekonomi dapat berkembang dengan cepat, tetapi kadang-kadang berkembang lambat? Demikian juga dengan pertumbuhan ekonomi suatu negara, terkadang bergerak cepat, tetapi terkadang bergerak lambat. Ini karena ada faktor yang mempengaruhinya. Berikut ini adalah faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi.

1. Barang Modal


Barang modal adalah berbagai jenis barang yang digunakan untuk menghasilkan output (barang dan jasa). Misalnya: mesin pabrik, peralatan pertukangan, dan sebagainya. Barang modal memiliki peran penting dalam meningkatkan efisiensi pertumbuhan ekonomi. Tanpa alat yang digunakan untuk menghasilkan barang dan jasa, orang akan merasa sulit untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka. Penambahan barang modal dilakukan melalui investasi, sehingga semakin tinggi investasi, semakin besar jumlah barang modal. Semakin banyak jumlah barang modal, barang dan jasa yang dihasilkannya, akan meningkat. Peningkatan output barang dan jasa menunjukkan ekonomi sedang mengalami pertumbuhan.

2. Teknologi


Selain barang modal, teknologi juga mempengaruhi pertumbuhan ekonomi. Kemajuan ekonomi di berbagai negara terutama disebabkan oleh kemajuan teknologi. Di negara-negara berkembang, diperlukan teknologi yang tepat guna agar manusia dapat memanfaatkan secara optimal apa yang ada dalam diri mereka dan lingkungan, dan untuk mengurangi pemborosan penggunaan sumber daya alam atau energi dalam proses produksi. Kemajuan teknologi telah memiliki beberapa dampak positif pada pertumbuhan ekonomi yang mengarah pada pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat.

Berikut ini adalah beberapa efek dari kemajuan teknologi pada pertumbuhan ekonomi.

a. Meningkatkan efisiensi produksi barang dan jasa.
b. Menciptakan penemuan barang baru yang belum pernah diproduksi sebelumnya.
c. Meningkatkan kualitas barang yang diproduksi.

3. Buruh


Hingga saat ini, terutama di negara-negara berkembang, tenaga kerja masih menjadi faktor dominan produksi. Populasi yang besar akan menambah jumlah pekerja. Penambahan tenaga kerja ini memungkinkan suatu negara untuk meningkatkan jumlah produksi. Dengan demikian itu akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi. Jika tenaga kerja didukung oleh tenaga kerja (pendidikan) yang lebih berkualitas, itu akan lebih meningkatkan produktivitas tenaga kerja itu sendiri. Dengan demikian, peningkatan akan meningkatkan jumlah barang yang diproduksi.

Baca juga: Tips Mengelola Bisnis Agar Cepat Berkembang

4. Sumber Daya Alam


Sumber daya alam adalah segala sesuatu yang disediakan oleh alam, seperti tanah, iklim, hasil hutan, hasil tambang, dll. Yang dapat dimanfaatkan oleh manusia dalam upaya mereka mencapai kesejahteraan. Sumber daya alam akan dapat memfasilitasi upaya untuk membangun ekonomi suatu negara.

Menurut Jhingan bahwa ketersediaan sumber daya alam yang melimpah tidak cukup untuk pertumbuhan ekonomi, yang paling penting adalah bagaimana memanfaatkan sumber daya alam ini sebaik-baiknya. Dengan demikian sumber daya alam yang tersedia yang digunakan secara optimal akan membantu dalam proses pertumbuhan ekonomi.

Meskipun kekayaan alam memiliki peran penting, ini tidak berarti bahwa pembangunan ekonomi sangat tergantung pada jumlah kekayaan alam suatu negara. Perkembangan ekonomi di Belanda, Jepang dan Korea Selatan membuktikan bahwa meskipun mereka tidak memiliki sumber daya alam yang signifikan, perkembangan ekonomi negara-negara ini juga telah berkembang pesat.

5. Manajemen


Ekonomi di suatu negara akan berkembang pesat jika dikelola dengan baik. Sistem manajemen ini disebut manajemen. Seperti halnya bangsa Indonesia, ia memiliki potensi sumber daya alam yang beragam dan melimpah dan populasi yang besar, jika potensi tersebut dikelola dengan baik dapat mendorong pertumbuhan ekonomi.

6. Kewirausahaan


Entrepreneurship (wirausaha) adalah seseorang yang mampu dan berani mengambil risiko dalam melakukan upaya untuk mendapatkan keuntungan. Peran pengusaha dalam memajukan ekonomi telah terbukti dari waktu ke waktu. Pengusaha dalam berinvestasi akan memperluas peluang kerja, meningkatkan output nasional, dan meningkatkan pendapatan pajak.

7. Informasi


Salah satu syarat agar pasar berfungsi sebagai cara yang efisien dalam mengalokasikan sumber daya ekonomi adalah bahwa ada informasi yang sempurna dan seimbang. Informasi sangat mendukung pertumbuhan ekonomi karena pelaku ekonomi dapat mengambil keputusan berdasarkan informasi yang akurat dan cepat.

7 Faktor Yang dapat Menentukan Pertumbuhan Ekonomi