Coretanzone

    Social Items

Kemampuan yang wajib dimiliki penulis dalam menulis deskripsi
Menulis adalah salah satu sarana dalam menyampaikan ide, pendapat, gagasan atau saran dalam bentuk rangkaian kata dan kalimat. Menulis adalah proses produksi untuk menghasilkan sebuah karya yang bersumber dari pikiran. Tentu tidak bisa sembarangan menulis jika kita menginginkan hasil tulisan yang berkualitas. Ada teknik-teknik menulis yang perlu dikuasai untuk membuat tulisan yang layak dibaca oleh orang lain.

Dalam menulis deskripsi, kemampuan penulis untuk menulis karangan deskripsi yang baik adalah deskripsi yang ditulis secara detail/teliti, terperinci, jelas, baik, dan benar.

1. Detail/teliti


Kamus besar bahasa Indonesia (KBBI) menyebutkan bahwa detail adalah bagian yang kecil-kecil (yang sangat terperinci); segala hal-ihwal. Dalam menulis deskripsi seorang penulis harus melakukannya secara detail dan teliti. Maksudnya adalah seseorang yang ingin menggambarkan tentang sesuatu objek baik itu orang maupun tempat harus memahami secara deatil apa yang akan dia tulis, kemudian menceritakan atau menguraikannya sampai bagian yang paling kecil. Selanjutnya melihat kembali apa yang ditulis secara teliti agar sesuai dengan objek yang dia lihat, dan tidak ada yang kurang dari gambarannya terhadap objek yang ditulis.

2. Terperinci


Terperinci maksudnya adalah menjelaskan secara keseluruhan objek yang ditulis hingga pada hal-hal yang terkecil sekalipun. Untuk itu maka, sebelum menulis, seorang penulis harus melihat secara langsung seluruh objek yang akan ditulis sampai ke bagian-bagian kecil, kemudian menguraikan satu demi satu secara berurutan, misalnya dari atas ke bawah, dari kiri ke kanan dan sebagainya.

3. Jelas


Jelas dalam menulis deskripsi adalah seorang penulis mampu menjelaskan objek sesuai dengan realitas yang benar-benar dilihat dan diteliti. Penulis tidak bisa membuat rekaan berdasarkan imajinasi atau khayalan yang fikitif. Selain itu bahasa yang digunakan juga harus jelas dalam artian mampu dipahami oleh pembaca sehingga pembaca seakan melihat langsung atau berada di dekat objek tersebut.

4. Baik


Baik tidaknya suatu tulisan ditentukan oleh ketepatan atau tidaknya tulisan itu terhadap objek yang dilihat atau diteliti. Sehingga penulis harus mampu membuat deskripsi yang tepat terhadap objek yang ditulis, tidak boleh ada keterangan yang keliru atau tidak sesuai dengan fakta. Selain itu, penulis harus mampu menulis dengan menggunakan bahasa yang baik sesuai dengan kaidah-kaidahnya sehingga mampu dipahami oleh setiap pembaca.

5. Benar


Benar dalam menulis deskripsi adalah objek yang ditulis benar-benar ada, bukan suatu rekaan atau hasil imajinasi penulis saja. Selain itu penulis tidak dapat menggambarkan suatu objek sesuka hatinya atau berdasarkan kenginannya secara subjektif, sehingga dalam menulis deskripsi harus sesuai dengan kaidah-kaidah penulisan yang berlaku, dan langkah-langkahnya dilakukan secara berurutan.

Kemampuan yang wajib dimiliki penulis dalam menulis karangan deskripsi

Ikut Profesi Orang Tua, atau Pilih Sendiri?, Dilema Anak Muda di Abad 21
Penciptaan manusia merupakan salah satu hak mutlat Tuhan yang tidak dapat dibantah oleh makhluk, bahkan protesnya malaikat ketika manusia akan diciptakan hanya dijawab oleh Allah swt. dengan pernyataan bahwa saya (Allah) lebih mengetahui apa yang tidak kalian ketahui. Hal ini tergambar jelas dalam Al-Quran sebagai berikut:

وَإِذۡ قَالَ رَبُّكَ لِلۡمَلَٰٓئِكَةِ إِنِّي جَاعِلٞ فِي ٱلۡأَرۡضِ خَلِيفَةٗۖ قَالُوٓاْ أَتَجۡعَلُ فِيهَا مَن يُفۡسِدُ فِيهَا وَيَسۡفِكُ ٱلدِّمَآءَ وَنَحۡنُ نُسَبِّحُ بِحَمۡدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَۖ قَالَ إِنِّيٓ أَعۡلَمُ مَا لَا تَعۡلَمُونَ  

Terjemahannya: Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi". Mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui". (Q.S. Al-Baqarah: 30)

Sebagaimana disebutkan dalam ayat di atas bahwa, penciptaan manusia bertujuan untuk menjadi khalifah di muka bumi. Khalifah dalam artian untuk mengelola dan memelihar bumi dengan sebaik-baiknya. Namun ketika manusia diciptakan kemudian diturunkan di bumi dan berkembang biak menjadi bersuku-suku berbangsa-bangsa dan terdapat banyak perbedaan diantara mereka maka, terjadilah persaingan yang pada akhirnya menyebabkan banyak kerusakan di atas bumi. Padahal Allah swt. telaha berfirman bahwa, tujuan manusia diciptakan berbeda-beda itu untuk saling kenal mengenal.

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ إِنَّا خَلَقۡنَٰكُم مِّن ذَكَرٖ وَأُنثَىٰ وَجَعَلۡنَٰكُمۡ شُعُوبٗا وَقَبَآئِلَ لِتَعَارَفُوٓاْۚ إِنَّ أَكۡرَمَكُمۡ عِندَ ٱللَّهِ أَتۡقَىٰكُمۡۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٞ  

Terjemhannya: Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. (Qs. al-Hujurat: 13)

Dalam ayat tersebut sudah menyebutkan bahwa penciptaan manusia untuk saling kenal mengenal ini memiliki tujuan agar manusia bertakwa. Takwa dalam artian menjalin hubungan baik dengan Allah swt. sebagai sang pencipta, menjalin hubungan baik dengan manusia sebagai sesama makhluk Allah swt. dan menjalin hubungan dengan alam yang artinya bahwa melestarikan alam dengan sebaik mungkin untuk kelangsungan hidup manusi.

Menyoroti tulisan dengan judul; bagaimana cara anda memilih profesi (كيف تختار مهنتك ؟) yang menyebutkan bahwa penciptaan manusia berbeda dalam banyak hal, misalnya dalam kemampuan, tindakan, dan sebagainya untuk saling membantu dalam membangun kehidupan.

أَهُمۡ يَقۡسِمُونَ رَحۡمَتَ رَبِّكَۚ نَحۡنُ قَسَمۡنَا بَيۡنَهُم مَّعِيشَتَهُمۡ فِي ٱلۡحَيَوٰةِ ٱلدُّنۡيَاۚ وَرَفَعۡنَا بَعۡضَهُمۡ فَوۡقَ بَعۡضٖ دَرَجَٰتٖ لِّيَتَّخِذَ بَعۡضُهُم بَعۡضٗا سُخۡرِيّٗاۗ وَرَحۡمَتُ رَبِّكَ خَيۡرٞ مِّمَّا يَجۡمَعُونَ  

Terjemahannya: Apakah mereka yang membagi-bagi rahmat Tuhanmu? Kami telah menentukan antara mereka penghidupan mereka dalam kehidupan dunia, dan kami telah meninggikan sebahagian mereka atas sebagian yang lain beberapa derajat, agar sebagian mereka dapat mempergunakan sebagian yang lain. Dan rahmat Tuhanmu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan. (Q.S. Az-Zukhruf 32).

Idealnya manusia bersikap sebagaimanya yang disebutkan dalam tulisan tersebut dan sebagaimana yang disebutkan dalam ayat ini, yakni saling bahu membahu untuk menuju kehidupan yang lebih baik. Sebenarnya manusia tidak boleh membedakan antara satu dengan yang lain, misalnya orang kaya tidak boleh merendahkan orang miskin, petani tidak boleh ditekan oleh pengusaha, dan sebagainya, karena setiap profesi manusia itu saling berkaitan antara satu dengan yang lain. Namun kenyataan di lapangan mengatakan hal yang berbeda, masih saja terjadi ketimpangan dalam masyarakat. Salah satu contoh yang dapat kita lihat adalah kasus konflik agrarian antara petani dan pabrik semen (PT Semen Indonesia) di semarang.  Belum lagi kasus guru dikriminalisasi atau dianiaya dari orang tua, karena guru menindak siswa yang melanggar aturan sekolah, dan masih banyak lagi profesi-profesi yang dianggap lemah ditindas oleh mereka yang menggap dirinya memiliki kekuasaan. Walaupun demikian kehidupan di dunia ini seperti dua sisi mata uang, ada yang buruk namun ada pula yang baik, sehingga tidak dapat di-generalisir bahwa manusia itu sama dalam sikap dan tingkah langku. Masih banyak manusia-manusia yang berhati mulia di dunia ini yang tidak sombong dan tidak merendahkan orang lain.

Selanjtunya dalam tulisan tersebut menyebutkan bahwa, pada masa lalu anak muda akan mempelajari apa yang menjadi profesi orang tuanya, sehingga ketika dewasa mereka berprofesi sama dengan profesi orang tuanya. Sehingga mungkin dari sinilah lahir istilah keluarga guru, keluarga petani, keluarga dokter, dan sebagainya, karena ada keterkaitan satu keluarga dengan profesi mereka. Sebenarnya hal semacam ini masih terjadi pada zaman sekarang, dimana masih ada sebagian orang tua yang menginginkan anaknya mengikuti jejak mereka, atau ada sebagian anak yang terinspirasi dengan profesi orang tuanya sehingga mereka berprofesi sama. Seperti Drey dan Rendi, warga Tangerang Banten yang setiap hari melihat kebiasaan ibu mereka yang memiliki profesi sebagai dokter, membuat kedua kakak beradik ini memilih mengikuti jejak ibunya dengan kualiah di fakultas kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana, Jakarta. Sang kakak Drey terlebih dahulu kuliah di situ, kemudian diikuti oleh adiknya.

Walaupun saat ini masih ada anak yang mengikuti profesi orang tuanya, namun lebih banyak sudah memiliki pilihan yang berbeda. Anak mulai melirik ke profesi-profesi lain yang menurut mereka sesuai dengan passion atau motivasi yang ada dalam didirnya, sehingga membuat mereka tidak bosa untuk menjalani profesinya itu. Kebanyakan pemuda saat ini memilih pekerjaan yang terkait dengan pemerintah atau perusahaan swasta. Tetapi ada sebagian pemuda yang memilih untuk membangun usahanya sendiri, sehingga lahir starup-starup (perusahaan rintisan) baru karya anak muda. Starup ini memanfaatkan teknolog digital yang sedang marak saat ini, sehingga mudah dikenal oleh orang lain. Selian itu ada juga anak muda yang memilih profesi sesuai dengan trend abad 21, yaitu menggunakan teknologi komunikasi dan informasi sebagai tempat mereka bekerja. Lahirnya para selebrag dengan memiliki jutaan follower di Instagram, dan lahirnya video creator yang memiliki jutaan subscribe di youtube sebagai contoh pemanfaatan TIK dalam hal ini media sosial sebagai profesi baru.

Pada dasarnya saat ini peluang kerja sangat banyak, anak muda tidak perlu menjadi pegawai honor seumur hidup di instansi pemerintah, atau melamar kerja di perusahaan swasta yang prosesnya sangat berliku dan belum tentu diterima. Anak muda sudah saatnya berkreasi untuk melahirkan berbagai karya yang bernilai ekonomi sehingga dapat dibeli dan dinikmati oleh orang lain. Jadi ketika selesai sekolah atau kuliah, anak muda sebenarnya sudah mengetahui dimana dia harus berada dalam berprofesi dengan menyesuaikan kemampuan yang ada dalam dirinya, tanpa harus menunggu pembukaan lowongan CPNS yang terbatas kuotanya, atau yang lebih parahnya lagi melamar kerja dengan cara-cara yang tidak baik, seperti sogok atau menggunakan “orang dalam”.

Cara-cara curang di abad 21 ini sebenarnya sudah tidak lagi releva, karena dunia sudah tidak membutuhkan orang dengan kemampuan yang minim. Persaingan membuat semua orang diharuskan untuk “berlari” mengejar lajunya perubahan dan perkembangan zaman. Setiap saat pasti ada saja yang berubah, sehingga pola kehidupan masyarakat juga akan mengalami perubahan yang sama. Pemuda sudah saatnya bersikap fleksibel sehingga bisa menyesuaikan diri dimana saja. Selain itu peningkatan kompetensi melalui berbagai pelatihan menjadi salah satu hal yang wajib yang harus terus diikuti oleh setiap anak muda, agar melek terhadap perubahan sosial, dan dapat mengembangkan profesinya menjadi lebih baik.
___________________
*Catatan kritis terhadap tulisan dengan judul كيف تختار مهنتك ؟
** Ditulis Oleh Jufri Derwotubun

Ikut Profesi Orang Tua, atau Pilih Sendiri?, Dilema anak muda di abad 21*

Bagaimana Cara Anda Memilih Profesi
Judul tulisan ini (bagaimana cara anda memilih profesi) memberikan satu pertanyaan dalam benak penulis, bahwa apa sebenarnya yang menjadi faktor utama seseorang dalam memilih sebuah profesi atau pekerjaan yang akan digeluti dalam kehidupannya. Ada yang menyebutkan bahwa untuk memilih pekerjaan dapat disesuaikan dengan passion dan motivasi kerja yang ada dalam diri, ada juga yang menyatakan disesuaikan dengan peluang kerja yang ada di lapangan, dan ada juga yang berpendapat bahwa pengembangan karir disesuaikan dengan trend yang sedang terjadi.

Ketiga jawaban di atas pada dasarnya sudah terjadi dalam dunia kerja sejak lama. Misalnya saja seseorang yang passion-nya dalam dunia seni tidak menjadikan seni sebagai hobi semata, tetapi menjadikannya sebagai sebuah profesi atau pekerjaan yang dapat bernilai ekonomi, atau seseorang yang ahli dalam bahasa asing akan melamar kerja atau membuka usaha sesuai dengan bidang keahlian yang dimilikinya. Selain itu, ada juga orang yang memilih profesinya sesuai dengan motivasi kerja, seperti ada orang yang bekerja dengan ikhlas dengan mengharapkan ridho dari Allah swt, sedangkan rezeki sudah diatur oleh-Nya yang tidak dapat diubah oleh siapapun. Model orang yang memiliki motivasi semacam ini kebanyakan berasal dari kalangan pendidik yang memiliki pemahaman bahwa; “dunia ini hanyalah tempat persinggahan semata, sedangkan akhirat adalah tempat yang kekal abadi selamanya.” Selanjutnya ada orang yang memiliki motivasi kerja untuk mendapatkan hidup yang layak, atau mengumpulkan sebanyak mungkin pundi-pundi rupiah. Orang dengan motivasi semacam ini biasanya memilih bekerja di tempat yang memberikan gaji besar, atau membuka usaha yang bernilai ekonomi tinggi.

Selanjutnya peluang kerja di lapangan menjadi salah satu alasan seseorang memilih profesinya walaupun ada yang tidak sesuai dengan passion yang dimiliki, yang terpenting adalah bisa menghasilkan dan dapat melanjutkan hidup. Orang yang mencari pekerjaan dengan melihat peluang kerja biasanya melamar pekerjaan di pemerintahan atau perusahaan swasta, karena di sana biasanya banyak menyediakan peluang kerja untuk berbagai keahlian. Sedangkan yang terakhir ini memilih profesi disesuaikan dengan trend yang sedang terjadi dalam masyarakat. Di abad 21 ini trend-nya adalah persaingan global yang berasal dari dunia teknologi digital, sehingga masyarakat dunia diperhapkan dengan lahirnya beragam inovasi teknologi informasi dan komunikasi dengan beragam fitur yang dapat membantu seseorang berkomunikasi dengan orang lain dengan mudah. Lahirnya beragam teknologi digital ini menjadikan peluang untuk sebagian orang dalam menentukan profesinya dengan memanfaatkan teknologi digital seperti smartphone sebagai alat untuk membantunya bekerja atau untuk mempromosikan karya yang dimilikinya.

Memilih Profesi Sesuai Dengan Profesi Orang Tua


Ada satu pepatah lama menyebutkan bahwa “buah tak akan jatuh jauh dari pohonnya.” Pepatah ini sama dengan beberapa orang tua yang memiliki pemahaman bahwa, anaknya harus bekerja sesuai dengan profesi mereka. Pandangan semacam ini sudah ada sejak lama dalam masyarakat, sehingga orang pada zaman dahulu akan mengajarkan anaknya keahlian yang mereka miliki. Anak petani akan diajarkan cara bertani dengan baik, anak dokter akan diajarkan cara mengobati pasien, anak guru akan diajarkan cara mengajar, dan sebagainya.

Namun seiring waktu beputar, pola hidup masyarakat semakin berubah, sehingga orang mulai memiliki pandangan yang berbeda dalam memilih profesi. Saat ini, ada anak petani yang berprofesi sebagai tentara, ada anak nelayan yang berprofesi sebagai dokter, ada anak pedagang yang memilih menjadi guru, dan masih banyak lagi contoh anak yang memiliki profesi berbeda dengan orang tua. Walaupun demikian, ada anak yang terinpirasi dari pekerjaan orang tuanya, sehingga memilih untuk berprofesi layaknya profesi orang tuanya. Semua ini pada dasarnya sah-sah saja selama orang tua tidak memaksakan anaknya untuk mengikuti keinginannya.

Memilih Profesi Sesuai dengan Keinginan Sendiri


Saat ini, bidang pekerjaan atau profesi sudah sangat beragam, hampir dalam semua sektor kehidupan manusia terdapat tempat untuk orang bekerja. Misalnya saja dalam sektor pendidikan, di sana terdapat beberapa bidang pekerjaan yang dapat dikerjakan oleh manusia, seperti guru, tenaga administrasi, tenaga keamanan, dan tenaga kebersihan. Dalam sektor lain juga banyak kita jumpai hal yang serupa, salah satunya saat ini adalah trend ekonomi digital. Banyak anak muda yang terjun ke bidang ini dengan membangun starup digital yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat setempat. Selain starup yang berbasis digital, ada juga yang membangun usahanya dibidang jasa periklanan dengan memanfaatkan passion atau keahlian yang dimiliki, seperti menjadi selebgram dengan memiliki jutaan followers di Instagram, membangun situs blog dengan mengisi berbagai konten tulisan yang bermanfaat sehingga dapat dibaca oleh jutaan orang, dan atau menjadi seorang video creator atau vlogger yang memiliki banyak sibscribers di youtube.

Untuk mendapatkan hasil yang baik dalam bekerja, setiap profesi/pekerjaan harus dipilih sendiri dengan menyesuaikan kemampuan yang ada dalam diri, sehingga nantinya pekerjaan itu akan menjadi mudah dan ringan. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah saw. yang artinya “Beramallah kalian! Sebab semuanya telah dimudahkan terhadap apa yang diciptakan untuknya …” (H.R. Bukhari).

Menentukan Profesi Sejak Berada di Bangku Pendidikan


Pendidikan memiliki peran penting dalam membentuk pengetahuan, sikap, dan keterampilan seseorang. Keberhasilan seorang anak ditentukan oleh seberapa baik dia mendapatkan pendidikan, baik itu pendidikan keluarga, pendidikan di sekolah dan perguruan tinggi, serta pendidikan di lingkukangan masyarakat. Keberhasilan memiliki ukuran yang sangat beragam, namun keberhasilan yang hakiki adalah ketika seseorang bermanfaat bagi orang lain. Bermanfaat ini bisa dengan menghasilkan karya (sesuai dengan kemampuan) yang dapat digunakan oleh orang banyak.

Olehnya itu anak sudah sejak berada di bangku pendidikan menentukan apa yang akan menjadi profesi atau pekerjaannya di masa yang akan datang. Dengan begitu, anak akan belajar dengan sungguh-sungguh untuk mendapatkan pengetahuan dan ketrampilan sesuai dengan apa yang dicata-citakannya itu. Menetukan profesi bukan saja tentang menentukan apa yang akan dikerjakan suatu saat, tetapi menentukan juga arah hidup yang akan dilalui dalam mengarungi bahtera kehidupan.

Dalam kehidupan ini, manusia tidak boleh takut kalau tidak mendapatkan rezeki, karena rezeki itu sudah diatur oleh Allah swt, dan tidak dapat dirubah atau ditukar oleh siapapun. Manusia hanya bisa berusaha dan yang paling penting adalah saling bahu membahu antara satu dengan yang lain dalam membangun kehidupan. Hal ini sebagaimana yang difirmankan Allah swt. dalam al-Quran sebagai berikut:

أَهُمۡ يَقۡسِمُونَ رَحۡمَتَ رَبِّكَۚ نَحۡنُ قَسَمۡنَا بَيۡنَهُم مَّعِيشَتَهُمۡ فِي ٱلۡحَيَوٰةِ ٱلدُّنۡيَاۚ وَرَفَعۡنَا بَعۡضَهُمۡ فَوۡقَ بَعۡضٖ دَرَجَٰتٖ لِّيَتَّخِذَ بَعۡضُهُم بَعۡضٗا سُخۡرِيّٗاۗ وَرَحۡمَتُ رَبِّكَ خَيۡرٞ مِّمَّا يَجۡمَعُونَ

Terjemahannya: Apakah mereka yang membagi-bagi rahmat Tuhanmu? Kami telah menentukan antara mereka penghidupan mereka dalam kehidupan dunia, dan kami telah meninggikan sebahagian mereka atas sebagian yang lain beberapa derajat, agar sebagian mereka dapat mempergunakan sebagian yang lain. Dan rahmat Tuhanmu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan. (Q.S. Az-Zukhruf: 32)

Dalam ayat ini Allah menjelaskan bahwa, tak ada satupun manusia atau makhluk di alam semesta ini yang membagikan rahmatNya. Hanya Allah yang membagi rahmatNya itu kepada manusia dengan kadar yang telah ditentukan. Sehingga ketika memiliki harta yang banyak jangan sombong, dan ketika memiliki harta yang sedikit jangan iri, karena semua itu hanyalah cobaan yang akan dimintai pertanggung jawaban suatu saat kelak. Wallahu a’lam.
_______________
*Suatu catatan setelah membaca secara komprehensif bacaan dengan judul: كيف تختار مهنتك؟
** Ditulis Oleh Jufri Derwotubun

Bagaimana Cara Anda Memilih Profesi ?*

Thawadhu: Sikap yang harus dimiliki oleh umat Islam
Tawadhu atau rendah hati merupakan perbuatan yang sangat mulia. Namun perlu dipahami bahwa rendah hati dalam konteks tawadhu bukanlah merendahkan diri, tetapi tidak sombong dan tidak angkuh kepada sesama manusia, karena pada dasarnya manusia itu semuanya sama saja yang membedakan hanyalah tingkat ketaqwaan.

Tawadhu secara bahasa artinya kerentahan hati atau dalam bahasa inggris disebut sebagai humility, yang mengandung arti sebagai suatu sikap menyadari akan keterbatasan yang dimiliki oleh diri seseorang, dan ketidak mampuan yang dimilikinya, sehingga dengan itu seseorang tidak memiliki sifat angkuh dan sombong. Olehnya itu, Buya Hamka berpandangan bahwa orang yang memiliki sifat semacam ini tidak akan mencampuri urusan-urusan yang tidak dia pahami, mengetahui cara membatasi diri dari pada bidang yang dia ilmui.

Dengan demikian maka tawadhu itu sangatlah baik untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Penerapannya ini dimulai dari diri sendiri, kemudian lingkungan keluarga, lingkungan kerja, dan lingkungan masyarakat. Hal ini sebagaimana hadis Rasulullah saw. yang diriwayatkan dari Iyadh bin Himar radhiallahu anhu bahwa Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya Allah telah memberikan wahyu kepada diriku agar kalian (umatku) saling merendahkan diri, sehingga tidak ada seorangpun (diantara kalian) yang membagakan dirinya kepada yang lain dan agar tak ada seorangpun yang berbuat zholim kepada yang lain." (H.R. Muslim)

Dari berlaku rendah hati maka setiap orang tidak akan berlaku zhalim kepada sesama manusia. Perilaku zhalim ini dapat kita lihat dalam banyak hal, yang dimulai dari perlakuan kasar secara fisik maupun secara verbal. Selain itu perilaku zhalim juga termasuk di dalamnya mengambil yang bukan haknya atau korupsi, dan masih banyak contoh lainnya yang dapat kita temukan dalam masyarakat.

Olehnya itu Rasulullah menyeru kepada umat Islam untuk memberi sedekah kepada mereka yang tidak mampu, dan juga memberi maaf kepada orang yang berbuat salah. Kedua sifat ini merupakan bagian dari rendah hati. Sebagaimana hadis Rasulullah saw. yang diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda: "Shodaqoh tak akan mengurangi hart, dan tak ada orang orang yang memafkan orang lain melainkan Allah akan menambah kemuliaan kepadanya, dan tak ada orang yang tawadhu karena Allah, melainkan Allah yang mengangkat derajatnya." (HR. Muslim)

Orang yang suka memberi sedekah kepada orang lain tidak akan sedikitpun mengurangi harta yang dia miliki, bahkan dengan bersedekah Allah swt. akan terus menambahkan hartanya. Di dalam rezeki berupa harta yang kita miliki ada di dalamnya hak orang lain yang harus dikeluarkan, kalau tidak harta itu tidak akan menjadi berkah.

Selanjutnya orang yang memberi maaf kepada orang lain tidak akan turun derajat kemuliaannya, bahkan Allah akan menambahkan derajat kemuliaannya. Mungkin dimata manusia tidak akan terlihat, tetapi sangat terlihat di langit. Karena itulah maka, merendahkan hati menjadi hal yang sangat penting dan Allah swt. akan mengangkat derajat orang-orang yang merendahkan hati.

Perilaku tawadhu ini sudah sangat banyak dicontohkan oleh Rasulullah saw., salah satu contohnya sebagaimana hadis dalam hadis berikut ini.

Dari Al-Aswad rahimahullah pernah berkata: saya suatu ketika pernah bertanya kepada ‘Aisyah r.a. terkait dengan apa yang dilakukan Nabi s.a.w. ketika berada di rumah. Maka ‘Aisyahpun menjawab, beliau (Rasulullah) selalu membantu meringakan pekerjaan keluarga beliau, dan ketika masuk waktu shalat maka beliau keluar untuk melaksanakan shalat. (HR. Al-Bukhari)

Rasulullah saw. sebagai seorang Nabi utusan Allah swt. untuk seluruh alam semesta ini menunjukkan akhlak yang sangat mulia. Beliau dengan kerendahan hati selalu membantuk pekerjaan keluarganya, tanpa ada rasa gengsi sedikitpun. Karena beliau tahu bahwa istri di rumah bukanlah pembantu atau pelayanan tetapi istri adalah pendamping hidup.

Sudah seharusnya kita sebagai umatnya mengambil pelajaran yang sangat banyak dari kisah Rasulullah saw. yang memiliki akhlak mulia, sehingga dapat kita aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Thawadhu: Sikap yang harus dimiliki oleh umat Islam

Peningkatan Perlindungan Profesi Guru
Pendidikan memiliki peranan yang sangat penting dalam membangun peradaban bangsa, karena pendidikan menyangkut keseluruhan pengembangan potensi peserta didik, sebagaimana yang dinyatakan dalam Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional bahwa, pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

Melalui undang-undang Sisdiknas di atas maka, peran guru bukan saja mentransfer pengetahuan, tetapi juga membimbing dan membina peserta didik untuk memiliki kepribadian dan akhlak mulia sebagaimana cita-cita bangsa. Namun dalam prakteknya guru mengalami banyak kendala dalam membina peserta didik. Beberapa bentuk hukuman disiplin seperti peserta didik dicubit, disuruh hormat bendera atau lari keliling lapangan dianggap sebagai pelanggaran terhadap Hak Asasi Anak, sebagaimana yang disebutkan dalam Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Sehingga ketika anak itu mengeluh kepada orang tuanya maka, mereka melaporkan hal tersebut kepada pihak yang berwajib. Pada akhirnya guru harus berurusan lagi dengan hukum dan dalam beberapa kasus guru kalah dalam persidangan dan dipenjara.

Beberapa bentuk hukuman disiplin yang dilakukan guru kepada peserta didik dan berakhir dipenjara adalah; (1) Muhammad Samhudi, guru SMP Raden Rahmad, Kecamatan Balongbendo Sidoarjo, pada tanggal 14 juli 2016 dituntut pidana penjara enam bulan dengan masa percobaan selama satu tahun, karena mencubit peserta didiknya yang tidak Shalat Dhuha pada tanggal 3 februari 2016 (regional.kompas.com: 2016). (2) Darmawati, guru mata pelajaran agama di SMAN 3 Parepare, Sulawesi Selatan, divonis tiga bulan penjara dengan masa percobaan tujuh bulan oleh Pengadilan Negeri Parepare, pada Jumat, 28 Juli 2017. Darmawati dianggap bersalah karena memukul salah seorang siswi berinisial AY dengan mukena saat waktu salat zuhur tiba (news.okezone.com: 2017).

Kedua kasus di atas hanya sebagai contoh dari daftar panjang guru diproses secara hukum karena hal sepele. Selain itu, ada sebagian orang tua yang masih bersifat “bar-bar”, sehingga ketika anaknya melaporkan tentang hukuman disiplin kepadanya, orang tua tersebut langsung ke sekolah dan melakukan tindakan kekerasan kepada guru yang memberi hukuman disiplin pada anaknya tanpa melakukan musyawarah dengan pihak sekolah.

Hal ini menyebabkan saat ini sebagian guru dalam melaksanakan tugas hanya mengajar saja di kelas tanpa melakukan pembinaan moral. Guru “cuek” dengan keadaan peserta didik karena takut dengan bayang-bayang penjara atau tekanan dari orang tua baik itu secara fisik maupun psikis. Padahal secara yuridis, guru dalam melaksanakan tugas telah dilindungi oleh Undang-undang nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, serta Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 10 Tahun 2017 Tentang Perlindungan Bagi Pendidik dan Tenaga Kependidikan. Namun pelaksanaan undang-undang dan peraturan menteri ini belum begitu maksimal.

Olehnya itu perlu dilakukan peningkatan perlindungan profesi guru melalui; (1) Kebijakan pemerintah tentang perlindungan profesi guru yang dapat memberikan rasa aman dan nyaman kepada guru dalam melaksanakan tugasnya. (2) Pendidikan dan pelatihan keprofesian berkelanjutan yang dilaksanakan oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga pendidikan dan organisasi profesi untuk mengasah dan mengembangkan pengetahuan guru dalam mengajar dan mendidik. Melalui pendidikan dan pelatihan keprofesian berkelanjutan ini diharapkan guru mendapatkan beragam informasi dan pengetahuan baru sehingga dapat melakukan inovasi-inovasi dalam proses pembelajaran. (3) Pengembangan model sekolah yang ramah anak agar peserta didik merasa senang dalam belajar, dan tidak ada intimidasi baik secara fisik maupun verbal antara sesama peserta didik atau antara peserta didik dengan pendidik dan tenaga kependidikan. (4) Pelibatan orang tua/wali dalam proses pendidikan di sekolah yang dimaksudkan agar orang tua/wali dapat mengetahui perkembangan anaknya. (5) Sosialisasi undang-undang perlindungan anak, undang-undang guru dan dosen, serta peraturan pemerintah tentang perlindungan pendidik dan tenaga kependidikan kepada warga sekolah (kepala sekolah, pendidik, tenaga kependidikan, dan peserta didik) dan orang tua/wali peserta didik serta masyarakat yang berada di sekitar lingkungan sekolah agar memahami dan mengerti tentang perlindungan profesi guru.

Dengan adanya pemberdayaan komponen-komponen pendidikan yaitu keluarga, sekolah, dan masyarakat, maka diharapkan ke depan perlindungan terhadap profesi guru dapat terus mengalami peningkatan agar guru mampu melaksanakan tugas mengajar dan mendidik dengan baik dan peserta didik dapat belajar dengan rasa aman dan nyaman di sekolah.

# Artikel ini ditulis sebagai salah satu syarat untuk mengikuti kegiatan Bimtek Perlindungan Profesi Guru yang dilaksanakan oleh Kementrian Pendidikan tahun 2019.

Pentingnya Peningkatan Perlindungan Profesi Guru

Melawan atau Ditindas
Keheningan malam ini menambah gairah untuk melihat cakrawala yang sedang bercengkrama dengan alam, panorama pergi ke alam tiada dalam ketiadaan, terlihat mereka yang sedang bertapa dibawah gunung fantasi, dan mereka yang sedang asyik beronani dengan kekuasaan. Dalam keheningan itu aku dikejutkan dengan serdadu-serdadu yang berlari dengan laras panjang yang mereka pikul, menembus keheningan malam, merebut hak-hak rakyat jelata, menembak mati yang melawan, mencakar perut ibu-ibu yang sedang hamil. Malam ini penuh dengan darah dan tangisan janda yang ditinggal mati suaminya, bayi-bayi terkapar di sudut gubuk, Anak yatim bersimbah darah, bumi bergoncang dengan keras, mengutuk perbuatan yang nista ini. Alam sedang menangis melihat anak manusia yang tak sadar lagi, kesadaran telah hilang bersama keringnya embun pagi, panasnya mentari tadi siang membakar kebencian yang ada di dalam hati. Dari kejauhan terlihat sesosok ibu tua yang menghampiriku kemudian bertanya: "apa sebenarnya ini?" pertanyaan yang membuatku terkejut, ingin ku jawab namun logikaku telah ditutup dengan harumnya bau amis darah yang berserakan diantara gubuk-gubuk kecil itu.

Malam semakin larut, bulan terus menyinari bumi dengan indahnya namun kemurkaan tampak jelas dari wajah indah itu, intan-intan yang selalu terpancar dari wajah cantiknya telah larut dalam kesedihan yang memukau. Bintang-bintang tak lagi menampakkan binaran mutiara yang selalu kita lihat, semuanya menunjukkan pancaran kebenciaan.

Langkah kakiku kembali menuju ke kamar tempat dimana aku tinggal, dengan perabotan sederhana yang ku gunakan untuk bertahan hidup, lukisan kuno yang menambah indah kamar terpampang di sudut kamar. Aku mulai merebahkan badanku di atas tikar yang selalu ku gunakan untuk tempat beristirahat, ku coba untuk menutup mata yang dari tadi panas, namun mata ini tak bisa diajak untuk tertutup rapat, bayangan kekejaman tadi masih menghantuiku, mataku masih terjaga. Aku terus berusaha namun usahaku sia-sia, bayangan itu lebih kuat dibandingkan dengan ushaku. Namun seacra perlahan usahaku mulai menuai hasil, mata ini dengan perlahan merapat dan akupun tertidur ditemani dengan teriakan kodok yang mengalun dengan lembut.

Aku dikejutkan dengan suara adzan yang dikumandangkan dengan indah dari surau yang terletak di ujung jalan, rasa dingin mulai menghampiriku hingga menembus ke dalam jantungku, aku masih teringat dengan kejadian tadi malam, dalam hatiku bertanya “mimpikah aku semalam atau nyatakah itu?”

Matahari mulai menampakkan wajahnya di ufuk timur, warna kuning emas yang terpancar darinya memperindah suasana pagi, embun pagi dengan jelas terlihat diatas dedaunan,  rumput ilalang begoyang lembut ditiup oleh angin sepoi-sepoi. Dengan perasaan cemas bercampur sedih aku mulai memberanikan diri keluar dari kamarku yang pengap itu, berjalan menyusuri jalan setapak yang begitu sepi, padahal di pagi sebelumnya jalan setapak itu dipenuhi oleh pedagang kaki lima yang menjajakan makanan dan dibeli oleh warga sekitar, kios-kios tidak juga menampakkan tanda-tanda akan dibuka, semuanya bagaikan ditelan bumi. Aku terus berjalan mengikuti irama yang samar namun tak asing lagi di telingaku. Semakin aku mendekat sumber suara itu semkin jelas terdengar. Suara tangis sendu yang keluar dari mulut mungil seorang anak yang melihat bapaknya terkapar di atas keranda mayat. Banyak anak-anak yang tak berdosa sedang duduk di sudut-sudut jalan, tergambar jelas dari wajah anak-anak itu kesedihan dan kesakitan yang sangat dalam. Serpihan luka masih mengental di dalam hati mereka, air mata masih bercucuran membasahi bumi.

Pandanganku tertuju pada sesosok wajah jelita yang tak asing lagi bagiku dia teman sekampusku, lalu coba untuk ku sapa,

“hy ani sudah lama kamu di disini?”

Iapun menjawab

“saya baru datang juga di sini, sekitar sepuluh menit yang lalu”

Kami saling berpandangan. Ani adalah seorang mahasiswi fakultas kesehatan di Universitas yang sama denganku, sedangkan aku sendiri seorang mahasiswa fakultas keguruan. Kami saling kenal ketika mengikuti acara seminar yang diadakan oleh salah satu organisasi extra kampus. Wajah cantik nan anggun itu melirik ke hadapan mereka yang sedang tidur di atas tanah yang penuh dengan hamparan bebatuan dan aliran darah yang telah mengering, kebingungan terlihat jelas dari raut wajah yang sejak tadi memandang ke seluruh penjuru wilayah yang telah dilumuri dengan kekejaman akibat dari nafsu serakah sekolompok manusia.

******

Matahari siang itu hampir membakar seluruh tubuh yang lalu lalang di setiap jalanan, sudut-sudut langit dipenuhi dengan amarah, namun kesibukan yang dilakukan oleh manusia tak pernah henti, mereka mengerjakan pekerjaan yang selalu dilakukan setiap hari tanpa meperdulikan panasnya matahari. Langkah kakiku terhenti di sudut kampus, lirikan mataku melihat sekelompok orang yang sedang asyik berteriak dan berorasi di depan kampus, di sekitar mereka terdapat kerumunan manusia yang memakai seragam coklat yang sedang menjaga dan mengawasi kegitatan tersebut. Teriakan teriakan yang mereka lantunkan bagaikan petir yang menyambar kepala manusia di siang bolong, kadang kala teriakan yel-yel khas mahasiswa terdengar, “hidup mahasiswa… hidup rakyat…”, teriakan itu berirama sekali dan membakar semangat mereka.

Perhelatan siang hari itu menggetarkan jiwa-jiwa yang kosong, membongkar bongkahan-bongkahan bebatuan keras, mengalir bagaikan lahar panas yang menyembur keluar dari gunung merapi. Mobil angkotpun mulai menumpuk di sepanjang jalan, kemacetan tak terhindarkan lagi, pihak lalu lintas bingung mengarahkan jalannya kendaraan yang tak beraturan itu. Aku termangu melihat pemandangan yang melengking, ku telusuri sudut kampus itu hingga sampai diantara kumpulan mahasiswa yang sedang menikmati kobaran api yang keluar dari ban bekas yang dibakar. Pikiranku sejenak terhenti berpikir, pikiran kosong yang jauh mengembara menembus batas langit, menghilang ke dalam larutan emosi yang terbakar oleh petir-petir kebencian. Langkah kakiku kembali mengalun lirih menuju sekelompok mahasiswa yang berdiri di dalam keramaian yang begitu panas. Di sana aku bertemu dengan sahabat lamaku, sahabat seperjuangan dalam suka dan duka.

"eh kenapa baru kelihatan di sini zaki? Padahal demonya sudah dari tadi”

“maaf sahabat, tadi ada urusan yang harus aku selesaikan, jadinya terlambat ke sini”

“tidak apa-apa sahabat, yang penting sudah hadir di sini”

Kami berdua terdiam sejenak karena suasana mulai memanas, ada sedikit pertentangan antara pihak keamanan dan pimpinan aksi, perdebatan terdengar dari dalam kerumunan itu. Aku kemuadian bertanya kepada sahabatku itu.

“tema sentral aksi hari ini apa?”

Dia tak menjawab pertannyaanku itu, dia cuma diam melihat hal yang terjadi di luar pertanyaanku, mungkin telinganya tertutup oleh ramainya perdebatan yang belum ada titik penyelesaian. Kemudian kami dikejutkan dengan tembakan yang bunyinya hampir memecahkan gendang telinga, tembakan yang mungkin dimaksudkan untuk memperingatkan masa aksi, atau hanya sebuah bunyi yang mencoba untuk memaikan perannya sebagai dewa petir yang menyambar keberanian manusia. Bunyi tembakan berulang terdengar dan menyakitkan telinga, bahkan asap tebal mulai mengepul, massa aksi mulai berlari mencari perlindungan, air mata mengalir dengan deras keluar dari mata-mata yang rapuh, mata yang datang hanya untuk melihat dan memperjuangkan hak-hak rakyat yang ditindas dan direnggut oleh penguasa yang rakus. Siang itu bagaikan neraka yang harus dilawan dengan kekerasan, batu dan cacian keluar bersamaan, mengiringi luapan kemarahan hanya demi satu nama yaitu keadilan.

Bayang-bayang setan berkeliaran di depan kampus, menggoda dan mencoba meruntuhkan idealisme mahasiswa, pentungan terdengar di sisi-sisi jalan. Kamipun berlari menyusuri jalanan kampus menghindari amukan massa yang semakin brutal. Di bawah pohon yang rindang dan masih berdiri kokoh di belakang kampus, memberi satu isyarat bahwa kami harus berteduh di bawahnya, dengan menarik nafas yang panjang aku dan sahabatku itu kemudian beristirahat dibawah pohon tersebut.

Sungguh peristiwa yang melelahkan dan menguras hampir sebagian tenaga, keringat bercucuran membasahi seluruh tubuh, dalam sekejap para pahlawan keadilan diterjang oleh badai yang begitu dahsyat, kemanakah mereka harus mengadu, kemanakah mereka harus mengeluh, dan kemanakah mereka berlindung, apakah semuanya sudah terlanjur salah ataukah dianggap salah. Nurani tidak lagi dipakai, akal sudah ditutupi oleh kabut dendam, iblis kemudian terbahak melihat semua ini merasa dirinya telah menang.

Apa yang terjadi siang ini merupakan ritual yang sering dilakukan oleh mahasiswa jika ada ketimpangan yang terjadi dalam masyarakat, menyuarakan kebenaran yang entah itu benar ataukah dibenarkan. Dalam ritual tersebut kadang terjadi pula hal-hal yang dibenarkan oleh akal dan idealism, walau dianggp salah oleh norma-norma yang berlaku, hanya demi mencari simpati dari penguasa untuk melirik dan mendengar jeritan rakyat. Apakah kita harus memberontak ataukah diam menerima keterpurukan, pilahan bijak selalu hadir sebagai solusi. Kebenaran yang benar haruslah diperjuangkan dengan jalan yang benar, bukan dengan menggunakan hawa nafsu dalam perjuangan.

Manakala Guntur berteriak di tengah langit, gemuruh angin akan mengikuti garis-garis yang telah ditentukan, hujanpun mengikuti arah yang telah ditunjuk, rerumputan tumbuh di padang yang kosong, halilimtar menyambar dahan-dahan pohon, menghanguskan yang dihinnggapinya, lalu apa bedanya manusia dengan halilintar jika hawa nafsu digunakan.

Bersambung...

Melawan atau Ditindas

Perangkat Pembelajaran Berkarakter Bahasa Inggris SMA/SMK
Ketika memasuki tahun ajaran baru, guru dituntut untuk memiliki perangkat pembelajaran dalam melaksanakan fungsinya sebagai pengajar dan pendidik di dalam kelas maupun di luar kelas, sebagai bentuk pelayanan yang baik kepada peserta didik. Perangkat pembelajaran adalah alat yang digunakan sebagai acuan dalam pelaksanaan proses belajaran mengajar yang disiapkan sebelum memasuki kelas.

Elemen pembelarajan di dalam kelas terdiri dari manusia, dan alat pembelajaran. Sebagaiman kita ketahui bahwa pembelajaran membutuhkan sistem dan alat sehingga tingkat keberhasilannya dapat mencapai apa yang telah diinginkan. Sistem saat ini adalah kurikulum tingkat satuan pendidikan itu sendiri, sedangkat alatnya adalah perangkat pembelajaran dan alat-alat belajara lainnya.

Perangkat pemebelajaran berkarakter menjadi bagian terpadu antara mengajar pelajaran yang diampuh dengan mendidik para peserta didik untuk mengenal karakter bangsanya yang terdiri dari keagamaan, moral, budaya bangsa dan lain sebagainya.

Saat ini guru dituntut bukan saja dapat memberikan materi secara ilmiah, tetapi juga dituntut dapat memberikan hal lain yang dapat membawa peseta didik dalam mencapai keberhasilan pada tataran pendidikan dan kelangsungan hidupnya di dalam masyarakat.

Perangkat pembelajaran yang baik itu dapat menduduk cita-cita pendidikan nasional yaitu : "Mencerdaskan Kehidupan Bangsa", dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi serta iman dan taqwa. Ini merupakan tantangan besar bagi guru, dimana guru dituntut untuk mencerdaskan tiga ranah penting di dalam diri siswa (Kecerdasan Emosional, Kecerdasan Spiritual dan Kecerdasan Intektual).

Perangkat Pembelajaran Berkarakter Bahasa Inggris SMA/SMK


Di sini akan kami bagikan perangkat pembelajaran berkarakter lengkap bahasa inggris SMA/SMK yang dapat bapak dan ibu guru unduh secara gratis, dengan tujuan sebagai bahan acuan dalam menyusun perangkat pembelajaran di satuan pendidikan masing-masing.

1. RPP Bahasa Inggris SMA Berkarakter (unduh di sini)

2. Silabus Bahasa Inggris SMA (unduh di sini)

3. Perangkat Pembelajaran Lainnya (unduh di sini)

Struktur Perangkat Pembelajaran Berkarakter Bahasa Inggris SMA/SMK


Struktur perangkat pembelajaran berkarakter bahasa Inggris SMA/SMK terdiri atas 6 perangkat pembelajaran sebagai berikut:

1. Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar

2. Pemetaan SK dan KD Bahasa Inggris SMA/SMK

2. RPP Berkarakter Bahasa Inggris SMA/SMK

3. Silabus Bahasa Inggris SMA/SMK

4. Program Semester Bahasa Inggris SMA/SMK

5. Program Tahunan Bahasa Inggris SMA/SMK

6. KKM Bahasa Inggris SMA.

Demikian postingan kali ini tentang perangkat pembelajaran berkarakter Bahasa Inggris SMA/SMK, semoga bermanfaat.

Perangkat Pembelajaran Berkarakter Bahasa Inggris SMA/SMK

Perangkat Pembelajaran Bahasa Arab SMA/MA
Perangkat pembelajaran merupakan alat untuk melakukan aktifitas pembelajaran di dalam kelas. Tanpa perangkat pembelajaran tersebut seorang guru akan kesulitan untuk memulai proses belajar mengajar secara terstruktur dan terencana. Kelengkapan perangkat pembelajaran merupakan suatu kewajiban yang sudah ditentukan dalam kurikulum, sehingga menjadi kewajiban seorang guru untuk memiliki perangkat tersebut.

Semua guru pasti ingin menjadi guru professional, dimana guru profesional adalah orang yang mampu dalam melaksanakan tugas sebagai guru dan mampu menerapkan proses belajar mengajar yang efektif dan efisien sehingga hasil dari proses itu adalah siswa dapat memiliki kompetensi yang mapan dan dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Ada sebagaian guru hanya mengejar menyelesaikan target pembelajaran (menyelsesaikan materi pembelajaran) tanpa memperhatikan tingkat pemahaman siswa terhadap materi yang disampaikan di dalam kelas. Alhasil materi pelajaran selesai dibahas siswa tidak dapat menerapkan materi tersebut.

Inilah fenomena yang tak asing lagi kita lihat di lapangan pendidikan, fenomena yang sangat merugikan siswa dan dunia pendidikan. Olehnya itu, sudah saatnya kita sebagai guru, mari sama-sama kita menata kembali proses belajar mengajar yang efektif dan efisien dengan memperhatikan tingkat kemampuan siswa, sehingga nantinya apa yang menjadi harapan pendidikan dapat tercapai dengan baik.

Perangkat Pembelajaran Bahasa Arab SMA/MA Kurikulum 2013


Berikut ini adalah perangkat pembelajaran bahasa arab SMA/MA kurikulum 2013 yang dapat diunduh sebagai acuan dalam menyusun perangkat pembelajaran di satuan pendidikan masing-masing.

1.  Perangkat Pembelajaran Bahasa Arab Kurikulum 2013 Kelas X (unduh di sini)

2.  Perangkat Pembelajaran Bahasa Arab Kurikulum 2013 Kelas XI (unduh di sini)

3.  Perangkat Pembelajaran Bahasa Arab Kurikulum 2013 Kelas XII (unduh di sini)

Perangkat Pembelajaran Bahasa Arab SMA/MA KTSP


Berikut ini adalah perangkat pembelajaran Bahasa Arab SMA/MA yang sesuai dengan kurikulum tingkat satuan pendidikan.

1. Perangkat Pembelajaran Bahasa Arab KTSP Kelas X (unduh di sini)

2. Perangkat Pembelajaran Bahasa Arab KTSP Kelas XI (unduh di sini)

3. Perangkat Pembelajaran Bahasa Arab KTSP Kelas XII (unduh di sini)

Perangkat pembelajaran bahasa Arab untuk jenjang pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA) atau Madrasah Aliyah (MA) dan Sederajat sebagai pedoman bagi guru bahasa Arab dalam menyusun perangkat pembelajan. Perengkat pembelajaran tersebut antara lain adalah:

1. Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) Bahasa Arab MA/SMA

2. Program Tahunan Bahasa Arab MA/SMA

3. Program Semester Bahasa Arab MA/SMA

4. Silabus Bahasa Arab MA/SMA

5. RPP Bahasa Arab MA/SMA

6. Rincian Minggu Efektif dan Jumlah Jam Efektif Bahasa Arab MA/SMA

7. Pemetaan SK KD Bahasa Arab MA/SMA

Demikianlah postingan kali ini tentang Perangkat Pembelajaran Bahasa Arab SMA/MA, semoga bermanfaat bagi bapak/ibu guru sekalian dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

Perangkat Pembelajaran Bahasa Arab SMA/MA