Social Items

Esok Masih Ada Cinta
Hujan terus turun membasahi bumi seakan tak mau berhenti, anginpun ikut berhembus kencang. Di kejauhan sana rumput ilalang bergoyang mengikuti irama angin. Sinar mentari masih dihalangi awan hitam, belum nampak dirinya untuk menerangi bumi yang sedang ku pijak. Saya masih berlindung di teras rumah tua dengan hati yang gundah gulana, menanti hujan berhenti untuk melanjutkan perjalanan. Perjalanan yang hampir sampai tetapi putus di tengah jalan untuk bebetapa saat.

Dalam kesendirian di tengah hujan deras itu, tiba-tiba muncul sesosok wajah, berjalan dengan anggun di tepi jalan kenangan. Dia begitu anggun, kelopak matanya yang indah, senyumnya yang menawan memikat hati. Rasanya ingin ku gapai, tapi apalah daya, itu hanyalah ilusi masa lalu. Dia terus hadir, terkadang hilang tapi tak jauh, akan muncul kembali untuk beberapa saat.

Dia masih duduk di bawah pohon depan kampus, saya terus menatapnya, hingga suatu ketika dia menyadari itu. Ketika kami sedang bertatapan, dia hanya memberiku senyum yang tak bisa ku lupakan hingga saat ini. Rinduku masih melekat di situ, di suatu masa yang telah pergi jauh.

Kami berdua akhirnya berkenalan, dan mengobrol seadanya dalam pertemuan kedua ketika berada dalam suatu kegiatan kampus. Setelah peristiwa itu, hampir sebulan lamanya saya tak pernah bertemu dengannya. Rasa rindu untuk menatapnya tak pernah padam, wajahnya selalu ada dalam tatapanku, memberiku semangat baru setiap pagi menjelang. Dia begitu istimewa, walau saya belum begitu mengenalnya, tetapi itulah yang saya rasakan.

Hari berlalu dan terus berlalu, hingga suatu ketika dia memanggilku dari kejauhan. Saat itu saya baru keluar dari kelas kuliah.

“Abang…, abang Zaki…”

Suara yang agak kencang tetapi lembut itu membuatku menoleh ke belakang, melihat sesosok wanita dengan jilbab biru tosca, sedang tersenyum sambil melambaikan tangan. Saya membalas senyum itu sembari berjalanan menghampirinya. Jantungku berdetak beitu kencang, hatiku girang tiada tara, dan sambil membatin,

“Ohh… rinduku”

“hai kejora, apa kabar?, lama kita tidak berjumpa”

Saya membuka percakapan ketika sudah berada di sampingnya.

“Alhamdulillah, baik abang, abang apa kabar?”

“Alhamdulillah baik, kamu kemana saja? Tak pernah kelihatan”

“Kebetulan saya ada studi lapangan, jadinya tidak pernah masuk ke kampus, saya ke sini juga hanya untuk konsultasi dengan pembimbing”

“Studimu tentang apa?”

“Saya sedang meneliti tentang kesiapan masayarakat dalam menghadapi era digital atau istilah kerennya saat ini revolusi industry 4.0 itu”

“Wah, menarik juga penelitianmu kejora”

Kami terus berbincang berbagai hal tentang penelitian yang sedang dia lakukan, kemudian saya mengajaknya untuk mengobrol di sebuah cafe di depan kampus, biar obrolannya lebih asyik.

Sesampainya di sana, kami masih berada dalam topik yang sama. Sepertinya dia serius betul melihat kondisi masyarakat dan perkembangan teknologi yang apakah mampu melahirkan suatu masyarakat yang disebut oleh Anwar Ibrahim sebagai masyarakat madani atau civil society itu.

Saya lebih banyak mendengar cerita dia bertemu dengan masyarakat pinggiran kota yang secara ekonomi belum mampu memilki berbagai alat teknologi mutakhir, dan masih banyak lagi yang dia ceritakan tentang bagaimana masyarakat harus makan di bawah kolom jembatan dan belum mengerti betul cara memanfaatkan berbagai teknologi itu untuk bangkit dan membangun kehidupannya. Inilah yang masih menjadi pekerjaan rumah semua elemen bangsa, khususnya pemerintah untuk melakukan upaya-upaya dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Karena, tanpa pendidikan yang baik maka, semuanya akan lumpuh.

Kami berdua terdiam sesaat sambil menikamati kopi cappuccino yang kami pesan. Saya menyeruput kopi yang hangat, sedangkan dia lebih memilih kopi yang dingin, katanya untuk mendinginkan hatinya yang sedang membara, tetapi pancaran kecantikannya tetap menyejukkan jiwaku.

Ah… rasanya saya ingin berada di sampingnya, menemani dirinya menysuri kota ini, tapi apalah daya, kami berada di fakultas dan jurusan yang berbeda. Dia kuliah di jurusan manajemen informatika, sedangkan saya di keguruan. Setiap hari kami berada di gedung kuliah yang berbeda dan jarang pula bertemu karena kesibukan masing-masing. Tapi saya percaya bahwa “jodoh itu tak akan kemana.” Seandainya dia adalah tulang rusukku maka, kami akan disatukan dalam mahligai cinta.

Bersambung…

Esok Masih Ada Cinta

Siapa Saja Yang dapat Memiliki Gelar Sebagai Sahabat Rasulullah?
Sebenarnya ada beberapa Nabi yang ditemani oleh hawariyyun (penolong), seperti Nabi Isa AS, begitu pula dengan Nabi Muhammad SAW yang memiliki teman perjuangan dalam mendakwahkan ajaran Islam. Mereka ini biasanya dikenal dengan sebutan sahabat bagi kaum Mukminin dan sahabiyah bagi kaum Mukminah. Gelar yang mereka miliki adalah radhiallahu anhu yang artinya semoga Allah ridha atas mereka.

Gelar yang diberikan kepada para sahabat Rasulullah SAW dinisbatkan dari salah satu ayat yang terdapat dalam Al-Quran, yaitu surah at-Taubah ayat 100. "Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. Mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar."

Kalau dilihat dari segi definisi maka, sahabat adalah siapa saja yang pernah beretemu dan bertatap muka secara langsung dengan Rasulullah SAW kemudian memeluk Islam. Walaupun demikian, para ulama memiliki perbedaan pendapat mengenai pengkategorian siapa saja yang boleh disebut sebagai sahabat Nabi SAW.

Imam Muslim atau nama lengkapnya Abu al-Husain Muslim bin al-Hajjaj al-Qusyairi an-Naisaburi, yang merupakan ulama hadis termasyhur, memberi pengelompokan kepada sahabat Nabi Muhammad SAW menjadi 12 peringkat. Pengelompokon yang diberikan oleh Imam Muslim ini disandarkan kepada peristiwa yang telah mereka alami dan saksikan.

Para sahabat yang masuk dalam golongan pertama ialah mereka yang pertama masuk ke dalam Islam atau dalam istilah bahasa Arab disebut sebagai as-sabiqun al-awwalun, golongan ini diantaranya Abu Bakar as-Shiddiq, Ali bin Abi Thalib, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, dan sahabat-sahabt lainnya. Golongan yang kedua diberikan kepada para sahabat yang ikut dan tergabung dalam baiat di gedung pertemuan kaum Quraisy pada waktu sebelum islam dan dan awal islam (Dar An-Nadwah). Golongan ketiga diberikan kepada mereka yang hijrah ke wilayah Habasyah. Golongan keempat adalah para sahabat yang membaiat Rasulullah SAW pada bukit Aqabah pertama.

Untuk para sahabat yang membaiat Rasulullah SAW pada Aqabah kedua dikategorikan ke dalam golongan kelima. Golongan keenam merupakan orang-orang yang bertemu dengan Nabi Muhammad SAW di Quba pada waktu sebelum memasuki wilayah Yatsrib (Madinah) pada saat hijrah. Sahabat yang ada dalam golongan ketujuh adalah mereka yang turut bersama-sama dengan Rasulullah SAW dalam perang badar. Golongan yang dikategorikan berada dalam kelompok yang kedelapan yaitu mereka yang hijrah ke suatu tempat antara Hudaibiyah dan Badar.

Selanjutnya para sahabat yang masuk dalam golongan kesembilah adalah kaum muslimin yang ikut terlibat dalam baiat ar-Ridwan (baiat saat perjanjian Hudaibiyah). Yang kesepuluh merupakan para sahabat yang hijrah antara Hudaibiyah dan al-Fatah pada peristiwa fathu Makkah (penaklukkan Makkah). Para sahabat yang masuk dalam golongan ke sebelas ialah mereka yang berdasarkan urutan masuk Islam, dan yang berada dalam golongan ke sebelas adalah anak-anak dan remaja yang sempat melihat Rasulullah SAW secara langsung pada saat haji wada dan penaklukkan kota Makkah.

Imam Muslim berpendapat bahwa, jumlah para sahabat Rasulullah SAW saat beliau wafat mencapai seratus empat puluh empat ribu. Mereka adalah orang-orang yang secara langsung melihat Rasulullah SAW dan memeluk agama Islam. Imam Bukhari berpandangan bahwa sahabat Nabi SAW adalah orang Islam yang hidup bersama beliau dan pernah secara langsung melihatnya. Imam Ahmad bin Hambal berpandangan bahwa sahabat merupakan orang yang pernah hidup bersama dengan Nabi SAW, sesaat, hanya melihatnya, sehari, sebulan, setahun dan seterusnya.

Sa'id bin Musayyab yang merupakan pemuka tabi'in mengungkapkan bahwa sahabat merupakan umat Islam yang hidup bersama dengan Nabi SAW satu atau dua tahun dan pernah ikut bersama Rasulullah berperang satu atau dua kali. Sedangkan Ibnu Hajar al-Hairimi memberi definisi sahabat sebagai orang yang pernah bertemu dengan Rasulullah SAW kemudian menjadi mukmin dan hidup bersama Nabi SAW baik itu dalam waktu yang lama maupun hanya sebentar, baik itu melakukan periwayatan hadis atau tidak, atau pernah melihat Rasulullah walaupun hanya sekali atau tak bisa melihatnya karena dalam keadaan buta namun hidup di zaman Rasulullah SAW masih hidup.

Walaupun terdapat perbedaan pendapat ulama terkait dengan definisi sahabat, namun pada dasarnya hampir mirip saja, sehingga dapat disimpulkan bahwa sahabat adalah siapa saja yang pernah bertemu dengan Nabi Muhammad SAW, baik itu melihat secara langsung atau tidak karena buta, kemudian memeluk Islam dan hidup bersamanya walau sesaat.

Sahabat-sahabat Rasulullah SAW mempunyai peran yang sangat besar dalam mewariskan ajaran agama Islam. Mereka adalah generasi terbaik umat Islam karena secara langsung dapat berhubungan dengan Rasulullah SAW sebagai sumber ajaran Islam. Ketika terdapat permasalahan-permasalahan dalam persoalan agama, mereka secara langsung dapat bertanya kepada Rasulullah SAW dan kemudian mendapatkan jawaban dan pencerahan dari beliau, atau ketika mereka melakukan ijtihad maka itu berasal dari pemahaman secara murni akan al-Quran dan Hadis.

Siapa Saja Yang dapat Memiliki Gelar Sebagai Sahabat Rasulullah?

Bagaimana Pengaruh Gaya Arsitektur dan Teknologi Bangsa Islam Moor di Spanyol Pada Masyarakat Saat ini?
Pada tahun 1492, Muslim Moor yang memegang bagian dari Spanyol selama hampir 800 tahun diusir setelah kalah dari Pertempuran Granada oleh pasukan Monarch Katolik. Itu adalah akhir era bagi bangsa Moor yang telah menemukan Selat Gibraltar dan membawa tidak hanya budaya dan agama mereka, tetapi juga pengetahuan mereka. Di bawah pemerintahan Moor, kemajuan dibuat dalam sains dan matematika, serta geografi dan filsafat. Dampak bangsa Moor terhadap Spanyol masih dapat dilihat sampai hari ini. Dari arsitektur, bahasa, dan bahkan pertanian, bangsa Moor membentuk bagian penting dari sejarah Spanyol.

Arsitektur


Jika anda telah menonton Game of Thrones baru-baru ini, anda mungkin telah melihat adegan yang diambil di Taman Air Dorne, yang dikenal di dunia ini sebagai Alcazar de Seville. Istana indah yang dibangun oleh raja-raja Moor, dengan lengkungan tinggi, desain geometris yang rumit, dan halaman tersembunyi, adalah salah satu contoh terbesar dari arsitektur Islam. Gaya arsitektur yang sama juga dapat dilihat di istana Alhambra, juga dikenal sebagai Qalat Al-Hamra, serta Mezquita de Córdoba (Masjid Agung Córdoba), yang untuk sementara waktu merupakan tempat ibadah bersama bagi umat Kristen dan Muslim.

Dari arsitektur ke bahasa, dan bahkan pertanian, bangsa Moor membentuk bagian penting dari sejarah Spanyol

Selama periode budaya bersama, bahasa Arab orang Moor menjadi terjalin dengan Spanyol sedemikian rupa sehingga dampaknya masih dapat didengar sampai hari ini. "Ojalá" (semoga) dalam bahasa Spanyol berasal dari "Insya Allah" dalam bahasa Arab. Kesamaan juga dapat didengar dalam kata-kata seperti arroz, azúcar, dan almohada. Pengaruh bahasa Arab pada bahasa Spanyol tidak terbatas pada kata-kata sehari-hari. Hal ini dapat didengar dalam pengucapan huruf "h" di daerah-daerah tertentu di Spanyol dan nama-nama landmark utama, seperti Costa del Azahar.

Teknologi


Muslim Moor dapat menyampaikan pengetahuan yang mereka peroleh dari Cina, India, dan wilayah lain di dunia yang mereka temui melalui perdagangan. Teknologi baru diperkenalkan, seperti sistem angka Arab, kertas dari Cina, astrolab, dan sistem irigasi mereka, yang membantu dalam menanam tanaman di Spanyol yang sebelumnya tidak dapat tumbuh. Metode pertanian dan sistem irigasi mereka, yang didirikan karena tinggal di padang pasir Afrika Utara, dapat membantu pertanian Spanyol untuk berkembang. Moor juga dapat memperkenalkan tanaman baru seperti jeruk dan tebu ke wilayah tersebut. Sejak itu, Spanyol telah menjadi salah satu penghasil buah jeruk terbesar.

Bagaimana Pengaruh Gaya Arsitektur dan Teknologi Bangsa Islam Moor di Spanyol Pada Masyarakat Saat ini?

Tingkat Pendidikan dan Dorongan Orang Tua terhadap Prestasi Belajar Anak

Benarkah jika tingkat pendidikan orang tua berpengaruh terhadap prestasi belajar anak?

Beberapa pengalaman saya di lapangan bahwa tak selamanya orang tua yang hanya tamat Sekolah Dasar (SD) atau tidak sekolah sama sekali memiliki anak yang prestasi belajarnya rendah atau sebaliknya anak yang orang tuanya sarja mempunyai prestasi belajar yang tinggi.

Pretasi belajar tidak saja didukung oleh lingkungan keluarga semata, namun juga didukung oleh lingkungan lain yang membuat anak untuk berpacu dalam belajar. Persaingan misalnya, kalau anak menganggap kebodohan sebagai suatu kekalahan maka, dia akan terus mengejar ketertinggalan dalam belajar agar dia bisa bersaing dengan teman-temannya.

Tapi yang kita bahas di sini adalah tingkat pendidikan dan motivasi atau dorongan orang tua terhadap penigkatan prestasi belajar anak, maka kita akan kaji beberapa alasan mengapa sampai tingkat pendidikan orang tua merupakan salah satu poin yang dapat meningkatkan prestasi belajar anak, walaupun ini  meurut penulis masih bersifat relatif.

Beberapa pendapat yang penulis temukan di lapangan mengatakan bahwa, orang tua yang berpendidikan tinggi akan mengarahkan anaknya untuk mengikuti jejak orang tuanya. Ada juga pendapat yang mengatakan bahwa orang tua yang mempunyai tingkat pendidikan yang rendah tidak dapat mengarahkan anaknya untuk belajar dengan baik. Hal ini didasari pada dorongan orang tua terhadap anaknya dalam belajar tergantung pada pengalaman orang tua terhadap kejadian yang terjadi pada dirinya.

Namun di beberapa tempat lain penulis menemukan orang tua lain yang mengatakan bahwa;

Anak saya akan saya dorong terus untuk belajar agar mempunyai prestasi yang baik, agar suatu saat dia bisa menjadi anak yang berhasil, dan tidak mengikuti yang gagal dalam pendidikan.

Pada dasarnya hal ini sebagaimana telah saya katakan di atas bahwa masih bersifat relatif. Terkadang ada orang tua yang melihat kegagalannya dalam meraih pendidikan tinggi akan memotivasi anaknya untuk terus belajar dan belajar. Sedangkan terkadang juga orang tua yang sudah menganggap dirinya berhasil dalam pendidikan tinggi cuek dengan keadaan anaknya, dia akan beranggapan bahwa anaknya akan mengikuti jejaknya tanpa harus didorong atau dimotivasi terlebih dahulu.

Tingkat Pendidikan dan Dorongan Orang Tua terhadap Prestasi Belajar Anak

6 Hadis Rasulullah saw. Tentang Persaudaraan
Persaudaraan merupakan salah satu hal yang pokok dalam Islam. Persaudaraan dapat dilihat dari beberapa segi. Selain persaudaraan karena pertalian darah, ada beberapa bentuk persaudaraan, seperti persaudaraan sesama umat Islam, persaudaraan sebangsa dan setanah air, dan persaudaraan kemanusiaan. Olehnya itu maka Rasulullah sangat menekankan persoalan persaudaraan dalam hubungan sesama manusia, sebagaimana yang terdapat dalam hadis-hadis berikut.

1. Muslim yang satu adalah suadara bagi muslim yang lain


اَلْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ لاَ يَظْلِمُهُ وَلاَ يَخْذُلُهُ وَلاَ يَحْقِرُهُ. اَلتَّقْوَى هَهُنَا. يُشِيْرُ إِلَى صَدْرِهِ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ : بِحَسْبِ امْرِئٍ مِنَ الشَّرِّ أَنْ يَحْقِرَ أَخَاهُ الْمُسْلِمَ، كُلُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ حَرَامٌ دَمُهُ وَعِرْضُهُ وَمَالُهُ. رَوَاهُ مُسْلِمٌ.

Seorang Muslim adalah saudara bagi Muslim lainnya. Ia tidak boleh tidak menzaliminya, merendahkannya dan tidak pula meremehkannya. Taqwa adalah di sini. – Beliau menunjuk dadanya sampai tiga kali-. (kemudian beliau bersabda lagi:) Cukuplah seseorang dikatakan buruk bila meremehkan saudaranya sesama muslim. Seorang Muslim terhadap Muslim lain; haram darahnya, kehormatannya dan hartanya. (H.R. Muslim)

2. Sesama saudara jangan saling membenci


لاَتَبَاغَضُوْا وَلاَ تَحَاسَدُوْا وَلاَ تَدَابَرُوْا وَكُوْنُوْا عِبَادَ اللهِ إِخْوَاناً. مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ

Janganlah kalian saling membenci, saling mendengki dan saling membelakangi. Jadilah kalian sebagai hamba-hamba Allah yang bersaudara (Muttafaq ‘Alaih)

3. Umat Islam bagaikan bangunan yang kokoh


اَلْمُؤْمِنُ لِلْمُؤْمِنِ كَالْبُنْيَانِ يَشُدُّ بَعْضُهُ بَعْضًا. مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ

Seorang mukmin bagi mukmin lainnya laksana bangunan, satu sama lain saling menguatkan. (Muttafaq ‘Alaihi)

Dalam riwayat Bukhâri ada tambahan:

وَشَبَّكَ بَيْنَ أَصَابِعِهِ

Dan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjalinkan jari jemari kedua tangannya.

4. Sesama muslim tidak saling merendahkan


الْمُؤْمِنُ أَخُو الْمُؤْمِنِ لَا يخذلهُ ولا يحقره وَلَا يُسْلِمُهُ

Seorang mukmin adalah saudara bagi mukmin lainnya, dia tidak membiarkannya (di dalam kesusahan), tidak merendahkannya, dan tidak menyerahkannya (kepada musuh). (HR Bukhari dan Muslim).

5. Sesama umat Islam saling menyayangi


Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam juga bersabda dalam hadits yang dibawakan oleh an-Nu'man bin Basyir Radhiyallahu anhu :

مَثَلُ الْمُؤْمِنِيْنَ فِى تَوَادِّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ مَثَلُ الْجَسَدِ، إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ، تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهْرِ وَالْحُمَّى. أَخْرَجَهُ الْبُخَارِي وَمُسْلِمٌ (وَاللَّفْظُ لِمُسْلِمٍ).

Perumpamaan kaum mukminin satu dengan yang lainnya dalam hal saling mencintai, saling menyayangi dan saling berlemah-lembut di antara mereka adalah seperti satu tubuh. Apabila salah satu anggota badan sakit, maka semua anggota badannya juga merasa demam dan tidak bisa tidur. (HR. Bukhâri dan Muslim, sedangkan lafalnya adalah lafazh Imam Muslim)

6. Tidak beriman seseorang yang tidak mencintai saudaranya


لا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ

“Salah seorang di antara kalian tidaklah beriman (dengan sempurna) sampai ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Rasa persaudaraan sesama umat Islam itu sangat penting, karena dengan itu umat Islam akan menyatu menjadi satu kesatuan yang kuat. Kalau umat Islam bercerai berai maka, akan menjadi lemah. Olehnya itu marilah kita saling mencintai dalan saling menyayangi sebagaiman seruan Rasulullah saw. dalam banyak hadinya diantaranya adalah 6 hadis Rasulullah saw. tentang persaudaraan di atas.

6 Hadis Rasulullah saw. Tentang Persaudaraan

10 Cendikiawan Dunia yang Mengagumi Nabi Muhammad saw
Keagungan kepribadian Nabi Muhammad saw dan kebenaran ajaran yang disampaikannya tidak hanya diakui oleh umat Islam, melainkan juga oleh kaum cendikiawan barat, baik dari kalangan nasrani maupun yahudi. Berikut ini pernyataan beberapa cendikiawan barat terhadap figur Nabi Muhammad saw.

1. Karl Marx (1817-1883).


Ahli politik, filsafat dan ahli kemasyarakatan kelahiran Jerman ini, dalam bukunya, yang diterjemahkan ke dalam bahasa arab denga judul Al-Hayat ia menulis: “ Lelaki arab yang telah menemukan kesalahan agama nasrani dan agama yahudi itu, melakukan pekerjaan yang sangat berbahaya ditengah-tengah kaum musyrik penyembah berhala, mendakwah mereka pada agama tauhid dan menanamkan keyakinan tentang keabadian roh. Maka layak bagi kita untuk  mengakui kenabiannya dan dia adalah Rasul (pesuruh) langit untuk bumi.

Dalam bukunya yang lain, Ra’sul Mal, Karl Marx menulis antara lain: “Risalah nabi ini telah membuka jalan baru untuk ilmu, cahaya, dan pengetahuan, layak dicatat kata-kata dan perbuatannya dalam pola khusu operasional. Oleh karena pelajaran yang diberikannya adalah wahyu Allah yang diturunkan dan merupakan risalahnya juga, maka menjadi tugas dan kewajibannya untuk membersihkan kotoran-kotoran yang telah menimbuni risalah-risalah yang lalu akibat ulah orang-orang yang bodoh yang mengandalkan ajarannya tanpa dukungan orang yang berakal.”

2. Sir Herbert Spencer (1820-1903)


Merupakan seorang filsuf kelahiran Cardiff, Inggris. Dalam bukunya yang diterjemahkan ke dalam bahasa Arab, Ushulul Ijtima antara lain menulis: “hendaknya kalian menjadikan Muhammad sebagai perlambang politik agama yang tepat, dan seorang yang paling jujur dalam menerapkan sistemnya yang kudus ditengah-tengah umat seluruhnya. Muhammad merupakan suatu sosok amanah yang dijelamakan dalam kejujuran yang murni, siang dan malam selalu tekun dalam menghidupkan umatnya.

3. Sydoe (1817-1893)


Dia adalah seorang orientalis dan sejarahwan besar prancis. Tentang Nabi Muhammad saw, anggota persatuan cendikiawan Perancis ini menulis dalam bukunya yang diterjemahkan dalam bahasa Arab, Khulasatu Tarihil Arab, antara lain sebagai berikut. “Muhammad telah menjadikan kabilah-kabilah arab itu satu tatanan umat menuju satu tujuan. Sehingga semua orang melihat penjelmaannya sebagai suatu umat besar yang satu sisi sayap kerajaannya mencapai spanyol dan di sisi satunya lagi mencapai india. Maka berkibarlah di mana-mana panji perdaban, ketika itu eropa sedang dirundung kegelapan jahiliyyah (kebodohan) pada abad-abad pertengahan.”

4. Dr. Wile (1818-1889)


Seorang orinetalis berkebangsaan Perancis yang bekerja di Aljazair sebagai guru dan penerjemah. Dalam karyanya yang diterjemahkan dalam bahasa arab, Tarikhul Khulafa, ia menulis antara lain: “ Muhammad layak mendapatkan kekaguman dan penghargaan kita sebagai reformis agung, bahkan dia patut juga diberi gelar nabi. Kita tak usah mendengarkan orang-orang yang bermaksud jahat dan pendapat orang-orang ekstrem. Sungguh Muhammad itu seorang besar dalam agama dan pribadinya. Barang siapa yang menyerangnya, jelas dia tidak mengerti dan melecehkan jasa-jasanya.

5. Conte Henry de Castri (1853-1915)


Merupakan seorang orinetalis yang dalam karyanya Al-Islam, ia menulis antara lain: “Muhammad tidak membaca dan tidak menulis, seperti yang dikatakan dirinya sendiri. Ia seorang nabi yang ummi. Dengan demikian ia tidak pernah membaca kitab suci, tidak pernah agamanya itu mengutip agama-agama terdahulu seperti yang dituduhkan orang dengan kebodohan. Sejarah Muhammad penuh mengandung pujian dan pengagungan kepadanya yang sudah tentu tidak diketahui oleh orang-orang yang tidak mengenalnya.

6. Pastor Isaaq Tiles


Seorang agamawan kelahiran Bordeauz (1810-1897), menulis dalam bukunya yang diterjemahkan dalam bahasa arab, Haqaiqut Thariq, antara lain mengungkapkan bahwa; “Kalau kita mau meneliti dengan seksam karya-karya Muhammad dan kenabiannya, kita tidak akan menemukan sesautupun yang mencela atau mengancam nasrani, bahkan kita akan melihat garis pemisah antara kaum Yahudi dan Nasrani.

Islam datang menciptakan kebahagiaan dan peradaban Muhammad sama halnya dengan Musa membolehkan poligami dan perbudakan, walau perbudakan itu sendiri tidak diajarkan dalam aqidah Islam. Muhammad membolehkan perbudakan karena dalam keadaan darurat. Sedangkan poligami, Musa tidak mengharamkannya dalam tauratnya, dan Daud juga tidak mengharamkan dalam zaburnya. Kami wajib memahami bahwa akhlak Islam lebih luhur dari akhlak Nasrani.”

7. Monsier Deitet Vanan (1823-1879)


Adalah seorang orientalis Peranci yang pada tahun 1875 mengembara ke timur. Dalam karyanya yang diterjemahkan dalam bahasa Arab Asyi’ah Khashah bin Nuril Islam mengungkapkan antara lain; “Sesunggunya al-Quran yang dibawa Muhammad itu telah mencatat adanya kitab-kitab suci yang lain, dan ia merupakan satu-satunya kitab yang menyeru orang untuk bersikap lemah lembut dan baik hati.

Telah mengadu kepada Rasulullah Muhammad, salah seorang dari Bani Salim bin Auf yang bernama Al-Husein: “Ya Rasulullah saya mempunya orang tua yang masih beragama masehi dan keduanya enggan masuk agama Allah. Saya akan bermaksud memaksa keduanya,” Rasulullah Muhammad menjawab, “tidak ada paksaan dalam menganut agama, seperti yang tercantum dalam surat al-Kafirun/109 ayat 6; bagi kamu agamamu dan bagiku agamaku.” Juga tercantum dalam surat al-Ankabut/29 ayat 46; “dan janganlah kamu berdebat dengan ahli kitab, melainkan dengan cara yang lebih baik.”

8. Lev Nikolaevich Tolstoy


Merupakan seorang filsuf dan sastrawan besar Rusia menulis dalam bukunya ‘Siapakah Muhammad’, antara lain mengungkapkan bahwa: Tahun pertama gerakan dakwahnya membawa Muhammad untuk menghadapi berbagai tantangan sebagaimana keadaan nabi yang diutus sebelumnya yang mengajak umatnya kepada kebenaran. Tetapi tantangan-tantangan ini tidak mematahkan semangatnya. Bahkan Muhammad terus berdakwah, padahal ketika itu ia belum menyatakan bahwa dirinya sebagai nabi yang satu. Tetapi datang sebagai penyempurna risalah-risalah sebelumnya dan mengajak kaumnya pada keyakinan seperti nabi-nabi sebelumnya.”

9. Edward Adams


Merupakan seorang orientalis dari Amerika dalam salah satu karyanta menyatakan antara lain: “ Nagera Arab dulu, sebelum kenabian Muhammad, adalah negara yang tenggelam dalam kerusakan moral. Sulit bagi kita mencirikan kejadian yang terjadi di setiap tempat. Kerusakan besar yang menyengsarakan rakyat pada masa itu dan kejahatan pada anak-anak (anak perempuan yang lahir dikubur hidup-hidup karena takut membawa petaka), pengorbanan manusia yang dilakukan atas nama agama, perang yang berkelanjutan antara suku, dan penduduk negri yang selalu hidup kekurangan, serta tidak adanya tatanan hukum yang kuat. Semua itu mengakibatkan penghambaan dan perbudakan diantara manusiabertambahnya kejahatan, pelecehan seksual dan kehormatan diantara manusia.

Ketika itulah datang Muhammad saw. sebagai juru penerang risalah yang maha esa dan maha perkasa bagi seluruh alam, yang ditangannya membawa petunjuk dan pembeda, yakni Al-Quran dan di tangan kirinya membawa cahaya. Sesungguhnya, semua ini untuk mengeluarkan manusia dari kegelapan menuju cahaya dengan izin Tuha Yang Maha Mulia.

10. Albornos Catian


Dia merupakan seorang orientalis berkebangsaan italia. Ia menulis tentang Nabi Muhammad saw dalam bukunya yang diterjemahkan dalam bahasa Arab Adayanul Arab, yang menyebutkan bahwa, seungguhnya keistimewaan Muhammad terletak pada kemampuannya yang menakjubkan sebagai seorang politisi yang bijak-bestari, lebih dari sekedar nabi yang mendapatkan wahyu. Kiranya tidak seorangpun yang mengenal Muhammad, akan menjatuhkan kehormatannya, dan siapa yang melakukannya maka ia telag berbuat aniaya terhadap dirinya dan juga terhadap Muhammad.

10 Cendikiawan Dunia yang Mengagumi Nabi Muhammad saw

Nama-nama Nabi Muhammad SAW
Nabi Muhammad Rasulullah saw. memiliki beberapa nama, Muslim meriwayatkan bahwa beliau bersabda, “aku memiliki beberapa nama:
  1. Aku bernama Muhammad
  2. Aku bernama Ahmad
  3. Aku bernama Al-Mahi (penumpas), dimana Allah menumpas kekafiran karena aku
  4. Aku bernama hasyiir (pengumpul), dimana Allah mengumpulkan manusia atas risalahku
  5. Aku bernama al-‘Aqib (penutup), dimana tidak ada seorang nabi lagi sesudahku, dan
  6. Aku, Allah memberiku pula nama Ra’uf (penyantun) dan rahim (penyayang).” (H.R. Muslim)
Nabi Muhammad Rasulullah saw. adalah nabi terakhir yang diutus oleh Allah swt.

مَّا كَانَ مُحَمَّدٌ أَبَآ أَحَدٖ مِّن رِّجَالِكُمۡ وَلَٰكِن رَّسُولَ ٱللَّهِ وَخَاتَمَ ٱلنَّبِيِّۧنَۗ وَكَانَ ٱللَّهُ بِكُلِّ شَيۡءٍ عَلِيمٗا  

Terjemahannya: Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. (Q.S. Al-Ahzab/33: 40)

Ayat ini menegaskan bahwa nabi Muhammad saw. bukanlah bapak dari salah seorang sahabat, karena itu janda Zaid (bernama Zainab) dapat beliau nikahi.

Sebagai nabi dan Rasul terakhir, nabi Muhammad saw. tidak hanya diutus kepada sebagian golongan umat, seperti halnya para nabi terdahulu, melainkan untuk seluruh umat manusia.

مَّآ أَصَابَكَ مِنۡ حَسَنَةٖ فَمِنَ ٱللَّهِۖ وَمَآ أَصَابَكَ مِن سَيِّئَةٖ فَمِن نَّفۡسِكَۚ وَأَرۡسَلۡنَٰكَ لِلنَّاسِ رَسُولٗاۚ وَكَفَىٰ بِٱللَّهِ شَهِيدٗا  

Terjemahannya: Apa saja nikmat yang kamu peroleh adalah dari Allah, dan apa saja bencana yang menimpamu, maka dari (kesalahan) dirimu sendiri. Kami mengutusmu menjadi Rasul kepada segenap manusia. Dan cukuplah Allah menjadi saksi. (Q.S. An-Nisa/4: 79)

Nama-nama Nabi Muhammad SAW

Ayat-ayat Al-Quran tentang Tugas Nabi Muhammad-Rasulullah saw.
Secara garis besarnya Nabi Muhammad saw. mempunyai tugas meluruskan aqidah umat manusia kelaigus memperbaiki akhlaknya. Berikut kami kemukakan beberapa ayat al-Quran yang menyuratkan tugas-tugas beliau.

1. Sebagai Rahmat Bagi Alam semesta


وَمَآ أَرۡسَلۡنَٰكَ إِلَّا رَحۡمَةٗ لِّلۡعَٰلَمِينَ  

Terjemahannya: Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam. (Q.S. Al-Anbiya/21: 107)

2. Bertabligh, artinya menyampaikan ajaran Allah swt.


فَإِنۡ حَآجُّوكَ فَقُلۡ أَسۡلَمۡتُ وَجۡهِيَ لِلَّهِ وَمَنِ ٱتَّبَعَنِۗ وَقُل لِّلَّذِينَ أُوتُواْ ٱلۡكِتَٰبَ وَٱلۡأُمِّيِّۧنَ ءَأَسۡلَمۡتُمۡۚ فَإِنۡ أَسۡلَمُواْ فَقَدِ ٱهۡتَدَواْۖ وَّإِن تَوَلَّوۡاْ فَإِنَّمَا عَلَيۡكَ ٱلۡبَلَٰغُۗ وَٱللَّهُ بَصِيرُۢ بِٱلۡعِبَادِ  

Terjemahannya: Kemudian jika mereka mendebat kamu (tentang kebenaran Islam), maka katakanlah: "Aku menyerahkan diriku kepada Allah dan (demikian pula) orang-orang yang mengikutiku". Dan katakanlah kepada orang-orang yang telah diberi Al Kitab dan kepada orang-orang yang ummi: "Apakah kamu (mau) masuk Islam". Jika mereka masuk Islam, sesungguhnya mereka telah mendapat petunjuk, dan jika mereka berpaling, maka kewajiban kamu hanyalah menyampaikan (ayat-ayat Allah). Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya. (Q.S. Ali-Imran/3: 20)

Yang dimaksud buta huruf dalam ayat tersebut adalah orang yang tidak mengenal baca tulis. Menurut sebagian mufassir yang dimaksud dengan ummi, dalam ayat tersebut adalah orang musyrik arab yang tidak tau baca tulis. Menurut sebagian yang lain ialah orang-orang yang diberi kitab.

3. Membawa agama yang benar


هُوَ ٱلَّذِيٓ أَرۡسَلَ رَسُولَهُۥ بِٱلۡهُدَىٰ وَدِينِ ٱلۡحَقِّ لِيُظۡهِرَهُۥ عَلَى ٱلدِّينِ كُلِّهِۦۚ وَكَفَىٰ بِٱللَّهِ شَهِيدٗا  

Terjemahannya: Dialah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang hak agar dimenangkan-Nya terhadap semua agama. Dan cukuplah Allah sebagai saksi. (Q.S. Al-Fath/48: 28).

هُوَ ٱلَّذِيٓ أَرۡسَلَ رَسُولَهُۥ بِٱلۡهُدَىٰ وَدِينِ ٱلۡحَقِّ لِيُظۡهِرَهُۥ عَلَى ٱلدِّينِ كُلِّهِۦ وَلَوۡ كَرِهَ ٱلۡمُشۡرِكُونَ  

Terjemahannya: Dialah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar agar Dia memenangkannya di atas segala agama-agama meskipun orang musyrik membenci. (Q.S. Ash-Shaf/61: 9).

Ayat-ayat tersebut menyiratkan bahwa dengan kedatangan Islam, maka hukum-hukum sebelumnya tidak berlaku lagi dan diganti dengan hukum-hukum al-Quran. Sebab al-Quran juga menerangkan hal-hal yang mereka ada-adakan dalam agama-agam terdahulu, sehingga agama yang terjamin kebenarannya adalah agama Islam. Dan tidak ada lagi agama yang diturunkan Allah selain agama Islam. Al-Quran itu sendiri dalam pemeliharaan Allah swt., sehingga tidak berhasil dipalsukan meskipun berulang kali terjadi pemalsuan al-Quran.

4. Pembawa kabar gembira dan pemberi petunjuk peringatan


يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّبِيُّ إِنَّآ أَرۡسَلۡنَٰكَ شَٰهِدٗا وَمُبَشِّرٗا وَنَذِيرٗا  

Terjemahannya: Hai Nabi, sesungguhnya Kami mengutusmu untuk jadi saksi, dan pembawa kabar gemgira dan pemberi peringatan, (Q.S. Al-Ahzab/33: 45)

وَدَاعِيًا إِلَى ٱللَّهِ بِإِذۡنِهِۦ وَسِرَاجٗا مُّنِيرٗا  

Terjemahannya: dan untuk jadi penyeru kepada Agama Allah dengan izin-Nya dan untuk jadi cahaya yang menerangi. (Q.S. Al-Ahzab/33: 46)

5. Penunjuk ke jalan yang lurus


وَكَذَٰلِكَ أَوۡحَيۡنَآ إِلَيۡكَ رُوحٗا مِّنۡ أَمۡرِنَاۚ مَا كُنتَ تَدۡرِي مَا ٱلۡكِتَٰبُ وَلَا ٱلۡإِيمَٰنُ وَلَٰكِن جَعَلۡنَٰهُ نُورٗا نَّهۡدِي بِهِۦ مَن نَّشَآءُ مِنۡ عِبَادِنَاۚ وَإِنَّكَ لَتَهۡدِيٓ إِلَىٰ صِرَٰطٖ مُّسۡتَقِيمٖ  

Terjemahannya: Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu wahyu (Al Quran) dengan perintah Kami. Sebelumnya kamu tidaklah mengetahui apakah Al Kitab (Al Quran) dan tidak pula mengetahui apakah iman itu, tetapi Kami menjadikan Al Quran itu cahaya, yang Kami tunjuki dengan dia siapa yang kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami. Dan sesungguhnya kamu benar-benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus. (Q.S. Asy-Syura/42: 52).

Ayat-ayat Al-Quran tentang Tugas Nabi Muhammad-Rasulullah saw.

Subscribe Our Newsletter