Pandangan Islam tentang Iman Kepada Kitab-kitab Allah - Coretanzone -->

    Social Items

Pandangan Islam tentang Iman Kepada Kitab-kitab Allah
Islam memilki pandangan tersendiri tentang iman kepada kitab-kitab Allah swt. Tidak beriman seorang muslim atau muslimah kalau belum beriman terhadap salah satu kitab yang pernah diturunkan Allah swt. Ketentuan beriman kepada kitab-kitab Allah swt sebagaimana firman Allah swt. di dalam al-Quran surat an-Nisa ayat 136 sebagai berikut:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ ءَامِنُواْ بِٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦ وَٱلۡكِتَٰبِ ٱلَّذِي نَزَّلَ عَلَىٰ رَسُولِهِۦ وَٱلۡكِتَٰبِ ٱلَّذِيٓ أَنزَلَ مِن قَبۡلُۚ وَمَن يَكۡفُرۡ بِٱللَّهِ وَمَلَٰٓئِكَتِهِۦ وَكُتُبِهِۦ وَرُسُلِهِۦ وَٱلۡيَوۡمِ ٱلۡأٓخِرِ فَقَدۡ ضَلَّ ضَلَٰلَۢا بَعِيدًا 

Terjemahannya: Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya. Barangsiapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya (Q.S. An-Nisa: 136)

Pengertian Iman Kepada Kitab-kitab Allah swt.


Iman dalam pengertiannya diartikan sebagai suatu kepercayaan dengan hati, kemudian diucapkan atau diikrarkan dengan lisan, kemudian dibuktikan dengan perbuatan.

Dari pengertian iman secara umum di atas maka, dapat diartikan bahwa iman kepada kitab-kitab Allah swt. adalah meyakini dengan sungguh-sungguh tentang keberadaan kitab-kitab suci yang pernah diturunkan Allah swt. kepada para rasulNya untuk disampaikan kepada umatnya. Kitab suci yang berisi tentang ketauhidan Allah swt., perintah, larangan, dan hukum serta petunjuk bagi manusia.

Meyakini atas kitab-kitab Allah berarti meyakini segala apa yang disamapaikan oleh para rasul kepada kita. Karena apa yang mereka sampaikan merupakan apa yang langsung mereka terima dari Allah atau melalui perantara malaikat. Tidak ada satupun hukum atau aturan yang lahir dari kemauan hatinya yang merupakan hasil pikiran para rasul.

Cara Diturunkannya Kitab-kitab Allah swt.


Menurut beberapa ahli, kitab suci agama-agama yang ada di dunia dibagi menjadi dua bagian, yaitu kitab samawi dan kitab ardhi. Kitab samawi yaitu kitab bangsa langit, artinya bahwa kita-kitab yang langsung diturunkan Allah swt. Perlu untuk diketahui bahwa kata langit hanyalah kiasan untuk menyebut Allah swt. Sedangkan kitab ardhi adalah kitab bumi, yang merupakan hasil dari ciptaan manusia, seperti tripitaka, weda, dan sebagainya.

Cara diturunkannya kitab-kitab suci bervariasi, namun secara garis besar tidak keluar dari apa yang telah digariskan Allah di dalam Al-Quran surat asy-Syura ayat 51 sebagai berikut:

۞وَمَا كَانَ لِبَشَرٍ أَن يُكَلِّمَهُ ٱللَّهُ إِلَّا وَحۡيًا أَوۡ مِن وَرَآيِٕ حِجَابٍ أَوۡ يُرۡسِلَ رَسُولٗا فَيُوحِيَ بِإِذۡنِهِۦ مَا يَشَآءُۚ إِنَّهُۥ عَلِيٌّ حَكِيمٞ 

Terjemahannya: Dan tidak mungkin bagi seorang manusiapun bahwa Allah berkata-kata dengan dia kecuali dengan perantaraan wahyu atau dibelakang tabir atau dengan mengutus seorang utusan (malaikat) lalu diwahyukan kepadanya dengan seizin-Nya apa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha Tinggi lagi Maha Bijaksana (Q.S. asy-Syura: 51)

Dari ayat di atas dapat kita simpulkan bahwa, tidak ada satupun kitab yang diturunkanNya diterima secara langsung (bertatap muka) antara Allah swt dengan para rasul, sehingga para rasul belum melihat Dzat Allah swt secara langsung. Tahapan-tahapan diturunkannya kitab-kitab Allah swt menurut ayat di atas adalah sebagai berikut:
  1. Melalui wahyu atau bisikan, baik itu bisikan hati maupun langsung lewat bisikan telinga
  2. Melalui isyarat di balik tabir
  3. Melalui utusan yaitu malaikat Jibril yang memberikan pelajaran atau pengertian-pengertian, baik itu secara tertulis, lisan, maupun berupa isyarat lain yang sesuai dengan kehendak Allah swt.
Kitab suci yang diturunkan secara tertulis dialami oleh Nabi Musa a.s. pada saat menerima kitab taurat. Penerimaan wahyu melalui bisikan suara dialami oleh Nabi Muhammad saw. saat menerima perintah shalat ketika melakukan isra dan mi'raj. Turunnya wahyu dengan melalui balik tabir dialami oleh Nabi Musa as. pada waktu berada di gunung sinai. Sedangkan penerimaan wahyi melalui perantara malaikat Jibril dialami oleh Nabi Muhammad saw. di gua hira yaitu di saat menerima wahyu pertama. Pada waktu itu Rosulullah saw. didekap oleh malaikat Jibril sambil mengucapkan kata iqra', yang kemudian menjadi wahyu pertama yang diterima Rosulullah saw.

Al-Quran merupakan kitab suci yang terakhir diturunkan oleh Allah swt. Olehnya itu hingga kiamat tiba, tidak ada lagi kitab suci yang diturunkan dengan didasarkan atas dua hal yaitu, bahwa nabi Muhammad merupakan nabi yang terakhir dan agama Islam sebagai agama yang telah disempurnakan oleh Allah swt. Firman Allah swt dalam al-Quran surat Al-Maidah ayat 3 sebagai berikut.

... ٱلۡيَوۡمَ أَكۡمَلۡتُ لَكُمۡ دِينَكُمۡ وَأَتۡمَمۡتُ عَلَيۡكُمۡ نِعۡمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ ٱلۡإِسۡلَٰمَ دِينٗاۚ ...

Terjemahannya: Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu (Q.S. Al-Maidah: 3)

Kitab-kitab Allah swt


Setiap nabi dan rasul yang merupakan utusan Allah swt, menerima wahyu yang berisi tentang ajaran-ajaranNya, Ajaran-ajaran dalam bentuk wahyu itu kemudian ada yang dikumpulkan dan ditulis dalam bentuk suhuf dan ada yang dibukukan menjadi kitab

Suhuf dan kitab secara sederhana dapat dibedakan, suhuf adalah wahyu Allah swt. yang dikumpulkan dan ditulis dalam bentuk lembaran-lembaran, sedangkan kitab adalah wahyu Allah swt yang dikumpulkan dan dibukukan dalam bentuk kitab.

Menurut pandangan para ulama yang masyhur, jumlah kitab-kitab Allah itu sebanyak 104 buah, namun ada pula yang berpendapat bahwa jumlahnya sebanyak 114 buah. Menurut pandangan syekh Syuhaimi hanya Allah swt. yang mengetahui dengan pasti seluruh jumlah kitab-kitabNya. Kita sebagai umat Islam hanya diwajibkan untuk mengetahui empat kitabNya saja yaitu:

  1. Kitab Taurat yang diturunkan kepada Nabi Musa a.s
  2. Kitab Zabur yang diturunkan kepada Nabi Daud a.s
  3. Kitab Injil yang diturunkan kepada Nabi Isa a.s
  4. Kitab Al-Quran yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw.

Isi Pokok Kitab-kitab Allah


1. Kitab Taurat


Kitab Taurat

Kata taurat berasal dari bahasa Ibrani yang artinya adalah syariat atau hukum. Kitab taurat menggunakan bahasa Ibrani. Isi pokok kandungan kitab taurat ada sepuluh yaitu:

  1. Pengakuan ke-esaan Allah swt.
  2. Larangan menyembah berhala atau patung, karena Allah swt. tidak bisa diserupakan dengan apapun yang ada di dunia maupun di alam semesta ini.
  3. Larangan untuk menyebut nama Tuhan Allah swt. dengan sia-sia
  4. Kewajiban untuk memuliakan hari sabat (sabtu)
  5. Kewajiban menghormati bapak dan ibu
  6. Larangan untuk membnuh sesama manusia
  7. Larangan melakukan dosa zina
  8. Larangan melakukan dosa mencuri
  9. Larangan untuk menjadi saksi palsu
  10. Larangan untuk berkeinginan menguasai dan memiliki hak orang lain

Selain 10 aturan pokok yang tersebut di atas, Nabi Musa as. juga menerima wahyu yang mengajarkan tentang tata cara shalat, berkurban dan ibadah lainnya. Dalam menyampaikan risalah Allah swt. Nabi Musa as. dibantu oleh saudaranya Nabi Harun as.

2. Kitab Zabur


Kitab Zabur

Kitab Zabur merupakan bukti dan tanda kenabian dan kerasulan Nabi Daud as. Kitab Zabur adalah firman-firman Allah swt. yang berisikan nyanyian pujian kepada Tuhan (mazmur) tentang segala nikmat yang dianugrahkan Allah swt. kepada hamba-hambaNya.

Kitab zabur tidak berisikan hukum atau syariat, sebab Nabi Daud as. diperintahkan oleh Allah swt untuk menjalankan syariat yang terdahulu, yaitu yang telah diwahyukan kepada pendahulunya Nabi Musa as. berupa kitab Taurat.

Nyanyian yang ada dalam kitab Zabur (Mazmur) adalah sebanyak 150 nyanyian dengan isi kandungan sebagai berikut:

  1. Besarkanlah olehmu akan Allah swt. Hai jiwaku pujilah Allah swt.
  2. Maka aku akan memuji Allah swt. seumur hidupku dan aku akan bernyanyi pujian-pujian kepada Tuhanku selam aku ada.
  3. Jangalah kamu percaya pada raja-raja atau anak-anak Adam yang tidak memiliki pertolongan
  4. Maka putuslah nyawanya dan kembalilah dan kembalilan ia kepada tanah asalnya dan pada hari itu hilanglah segala daya dan upayanya.
  5. Dan berbahagialah orang yang memperoleh Ya'qub sebagai penolongnya dan yang menaruh harapan kepada Tuhan Allah swt.
  6. Yang menjadikan langit, bumi, laut dan segala isinya, dan yang menaruh setia sampai selamanya.
  7. Yang membela orang-orang teraniaya dan yang memberi makan orang yang lapar. Bahwa Allah swt. membuka rantai orang yang terpercaya.
  8. Dan Allah swt. membukakan mata orang buta, Allah swt. menegakkan orang yang tertunduk dan Allah swt. mengasihi orang yang benar
  9. Maka Allah swt. memelihara orang dagang serta ditetapkannya anak yatim dan perempuan bujang, tetapi jalan orang jahat itu dibalikannya.
  10. Bahwa Allah akan berkerajaan kelak sampai selam-lamanya dan Tuhamu, hai zion! zaman berzaman. Besarkanlah Allah swt. olehmu.

3. Kitab Injil

Kitab Injil

Kitab Injil adalah kitab yang diturunkan kepada Nabi Isa as. putra Maryam, Kitab Injil merupakan kumpulan firman Allah swt. yang mengajarkan tentang pembersihan jiwa raga dari kotoran hawa nafsu duniawi, kitab Injil mengajarkan pola hidup yang tidak mengutamakan hal-hal yang bersifat duniawi atau yang biasa disebut sebagai zuhud.

Injil memiliki makna sebagai kabar gembira, yang berasal dari bahasa Yunani euangelion. Maksudnya adalah Nabi Isa as. menggembirkan umatnya dengan berita datangnya Nabi Muhammad saw. sebagai utusan Allah swt, yang terakhir bagi seluruh alam.

Nabi Isa as. berdakwah kepada umatnya selama tiga tahun yaitu sejak beliau berusia 30 tahun sampai dengan usia 33 tahun. Dalam dakwahnya Nabi Isa as. dibantu oleh 12 orang pengikut setianya. Mereka adalah Andreas, Simon Petrus, Barnabas, Matius, Yahya bin Zabdi, Yakub bin Zabdi, Thadeus, Yahuda, Bartholomeus, Pilipus, Ya'kub bin Alpius, dan Yahuda Iskariot. Di dalam Quran mereka disebut sebagai al hawariyyun yang artinya pengikut-pengikut setia. Firman Allah swt. dalam surat as-saff ayat 14.

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ كُونُوٓاْ أَنصَارَ ٱللَّهِ كَمَا قَالَ عِيسَى ٱبۡنُ مَرۡيَمَ لِلۡحَوَارِيِّ‍ۧنَ مَنۡ أَنصَارِيٓ إِلَى ٱللَّهِۖ قَالَ ٱلۡحَوَارِيُّونَ نَحۡنُ أَنصَارُ ٱللَّهِۖ فَ‍َٔامَنَت طَّآئِفَةٞ مِّنۢ بَنِيٓ إِسۡرَٰٓءِيلَ وَكَفَرَت طَّآئِفَةٞۖ فَأَيَّدۡنَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ عَلَىٰ عَدُوِّهِمۡ فَأَصۡبَحُواْ ظَٰهِرِينَ 

Terjemahannya: Hai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penolong (agama) Allah sebagaimana Isa ibnu Maryam telah berkata kepada pengikut-pengikutnya yang setia: "Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku (untuk menegakkan agama) Allah?" Pengikut-pengikut yang setia itu berkata: "Kamilah penolong-penolong agama Allah", lalu segolongan dari Bani Israil beriman dan segolongan lain kafir; maka Kami berikan kekuatan kepada orang-orang yang beriman terhadap musuh-musuh mereka, lalu mereka menjadi orang-orang yang menang. (Q.S. as-Saff: 14)

Dalam berdakwah, Nabi Isa as. selalu mengajarkan umatnya untuk senantiasa mengikuti ajaran-ajaran Allah swt. Nabi Isa as. hanyalah utusan Allah swt. kepada umatnya. Nabi Isa as, bukanlah anak Tuhan dan bukan pula Tuhan.

Sekilas Info

Al-Quran menyebut kata Injil sebanyak 12 kali. Kata ini biasanya disebut bersamaan dengan Taurat dan Al-Quran. Dalam bahasa-bahasa Eropa Injil disebut sebagai Bibel yang diadopsi dari istilah Yunani dan Latin yaitu bibilia yang artinya buku. Injil merupakan bagian kedua dari Alkitab. Alkitab terbagi menjadi dua, yaitu perjanjian lama yang berisi 39 kita yang juga dianggap suci oleh umat Yahudi, dan perjanjian baru yang memuat 27 kitab, empat diantaranya adalah injil yang berisi kehidupan Nabi Isa as. dan ajaran yang dibawanya.

4. Kitab Al-Quran

Kitab Al-Quran

Kitab suci Al-Quran merupakan kitab penyempurna bagi pokok-pokok ajaran dari kitab-kitab suci dan ajaran-ajaran Allah swt terdahulu. Secara garis besar Al-Quran mengandung dua ajaran pokok yaitu; aturan-aturan tentang hubungan manusia dengan Allah swt (keimanan, ketauhidan, peribadatan dan penyembahan), dan aturan-aturan tentang hubungan manusia dengan manusia dan alam semseta.
Secara lebih rinci Fazlur Rahman yang merupakan seorang pemikir Islam terkemuka dalam buku Pokok Al-Quran menjelaskan ada delapan tema pokok yang terkandung dalam Al-Quran yaitu sebagai berikut:
  1. Ajaran tentang Ketuhanan dan ketauhidan kepada Allah swt.
  2. Ajaran tentang manusia sebagai individu
  3. Ajaran tentang manusia sebagai anggota masyarakat
  4. Ajaran tentang alam semesta
  5. Ajaran tentang kenabian dan wahyu
  6. Ajaran tentang eskatologi yaitu ilmu yang membahas tentang akhir kehidupan manusia/kematian manusia.
  7. Ajaran tentang setan dan kejahatan
  8. Ajaran tentang lahirnya masyarakat muslim
Dalam karyanya yang lain, Fazlur Rahman juga menegaskan bahwa al-Quran menekankan pada aspek tauhid, keadilan sosial, ekonomi dan hukum. Hukum-hukum tersebut mengarah kepada tujuan penciptaan tata tertib di alam semesta, seperti diperintahkannya shalat untuk mencegah perbuatan keji dan mungkar, zakat diwajibkan untuk menolong orang miskin. Dan masih banyak lagi contoh yang lain seperti haji untuk menyatukan persaudaraan kaum muslim, larangan riba karena bertentangan dengan keadilan, larangan judi dan khamar karena menyebabkan permusuhan. Oleh karena itulah Al-Quran diturunkan sebagai petunjuk pada jalan yang lurus.

Pandangan Islam tentang Iman Kepada Kitab-kitab Allah

Pandangan Islam tentang Iman Kepada Kitab-kitab Allah
Islam memilki pandangan tersendiri tentang iman kepada kitab-kitab Allah swt. Tidak beriman seorang muslim atau muslimah kalau belum beriman terhadap salah satu kitab yang pernah diturunkan Allah swt. Ketentuan beriman kepada kitab-kitab Allah swt sebagaimana firman Allah swt. di dalam al-Quran surat an-Nisa ayat 136 sebagai berikut:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ ءَامِنُواْ بِٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦ وَٱلۡكِتَٰبِ ٱلَّذِي نَزَّلَ عَلَىٰ رَسُولِهِۦ وَٱلۡكِتَٰبِ ٱلَّذِيٓ أَنزَلَ مِن قَبۡلُۚ وَمَن يَكۡفُرۡ بِٱللَّهِ وَمَلَٰٓئِكَتِهِۦ وَكُتُبِهِۦ وَرُسُلِهِۦ وَٱلۡيَوۡمِ ٱلۡأٓخِرِ فَقَدۡ ضَلَّ ضَلَٰلَۢا بَعِيدًا 

Terjemahannya: Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya. Barangsiapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya (Q.S. An-Nisa: 136)

Pengertian Iman Kepada Kitab-kitab Allah swt.


Iman dalam pengertiannya diartikan sebagai suatu kepercayaan dengan hati, kemudian diucapkan atau diikrarkan dengan lisan, kemudian dibuktikan dengan perbuatan.

Dari pengertian iman secara umum di atas maka, dapat diartikan bahwa iman kepada kitab-kitab Allah swt. adalah meyakini dengan sungguh-sungguh tentang keberadaan kitab-kitab suci yang pernah diturunkan Allah swt. kepada para rasulNya untuk disampaikan kepada umatnya. Kitab suci yang berisi tentang ketauhidan Allah swt., perintah, larangan, dan hukum serta petunjuk bagi manusia.

Meyakini atas kitab-kitab Allah berarti meyakini segala apa yang disamapaikan oleh para rasul kepada kita. Karena apa yang mereka sampaikan merupakan apa yang langsung mereka terima dari Allah atau melalui perantara malaikat. Tidak ada satupun hukum atau aturan yang lahir dari kemauan hatinya yang merupakan hasil pikiran para rasul.

Cara Diturunkannya Kitab-kitab Allah swt.


Menurut beberapa ahli, kitab suci agama-agama yang ada di dunia dibagi menjadi dua bagian, yaitu kitab samawi dan kitab ardhi. Kitab samawi yaitu kitab bangsa langit, artinya bahwa kita-kitab yang langsung diturunkan Allah swt. Perlu untuk diketahui bahwa kata langit hanyalah kiasan untuk menyebut Allah swt. Sedangkan kitab ardhi adalah kitab bumi, yang merupakan hasil dari ciptaan manusia, seperti tripitaka, weda, dan sebagainya.

Cara diturunkannya kitab-kitab suci bervariasi, namun secara garis besar tidak keluar dari apa yang telah digariskan Allah di dalam Al-Quran surat asy-Syura ayat 51 sebagai berikut:

۞وَمَا كَانَ لِبَشَرٍ أَن يُكَلِّمَهُ ٱللَّهُ إِلَّا وَحۡيًا أَوۡ مِن وَرَآيِٕ حِجَابٍ أَوۡ يُرۡسِلَ رَسُولٗا فَيُوحِيَ بِإِذۡنِهِۦ مَا يَشَآءُۚ إِنَّهُۥ عَلِيٌّ حَكِيمٞ 

Terjemahannya: Dan tidak mungkin bagi seorang manusiapun bahwa Allah berkata-kata dengan dia kecuali dengan perantaraan wahyu atau dibelakang tabir atau dengan mengutus seorang utusan (malaikat) lalu diwahyukan kepadanya dengan seizin-Nya apa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha Tinggi lagi Maha Bijaksana (Q.S. asy-Syura: 51)

Dari ayat di atas dapat kita simpulkan bahwa, tidak ada satupun kitab yang diturunkanNya diterima secara langsung (bertatap muka) antara Allah swt dengan para rasul, sehingga para rasul belum melihat Dzat Allah swt secara langsung. Tahapan-tahapan diturunkannya kitab-kitab Allah swt menurut ayat di atas adalah sebagai berikut:
  1. Melalui wahyu atau bisikan, baik itu bisikan hati maupun langsung lewat bisikan telinga
  2. Melalui isyarat di balik tabir
  3. Melalui utusan yaitu malaikat Jibril yang memberikan pelajaran atau pengertian-pengertian, baik itu secara tertulis, lisan, maupun berupa isyarat lain yang sesuai dengan kehendak Allah swt.
Kitab suci yang diturunkan secara tertulis dialami oleh Nabi Musa a.s. pada saat menerima kitab taurat. Penerimaan wahyu melalui bisikan suara dialami oleh Nabi Muhammad saw. saat menerima perintah shalat ketika melakukan isra dan mi'raj. Turunnya wahyu dengan melalui balik tabir dialami oleh Nabi Musa as. pada waktu berada di gunung sinai. Sedangkan penerimaan wahyi melalui perantara malaikat Jibril dialami oleh Nabi Muhammad saw. di gua hira yaitu di saat menerima wahyu pertama. Pada waktu itu Rosulullah saw. didekap oleh malaikat Jibril sambil mengucapkan kata iqra', yang kemudian menjadi wahyu pertama yang diterima Rosulullah saw.

Al-Quran merupakan kitab suci yang terakhir diturunkan oleh Allah swt. Olehnya itu hingga kiamat tiba, tidak ada lagi kitab suci yang diturunkan dengan didasarkan atas dua hal yaitu, bahwa nabi Muhammad merupakan nabi yang terakhir dan agama Islam sebagai agama yang telah disempurnakan oleh Allah swt. Firman Allah swt dalam al-Quran surat Al-Maidah ayat 3 sebagai berikut.

... ٱلۡيَوۡمَ أَكۡمَلۡتُ لَكُمۡ دِينَكُمۡ وَأَتۡمَمۡتُ عَلَيۡكُمۡ نِعۡمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ ٱلۡإِسۡلَٰمَ دِينٗاۚ ...

Terjemahannya: Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu (Q.S. Al-Maidah: 3)

Kitab-kitab Allah swt


Setiap nabi dan rasul yang merupakan utusan Allah swt, menerima wahyu yang berisi tentang ajaran-ajaranNya, Ajaran-ajaran dalam bentuk wahyu itu kemudian ada yang dikumpulkan dan ditulis dalam bentuk suhuf dan ada yang dibukukan menjadi kitab

Suhuf dan kitab secara sederhana dapat dibedakan, suhuf adalah wahyu Allah swt. yang dikumpulkan dan ditulis dalam bentuk lembaran-lembaran, sedangkan kitab adalah wahyu Allah swt yang dikumpulkan dan dibukukan dalam bentuk kitab.

Menurut pandangan para ulama yang masyhur, jumlah kitab-kitab Allah itu sebanyak 104 buah, namun ada pula yang berpendapat bahwa jumlahnya sebanyak 114 buah. Menurut pandangan syekh Syuhaimi hanya Allah swt. yang mengetahui dengan pasti seluruh jumlah kitab-kitabNya. Kita sebagai umat Islam hanya diwajibkan untuk mengetahui empat kitabNya saja yaitu:

  1. Kitab Taurat yang diturunkan kepada Nabi Musa a.s
  2. Kitab Zabur yang diturunkan kepada Nabi Daud a.s
  3. Kitab Injil yang diturunkan kepada Nabi Isa a.s
  4. Kitab Al-Quran yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw.

Isi Pokok Kitab-kitab Allah


1. Kitab Taurat


Kitab Taurat

Kata taurat berasal dari bahasa Ibrani yang artinya adalah syariat atau hukum. Kitab taurat menggunakan bahasa Ibrani. Isi pokok kandungan kitab taurat ada sepuluh yaitu:

  1. Pengakuan ke-esaan Allah swt.
  2. Larangan menyembah berhala atau patung, karena Allah swt. tidak bisa diserupakan dengan apapun yang ada di dunia maupun di alam semesta ini.
  3. Larangan untuk menyebut nama Tuhan Allah swt. dengan sia-sia
  4. Kewajiban untuk memuliakan hari sabat (sabtu)
  5. Kewajiban menghormati bapak dan ibu
  6. Larangan untuk membnuh sesama manusia
  7. Larangan melakukan dosa zina
  8. Larangan melakukan dosa mencuri
  9. Larangan untuk menjadi saksi palsu
  10. Larangan untuk berkeinginan menguasai dan memiliki hak orang lain

Selain 10 aturan pokok yang tersebut di atas, Nabi Musa as. juga menerima wahyu yang mengajarkan tentang tata cara shalat, berkurban dan ibadah lainnya. Dalam menyampaikan risalah Allah swt. Nabi Musa as. dibantu oleh saudaranya Nabi Harun as.

2. Kitab Zabur


Kitab Zabur

Kitab Zabur merupakan bukti dan tanda kenabian dan kerasulan Nabi Daud as. Kitab Zabur adalah firman-firman Allah swt. yang berisikan nyanyian pujian kepada Tuhan (mazmur) tentang segala nikmat yang dianugrahkan Allah swt. kepada hamba-hambaNya.

Kitab zabur tidak berisikan hukum atau syariat, sebab Nabi Daud as. diperintahkan oleh Allah swt untuk menjalankan syariat yang terdahulu, yaitu yang telah diwahyukan kepada pendahulunya Nabi Musa as. berupa kitab Taurat.

Nyanyian yang ada dalam kitab Zabur (Mazmur) adalah sebanyak 150 nyanyian dengan isi kandungan sebagai berikut:

  1. Besarkanlah olehmu akan Allah swt. Hai jiwaku pujilah Allah swt.
  2. Maka aku akan memuji Allah swt. seumur hidupku dan aku akan bernyanyi pujian-pujian kepada Tuhanku selam aku ada.
  3. Jangalah kamu percaya pada raja-raja atau anak-anak Adam yang tidak memiliki pertolongan
  4. Maka putuslah nyawanya dan kembalilah dan kembalilan ia kepada tanah asalnya dan pada hari itu hilanglah segala daya dan upayanya.
  5. Dan berbahagialah orang yang memperoleh Ya'qub sebagai penolongnya dan yang menaruh harapan kepada Tuhan Allah swt.
  6. Yang menjadikan langit, bumi, laut dan segala isinya, dan yang menaruh setia sampai selamanya.
  7. Yang membela orang-orang teraniaya dan yang memberi makan orang yang lapar. Bahwa Allah swt. membuka rantai orang yang terpercaya.
  8. Dan Allah swt. membukakan mata orang buta, Allah swt. menegakkan orang yang tertunduk dan Allah swt. mengasihi orang yang benar
  9. Maka Allah swt. memelihara orang dagang serta ditetapkannya anak yatim dan perempuan bujang, tetapi jalan orang jahat itu dibalikannya.
  10. Bahwa Allah akan berkerajaan kelak sampai selam-lamanya dan Tuhamu, hai zion! zaman berzaman. Besarkanlah Allah swt. olehmu.

3. Kitab Injil

Kitab Injil

Kitab Injil adalah kitab yang diturunkan kepada Nabi Isa as. putra Maryam, Kitab Injil merupakan kumpulan firman Allah swt. yang mengajarkan tentang pembersihan jiwa raga dari kotoran hawa nafsu duniawi, kitab Injil mengajarkan pola hidup yang tidak mengutamakan hal-hal yang bersifat duniawi atau yang biasa disebut sebagai zuhud.

Injil memiliki makna sebagai kabar gembira, yang berasal dari bahasa Yunani euangelion. Maksudnya adalah Nabi Isa as. menggembirkan umatnya dengan berita datangnya Nabi Muhammad saw. sebagai utusan Allah swt, yang terakhir bagi seluruh alam.

Nabi Isa as. berdakwah kepada umatnya selama tiga tahun yaitu sejak beliau berusia 30 tahun sampai dengan usia 33 tahun. Dalam dakwahnya Nabi Isa as. dibantu oleh 12 orang pengikut setianya. Mereka adalah Andreas, Simon Petrus, Barnabas, Matius, Yahya bin Zabdi, Yakub bin Zabdi, Thadeus, Yahuda, Bartholomeus, Pilipus, Ya'kub bin Alpius, dan Yahuda Iskariot. Di dalam Quran mereka disebut sebagai al hawariyyun yang artinya pengikut-pengikut setia. Firman Allah swt. dalam surat as-saff ayat 14.

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ كُونُوٓاْ أَنصَارَ ٱللَّهِ كَمَا قَالَ عِيسَى ٱبۡنُ مَرۡيَمَ لِلۡحَوَارِيِّ‍ۧنَ مَنۡ أَنصَارِيٓ إِلَى ٱللَّهِۖ قَالَ ٱلۡحَوَارِيُّونَ نَحۡنُ أَنصَارُ ٱللَّهِۖ فَ‍َٔامَنَت طَّآئِفَةٞ مِّنۢ بَنِيٓ إِسۡرَٰٓءِيلَ وَكَفَرَت طَّآئِفَةٞۖ فَأَيَّدۡنَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ عَلَىٰ عَدُوِّهِمۡ فَأَصۡبَحُواْ ظَٰهِرِينَ 

Terjemahannya: Hai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penolong (agama) Allah sebagaimana Isa ibnu Maryam telah berkata kepada pengikut-pengikutnya yang setia: "Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku (untuk menegakkan agama) Allah?" Pengikut-pengikut yang setia itu berkata: "Kamilah penolong-penolong agama Allah", lalu segolongan dari Bani Israil beriman dan segolongan lain kafir; maka Kami berikan kekuatan kepada orang-orang yang beriman terhadap musuh-musuh mereka, lalu mereka menjadi orang-orang yang menang. (Q.S. as-Saff: 14)

Dalam berdakwah, Nabi Isa as. selalu mengajarkan umatnya untuk senantiasa mengikuti ajaran-ajaran Allah swt. Nabi Isa as. hanyalah utusan Allah swt. kepada umatnya. Nabi Isa as, bukanlah anak Tuhan dan bukan pula Tuhan.

Sekilas Info

Al-Quran menyebut kata Injil sebanyak 12 kali. Kata ini biasanya disebut bersamaan dengan Taurat dan Al-Quran. Dalam bahasa-bahasa Eropa Injil disebut sebagai Bibel yang diadopsi dari istilah Yunani dan Latin yaitu bibilia yang artinya buku. Injil merupakan bagian kedua dari Alkitab. Alkitab terbagi menjadi dua, yaitu perjanjian lama yang berisi 39 kita yang juga dianggap suci oleh umat Yahudi, dan perjanjian baru yang memuat 27 kitab, empat diantaranya adalah injil yang berisi kehidupan Nabi Isa as. dan ajaran yang dibawanya.

4. Kitab Al-Quran

Kitab Al-Quran

Kitab suci Al-Quran merupakan kitab penyempurna bagi pokok-pokok ajaran dari kitab-kitab suci dan ajaran-ajaran Allah swt terdahulu. Secara garis besar Al-Quran mengandung dua ajaran pokok yaitu; aturan-aturan tentang hubungan manusia dengan Allah swt (keimanan, ketauhidan, peribadatan dan penyembahan), dan aturan-aturan tentang hubungan manusia dengan manusia dan alam semseta.
Secara lebih rinci Fazlur Rahman yang merupakan seorang pemikir Islam terkemuka dalam buku Pokok Al-Quran menjelaskan ada delapan tema pokok yang terkandung dalam Al-Quran yaitu sebagai berikut:
  1. Ajaran tentang Ketuhanan dan ketauhidan kepada Allah swt.
  2. Ajaran tentang manusia sebagai individu
  3. Ajaran tentang manusia sebagai anggota masyarakat
  4. Ajaran tentang alam semesta
  5. Ajaran tentang kenabian dan wahyu
  6. Ajaran tentang eskatologi yaitu ilmu yang membahas tentang akhir kehidupan manusia/kematian manusia.
  7. Ajaran tentang setan dan kejahatan
  8. Ajaran tentang lahirnya masyarakat muslim
Dalam karyanya yang lain, Fazlur Rahman juga menegaskan bahwa al-Quran menekankan pada aspek tauhid, keadilan sosial, ekonomi dan hukum. Hukum-hukum tersebut mengarah kepada tujuan penciptaan tata tertib di alam semesta, seperti diperintahkannya shalat untuk mencegah perbuatan keji dan mungkar, zakat diwajibkan untuk menolong orang miskin. Dan masih banyak lagi contoh yang lain seperti haji untuk menyatukan persaudaraan kaum muslim, larangan riba karena bertentangan dengan keadilan, larangan judi dan khamar karena menyebabkan permusuhan. Oleh karena itulah Al-Quran diturunkan sebagai petunjuk pada jalan yang lurus.