Keberadaan Jin Menurut Islam sesuai dengan Al-Quran - Coretanzone

    Social Items

Keberadaan Jin Menurut Islam sesuai dengan Al-Quran
Selain Malaikat, Allah juga menciptakan makhluk halus yang bernama Jin. Ada dua golongan jin secara umum, yaitu jin yang baik (jin Islam) dan ada juga jin yang buruk yang selalu mengganggu dan menakuti manusia, bahkan menyesatkan manusia untuk berbuat dosa dan maksiat. Jin golongan ini dinaman iblis dan setan. Allah swt. berfirman dalam Al-Quran.

وَإِذۡ قُلۡنَا لِلۡمَلَٰٓئِكَةِ ٱسۡجُدُواْ لِأٓدَمَ فَسَجَدُوٓاْ إِلَّآ إِبۡلِيسَ كَانَ مِنَ ٱلۡجِنِّ فَفَسَقَ عَنۡ أَمۡرِ رَبِّهِۦٓۗ أَفَتَتَّخِذُونَهُۥ وَذُرِّيَّتَهُۥٓ أَوۡلِيَآءَ مِن دُونِي وَهُمۡ لَكُمۡ عَدُوُّۢۚ بِئۡسَ لِلظَّٰلِمِينَ بَدَلٗا

Artinya: Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: "Sujudlah kamu kepada Adam, maka sujudlah mereka kecuali Iblis. Dia adalah dari golongan jin, maka ia mendurhakai perintah Tuhannya. Patutkah kamu mengambil dia dan turanan-turunannya sebagai pemimpin selain daripada-Ku, sedang mereka adalah musuhmu? Amat buruklah iblis itu sebagai pengganti (dari Allah) bagi orang-orang yang zalim

Maksud sujud dalam ayat di atas adalah menghormati dan memuliakan, bukan menghambakan diri. Sujud dalam arti menghambakan diri hanyalah kepada Allah swt.

Pengertian Jin


Kata Al-Jin secara Bahasa diambil dari kata Al-Ijtinan yang artinya As-Satr (tirai atau penutup). Sedangkan jin secara Bahasa adalah makhluk yang tersembunyi, tidak dapat dilihat secara langsung oleh indra penglihatan manusia.

Jin merupakan makhluk yang memiliki pengetahuan yang lebih luas, mereka juga memiliki jumlah yang banyak dan umur yang lebih panjang dari manusia. Tempat mereka tinggal dan hidup berbeda-beda, ada yang tinggal di air, di udara dan di dalam bumi. Nabi Muhammad saw. bersabda; “jin itu terdiri dari tiga golongan. Segolongan memiliki sayap yang bisa terbang di angkasa, segolongan berwujud ular, dan segolongan lagi yang tempat tinggalnya berpindah-pindah.” (H.R. Thabrani).

Jin sudah ada lebih dahulu sebelum manusia diciptakan. Allah menciptakan jin dari api yang menyala-nyala tanpa asap, sedangkan manusia diciptakan dari tanah. Allah berfirman dalam Al-Quran.

وَٱلۡجَآنَّ خَلَقۡنَٰهُ مِن قَبۡلُ مِن نَّارِ ٱلسَّمُومِ 

Artinya: Dan Kami telah menciptakan jin sebelum (Adam) dari api yang sangat panas (Al-Hijr: 27)

Di ayat lain Allah berfirman.

 خَلَقَ ٱلۡإِنسَٰنَ مِن صَلۡصَٰلٖ كَٱلۡفَخَّارِ ١٤ وَخَلَقَ ٱلۡجَآنَّ مِن مَّارِجٖ مِّن نَّارٖ ١٥ 

Artinya: Dia menciptakan manusia dari tanah kering seperti tembikar 15. dan Dia menciptakan jin dari nyala api (Ar-Rahman: 14-15)

Persamaan Jin dan Manusia

Keberadaan Jin Menurut Islam sesuai dengan Al-Quran

Makhluk Jin juga memiliki beberapa persamaan dengan manusia, diantara persamaan jin dan manusia itu adalah sebagai berikut:

1. Sebagaimana manusia, jin juga diciptakan untuk beribadah kepada Allah.

وَمَا خَلَقۡتُ ٱلۡجِنَّ وَٱلۡإِنسَ إِلَّا لِيَعۡبُدُونِ

Artinya: Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku (Adz-Dzariyat: 56)

2. Ada jin yang mau dan suka mendengarkan Al-Quran

قُلۡ أُوحِيَ إِلَيَّ أَنَّهُ ٱسۡتَمَعَ نَفَرٞ مِّنَ ٱلۡجِنِّ فَقَالُوٓاْ إِنَّا سَمِعۡنَا قُرۡءَانًا عَجَبٗا 

Artinya: Katakanlah (hai Muhammad): "Telah diwahyukan kepadamu bahwasanya: telah mendengarkan sekumpulan jin (akan Al Quran), lalu mereka berkata: Sesungguhnya kami telah mendengarkan Al Quran yang menakjubkan (Al-Jin: 1)

3. Diantar ji nada yang muslim dan adapula yang kafir

وَأَنَّا مِنَّا ٱلصَّٰلِحُونَ وَمِنَّا دُونَ ذَٰلِكَۖ كُنَّا طَرَآئِقَ قِدَدٗا 

Artinya: Dan sesungguhnya di antara kami ada orang-orang yang saleh dan di antara kami ada (pula) yang tidak demikian halnya. Adalah kami menempuh jalan yang berbeda-beda (Al-Jin: 11)

4. Jin berkumpul dan berkerumun menyaksikan Rasulullah saw. beribadah

وَأَنَّهُۥ لَمَّا قَامَ عَبۡدُ ٱللَّهِ يَدۡعُوهُ كَادُواْ يَكُونُونَ عَلَيۡهِ لِبَدٗا 

Artinya: Dan bahwasanya tatkala hamba Allah (Muhammad) berdiri menyembah-Nya (mengerjakan ibadat), hampir saja jin-jin itu desak mendesak mengerumuninya. (Al-Jin: 19)

Pembagian Bangsa/Jenis Jin


Bangsa atau jenis jin dibagi menjadi beberapa bagian diantaranya adalah; Iblis, yaitu bapak dari segala jin. As-Syaithan, yaitu setan. Al-Maraddah, yaitu peragu. Al-Afarit, yaitu ifrit (penipu). Al-Awan, yaitu para khadam (penolong). Al-Ghawwshun, yaitu penyelam. Ath-Thayyarun, yaitu penerbang. At-Tawabi, yaitu pengikut (pengekor). Al-Qama, yaitu kawan (yang mengawani). Al-Amar, yaitu pemakmur (golongan yang meramaikan).

Dari beberapa golongan jin yang sudah disebutkan di atas, hany dua diantaranya yang diterangkan agak rinci yaitu Al-Afarif / ifrit dan setan.

Ifrit merupakan jin yang sangat memusuhi manusia, jin jenis ini terkenal dengan akalnya yang licik, dan pintar menipu. Jin golongan ini dikaruniai kegagahan dan kekuatan oleh Allah. Dalam Al-Quran dijelaskan bahwa jin ifrit pernah menjawab tantangan nabi Sulaiman untuk mendatangkan istana/singgasana milik ratu Balqis yang berada di negeri saba ke wilayah palestina.

قَالَ عِفۡرِيتٞ مِّنَ ٱلۡجِنِّ أَنَا۠ ءَاتِيكَ بِهِۦ قَبۡلَ أَن تَقُومَ مِن مَّقَامِكَۖ وَإِنِّي عَلَيۡهِ لَقَوِيٌّ أَمِينٞ

Artinya: Berkata ´Ifrit (yang cerdik) dari golongan jin: "Aku akan datang kepadamu dengan membawa singgsana itu kepadamu sebelum kamu berdiri dari tempat dudukmu; sesungguhnya aku benar-benar kuat untuk membawanya lagi dapat dipercaya" (An-Naml: 39).

Jin ifrit hanya sekali disebutkan dalam al-Quran yaitu pada ayat di atas, sedangkan sifatnya sebagai penipu dan yang selalu mengganggu manusia dijelaskan dalam hadis Rasulullah saw. “Sesungguhnya jin ‘ifrit telah mengganggu (melintas di hadapanku) semalam, untuk memutuskan shalatku. Lalu Allah meneguhkan aku. Hampir aku menambatkannya di sebuah tiang diantara tiang-tiang masjid, sehingga kalian (para sahabat) pagi-pagi menyaksikannya. (Saat itu) aku menyebutkan perkataan saudaraku, Nabi Sulaiman as. ‘wahai Tuhanku ampunilah aku. Dan karuniakanlah kepadaku kerajaan (yang meliputi seluruh golongan manusia, jin, dan binatang) yang tidak akan diperoleh seorangpun sesudahku’.” (H.R. Bukhari).

Dengan kita mengenal keberadaan jin menurut Islam dan sesuai dengan Al-Quran, maka kita juga harus berhati-hati terhadap sebagain golongan jin yang jahat. Bahkan ada sebagian diantara golongan jin yang membantu manusia dalam hal keburukan. Wallahu a'lam.

Keberadaan Jin Menurut Islam sesuai dengan Al-Quran

Keberadaan Jin Menurut Islam sesuai dengan Al-Quran
Selain Malaikat, Allah juga menciptakan makhluk halus yang bernama Jin. Ada dua golongan jin secara umum, yaitu jin yang baik (jin Islam) dan ada juga jin yang buruk yang selalu mengganggu dan menakuti manusia, bahkan menyesatkan manusia untuk berbuat dosa dan maksiat. Jin golongan ini dinaman iblis dan setan. Allah swt. berfirman dalam Al-Quran.

وَإِذۡ قُلۡنَا لِلۡمَلَٰٓئِكَةِ ٱسۡجُدُواْ لِأٓدَمَ فَسَجَدُوٓاْ إِلَّآ إِبۡلِيسَ كَانَ مِنَ ٱلۡجِنِّ فَفَسَقَ عَنۡ أَمۡرِ رَبِّهِۦٓۗ أَفَتَتَّخِذُونَهُۥ وَذُرِّيَّتَهُۥٓ أَوۡلِيَآءَ مِن دُونِي وَهُمۡ لَكُمۡ عَدُوُّۢۚ بِئۡسَ لِلظَّٰلِمِينَ بَدَلٗا

Artinya: Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: "Sujudlah kamu kepada Adam, maka sujudlah mereka kecuali Iblis. Dia adalah dari golongan jin, maka ia mendurhakai perintah Tuhannya. Patutkah kamu mengambil dia dan turanan-turunannya sebagai pemimpin selain daripada-Ku, sedang mereka adalah musuhmu? Amat buruklah iblis itu sebagai pengganti (dari Allah) bagi orang-orang yang zalim

Maksud sujud dalam ayat di atas adalah menghormati dan memuliakan, bukan menghambakan diri. Sujud dalam arti menghambakan diri hanyalah kepada Allah swt.

Pengertian Jin


Kata Al-Jin secara Bahasa diambil dari kata Al-Ijtinan yang artinya As-Satr (tirai atau penutup). Sedangkan jin secara Bahasa adalah makhluk yang tersembunyi, tidak dapat dilihat secara langsung oleh indra penglihatan manusia.

Jin merupakan makhluk yang memiliki pengetahuan yang lebih luas, mereka juga memiliki jumlah yang banyak dan umur yang lebih panjang dari manusia. Tempat mereka tinggal dan hidup berbeda-beda, ada yang tinggal di air, di udara dan di dalam bumi. Nabi Muhammad saw. bersabda; “jin itu terdiri dari tiga golongan. Segolongan memiliki sayap yang bisa terbang di angkasa, segolongan berwujud ular, dan segolongan lagi yang tempat tinggalnya berpindah-pindah.” (H.R. Thabrani).

Jin sudah ada lebih dahulu sebelum manusia diciptakan. Allah menciptakan jin dari api yang menyala-nyala tanpa asap, sedangkan manusia diciptakan dari tanah. Allah berfirman dalam Al-Quran.

وَٱلۡجَآنَّ خَلَقۡنَٰهُ مِن قَبۡلُ مِن نَّارِ ٱلسَّمُومِ 

Artinya: Dan Kami telah menciptakan jin sebelum (Adam) dari api yang sangat panas (Al-Hijr: 27)

Di ayat lain Allah berfirman.

 خَلَقَ ٱلۡإِنسَٰنَ مِن صَلۡصَٰلٖ كَٱلۡفَخَّارِ ١٤ وَخَلَقَ ٱلۡجَآنَّ مِن مَّارِجٖ مِّن نَّارٖ ١٥ 

Artinya: Dia menciptakan manusia dari tanah kering seperti tembikar 15. dan Dia menciptakan jin dari nyala api (Ar-Rahman: 14-15)

Persamaan Jin dan Manusia

Keberadaan Jin Menurut Islam sesuai dengan Al-Quran

Makhluk Jin juga memiliki beberapa persamaan dengan manusia, diantara persamaan jin dan manusia itu adalah sebagai berikut:

1. Sebagaimana manusia, jin juga diciptakan untuk beribadah kepada Allah.

وَمَا خَلَقۡتُ ٱلۡجِنَّ وَٱلۡإِنسَ إِلَّا لِيَعۡبُدُونِ

Artinya: Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku (Adz-Dzariyat: 56)

2. Ada jin yang mau dan suka mendengarkan Al-Quran

قُلۡ أُوحِيَ إِلَيَّ أَنَّهُ ٱسۡتَمَعَ نَفَرٞ مِّنَ ٱلۡجِنِّ فَقَالُوٓاْ إِنَّا سَمِعۡنَا قُرۡءَانًا عَجَبٗا 

Artinya: Katakanlah (hai Muhammad): "Telah diwahyukan kepadamu bahwasanya: telah mendengarkan sekumpulan jin (akan Al Quran), lalu mereka berkata: Sesungguhnya kami telah mendengarkan Al Quran yang menakjubkan (Al-Jin: 1)

3. Diantar ji nada yang muslim dan adapula yang kafir

وَأَنَّا مِنَّا ٱلصَّٰلِحُونَ وَمِنَّا دُونَ ذَٰلِكَۖ كُنَّا طَرَآئِقَ قِدَدٗا 

Artinya: Dan sesungguhnya di antara kami ada orang-orang yang saleh dan di antara kami ada (pula) yang tidak demikian halnya. Adalah kami menempuh jalan yang berbeda-beda (Al-Jin: 11)

4. Jin berkumpul dan berkerumun menyaksikan Rasulullah saw. beribadah

وَأَنَّهُۥ لَمَّا قَامَ عَبۡدُ ٱللَّهِ يَدۡعُوهُ كَادُواْ يَكُونُونَ عَلَيۡهِ لِبَدٗا 

Artinya: Dan bahwasanya tatkala hamba Allah (Muhammad) berdiri menyembah-Nya (mengerjakan ibadat), hampir saja jin-jin itu desak mendesak mengerumuninya. (Al-Jin: 19)

Pembagian Bangsa/Jenis Jin


Bangsa atau jenis jin dibagi menjadi beberapa bagian diantaranya adalah; Iblis, yaitu bapak dari segala jin. As-Syaithan, yaitu setan. Al-Maraddah, yaitu peragu. Al-Afarit, yaitu ifrit (penipu). Al-Awan, yaitu para khadam (penolong). Al-Ghawwshun, yaitu penyelam. Ath-Thayyarun, yaitu penerbang. At-Tawabi, yaitu pengikut (pengekor). Al-Qama, yaitu kawan (yang mengawani). Al-Amar, yaitu pemakmur (golongan yang meramaikan).

Dari beberapa golongan jin yang sudah disebutkan di atas, hany dua diantaranya yang diterangkan agak rinci yaitu Al-Afarif / ifrit dan setan.

Ifrit merupakan jin yang sangat memusuhi manusia, jin jenis ini terkenal dengan akalnya yang licik, dan pintar menipu. Jin golongan ini dikaruniai kegagahan dan kekuatan oleh Allah. Dalam Al-Quran dijelaskan bahwa jin ifrit pernah menjawab tantangan nabi Sulaiman untuk mendatangkan istana/singgasana milik ratu Balqis yang berada di negeri saba ke wilayah palestina.

قَالَ عِفۡرِيتٞ مِّنَ ٱلۡجِنِّ أَنَا۠ ءَاتِيكَ بِهِۦ قَبۡلَ أَن تَقُومَ مِن مَّقَامِكَۖ وَإِنِّي عَلَيۡهِ لَقَوِيٌّ أَمِينٞ

Artinya: Berkata ´Ifrit (yang cerdik) dari golongan jin: "Aku akan datang kepadamu dengan membawa singgsana itu kepadamu sebelum kamu berdiri dari tempat dudukmu; sesungguhnya aku benar-benar kuat untuk membawanya lagi dapat dipercaya" (An-Naml: 39).

Jin ifrit hanya sekali disebutkan dalam al-Quran yaitu pada ayat di atas, sedangkan sifatnya sebagai penipu dan yang selalu mengganggu manusia dijelaskan dalam hadis Rasulullah saw. “Sesungguhnya jin ‘ifrit telah mengganggu (melintas di hadapanku) semalam, untuk memutuskan shalatku. Lalu Allah meneguhkan aku. Hampir aku menambatkannya di sebuah tiang diantara tiang-tiang masjid, sehingga kalian (para sahabat) pagi-pagi menyaksikannya. (Saat itu) aku menyebutkan perkataan saudaraku, Nabi Sulaiman as. ‘wahai Tuhanku ampunilah aku. Dan karuniakanlah kepadaku kerajaan (yang meliputi seluruh golongan manusia, jin, dan binatang) yang tidak akan diperoleh seorangpun sesudahku’.” (H.R. Bukhari).

Dengan kita mengenal keberadaan jin menurut Islam dan sesuai dengan Al-Quran, maka kita juga harus berhati-hati terhadap sebagain golongan jin yang jahat. Bahkan ada sebagian diantara golongan jin yang membantu manusia dalam hal keburukan. Wallahu a'lam.