Tafsir Ayat-ayat Al-Quran tentang Akhlak (Perilaku) Manusia - Coretanzone

    Social Items

Tafsir Ayat-ayat Al-Quran tentang Akhlak (Perilaku) Manusia

Akhlak merupakan perilaku manusia yang ditampilkan dalam kehidupan sehari-hari. Akhlak dibagi menjadi dua yaitu akhlak mahmudah yang artinya perilaku baik dan akhlak mazmumah yang artinya perilaku buruk. Secara kodrat setiap manusia memiliki kedua akhlak ini. Hanya saja ada sebagian orang menekan dengan kuat perilaku buruk sehingga hilang dan hanya perilaku baik saja yang dia tampilkan. Namun ada juga orang yang sebaliknya, mereka menekan kebaikan dalam dirinya hingga hilang dan yang mereka tampilkan adalah perilaku buruk.

Kata seorang ahli psikologi bahwa membentuk seorang manusia agar menjadi baik itu sudah seharusnya dialakukan sejak dini, bahkan sejak dia masih berada di alam rahim ibunya. Karena ketika sudah dewasa maka sudah sulit untuk membentuknya. Ibaratnya seperti pohon, "jika pohon masih kecil mudah untuk diluruskan jika bengkok, namun jika pohon bengkok sudah besar maka sulit untuk diluruskan, bisa jadi pohon itu akan patah."

Untuk itu di dalam al-Quran ada banyak ayat-ayat yang menjelakan tentang akhlak baik itu akhlak yang baik maupun akhlak yang buruk. Berikut ayat-ayat al-Quran tentang Akhlak (perilaku) manusia

Surat Al-Baqarah Ayat 263

قَوۡلٞ مَّعۡرُوفٞ وَمَغۡفِرَةٌ خَيۡرٞ مِّن صَدَقَةٖ يَتۡبَعُهَآ أَذٗىۗ وَٱللَّهُ غَنِيٌّ حَلِيمٞ

Artinya: Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik dari sedekah yang diiringi dengan sesuatu yang menyakitkan (perasaan si penerima). Allah Maha Kaya lagi Maha Penyantun (Q.S Al-Baqarah: 263)

Dalam berinterkasi dengan orang lain, umat Islam diperinyahkan untuk bertutur kata yang baik, sehingga akan meninggalkan kesan yang baik. Dalam bermasyarakat jika ada orang yang bersalah kepada kita maka kita diperintahkan memberi maaf kepadanya.

Surat Al Qalam Ayat 1-4

نٓۚ وَٱلۡقَلَمِ وَمَا يَسۡطُرُونَ ١  مَآ أَنتَ بِنِعۡمَةِ رَبِّكَ بِمَجۡنُونٖ ٢  وَإِنَّ لَكَ لَأَجۡرًا غَيۡرَ مَمۡنُونٖ ٣  وَإِنَّكَ لَعَلَىٰ خُلُقٍ عَظِيمٖ ٤

Artinya: 1. Nun, demi kalam dan apa yang mereka tulis 2. berkat nikmat Tuhanmu kamu (Muhammad) sekali-kali bukan orang gila 3. Dan sesungguhnya bagi kamu benar-benar pahala yang besar yang tidak putus-putusnya 4. Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung (Q.S. Al Qalam: 4)

Nabi Muhammad saw. merupakan sosok yang memiliki budi pekerti yang tinggi. Beliau adalah al-Quran yang berjalan, semua sifat dan perilakunya menunjukkan beilau manusia yang memiliki ketaatan yang tinggi. Bahkan sebelum menjadi nabi, beliau sudah mendapat gelar sebagai al-amin yang artinya orang yang dipercaya. Rasulullah juga diutus untuk menyempurnakan akhlak manusia.

Surat Al-Maidah Ayat 8

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ كُونُواْ قَوَّٰمِينَ لِلَّهِ شُهَدَآءَ بِٱلۡقِسۡطِۖ وَلَا يَجۡرِمَنَّكُمۡ شَنَ‍َٔانُ قَوۡمٍ عَلَىٰٓ أَلَّا تَعۡدِلُواْۚ ٱعۡدِلُواْ هُوَ أَقۡرَبُ لِلتَّقۡوَىٰۖ وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَۚ إِنَّ ٱللَّهَ خَبِيرُۢ بِمَا تَعۡمَلُونَ

Artinya: Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan (Q.S. Al-Maidah: 8)

Dalam ayat ini Allah menyeru kepada umat Islam untuk selalu menegakkan kebenaran di atas muka bumi, selain itu harus bersaksi dengan saksi kesaksian yang adil. Kemudian dalam hal adil harus kepada seluruh umat manusia tanpa memandang latar belakang sosial, agama, pendidikan, dan sebagainya. Berbuat adil akan mendekatkan diri manusia kepada Allah, karena salah satu sifat Allah itu adalah adil.

Adil bukan berarti sama, tetapi menempat sesuatu sesuai dengan kebutuhannya, sehingga tidak lahir kecemburuan sosial. Pemerataan pembangunan oleh pemerintah, perkembangan pendidikan yang merata, pemberdayaan masyarakat secara menyeluruh di Indonesia dan sebagainya.

Surat Al-Isra Ayat 37

وَلَا تَمۡشِ فِي ٱلۡأَرۡضِ مَرَحًاۖ إِنَّكَ لَن تَخۡرِقَ ٱلۡأَرۡضَ وَلَن تَبۡلُغَ ٱلۡجِبَالَ طُولٗا

Artinya: Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung (Q.S. Al-Isra: 37)

Iblis diusir dari surga waktu dulu, bukan karena Iblis melakukan dosa besar, hanya karena kesombongannya tidak mau sujud kepada Adam, maka Allah mengusirnya dari surga. Padahal perintah sujud kepada Adam itu bukan menghambakan diri, tetapi hanya sebagai penghormatan saja.

Manusia sudah seyogyanya tidak sombong, karena sifat sombong ini hanyalah milik Allah. Apa yang mau kita sombokan? Wajah yang cantik suatu saat akan menua dan memudar, harta yang banyak tidak dapat dibawa mati hanya mengantar sampai di pekarangan kuburan, kekuasaan dan jabatan suatu saat akan hilang, kecerdasan akan hilang juga seiring bertambahnya umur yang semakin tua, dan sebagainya. Suatu saat manusia akan kembali menjadi tanah, sebagainya sebelum penciptaannya.

Surat Luqman Ayat 14

وَوَصَّيۡنَا ٱلۡإِنسَٰنَ بِوَٰلِدَيۡهِ حَمَلَتۡهُ أُمُّهُۥ وَهۡنًا عَلَىٰ وَهۡنٖ وَفِصَٰلُهُۥ فِي عَامَيۡنِ أَنِ ٱشۡكُرۡ لِي وَلِوَٰلِدَيۡكَ إِلَيَّ ٱلۡمَصِيرُ

Artinya: Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu. (Q.S. Luqman: 14)

Rasulullah dalam satu hadis bersabda bahwa "ridha Allah terletak pada ridha kedua orang tua, dan kemurkaan Allah terletak pada kemurkaan kedua orang tua." Berbuat baik kepada kedua orang tua yang telah melahirkan dan memelihara kita dari kecil merupakan kewajiban yang tidak bisa ditawar-tawar. Bahkan untuk berkata 'ah' saja kita dilarang untuk melakukannya, karena akan menyakiti hati mereka.

Surat Luqman Ayat 18

وَلَا تُصَعِّرۡ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلَا تَمۡشِ فِي ٱلۡأَرۡضِ مَرَحًاۖ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخۡتَالٖ فَخُورٖ

Artinya: Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri. (Q.S. Luqman: 18)

Kesombongan adalah awal dari kehancuran, karena kesombongan itu akan dapat mengakibatkan seseorang merasa dirinya lebih besar dari orang lain. Bahkan untuk memberi senyum saja sulit untuk dilakukan. Dari kesombongan akan membuat seseorang menjadi angkuh kemudian membanggakan dirinya. Seakan orang lain tidak ada apa-apanya, padahal dia tidak sadar bahwa di atas langit masih ada langit lagi. Maka sifat manusia seperti ini sangat dibenci oleh manusia, oleh malaikat, dan juga dibenci oleh Allah.

Surat Luqman Ayat 19

وَٱقۡصِدۡ فِي مَشۡيِكَ وَٱغۡضُضۡ مِن صَوۡتِكَۚ إِنَّ أَنكَرَ ٱلۡأَصۡوَٰتِ لَصَوۡتُ ٱلۡحَمِيرِ

Artinya: Dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai. (Q.S. Luqman : 19)

Perintah Allah kepada umat Islam adalah dengan menjadi manusia yang sederhana dan tampil apa adanya. Kemudian melunakkan suara, dalam artian bahwa bertutur kata yang lemah lembut dengan kata-kata yang baik sehingga menyenangkan hati orang lain. Jangan sampai kita berbicara dengan suara keras yang dapat menyakiti hati orang lain, karena berbicara yang buruk itu derajatnya lebih rendah dari hewan.

Berbicara yang keras dan lembut ini silahkan diterjemahkan sesuai dengan budaya masayarakat masing-masing. Misalnya orang Indonesia timur berbicara dengan suara keras itu bukan bermaksud untuk menyakiti orang lain, tetapi karena faktor alam yang menyebabkan mereka seperti itu. Mereka tinggal di wilayah pesisir sehingga suara ombak laut dan tiupan angin menyebabkan mereka harus berbicara kerasa agar bisa didengar oleh lawan bicaranya, hal ini berbanding terbalik dengan orang yang tinggal di Indonesia bagian barat. Wallahu a'lam.

Tafsir Ayat-ayat Al-Quran tentang Akhlak (Perilaku) Manusia

Tafsir Ayat-ayat Al-Quran tentang Akhlak (Perilaku) Manusia

Akhlak merupakan perilaku manusia yang ditampilkan dalam kehidupan sehari-hari. Akhlak dibagi menjadi dua yaitu akhlak mahmudah yang artinya perilaku baik dan akhlak mazmumah yang artinya perilaku buruk. Secara kodrat setiap manusia memiliki kedua akhlak ini. Hanya saja ada sebagian orang menekan dengan kuat perilaku buruk sehingga hilang dan hanya perilaku baik saja yang dia tampilkan. Namun ada juga orang yang sebaliknya, mereka menekan kebaikan dalam dirinya hingga hilang dan yang mereka tampilkan adalah perilaku buruk.

Kata seorang ahli psikologi bahwa membentuk seorang manusia agar menjadi baik itu sudah seharusnya dialakukan sejak dini, bahkan sejak dia masih berada di alam rahim ibunya. Karena ketika sudah dewasa maka sudah sulit untuk membentuknya. Ibaratnya seperti pohon, "jika pohon masih kecil mudah untuk diluruskan jika bengkok, namun jika pohon bengkok sudah besar maka sulit untuk diluruskan, bisa jadi pohon itu akan patah."

Untuk itu di dalam al-Quran ada banyak ayat-ayat yang menjelakan tentang akhlak baik itu akhlak yang baik maupun akhlak yang buruk. Berikut ayat-ayat al-Quran tentang Akhlak (perilaku) manusia

Surat Al-Baqarah Ayat 263

قَوۡلٞ مَّعۡرُوفٞ وَمَغۡفِرَةٌ خَيۡرٞ مِّن صَدَقَةٖ يَتۡبَعُهَآ أَذٗىۗ وَٱللَّهُ غَنِيٌّ حَلِيمٞ

Artinya: Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik dari sedekah yang diiringi dengan sesuatu yang menyakitkan (perasaan si penerima). Allah Maha Kaya lagi Maha Penyantun (Q.S Al-Baqarah: 263)

Dalam berinterkasi dengan orang lain, umat Islam diperinyahkan untuk bertutur kata yang baik, sehingga akan meninggalkan kesan yang baik. Dalam bermasyarakat jika ada orang yang bersalah kepada kita maka kita diperintahkan memberi maaf kepadanya.

Surat Al Qalam Ayat 1-4

نٓۚ وَٱلۡقَلَمِ وَمَا يَسۡطُرُونَ ١  مَآ أَنتَ بِنِعۡمَةِ رَبِّكَ بِمَجۡنُونٖ ٢  وَإِنَّ لَكَ لَأَجۡرًا غَيۡرَ مَمۡنُونٖ ٣  وَإِنَّكَ لَعَلَىٰ خُلُقٍ عَظِيمٖ ٤

Artinya: 1. Nun, demi kalam dan apa yang mereka tulis 2. berkat nikmat Tuhanmu kamu (Muhammad) sekali-kali bukan orang gila 3. Dan sesungguhnya bagi kamu benar-benar pahala yang besar yang tidak putus-putusnya 4. Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung (Q.S. Al Qalam: 4)

Nabi Muhammad saw. merupakan sosok yang memiliki budi pekerti yang tinggi. Beliau adalah al-Quran yang berjalan, semua sifat dan perilakunya menunjukkan beilau manusia yang memiliki ketaatan yang tinggi. Bahkan sebelum menjadi nabi, beliau sudah mendapat gelar sebagai al-amin yang artinya orang yang dipercaya. Rasulullah juga diutus untuk menyempurnakan akhlak manusia.

Surat Al-Maidah Ayat 8

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ كُونُواْ قَوَّٰمِينَ لِلَّهِ شُهَدَآءَ بِٱلۡقِسۡطِۖ وَلَا يَجۡرِمَنَّكُمۡ شَنَ‍َٔانُ قَوۡمٍ عَلَىٰٓ أَلَّا تَعۡدِلُواْۚ ٱعۡدِلُواْ هُوَ أَقۡرَبُ لِلتَّقۡوَىٰۖ وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَۚ إِنَّ ٱللَّهَ خَبِيرُۢ بِمَا تَعۡمَلُونَ

Artinya: Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan (Q.S. Al-Maidah: 8)

Dalam ayat ini Allah menyeru kepada umat Islam untuk selalu menegakkan kebenaran di atas muka bumi, selain itu harus bersaksi dengan saksi kesaksian yang adil. Kemudian dalam hal adil harus kepada seluruh umat manusia tanpa memandang latar belakang sosial, agama, pendidikan, dan sebagainya. Berbuat adil akan mendekatkan diri manusia kepada Allah, karena salah satu sifat Allah itu adalah adil.

Adil bukan berarti sama, tetapi menempat sesuatu sesuai dengan kebutuhannya, sehingga tidak lahir kecemburuan sosial. Pemerataan pembangunan oleh pemerintah, perkembangan pendidikan yang merata, pemberdayaan masyarakat secara menyeluruh di Indonesia dan sebagainya.

Surat Al-Isra Ayat 37

وَلَا تَمۡشِ فِي ٱلۡأَرۡضِ مَرَحًاۖ إِنَّكَ لَن تَخۡرِقَ ٱلۡأَرۡضَ وَلَن تَبۡلُغَ ٱلۡجِبَالَ طُولٗا

Artinya: Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung (Q.S. Al-Isra: 37)

Iblis diusir dari surga waktu dulu, bukan karena Iblis melakukan dosa besar, hanya karena kesombongannya tidak mau sujud kepada Adam, maka Allah mengusirnya dari surga. Padahal perintah sujud kepada Adam itu bukan menghambakan diri, tetapi hanya sebagai penghormatan saja.

Manusia sudah seyogyanya tidak sombong, karena sifat sombong ini hanyalah milik Allah. Apa yang mau kita sombokan? Wajah yang cantik suatu saat akan menua dan memudar, harta yang banyak tidak dapat dibawa mati hanya mengantar sampai di pekarangan kuburan, kekuasaan dan jabatan suatu saat akan hilang, kecerdasan akan hilang juga seiring bertambahnya umur yang semakin tua, dan sebagainya. Suatu saat manusia akan kembali menjadi tanah, sebagainya sebelum penciptaannya.

Surat Luqman Ayat 14

وَوَصَّيۡنَا ٱلۡإِنسَٰنَ بِوَٰلِدَيۡهِ حَمَلَتۡهُ أُمُّهُۥ وَهۡنًا عَلَىٰ وَهۡنٖ وَفِصَٰلُهُۥ فِي عَامَيۡنِ أَنِ ٱشۡكُرۡ لِي وَلِوَٰلِدَيۡكَ إِلَيَّ ٱلۡمَصِيرُ

Artinya: Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu. (Q.S. Luqman: 14)

Rasulullah dalam satu hadis bersabda bahwa "ridha Allah terletak pada ridha kedua orang tua, dan kemurkaan Allah terletak pada kemurkaan kedua orang tua." Berbuat baik kepada kedua orang tua yang telah melahirkan dan memelihara kita dari kecil merupakan kewajiban yang tidak bisa ditawar-tawar. Bahkan untuk berkata 'ah' saja kita dilarang untuk melakukannya, karena akan menyakiti hati mereka.

Surat Luqman Ayat 18

وَلَا تُصَعِّرۡ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلَا تَمۡشِ فِي ٱلۡأَرۡضِ مَرَحًاۖ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخۡتَالٖ فَخُورٖ

Artinya: Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri. (Q.S. Luqman: 18)

Kesombongan adalah awal dari kehancuran, karena kesombongan itu akan dapat mengakibatkan seseorang merasa dirinya lebih besar dari orang lain. Bahkan untuk memberi senyum saja sulit untuk dilakukan. Dari kesombongan akan membuat seseorang menjadi angkuh kemudian membanggakan dirinya. Seakan orang lain tidak ada apa-apanya, padahal dia tidak sadar bahwa di atas langit masih ada langit lagi. Maka sifat manusia seperti ini sangat dibenci oleh manusia, oleh malaikat, dan juga dibenci oleh Allah.

Surat Luqman Ayat 19

وَٱقۡصِدۡ فِي مَشۡيِكَ وَٱغۡضُضۡ مِن صَوۡتِكَۚ إِنَّ أَنكَرَ ٱلۡأَصۡوَٰتِ لَصَوۡتُ ٱلۡحَمِيرِ

Artinya: Dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai. (Q.S. Luqman : 19)

Perintah Allah kepada umat Islam adalah dengan menjadi manusia yang sederhana dan tampil apa adanya. Kemudian melunakkan suara, dalam artian bahwa bertutur kata yang lemah lembut dengan kata-kata yang baik sehingga menyenangkan hati orang lain. Jangan sampai kita berbicara dengan suara keras yang dapat menyakiti hati orang lain, karena berbicara yang buruk itu derajatnya lebih rendah dari hewan.

Berbicara yang keras dan lembut ini silahkan diterjemahkan sesuai dengan budaya masayarakat masing-masing. Misalnya orang Indonesia timur berbicara dengan suara keras itu bukan bermaksud untuk menyakiti orang lain, tetapi karena faktor alam yang menyebabkan mereka seperti itu. Mereka tinggal di wilayah pesisir sehingga suara ombak laut dan tiupan angin menyebabkan mereka harus berbicara kerasa agar bisa didengar oleh lawan bicaranya, hal ini berbanding terbalik dengan orang yang tinggal di Indonesia bagian barat. Wallahu a'lam.