Orang Larantuka dan Pulau Flores - Coretanzone

    Social Items

Orang Larantuka dan Pulau Flores
Pulau Flores - merupakan pulau yang berada di Indonesia bagian timur. Pulau ini menyimpan beragam kebudayaan dan banyak suku yang tinggal di dalamnya. Tak hanya itu, keaslian pulau ini pun memberikan banyak kesan karena keindahan tempatnya. Salah satunya adalah Larantuka yang berada di Pulau Flores.

Larantuka merupakan suatu daerah yang terletak di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur. Di tempat ini pun dahulunya juga berdiri sebuah kerajaan Katolik di Indonesia. Yaitu Kerajaan Larantuka pada abad ke-17. Walaupun Larantuka juga termasuk kerajaan yang kecil, baik itu berdasarkan luas wilayah dan kebudayaannya, namun Larantuka juga memberikan banyak budaya Katolik. Wilayah ini tak hanya dihuni oleh orang Larantuka saja, ada juga beberapa pendatang dari Pulau Jawa, Kepulauan Maluku, dan beberapa pendatang lainnya.

Orang Larantuka biasanya memenuhi kehidupan sehari-hari dengan cara bercocok tanam dan melaut. Hasil pertanian yang mereka dapatkan berupa umbi-umbian, padi, jagung, serta buah dan sayur. Tak hanya itu, beberapa pohon keras pun mereka tanam di tanah mereka. Karena pulau ini berdekatan dengan lautan, tak heran jika sebagian besar orang Larantuka menghabiskan waktu mereka dengan melaut. Berbagai macam ikan pun mereka dapatkan untuk makan atau dijual kembali.

Tradisi dan budaya orang Larantuka masih sangat murni dan asli. Hingga saat ini pun tradisi ini masih banyak ditemui. Berbagai ritual atau upacara adat pun mereka gelar setiap tahunnya. Salah satunya adalah ritual dalam persembahan hewan ternak pada setiap upacara tradisional yang mereka adakan. Pengorbanan hewan ini bertujuan untuk meminta berkah dari Sang Pencipta. Tak hanya itu, ada juga tradisi Semana Santa. Tradisi ini digelar secara turun temurun setiap tahunnya sejak abad ke-5. Acara ini hanya ada pada saat perayaan Paskah saja. Pada perayaan ini, banyak peziarah yang datang ke Larantuka untuk memohon berkat dan berdoa kepada Tuhan.

Selain kedua tradisi itu, masih ada tradisi Sakramen Ekaristi yang digelar di Katedral Larantuka. Tradisi ini sangatlah sakral dan hanya dilakukan pada Rabu Trewa, Kamis Putih, Jumat Agung dan sebagainya. Ada pula prosesi laut Tuhan Meninu yang dilakukan saat Jumat Agung. Tradisi ini merupakan tradisi dimana orang Larantuka mengantarkan Patung Tuhan Meninu menuju ke Armida, yaitu tempat pemberhentian jalan Salib. Pengantaran patung ini melewati laut dan menggunakan kapal sebagai alat transportasinya. Tak heran jika pada saat acara ini kapal-kapal yang ada di Larantika turut menghantarkan patung tersebut.

Orang Larantuka sangat terkenal dengan keramahannya. Jadi banyak warga asing yang singgah di sini. Mereka tak hanya menikmati keindahan alam Larantuka, tapi juga mempelajari berbagai kebudayaan orang Larantuka. Banyak sekali tempat wisata dan panorama pantai di sini yang biasa dijadikan tempat jujukan orang Indonesia maupun luar negeri. Wisata-wisata ini pun begitu asri dan masih alami. Karena memang tempat ini belum banyak terjamah oleh masyarakat luas.

Setiap suku dan budaya di setiap daerah memang sangat berbeda dan beragam. Keanekaragaman ini pun juga memiliki ciri khas tersendiri yang tak bisa ditemui di daerah lain. Keunikan suatu daerah juga dapat terlihat dari acara, bahasa, dan tradisi yang sengaja digelar untuk pemujaan maupun rasa syukur masyarakatnya.

Seperti itulah beberapa hal mengenai orang Larantuka dan Pulau Flores yang menyimpan bnyak keunikan. Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda.

Orang Larantuka dan Pulau Flores

Orang Larantuka dan Pulau Flores
Pulau Flores - merupakan pulau yang berada di Indonesia bagian timur. Pulau ini menyimpan beragam kebudayaan dan banyak suku yang tinggal di dalamnya. Tak hanya itu, keaslian pulau ini pun memberikan banyak kesan karena keindahan tempatnya. Salah satunya adalah Larantuka yang berada di Pulau Flores.

Larantuka merupakan suatu daerah yang terletak di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur. Di tempat ini pun dahulunya juga berdiri sebuah kerajaan Katolik di Indonesia. Yaitu Kerajaan Larantuka pada abad ke-17. Walaupun Larantuka juga termasuk kerajaan yang kecil, baik itu berdasarkan luas wilayah dan kebudayaannya, namun Larantuka juga memberikan banyak budaya Katolik. Wilayah ini tak hanya dihuni oleh orang Larantuka saja, ada juga beberapa pendatang dari Pulau Jawa, Kepulauan Maluku, dan beberapa pendatang lainnya.

Orang Larantuka biasanya memenuhi kehidupan sehari-hari dengan cara bercocok tanam dan melaut. Hasil pertanian yang mereka dapatkan berupa umbi-umbian, padi, jagung, serta buah dan sayur. Tak hanya itu, beberapa pohon keras pun mereka tanam di tanah mereka. Karena pulau ini berdekatan dengan lautan, tak heran jika sebagian besar orang Larantuka menghabiskan waktu mereka dengan melaut. Berbagai macam ikan pun mereka dapatkan untuk makan atau dijual kembali.

Tradisi dan budaya orang Larantuka masih sangat murni dan asli. Hingga saat ini pun tradisi ini masih banyak ditemui. Berbagai ritual atau upacara adat pun mereka gelar setiap tahunnya. Salah satunya adalah ritual dalam persembahan hewan ternak pada setiap upacara tradisional yang mereka adakan. Pengorbanan hewan ini bertujuan untuk meminta berkah dari Sang Pencipta. Tak hanya itu, ada juga tradisi Semana Santa. Tradisi ini digelar secara turun temurun setiap tahunnya sejak abad ke-5. Acara ini hanya ada pada saat perayaan Paskah saja. Pada perayaan ini, banyak peziarah yang datang ke Larantuka untuk memohon berkat dan berdoa kepada Tuhan.

Selain kedua tradisi itu, masih ada tradisi Sakramen Ekaristi yang digelar di Katedral Larantuka. Tradisi ini sangatlah sakral dan hanya dilakukan pada Rabu Trewa, Kamis Putih, Jumat Agung dan sebagainya. Ada pula prosesi laut Tuhan Meninu yang dilakukan saat Jumat Agung. Tradisi ini merupakan tradisi dimana orang Larantuka mengantarkan Patung Tuhan Meninu menuju ke Armida, yaitu tempat pemberhentian jalan Salib. Pengantaran patung ini melewati laut dan menggunakan kapal sebagai alat transportasinya. Tak heran jika pada saat acara ini kapal-kapal yang ada di Larantika turut menghantarkan patung tersebut.

Orang Larantuka sangat terkenal dengan keramahannya. Jadi banyak warga asing yang singgah di sini. Mereka tak hanya menikmati keindahan alam Larantuka, tapi juga mempelajari berbagai kebudayaan orang Larantuka. Banyak sekali tempat wisata dan panorama pantai di sini yang biasa dijadikan tempat jujukan orang Indonesia maupun luar negeri. Wisata-wisata ini pun begitu asri dan masih alami. Karena memang tempat ini belum banyak terjamah oleh masyarakat luas.

Setiap suku dan budaya di setiap daerah memang sangat berbeda dan beragam. Keanekaragaman ini pun juga memiliki ciri khas tersendiri yang tak bisa ditemui di daerah lain. Keunikan suatu daerah juga dapat terlihat dari acara, bahasa, dan tradisi yang sengaja digelar untuk pemujaan maupun rasa syukur masyarakatnya.

Seperti itulah beberapa hal mengenai orang Larantuka dan Pulau Flores yang menyimpan bnyak keunikan. Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda.