Mengenal Istana Kesultanan Ternate di Maluku Utara - Coretanzone

    Social Items

Wisata Sejarah: Istana Kesultanan Ternate di Maluku Utara
Ternate merupakan salah satu kota sejarah di Idonesia. Dulu ternate menjadi salah satu kesultanan yang tersohor di wilayah Nusantara. Sampai saat ini masih ada bukti, salah satunya yaitu masih terdapat Istana kesultanan yang terletak di dataran pantai di Kampung Soa-sio, Kelurahan Letter C, Kodya Ternate, Provinsi Maluku Utara. Istana ini letaknya tidak jauh dari pusat kota Ternate.

Sebagai salah satu kesultanan yang terhosor, kesultanan ternate ternyata memiliki peran sangat penting dan strategis di wilayah Timur Nusantara sejak abad ke XIII sampai abad ke XVII. Kesultanan Ternate memiliki masa keemasan pada abad ke XVI, yang menguasai seluruh wilayah Kepulauan Maluku, Sulawesi Utara, sebagian Papua, kepulauan Marshall di Pasifik, dan kepulauan-kepulauan yang terletak di Filipina selatan.

Istana kesultanan Ternate sejak tanggal 7 desember 1967 hingga saat ini dimasukkan sebagai benda cagar budaya di Indonesia. Para pemilik sah kesultanan Ternate berupa ahli waris yang dipimpn oleh Sultan Muda Mudzafar Syah, menyerahkan istana kesultanan ternate ini untuk dipugar kembali, dipelihara, dan dilestarikan oleh pemerintah dalam hal ini Direktorat Jenderal Kebudayaan sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Istana kesultanan ini memiliki pagar dinding beton yang tingginya lebih dari 3 meter, menyerupai sebuah benteng. Di dalam lingkungan istana ini terdapat makam para pendahulu kesultanan, dan komplek pemikiman sultan dan keluarganya. Istana kesultanan ternate ini bergaya eropa yang menghadap ke arah laut, di dalamnya juga terdapat Masjid keultanan yang didirikan oleh Sultan Hamzah - Sultan ke-9 Ternate.

Desain interior istana penuh dengan hiasan emas yang berkilau. Di dalam ruangan kamar bagian dalam, ada peninggalan pakaian yang terbuat dari sulaman benang emas yang begitu mewah, kalung emas raksasa yang berasal dari emas murni, dan perhiasan-perhiasan lain yang berasal dari emas, serta mahkota, kelad lengan, giwang, kelad bahu, cincin, anting-anting, dan gelang yang hampir seluruhnya terbuat dari emas. Inilah yang membuktikan bahwa dimasanya kesultanan ternate pernah menjadi salah satu kerajaan yang memiliki masa kejayaan yang gemilang.

Selain itu, istana kesultanan yang megah ini masih menyimpan dan merawat serta memamerkan benda-benda pusaka yang dimilikinya, seperti senjata (meriam kecil, senapan, tombak, perisai, parang dan peluru-peluru bulat), pakaian kerajaan, pakaian besi, topi-topi kerajaan, naskah-naskah kuno (surat-surat perjanjian, maklumat, dan Al-Quran), dan alat-alat rumah tangga.

Tak jauh dari wilayah istana kesultanan, terdapat warung-warung yang menjual berbagai cinderamata dan makanan khas Maluku Utara seperti, ikah hasil olahan (ikan fufu/ikan asap, dan gohu ikan), papeda (sagu), halua kenari, bagea dan ketam kenari.

Mengenal Istana Kesultanan Ternate di Maluku Utara

Wisata Sejarah: Istana Kesultanan Ternate di Maluku Utara
Ternate merupakan salah satu kota sejarah di Idonesia. Dulu ternate menjadi salah satu kesultanan yang tersohor di wilayah Nusantara. Sampai saat ini masih ada bukti, salah satunya yaitu masih terdapat Istana kesultanan yang terletak di dataran pantai di Kampung Soa-sio, Kelurahan Letter C, Kodya Ternate, Provinsi Maluku Utara. Istana ini letaknya tidak jauh dari pusat kota Ternate.

Sebagai salah satu kesultanan yang terhosor, kesultanan ternate ternyata memiliki peran sangat penting dan strategis di wilayah Timur Nusantara sejak abad ke XIII sampai abad ke XVII. Kesultanan Ternate memiliki masa keemasan pada abad ke XVI, yang menguasai seluruh wilayah Kepulauan Maluku, Sulawesi Utara, sebagian Papua, kepulauan Marshall di Pasifik, dan kepulauan-kepulauan yang terletak di Filipina selatan.

Istana kesultanan Ternate sejak tanggal 7 desember 1967 hingga saat ini dimasukkan sebagai benda cagar budaya di Indonesia. Para pemilik sah kesultanan Ternate berupa ahli waris yang dipimpn oleh Sultan Muda Mudzafar Syah, menyerahkan istana kesultanan ternate ini untuk dipugar kembali, dipelihara, dan dilestarikan oleh pemerintah dalam hal ini Direktorat Jenderal Kebudayaan sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Istana kesultanan ini memiliki pagar dinding beton yang tingginya lebih dari 3 meter, menyerupai sebuah benteng. Di dalam lingkungan istana ini terdapat makam para pendahulu kesultanan, dan komplek pemikiman sultan dan keluarganya. Istana kesultanan ternate ini bergaya eropa yang menghadap ke arah laut, di dalamnya juga terdapat Masjid keultanan yang didirikan oleh Sultan Hamzah - Sultan ke-9 Ternate.

Desain interior istana penuh dengan hiasan emas yang berkilau. Di dalam ruangan kamar bagian dalam, ada peninggalan pakaian yang terbuat dari sulaman benang emas yang begitu mewah, kalung emas raksasa yang berasal dari emas murni, dan perhiasan-perhiasan lain yang berasal dari emas, serta mahkota, kelad lengan, giwang, kelad bahu, cincin, anting-anting, dan gelang yang hampir seluruhnya terbuat dari emas. Inilah yang membuktikan bahwa dimasanya kesultanan ternate pernah menjadi salah satu kerajaan yang memiliki masa kejayaan yang gemilang.

Selain itu, istana kesultanan yang megah ini masih menyimpan dan merawat serta memamerkan benda-benda pusaka yang dimilikinya, seperti senjata (meriam kecil, senapan, tombak, perisai, parang dan peluru-peluru bulat), pakaian kerajaan, pakaian besi, topi-topi kerajaan, naskah-naskah kuno (surat-surat perjanjian, maklumat, dan Al-Quran), dan alat-alat rumah tangga.

Tak jauh dari wilayah istana kesultanan, terdapat warung-warung yang menjual berbagai cinderamata dan makanan khas Maluku Utara seperti, ikah hasil olahan (ikan fufu/ikan asap, dan gohu ikan), papeda (sagu), halua kenari, bagea dan ketam kenari.