Kepribadian dan Sifat-sifat Nabi Muhammad saw - Coretanzone

    Social Items

Kepribadian dan Sifat-sifat Nabi Muhammad saw
Nabi Muhammad saw. terkenal dengan kepribadian dan jiwa kepemimpinan yang terpuji. Hal itu telah diungkapkan dalam ayat-ayat al-Quran antar lain:

فَبِمَا رَحۡمَةٖ مِّنَ ٱللَّهِ لِنتَ لَهُمۡۖ وَلَوۡ كُنتَ فَظًّا غَلِيظَ ٱلۡقَلۡبِ لَٱنفَضُّواْ مِنۡ حَوۡلِكَۖ فَٱعۡفُ عَنۡهُمۡ وَٱسۡتَغۡفِرۡ لَهُمۡ وَشَاوِرۡهُمۡ فِي ٱلۡأَمۡرِۖ فَإِذَا عَزَمۡتَ فَتَوَكَّلۡ عَلَى ٱللَّهِۚ إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلۡمُتَوَكِّلِينَ  

Terjemahannya: Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya. (Q.S. Alu Imran/3: 159)

لَقَدۡ جَآءَكُمۡ رَسُولٞ مِّنۡ أَنفُسِكُمۡ عَزِيزٌ عَلَيۡهِ مَا عَنِتُّمۡ حَرِيصٌ عَلَيۡكُم بِٱلۡمُؤۡمِنِينَ رَءُوفٞ رَّحِيمٞ  

Terjemahannya: Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin. (Q.S. At-Taubah/9: 128)

لَّقَدۡ كَانَ لَكُمۡ فِي رَسُولِ ٱللَّهِ أُسۡوَةٌ حَسَنَةٞ لِّمَن كَانَ يَرۡجُواْ ٱللَّهَ وَٱلۡيَوۡمَ ٱلۡأٓخِرَ وَذَكَرَ ٱللَّهَ كَثِيرٗا  

Terjemahannya: Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. (Q.S. Al-Ahzab/33: 21)

وَإِنَّكَ لَعَلَىٰ خُلُقٍ عَظِيمٖ  

Terjemahannya: Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung. (Q.S. Al-Qalam/68: 4)

وَرَفَعۡنَا لَكَ ذِكۡرَكَ

Terjemahanya: Dan Kami tinggikan bagimu sebutan (nama)mu,  (Q.S. Al-Insyirah/94: 4)

Maksud dari ayat yang terakhir ini adalah, meninggikan derajat dan mengikutkan namanya dengan nama Allah dalam kalimat syahadat, serta menjadikan taat kepada nabi termasuk taat kepada Allah swt.

Para sahabat juga memberikan kesaksian atas keluhuran akhlak Rasulullah saw. baik selaku nabi maupun sebagai pemimpin umat. Antara lain mereka katakan bahwa, Nabi saw.

1. Sangat dermawan


Ibnu Syihab Mengemukakan, setelah perang di Hunain, Rasulullah saw. memberi Shafwan Bin Umaiyah seratus ekor ternak, kemudian ditambahnya seratus ekor lagi.” (H.R. Muslim)

2. Selalu mengabulkan permintaan orang lain


Jabir bin Abdullah ra. menceritakan “ apabila Rasulullah saw. dimintai sesuatu, beliau tidak pernah menjawab dengan perkataan: ‘Tidak’.” (H.R. Muslim)

3. Bersikap bijak


Abu Hurairah ra. mengisahkan ketika ada seorang arab dusun kencing di masjid, para sahabat membentaknya. Lalu Rasulullah saw. bersabda: “Biarkanlah dia, dan siramlah kencingnya itu dengan seember air. Kalian semua diperintah untuk berlaku manis dan bijak. Bukn berlaku kasar dan menimbulkan kesulitan.” (H.R. Bukhari). Ketika itu lantai yang dikencingi orang arab dusun itu berupa pasir, jaki sekali saja disiram dengan seember air kencingnya meresap ke dalam pasir.

4. Pemberani


Anas bin Malik ra. mengungkapkan, “Rasulullah saw. adalah orang yang paling baik, paling pemurah, dan paling pemberani. Pada suatu malam penduduk Madinah dikejutkan oleh suatu suara, lalu orang banyak keluar ke arah datangnya suara itu. Di tengah jalan mereka berpapsan dengan Rasulullah saw. yang hendak pulang. Rupanya beliau telah mendahului mereka ke tempat asal suara tersebut. Beliau mengendarai kuda yang dipinjamkannya dari Abu Thalhah, sambil menyandang pedang. Sabda beliau: ‘jangan panik, jangan panik’. Kami mendapati beliau memang santai-santai saja, dan berkuda perlahan-lahan.” (H.R. Muslim).

5. Tempat berlindung para sahabat


Ali bin Abi Thalib mengabarkan, “pada saat pertempuran sedang hebat-hebatnya kami selalu berlindung di belakang Rasulullah saw. Tidak ada orang yang lebih berani mendekati musuh seperti beliau.” (H.R. Muslim).

Kepribadian dan Sifat-sifat Nabi Muhammad saw

Kepribadian dan Sifat-sifat Nabi Muhammad saw
Nabi Muhammad saw. terkenal dengan kepribadian dan jiwa kepemimpinan yang terpuji. Hal itu telah diungkapkan dalam ayat-ayat al-Quran antar lain:

فَبِمَا رَحۡمَةٖ مِّنَ ٱللَّهِ لِنتَ لَهُمۡۖ وَلَوۡ كُنتَ فَظًّا غَلِيظَ ٱلۡقَلۡبِ لَٱنفَضُّواْ مِنۡ حَوۡلِكَۖ فَٱعۡفُ عَنۡهُمۡ وَٱسۡتَغۡفِرۡ لَهُمۡ وَشَاوِرۡهُمۡ فِي ٱلۡأَمۡرِۖ فَإِذَا عَزَمۡتَ فَتَوَكَّلۡ عَلَى ٱللَّهِۚ إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلۡمُتَوَكِّلِينَ  

Terjemahannya: Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya. (Q.S. Alu Imran/3: 159)

لَقَدۡ جَآءَكُمۡ رَسُولٞ مِّنۡ أَنفُسِكُمۡ عَزِيزٌ عَلَيۡهِ مَا عَنِتُّمۡ حَرِيصٌ عَلَيۡكُم بِٱلۡمُؤۡمِنِينَ رَءُوفٞ رَّحِيمٞ  

Terjemahannya: Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin. (Q.S. At-Taubah/9: 128)

لَّقَدۡ كَانَ لَكُمۡ فِي رَسُولِ ٱللَّهِ أُسۡوَةٌ حَسَنَةٞ لِّمَن كَانَ يَرۡجُواْ ٱللَّهَ وَٱلۡيَوۡمَ ٱلۡأٓخِرَ وَذَكَرَ ٱللَّهَ كَثِيرٗا  

Terjemahannya: Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. (Q.S. Al-Ahzab/33: 21)

وَإِنَّكَ لَعَلَىٰ خُلُقٍ عَظِيمٖ  

Terjemahannya: Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung. (Q.S. Al-Qalam/68: 4)

وَرَفَعۡنَا لَكَ ذِكۡرَكَ

Terjemahanya: Dan Kami tinggikan bagimu sebutan (nama)mu,  (Q.S. Al-Insyirah/94: 4)

Maksud dari ayat yang terakhir ini adalah, meninggikan derajat dan mengikutkan namanya dengan nama Allah dalam kalimat syahadat, serta menjadikan taat kepada nabi termasuk taat kepada Allah swt.

Para sahabat juga memberikan kesaksian atas keluhuran akhlak Rasulullah saw. baik selaku nabi maupun sebagai pemimpin umat. Antara lain mereka katakan bahwa, Nabi saw.

1. Sangat dermawan


Ibnu Syihab Mengemukakan, setelah perang di Hunain, Rasulullah saw. memberi Shafwan Bin Umaiyah seratus ekor ternak, kemudian ditambahnya seratus ekor lagi.” (H.R. Muslim)

2. Selalu mengabulkan permintaan orang lain


Jabir bin Abdullah ra. menceritakan “ apabila Rasulullah saw. dimintai sesuatu, beliau tidak pernah menjawab dengan perkataan: ‘Tidak’.” (H.R. Muslim)

3. Bersikap bijak


Abu Hurairah ra. mengisahkan ketika ada seorang arab dusun kencing di masjid, para sahabat membentaknya. Lalu Rasulullah saw. bersabda: “Biarkanlah dia, dan siramlah kencingnya itu dengan seember air. Kalian semua diperintah untuk berlaku manis dan bijak. Bukn berlaku kasar dan menimbulkan kesulitan.” (H.R. Bukhari). Ketika itu lantai yang dikencingi orang arab dusun itu berupa pasir, jaki sekali saja disiram dengan seember air kencingnya meresap ke dalam pasir.

4. Pemberani


Anas bin Malik ra. mengungkapkan, “Rasulullah saw. adalah orang yang paling baik, paling pemurah, dan paling pemberani. Pada suatu malam penduduk Madinah dikejutkan oleh suatu suara, lalu orang banyak keluar ke arah datangnya suara itu. Di tengah jalan mereka berpapsan dengan Rasulullah saw. yang hendak pulang. Rupanya beliau telah mendahului mereka ke tempat asal suara tersebut. Beliau mengendarai kuda yang dipinjamkannya dari Abu Thalhah, sambil menyandang pedang. Sabda beliau: ‘jangan panik, jangan panik’. Kami mendapati beliau memang santai-santai saja, dan berkuda perlahan-lahan.” (H.R. Muslim).

5. Tempat berlindung para sahabat


Ali bin Abi Thalib mengabarkan, “pada saat pertempuran sedang hebat-hebatnya kami selalu berlindung di belakang Rasulullah saw. Tidak ada orang yang lebih berani mendekati musuh seperti beliau.” (H.R. Muslim).