Mengenal Ajaran Tauhid dalam Islam - Coretanzone

    Social Items

Mengenal Ajaran Tauhid dalam Islam
Kata tauhid berasal dari bahasa Arab, bentuk masdar dari kata wahada yuwahhidu yang secara etimologis berarti keesaan. Yakni percaya bahwa Allah swt. itu tunggal (esa). Dengan demikian yang dimaksudkan tauhid di sini tidak lain adalah tauhidullah (mengesakan Allah swt). Jadi pernyataan atau pengakuan bahwa Allah itu Esa adalah terdapat pada kalimat Laa Ilaaha illallah yang mengandung arti bahwa tiada Tuhan selain Allah.

Kalimat tauhid ini menjadi kalimat yang wajib diimani oleh semua umat Islam, jikalau ada umat Islam tidak mengimani bahwa Allah itu satu-satunya tuhan, maka orang itu telah keluar dari agama Islam. Karena inti dari beragama adalah mengakui adanya Tuhan yang berkuasa di alam semesta ini dengan tidak menyekutukannya.

Seluruh Nabi yang diutus Allah di atas muka bumi ini membawa ajaran Tauhid, dan ajaran itu diperintahkan kepada umat manusia, sebagaimana dijelaskan dalam al-Quran surat Al-Anbiya/21 ayat 92 sebagai berikut.

إِنَّ هَٰذِهِۦٓ أُمَّتُكُمۡ أُمَّةٗ وَٰحِدَةٗ وَأَنَا۠ رَبُّكُمۡ فَٱعۡبُدُونِ 

Artinya: Sesungguhnya (agama Tauhid) ini adalah agama kamu semua; agama yang satu dan Aku adalah Tuhanmu, maka sembahlah Aku.

Firmannya juga dalam surat al-Baqarah/2 ayat 133 sebagai berikut.

أَمۡ كُنتُمۡ شُهَدَآءَ إِذۡ حَضَرَ يَعۡقُوبَ ٱلۡمَوۡتُ إِذۡ قَالَ لِبَنِيهِ مَا تَعۡبُدُونَ مِنۢ بَعۡدِيۖ قَالُواْ نَعۡبُدُ إِلَٰهَكَ وَإِلَٰهَ ءَابَآئِكَ إِبۡرَٰهِ‍ۧمَ وَإِسۡمَٰعِيلَ وَإِسۡحَٰقَ إِلَٰهٗا وَٰحِدٗا وَنَحۡنُ لَهُۥ مُسۡلِمُونَ 

Artinya: Adakah kamu hadir ketika Ya´qub kedatangan (tanda-tanda) maut, ketika ia berkata kepada anak-anaknya: "Apa yang kamu sembah sepeninggalku?" Mereka menjawab: "Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu, Ibrahim, Ismail dan Ishaq, (yaitu) Tuhan Yang Maha Esa dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya"

Nabi Muhammad saw. juga diutus untuk menyampaikan ajaran tauhid kepada seluruh umat manusia. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam al-Quran surat Al-Jinn/27 ayat 20.

قُلۡ إِنَّمَآ أَدۡعُواْ رَبِّي وَلَآ أُشۡرِكُ بِهِۦٓ أَحَدٗا

Artinya: Katakanlah: "Sesungguhnya aku hanya menyembah Tuhanku dan aku tidak mempersekutukan sesuatupun dengan-Nya"

Selain itu dijelaskan juga dalam al-Quran surat al-Ikhlas/112 ayat 1-4

قُلۡ هُوَ ٱللَّهُ أَحَدٌ ١  ٱللَّهُ ٱلصَّمَدُ ٢  لَمۡ يَلِدۡ وَلَمۡ يُولَدۡ ٣  وَلَمۡ يَكُن لَّهُۥ كُفُوًا أَحَدُۢ ٤ 

Artinya: 1) Katakanlah: "Dialah Allah, Yang Maha Esa 2) Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu 3) Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan 4) dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia"

Surat al-Ikhlas ini menjelaskan secara detail bahwa Allah itu esa atau satu-satunya Tuhan penciptaan dan pemelihara alam semesta ini. Allah juga tidak bergantung kepada apupun atau siapapun bahkan sebaliknya, segala ciptaannya bergantung atasNya. Pada ayat ketiga dengan jelas Allah tegaskan bahwa Allah tidak beranak atau diperanakkan, dengan demikian Allah itu tunggal tidak memiliki ayah, ibu, dan anak, Allah hanya memiliki ciptaan yang salah satunya adalah manusia. Tak ada seorangpun di dunia ini bahkan apapun di alam semesta ini setara dengan Allah yang maha kuasa dan maha bijaksana.

Dengan demikian maka, jelaslah bahwa mengimani adanya Allah sebagai tuhan semesta alam ini menjadi salah satu dasar dalam beragama Islam. Bahkan setiap orang yang ingin memeluk agama Islam, terlebih dahulu mengaku bahwa "tiada Tuhan selain Allah, dan Nabi Muhammad saw. adalah Rasulullah utusan Allah swt."

Islam tidak mengenal konsep tuhan banyak atau tuhan yang berkeluarga, bahkan Islam mengajarkan bahwa wujud atau dzat Allah berbeda dengan semua ciptaannya, sehingga tak ada satupun yang sama denganNya.

Ajaran tauhid bukan saja wajib untuk dipealajari tetapi juga wajib untuk diyakini dan dihayati dengan benar. Berpegang tegu kepada ajaran atau agama tauhid akan melahirkan keyakinan bahwa, segala sesuatu yang ada di alam semesta ini merupakan ciptaan Allah swt, menjadi urusanNya, dan suatu saat akan kembali kepadaNya.

Ajaran tauhid ini sangat positif bagi hidup dan kehidupan, sebab tauhid mengandung sifat-sifat sebagai berikut:

# Melepaskan jiwa manusia dari kekacauan dan kegoncangan hidup yang dapat membawanya ke dalam kesesatan

# Sebagai sumber dan motivator untuk berbuat kebajikan dan keutamaan

# Membimbing manusia ke jalan yang benar, dan mendorongnya untuk mengerjakan ibadah dengan penuh ikhlas

# Membawa manusia kepada keseimbangan dan kesempurnaan hidup lahir bathin.

Mengenal Ajaran Tauhid dalam Islam

Mengenal Ajaran Tauhid dalam Islam
Kata tauhid berasal dari bahasa Arab, bentuk masdar dari kata wahada yuwahhidu yang secara etimologis berarti keesaan. Yakni percaya bahwa Allah swt. itu tunggal (esa). Dengan demikian yang dimaksudkan tauhid di sini tidak lain adalah tauhidullah (mengesakan Allah swt). Jadi pernyataan atau pengakuan bahwa Allah itu Esa adalah terdapat pada kalimat Laa Ilaaha illallah yang mengandung arti bahwa tiada Tuhan selain Allah.

Kalimat tauhid ini menjadi kalimat yang wajib diimani oleh semua umat Islam, jikalau ada umat Islam tidak mengimani bahwa Allah itu satu-satunya tuhan, maka orang itu telah keluar dari agama Islam. Karena inti dari beragama adalah mengakui adanya Tuhan yang berkuasa di alam semesta ini dengan tidak menyekutukannya.

Seluruh Nabi yang diutus Allah di atas muka bumi ini membawa ajaran Tauhid, dan ajaran itu diperintahkan kepada umat manusia, sebagaimana dijelaskan dalam al-Quran surat Al-Anbiya/21 ayat 92 sebagai berikut.

إِنَّ هَٰذِهِۦٓ أُمَّتُكُمۡ أُمَّةٗ وَٰحِدَةٗ وَأَنَا۠ رَبُّكُمۡ فَٱعۡبُدُونِ 

Artinya: Sesungguhnya (agama Tauhid) ini adalah agama kamu semua; agama yang satu dan Aku adalah Tuhanmu, maka sembahlah Aku.

Firmannya juga dalam surat al-Baqarah/2 ayat 133 sebagai berikut.

أَمۡ كُنتُمۡ شُهَدَآءَ إِذۡ حَضَرَ يَعۡقُوبَ ٱلۡمَوۡتُ إِذۡ قَالَ لِبَنِيهِ مَا تَعۡبُدُونَ مِنۢ بَعۡدِيۖ قَالُواْ نَعۡبُدُ إِلَٰهَكَ وَإِلَٰهَ ءَابَآئِكَ إِبۡرَٰهِ‍ۧمَ وَإِسۡمَٰعِيلَ وَإِسۡحَٰقَ إِلَٰهٗا وَٰحِدٗا وَنَحۡنُ لَهُۥ مُسۡلِمُونَ 

Artinya: Adakah kamu hadir ketika Ya´qub kedatangan (tanda-tanda) maut, ketika ia berkata kepada anak-anaknya: "Apa yang kamu sembah sepeninggalku?" Mereka menjawab: "Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu, Ibrahim, Ismail dan Ishaq, (yaitu) Tuhan Yang Maha Esa dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya"

Nabi Muhammad saw. juga diutus untuk menyampaikan ajaran tauhid kepada seluruh umat manusia. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam al-Quran surat Al-Jinn/27 ayat 20.

قُلۡ إِنَّمَآ أَدۡعُواْ رَبِّي وَلَآ أُشۡرِكُ بِهِۦٓ أَحَدٗا

Artinya: Katakanlah: "Sesungguhnya aku hanya menyembah Tuhanku dan aku tidak mempersekutukan sesuatupun dengan-Nya"

Selain itu dijelaskan juga dalam al-Quran surat al-Ikhlas/112 ayat 1-4

قُلۡ هُوَ ٱللَّهُ أَحَدٌ ١  ٱللَّهُ ٱلصَّمَدُ ٢  لَمۡ يَلِدۡ وَلَمۡ يُولَدۡ ٣  وَلَمۡ يَكُن لَّهُۥ كُفُوًا أَحَدُۢ ٤ 

Artinya: 1) Katakanlah: "Dialah Allah, Yang Maha Esa 2) Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu 3) Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan 4) dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia"

Surat al-Ikhlas ini menjelaskan secara detail bahwa Allah itu esa atau satu-satunya Tuhan penciptaan dan pemelihara alam semesta ini. Allah juga tidak bergantung kepada apupun atau siapapun bahkan sebaliknya, segala ciptaannya bergantung atasNya. Pada ayat ketiga dengan jelas Allah tegaskan bahwa Allah tidak beranak atau diperanakkan, dengan demikian Allah itu tunggal tidak memiliki ayah, ibu, dan anak, Allah hanya memiliki ciptaan yang salah satunya adalah manusia. Tak ada seorangpun di dunia ini bahkan apapun di alam semesta ini setara dengan Allah yang maha kuasa dan maha bijaksana.

Dengan demikian maka, jelaslah bahwa mengimani adanya Allah sebagai tuhan semesta alam ini menjadi salah satu dasar dalam beragama Islam. Bahkan setiap orang yang ingin memeluk agama Islam, terlebih dahulu mengaku bahwa "tiada Tuhan selain Allah, dan Nabi Muhammad saw. adalah Rasulullah utusan Allah swt."

Islam tidak mengenal konsep tuhan banyak atau tuhan yang berkeluarga, bahkan Islam mengajarkan bahwa wujud atau dzat Allah berbeda dengan semua ciptaannya, sehingga tak ada satupun yang sama denganNya.

Ajaran tauhid bukan saja wajib untuk dipealajari tetapi juga wajib untuk diyakini dan dihayati dengan benar. Berpegang tegu kepada ajaran atau agama tauhid akan melahirkan keyakinan bahwa, segala sesuatu yang ada di alam semesta ini merupakan ciptaan Allah swt, menjadi urusanNya, dan suatu saat akan kembali kepadaNya.

Ajaran tauhid ini sangat positif bagi hidup dan kehidupan, sebab tauhid mengandung sifat-sifat sebagai berikut:

# Melepaskan jiwa manusia dari kekacauan dan kegoncangan hidup yang dapat membawanya ke dalam kesesatan

# Sebagai sumber dan motivator untuk berbuat kebajikan dan keutamaan

# Membimbing manusia ke jalan yang benar, dan mendorongnya untuk mengerjakan ibadah dengan penuh ikhlas

# Membawa manusia kepada keseimbangan dan kesempurnaan hidup lahir bathin.