Uniknya Masjid Pertama dan Tertua di Australia - Coretanzone

    Social Items

Uniknya Masjid Pertama dan Tertua di Australia
Masjid-masjid yang bersejarah selalu memiliki sesuatu yang unik dan dapat memperkaya pengetahuan serta memiliki cerita-cerita mistis, sehingga ketika orang melihatnya sekilas, mereka akan kagum dengan arsitektur yang mereka saksikan. Struktur bangunan masjid bersejarah berbicara dalam kebisuan dan menceritakan tentang jiwa-jiwa yang tinggal di dalamnya. Jadi, mari kita melakukan perjalanan menyusuri jalan kenangan dan menemukan kembali masjid pertama dan tertua di Australia yang dibangun dengan ciri khasnya sendiri.

Masjid Marree dibangun di Marree, Australia Selatan, sekitar tahun 1882. Namun, beberapa sejarawan mengatakan bahwa mereka berpikir tahun yang tepat dibangunnya masjid ini sekitar tahun 1861. Masjid ini dibangun oleh anggota komunitas Afghanistan yang tinggal di Australia pada waktu itu. Ketika dipelajari secara terperinci, orang-orang Afghanistan ini bukan hanya orang Afghanistan yang datang dari Afghanistan dan Timur Tengah, tetapi umumnya Muslim Afghan datang dari Inggris-India. Anggota Afghanistan yang tinggal di wilayah Australia Selatan pada waktu itu bekerja sebagai pengemudi dan pemelihara unta.

Orang di belakang pembangunan Masjid bernama Abdul Kadir, seorang pedagang yang juga pemilik usaha pemeliharaan dan pengangkutan unta, yang terletak di stasiun Wangamanna, tempat di mana Masjid Marree berada.

Masjid Marree dianggap sebagai Masjid pertama yang dibangun di Australia. Masjid yang memiliki pengaruh sangat besar ini tidak hanya karena sekarang sudah menjadi masjid yang bersejarah tetapi Masjid ini juga merupakan representasi simbolik dari pembangunan yang didukung oleh imigran Muslim dan bagaimana upaya kolektif komunitas Muslim dan masyarakat di Marre saling membantu dalam membangun kota Marree di Australia Selatan.

Tiga Masjid di Kota Marree


Dahulu kota Marree memiliki tiga masjid yang aktif dan sering dikunjungi oleh komunitas Afghanistan setempat. Saat ini, hanya satu yang tersisa, karena dua lainnya ditinggalkan dan hilang karena ditutupi padang pasir.

Yang masih tersisa saat ini hanya sebagai contoh masjid pertama dari tiga masjid yang dibangun pada masa itu. Masjid ketiga ini berdiri di pusat kota. Kota itu sendiri tampak kosong, tetapi itu tidak berarti bahwa masjid itu tidak digunakan. Menurut laporan, seorang pemilik pub lokal menyatakan bahwa sekitar dua tahun lalu, dua Ulama Muslim mengunjungi Marree dan check-in di hotelnya. Phil lebih lanjut menambahkan bahwa "mereka tidak selalu berada di hotel yang mereka sewa," Dia melanjutkan dan mengatakan bahwa "para pengunjung biasanya terlihat satu mil dari tempatnya dan yang hanya terlihat jubah panjang dan sandal yang mereka gunakan, mereka melihat penduduk pedalaman yang tidak berpakaian. Mereka karena belum pernah ke pedalaman maka, mereka merasa heran dengan hal itu.

Orang-orang yang mengunjungi situs bersejarah tersebut bertujuan untuk menyaksikan titik awal masuk Islam di Australia, dan untuk pertama kalinya suara azan dikumandangkan di kota Marree. Panggilan yang sudah kehilangan suaranya tetapi kemudian kembali menggema dalam harmoni.

Uniknya Masjid Pertama dan Tertua di Australia

Uniknya Masjid Pertama dan Tertua di Australia
Masjid-masjid yang bersejarah selalu memiliki sesuatu yang unik dan dapat memperkaya pengetahuan serta memiliki cerita-cerita mistis, sehingga ketika orang melihatnya sekilas, mereka akan kagum dengan arsitektur yang mereka saksikan. Struktur bangunan masjid bersejarah berbicara dalam kebisuan dan menceritakan tentang jiwa-jiwa yang tinggal di dalamnya. Jadi, mari kita melakukan perjalanan menyusuri jalan kenangan dan menemukan kembali masjid pertama dan tertua di Australia yang dibangun dengan ciri khasnya sendiri.

Masjid Marree dibangun di Marree, Australia Selatan, sekitar tahun 1882. Namun, beberapa sejarawan mengatakan bahwa mereka berpikir tahun yang tepat dibangunnya masjid ini sekitar tahun 1861. Masjid ini dibangun oleh anggota komunitas Afghanistan yang tinggal di Australia pada waktu itu. Ketika dipelajari secara terperinci, orang-orang Afghanistan ini bukan hanya orang Afghanistan yang datang dari Afghanistan dan Timur Tengah, tetapi umumnya Muslim Afghan datang dari Inggris-India. Anggota Afghanistan yang tinggal di wilayah Australia Selatan pada waktu itu bekerja sebagai pengemudi dan pemelihara unta.

Orang di belakang pembangunan Masjid bernama Abdul Kadir, seorang pedagang yang juga pemilik usaha pemeliharaan dan pengangkutan unta, yang terletak di stasiun Wangamanna, tempat di mana Masjid Marree berada.

Masjid Marree dianggap sebagai Masjid pertama yang dibangun di Australia. Masjid yang memiliki pengaruh sangat besar ini tidak hanya karena sekarang sudah menjadi masjid yang bersejarah tetapi Masjid ini juga merupakan representasi simbolik dari pembangunan yang didukung oleh imigran Muslim dan bagaimana upaya kolektif komunitas Muslim dan masyarakat di Marre saling membantu dalam membangun kota Marree di Australia Selatan.

Tiga Masjid di Kota Marree


Dahulu kota Marree memiliki tiga masjid yang aktif dan sering dikunjungi oleh komunitas Afghanistan setempat. Saat ini, hanya satu yang tersisa, karena dua lainnya ditinggalkan dan hilang karena ditutupi padang pasir.

Yang masih tersisa saat ini hanya sebagai contoh masjid pertama dari tiga masjid yang dibangun pada masa itu. Masjid ketiga ini berdiri di pusat kota. Kota itu sendiri tampak kosong, tetapi itu tidak berarti bahwa masjid itu tidak digunakan. Menurut laporan, seorang pemilik pub lokal menyatakan bahwa sekitar dua tahun lalu, dua Ulama Muslim mengunjungi Marree dan check-in di hotelnya. Phil lebih lanjut menambahkan bahwa "mereka tidak selalu berada di hotel yang mereka sewa," Dia melanjutkan dan mengatakan bahwa "para pengunjung biasanya terlihat satu mil dari tempatnya dan yang hanya terlihat jubah panjang dan sandal yang mereka gunakan, mereka melihat penduduk pedalaman yang tidak berpakaian. Mereka karena belum pernah ke pedalaman maka, mereka merasa heran dengan hal itu.

Orang-orang yang mengunjungi situs bersejarah tersebut bertujuan untuk menyaksikan titik awal masuk Islam di Australia, dan untuk pertama kalinya suara azan dikumandangkan di kota Marree. Panggilan yang sudah kehilangan suaranya tetapi kemudian kembali menggema dalam harmoni.