Coretanzone: Al-Quran

    Social Items

Ayat-ayat Al-Quran Tentang Mensyukuri Nikmat Allah
Syukur adalah suatu perbuatan atau ungkapan rasa terima kasih kepada Allah SWT, yang dimulai dari dalam hati, kemudian diucapkan dengan lisan dan ditunjukkan dengan sikap, dan pengakuan yang setulus-tulusnya tentang nikmat dan karunia Allah yang telah diberikan kepada kita. Nikmat yang diberikan kepada kita sebagai manusia ini sangatlah banyak, bermacam-macam dan sangat lusa. Setiap detik dari kehidupan mausia dilalui dengan nikmat Allah SWT yang sangat besar yang diberikanNya secara gratis kepada manusia untuk beribadah kepadaNya.

Saking luasnya nikmat Allah, maka munusia tidak dapat menghitungnya, bahkan semua lautan dijadikan sebagai tinta dan semua pohon dijadikan sebagai kertas tidak akan mampu manusia menghitung nikmat Allah yang ada di dunia ini. Olehnya untuk menambah rasa syukur kita, maka berikut ayat-ayat Al-Quran tentang mensyukuri nikmat Allah.

Al-Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 152 dan 172


فَٱذۡكُرُونِيٓ أَذۡكُرۡكُمۡ وَٱشۡكُرُواْ لِي وَلَا تَكۡفُرُونِ

Terjemahannya: Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku (Q.S. Al-Baqarah: 152)

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ كُلُواْ مِن طَيِّبَٰتِ مَا رَزَقۡنَٰكُمۡ وَٱشۡكُرُواْ لِلَّهِ إِن كُنتُمۡ إِيَّاهُ تَعۡبُدُونَ 

Terjemahannya: Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar kepada-Nya kamu menyembah (Q.S. Al-Baqarah: 172)

Al-Qur’an Surat Ibrahim ayat 7


وَإِذۡ تَأَذَّنَ رَبُّكُمۡ لَئِن شَكَرۡتُمۡ لَأَزِيدَنَّكُمۡۖ وَلَئِن كَفَرۡتُمۡ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٞ

Terjemahannya: Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih" (Q.S. Ibrahim: 7)

Al-Qur’an Surat Luqman ayat 12 dan 14


وَلَقَدۡ ءَاتَيۡنَا لُقۡمَٰنَ ٱلۡحِكۡمَةَ أَنِ ٱشۡكُرۡ لِلَّهِۚ وَمَن يَشۡكُرۡ فَإِنَّمَا يَشۡكُرُ لِنَفۡسِهِۦۖ وَمَن كَفَرَ فَإِنَّ ٱللَّهَ غَنِيٌّ حَمِيدٞ

Terjemahannya: Dan sesungguhnya telah Kami berikan hikmat kepada Luqman, yaitu: "Bersyukurlah kepada Allah. Dan barangsiapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji" (Q.S. Luqman: 12)

وَوَصَّيۡنَا ٱلۡإِنسَٰنَ بِوَٰلِدَيۡهِ حَمَلَتۡهُ أُمُّهُۥ وَهۡنًا عَلَىٰ وَهۡنٖ وَفِصَٰلُهُۥ فِي عَامَيۡنِ أَنِ ٱشۡكُرۡ لِي وَلِوَٰلِدَيۡكَ إِلَيَّ ٱلۡمَصِيرُ

Terjemahannya: Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu (Q.S. Luqman: 14)

Al-Qur’an Surat An-Nahl ayat 78 dan 114


وَٱللَّهُ أَخۡرَجَكُم مِّنۢ بُطُونِ أُمَّهَٰتِكُمۡ لَا تَعۡلَمُونَ شَيۡ‍ٔٗا وَجَعَلَ لَكُمُ ٱلسَّمۡعَ وَٱلۡأَبۡصَٰرَ وَٱلۡأَفۡ‍ِٔدَةَ لَعَلَّكُمۡ تَشۡكُرُونَ 

Terjemahannya: Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur (Q.S. An-Nahl: 78)

فَكُلُواْ مِمَّا رَزَقَكُمُ ٱللَّهُ حَلَٰلٗا طَيِّبٗا وَٱشۡكُرُواْ نِعۡمَتَ ٱللَّهِ إِن كُنتُمۡ إِيَّاهُ تَعۡبُدُونَ 

Terjemahannya: Maka makanlah yang halal lagi baik dari rezeki yang telah diberikan Allah kepadamu; dan syukurilah nikmat Allah, jika kamu hanya kepada-Nya saja menyembah (Q.S. An-Nahl: 114)

Al-Qur’an Surat Al-Ankabut ayat 17


إِنَّمَا تَعۡبُدُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ أَوۡثَٰنٗا وَتَخۡلُقُونَ إِفۡكًاۚ إِنَّ ٱلَّذِينَ تَعۡبُدُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ لَا يَمۡلِكُونَ لَكُمۡ رِزۡقٗا فَٱبۡتَغُواْ عِندَ ٱللَّهِ ٱلرِّزۡقَ وَٱعۡبُدُوهُ وَٱشۡكُرُواْ لَهُۥٓۖ إِلَيۡهِ تُرۡجَعُونَ 

Terjemahannya: Sesungguhnya apa yang kamu sembah selain Allah itu adalah berhala, dan kamu membuat dusta. Sesungguhnya yang kamu sembah selain Allah itu tidak mampu memberikan rezeki kepadamu; maka mintalah rezeki itu di sisi Allah, dan sembahlah Dia dan bersyukurlah kepada-Nya. Hanya kepada-Nya-lah kamu akan dikembalikan (Q.S. Al-Ankabut: 17)

Al-Qur’an Surat Az-Zumar Ayat 66


بَلِ ٱللَّهَ فَٱعۡبُدۡ وَكُن مِّنَ ٱلشَّٰكِرِينَ 

Terjemahannya: Karena itu, maka hendaklah Allah saja kamu sembah dan hendaklah kamu termasuk orang-orang yang bersyukur" (Q.S. Az-Zumar: 66)

Al-Qur’an Surat Saba’ Ayat 15


لَقَدۡ كَانَ لِسَبَإٖ فِي مَسۡكَنِهِمۡ ءَايَةٞۖ جَنَّتَانِ عَن يَمِينٖ وَشِمَالٖۖ كُلُواْ مِن رِّزۡقِ رَبِّكُمۡ وَٱشۡكُرُواْ لَهُۥۚ بَلۡدَةٞ طَيِّبَةٞ وَرَبٌّ غَفُورٞ

Terjemahannya: Sesungguhnya bagi kaum Saba´ ada tanda (kekuasaan Tuhan) di tempat kediaman mereka yaitu dua buah kebun di sebelah kanan dan di sebelah kiri. (kepada mereka dikatakan): "Makanlah olehmu dari rezeki yang (dianugerahkan) Tuhanmu dan bersyukurlah kamu kepada-Nya. (Negerimu) adalah negeri yang baik dan (Tuhanmu) adalah Tuhan Yang Maha Pengampun" (Q.S. Saba’: 15)

Mensyukuri nikamt Allah itu merupakan suatu perbuatan mulia yang wajib dilaksanakan oleh manusia. Apalah arti manusia ini di hadapan Allah yang maha kaya, sehingga tidak selayaknya manusia sombong dengan apa yang Allah titipkan kepadanya. Kekayaan yang dimiliki oleh seseorang sudah selayaknya dijadikan sebagai alat untuk mencapai keridhoaan Allah, yaitu dengan memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya.

Rizki yang Allah berikan kepada manusia, baik itu sedikit atau banyak tetap harus disyukuri, karena dengan mensyukuri nikmat tersebut maka Allah akan tambahkan, namun jika kufur dengan nikmat maka azab Allah sangatlah pedih. Wallahu a’lam.

Ayat-ayat Al-Quran Tentang Mensyukuri Nikmat Allah

Ternyata Ini Keutamaan Surat Al-Fatihah
Surat Al-Fatihah merupakan salah satu surat yang selalu dibaca oleh umat Islam, karena merupakan salah satu surat yang wajib dibaca ketika melaksanakan shalat. Tidak sah shalat seseorang jika tidak membaca surat Al-Fatihah.

Surah Al-Fatihah (Arab: الفاتح , al-Fātihah, "Pembukaan") adalah surah pertama dalam al-Qur'an. Surah ini diturunkan di Mekah dan terdiri dari 7 ayat. Al-Fatihah merupakan surah yang pertama-tama diturunkan dengan lengkap diantara surah-surah yang ada dalam Al-Qur'an.

بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ ١ ٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ ٢ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ ٣  مَٰلِكِ يَوۡمِ ٱلدِّينِ ٤ إِيَّاكَ نَعۡبُدُ وَإِيَّاكَ نَسۡتَعِينُ ٥ ٱهۡدِنَا ٱلصِّرَٰطَ ٱلۡمُسۡتَقِيمَ ٦ صِرَٰطَ ٱلَّذِينَ أَنۡعَمۡتَ عَلَيۡهِمۡ غَيۡرِ ٱلۡمَغۡضُوبِ عَلَيۡهِمۡ وَلَا ٱلضَّآلِّينَ ٧ 

Terjemahannya: 1) Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang 2) Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam 3) Maha Pemurah lagi Maha Penyayang 4) Yang menguasai di Hari Pembalasan 5) Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan 6) Tunjukilah kami jalan yang lurus 7) (yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat

Mengenai asbabun nuzul (sebab-sebab turunnya) surat al-Fatihah, sebagaimana diriwatkan oleh Ali bin Abi Tholib (mantu Rosulullah Muhammad saw: “Surat al-Fatihah turun di Mekah dari perbendaharaan di bawah ‘arsy’”

Surat Al-Fatihah merupakan surat dalam al-Quran yang memiliki banyak keutamaan berdasarkan hadits-hadits Rasulullah yang shahih. Surat ini wajib dibaca ketika shalat dan tidak sah shalat seseorang ketika dia tidak membaca surat ini.

Riwayat lain menyatakan, Amr bin Shalih bertutur kepada kami: “Ayahku bertutur kepadaku, dari al-Kalbi, dari Abu Salih, dari Ibnu Abbas, ia berkata: “Nabi berdiri di Mekah, lalu beliau membaca, Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang, Segala puji bagi Allah Tuhan Semesta Alam. Kemudian orang-orang Quraisy mengatakan, “Semoga Allah menghancurkan mulutmu (atau kalimat senada).”

Selain dinamai Al-Fatihah (Pembuka), surah ini sering juga disebut Fatihatul Kitab (Pembukaan Kitab), Ummul Kitab (Induk Kitab), Ummul Qur'an (Induk Al-Qur'an), As-Sabu'ul Matsani (Tujuh yang Diulang), Ash-Shalah (Arab: الصلاة, Shalat), al-Hamd (Arab: الحمد, Pujian), Al-Wafiyah (Arab: الوافية, Yang Sempurna), al-Kanz (Arab: الكنز, Simpanan Yang Tebal), asy-Syafiyah (Yang Menyembuhkan), Asy-Syifa (Arab: الشفاء, Obat), al-Kafiyah (Arab: الكافية, Yang Mencukupi), al-Asas (Pokok), al-Ruqyah (Mantra), asy-Syukru (Syukur), ad-Du'au (Do'a), dan al-Waqiyah (Yang Melindungi dari Kesesatan).Banyak sekali hadits-hadits yang menunjukkan keutamaannya, baik dari sisi kandungan atau kedudukannya di sisi Allah -Azza wa Jalla.

Surat AL-Fatihah memiliki banyak keutamaan diantaranya yaitu:

Surat yang Sangat Istimewa bagi Umat Islam


Diriwayatkan dari Hasan bin Ali : pada suatu hari, serombongan orang Yahudi menemui Nabi saw. Di antara pertanyaan mereka, “ kabarkan kepada kami tujuh hal yang Allah berikan kepadamu dan tidak diberikan kepada Nabi yang lain; Allah berikan kepada umatmu, tidak kepada umat yang lain? Nabi saw bersabda; Allah memberikan kepadaku Al-fatihah, azan, jamaah di masjid, hari jumat, menjaharkan tiga salat, keringanan bagi umatku dalamkeadaan sakit, safar, salat jenazah, dan syafaat bagi pelaku dosa besar di antara umatku.

Diturunkan Langsung dari ‘Arsy Allah


Dari Jakfar bin Muhammad as. Dari ayahnya dari kakeknya sampai kepada Nabi saw. Ia bersabda, ketika Allah SWT. Bermaksud menurunkan Al-fatihah, ayat kursi, syahidallahu, qul illahumma malik al mulk, semua ayat itu bergantung di ‘arsy Tuhan. Tidak ada penghalang di antaranya dengan Allah. Semua ayat itu berkata, tuhanku kau turunkan kami ke kampong yang penuh dosa, kepada orang yang menentangmu, padahal kami bergantung pada kebersihan dan kesucianmu. Allah SWT. Berfirman, Demi keagungan-Ku dan kemuliaan-Ku, jika seorang hamba membaca kamu sesudah salatnya, aku akan tempatkan dia di wisma kesucian(firdaus), aku akan perhatikan dia dengan mata-Ku yang terpelihara setiap hari tujuh puluh kali pandangan, aku akan penuhi setiap kali tujuh puluh keperluannya, paling sedikit di antaranya adalah mapunanku. Aku lindungi ia dari semua musuh. Aku akan membelanya. Tidak ada yang mencegahnya masuk surge kecuali kematian.

Mendapatkan Pahala yang Besar Bagi yang Membacanya


Dari Ali as. Nabi saw bersabda, pada malam isra, aku berhenti di bawah ‘arsy. Aku melihat ke atasku dan kulihat dua papan bergantung terbuat dari mutiara dan yakut. Pada papan yang satu tertulis Al-Fatihah, dan pada papan yang seluruh Al-Quran. Aku berkata; Tuhanku, muliakanlah umatku dengan dua papan ini. Tuhan yang Mahatinggi berfirman;aku sudah memuliakan kamu dan umatmu dengan keduanya(yakni firman Tuhan: sudah aku berikan kepadamu tujuh yang diulang dan Al-quran yang agung). Aku berkata; apa pahala yang membaca fatihah? Alah SWT. Berfirman, YA Muhammad, barang siapa yang membaca tujuh ayat itu satu kali, aku haramkan baginya tujuh pintu jahannam. Aku berkata, Tuhanku apa pahala orang yang membaca Al-Quran satu kali? Allah SWT. Berfirman, YA Muhammad, untuk setiap huruf, aku berikan padanya satu pohon di surga.

Orang yang Membaca Surat Al-Fatihah akan Mendapatkan Perlindungan dan Pengampunan


Di riwayatkan oleh Muhyiddin Ibn Arabi dalam futuhat al makkiyyah dengan sanadnya yang bersambung kepada Nabi saw. Bahwa Allah SWT berfirman; Hai Israil, demi keagungan-Ku, kemurahan-Ku dan kemuliaan-Ku siapa yang membaca Bismillahirrahmanirrahim bersambung dengan Al-fatihah satu kali, saksikanlah bahwa aku mengampuni dosa-dosanya, menerima kebaikannya, dan memaafkan kesalahannya. Aku tidak akan membakar lidahnya dengan api dan siksa pada hari kiamat, pada hari ketakutan yang besar. Ia akan berjumpa dengan-Ku sebelum para Nabi dan para Wali.

Al-Thabrani meriwayatkan dengan sanad dari al- Saib bin Yazid: Nabi saw memohonkan perlindungan bagiku dengan Fatihat Al Kitab.

Tidak Sah Shalat Jika tidak Membaca Surat Al-Fatihah


Diriwayatkan oleh Bukhari, Muslim, Malik, Abu Dawud, Turmudzi, Al-Nasai, Ibn Majah dengan sanad yang bersambung kepada Nabi Bahwa Rasulullah saw. Bersabda; tidak ada salat bagi orang yang tidak membaca Fatihah al kitab.” Al-Darul Quthni meriwayatkan dari ubadah bin Al- Shamit, “ tidak mendapat pahala salat orang yang tidak membaca Al-Fatihah.” Ahmad, Muslim, Abu Daud, Al-Nasai menyampaikan sabda Nabi saw. Barang siapa yang melakukan salat tetapi tidak membaca Al-Quran di dalamnya, maka salatnya itu bercacat, bercacat, bercacat.

Dapat Menjadi Obat Bagi Berbagai Penyakit


Rasulullah saw bersabda kepada Jabir Bin Abdullah, hai Jabir, maukah kamu saya ajarkan surat yang paling itama yang Allah turunkan dalam kitab-Nya. YA Rasul Allah, ajarkanlah surat itu kepadaku. Kemudian Rasulullah saw. Mengajarkan kepadanya Alhamdulillah, umm kitab, seraya berkata, maukah aku beritakan ebih lanjut tentang al-fatihah? Jabir menjawab, tentu saja, demi ayah dan ibuku. Ya Rasul Allah, beritakanlah itu kepadaku. ‘ Rasulullah saw bersabda, Al Fatihah itu obat dari segala penyakit, kecuali kematian.

Surat yang belum pernah diturunkan sebelumnya kecuali di dalam al-Quran


Suatu ketika Rasulullah memanggil sahabat Ubay bin Ka'ab, kemudian Nabi mengatakan kepada Ubay bin Ka'ab,"Sungguh Aku berharap engkau tidak keluar dari pintu masjid ini sehingga engkau mengetahui satu surat yang Allah belum pernah turunkan dalam Taurat, juga dalam Injil, tidak juga dalam al-Quran seperti ini." Ubay bin Ka'ab berkata aku pun memperlambat jalanku karena menginginkan hal itu. kemudian aku bertanya,"Wahai Rasululah apa surat yang engkau janjikan untuk kau ajarkan kepadaku?" Rasulullah menjawab ,"Apa yang engkau baca ketika engkau memulai shalat?" maka Ubay bin ka'ab menjawab "Aku membaca alhamdulillahirabbil 'aalamaiin sampai akhirnya (sampai selesai)." Kemudian Rasululah bersabda,"Itulah surat tersebut, (surat) itu adalah sab'ul matsani (tujuh yang diulang-ulang), dan al-Quranul 'azhim yang telah diberikan kepadaku.

Sebagai Surat yang Paling Agung dan Mulia dalam al-Quran


Dari Abu Sa'id bin al-Mualla ia berkata aku melaksanakan shalat, lalu aku dipanggil oleh Rasulullah dan aku tidak memnuhi panggilan beliau karena aku sedang shalat, hingga aku selesai shalat barulah aku mendatangi beliau. Kemudian Rasulullah bersabda,"Apa yang mencegahmu untuk mendatangiku saat aku memanggilmu?" Maka aku (Abu Sa'id) menjawab,"Wahai Rasulullah saat itu aku sedang shalat." Lalu Rasulullah menjawab,"Bukankan Allah berfirman:Wahai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan Rasul apabila dia menyerumu kepada sesuatu yang meberi kehidupan kepadamu (Al-Anfal:24)" kemudian beliau pun bersabda,"Sungguh aku akan mengajarkan kepadamu surat yang paling agung dalam al-Quran ini sebelum engkau keluar dari masjid." Kemudian beliau memegang tanganku dan beranjak untuk keluar dari masjid. Ketika beliau akan keluar masjid, aku berkata,"Wahai Rasulullah, bukankah tadi engkau mengatakan akan mengajarkan surat yang paling agung dalam al-Quran?" Beliau menjawab,"Benar, yaitu alhamdulillaahi rabbil 'aalamiin, dia ini adalah sab'ul matsani (tujuh yang diulang-ulang) dan al-quran yang agung yang diberikan kepadaku.

Surat al-Fatihah Dapat Digunakan Sebagai Ruqyah


Abu sa'id al-khudri berkata ketika kami dalam suatu perjalanan, kami singgah di suatu tempat lalu datanglah seorang jariyah (budak wanita), dia berkata,"Sesungguhnya kepala kampung disini salim (tersengat hewan berbisa), sedangkan orang-orang dikampung ini sedang tidak ada. apakah diantara kalian ada yang dapat meruqyah?" Lalu dikatakan kepadanya tidak ada seorang pun diantara kami yang dapat meruqyah. Lalu abu said mencoba meruqyahnya dengan membaca surat al-Fatihah lalu sembuhlah kepala kampung tersebut. Kemudian kepala kampung itu memerintahkan untuk memberikan 30 ekor kambing kepada para sahabat, juga memberikan susu kepada mereka. Maka para sahabat pun berkata,"Janganlah ada yang menyentuhnya hingga kita tanyakan kepada Rasulullah. lalu kami pun pulang." Setibanya kami di Madinah, kami menceritakan kisah ini kepada Rasulullah. Kemudian beliau berkata,"Apa yang membuatmu mengetahui bahwa itu adalah ruqyah?" kemudian beliau berkata lagi,"Bagikanlah hadiah itu dan berikanlah sebagian untukku."

Hadits ini menunjukkan bahwa hasil dari praktek ruqyah adalah dibenarkan menurut syariat islam, artinya apabila seseorang sakit lalu ada yang meruqyahnya hingga si sakit itu sembuh, maka hadiah dari si sakit kepada orang yang meruqyahnya tadi adalah halal. Hadits tersebut juga menunjukkan tentang bolehnya melakukan ruqyah yang sesuai dengan syariat islam.

Allah Selalu Menjawab Do’a HambaNya Ketika Membaca Surat Al-Fatihah


Dalam sebuah hadits Qudsi, Allah berfirman: "Aku telah membagi shalat (maksudnya adalah surat al-fatihah) antara aku dengan hambaku menjadi dua bagian, dan bagi hambaku apa yang dia minta. Apabila hambaku membaca alhamdulillahi rabbil 'aalaamin, maka Allah berfirman,"Hamba-Ku telah memujiku." Apabila ia membaca arrahmaanir rahiim, maka Allah berfirman"Hamba-Ku telah menyanjung-Ku." Dan apabila hamba-Ku membaca maalikiyaumiddin maka Allah taala berfirman,"Hamba-Ku telah memuliakanku" (dalam riwayat lain "hamba-Ku telah menyerahkan urusannya kepada-Ku") Apabila hamba-Ku membaca iyyakana'budu wa iyyaka nasta'in maka Allah berfirman,"Ini antara aku dengan hamba-Ku dan bagi hamba-Ku apa yang dimintanya." Dan apabila hambaku membaca ihdinash shiraathal mustaqiim, shiraathalladzina an'amta 'alaihim, ghairil maghdhuubi 'alaihim waladh dhalliin, maka Allah berfirman,"Inilah bagi hamba-Ku dan baginya apa yang dia minta.

Surat Al-Fatihah adalah Cahaya


Dari Abdullah bin Abbas ia berkata: ketika Jibril duduk disamping Nabi, tiba-tiba ia mendengar suara keras di atasnya. Kemudian Jibril memandang ke atas dan berkata,"Ini adalah sebuah pintu dilangit yang belum pernah dibuka sebelumnya." Lalu dari pintu tersebut turunlah malaikat. Jibril berkata,"Ini adalah malaikat yang turun ke bumi dan ia belum pernah turun sebelumnya." Kemudian malaikat itu mengucapkan salam kepada Nabi dan berkata,"Hendaklah engkau bergembira dengan diberikannya kepadamu dua cahaya yang belum pernah diberikan kepada seorang Nabi pun sebeluimmu yaitu faatihatul kitaaab dan khawaatimu suuratil baarah (penutup surat al-Baqarah), tidaklah engkau membaca satu huruf saja darinya melainkan akan diberikan kepadamu."

Demikianlah postingan kali ini tentang keutamaan surat Al-Fatihah, semoga dapat memberikan manfaat dalam menjalankan syariat Islam.

Ternyata Ini Keutamaan Surat Al-Fatihah

Ayat-ayat Al-Quran Tentang Hubungan Antar Umat Beragama
Hubungan antar umat beragama menjadi pembahasan yang sangat menarik untuk dikaji lebih mendalam, karena di dunia ini terdapat banyak sekali bentuk agama yang menurut sebagian ahli membaginya ke dalam dua bagian yaitu agama samawi dan agama ardhi. Agama samawi merupakan agama yang diturunkan langsung tuhan kepada manusia lewat wahyu-wahyunya, sedangkan agama ardhi merupakan agama lokal yang berasal dari keyakinan masyarakat. Walalupun dibagi menjadi dua, namun pada dasarnya agama menyampaikan pesan kebaikan dan perdamaian manusia, olehnya itu manusia yang berbeda agama perlu membangun komunikasi dan hubungan yang baik.

Islam sebagai salah satu agama yang ada di dunia ini berbicara juga tentang hubungan manusia yang berbeda agama, karena pada dasarnya manusia sejak dahulu diciptakan berbeda-beda untuk saling kenal mengenal. Untuk itu maka, hubungan antar umat beragama dapat dilihat di dalam al-Quran sebagai berikut.

Ayat Al-Quran Tentang Hubungan Umat Beragama


Ayat-ayat tentang hubungan umat beragama dapat dilihat dalam (1) surat al-Baqarah ayat 62, 120 dan 213, (2) surat Ali Imran ayat 61 dan 118, (3) surat Al-Mumtahanah ayat 7-9, dan (4) surat Al-Kafirun  Ayat 1-6 sebagai berikut:

Surat Al-Baqarah Ayat 62, 120 dan 213


إِنَّ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَٱلَّذِينَ هَادُواْ وَٱلنَّصَٰرَىٰ وَٱلصَّٰبِ‍ِٔينَ مَنۡ ءَامَنَ بِٱللَّهِ وَٱلۡيَوۡمِ ٱلۡأٓخِرِ وَعَمِلَ صَٰلِحٗا فَلَهُمۡ أَجۡرُهُمۡ عِندَ رَبِّهِمۡ وَلَا خَوۡفٌ عَلَيۡهِمۡ وَلَا هُمۡ يَحۡزَنُونَ

Terjemahannya: Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin, siapa saja diantara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran kepada mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati (Q.S. Al-Baqarah: 62)

وَلَن تَرۡضَىٰ عَنكَ ٱلۡيَهُودُ وَلَا ٱلنَّصَٰرَىٰ حَتَّىٰ تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمۡۗ قُلۡ إِنَّ هُدَى ٱللَّهِ هُوَ ٱلۡهُدَىٰۗ وَلَئِنِ ٱتَّبَعۡتَ أَهۡوَآءَهُم بَعۡدَ ٱلَّذِي جَآءَكَ مِنَ ٱلۡعِلۡمِ مَا لَكَ مِنَ ٱللَّهِ مِن وَلِيّٖ وَلَا نَصِيرٍ  

Terjemahannya: Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)". Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu. (Q.S. Al-Baqarah: 120)

كَانَ ٱلنَّاسُ أُمَّةٗ وَٰحِدَةٗ فَبَعَثَ ٱللَّهُ ٱلنَّبِيِّ‍ۧنَ مُبَشِّرِينَ وَمُنذِرِينَ وَأَنزَلَ مَعَهُمُ ٱلۡكِتَٰبَ بِٱلۡحَقِّ لِيَحۡكُمَ بَيۡنَ ٱلنَّاسِ فِيمَا ٱخۡتَلَفُواْ فِيهِۚ وَمَا ٱخۡتَلَفَ فِيهِ إِلَّا ٱلَّذِينَ أُوتُوهُ مِنۢ بَعۡدِ مَا جَآءَتۡهُمُ ٱلۡبَيِّنَٰتُ بَغۡيَۢا بَيۡنَهُمۡۖ فَهَدَى ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ لِمَا ٱخۡتَلَفُواْ فِيهِ مِنَ ٱلۡحَقِّ بِإِذۡنِهِۦۗ وَٱللَّهُ يَهۡدِي مَن يَشَآءُ إِلَىٰ صِرَٰطٖ مُّسۡتَقِيمٍ 

Terjemahannya: Manusia itu adalah umat yang satu. (setelah timbul perselisihan), maka Allah mengutus para nabi, sebagai pemberi peringatan, dan Allah menurunkan bersama mereka Kitab yang benar, untuk memberi keputusan di antara manusia tentang perkara yang mereka perselisihkan. Tidaklah berselisih tentang Kitab itu melainkan orang yang telah didatangkan kepada mereka Kitab, yaitu setelah datang kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, karena dengki antara mereka sendiri. Maka Allah memberi petunjuk orang-orang yang beriman kepada kebenaran tentang hal yang mereka perselisihkann itu dengan kehendak-Nya. Dan Allah selalu memberi petunjuk orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus. (Q.S. Al-Baqarah: 213)

Surat Ali Imran ayat 61 dan 118


فَمَنۡ حَآجَّكَ فِيهِ مِنۢ بَعۡدِ مَا جَآءَكَ مِنَ ٱلۡعِلۡمِ فَقُلۡ تَعَالَوۡاْ نَدۡعُ أَبۡنَآءَنَا وَأَبۡنَآءَكُمۡ وَنِسَآءَنَا وَنِسَآءَكُمۡ وَأَنفُسَنَا وَأَنفُسَكُمۡ ثُمَّ نَبۡتَهِلۡ فَنَجۡعَل لَّعۡنَتَ ٱللَّهِ عَلَى ٱلۡكَٰذِبِينَ 

Terjemahannya: Siapa yang membantahmu tentang kisah Isa sesudah datang ilmu (yang meyakinkan kamu), maka katakanlah (kepadanya): "Marilah kita memanggil anak-anak kami dan anak-anak kamu, isteri-isteri kami dan isteri-isteri kamu, diri kami dan diri kamu; kemudian marilah kita bermubahalah kepada Allah dan kita minta supaya laknat Allah ditimpakan kepada orang-orang yang dusta. (Q.S. Ali Imran: 61)

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ لَا تَتَّخِذُواْ بِطَانَةٗ مِّن دُونِكُمۡ لَا يَأۡلُونَكُمۡ خَبَالٗا وَدُّواْ مَا عَنِتُّمۡ قَدۡ بَدَتِ ٱلۡبَغۡضَآءُ مِنۡ أَفۡوَٰهِهِمۡ وَمَا تُخۡفِي صُدُورُهُمۡ أَكۡبَرُۚ قَدۡ بَيَّنَّا لَكُمُ ٱلۡأٓيَٰتِۖ إِن كُنتُمۡ تَعۡقِلُونَ 

Terjemahannya: Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang, di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya. (Q.S. Ali Imran: 118)

Surat Al-Mumtahanah ayat 7-9


۞عَسَى ٱللَّهُ أَن يَجۡعَلَ بَيۡنَكُمۡ وَبَيۡنَ ٱلَّذِينَ عَادَيۡتُم مِّنۡهُم مَّوَدَّةٗۚ وَٱللَّهُ قَدِيرٞۚ وَٱللَّهُ غَفُورٞ رَّحِيمٞ ٧ 

7. Mudah-mudahan Allah menimbulkan kasih sayang antaramu dengan orang-orang yang kamu musuhi di antara mereka. Dan Allah adalah Maha Kuasa. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

لَّا يَنۡهَىٰكُمُ ٱللَّهُ عَنِ ٱلَّذِينَ لَمۡ يُقَٰتِلُوكُمۡ فِي ٱلدِّينِ وَلَمۡ يُخۡرِجُوكُم مِّن دِيَٰرِكُمۡ أَن تَبَرُّوهُمۡ وَتُقۡسِطُوٓاْ إِلَيۡهِمۡۚ إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلۡمُقۡسِطِينَ ٨ 

8. Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.

إِنَّمَا يَنۡهَىٰكُمُ ٱللَّهُ عَنِ ٱلَّذِينَ قَٰتَلُوكُمۡ فِي ٱلدِّينِ وَأَخۡرَجُوكُم مِّن دِيَٰرِكُمۡ وَظَٰهَرُواْ عَلَىٰٓ إِخۡرَاجِكُمۡ أَن تَوَلَّوۡهُمۡۚ وَمَن يَتَوَلَّهُمۡ فَأُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلظَّٰلِمُونَ ٩ 

9. Sesungguhnya Allah hanya melarang kamu menjadikan sebagai kawanmu orang-orang yang memerangimu karena agama dan mengusir kamu dari negerimu, dan membantu (orang lain) untuk mengusirmu. Dan barangsiapa menjadikan mereka sebagai kawan, maka mereka itulah orang-orang yang zalim

Surat Al-Kafirun  Ayat 1-6


قُلۡ يَٰٓأَيُّهَا ٱلۡكَٰفِرُونَ ١  لَآ أَعۡبُدُ مَا تَعۡبُدُونَ ٢  وَلَآ أَنتُمۡ عَٰبِدُونَ مَآ أَعۡبُدُ ٣  وَلَآ أَنَا۠ عَابِدٞ مَّا عَبَدتُّمۡ ٤ وَلَآ أَنتُمۡ عَٰبِدُونَ مَآ أَعۡبُدُ ٥  لَكُمۡ دِينُكُمۡ وَلِيَ دِينِ ٦ 

Terjemahannya: 1) Katakanlah: "Hai orang-orang kafir. 2) Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. 3) Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah. 4) Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah. 5) dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah. 6) Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku"

Sikap Antar Umat Beragama


Sikap yang bai kantar sesame umat beragama adalah menjalin hubungan yang harmonis, karena agama selalu membawa kedaimaian untuk kebaikan dan keberlangsungan manusia di muka bumi, olehnya itu sikap yang harus kita lakukan dalam kehidupan beragama adalah sebagai berikut:

1. Menjalin hubungan antara sesama yang berbeda agama, karena pada dasarnya semua manusia berasal dari satu nenek moyang yaitu Nabi Adam a.s. dan Siti Hawa a.s. Salah satu hadis yang mengungkapkan tentang persaudaraan adalah.

المسلم اخو السلم لا يظلمه ولا يحذله ولايخذبه ولا يحقره

Artinya : “Orang muslim menjadi saudara bagi muslim lainnya, tidak boleh menganiaya sesamanya, membiarkannya, berdusta, dan tidak boleh menghinakannya”. HR. Muslim

2. Sikap selanjutnya yaitu mendasarkan segala perilakuku kita pada ketaqwaan kepada Allah swt.

3. Berikutnya yaitu saling hormat menghormati dan tidak boleh saling merendahkan antara satu dengan yang lain.

4. Tidak boleh curiga mencurigai, harus selalu ditumbuh kembangkan sikap husnuddhan.

5. Selalu menjaga nama baik saudaranya, tidak boleh mencari-cari kesalahan orang lain.

6. Menjadikan perbedaan warna kulit dan keturunan serta ras dan bangsa untuk saling ta’aruf, mengadakan hubungan timbal balik secara baik.

7. Gotong royong atau tolong menolong dalam masalah kebaikan dan banyak lagi yang lainnya. Semua sifat dan sikap serta usaha untuk menciptakan kerukunan dan perdamaian telah dicontohkan oleh Nabi saw. selama masa hidup beliau yang pada saat ini sudah terkonsep dalam “Akhlaqul Karimh”,dan yang harus dijauhi oleh setiap muslim dalam setiap pergaulannya terkumpul dalam konsep “Akhlaqul Madzmumah”.

Demikianlah postingan kali ini tentang Ayat-ayat Al-Quran Tentang Hubungan Antar Umat Beragama, semoga bermanfaat.

Ayat-ayat Al-Quran Tentang Hubungan Antar Umat Beragama

Isi Kandungan Al-Qur'an Surat Al-Ikhlas
Surat Al-Ikhlas merupakan surat Makkiyah yang terdiri dari 4 ayat. Di dalam al-Quran, surat Al-Ikhlas adalah surat ke 112 yang menegaskan tentang keesaan Allah dan menolak segala macam bentuk penyekutuan yang dilakukan manusia kepada-Nya. Inti dari surat ini terdapat dalam kalimat “Allahu ahad (Allah Maha Esa), dan Allahus shamad (Allah tempat bergantung).

Sebab diturunkannya surat Al-Ikhlas ini dapat dilihat dari riwayat Imam Ahmad yang menjelaskan bahwa; orang-orang musyrik meminta penjelasan kepada Rasulullah saw. “hai Muhammad, jelaskanlah nasab (asal usul) Tuhanmu kepada kami”, kemudian Allah menurunkan wahyu, “katakanlah, dialah Allah Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepadaNya segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak diperanakkan, dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia.”

Isi Kandungan Al-Qur'an Surat Al-Ikhlas


Isi Kandungan Al-Qur'an Surat Al-Ikhlas adalah sebagai berikut:

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ

Ayat 1: Katakanlah: "Dialah Allah, Yang Maha Esa.

Ayat ini mengandung makna bahwa Allah swt. merupakan tuhan yang tunggal atau esa, dan tidak ada tuhan yang lain selainNya, sehingga segala bentuk kesyirikan tidak dapat ditolerir dalam Islam. Allah maha besar, tidak memiliki wakil, dan tidak juga memiliki sangin. Tidak ada satu makhluk atau satu ciptaan Allah di alam semesta ini yang menyamai dan menyerupai Allah, sehingga kekuasaanNya melingkupi seluruh alam semesta ini. Lafal dalam ayat ini tidak dapat digunakan oleh siapapun hanya Allah saja yang berhak menggunakannya, karena Dialah yang maha sempurna.

اللَّهُ الصَّمَدُ

Ayat 2 : Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.

Segala makhluk yang ada di alam jagad raya ini adalah makhluk yang lemah dan tak berdaya, sehingga memilki ketergantungan kepada penciptanya. Manusia atau makhluk lainnya tidak dapat berdiri sendiri tanpa diberi kekuatan oleh Allah, sehingga Ibnu Abbas ra. Mengungkapkan bahwa “Ash-Samad” yaitu semua makhluk menyandarkan diri kepada Allah dalam segala kebutuhan dan permahan yang dihadapi oleh mereka”.

لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ

Ayat 3: Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan,

Allah tidak dapat disamakan dengan makhluk hidup seperti manusia, dimana manusia memiliki ayah, ibu, dan anak yang secara berkelanjutan akan mengalami perkembang biakan. Allah benar-benar maha tunggal, sehingga tidak memiliki keluarga layaknya manusia. Dari sini maka kita tidak dapat mempersepsikan Tuhan sebagaimana makhluknya.

وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ

Ayat 4: dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia".

Dan ayat terakhir ini mempertegas bahwa tidak ada satupun makhluk atau ciptaan Allah di alam raya ini yang sama atau setara dengan-Nya. Allah dari segi wujud berbeda dengan makhluknya, memiliki kekuasaan yang tidak ada yang menyamainya, dan memiliki kedukukan yang tertinggi hingga ciptaannya tidak mampu menyamai apalagi melebihi. Allah lebih dari segalanya, berkuasa atas segala yang ada di alam semesta ini.

Olehnya itu, kita sebagai makhluknya tidak boleh, menuhankan selain-Nya, tidak boleh menyamakan dzatNya dengan manusia atau makhluk lainnya. Kita wajib mengimani dengan sepenih hati bahwa Allah swt. itu esa, dan menjauhi segala macam bentuk kesyirikan di atas muka bumi ini agar kemurnian tauhid kita tetap terjaga. Dan implementasinya melalui pelaksanaan segala perintahnya dan menjauhi segala larangannya. Wallahu a’lam.

Makna dan Isi Kandungan Al-Qur'an - Surat Al-Ikhlas

Pendidikan Karakter Menurut Ajaran Agama Islam
Konsep dasar pendidikan karakter identik dengan pendidikan akhlak.Perkataan akhlaq bentuk jamak dari khuluq yang menurut bahasa diartikan budi pekerti, perangai, tingkah laku atau tabiat. Rumusan pengertian akhlak timbul sebagai media yang memungkinkan adanya hubungan baik antara Khaliq dan makhluk serta antara makhluk dan makhluk.Perkataan ini bersumber dari kalimat yang tercantum dalam Al-Quran surah al-Qalam ayat 4.

 وَإِنَّكَ لَعَلَىٰ خُلُقٍ عَظِيمٖ 

Artinya: Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung

Dari penjelasan di atas dapat digarisbawahi bahwa pendidikan karakter dan pendidikan akhlak memiliki kesamaan yaitu untuk menjadikan manusia lebih baik.Pendidikan karakter bersumber pada nilai-nilai kebaikan universal (nilai-nilai kehidupan yang baik atau buruknya diakui oleh seluruh umat manusia), dan pada dasarnya ajaran Islam adalah agama yang mengandung nilai-nilai universal yang dapat diterima oleh seluruh umat manusia.

Dengan demikian maka pendidikan akhlak bisa dikatakan sebagai pendidikan karakter atau pembentukan karakter sesuai dengan nilai-nilai Islam yang bersumber pada ajaran Islam yang
universal (al-Qur’an dan Hadist).

Konsep pendidikan karakter dalam agama Islam bersumber pada al-qur’an dan hadis. Berbagai karakter yang harus dimiliki oleh kaum Muslimin baik menurut al-qur’an maupun hadis antara lain adalah:

a. Bersilaturahmi, menyambung komunikasi

Al-Hadis: Barang siapa ingin dilunaskan rezekinya dan dipanjangkan umurnya hendaklah ia bersilaturahmi (HR Bukhari Muslim dari Anas)

b. Berkomunikasi dengan baik dan menebar salam

ٱدۡعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِٱلۡحِكۡمَةِ وَٱلۡمَوۡعِظَةِ ٱلۡحَسَنَةِۖ وَجَٰدِلۡهُم بِٱلَّتِي هِيَ أَحۡسَنُۚ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعۡلَمُ بِمَن ضَلَّ عَن سَبِيلِهِۦ وَهُوَ أَعۡلَمُ بِٱلۡمُهۡتَدِينَ 

Artinya: Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk. (Q.S.An Nahl: 125)

c. Jujur, tidak curang, menepati janji dan amanah

وَيۡلٞ لِّلۡمُطَفِّفِينَ

Artinya: Celakalah orang-orang yang curang dalam timbangan /takaran. (Q.S Tathfif: 1)

d. Berbuat adil, tolong menolong, saling mengasihi, dan saling menyayangi

إِنَّ ٱللَّهَ يَأۡمُرُ بِٱلۡعَدۡلِ وَٱلۡإِحۡسَٰنِ وَإِيتَآيِٕ ذِي ٱلۡقُرۡبَىٰ وَيَنۡهَىٰ عَنِ ٱلۡفَحۡشَآءِ وَٱلۡمُنكَرِ وَٱلۡبَغۡيِۚ يَعِظُكُمۡ لَعَلَّكُمۡ تَذَكَّرُونَ 

Artinya: Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran(Q.S An-Nahl: 90)

e. Sabar dan optimis

وَٱصۡبِرۡ فَإِنَّ ٱللَّهَ لَا يُضِيعُ أَجۡرَ ٱلۡمُحۡسِنِينَ 

Artinya: Dan bersabarlah, karena sesungguhnya Allah tiada menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat kebaikan(Q.S Hud: 115)

f. Kasih sayang dan hormat pada orang tua

وَوَصَّيۡنَا ٱلۡإِنسَٰنَ بِوَٰلِدَيۡهِ حُسۡنٗاۖ وَإِن جَٰهَدَاكَ لِتُشۡرِكَ بِي مَا لَيۡسَ لَكَ بِهِۦ عِلۡمٞ فَلَا تُطِعۡهُمَآۚ إِلَيَّ مَرۡجِعُكُمۡ فَأُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمۡ تَعۡمَلُونَ

Artinya: Dan Kami wajibkan manusia (berbuat) kebaikan kepada dua orang ibu-bapaknya. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya. Hanya kepada-Ku-lah kembalimu, lalu Aku kabarkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. (Q.S Al-Ankabut: 8)

g. Berkata benar, tidak berdusta

كَبُرَ مَقۡتًا عِندَ ٱللَّهِ أَن تَقُولُواْ مَا لَا تَفۡعَلُونَ

Artinya: Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan (Q.S Al-Shaff: 3)

Al-Hadis: Berkatalah benar sekalipun dirasa pahit. (HR Ibnu Hibban)

h. Selalu bersyukur

مَّا يَفۡعَلُ ٱللَّهُ بِعَذَابِكُمۡ إِن شَكَرۡتُمۡ وَءَامَنتُمۡۚ وَكَانَ ٱللَّهُ شَاكِرًا عَلِيمٗا

Artinya: Mengapa Allah akan menyiksamu, jika kamu bersyukur dan beriman? Dan Allah adalah Maha Mensyukuri lagi Maha Mengetahui (Q.S An-Nisa’: 147)

Al-Hadis: Tidak termasuk bersyukur kepada Allah orang yang tidak bersyukur kepada manusia (menghargai dan membalas kebaikannya) (HR Turmudzi)

i. Tidak sombong dan angkuh

وَلَا تُصَعِّرۡ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلَا تَمۡشِ فِي ٱلۡأَرۡضِ مَرَحًاۖ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخۡتَالٖ فَخُورٖ

Artinya: Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri (Q.S Luqman: 18)

j. Teguh hati, tidak berputus asa

يَٰبَنِيَّ ٱذۡهَبُواْ فَتَحَسَّسُواْ مِن يُوسُفَ وَأَخِيهِ وَلَا تَاْيۡ‍َٔسُواْ مِن رَّوۡحِ ٱللَّهِۖ إِنَّهُۥ لَا يَاْيۡ‍َٔسُ مِن رَّوۡحِ ٱللَّهِ إِلَّا ٱلۡقَوۡمُ ٱلۡكَٰفِرُونَ 

Artinya: Hai anak-anakku, pergilah kamu, maka carilah berita tentang Yusuf dan saudaranya dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir" (Q.S. Yusuf: 87)

k. Punya rasa malu dan iman

Al-Hadis: Malu dan iman selalu berkumpul bersama, maka kalau yang satu lenyap, lenyap pulalah yang lain (H.R Abu Na’im dari Abu Umar)

l. Berkata yang baik atau diam

Al-Hadis: Barang siapa benar-benar beriman kepada Allah dan Hari Akhir hendaklah ia berkata yang baik atau diam. (H.R. Bukhari dan Muslim)

m. Konsisten, istiqomah

إِنَّ ٱلَّذِينَ قَالُواْ رَبُّنَا ٱللَّهُ ثُمَّ ٱسۡتَقَٰمُواْ فَلَا خَوۡفٌ عَلَيۡهِمۡ وَلَا هُمۡ يَحۡزَنُونَ

Artinya: Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Tuhan kami ialah Allah", kemudian mereka tetap istiqamah maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tiada (pula) berduka cita (Q.S. Al-Ahqaf: 13)

n. Bertanggung jawab

أَيَحۡسَبُ ٱلۡإِنسَٰنُ أَن يُتۡرَكَ سُدًى

Artinya: Apakah manusia mengira, bahwa ia akan dibiarkan begitu saja (tanpa pertanggung jawaban) (Q.S Al Qiyamah: 36)

o. Berbuat jujur, tidak korupsi

وَلَا تَأۡكُلُوٓاْ أَمۡوَٰلَكُم بَيۡنَكُم بِٱلۡبَٰطِلِ وَتُدۡلُواْ بِهَآ إِلَى ٱلۡحُكَّامِ لِتَأۡكُلُواْ فَرِيقٗا مِّنۡ أَمۡوَٰلِ ٱلنَّاسِ بِٱلۡإِثۡمِ وَأَنتُمۡ تَعۡلَمُونَ

Artinya: Dan janganlah sebahagian kamu memakan harta sebahagian yang lain di antara kamu dengan jalan yang bathil dan (janganlah) kamu membawa (urusan) harta itu kepada hakim, supaya kamu dapat memakan sebahagian daripada harta benda orang lain itu dengan (jalan berbuat) dosa, padahal kamu mengetahui (Q.S. Al-Baqarah: 188)

Implementasi Pendidikan karakter dalam Islam tersimpul dalam karakter pribadi Rasulullah saw. Dalam pribadi Rasul, bersemai nilai-nilai karakter yang mulia dan agung.Allah berfirman dalam Al-Quran surah al-Ahzab ayat 21.             

لَّقَدۡ كَانَ لَكُمۡ فِي رَسُولِ ٱللَّهِ أُسۡوَةٌ حَسَنَةٞ لِّمَن كَانَ يَرۡجُواْ ٱللَّهَ وَٱلۡيَوۡمَ ٱلۡأٓخِرَ وَذَكَرَ ٱللَّهَ كَثِيرٗا

Artinya: Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah

Pendidikan Karakter Menurut Ajaran Agama Islam

Bacaan Ayat Kursi dan Faedah Membacanya dalam Setiap Waktu
Ayat Al-Kursi (آية الكرسي) yang dalam bahasa Indonesia artinya Ayat Singgasana merupakan ayat ke-255 dari Surah Al-Baqarah. Ayat ini dijelaskan dalam suatu hadits yang diriwayatkan Ubay bin Ka'ab adalah ayat yang sangat agung di dalam Al Qur'an. Dalamnya mengenai keesaan Allah dan kekuasaan Allah yang mutlak atas semua hal serta, dan Allah tidak kesusahan sedikitpun dalam memelihara segala yang diciptakannya.

Teks Bacaan Ayat Kursi


بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ ۖ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ


Terjemahannya: Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa'at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar. (Q.S Al-Baqarah/2: 255)

Video Bacaan Ayat Kursi Oleh Mevlan Kurtishi


Berikut ini video bacaan ayat kursi oleh Mevlan Kurtishi.



Faedah Membaca Ayat Kursi


Siapa saja yang membaca ayat kursi di akhir setiap shalat fardhu, ia akan berada dalam lindungan Allah swt. sampai dengan shalat berikutnya.

Barangsiapa yang membaca ayat kursi di setiap akhir shalatnya, maka Allah tidak menegah untuk memasuki surga kecuali kematian, dan siapa pun yang membacanya ketika ia akan tidur, maka Allah swt. melindunginya di rumahnya, rumah tetangganya, dan rumah-rumah di sekitarnya.

Barangsiapa yang membaca ayat kursi di akhir shalat, maka Allah swt. akan mengendalikan siap yang masuk ke dalam jiwanya dan dia seperti orang yang sedang berjihat dengan Rasulullah dia sehingga mati syahid.

Siapa saja yang membaca ayat kursi di akhir setiap sholat fardhu, maka Allah swt. menganugrahkan kepadanya setiap orang yang hatinya bersyukur, setiap orang berbuat benar, syafaat dari para nabi dan Allah melimpahkan rahmat kepadanya.

Siapa saja yang membaca ayat kursi ketika berbaring di tempat tidurnya, maka Allah swt mengutus 2 Malaikat untuk menjaganya hingga fajar tiba.

Barangsiapa yang membaca ayat kursi sebelum meninggalkan rumahnya, maka Allah swt. mengutus 70.000 malaikat kepadanya - mereka semua memohon pengampunan dan berdoa untuknya.

Siapa saja yang membaca ayat kursi ketika dalam kesempitan, maka Allah Yang Maha Kuasa akan melampangkannya.

Demikianlah ulasan kali ini tentang bacaan ayat kursi dan faedah membacanya dalam setiap waktu, semoga bermanfaat.

Bacaan Ayat Kursi dan Faedah Membacanya dalam Setiap Waktu

Bacaann surat Ar Rahman Ayat 1-16 Oleh Mevlan Kurtishi
Surah Ar-Rahman (Arab : الرّحْمنن) merupakan surah ke-55 dalam al-Qur'an. Surah ini termasuk dalam surat makkiyah, terdiri atas 78 ayat. Diberi nama Ar-Rahmaan yang bermakna Yang Maha Pemurah yang diambil dari kata Ar-Rahman yang ada pada ayat pertama surah ini. Ar-Rahman merupakan satu diantara beberapa nama Allah. Sejumlah besar dari surah ini menjelaskan kepemurahan Allah swt. pada hamba-hamba-Nya, yakni dengan memberi nikmat-nikmat yang tidak terhingga baik didunia ataupun di akhirat kelak.

Keunikan surah ini ialah kalimat berulang 31 kali Fa-biayyi alaa'i Rabbi kuma tukadzdzi ban (Jadi nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?) yang terdapat diakhir tiap-tiap ayat yang memaparkan rahmat Allah yang diberikan untuk manusia.

Teks surat Ar-Rahman Ayat 1-16

بِسْـــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

الرَّحْمَٰنُ

1. (Tuhan) Yang Maha Pemurah,

عَلَّمَ الْقُرْآنَ

2. Yang telah mengajarkan al Quran.

خَلَقَ الْإِنْسَانَ 

3. Dia menciptakan manusia.

عَلَّمَهُ الْبَيَانَ

4. Mengajarnya pandai berbicara.

الشَّمْسُ وَالْقَمَرُ بِحُسْبَانٍ

5. Matahari dan bulan (beredar) menurut perhitungan.

وَالنَّجْمُ وَالشَّجَرُ يَسْجُدَانِ

6. Dan tumbuh-tumbuhan dan pohon-pohonan kedua-duanya tunduk kepada-Nya.

Video Bacaan Surat Ar-Rahman Ayat 1-16 oleh Mevlan Kurtishi

Berikut ini video bacaan surat Ar-Rahman Ayat 1-16 oleh Mevlan Kurtishi.



Demikianlah bacaann surat ar-Rahman ayat 1-16 oleh Mevlan Kurtishi semoga al-Quran menjadi pelindung dan bekal bagi kita semua di dunia dan di akhirat kelak. Amin.

Bacaann surat Ar Rahman Ayat 1-16 Oleh Mevlan Kurtishi

Hukum Membaca Al-Quran Melalui Smartphone, dan Adab dalam Membawa dan Menyimpannya
Al-Qur’an merupakan Kalam Allah SWT yang disebut mu’jizat untuk Nabi Muhammad SAW, ditulis dalam mushhaf serta diriwayatkan dengan mutawatir dan membacanya merupakan beribadah dan akan mendapat pahala.

Semenjak ada handphone pintar (smartphone), sejumlah besar orang memakai untuk menjelajahi internet. Kadang dalam mencari jalan keluar atas masalah kehidupan (keagamaan), ada yang condong mengacu pada internet (google). Lalu bagaimana hukum membaca al-Quran melalui smartphone? simak ulasannya berikut ini.

Hukum Membaca Al-Quran Melalui Smartphone


Seorang yang membaca al-Quran akan mendapat pahala baik dia membacanya dengan mushaf atau mungkin dengan ponsel atau yang lain, Rasulullah SAW bersabda mngenai pahala membaca al-Quran:

مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لَا أَقُولُ: آلم حَرْفٌ. أَلْفٌ حَرْفٌ وَلَامٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ

Artinya: Barang siapa yang membaca satu huruf dari al-Qur’an maka dia akan mendapatkan pahala berupa satu kebaikan, dan satu kebaikan akan dilipatgandakan menjadi sepuluh kebaikan. Dan Saya tidak mengatakan bahwa Alif Lam Mim satu huruf, tapi Alif satu huruf, Lam satu huruf, dan Mim satu huruf (HR. al-Tirmidzi dan al-Darimy).

Kata membaca dalam mu’jamul wasith dijelaskan jika maknanya merupakan ikuti kalimat-kalimat dalam kitab yang di baca dengan lihat serta mengucapkannya. Hingga membaca ayat dalam al-Quran tujuannya merupakan mengatakan lafadznya lewat cara lihat tulisannya atau mungkin dengan hafalan. Jadi membaca al-Quran yang digolongkan akan mendapatkan pahala sesuai apa yang disabdakan Rasulullah yaitu dengan mengucapkannya yang kira-kira si pembaca dapat dengar suaranya sendiri, baik itu membaca dengan lihat mushaf atau melalui ponsel dan lain-lain.

Bila cuma mengatakan dalam hati atau cukup dengan berbisik yang kira-kira dia tidak dengar suaranya jadi tidak dapat dimasukkan dalam kelompok membaca. Cuma saja al-Imam al-Ghozali dalam kitab Ihya mengatakan jika disana ada kautamaan membaca al-Quran dengan lihat mushaf atau mungkin dengan hafalan, hal tersebut karena beberapa shahabat begitu senang untuk membaca al-Quran dengan lihat mushaf dengan cara langsung, ada hadits yang menuturkan mengenai keutamaan orang yang membaca al-Quran dengan cara langsung lewat mushaf, seperti sabda Nabi SAW :

قِرَاءَةُ الرَّجُلِ الْقُرْآنَ فِي غَيْرِ الْمُصْحَفِ أَلْفُ دَرَجَةٍ وَقِرَاءَتُهُ فِي الْمُصحف تضعف عل ذَلِك إِلَى ألفي دَرَجَة

Artinya: Bacaan al-Quran dari seseorang dengan tanpa melihat mushaf adalah seribu derajat, dan bacaan al-Qurannya dengan melihat mushaf akan dilipatgandakan menjadi dua ribu derajat (HR. Baihaqi).

Tetapi lepas dari perbandingan pahala pada orang yang membaca al-Quran dengan lihat mushaf ataukah tidak, yang pasti seorang akan mendapat pahala waktu membaca al-Quran bila dia melafadzkannya.

Adab dalam Membawa dan Menyimpan Al-Quran di Smartphone


Tentang wanita yang berhalangan, apakah bisa membaca al-Quran di hati melalui ponsel? Membaca al-Quran untuk wanita haid merupakan haram, tetapi keharaman ini berlaku bila dia melafadzkannya, mengenai bila hanya di baca dalam hati atau menggerakkan lisannya tanpa ada keluarkan nada atau sebatas lihat mushaf saja tanpa ada membacanya jadi tidak berdosa, karena hal yang semacam itu tidak dapat digolongkan qiroah atau membaca.

Tentang aplikasi al-Quran dalam ponsel apakah disebutkan mushaf ataukah tidak, ulama kontemporer berlainan argumen tentang perihal ini. Ada ulama yang menyampaikan bahwa, al-Quran dalam ponsel memiliki hukum yang sama seperti mushaf asli, jadi mereka mengharamkan wanita haid untuk menyentuh ponsel itu waktu aplikasi al-Quran dalam ponsel itu tengah di buka. Sedang menurut ulama yang menyampaikan jika aplikasi al-Quran yang terinstall dalam ponsel tidak memiliki hukum sama seperti mushaf sehingga hal itu tidak diharamkan untuk wanita haid yang ingin menyentuhnya, seandainya tidaklah sampai melafdzkannya waktu membaca.

Tetapi baiknya wanita yang haid tidak menyentuh ponsel yang aplikasi al-Qurannya terbuka, perihal ini untuk menghargai al-Quran serta untuk lebih waspada. Bahkan juga seseorang ulama Hadhramaut yang menyarahi kitab al-Yaqut al-Nafis yakni al-Habib Muhammad bin Ahmad al-Syathiry menyampaikan jika seorang yang tidak dalam kondisi suci baiknya janganlah menyentuh suatu yang di dalamnya tersimpan file al-Quran baik berbentuk CD, disket, flashdisk, dan lain-lain.

Menjadi kitab suci, ada banyak ketentuan untuk menyimpan serta memegangnya. Salah satunya, diri kita mesti dalam kondisi suci dari hadats bila akan memegang Al-Qur’an. Lalu, Al-Qur’an mesti ditempatkan ditempat yang wajar menjadi bentuk pemuliaan terhadapnya. Oleh karenanya Ulama melarang membawa Al-Qur’an dibawa ke toilet. Ibn Hajar Al-Haitami dalam kitab Mughnil Muhtaj hal. 155 mencuplik saran Imam Al-Adzra’i:

قَالَ الْأَذْرَعِيُّ: وَالْمُتَّجِهُ تَحْرِيمُ إدْخَالِ الْمُصْحَفِ وَنَحْوِهِ الْخَلَاءَ مِنْ غَيْرِ ضَرُورَةٍ إجْلَالًا لَهُ وَتَكْرِيمًا

Artinya : Imam Al-Adzra’i berkata : pendapat yang tepat adalah haram membawa Mushhaf dan semisalnya ke dalam toilet tanpa dhorurot. Ini dilakukan sebagai wujud pengagungan dan pemuliaan terhadap Mushhaf.

Disini butuh diperjelas mengenai Mushhaf yang disebut dalam cuplikan diatas. Imam Nawawi Banten menyampaikan mengenai batasan Mushhaf ; Yang disebut dengan Mushhaf merupakan tiap-tiap benda yang disana ada sebagian tulisan dari Al-Qur’an yang dipakai untuk dirosah (belajar) seperti kertas, kain, plastik, papan, tiang, tembok dan lain-lain.

Walaupun dalam kalangan ulama masih terdapat banyak perbedaan pandangan namun, sebaiknya kita sebagai umat Islam untuk menghormati dan menjaga kesucian al-Quran dengan sebaik mungkin, walaupun mushaf al-Quran berada dalam bentuk software yang ada di smartphone, leptop, komputer dan sebagaianya.

Menurut hemat kami, lebih baik al-Quran di dalam smartphone dihapus atau uninstal saja dulu, nanti ketika dibutuhkan barulah didownload kembali. Suatu yang baik walau sulit mesti diraih lewat cara yang baik, bukanlah dengan yang tidak baik. Wallahu a'lam.

Hukum Membaca Al-Quran Melalui Smartphone, dan Adab dalam Membawa serta Menyimpannya