Coretanzone: Doa

    Social Items

Doa-doa yang selalu diajarkan Rasulullah saw. kepada Umatnya
Banyak orang mengatakan do'a adalah senjata. Senjata dalam artian dapat menembus langit hingga sampai kehadirat Allah swt. Doa adalah cara manusia berkomunikasi dengan Tuhannya melalui permohonan, sehingga ketika berdoa manusia dituntun untuk memiliki adab yang baik.

Banyak doa yang selalu diajarkan Rasulullah Nabi Muhammad saw. kepada umatnya, diantara do'a-do'a itu adalah sebagai berikut:

Do'a Ketika Memasuki Pagi dan Petang


َوَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ: كَانَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم إِذَا أَصْبَحَ يَقُولُ : اَللَّهُمَّ بِكَ أَصْبَحْنَا وَبِكَ أَمْسَيْنَا وَبِكَ نَحْيَا وَبِكَ نَمُوتُ وَإِلَيْكَ اَلنُّشُورُ.  وَإِذَا أَمْسَى قَالَ مِثْلَ ذَلِكَ إِلَّا أَنَّهُ قَالَ: (وَإِلَيْكَ اَلْمَصِيرُ) - أَخْرَجَهُ اَلْأَرْبَعَةُ

Abu Hurairah Radliyallaahu 'anhu berkata: Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bila pagi berdoa: "Ya Allah dengan kekuasaan-Mu aku memasuki pagi dengan kekuasaan-Mu aku memasuki petang dengan kekuasaan-Mu aku hidup dengan kekuasaan-Mu aku mati dan kepada-Mu-lah tempat kembali." Bila petang hari beliau juga membaca doa tersebut namun beliau menambahkan: "Dan kepada-Mu-lah tempat berpulang". (H.R Imam Empat)

Do'a Untuk Memperbaiki Diri Dalam Urusan Dunia dan Akhirat


َوَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ : كَانَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَقُولُ : اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ لِي دِينِي اَلَّذِي هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِي وَأَصْلِحْ لِي دُنْيَايَ اَلَّتِي فِيهَا مَعَاشِي وَأَصْلِحْ لِي آخِرَتِي اَلَّتِي إِلَيْهَا مَعَادِي وَاجْعَلْ اَلْحَيَاةَ زِيَادَةً لِي فِي كُلِّ خَيْرٍ وَاجْعَلْ اَلْمَوْتَ رَاحَةً لِي مِنْ كُلِّ شَرٍّ - أَخْرَجَهُ مُسْلِمٌ

Abu Hurairah Radliyallaahu 'anhu berkata: Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam pernah membaca doa: "Ya Allah perbaikilah agamaku karena ia merupakan pangkal urusanku perbaikilah duniaku karena ia merupakan penghidupanku perbaikilah akhiratku karena ia merupakan tempat kembaliku dan jadikanlah hidup sebagai kesempatan untuk menambah setiap kebaikanku dan jadikanlah mati sebagai pelepas diriku dari setiap kejahatan." (H.R. Muslim)

Doa Untuk Mendapatkan Ilmu dan Rizki


َوَعَنْ أَنَسٍ رضي الله عنه قَالَ : كَانَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَقُولُ : اَللَّهُمَّ اِنْفَعْنِي بِمَا عَلَّمْتَنِي وَعَلِّمْنِي مَا يَنْفَعُنِي وَارْزُقْنِي عِلْمًا  يَنْفَعُنِي - رَوَاهُ النَّسَائِيُّ وَالْحَاكِمُ

Anas Radliyallaahu 'anhu berkata: Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam pernah membaca doa: "Ya Allah manfaatkanlah untuk diriku apa yang telah Engkau ajarkan kepadaku ajarilah aku dengan apa yang bermanfaat bagiku dan limpahkanlah rizqi ilmu yang bermanfaat bagiku." (H.R. Nasai dan Hakim).

Do'a Meminta Ampun Atas Kesalahan


َوَعَنْ أَبِي مُوسَى اَلْأَشْعَرِيِّ رضي الله عنه قَالَ: ( كَانَ اَلنَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم يَدْعُو: اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي خَطِيئَتِي وَجَهْلِي وَإِسْرَافِي فِي أَمْرِي وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنِّي اَللَّهُمَّ اِغْفِرْ لِي جِدِّي وَهَزْلِي وَخَطَئِي وَعَمْدِي وَكُلُّ ذَلِكَ عِنْدِي اَللَّهُمَّ اِغْفِرْ لِي مَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ وَمَا أَسْرَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنِّي أَنْتَ اَلْمُقَدِّمُ وَالْمُؤَخِّرُ وَأَنْتَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ ) - مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ

Abu Musa al-Asy'ary Radliyallaahu 'anhu berkata: Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam membaca doa: "Ya Allah ampunilah dosaku kebodohanku keborosanku dalam urusanku dan apa-apa yang Engkau lebih mengetahuinya daripada diriku. Ya Allah ampunilah diriku karena kesungguhanku senda gurauku kesalahanku dan kesengajaanku semuanya itu ada padaku. Ya Allah ampunilah diriku dari dosa yang telah dan aku lakukan apa yang aku sembunyikan apa yang aku tampakkan dan apa yang Engkau lebih mengetahuinya daripada diriku. Engkau yang memajukan Engkau yang mengundurkan dan Engkau berkuasa atas segala sesuatu." (H.R. Muttafaq Alaihi)

َوَعَنْ شَدَّادِ بْنِ أَوْسٍ رضي الله عنه قَالَ : قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم سَيِّدُ اَلِاسْتِغْفَارِ أَنْ يَقُولَ اَلْعَبْدُ اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اِسْتَطَعْتُ أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَبُوءُ لَكَ بِذَنْبِي فَاغْفِرْ لِي; فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ اَلذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ - أَخْرَجَهُ اَلْبُخَارِيُّ


Dari Syaddad Ibnu Aus Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Permohonan ampunan (istighfar) yang paling utama ialah seorang hamba membaca - ya Allah Engkaulah Tuhanku tidak ada Tuhan selain Engkau yang telah menciptakan diriku aku hamba-Mu aku selalu berada dalam ikatan-Mu dan perjanjian-Mu selama aku mampu aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan yang aku perbuat aku mengaku kepada-Mu dengan dosaku maka ampunilah aku sebab tiada yang akan mengampuni dosa selain Engkau." (H. R. Bukhari)

Doa Memohon Keselamatan


َوَعَنِ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا- قَالَ : لَمْ يَكُنْ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَدَعُ هَؤُلَاءِ اَلْكَلِمَاتِ حِينَ يُمْسِي وَحِينَ يُصْبِحُ اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ اَلْعَافِيَةَ فِي دِينِي وَدُنْيَايَ وَأَهْلِي وَمَالِي اَللَّهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَاتِي وَآمِنْ رَوْعَاتِي وَاحْفَظْنِي مِنْ بَيْنِ يَدَيَّ وَمِنْ خَلْفِي وَعَنْ يَمِينِي وَعَنْ شِمَالِي وَمِنْ فَوْقِي وَأَعُوذُ بِعَظَمَتِكَ أَنْ أُغْتَالَ مِنْ تَحْتِي - أَخْرَجَهُ النَّسَائِيُّ وَابْنُ مَاجَهْ وَصَحَّحَهُ اَلْحَاكِمُ

Ibnu Umar Radliyallaahu 'anhu berkata: Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam tidak pernah melewatkan kalimat-kalimat ini ketika petang dan pagi yaitu; "Ya Allah aku memohon keselamatan dari-Mu dalam agamaku duniaku keluargaku dan hartaku. Ya Allah tutupilah auratku amankanlah kekhawatiranku jagalah diriku dari depanku belakangku sebelah kananku sebelah kiriku dan dari atasku. Aku berlindung dengan keagungan-Mu dari bahaya yang datang dari bawahku." (H. R. Nasa'i dan Ibnu Majah. Hadits shahih menurut Hakim).

 َوَعَنِ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا- قَالَ : كَانَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَقُولُ اَللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ زَوَالِ نِعْمَتِكَ وَتَحَوُّلِ عَافِيَتِكَ وَفَجْأَةِ نِقْمَتِكَ وَجَمِيعِ سَخَطِكَ - أَخْرَجَهُ مُسْلِمٌ

Ibnu Umar Radliyallaahu 'anhu berkata: Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam membaca doa "Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari menghilangnya nikmat-Mu berpindahnya keselamatan-Mu kedatangan adzab-Mu yang tiba-tiba dan dari segala kemurkaan-Mu." Riwayat Muslim.

Do' Memohon Agar Terlindungi dari Bahaya


َوَعَنْ عَبْدِ اَللَّهِ بْنِ عُمَرَ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا- قَالَ : كَانَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَقُولُ: اَللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ اَلدَّيْنِ وَغَلَبَةِ اَلْعَدُوِّ وَشَمَاتَةِ اَلْأَعْدَاءِ - رَوَاهُ النَّسَائِيُّ وَصَحَّحَهُ اَلْحَاكِمُ

Abdullah Ibnu Umar Radliyallaahu 'anhu berkata: Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam membaca doa: "Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari bahaya hutang bahaya musuh dan kemenangan para musuh". (H.R. Nasa'i. Hadits shahih menurut Hakim).

Berdo'a dengan Wasilah Allah


َوَعَنْ بُرَيْدَةَ رضي الله عنه قَالَ : سَمِعَ اَلنَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم رَجُلاً يَقُولُ اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِأَنِّي أَشْهَدُ أَنَّكَ أَنْتَ اَللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ اَلْأَحَدُ اَلصَّمَدُ اَلَّذِي لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ فَقَالَ : لَقَدْ سَأَلَ اَللَّهُ بِاسْمِهِ اَلَّذِي إِذَا سُئِلَ بِهِ أَعْطَى وَإِذَا دُعِيَ بِهِ أَجَابَ - أَخْرَجَهُ اَلْأَرْبَعَةُ وَصَحَّحَهُ اِبْنُ حِبَّانَ

Buraidah Radliyallaahu 'anhu berkata: Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam pernah mendengar seseorang berdoa: "Ya Allah aku memohon kepada-Mu dengan wasilah bahwa aku bersaksi bahwa Engkaulah Allah yang tiada Tuhan selain Engkau yang Maha Esa tempat semua manusia meminta yang tidak melahirkan dan tidak pula dilahirkan dan tiada seorang pun yang menyamai-Nya." Lalu Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Ia telah memohon kepada Allah dengan nama-Nya yang bila diminta dengan nama itu akan memberi dan bila dipanggil akan menjawab." (H. R Imam Empat. Hadits shahih menurut Ibnu Hibban).

Do'a Kebaikan Dunia dan Akhirat


َوَعَنْ أَنَسٍ رضي الله عنه قَالَ: كَانَ أَكْثَرُ دُعَاءِ رَسُولِ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم رَبَّنَا آتِنَا فِي اَلدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اَلْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ اَلنَّارِ - مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ

Anas berkata: Kebanyakan doa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam ialah: "Ya Tuhan kami berilah kepada kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari api neraka." (H. R. Muttafaq Alaihi).

Dalam al-Quran Allah menyebutkan bahwa "Mintalah, maka akan aku (Allah) kabulkan." Dengan demikian maka, do'a merupakan salah satu perintah Allah kepada hambaNya. Karena semua permintaan hambaNya akan dikabulkan. Semoga Allah mengabulkan semua do'a-do'a kita, Amin.

Doa-doa yang selalu diajarkan Rasulullah saw. kepada Umatnya

Shalawat Menjadi Salah Satu Sebab Dikabulkannya Doa
Membaca shalawat terhadap Rasulullah saw. adalah salah satunya beribadah yang mulia serta mempunyai banyak keutamaan serta faedah untuk seseorang hamba. Di antara keutamaan bershalawat merupakan menjadi salah satunya karena dikabulkannya doa seseorang hamba

Supaya doa yang kita panjatkan bisa sampai pada Allah swt., maka janganlah lupa untuk selalu mengikutikan doa yang kita panjatkan itu dengan bershalawat pada junjungan kita Rasululla saw. Mengikutikan doa dengan shalawatt yang penulis maksudkan disini merupakan memulai doa kita dengan membaca shalawat Nabi saw., demikian juga waktu kita akhiri doa, sebaiknya kita juga membaca shalawat kepada Rasulullah saw.

Doa yang tidak dibarengi dengan shalawat Nabi akan berhenti diantara langit serta bumi. Tentang perihal ini, mari kita lihat sabda Rasulullah saw. seperti berikut  ini:

Diriwayatkan oleh Imam at Tirmidzi bahwa Umar bin Khaththab berkata : “sesungguhnya doa itu terhenti antara langit dan bumi, tiada naik barang sedikit pun darinya, sehingga engkau bershalawat kepada nabimu.” (HR. Tirmidzi)

Rasulullah sempat dengar seseorang lelaki berdoa dalam shalatnya, tetapi tidak mengagungkan Allah serta tidak bershalawat pada Nabi. Rasulullah bersabda : “Orang ini terburu buru”. Lalu Rasulullah memanggilnya serta bersabda yang artinya; "jika salah seorang dari kalian berdoa, hendaklah ia memulainya dengan mengucapkan hamdalah serta puja dan puji kepada Allah, lalubershalawat kepada Nabi, barulah setelah itu ia berdoa meminta apa yang diinginkan. (H.R Abu Dawud, at Tirmidzi dan an Nasa’i, dari Fudhalah bin ‘Ubaid).

Dalam hadis lain Rasulullah saw. bersabda bahwa "semua doa terhalang hingga diucapkan shalawat kepada Nabi Salallahu ‘alaihi wasallam. (H.R ad Dailami, ath Thabrani dan al Baihaqi)

Imam al Munawi, dalam Faidhul Qadir berkata: “Jadi setiap doa yang dipanjatkan seorang hamba tidak akan diangkat ke hadapan Allah swt. sampai disertai dengan shalawat. Sebab shalawat merupakan pengantar terkabulnya suatu doa.

Imam an Nawawi dalam Kitab al Adzkaar berkata: Bahwa sebelum berdoa disunahkan bagi seorang muslim untuk memanjatkan pujian kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan membaca shalawat kepada Rasulullah saw.

Haruskan bershalawat setiap waktu akan berdoa.


Lantas hadir pertanyaan apakah setiap waktu akan berdoa mesti membaca shalawat lebih dulu. Mengenai perihal ini, bisa dijelaskan seperti berikut :

1. Hadits di atas adalah satu keterangan yang pasti jika sebelum memulai berdoa seseorang hamba sebaiknya bershalawat untuk Rasulullah saw. yakni sesudah membaca hamdalah. Karena membaca shalawat adalah salah satunya sebab dikabulkannya doa. Ini merupakan sandaran yang shahih.

2. Keharusan membaca shalawat menjadi pembuka doa, dikhususkan untuk doa doa yang sifatnya umum. Salah satunya bila seseorang berdoa untuk suatu yang dia mohonkan pada Allah swt. di sepertiga malam, atau ada yang inginkan suatu lantas berdoa usai melaksanakan shalat atau pada berbagai macam doa yang sifatnya umum ini sebaiknya di buka dengan membaca hamdalah serta bershalawat pada Rasulullah saw.

3. Bila seorang berdoa yang sifatnya khusus sebagaimana yang diajarkan Rasulullah saw untuk dibaca pada waktu, tempat serta kondisi spesifik, maka Rasulullah saw tidak memberikan contoh untuk membaca hamdalah serta shalawat terlebih dulu namun secara langsung membaca doa yang di ajarkan beliau yaitu sesuai lafaz serta peruntukkannya. Seperti  membaca doa keluar rumah, doa pergi ke masjid, doa waktu hujan turun, doa masuk pasar serta banyak lagi yang lainnya.

Contoh Bacaan Puji-pujian kepada Allah dan Shalawat kepada Rasulullah saw. saat berdo'a


Doa tidak hanya diawali dengan membaca shalawat kepada Nabi Muhammad saw. tetapi terlebih dahulu diawai dengan membaca hamdalah dan puji-pujian kepada Allah swt. Hal ini dapat dicontohkan sebagai berikut:

أَعُوذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ, بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ, حَمْدًا يُوَافِى نِعَمَهُ وَ يُكَافِى مَزِيْدَهُ, يَا رَبَّنَا َلَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِي لِجَلاَلِ وَجْهِكَ وَ عَظِيْمِ سُلْطَانِكَ

Artinya: “Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk. Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam, dengan pujian yang sesuai dengan segala nikmat-Nya dan memadai dengan penambahan-Nya. Ya Tuhan kami, hanya bagi-Mu segala puji, sebagaimana pujian itu patut bagi keluhuran-Mu dan keagungan kekuasaan-Mu.”

أَللهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِهِ وَ صَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ

Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah rahmat dan kesejahteraan kepada junjungan kami Nabi Muhammad, beserta keluarga dan sahabat semuanya.”

Seudah membaca awalan dalam berdoa yaitu membaca alhamdalah dan puji-pujian kepada Allah dan shalawat kepada Rasulullah, maka kita berdoa dengan pelan dan khusu' sesuai dengan keinginan yang ingin kita minta melalui doa kepada Allah swt. Kemudian pembaan doa diakhiri pula dengan shalawat kepada Rasulullah saw. dan puji-pujian kepada Allah swt.

وَ صَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ آلِهِ وَ صَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ, وَ سَلاَمٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ, وَ الْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

Artinya: “Dan semoga Allah melimpahkan rahmat-Nya kepada junjungan kami Nabi Muhammad, beserta keluarga dan sahabat semuanya. Maha Suci Tuhanmu yang mempunyai keperkasaan dari apa yang mereka (orang-orang kafir) katakan, dan semoga kesejahteraan senantiasa dilimpahkan kepada para utusan Allah, dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.”

Do'a adalah salah satu cara untuk meminta kepada Allah swt, sebagaimana firmannya bahwa "mintalah niscaya akan aku (Allah) do'a kalian". Maka berdoalan dengan do'a yang baik dan dengan cara yang santun.

Demikianlah postingan singkat tentang shalawat menjadi salah satu sebab dikabulkannya doa, semoga bermanfaat. Wallahu a'lam.

Shalawat Menjadi Salah Satu Sebab Doa Dikabulkan

Alasan Mengapa Doa Tak Kunjung Dikabulkan Oleh Allah
Ingin memiliki rejeki baik dan lancar terus setiap hari? Siapa yang tak menginginkan itu? Sebab sudah menjadi ciri khas manusia, jika kemewahan dunia itu kesenengan mereka.

Itu wajar dan normal! Yang menjadi masalah adalah faktanya tidak semua umat mempunyai nasib mujur. Berapa atau sebagian ada yang merasa telah berkerja keras dan diikuti dengan berdoa kepada Allah, namun hasil yang didapatkan tetap tidak sesuai dengan apa yang ia harap dan impikan.

Ini bisa saja menimpa siapa saja, barangkali juga Anda dan saya. Sebagai seorang hamba pasti menjdai pertanyaan dan akan lahir rasa penasaran, mengapa ini bisa terjadi. Akan tetapi alangkah baiknya lakukan instropeksi terlebih dahulu, apakah hal-hal di bawah ini masih dikerjakan ataukah tidak. Jika masih maka harus dihindari dan dihilangkan agar doa dikabulkan dan rejeki menjadi lancar.

1. Masih Membawa Beban Dosa


Anda melakukan kesalahan berat kepada Allah swt dan belum bertaubat, serta belum membayar kafaroh pada dosa besar. Jika memang merasa pernah mengerjakan hal tersebut, maka segeralah  diselesaikan, jangan sampai berlarut-larut, hingga kemudian menghambat dikabulkannya doa dan rezeki menjadi tidak lancar.

2. Masih Memakan Barang Haram


Tanpa kita sadari profesi atau pekerjaan kita tidak selamanya baik di mata Allah. Mungkin saja Anda ada perasaan bersalah pada diri Anda sendiri, misalnya memakan uang riba, atau jika Anda berkerja sebagai pedagang sering berkata bohong tentang produk Anda ke pembeli. Meskipun ujungnya barang tersebut laku juga, akan tetapi Anda sudah berbohong pada orang lain. Nah, keadaan-keadaan sepele itu yang tanpa kita sadari dapat menghalangi datangnya rejeki.

3. Berpakaian Najis


Berpakaian najis biasanya terjadi pada seseorang yang hendak pergi shalat, dan masih memakai baju yang mengandung unsur itu. Misalnya baru saja mencuci baju, pakaian yang dipakai tidak diganti, dan langsung shalat. Apakah ini menghargai Allah? Ingatlah saat kita shalat kemudian dilanjutkan dengan berdoa, itu artinya kita tengah menghadap Allah, apalagi jika diiringi dengan permintaan doa. Ini sama saja tidak menghormati keberadaan-Nya, menghadap dengan baju ala kadarnya. Jika Anda bertamu ke rumah orang dengan pakaian sembarangan apakah diterima? Begitu juga dengan permintaan doa Anda kepada Allah, apakah dikabulkan bila meremehkan kehadiran-Nya?

4. Berdosa Kepada Kedua Orang Tua


Orangtua itu merupakan perwujudan Tuhan di muka bumi, yang wajib kita hormati dan disayangi, sebab mereka yang melahirkan kita ke dunia. Oleh sebab itu berbuat baik kepada mereka sudah menjadi kewajiban sebagai seorang anak, agar doa-doa yang dipanjatkan senantiasa dikabulkan Allah. Jika berdosa segeralah minta maaf dan jangan mengulang kesalahan lagi.

5. Susah Bersedekah


Memperbanyak amal sedekah bisa memperlancar rejeki, karenanya jangan pelit! Misalnya : sodaqoh untuk pembangunan masjid, membersihkan harta yang dimiliki sesuai ketentuan jumlah kekayaan yang dimiliki dan sebagainya. Ibarat memacing ikan, semakin besar umpan yang diberikan, maka semakin besar pula kesempatan mendapatkan ikan lebih besar.

6. Enggan Berbuat Baik Dan Menolong Orang Lain


Pada dasarnya kebaikan selalu mendatangkan kebaikan bagi yang mengerjakan. Mungkin yang membalas bukan orang yang dibantu, tetapi orang lain. Meski terlambat, kabaikan akan datang di saat yang tepat, bukankah dalam hidup manusia mahkluk sosial? Menyisihkan sejumlah harta yang dimiliki untuk membantu sesama, tidak akan pernah mengurangi rejeki. Justru semakin bertambah, sebab doa baik akan selalu mengalir dari orang yang ditolong.

Alasan Mengapa Doa Tak Kunjung Dikabulkan Oleh Allah

Islam merupakan agama yang sempurna, segala syariatnya untuk kebaikan manusia, baik itu kewajiban, larangan, sunnah dan sebagainya. Bahkan dalam keseharian umat Islam diwajibkan untuk berkata-kata yang baik, agar orang yang diajak bicara merasa nyaman dengan diri kita.

Kebaikan yang kita ajarkan kepada orang lain akan mendapat pahala yang terus mengalir selama kebaikan diajarkan secara berkelanjutan, pahalanya sama dengan kebaikan yang dilakukan oleh orang lain tersebut. Dalam salah satu hadis Rasulullah saw. bersabda.

‎ﻣَﻦْ ﺩَﻝَّ ﻋَﻠَﻰ ﺧَﻴْﺮٍ ﻓَﻠَﻪُ ﻣِﺜْﻞُ ﺃَﺟْﺮِ ﻓَﺎﻋِﻠِﻪِ

"Barang siapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia akan mendapat pahala seperti orang yg melakukannya". (H.R. Muslim)

Jika kita menunjukkan kebaikan kepada seseorang maka kita akan mendapat pahala yang sama dengan kebaikan yang orang itu lakukan. Kemudian orang itu mengajarkan lagi kebaikan kepada orang lain, maka kita akan mendapatkan pahala lagi, begitupula seterusnya. Itulah yang disebut Rasulullah sebagai "Ilmu Nafiah" ilmu yang bermanfaat yang akan menjadi bekal hingga di akhirat kelak.

Dalam kehidupan sehari-hari kita akan melakukan komunikasi dengan orang lain. Tutur kata akan menunjukkan siapa diri kita. Sehingga alangkah baiknya kita selalu menggunakan kata-kata yang baik, sebaimana yang diajarkan dalam Islam. Berikut ini beberapa kata yang baik dan menjadi do'a.

Ganti Ucapan Sehari-hari kita dengan Doa yang Baik


Ganti ucapan 'ok' dengan ucapan "Insya Allah"

‎اِنْ شَآ ءَ اللَّهُ

Ganti ucapan "wow" dengan ucapan "Subhana Allah"

‎سُبْحَانَ اللهُ

Ganti ucapan "hebat" dengan ucapan "Masya Allah"

‎مَاشَآءَاللّهُ

Ganti ucapan "saya baik-baik saja" dengan ucapan "Allhamdulillah"

‎الْحَمْدُ لِلَّهِ

Tambahkan ucapan "Terimakasih" dengan ucapan "Jazaka (ki, kumu ) llahu Khairan"

‎ جَزَاك اللهُ خَيْرًا

Tambahkan ucapkan "Hati-hati ya... sampai jumpa" dengan ucapan "Fii Amanillah"

‎فِي أَمَانِ الله

Ganti ucapan "Hello" dengan ucapan "Assalamu alaikkum Warahmatullah"

‎ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ

Doa yangg indah untuk berterima kasih kepada Allah, di semua waktu dan kesempatan.

"Allahumma a'inni 'ala dzikrika wa syukrika wa husni 'ibadatika"

 ‎عِبَادَتِكَ ‎اللَّهُمَّ أَعِنِّى عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ

Kebaikan dalam Ucapan Salam


Salam pendek : "Assalamualaikum", memiliki 10 kebaikan.

Salam sedang : "Assalamualaikum warahmatullah", memiliki 20 kebaikan.

Salam panjang dan lengkap : "Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh", memiliki kebaikan yang sempurna.

Segala kebaikan akan mendapat ganjaran kebaikan dari Allah, sedangkan segala keburukan akan mendapatkan ganjaran yang buruk dari Allah. Semoga kita tetap istiqamah dalam jalanNya. Amin

Ganti Ucapan Sehari-hari kita dengan Doa yang Baik