Coretanzone: Dunia Sekolah

    Social Items

Perangkat Pembelajaran Berkarakter Bahasa Inggris SMA/SMK
Ketika memasuki tahun ajaran baru, guru dituntut untuk memiliki perangkat pembelajaran dalam melaksanakan fungsinya sebagai pengajar dan pendidik di dalam kelas maupun di luar kelas, sebagai bentuk pelayanan yang baik kepada peserta didik. Perangkat pembelajaran adalah alat yang digunakan sebagai acuan dalam pelaksanaan proses belajaran mengajar yang disiapkan sebelum memasuki kelas.

Elemen pembelarajan di dalam kelas terdiri dari manusia, dan alat pembelajaran. Sebagaiman kita ketahui bahwa pembelajaran membutuhkan sistem dan alat sehingga tingkat keberhasilannya dapat mencapai apa yang telah diinginkan. Sistem saat ini adalah kurikulum tingkat satuan pendidikan itu sendiri, sedangkat alatnya adalah perangkat pembelajaran dan alat-alat belajara lainnya.

Perangkat pemebelajaran berkarakter menjadi bagian terpadu antara mengajar pelajaran yang diampuh dengan mendidik para peserta didik untuk mengenal karakter bangsanya yang terdiri dari keagamaan, moral, budaya bangsa dan lain sebagainya.

Saat ini guru dituntut bukan saja dapat memberikan materi secara ilmiah, tetapi juga dituntut dapat memberikan hal lain yang dapat membawa peseta didik dalam mencapai keberhasilan pada tataran pendidikan dan kelangsungan hidupnya di dalam masyarakat.

Perangkat pembelajaran yang baik itu dapat menduduk cita-cita pendidikan nasional yaitu : "Mencerdaskan Kehidupan Bangsa", dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi serta iman dan taqwa. Ini merupakan tantangan besar bagi guru, dimana guru dituntut untuk mencerdaskan tiga ranah penting di dalam diri siswa (Kecerdasan Emosional, Kecerdasan Spiritual dan Kecerdasan Intektual).

Perangkat Pembelajaran Berkarakter Bahasa Inggris SMA/SMK


Di sini akan kami bagikan perangkat pembelajaran berkarakter lengkap bahasa inggris SMA/SMK yang dapat bapak dan ibu guru unduh secara gratis, dengan tujuan sebagai bahan acuan dalam menyusun perangkat pembelajaran di satuan pendidikan masing-masing.

1. RPP Bahasa Inggris SMA Berkarakter (unduh di sini)

2. Silabus Bahasa Inggris SMA (unduh di sini)

3. Perangkat Pembelajaran Lainnya (unduh di sini)

Struktur Perangkat Pembelajaran Berkarakter Bahasa Inggris SMA/SMK


Struktur perangkat pembelajaran berkarakter bahasa Inggris SMA/SMK terdiri atas 6 perangkat pembelajaran sebagai berikut:

1. Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar

2. Pemetaan SK dan KD Bahasa Inggris SMA/SMK

2. RPP Berkarakter Bahasa Inggris SMA/SMK

3. Silabus Bahasa Inggris SMA/SMK

4. Program Semester Bahasa Inggris SMA/SMK

5. Program Tahunan Bahasa Inggris SMA/SMK

6. KKM Bahasa Inggris SMA.

Demikian postingan kali ini tentang perangkat pembelajaran berkarakter Bahasa Inggris SMA/SMK, semoga bermanfaat.

Perangkat Pembelajaran Berkarakter Bahasa Inggris SMA/SMK

Perangkat Pembelajaran Bahasa Arab SMA/MA
Perangkat pembelajaran merupakan alat untuk melakukan aktifitas pembelajaran di dalam kelas. Tanpa perangkat pembelajaran tersebut seorang guru akan kesulitan untuk memulai proses belajar mengajar secara terstruktur dan terencana. Kelengkapan perangkat pembelajaran merupakan suatu kewajiban yang sudah ditentukan dalam kurikulum, sehingga menjadi kewajiban seorang guru untuk memiliki perangkat tersebut.

Semua guru pasti ingin menjadi guru professional, dimana guru profesional adalah orang yang mampu dalam melaksanakan tugas sebagai guru dan mampu menerapkan proses belajar mengajar yang efektif dan efisien sehingga hasil dari proses itu adalah siswa dapat memiliki kompetensi yang mapan dan dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Ada sebagaian guru hanya mengejar menyelesaikan target pembelajaran (menyelsesaikan materi pembelajaran) tanpa memperhatikan tingkat pemahaman siswa terhadap materi yang disampaikan di dalam kelas. Alhasil materi pelajaran selesai dibahas siswa tidak dapat menerapkan materi tersebut.

Inilah fenomena yang tak asing lagi kita lihat di lapangan pendidikan, fenomena yang sangat merugikan siswa dan dunia pendidikan. Olehnya itu, sudah saatnya kita sebagai guru, mari sama-sama kita menata kembali proses belajar mengajar yang efektif dan efisien dengan memperhatikan tingkat kemampuan siswa, sehingga nantinya apa yang menjadi harapan pendidikan dapat tercapai dengan baik.

Perangkat Pembelajaran Bahasa Arab SMA/MA Kurikulum 2013


Berikut ini adalah perangkat pembelajaran bahasa arab SMA/MA kurikulum 2013 yang dapat diunduh sebagai acuan dalam menyusun perangkat pembelajaran di satuan pendidikan masing-masing.

1.  Perangkat Pembelajaran Bahasa Arab Kurikulum 2013 Kelas X (unduh di sini)

2.  Perangkat Pembelajaran Bahasa Arab Kurikulum 2013 Kelas XI (unduh di sini)

3.  Perangkat Pembelajaran Bahasa Arab Kurikulum 2013 Kelas XII (unduh di sini)

Perangkat Pembelajaran Bahasa Arab SMA/MA KTSP


Berikut ini adalah perangkat pembelajaran Bahasa Arab SMA/MA yang sesuai dengan kurikulum tingkat satuan pendidikan.

1. Perangkat Pembelajaran Bahasa Arab KTSP Kelas X (unduh di sini)

2. Perangkat Pembelajaran Bahasa Arab KTSP Kelas XI (unduh di sini)

3. Perangkat Pembelajaran Bahasa Arab KTSP Kelas XII (unduh di sini)

Perangkat pembelajaran bahasa Arab untuk jenjang pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA) atau Madrasah Aliyah (MA) dan Sederajat sebagai pedoman bagi guru bahasa Arab dalam menyusun perangkat pembelajan. Perengkat pembelajaran tersebut antara lain adalah:

1. Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) Bahasa Arab MA/SMA

2. Program Tahunan Bahasa Arab MA/SMA

3. Program Semester Bahasa Arab MA/SMA

4. Silabus Bahasa Arab MA/SMA

5. RPP Bahasa Arab MA/SMA

6. Rincian Minggu Efektif dan Jumlah Jam Efektif Bahasa Arab MA/SMA

7. Pemetaan SK KD Bahasa Arab MA/SMA

Demikianlah postingan kali ini tentang Perangkat Pembelajaran Bahasa Arab SMA/MA, semoga bermanfaat bagi bapak/ibu guru sekalian dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

Perangkat Pembelajaran Bahasa Arab SMA/MA

Mengembangkan Langkah-langkah Pembelajaran di dalam Kelas

"Langkah-langkah pembelajaran di dalam kelas merupakan bagian dari kompetensi guru yang wajib diketahui. Seorang guru tidak bisa masuk ke dalam kelas tanpa mengetahui langkah-langkah pembelajaran".

Belajar merupakan hak seluruh rakyat Indonesia yang wajib diberikan negara kepada mereka. Kecerdasan masyarakat merupakan hal yang wajib dimiliki oleh sebuah bangsa yang besar. Dalam belajar pasti ada tahapan-tahapan yang dilakukan secara terstruktur agar pembelajaran dapat berjalan secara lancar, tertib dan baik.

Pembelajaran yang baik dilaksanakan sesuai dengan tahapan-tahapan yang sudah ditentukan oleh kurikulum. Selain ketentuan yang sudah ada guru juga perlu melakukan improvisasi sendiri dengan menyesuaikan kondisi peserta didik yang ada di sekolahnya.

Terkadang tahapan-tahapan pembelajaran yang dilakukan oleh guru harus mengalami perubahan namun tujuan dari pembelajaran itu tidak terlepas dari tahapan tersebut. Guru juga harus dapat melakukan explorasi kepada siswanya sehingga dapat menemukan strategi pembelajaran yang baik. Jangan sampai strategi pembelajaran hanya itu-itu saja, alhasil siswa akan merasa bosa dengan pembelajaran.

Karakteristik setiap sekolah itu sangat berbeda, tergantung pada sosio kultur peserta didik di daerah di mana sekolah itu berada. Selain itu daya tangkap siswa juga berbeda, ada siswa yang cepat memahami apa yang dijelaskan guru sedangkan ada pula yang lamban dalam menerima pelajaran. Di sinilah kecerdasan seorang guru dilihat, bagaimana caranya sehingga dia dapat mengajar dengan kondisi peserta didik yang berbeda.

Kalau di dalam kelas hanya terdapat orang-orang cerdas saja, maka guru tidak memiliki sedikit tantanganpun, karena dengan gampang mereka akan memahami pelajaran yang disampaikan oleh guru. Oleh karena setiap siswa mempunyai karakteristik yang berbeda maka disusunlah langkah-langkah pembelajaran untuk menjadi pedoman dan mempermudah guru dalam mengajar di kelas.

Secara umum pelaksanaan belajar mengajar di kelas mencakup tiga kegiatan yaitu; pembukaan, pembentukan kompetensi dan penutup.

Pembukaan merupakan kegiatan awal yang mencakup pembinaan keakraban dan pre tes (tes awal). Pembentukan kompetensi adalah kegiatan inti pembelajaran yang mencakup penyampaian informasi terkait materi pokok, membahas materi pelajaran dalam rangka membentuk kompetensi siswa, dan melakukan tukar pendapat dan pengalaman dalam membahas materi pelajaran (materi pokok) atau memecahkan masalah yang ditemukan secara bersama.

Kegiatan penutup dalam pembelajaran merupakan kegiatan akhir yang mencakup; menarik kesimpulan, mengajukan beberapa pertanyaan, menyampaikan bahan-bahan pendalaman yang harus dipelajari dan tugas-tugas yang harus dikerjakan, dan membahas pos tes, baik itu secara tertulis, lisan maupun perbuatan.

Mengembangkan Langkah-langkah Pembelajaran di dalam Kelas

Panduan Pengembangan Silabus Mata Pelajaran SMA dan Madrasah Aliyah

Berbicara mengenai silabus berarti semua guru pasti sudah tau apa itu silabus sebenarnya. Silabus digunakan dalam rangka membuat rancangan pembelajaran, yang nantinya akan dijabarkan lanjut oleh RPP untuk digunakan dalam proses belajar mengajar.

Silabus dalam pengertiannya adalah merupakan rencana pembelajaran pada suatu mata pelajaran yang mencakup Kompetensi Inti (KI), Kompetensi Dasar (KD), materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar. Dalam Kurikulum 2013 silabus sudah dipersiapkan oleh pusat, sehingga guru tidak perlu repot-repot untuk menyusunnya. Guru sebagai pengajar tinggal mengembangkannya disesuaikan dengan karakter sekolah

Prinsip Pengembangan Silabus SMA

  1. Prinsip Ilmiah; dalam pengembangannya seluruh materi dan kegiatan yang menjadi muatan silabus harus benar-benar dapat dipertanggung jawabkan.
  2. Prisip Relevan; cakupan, kedalaman tingkat kesukaran dan urutan penyajian materi sesuai dengan tingkat perkembangan fisik, intelektual, sosial, emosional, dan spritual peserta didik.
  3. Prinsip Sistematis; komponen-komponen silabus saling berhubungan secara fungsional dalam mencapai kompetensi.
  4. Prinsip Konsisten; adanya hubungan yang konsisten (taat asas) anatar kompetensi dasar, indikator, materi pokok, kegiatan pembelajaran, sumber belajar dan sistem penilaian.
  5. Prinsip Memadai; cakupan indikator, materi pokok, kegiatan pembelajaran, sumber belajar, dan sistem penilaian cukup untuk menunjang pencapaian kompetensi dasar.
  6. Prisip Aktual dan Kontekstual; cakupan indikator, materi pokok, kegiatan pembelajaran, sumber belajar, dan sistem penilaian memperhatikan perkembangan ilmu, teknologi dan seni mutakhir dalam kehidupan nyata dan peristiwa yang terjadi.
  7. Prinsip Fleksibel; keseluruhan komponen silabus dapat mengakomodasi keragaman peserta didik, pendidik, serta dinamika perubahan yang terjadi di sekolah dan tuntutan masyarakat.
  8. Prinsip Menyeluruh; komponen silabus mencakup keseluruhan ranah kompetensi (sikap, pengetahuan, dan keterampilan).

Komponen-komponen Pengembangan Silabus SMA

  1. Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK)
  2. Materi Pokok/Pembelajaran
  3. Kegiatan pembelajaran yang menggunakan pendekatan saintifik
  4. Penilaian
  5. Alokasi Waktu
  6. Sumber Belajar
Prinsip dan komponen pengembangan silabus di atas merupakan paparan awal tentang Pengembangan Silabus, sedang untuk lebih jelas dalam mendalami materi ini silahkan hubungi kami melalui kontak atau komentar.

Panduan Pengembangan Silabus Mata Pelajaran SMA dan Madrasah Aliyah

Membangun Proses Belajar Mengajar yang Efektif di Sekolah
Proses belajar mengajar merupakan suatu hal yang mutlak terjadi di lembaga pendidikan. Tanpa proses belajar mengajar maka, lembaga pendidikan itu akan mati atau hilang. Untuk itu dalam pelaksanaan belajar mengajar ada hal yang perlu untuk ditata atau diperbaiki. Penataan terhadapa Proses Belajar Mengajar di Sekolah sangat diperlukan demi kemajuan peserta didik dalam belajar.

A. Pendahuluan


Proses belajar mengajar merupakan interaksi timbal balik antara pengajar (guru) dengan pelajar yang dilakukan secara verbal, visual dan komunikatif di dalam satu ruangan atau satu tempat. Pada dasarnya proses belajar mengajar tidak sebatas pengertian formal semata. Proses belajar mengajar mempunyai pengertian yang luas. Perluasan makna terhadap proses belajar mengajar dilihat dari pengertian belajar dan mengajar itu sendiri.

Secara umum belajar mempunyai makna sebagai proses untuk mengenal, mengetahui dan mengaplikasikan, sedangkan mengajar merupakan proses transfer pengetahuan  dari satu pihak kepada pihak yang lain. Mengajar tidak saja sebatas pada seorang guru dalam memjelaskan pelajaran tetapi guru juga akan mendapat pengetahuan balik dari siswa yang diajarkannya, sehingga dalam proses belajar mengajar ada timbal balik antara guru dan murid.

“Apa yang anda ketahui belum tentu saya ketahui dan apa yang saya ketahui belum tentu anda ketahui” mungkin kata-kata ini bisa menggambarkan proses belajar mengajar yang sesungguhnya. Sudah saatnya guru bukan lagi sebagai sumber pengetahuan di dalam kelas, tetapi siswa juga mempunyai peran dalam memberikan pengetahuan yang dia miliki dalam belajar, guru sebenarnya mempunyai fungsi sebagai fasilitator dalam memfasilitasi proses penyerapan pengetahuan yang dilakukan oleh para siswa yang hadir sebagai peserta didik.

Konsep seperti ini sebenarnya sudah banyak disampaikan oleh para ahli dan praktisi pendidikan modern yang melihat perkembangan pendidikan sudah tidak lagi seperti saat dulu, saat ini sebagaimana sudah kita ketahui bahwa untuk mengakses informasi sudah mudah, sehingga seorang siswa juga memiliki pengetahuan sendiri, hasil dari melakukan proses belajarnya di luar jam belajar di sekolah.

Hal ini berbanding terbalik dengan sistem pendidikan klasik dimana guru dijadikan sebagai patron atau sumber pengetahuan dalam proses belajar mengajar, alhasil siswa hanya datang, duduk, mendengar dan mengerjakan apa yang diperintahkan oleh guru kemudian pulang di rumah. Model pendidikan klasik seperti ini masih banyak digunakan di sekolah-sekolah yang belum dijangkau oleh teknologi dan belum memiliki multimedia pendidikan yang memadai di daerah tersebut, seperti daerah-daerah perbatasan, daerah pedalaman dan daerah-daerah tertinggal lainnya.

Kalau di daerah perkotaan atau daerah yang dunia pendidikannya sudah mengalami kemajuan dan masih terdapat guru yang menggunakan sistem pendidikan klasik maka, sudah saatnya untuk mengubah perilaku itu.

Guru berperan memberikan stimulus kepada siswa agar menggali pengetahuan sebanyak mungkin, guru jangan lagi terlalu aktif di dalam kelas dan memberikan ruang kepada siswa untuk berinteraksi dalam memberikan ide, pengetahuan dan ilmu yang dia miliki dalam mengembangkan perilaku pendidikan. Kalau guru terus yang aktif di dalam kelas, siswa akan menjadi pasif dan hal ini akan mempengaruhi tingkat kecerdasan siswa.

B. Perilaku Pendidikan


Perilaku pendidikan adalah tindak-tanduk atau tata cara dalam pelaksanaan pendidikan. Perilaku pendidikan menurut penulis bisa diartikan sebagai metode, model, atau sistem yang dibangun dalam proses belajar mengajar. Perilaku pendidikan atau metode pembelajaran sangata banyak kita jumpai dalam pembahasan pendidikan, diantaranya adalah metode ceramah, metode diskusi, metode induksi, metode penugasan, metode siswa belajar efekti, metode catatat buku sampai habis, dan metode-metode lainnya.

Di sini kami akan menguraikan dua perilaku pendidikan yang kami anggap tidak begitu diperhatikan dan digunakan dalam proses belajar mengajar, padahal dampak postitif dari kedua metode ini sangat efektif dalam menstimulus tingkat pengetahuan siswa. Kedua metode itu antara lain adalah sebagai berikut :

1. Membuka Ruang Diskusi

Kalau kita lihat di dalam lapangan pendidikan kebanyakan proses belajar mengajar kurang menggunakan metode diskusi sebagai salah satu cara dalam perilaku pendidikan, kebanyakan guru hanya menggunakan metode ceramah sebagai cara untuk menyampaikan pelajaran. Siswa hanya mempunyai fungsi sebagai pendengar yang baik, kemudian menyerap semua yang disampaikan guru tanpa memberikan protes atau mengkritik kalau penyampaian guru tidak sesuai dengan alur pikirannya.

Sedangkan jika menggunakan model diskusi, maka siswa akan bebas berekspresi dalam artian dialektika pengetahuan, dan bebas menyampaikan apa yang ada dalam pikirannya. Guru hanya memediasi proses diskusi tersebut, mengarahkan jalannya diskusi, dan memperbaiki jika ada kesalahan, serta mengarahkan siswa jika proses diskusi keluar dari alur yang sudah ditentukan.

2. Belajar Langsung dari Alam

Kalau kita baca dalam literatur pendidikan atau literatur filsafat, kita akan menemukan bahwa hampir semua ahli ilmu pengetahuan atau filsuf belajar dari alam atau lingkunangan sekitar. Ide, konsep, dan teori yang mereka kemukakan tidak lain adalah hasil dari analisa dan perenungan panjang gejolak yang ditampilkan oleh alam.

Peran kita saat ini adalah bagaimana kita belajar dari pengalam yang telah mereka contohkan. Sudah saatnya untuk guru dan siswa belajar dari alam sekitar, sedangkan konsep atau teori yang ditunangkan di dalam buku dijadikan sebagai landasan teoritis dalam menemukan pengetahuan baru yang dikembangkan dari pengetahuan sebelumnya. Belajar di luar ruangan kelas juga akan mendorong semangat siswa untuk menggali pengetahuan yang mereka temukan di dalam lingkungan dimana dia tinggal, jadi bukan buku saja sebagai sumber pengetahuan tetapi alamlah sumber pengetahuan sebenarnya.

C. Penutup


Proses belajar mengajar merupakan cara ampuh dalam memberantas ketertinggalan dan keterbelakangan satu komunitas masyarakat dalam hal pendidikan, entah bagaimana proses pendidikan itu dilaksanakan, mau dengan cara formal atau non-formal sama saja, yang penting ada interaksi belajar mengajar yang dilakukan. Kadang orang hanya memandang belajar itu hanya ada di dalam ruang kelas, padahal belajar itu bisa dimana saja dan siapapun bisa menjadi guru.

Perilaku pendidikan atau model pembelajaran juga menjadi kaku jika dilaksanakan dengan cara yang begitu-begitu saja, tanpa ada pembaharuan dengan melihat potensi yang dimiliki siswa, olehnya itu kedua tawaran yang kami sampaikan di atas mungkin bisa menjadi bahan analisa dan pertimbangan bagi kita semua sebagai pelaku pendidikan dalam menjalankan aktifitas pendidikan di sekolah.

Membangun Proses Belajar Mengajar yang Efektif di Kelas

Dorongan atau Motivasi dalam Belajar Bagi Peserta Didik

Dalam belajar seseorang memerlukan dorongan atau motivasi untuk meningkatkan kualitas belajarnya. Dengan motivasi yang berasal baik itu dari dalam dirinya atau dari laur seseorang akan giat belajar.

Motivasi merupakan keinginan yang timbul dari dalam diri untuk melakukan sesuatu secara sadar dengan jalan tertentu sesuai dengan apa yang ingin dilakukan. Motivasi sudah merupakan bawaan diri manusia sejak lahir, sehingga dalam melakukan aktifitas tertentu seseorang akan melihat pada potensi dan kemampuan serta apa yang melandasi aktifitas yang akan dilakukan.

Dalam hal belajar, motivasi menjadi sangat penting, baik itu motivasi yang berasal dari dalam diri maupun motivasi yang berasal dari luar. Seseorang akan belajar jika ada hal yang memberikan dorongan. Hal yang dapat memotivasi belajar yang beasal dari dalam diri antara lain sebagai berikut :
  • Adanya kebutuhan untuk memiliki kecerdasan
  • Adanya pengetahuan untuk kemajuan diri
  • Adanya cita-cita yang ingin dicapai
  • dan lain-lain
Selain itu, motivasi belajar juga bisa berasal dari luar diri seseorang, seperti berasal dari lingkungan keluarga, lingkungan sosial masyarakat dan lingkungan sekolah. Salah satu motivasi belajar adalah untuk memperbaiki keadaan ekonomi keluarga, atau motivasi lain seperti ingin pintar dan bisa menjadi orang terhormat di dalam lingkungan masyarakat, atau kalau dalam lingkungan sekolah misalnya seseorang belajar untuk bisa menjadi juara kelas.

Dorongan atau motivasi dalam belajar bisa berasal dari mana saja dan dalam bentuk apa saja. Motivasi juga bisa berasal dari media internet, media elektronik, media cetak, dan lain sebagainya. Sumber-sumber motivasi dalam belajar diharapkan bersifat positif, sehingga siswa akan belajar untuk tujuan yang positif pula.

Motivasi mempunyai peranan penting bagi siswa dalam belajar, dengan adanya motivasi siswa akan bergairah untuk terus meningkatkan pengetahuannya melalui porses belajar, baik itu di dalam kelas maupun di luar kelas. Pembelajaran yang baik akan meningkatkan prsetasi belajar siswa atau hasil belajar yang lebih baik. Hal ini terjadi karena motivasi mempunyai fungsi kerja yang baik dan efisien baik itu dalam proses belajar maupun hasil belajar. Fungsi motivasi sebagai berikut :
  1. Fungsi Membangkitkan
  2. Fungsi Harapan
  3. Fungsi Intensif
  4. Fungsi Disiplin
Fungsi motivasi yang pertama membangkitkan gairah peserta didik untuk melakukan proses belajar secara baik, baik itu secara formal yaitu pada pertemuan pembelajaran di kelasa, maupun belajar di luar kelas seperti di rumah atau tempat-tempat lainnya.

Fungsi motivasi yang kedua yaitu memberikan harapan kepada siswa bahwa ketika belajar dengan giat maka suatu saat hasilnya akan baik. Dengan belajar seseorang akan mengalami perubahan dalam segala lini. Baik itu perubahan sikap, perubahan cara pandang atau cara berpikir dan perubahan-perubahan lain yang bersifat materi.

Fungsi Intesif mengandung arti bahwa dalam belajar seorang siswa harus didorong dengan memberikan hadiah atau penghargaan ketika siswa mencapai pembelajkaran yang maksimal. Hadiah ini bisa berasal dari keluarga, guru atau sekolah.

Fungsi disiplin merupakan fungsi yang terakhir, dimana kedisiplinan menjadi tolak ukur segala hal, baik itu dalam belajar maupun hal lainnya. Kedisiplinan membuat peserta didik menjadi tertib dalam belajar. Dengan disiplin siswa akan mengatur waktunya untuk belajar dan beraktifitas lainnya, sehingga ada keseimbanga. Siswa tidak harus terus belajar mereka juga butuk relaksasi pikiran untuk mendapatkan kesegran pikiran.

Dorongan atau Motivasi dalam Belajar Bagi Peserta Didik

Pengembangan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Bagi Guru Mata Pelajaran

Pengembangan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) sudah menjadi salah satu hal yang menjadi bagian dari kinerja guru di sekolah. Perangkat pembelajaran satu ini sudah tidak asing lagi untuk setiap gutu, bahkan merupakan hal wajib bagi seorang guru untuk memilikinya. Pembelajaran tidak akan berjalan dengan baik dan sistematis jika guru tidak memiliki perangkat pembelajaran yang satu ini.

RPP adalah rencana kegiatan pembelajaran pertatap muka atau lebih. RPP dikembangkan atau merupakan penjabaran langsung dari silabus untuk mengarahkan proses pembelajaran peserta didik dalam upaya mencapai Kompetensi Dasar. Sehingga sebelum mengembangkan RPP terlebih dahulu mengembangkan silabus.

RPP mempunyai komponen-komponen yang disusun secara sistematis. Komponen itu menyesuaikan permendikbud yang paling sedikit memuat; (1) identitas sekolah, mata pelajaran, kelas dan semester, (2) aloksi waktu, (3) KI, KD, dan Indikator Pencapai Kompetensi, (4) materi pembelajaran, (5) kegiatan pembelajaran, (6) penilaian, dan yang terakhir adalah (7) media/alat, bahan dan sumber belajar.

Di  setiap  satuan  pendidikan setiap  guru berkewajiban  menyusun RPP untuk  mata pelajaran  yang diampuh. Pada  setiap  permulaaun semester  atau  permulaan tahun pelajaran RPP sudah dapat dikembangkan, dengan maksud agar RPP sudah siap atau sudah tersedia pada awal pembelajaran, ini juga agar guru tidak repot lagi dalam menyusun perangkat pembelajaran ketika proses pembelajaran telah berjalan dengan aktif.

Dalam pengembangannya, RPP dapat dikembangkan secara mandiri atau oleh kelompok atau bersama-sama melalui MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) di sekolah dan lintas sekolah.

Pengembangan RPP ini sangat penting bagi pengembangan pembelajaran di kelas. Belajar yang terencana akan menghasilkan output yang berkualitas. Kalau kegiatan belajar siswa tidak terencana, maka proses belajar mengajar bisa berjalan amburadul alias kacau. Materi yang disampaikan juga tidak menentu, pada akhirnya yang bingung adalah peserta didik.

Pengembangan RPP menuntun seorang guru untuk melakukan kajian dan analisa yang baik, RPP tidak disusun atas dasar pengalaman atau rujukan semata yang ada dalam buku teks, tetapi juga melihat kebutuhan peserta didik dan juga kebutuhan sosial kemasyarakatan.

Pengembangan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Bagi Guru Mata Pelajaran

Model Penyelenggaraan Peminatan, Lintas Minat, dan Pendalaman Minat di Sekolah

Model penyelenggaraan peminatan, lintas minat, dan pendalaman minat dilaksanakan pada jenjang pendidikan SMA sesuai dengan panduan yang terdapat di dalam kurikulum. Pada kurikulum 2013 terjadi perubahan model pelaksanaan pembelajaran di sekolah. Walau demikian perubahan tersebut tidak terlalu signifikan. Hanya ada beberapa model penyelenggaraan pendidikan saja yang berubah.

Peminatan merupakan program kulikuler yang memofuskan peserta didik pada mata pelajaran yang khusus mereka pelajari, peminatan mengakomodasi pilihan minat peserta didik, bakat peserta didik, dan kemampuan peserta didik dengan orientasi pemusatan mata pelajaran, perluasan mata pelajaran, dan pendalaman mata pelajaran atau muatan kejuruan.

Lintas Minat adalah program kulikuler yang disediakan untuk mengakomodasi perluasan pilihan minat peserta didik, bakat peserta didik, dan kemampuan akademik peserta didik yang diorientasikan pada penguasaan kelompok mata pelajaran keilmuan di luar pilihan minat.

Pendalaman minat yaitu program kulikuler yang disediakan oleh sekolah kepada peserta didik untuk mengakomodasi pendalaman pilihan minat akademik peserta didik dengan diorientasikan pada pendalaman kelompok mata pelajaran keilmuan dalam lingkup pilihan minat.

Peminatan seperti halnya pada kurikulum KTSP yang membagi peserta didik pada jurusan tertentu seperti IPA, IPS, dan Bahasa, untuk memfokuskan peserta didik dalam belajar. Peminatan dibagi menjadi tiga kelompok yaitu Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Ilmu Pengetahuan Sosial, dan Bahasa dan Budaya. Ketiga kelompok tersebut mata pelajarannya dapat dilihat di bawah ini.

Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, (a) Matematika, (b) Biologi, (c) Fisika, dan (d) Kimia. Ilmu Pengetahuan Sosoal, (a) Geografi, (b) Sejarah, (c) Sosiologi, dan (d) Ekonomi. Bahasa dan Budaya, (a) Bahasa dan Sastra Indonesia, (b) Bahasa dan Sastra Inggris, (c) Bahasa dan Sastra Asing Lain, dan (d) Antropologi.

Peminatan merupakan program wajib yang harus diikuti oleh semua peserta didik yang ada di jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA). Peminatan akan menggelompokkan peserta didik dalam proses pembelajaran sehingga mereka akan terfokus pada pelajaran tertentu selain pelajaran wajib. Sedangkan lintas minat merupakan permintaan peserta terhadap beberapa mata pelajaran yang tidak ada dalam pilihan minatnya. Rata-rata pesreta didik hanya diberi dua pilihan mata pelajaran lintas minat saja, hal ini agar peserta didik tidak melebihi beban belajaran yang sudah ditentukan.

Pendalaman minat dilaksanakan jika ada peserta didik yang ingin mendalami materi pelajaran yang tidak ada di sekolah dengan perguruan tinggi. Dalam pelaksanannya sekolah dan perguruan tinggi  melakukan kerja sama yang dituangkan dalam nota kesepahaman.

Yang menjadi persoalan dalam pelaksanaan pendalaman minat yaitu jika tidak ada perguruan tinggi di tempat di mana sekolah itu berada, seperti di daerah pedalam misalnya. Sehingga sekolah betul-betul memfokuskan pada keadaan dan karakter sekolah sekolah tersebut.

Model Penyelenggaraan Peminatan, Lintas Minat, dan Pendalaman Minat di Sekolah