Coretanzone: Kepulauan Kei

    Social Items

Pantai Hoat Sorbay merupakan salah satu teluk diantara sekian banyak teluk yang ada di kepulauan kei. Hoat Sorbay berasal dari bahasa kei, hoat artinya teluk, sedangkan sorbay adalah surabaya. Masyarakat setempat percaya bahwa teluk hoat sorbay memiliki kemiripan dengan pantai yang berada di surabaya. Selain itu di teluk ini dalam tuturan lisan merupakan teluk untuk pertama kalinya berlabuh kapal yang berasal dari bali. Orang-orang yang berasal dari bali inilah yang kemudian mencetuskan hukum adat yang berlaku dalam tatanan masyarakat kei.

Berikut ini 4 foto keindahan pantai hoat sorbay di kepualaun kei yang sangat menakjubkan.

1. Biarkan foto yang bercerita tentang keindahan sunset di pantai hoat sorbay.

Pantai Hoat Sorbay: The Stuning Sunset View

2. Lukisan Tuhan selalu indah, tak ada yang bisa menandinginya. Pernakah kau mendengar Tuhan berfirman dengan bahasa alam?

Pantai Hoat Sorbay: The Stuning Sunset View

3. Kita ditempa dengan lautan, di sana kita berjaya

Pantai Hoat Sorbay: The Stuning Sunset View

4. Terbenamnya matahari sebagai tanda-tanda kekuasaan Tuhan


Itulah 4 foto keindahan pantai hoat sorbay di kepulauan kei.

4 Foto Keindahan Pantai Hoat Sorbay di Kepulauan Kei

Menelusuri Kolam Renang dan Pemandian Alami Nen Masil di Kepulauan Kei
Ketika hari minggu atau hari libur lainnya tiba, rasanya tidak enak kalau saya tidak melangkahkan kaki ke luar rumah menikmati keindahan alam. Terlebih setelah kepulauan ini mendapatkan penghargaan sebagai Surga Tersembunyi Terpopuler membuat saya menjadi tambah bangga dan tambah besemangat untuk terus mengeksplore seluruh tempat wisata di daerah ini.

Salah satu objek wisata yang ramai dikunjungi setiap hari libur adalah kolam renang dan pemandian alami Nen Masil yang terletak di desa Evu kecamatan Hoat Sorbay Kab. Maluku Tenggara. Objek wisata ini puncak ramenya berada pada sekitar jam tiga hingga jam tujuh malam di setiap hari libur. Biasanya masyarakat di sini pergi ke satu atau dua tempat wisata terlebih dahulu setelah itu baru mereka mengakhiri perjalanan wisata di kolom pemandian air alam ini untuk mandi atau sekedar melepas penat sembari menikmati udara segar dan keindahannya.

Kolom air pemandian alami nen masil sangat bersih dan jernih, karena berasal dari sumber mata air yang terpelihara keaslian dan kemurniannya. Air di sini juga menjadi salah satu sumber mata air yang digunakan untuk konsumsi masyarakat kab. Maluku Tenggara.

Di sekitar kolom pemandian ini masyarakat desa menyediakan beragam kuliner lokal seperti embal (makanan yang berasal dari olahan singkong beracun), sayur sir-sir, ikan bakar, gorengan, dan makanan lokal lain yang rasanya betah di lidah.

Fasilitas


Fasilitas yang ada di sini adalah tempat parkir gratis, pondokan-podokan kecil yang harga sewanya Rp. 35.000, bantal renang yang sekali disewa dengan harga Rp. 10.000 hingga Rp. 20.000 tergantung besar kecilnya. Untuk retribusi masuk tempat wisata ini harganya sangat murah, kendaraan roda dua Rp. 10.000, kendaraan roda empat (mobil penumpang dan mobil pribadi) Rp. 20.000, dan untuk bis besar harganya Rp. 25.000.

Spot Foto


Tak lengkap rasanya jika traveling tidak mengabadikan momen-momen penting saat berkunjung di salah satu tempat wisata.

Kolom pemandian alami nen masil memliki banyak spot yang keren untuk dijadikan sebagai latar dalam pengambilan gambar. Semua spot di sini masih alami, belum terlalu banyak yang dirubah.

Ketika menghabiskan akhir pekan di sini saya sempat berfoto untuk mengabadikan momen yang indah ini. Alam di sini membuat saya tidak menahan diri untuk dibidik dengan kamera, padahal saya salah satu orang yang tidak terlalu suka dipotret, saya lebih suka memotret.

Kolom Untuk Anak Kecil


Menelusuri Kolam Renang dan Pemandian Alami Nen Masil di Kepulauan Kei

Di sni sangat aman untuk piknik bersama anak, selain memiliki kolom renang besar, pemandian alami nen masil memiliki juga kolom kecil untuk anak kecil.

Anak kecil bebas bermain dan mandi di kolom kecil ini, karena dangkal, bersih, jernih, dan air terus mengalir, sehingga sirkulasi pergantian air itu terus berjalan setiap saat.

Keindahan yang masih alami biarkan menjadi alami seperti dirinya itu, jangan kita rusaki dengan mendatangkan berbagai macam kemewahan buatan.

Kolam Renang dan Pemandian Alami Nen Masil di Kepulauan Kei

Backpacker di Kepulauan Kei: Cerita dari pasir putih di pantai Ngursarnadan
Motor yang saya kendarai terus melaju dengan kecepatan 60km/jam menelusuri jalan beraspal, menerjang panasnya suhu matahari yang hampir mecapai 30 derajat celcius. Jalanan tidak begitu ramai dengan hingar bingar suara mobil atau motor yang biasa kita lihat di dalam kota.

Di kota ini saya paling senang berwisata dengan mengendarai motor, banyak hal baru yang saya jumpai selama perjalanan. Bertemu dengan orang baru atau bertemu dengan orang yang sudah saya kenal lalu saling menegur sapa dengan membunyikan klakson motor atau sekedar menganggukkan kepala dan memberikan senyum terbaik yang saya miliki.

Sudah sekitar 35 menit perjalanan dari kota Tual menuju ke pantai dengan pasir yang lembut. Dari google map, jarak antara tempat tinggal saya dengan pantai Ngur Sarnadan yang terletak di Desa Ohoililir sekitar 18 km. Kalau hanya dengan berjalan kaki ala kelompok pecinta alam, mungkin waktu yang dibutuhkan untuk sampai ke tempat ini sekitar 3 jam lebih.

Matahari tak terik lagi, diganti dengan sejuknya angin laut yang bertiup pelan dari arah barat. Pohon kelapa dan pohon-pohon besar lainnya di sepanjang bibir pantai seakan berbicara bahwa "datanglah ke dalam dekapan jiwaku, duduklah dibawahku dan nikmatilah keindahan pantai ini. Jiwamu adalah jiwaku dan jiwaku adalah jiwamu, aku adalah pesona yang hadir untuk menghibur kegundahan hatimu".

Ahhhhh, ottak liarku mulai bermain dengan alam, sejenak saya sedang berkhayal di bawah pondokan yang beratapkan anyaman dari daun pohon rumbia dan bambu. Beberapa pondokan kecil yang berjejeran di pinggir pantai berpasir halus ini dibangun atas swadaya masyarakat. Sepertinya belum ada campur tangan dari luar termasuk pemerintah setempat. Semua masih terlihat alami, seperti jiwa murni yang belum disentuh oleh noda duniawi.

Saya sempat bercerita dengan seorang ibu penjual makanan di situ tentang pengelolaan tempat wisata Ngur Sarnadan. "Di sini adalah tanah petuanan dan tanah adat milik masyarakat Desa Ohoililir, sehingga pembangunan dan pengelolaan tidak bisa diambil alih secara langsung oleh pemerintah atau pihak ketiga".

Di satu sisi jika tidak ada investor yang didatangkan oleh pemerintah maka, tidak ada pembangunan vasilitas-vasilitas wisata, seperti hotel, penginapan, dan sarana pendukung lainnya. Namun jika diminta untuk memilih maka, saya lebih memilih pilihan pertama. Alasannya adalah agar tanah adat tidak hilang karena dijual kepada investor, pesona alam yang masih asri tetap terjaga dan yang paling penting bagi saya adalah pantai dengan pasir halus nan lembut ini tetap tenang sehingga menginspirasiku dalam menulis dan memulai langkah baru.

Foto-foto


Sudah sekitar jam 15.00 WIT, air laut mulai surut. Di kejauhan sana, saya melihat ada beberapa orang wisatawan manca negara sedang berjemuran di atas pasir. Di bagian atas mereka ada penginapan yang dikhusukan buat wisatwan yang ingin menginap.

Tempat wisata yang dekat dengan pantai pasir panjang ini selalu dikunjungi oleh wisatawan lokal maupun wisatawan manca Negara. Garis pantai yang dimilikinya menyatu dengan pantai pasir panjang, sehingga memungkinkan wisatawan untuk berjalan kaki menelusuri putihnya pasir dan tenangnya lautan.

Bumi terus berputar dan matahari seakan terus turun ke ufuk barat. Perahu-perahu yang berlabuh di depan pantai bergoyang mengikuti irama ombak yang datang menghampiri bibir pantai. Keduanya menghasilkan irama alam yang luar biasa merdunya. Anak anjing berserta induknya becengkrama di pinggir tripot yang saya pasang tak jauh dari tempat saya berteduh. Burung-burung berkicau di atas dahan-dahan pohon, sepertinya mereka sedang bersiap untuk pulang ke peraduan malam.

Sebagian besar pengunjung mulai bergegas pulang dengan mobil dan motor yang mereka kendarai, meninggalkan kami yang sedang menanti datangnya sunset. Beberapa penduduk setempat berlalu lalang melihat kegiatan saya dan pecinta sunset lainnya memansang alat dan mencari tempat terbaik untuk memotret. Tiga piramida exposure sedang disetting, mencari speed, diagfragma dan iso yang tepat untuk keadaan alam yang mulai gelap.

Di depan saya terpampang lukisan yang maha agung, dinding-dinding langit diukir dengan ukiran tangan yang tak terlihat, warna merah, kuning, dan biru berpadu membentuk pola warna yang indah. Sinar matahari memainkan perannya dalam membentuk gradasi warna, semua mata tertuju ke sana, ke kedalaman hasil karya sang pencipta.

Matahari semakin menjauh hingga tenggelam di belahan bumi yang lain. Gelap sudah menghampiri, namun sisa-sisa cahaya masih tertinggal di dinding-dinding langit. Bulan mulai muncul dari sebelah timur, cahaya yang dipancarkan oleh bulan dan warna langit menggoda selera untuk bertahan sejenak menikmati pemandangan yang jarang saya temui ini.

Seberkas cahaya muncul dari kejauhan, sepertinya ada penduduk desa yang menyalakan lampu pelita di dalam pondokan kecilnya yang ia gunakan sebagai tempat berjualan gorengan, ikan bakar, dan menu makanan lain. Rasanya saya belum puas menikmati kemegahan alam tadi, mungkin nanti saya akan bertemu dengannya lagi di kala saya kembali ke sini.

Tempat wisata yang terletak di kecamatan kei-kecil, kabupaten Maluku Tenggara ini selalu memikat hati orang yang pernah ke sini. Pasirnya yang halus seperti tepung, pepohonan yang rindang, suasana alam yang masih asri terlebih sunsetnya yang menyisahkan rindu.

Cerita dari Keelokan Pantai Ngursarnadan di Kepulauan Kei

Menikmati Air Goa Hawang yang Berwarna Biru Safir di Kepulauan Kei
Goa ini bernama Goa Hawang atau dalam bahasa setempat disebut sebagai Wear Lian Hawang. Di dalam goa terdapat air yang sangat jernih, berwarna biru seperti batu safir. Airnya sangat sejuk dan sangat segar ketika mandi.

Dalam cerita mitos masyarakat sepempat, Goa ini ditemukan oleh seorang pemburu dan 4 anjing miliknya pada zaman dahulu. Karena haus, si pemburu berniat untuk meminum habis seluruh air yang ada di dalam goa, namun dia tidak berhasil karena dikutuk menjadi batu besar yang menjulang ke atas.

Sebenarnya kalau kita lihat dalam pembentukan goa, batu besar dan beberapa batu kecil yang ada di dasar goa yang menjulang ke atas merupakan stalagmit dan juga batu stalaktit yang menjulur ke bawah. Keduanya menambah keindahan goa.

Goa ini memiliki dua lapisan air yakni air dangkal dan air dalam. Gambar di atas menunjukkan lokasi air dangkal.

Air Goa Hawang terletak di Desa Letvuan, Kec. Hoat Sorbay,  Kab. Maluku Tenggara - Propinsi Maluku. Perjalanan dari langgur ke lokasi wisata ini dapat ditempuh dalam waktu 30 menit melalui Jln. K.H. Abdurrahman Wahid atau melalui jalan poros desa Debut.

Tampak bagian atas atau bagian depan goa. Dari sini kita sudah bisa melihat stalaktit yang tumbuh dari atas ke bawah. Goa ini terlihat seperti tenggorokan manusia.

Lokasi wisata alam ini memiliki pondokan-pondokan kecil sebagai tempat istirahat, dan ada beberapa pondokan lagi sedang dalam pengembangan.

Sebenarnya lokasi ini memiliki dua air goa, yang satu kecil dan sempit sedangkan yang satunya lagi luas dan dikembangkan sebagai lokasi wisata. Untuk masuk ke dalam lokasi wisata Air Goa Hawang anda akan dikenakan biaya sebesar Rp. 5000 bagi pengguna roda dua, sedangkan yang menggunakan mobil sebesar Rp. 10.000.

Segarnya Air Goa Berwarna Biru Safir membuat saya ingin berlama-lama di dalamnya. Bagaimana dengan kamu?

Sebuah kiriman dibagikan oleh Jufri Derwotubun (@jufri_derwotubun) pada

#Ayo ke goa hawang

Goa Hawang: Keindahan Butiran Safir yang Mempersona

Keindahan Pantai Metro di Ohoi Madwaer, Kepulauan Kei
Kepulauan kei atau juga disebut oleh penduduk setempat sebagai Nuhu Evav merupakan salah satu kepulauan dengan pantainya yang eksotis. Hampir seluruh pantai yang ada di kepulauan ini memiliki pasir yang putih, bersih, halus, dan lautnya memiliki air yang jernih, belum tercemar oleh limbah.

Salah satu tempat wisata dengan pasir putih dan terhalus se-Asia ada di kepulauan kei yaitu Pantai Ngur Bloat, terletak di Desa Ngilngof. Sebenarnya hampir semua pasir pantai di kepulauan kei sehalus pasir yang ada di pantai Ngur Bloat. Namun hanya sebagian kecil yang saat ini dijadikan sebagai objek wisata, sedangkan sebagian besar pantai berpasir putih “masih perawan”. Oleh penduduk pesisir dijadikan sebagai tempat berlabuhnya perahu, kapal-kapal nelayan, tempat penjemuran rumput laut, dan kegiatan nelayan lainnya.

Salah satu pantai yang saya dan teman-teman Komunitas Jelajah Pesona Indonesia datangi yaitu pantai yang terletak di Desa / Ohoi Madwaer. Penjelajahan di madwaer dimulai dari ide seorang teman komunitas yang pernah datang ke pantai itu beberapa tahun lalu. Dia mengatakan bahwa pantai tersebut lumayan bagus. Sayapun menjadi penasaran dan setelah sampai di sana ternyata pantainya super keren. Bisa dijadikan sebagai tempat tongkrongan ketika hati sedang gelisah dan hati sedang gundah-gulana, hehehe

Di pantai desa madwaer kita dapat menemukan suasana alam yang masih asri, dan belum banyak dikunjungi oleh pecinta turing. Di sana kami sendiri wisatawan yang datang hari itu, yang kami temui hanyalah beberapa orang penduduk desa yang lalu lalang melihat keseruan kami bermain ombak.

Di sebelah kanan kami, ada empat anak kecil yang sedang asyik bermain, mereka membuat rumah-rumahan dari pasir, namun ketika air pasang datang rumah-rumahan itu ikut rubuh diterjang ombak.

Ombak di pantai Desa Madwaer bisa digunakan untuk berselancar karena ombaknya lumayan besar, selain itu bisa juga untuk mandi-mandi, snorkling, dan kegiatan pantai lain yang seru-seru. Untuk anak kecil atau orang yang tidak bisa berenang harus diawasi ketika ingin mandi di pantai Desa Madwaer.

Pantai Ohoi Madwaer belum memiliki fasilitas wisata, "pantainya belum dikenal luas oleh masyarakat umum sehingga penduduk setempat belum menyediakan keperluan wisata tersebut", kata seorang warga ketika kami sedang bercerita di bawah pohon kelapa. Di sana saya melihat hanya ada beberapa perahu nelayan yang berlabuh di pantai dan ada sampan yang karam di atas pantai depan kampung.

Foto-foto


Keindahan Pantai Metro di Ohoi Madwaer, Kepulauan Kei
Keindahan Pantai Metro di Ohoi Madwaer, Kepulauan Kei
Keindahan Pantai Metro di Ohoi Madwaer, Kepulauan Kei
Keindahan Pantai Metro di Ohoi Madwaer, Kepulauan Kei
Keindahan Pantai Metro di Ohoi Madwaer, Kepulauan Kei
Keindahan Pantai Metro di Ohoi Madwaer, Kepulauan Kei
Keindahan Pantai Metro di Ohoi Madwaer, Kepulauan Kei
Keindahan Pantai Metro di Ohoi Madwaer, Kepulauan Kei
Keindahan pantai metro membuat kamu akan rindu untuk mengunjunginya, dan ketika sudah ke sana maka, kamu akan mau lagi dan mau lagi ke sana, nga percaya? Buktikan saja sendiri.

Trip ke Pantai Ohoi Madwaer


Penjelajahan hari itu memang membuat saya menjadi agak lelah, kami komunitas jelajah pesona Indonesia berputar mengelilingi pulau kei kecil yang dimulai dari sebelah barat. Setelah keluar dari kota langgur, kami menelusuri jalan raya Debut hingga menyeberangi jembatan yang terdapat antara Ohoi Dian Darat dan Ohoi Dian Pulau, kemudian menyeberangi lagi jembatan gantung yang besi-besinya sudah karat dan terlepas, papan-papannya sudah mulai lapuk yang ada diantara Ohoi Dian Pulau dan Ohoi Tetoat.

Hari itu asten nama panggilan untuk salah satu anggota kelompok, berada paling depan bersama boncengannya ade Astri. Ajus bersama istri dan anaknya (anggota komunitas yang masih balita) ade jamilah berada di tengah, sedangkan saya dan ade rina berada di posisi paling belakang. Kami semua mengendarai motor untuk perjalanan yang memakan waktu hampir 2 jam.

Jarak antara kota Tual dengan lokasi pantai ohoi Madwaer sekitar 35km lebih. Sedangkan dari langgur sekitar 30km. Kondisi jalan poros debut beraspal, namun kondisi jalan dari desa Tetoat menuju ke Desa Wab (Kecamatan Hoat Sorbay) sangat buruk. Namun untuk menikmati pemandangan yang indah dan suatu pengalaman yang baru, kami nekat melalui jalan yang rusak tersebut.

Setelah melewati beberapa desa, sampailah kami di pantai yang memberikan kemewahan alam. Saat itu yang kami dengar hanyalah kebisingan deruan ombak, bunyi gesekan nyiur kelapa yang ditiup oleh angin, tawa girang anak-anak kecil yang bermain pasir, dan teriakan-teriakan kami yang senang karena bisa sampai di salah satu tempat yang mengagumkan di Timur Indonesia.

Hari itu kami melakukan banyak aktifitas, hunting, berenang, bermain ombak, dan seru-seruan di sana. Tanpa kami sadari waktu sorepun menjelang, air laut sudah mulai pasang dan rasanya sudah seharian kami melepas penat di pantai itu.

Kami mulai bersiap untuk pulang, melewati jalan sebelah timur kei kecil. Di sebelah timur kei kecil terdapat dua kecamatan yakni; Kecamatan Kei Kecil Timur Selatan dan Kecamatan Kei Kecil Timur. Jalan yang menghubungkan Desa Madwaer dan dua kecamatan ini hingga Langgur sudah beraspal dan sangat baik untuk dilalui oleh kendaraan.

Bagi pecinta turing atau traveler yang ingin ke Pantai Desa Madwaer, saya sarankan menggunakan jalur timur, terlebih yang menggunakan mobil karena hanya jalur ini saja yang bisa dilalui oleh mobil.

Keseruan kami berakhir hari itu ketika kelajuan motor kami terus bertambah, cahaya matahari mulai hilang diganti dengan gelapnya malam, dan ketika cahaya lampu di kota Tual mulai menghiasi sepanjang jalan raya baldu hadat.

Lokasi


Pantai Desa Madwaer, Kecamatan Kei Kecil Barat, Kabupaten Maluku Tenggara, Provinsi Maluku.

Cerita dari Pesona Pantai Metro di Ohoi Madwaer, Kepulauan Kei

Saya duduk di atas pasir di pantai ohoidertavun mencari spot terbaik untuk membekukkan keindahan pantai. Tak begitu banyak orang yang datang hari itu, hanya ada kami, warga desa dan beberapa orang bule yang menanti tenggelamnya matahari.

Anak-anak kecil bermain pasir dengan girang, mereka sedang menggali bia (kerang laut) yang berada di dalam pasir. Anak-anak desa ohoidertavun sudah terbiasa dengan pantai dan lautan. Senyum yang keluar dari wajah mereka ketika sedang bermain membuat saya merasa bahagia, apalagi mereka berbicara masih menggunakan bahasa kei yang sudah jarang digunakan oleh penduduk kepulauan kei.

Melihat keindahan di sini secara langsung membuat saya dan teman-teman jelajah terkagum. Kami membicarakannya sambil terus menatap air yang semakin surut dan matahari yang terus bergerak ke arah barat.

Meti Kei


Ohoidertavun terkenal dengan meti kei (air surut) yang panjang. Ketika air surut nampak pasir putih halus timbul membentuk gundukan-gundukan kecil yang berjejeran di sepanjang pantai. Saya berjalan menyusuri meti untuk menikmati dan merasakan sensasi-sensasi baru yang hadir lewat setiap sentuhan pasir putih yang bercampur dengan air asin.

Begitu lembut dan halus, itulah yang saya rasakan ketika kaki saya menyentuh pasir di setiap langkah. Matahari yang menyengat tak membuatku merasa panas, saya seperti disihir hingga tak mempedulikan panasnya matahari.

Burung Endemik


Ohoidetavun memiliki burung endemik  yaitu burung bangau yang masih banyak berterbangan di pantai. Burung-burung ini berterbangan menghiasi pantai tanpa rasa takut diburu oleh manusia, karena masyarakat di sini tidak mengganggu keberadaan burung endemik ini, sehingga setiap tahun keberadaannya bertambah banyak.

Dalam mitos masyarakat kei, burung bangau merupakan burung keramat yang memiliki nilai mistis dalam kepercayaan lokal. Keberadaannya tidak dapat diusik karena akan menyebabkan bencana. Apapun kepercayaan itu, selama memiliki nilai baik bagi keberlangsungan hidup burung bangau maka, perlu terus dipelihara sebagai bagian dari warisan lokal yang menguntungakan bagi keseimbangan alam.

Pesona Sunset


Di saat matahari mulai terbenam, warna langit begitu indah. Efek cahaya matahari terpantul di atas air yang berlandung di pasir. Perpaduan warna yang begitu menarik membuat saya terpaku dan terpesona dalam bidikan kamera. Saat-saat seperti ini jarang saya temua, ketika langit, awan, dan bumi menyatu dalam lukisan Tuhan yang nyata.

Di kejauhan mata memandang, ada tiga orang anak kecil sedang asyik bermain sampan. Mereka berlarian sambil mendorong sampan itu ke darat. Pemandangan yang jarang dilihat di kota, di desa mereka masih bermain dengan alam, mereka dimanjakan dengan pesonanya yang tidak akan ada habis-habisnya.

Foto-foto


Keindahan alam merupakan berkah, memelihara keindahan adalah bentuk mensyukuri nikmat Tuhan.

Fasilitas


Pantai ohoidertavun memiliki beberapa fasilitas wisata, seperti tempat duduk dari kayu, pondokan-pondokan yang terbuka, dan home stay yang berada di pinggir pantai. Home stay atau penginapan di sini banyak digunakan oleh orang-orang bule atau turis manca negara, kata seorang pemandu wisata "mereka datang di ohoidertavun untuk melihat meti kei (air surut) sunset, dan goa yang terdapat lukisan tangan orang-orang terdahulu".

Lokasi wisata pantai ohoidertavun belum memiliki fasilitas wisata yang memadai. Fasilitas yang ada dibangun hanya dengan sedikit bantuan dana desa dan swadaya masyarakat. Walaupun demikian keindahan alami melampaui kemewahan buatan manusia.

Lokasi


Ohoidertavun terletak di Kecamatan kei kecil, kabupaten Maluku Tenggara. Letaknya tidak jauh dengan Langgur (ibu kota kabupaten), hanya 9,9 km dengan waktu perjalanan dengan mobil atau motor 16 menit.

Jarak tempuh yang dekat dengan langgur dapat membuat wisatawan cepat sampai ke sini. Transportasi ke sini juga sangat mudah. Jika anda traveling sendirian bisa menggunakan ojek yang harganya relatif murah. Atau jika traveling kelompok maka bisa menggunakan mobil rental atau mobil angkutan umum yang dicarter.

Pesona Meti Kei di Pantai Ohoidertavun, Kepulauan Kei

Keindahan Pantai dengan Pasir Putih dan Terhalus Dunia di Kepulauan Kei
Sudah hampir setengah jam saya berada di atas sepeda motor menyusuri jalan raya menuju ke pantai Ngur Bloat yang terletak di Desa Ngilngof, Kab. Maluku Tenggara. Kebetulan hari itu bukan hari libur sehingga jalanan tidak begitu ramai dengan kendaraan, hanya beberapa kendaraan saja yang saya temui di jalan.

Di depan pintu masuk desa wisata terdapat gapura yang bertuliskan ucapan selamat datang kepada wisatawan yang ingin menikmati pantai dengan pasir terhalus di dunia ini. Saya sepintas membaca tulisannya, walaupun sederhana namun menjadi petunjuk bagi pengunjung yang baru datang berwisata ke pantai Ngur Bloat.

Saya terus melaju dengan kendaraan roda dua masuk ke dalam tempat wisata, saya bertemu dengan beberapa orang yang memberikan senyum, saya membalas senyum mereka dengan senyum terbaik yang saya miliki.

Di depan pintu masuk pantai terdapat pos penjagaan yang dijaga oleh beberapa orang. Setelah saya ajak mereka berbincang-bincang sejenak saya menjadi tau bahwa semua orang yang mengelola tempat wisata ini adalah penduduk setempat. Tidak ada satupun orang luar yang menanam modal atau ikut mengelola tempat wisata ini. Benar-benar membuat saya menjadi iri sekaligus bangga dengan penduduk lokal yang mempunyai kepasitas dalam mengelola tempat wisata.

Ada pondokan kecil di bawah pohon besar yang letaknya tak jauh dari pos penjagaan, saya meletakkan tas kamera di atas dipan yang terbuat dari papan, kemudian duduk dan memandangi pantai Ngur Bloat masih alami, di sini hanya ada pemandangan pantai yang mempesona, pondokan-pondokan kecil, tempat penjualan makanan dan ada beberapa penginapan yang terletak diujung pantai.

Kehalusan pasir yang dimiliki oleh Ngur Bloat bagaikan tepung terigu. Pasir yang ada di sini  berwarna putih, lembut, dan bersih. Selain pasirnya yang terkenal halus, air launtnya juga tenang dengan ombak kecil, sehingga cocok untuk berenang, memancing, snorkling, dan kegiatan hiburan air laut lainnya.

Pantai pasir panjang sangat cocok untuk tempat piknik keluarga, tempat ngumpul bareng teman, tempat santai sendiri, tempat untuk melepaskan kejenuhan dan tempat beristirahat bersama kekasih. Keindahan dan kealamian pantai pasir panjang dapat membuang stres yang ada dalam pikiran, dapat melepaskan lelah, dan dapat menambah rasa cinta.

Salah satu pesona alam yang ada di pantai ngur bloat adalah ketika matahari terbenam. Di sini warna langit menjadi kuning keemasan dan kemerahan. Awan terbentuk seperti ukiran-ukiran Tuhan yang tampak di atas langit, pantulan cahaya matahari mewarnai air laut yang tenang, sehingga membuat perpaduan yang keindahannya sulit untuk digambarkan dengan kata-kata.
Ketika Tuhan sedang menciptakan pantai ini, Tuhan sedang tersenyum gembira, hingga pantai ini bagaikan surga kecil yang jatuh dari langit
Waktu tidak bisa berputar kembali, waktu akan berlalu mengikuti ketetapan yang sudah diatur, namun waktu dapat dibekukkan melalui bidikan kamera. Keindahan alam ini untuk dinikmati oleh manusia, tidak untuk dieksploitasi secara berlebihan.

Foto-foto


Keindahan Pantai dengan Pasir Putih dan Terhalus Dunia di Kepulauan Kei
Keindahan Pantai dengan Pasir Putih dan Terhalus Dunia di Kepulauan Kei
Keindahan Pantai dengan Pasir Putih dan Terhalus Dunia di Kepulauan Kei
Keindahan Pantai dengan Pasir Putih dan Terhalus Dunia di Kepulauan Kei
Keindahan Pantai dengan Pasir Putih dan Terhalus Dunia di Kepulauan Kei
Keindahan Pantai dengan Pasir Putih dan Terhalus Dunia di Kepulauan Kei
Keindahan Pantai dengan Pasir Putih dan Terhalus Dunia di Kepulauan Kei
Keindahan Pantai dengan Pasir Putih dan Terhalus Dunia di Kepulauan Kei
Keindahan Pantai dengan Pasir Putih dan Terhalus Dunia di Kepulauan Kei
Keindahan Pantai dengan Pasir Putih dan Terhalus Dunia di Kepulauan Kei
Bagaimana dengan keindahan pantai ini? Kamu sudah punya list untuk berlibur ke sini? Kalau kamu ke sini saya jamin akan selalu rindu untuk kembali lagi dan lagi.

Info


Bagi pengunjung yang ingin menginap di pantai pasir panjang tinggal memesan penginapan yang dimiliki oleh penduduk setempat dengan harga relatif murah. Pengunjung juga bisa memesan makanan di sini, seperti ikan bakar segar + sambal, nasi putih, gorengan dan makanan lainnya.

Pesona Pantai Ngurbloat dengan Pasir Putihnya Terhalus Dunia

Pantai Karang yang Eksotis di Desa Elaar, Maluku Tenggara
Pesisir pantai kei kecil timur selama ini belum banyak dijejaki oleh para pengembara atau traveler, baik lokal maupun manca negara. Selama ini kepulauan kei hanya diperkenalkan dengan pantai berpasir putih yang halus dan pantai pasir putih yang menjulur ke laut. Sedangkan pantai batu karang tidak begitu terekspos.

Saat itu hari mulai siang, saya melakukan solo traveling untuk menikmati akhir pekan di pesisir timur pulau kei kecil. Melalui jalan raya K.H. Abdurahman Wahid Kabupaten Maluku Tenggara (masyarakat setempat menyebutnya jalan TOL), saya memulai perjalanan, melintasi beberapa desa sambil melihat pantai mana yang akan saya singgahi.

Sempat saya berpikir untuk singgah di beberapa tempat, namun karena rimbunan pohon yang memagari pantai-pantai tersebut maka saya terus melaju dengan motor hingga sampai di suatu desa yang masih asri.

Pantai Karang Desa Elaar Lamagorang


Pantai karang yang eksotis di desa Elaar, Maluku Tenggara
Suasana desa Elaar Lamagorang begitu sunyi, waktu itu sekitar jam 12.41 siang sehingga warga mungkin sedang istirahat. Saya hanya bertemu dengan dua gadis kecil yang menikmati hawa sejuk di bawah pohon yang dekat dengan pantai, saya mengajak mereka berdua untuk berbicara tentang lokasi pantai yang air lautnya sedang pasang. Di sela-sela pembicaraan kami bertiga, saya mengajak mereka untuk berofoto, namun mereka menolak dengan alasan nanti dimarahi orang tuanya.

Beberapa saat saya beristirahat di pantai yang mereka sebut sebagai vutroa ngur ho huwang lar i tel untuk melepas lelah, karena telah melakukan perjalanan yang jarakanya sekitar 37 km dari Langgur. Sekitar 10 menit saya duduk sambil ngobrol dengan kedua gadis kecil yang saya temui itu, mereka begitu asik memberi keterangan tentang desanya, walaupun tidak lengkap tetapi setidaknya ada sedikit informasi yang saya dapatkan tentang pantai desa elaar lamagorang.

Setelah berbicara dengan mereka berdua, saya berjalan ke begian kiri pantai yang mereka sebut sebagai pantai vat wahan (ujung batu) yang banyak ditumbuhi pohon kelapa dan rimbunan semak belukar. Karena medan yang masih baru saya agak berhati-hati agar tidak jatuh di atas batu karang yang keras dan tajam. Setelah sampai di tempat yang saya tuju, yang terlintas di pikiran saya,

Kenapa saya harus ke bali kalau di sini ada pantai seindah surga.

Pantai karang yang eksotis di desa Elaar, Maluku Tenggara
Bum.... ombak yang menghantam batu karang membuat air laut pecah hingga mengenai tubuh saya. karena saya berada di dekat batu karang yang terkena hantaman air laut.

Ombak tapicah di batu karang buih tapisah di kiri-kanan. Pernakah anda mendengar lirik lagu ini? Kira-kira begitulah gambaran pantai ini. Saat pertama kali ke sini, saya tak bisa berkata apa-apa selain memuji Tuhan "subhanallah" yang telah menciptakan pantai seindah ini.

Semua yang ada di sini masih alami, bersih, dan lautnya biru belum dicemari oleh limbah, tak ada sampah yang berserakan. Sehingga bagi kamu yang ingin berkunjung ke sini agar tetap menjaga kelestarian lingkungan dengan tidak membuang sampah di sembarangan tempat khususnya sampah non-organik dalam hal ini yang paling parah adalah sampah plastik.

Di pantai ini, saya melepas lelah dari kebisingan kota, menikmati setiap ombak yang datang menghantam batu karang sambil mengabadikan momen indah ini "membekukan waktu dengan kamera".

Kuburan di Pinggir Pantai


Pantai karang yang eksotis di desa Elaar, Maluku Tenggara
Di pantai ini ada kuburan yang terletak di atas batu karang dekat pantai. Saya mendekati kuburan itu dan mencari jejak yang mungkin bisa memberitahu gambaran tentang kuburan itu. Namun tidak ada informasi yang pasti. Di bagian depan kuburan hanya tertulis satu kata yang tidak saya pahami. Saya hanya membatin "kok ada kuburan Islam di desa ini". Kebetulan masyarakat desa elaar lamagorang beragama kristen.

Setelah mencari informasi terkait dengan kuburan itu, saya mendapat jawaban dari seorang pemuda desa bahwa, kuburan itu merupakan kuburan panglima perang pertama masyarakat wadan (Banda Eli) yang meninggal di elaar lamagorang dan dikubur di situ.

Tempat Larangan


Di Ohoi elaar lamagorang ada tempat terlarang yang tidak bisa dimasuki oleh sembarangan orang, sayapun tidak diizinkan masuk oleh warga karena alasan 'tempat pamali', hanya orang-orang tertentu saja yang boleh masuk, kalaupun ada orang lain yang ingin masuk maka, harus mendapatkan izin dan ditemani oleh pemuka adat setempat.

Setelah saya berdiskusi dengan seorang pemuda ohoi setempat, dia bercerita bahwa 'tempat pamali' itu merupakan kuburan nenek moyang masyarakat elaar yang berasal dari Luang yaitu salah satu daerah di pulau seram. Di situ juga terdapat tulisan-tulisan dalam bahasa kei tentang kearifan lokal.

Desa elaar terdiri atas Ohoi Elaar Garara, Ohoi Elaar Ngurvul, Ohoi Elaar Let, Ohoi Elaar Lamagorang, dan Ohoi Elaar Ngursoin. Kelima desa ini secara administrasi pemerintahan terpisah, namun secara adat tergabung menjadi keluarga besar Elaar.

Pantai Karang Desa Ngursoin


Pantai karang yang berada di Ohoi Elaar Ngursoin kepulauan kei merupakan pantai yang belum banyak diketahui oleh pecinta traveler. Pantai ini masih menjadi surga tersembunyi (hidden paradise) karena kindahannya yang masih tersembunyi. Di kepulauan kei masih banyak tempat-tempat indah yang belum atau tidak sama sekali disentuh oleh wisatawan, hanya warga lokal saja yang datang untuk berkebun atau menangkap ikan.

Pantai indah dan sunyi ini setiap harinya hanya dikunjungi oleh para petani yang berkebun embal, kelapa, dan ubi jalar. Ketika saya berada di sana, saya hanya bertemu dengan seorang bapak paru baya dengan anaknya yang sedang membersihkan kebun milik mereka. Kami berbincang sekedarnya, kemudian saya meminta izin untuk masuk ke wilayah pantai dan menitipkan motor yang saya kendarai di dekat kebun milikinya.

Pantai dengan view terbaik ini masih terlestari dengan baik, belum banyak wisatawan yang datang membuat pantai ini bersih dari sampah. Tumbuhan semak belukar yang pendek dan menjalar menambah eksotis pantai karang ini.

Dari pantai ini saya bisa melihat pulau kei besar, yang berada di seberang lautan sambil menikmati setiap deburan ombak yang menghantam batu karang. Rasanya saya ingin menyatu dengan alam, menikmati setiap detik keindahan yang dimilikinya.

Laut di pantai ini masih bersih, airnya yang berwarna biru dan jernih. Pada musim timur ombaknya cukup keras.

Pantai karang yang eksotis di desa Elaar, Maluku Tenggara
Pantai karang yang eksotis di desa Elaar, Maluku Tenggara
Pantai karang yang eksotis di desa Elaar, Maluku Tenggara
Pantai karang yang eksotis di desa Elaar, Maluku Tenggara
Saya terus menelusuri pantai hingga ratusan meter jauhnya dari jalan masuk. Semak belukar yang tajam tak menghalangi langkah kaki saya untuk terus berjalan menelusuri pantai ini. Di sini ketika berjalan kamu harus berhati-hati, karena karangnya yang tajam bisa melukai kaki atau kalau terjatuh bisa terluka.

Traveler yang baik adalah yang selalu menjaga kelestarian lingkungan dengan tidak membuang sampah di sembarangan tempat. Bagi anda yang ingin berkunjung ke pantai ini, jagalah kebersihan pantai dengan membawa pulang semua sampah plastik yang anda bawa ke pantai ini. Karena sampah plastik susah diurai menjadi tanah, butuh ribuan tahun barulah sampah plastik bisa hilang.

Penyebutan Ohoi digunakan untuk mengganti kata Desa. Ohoi merupakan bahasa kei yang artinya Desa atau kampung. Penyebutan ini sudah masuk dalam peraturan daerah Kabupaten Maluku Tenggara.

Jalur Ke Wilayah Pantai Elaar


Pantai karang ini berada di antara Ohoi Danar dan Ohoi Elaar Kabupaten Maluku Tenggara. Jarak tempuh dari kota langgur menuju ke pantai ini sekitar 38 km dengan waktu tempuh 56 menit. Jalur menuju ke sini dapat kamu lihat pada google maps di bawah ini.

Pantai Karang yang Eksotis di Desa Elaar, Maluku Tenggara