Coretanzone: Malaikat -->

    Social Items

Golongan Malaikat ditinjau dari kedudukan dan tugas mereka
Malaikat merupakan salah satu makhluk Allah yang tidak dapat dilihat manusia biasa secara kasat mata. Mereka diciptakan dari cahaya dengan tugas dan perananya masing-masing. Jika ditinjau dari kedudukan dan tugasnya, maka para malaikat dikelompokkan menjadi delapan golongan yaitu sebagai berikut.

1. Golongan Malaikat Hamalatul 'Arsy

Golongan para malaikat ini merupakan permikul Arsy, mereka adalah malaikat yang paling pertama diciptakan dan berada di tingkat tetinggi.

2. Golongan Malaikat Haffun

Golongan malaikat ini merupakan para malaikat yang setiap saat mengelilingi Arsy.

3. Golongan Malaikat Ruhaniyun

Golongan malaikat ini adalah para malaikat yang berasal dari bangsa ruhani, yang selalu bertasbih dan bertahlil dengan suara yang keras.

4. Golongan Malaikat Karabiyyun

Golongan malaikat ini adalah kepala-kepala malaikat yang berada pada sekitar 'Arsy.

5. Golongan Malaikat Safarah

Golongan malaikat ini adalah para malaikat yang menjadi penghubung antara para nabi dan orang-orang saleh dengan Allah. Tugas mereka yaitu melaksanakan perintah-perintah Allah, dan menyampaikan wahyu kepada para nabi dan rasul serta menyampaikan ilham dan mimpi kepada para nabi dan orang-orang saleh. Para malaikat yang masuk dalam golongan safarah adalah malaikat Jibril, Malaikat Israfil, dan Malaikat Izrail.

6. Golongan Malaikat Hafadhah

Golongan malaikat ini merupakan para malaikat yang menjaga manusia, jumlah mereka sebanyak dua puluh (20) malaikat.

7. Golongan Malaikat Katabah

Golongan malaikat ini merupakan para malaikat yang memindahkan ketetapan-ketetapan dari Lauh Mahfudh.

8. Golongan Malaikat Zabaniya

Golongan malaikat ini yang nantinya akan menyiksa orang-orang yang berdosa. Firman Allah dalam al-Quran surat al-Alaq ayat 18 "Kelak kami akan memanggil malaikat zabaniyah."

Demikianlah penjelasan ini tentang Golongan Malaikat ditinjau dari kedudukan dan tugas mereka, semoga bermanfaat.

Golongan Malaikat ditinjau dari kedudukan dan tugas mereka

10 Malaikat dan tugas-tugas mereka yang wajib diketahui umat Islam
Jika kita bertanya tentang jumlah keseluruhan malaikat, maka jawabannya tidak bisa dipastikan, karena al-Quran maupun hadist tidak begitu memberikan keterangan yang pasti terkait dengan hal tersebut. Tetapi tidaklah menjadi sesuatu yang mustahil jika jumlah para malaikat mencapai ribuan atau bahkan hingga jutaan. Hal ini dijelaskan dalam hadist rosulullah yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori dan Muslim tentang Isra Mi’raj; Rosulullah saw antara lain menjelaskan bahwa, “kemudian aku dinaikkan ke baitul Makmur, dan tiba-tiba aku menemukan pada setiap hari itu dimasuki 70.000 malaikat.”

Jumlah malaikat secara jelas hanya diketahui oleh Allah swt, tidak banyak informasi yang diberikan terkait dengan jumlah mereka sebenarnya, tetapi yang jelas malaikat itu ada dan sebagai umat Islam, kita wajib mengimani keberadaannya. Allah swt. dalam al-Quran surat Al-Mudatsir ayat 31 berfirman “Dan tidak ada yang mengetahui bala tantara Tuhanmu, kecuali Dia (Allah) sendiri.”

10 Malaikat yang wajib diketahui oleh umat Islam serta tugas-tugas mereka adalah sebagai berikut:

1. Malaikat Jibril


Malaikat Jibril merupakan malaikat yang menjadi pemimpin bagi seluruh malaikat. Dia juga memiliki nama lain, yaitu Namus, Ruhul Amin (roh yang diberi kepercayaan), dan roh kudus (roh yang suci). Malaikat Jibril pernah menampakkan dirinya dalam rupa yang asli kepada nabi Muhammad saw, sebagaimana yang dijelaskan dalam al-Quran surat an-Najm ayat 13 “Dan sungguh dia (Muhammad) telah melihatnya (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain.”

Malaikat Jibril alaihissalam bertugas menyampaikan wahyu dari Allah swt. kepada para nabi dan rasul. Dia pula yang menyampaikan ayat-ayat al-Quran kepada Nabi Muhammad saw, sebagaimana dijelaskan dalam surat al-Baqarah ayat 97 “Katakanlah: "Barang siapa yang menjadi musuh Jibril, maka Jibril itu telah menurunkannya (Al Quran) ke dalam hatimu dengan seizin Allah; membenarkan apa (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjadi petunjuk serta berita gembira bagi orang-orang yang beriman.”

2. Malaikat Mikail


Malaikat Mikail, merupakan malaikat yang bertugas menurunkan hujan dan membagikan rezeki kepada seluruh makhluk Allah swt. Allah swt berfiman, dalam Al-Quran surat al-Baqarah ayat 98 “Barang siapa yang menjadi musuh Allah, malaikat-malaikat-Nya, rasul-rasul-Nya, Jibril dan Mikail, maka sesungguhnya Allah adalah musuh orang-orang kafir.”

Malaikat Mikail biasanya juga mendampingi malaikat Jibril dalam melaksanakan tugas-tugasnya, yaitu seperti, pada saat malaikat Jibril membelah dada nabi Muhammad saw. sewaktu beliau masih kecil, malaikat Mikail yang bertugas mengambil air zam-zam untuk membersihkan (mencuci) hati Muhammad kecil. Sealin itu malaikat Mikail juga pernah mendampingi malaikat Jibril mengantar Nabi Muhammad saw. melakukan isra’ mi’raj.

3. Malaikat Izrail


Malaikat Izrail merupakan malaikat yang tugasnya mencabut nyawa seluruh makhluk hidup, termasuk di dalamnya mencabut nyawa para malaikat, dan bahkan mencabut nyawa dirinya sendiri suatu saat kelak. Sehingga malaikat ini mendapat julukan sebagai “malaikat maut” yaitu yang mengantarkan pada kematian. Tugas tersebut bukan dilakukan sesuai dengan kemauannya sendiri tetapi mendapatkan perintah dari Allah swt, sebagaimana firman-Nya dalam al-Quran surat an-Nazi’at ayat 1-2 “(1) Demi (malaikat-malaikat) yang mencabut (nyawa) dengan keras (2) dan (malaikat-malaikat) yang mencabut (nyawa) dengan lemah-lembut.

4. Malaikat Israfil


Malaikat Israfil merupakan malaikat yang bertugas meniup terompet (sangkakala) pada saat kiamat kelak, dan ketika manusia dibangkitkan dari alam kubur nanti. Hal ini dijelaskan dalam al-Quran surat Az-Zumar ayat 68 “Dan ditiuplah sangkakala, maka matilah siapa yang di langit dan di bumi kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu (putusannya masing-masing).”

5. Malaikat Raqib


Malaikat Raqib merupakan malaikat yang tugasnya mencatat segala perbuatan dan ucapan baik manusia yang dilakukannya selam hidup di dunia.

6. Malaikat Atid


Malaikat Atid adalah malaikat yang tugasnya mencatat segala perbuatan dan ucapan jahat yang dilakukan manusia. Terkait dengan malaikat Raqib dab Atib dijelaskan dalam al-Quran dalan surat al-Infithar ayat 10-12, sebagai berikut yang artinya. (10) Padahal sesungguhnya bagi kamu ada (malaikat-malaikat) yang mengawasi (pekerjaanmu) (11) yang mulia (di sisi Allah) dan mencatat (pekerjaan-pekerjaanmu itu). (12) mereka mengetahui apa yang kamu kerjakan

7. Malaikat Munkar dan 8. Nakir


Kedua malaikat ini bertugas untuk melakukan introgasi kepada manusia ketika berada di alam Kubur. Di alam kubur ketika diintrogasi manusia tidak dapat berbohong, mulut manusia akan berkata jujur. Abu Hurairah r.a meriwayatkan bahwa Rosulullah saw bersabda. “apabila seorang mayat atau seorang diantara kamu telah dikuburkan maka datanglah kepadanya dua malaikat yang berwarna hitam dan biru. Yang satu bernama Munkar dan yang satu lagi bernama nangkir. Lalu keduanya bertanya, “bagaimana pendapatmu tentang pria ini?” Jika ia menjawab, “dia adalah hamba Allah dan Rasul-Nya, saya bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah, dan Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya”, maka keduanya berkata, “kami sudah mengetahui bahwa kamu mengetahui kalimat ini. Lalu kuburnya diluaskan hingga tujuh puluh hasta, dan diterangi dengan cahaya. Kemudian dikatakan kepadanya “tidurlah kamu”, ia menjawab, “bolehkah aku kembali ke keluargaku di dunia agar aku dapat menceritakan kepada mereka apa yang terjadi?” kedua malaikat itu berkata, “tidurlah kamu seperti tidurnya seorang penaganten yang tidak akan dibangunkan kecuali oleh istrinya yang paling dia cintai, hingga Allah membangkitkannya.”

Jika mayyit itu seorang mafik, maka ia akan menjawab, aku mendengar orang-orang mengatakan sesuatu, maka akupun mengatakan seperti perkataan mereka, sedangkan aku tidak memahami.” Lalu kedua malaikat berkata, “kami mengetahui bahwa kamu mengatakan demikian.” Maka diperintahkan kepada bumi “himpitlah dia.” Bumipun menghimpit mayat itu hingga tulang-tulangnya rusak berantakan, dan ia selalu akan selalu diazab hingga Allah swt. membangkitkannya kelak.

9. Malaikat Ridwan


Malaikat Ridwan merupakan malaikat penjaga pintu syurga, tempat dimana manusia yang taat dan beriman kepada Allah mendapatkan balasan beripa kebaikan dan kenikmatan yang tiada tara bandingannya dengan segala kenikmatan yang ada di dunia.

10. Malaikat Malik


Malaikat Malik  merupakan malaikat yang tugasnya menjaga pintu neraka, tempat dimana manusia yang durhaka kepada Allah mendapatkan balasan berupa siksaan yang sangat pedih, melebihi semua siksaan yang ada di dunia ini. Ketika manusia yang berdosa disiksa di dalam neraka sebagaimana firman Allah di dalam al-Quran “Mereka berseru: "Hai Malik biarlah Tuhanmu membunuh kami saja". Dia menjawab: "Kamu akan tetap tinggal (di neraka ini)" (Q.S. Az-Zukhruf: 77).

Demikianlah penjelasan tentang 10 Malaikat dan tugas-tugas mereka yang wajib diketahui umat Islam, semoga bermanfaat. Wallahu a'lam.

10 Malaikat dan tugas-tugas mereka yang wajib diketahui umat Islam

Ayat-ayat Al-Quran yang Menjelaskan Tentang Tugas Malaikat
Malaikat merupakan makhluk gaib yang Allah ciptakan dari cahaya. Malaikat diciptakan dengan tidak memiliki jenis kelamin, yaitu bukan pria maupun wanita, sehingga mereka tidak memiliki nafsu, tidak makan minum, dan tidak tidur. Para malaikat ini adalah makhluk yang paling taat dan paling patuh lepada semua perintah Allah swt.

Allah menciptakan malaikat dengan tugasnya masing-masing, dan mereka juga memiliki kedudukan tertentu sesuai dengan apa yang mereka laksanakan, Allah swt berfirman dalam Al-Quran surat Ash-Shaffat ayat 164 yang artinya; "Dan tidak satupun diantara kami (malaikat) melainkan masing-masing memiliki kedudukan tertentu". Malaikat yang turun ke bumi selain membawa rahmat, juga membawa azab karena kedurhakaan manusia kepada Allah swt. Hal ini dijelaskan dalam Al-Quran surat Al-Hijr ayat 8 yang artinya; "Kami tidak menurunkan malaikat melaikan dengan kebenaran (untuk membawa azab), dan ketika itu mereka tidak diberi penangguhan."

Dari urain di atas jelas bahawa, makhluk Allah yang satu ini berperan penting dalam kehidupan manusia. Karen tugas yang diberikan Allah kepada mereka ada yang berhubungan langsung dengan kehidupan manusia. Untuk itu, maka akan kami uraikan tugas-tugas Malaikat secara umum sesuai dengan yang terdapat dalam Al-Quran.

1. Mencegah dari perbuatan Maksiat

Tugasnya sebagai pencegah perbuatan maksiat yang dilakukan oleh manusia dijelaskan dalam Al-Quran sebagai berikut:

وَٱلصَّٰٓفَّٰتِ صَفّٗا ١ فَٱلزَّٰجِرَٰتِ زَجۡرٗا ٢  فَٱلتَّٰلِيَٰتِ ذِكۡرًا ٣ إِنَّ إِلَٰهَكُمۡ لَوَٰحِدٞ ٤

Artinya: 1. Demi (rombongan) yang ber shaf-shaf dengan sebenar-benarnya 2. dan demi (rombongan) yang melarang dengan sebenar-benarnya (dari perbuatan-perbuatan maksiat) 3. dan demi (rombongan) yang membacakan pelajaran 4. Sesungguhnya Tuhanmu benar-benar Esa (Q.S. Ash-Shaffat: 1-4)

Ayat tersebut di atas selain menjelaskan tentang para malaikat Allah yang mencegah manusia dari perbuatan maksiat, juga menjelaskan tentang tugasnya yang membacakan wahyu Allah swt. kepada para Nabi dan Rasul.

2. Membawa kebaikan dan menebar Rahmat dari Allah swt.

Tugasnya sebagai pembawa kebaikan dan penebar rahmat dari Allah swt. dijelaskan dalam Al-Quran surat al-Mursalat sebagai berikut.

وَٱلۡمُرۡسَلَٰتِ عُرۡفٗا ١  فَٱلۡعَٰصِفَٰتِ عَصۡفٗا ٢  وَٱلنَّٰشِرَٰتِ نَشۡرٗا ٣ 

Artinya: 1. Demi malaikat-malaikat yang diutus untuk membawa kebaikan 2. dan (malaikat-malaikat) yang terbang dengan kencangnya 3. dan (malaikat-malaikat) yang menyebarkan (rahmat Tuhannya) dengan seluas-luasnya. (Q.S. al-Mursalat: 1-3)

3. Menyampaikan Wahyu kepada para Nabi dan Rasul Allah swt.

Sudah menjadi salah satu hal yang banyak diketahui oleh khalayak umum bahwa, ada malaikat yang tugasnya menyampaikan wahyu Allah kepada nabi dan rasul Allah, sebagian wahyu itu dibukukan menjadi kitab seperti kitab Al-Quran, dan sebagian lagi wahyu itu hanya dalam bentuk suhuf-suhuf yaitu lembaran-lembaran. Tugas tentang menyampaikan wahyu ini dijelaskan dalam al-Quran sebagai berikut.

Surat As-Syuara' ayat 192 - 195

 وَإِنَّهُۥ لَتَنزِيلُ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ ١٩٢ نَزَلَ بِهِ ٱلرُّوحُ ٱلۡأَمِينُ ١٩٣  عَلَىٰ قَلۡبِكَ لِتَكُونَ مِنَ ٱلۡمُنذِرِينَ ١٩٤ بِلِسَانٍ عَرَبِيّٖ مُّبِينٖ ١٩٥ 

Artinya: 192. Dan sesungguhnya Al Quran ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan semesta alam 193. dia dibawa turun oleh Ar-Ruh Al-Amin (Jibril) 194. ke dalam hatimu (Muhammad) agar kamu menjadi salah seorang di antara orang-orang yang memberi peringatan 195. dengan bahasa Arab yang jelas

Surat At-Takwir ayat 19-20

إِنَّهُۥ لَقَوۡلُ رَسُولٖ كَرِيمٖ ١٩  ذِي قُوَّةٍ عِندَ ذِي ٱلۡعَرۡشِ مَكِينٖ ٢٠ 

Artinya: 19. sesungguhnya Al Quran itu benar-benar firman (Allah yang dibawa oleh) utusan yang mulia (Jibril) 20. yang mempunyai kekuatan, yang mempunyai kedudukan tinggi di sisi Allah yang mempunyai ´Arsy

4. Memperkuat Nabi-nabi Allah dan Kaum Muslimin

Dalam tugas ini Allah menjelaskannya dalam Al-Quran surat al-Baqarah sebagai berikut:

تِلۡكَ ٱلرُّسُلُ فَضَّلۡنَا بَعۡضَهُمۡ عَلَىٰ بَعۡضٖۘ مِّنۡهُم مَّن كَلَّمَ ٱللَّهُۖ وَرَفَعَ بَعۡضَهُمۡ دَرَجَٰتٖۚ وَءَاتَيۡنَا عِيسَى ٱبۡنَ مَرۡيَمَ ٱلۡبَيِّنَٰتِ وَأَيَّدۡنَٰهُ بِرُوحِ ٱلۡقُدُسِۗ 

Artinya: Rasul-rasul itu Kami lebihkan sebagian (dari) mereka atas sebagian yang lain. Di antara mereka ada yang Allah berkata-kata (langsung dengan dia) dan sebagiannya Allah meninggikannya beberapa derajat. Dan Kami berikan kepada Isa putera Maryam beberapa mukjizat serta Kami perkuat dia dengan Ruhul Qudus. (Q.S. al-Baqarah: 253)

5. Mendatangkan azab bagi umat yang zalim dan orang mengingkari ayat-ayat Allah swt.

Dalam tugasnya yang lain malaikat mendatangkan azab bagi umat yang zalim dan yang mengingkari ayat-ayat Allah swt, namun terkadang azab itu tidak saja mengenai mereka yang zalim atau mengingkari ayat-ayatNya saja, tetapi juga mereka yang beriman kepada Allah, sehingga perbuatan zalim itu sangat buruk bagi manusia. Untuk tugas yang satu ini dijelaskan dalam al-Quran sebagai berikut.

فَكَيۡفَ إِذَا تَوَفَّتۡهُمُ ٱلۡمَلَٰٓئِكَةُ يَضۡرِبُونَ وُجُوهَهُمۡ وَأَدۡبَٰرَهُمۡ ٢٧ 

Artinya: Bagaimanakah (keadaan mereka) apabila malaikat mencabut nyawa mereka seraya memukul-mukul muka mereka dan punggung mereka. (Q.S. Muhammad: 27)

6. Memohon ampun bagi orang yang beriman

Orang-orang yang beriman dan beamal shaleh, oleh para malaikat selalu didoakan agar dosa-dosanya diampuni oleh Allah swt. Tanpa manusia minta mereka sudah mendoakan namun untuk terkabulnya doa itu semuanya kembali kepada Allah swt, karen merupakan hak-Nya untuk mengabulkan atau menolak do'a malaikat itu. Untuk tugas ini dijelaskan dalam al-Quran sebagai berikut.

Surat Asy-Syura ayat 5

تَكَادُ ٱلسَّمَٰوَٰتُ يَتَفَطَّرۡنَ مِن فَوۡقِهِنَّۚ وَٱلۡمَلَٰٓئِكَةُ يُسَبِّحُونَ بِحَمۡدِ رَبِّهِمۡ وَيَسۡتَغۡفِرُونَ لِمَن فِي ٱلۡأَرۡضِۗ أَلَآ إِنَّ ٱللَّهَ هُوَ ٱلۡغَفُورُ ٱلرَّحِيمُ  

Artinya: Hampir saja langit itu pecah dari sebelah atas (karena kebesaran Tuhan) dan malaikat-malaikat bertasbih serta memuji Tuhan-nya dan memohonkan ampun bagi orang-orang yang ada di bumi. Ingatlah, bahwa sesungguhnya Allah Dialah Yang Maha Pengampun lagi Penyayang.

Surat An-Najm ayat 26

وَكَم مِّن مَّلَكٖ فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ لَا تُغۡنِي شَفَٰعَتُهُمۡ شَيۡ‍ًٔا إِلَّا مِنۢ بَعۡدِ أَن يَأۡذَنَ ٱللَّهُ لِمَن يَشَآءُ وَيَرۡضَىٰٓ 

Artinya: Dan berapa banyaknya malaikat di langit, syafa´at mereka sedikitpun tidak berguna, kecuali sesudah Allah mengijinkan bagi orang yang dikehendaki dan diridhai (Nya).

7. Mengawasi dan mencatat segala perbuatan manusia

Perbuatan baik ataupun perbuatan buruk yang dilakukan manusia akan dicatat oleh malaikat. Kita selalu mendapat nasehat bahwa, dalam melangkah di kehiduapan dunia ini harus berhati-hati agar tidak terjerumus ke lembah kenistaan. Malaikat rakib dan atib selalu mengawai kita dalam kehidupan keseharian, sampai kita meninggal kelak. Tugas ini dijelaskan dalam Al-Quran sebagai berikut.

إِذۡ يَتَلَقَّى ٱلۡمُتَلَقِّيَانِ عَنِ ٱلۡيَمِينِ وَعَنِ ٱلشِّمَالِ قَعِيدٞ ١٧  مَّا يَلۡفِظُ مِن قَوۡلٍ إِلَّا لَدَيۡهِ رَقِيبٌ عَتِيدٞ  

Artinya: 17. (yaitu) ketika dua orang malaikat mencatat amal perbuatannya, seorang duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri 18. Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir. (Q.S. Qaf: 17-18)

8. Sebagai penggiring dan saksi bagi manusia di akhirat kelak

Suatu saat ketika dunia kiamat maka, kita akan kembali ke akhirat tempat asal kita. Di sana tidak ada manusia yang lolos dari pengadilan Allah, semuanya akan diperiksa. Bagi yang beriman dan beramal shaleh akan dimasukkan ke dalam surga, dan bagi yang mengingkasi Allah dan yang banyak dosanya akan dimasukkan ke dalam neraka. Dalam pengadilan Allah malaikat menggiring manusia dan sekaligus menjadi saksi baginya, hal ini dijelaskan dalam al-Quran sebagai berikut.

 وَجَآءَتۡ كُلُّ نَفۡسٖ مَّعَهَا سَآئِقٞ وَشَهِيدٞ ٢١ 

Artinya: Dan datanglah tiap-tiap diri, bersama dengan dia seorang malaikat penggiring dan seorang malaikat penyaksi. (Q.S. Qaf: 21)

Semoga postingan tentang Ayat-ayat Al-Quran yang Menjelaskan Tentang Tugas Malaikat, membawa manfaat bagi kita semua sebagai umat manusia yang diciptakan Allah swt. Wallahu a'lam.

Ayat-ayat Al-Quran yang Menjelaskan Tentang Tugas Malaikat

Ciri-ciri Orang yang Beriman kepada Malaikat-malaikat Allah
Kesadaran pada kematian seharusnya membawa diri kita semakin bertaqarub kepada Allah. Kematian datang layaknya kereta kencana yang menjemput kita, tanpa mau diundur atau dimajukan sehingga memaksa diri untuk siap berkemas agar bisa ”khusnul khotimah”. Tentunya, supaya kita tidak mati pada saat Malaikat Atid sedang mencatat amal maksiat kita, tetapi ketika Malaikat Raqib bangga dengan kebajikan yang sedang kita perbuat. Apa yang harus kita perbuat? Caranya dengan menjalankan kebajikan pada setiap saat.

Beriman kepada Malaikat


1. Pengertian Iman kepada Malaikat

Untuk dapat mengimani malaikat, kita harus memahami pengertian malaikat. Malaikat adalah hamba Allah yang diciptakan untuk menyelesaikan berbagai tugas dan urusan. Malaikat merupakan makhluk gaib yang memiliki ciri-ciri dan sifat berbeda dengan manusia. Hal ini sebagaimana ditegaskan dalam ayat Al-Qur’an yang artinya

Segala puji bagi Allah Pencipta langit dan bumi, yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap, masing-masing (ada yang) dua, tiga dan empat . . . . (Q.S. Fatir: 1)

Malaikat diciptakan dari cahaya, sebagaimana ditegaskan dalam hadis riwayat Imam Muslim yang artinya, "Malaikat itu diciptakan dari cahaya (nur), jin diciptakan dari nyala api, dan Adam (manusia) diciptakan dari apa yang telah diterangkan kepadamu (tanah liat)". Penciptaan malaikat terjadi sebelum diciptakan manusia. Hal ini seperti dijelaskan dalam ayat sebagai berikut.

Artinya: Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat, Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seoran khalifah di muka bumi . . . . (Q.S. al-Baqarah: 30).

Berdasarkan penjelasan di atas, dapat diketahui pengertian iman kepada malaikat, yaitu meyakini dengan sepenuh hati bahwa Allah telah menciptakan dan mengutus malaikat untuk melaksanakan tugas-tugas tertentu dari Allah Swt. Mengimani malaikat merupakan salah satu dari rukun iman, yaitu rukun iman kedua. (Ensiklopedi Islam untuk Pelajar: 2001)

Anjuran mengimani malaikat sebagaimana disebutkan dalam hadis Rasulullah saw. tentang iman. Seperti disampaikan oleh Abdullah bin Umar r.a. bahwa Rasulullah telah bersabda: “Iman itu engkau beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari akhir serta beriman kepada ketentuan (takdir) yang baik maupun yang buruk.”

2. Mengimani Sepuluh Malaikat dan Tugas-tugasnya

Tidak ada dalil yang menjelaskan secara konkret jumlah malaikat. Akan tetapi, menurut beberapa riwayat dijelaskan bahwa jumlah malaikat sangat banyak. Di antara sekian banyak malaikat, ada sepuluh yang harus kita ketahui dan imani. Kesepuluh malaikat beserta tugas-tugasnya dapat dijelaskan sebagai berikut.

a. Malaikat Jibril

Malaikat Jibril bertugas menyampaikan wahyu kepada para rasul. Malaikat Jibril memiliki kedudukan tinggi karena merupakan pemimpin dari para malaikat. Dia mempunyai gelar Ruh.ul Qudus. Tugasnya menyampaikan wahyu hingga masa Nabi Muhammad saw. sebagai rasul terakhir.

b. Malaikat Mikail

Malaikat Mikail bertugas membagikan rezeki kepada seluruh makhluk Allah di alam ini, termasuk kepada manusia. Ia juga bertanggung jawab menurunkan hujan dan menumbuhkan tanaman.

c. Malaikat Rakib dan Atid

Malaikat Rakib dan Atid bertugas mengawasi amal kita dalam menjalani hidup di dunia. Malaikat Rakib mencatat setiap amal kebaikan kita, sedangkan Malaikat Atid yang mencatat amal buruk kita.

d. Malaikat Izrail

Tugas Malaikat Izrail adalah bertanggung jawab terhadap kelahiran dan kematian seluruh makhluk di alam ini. Malaikat Izrail bertugas mencabut nyawa kita sesuai waktu yang ditetapkan oleh Allah Swt. Dalam salah satu hadis dijelaskan bahwa di bawah komandonya, bekerja seratus ribu kelompok malaikat.

e. Malaikat Munkar dan Nakir

Malaikat Munkar dan Nakir merupakan dua malaikat yang bertugas mengajukan pertanyaan kepada kita di alam kubur nanti, baik kepada orang mukmin maupun kafir. Dalam hadis riwayat Ibnu Hibban dijelaskan bahwa ada tiga golongan yang tidak melewati pertanyaan dari Malaikat Munkar dan Nakir, yaitu para nabi, anak kecil, dan orang yang gugur sebagai sahid.

f. Malaikat Israfil

Malaikat Israfil tugasnya meniup sangkakala yang menandai datangnya hari kiamat. Setelah Malaikat Israfil membunyikan sangkakalanya, segera datang hari kiamat. Setelah itu, seluruh umat manusia keluar dari alam kuburnya yang berlanjut sampai pada penetapan makhluk yang menjadi ahli surga atau ahli neraka.

g. Malaikat Ridwan dan Malik

Tugas kedua malaikat ini adalah menjaga surga dan neraka. Pada hari akhir kelak, manusia dikelompokkan berdasarkan amalnya. Orang yang beriman dan beramal baik akan masuk surga serta disambut oleh Malaikat Ridwan, sedangkan yang kufur dan beramal jahat akan dilemparkan ke neraka yang dijaga oleh Malaikat Malik.

Tanda-Tanda Beriman kepada Malaikat


Di depan telah dijelaskan bahwa beriman kepada malaikat merupakan bagian dari rukun iman, tepatnya rukun iman kedua. Keimanan kepada malaikat harus dilakukan secara terpadu, yaitu dengan meyakini sepenuh hati keberadaannya, mengikrarkan dengan lisan, dan membuktikannya dengan sikap dan amal yang benar dalam menjalani hidup sehari-hari.

1. Kesadaran Diri tentang Keberadaan Malaikat

Agar keimanan tertanam kuat, kita harus sadar bahwa malaikat selalu berada di sekitar kita. Dengan demikian, aktivitas apa pun tidak luput dari pengawasan malaikat. Rasulullah saw. telah bersabda yang artinya, ”Sesungguhnya ada makhluk yang menyertai kalian semua dan tidak memisahkan diri darimu, melainkan di waktu kalian semua berada di tempat sunyi (buang air besar atau kecil), juga ketika bersetubuh. Oleh karena itu, hendaknya kalian malu kepada mereka dan muliakanlah mereka.” Makhluk yang dimaksud dalam hadis ini adalah para malaikat.

Secara terperinci, merujuk pada dalil-dalil dalam Al-Qur’an dan hadis, dijelaskan bahwa malaikat selalu menyertai kita dalam hal-hal sebagai berikut.

a. Mendoakan Orang Mukmin

Allah Swt. telah mengilhamkan kepada para malaikat agar merendahkan diri dengan memanjatkan doa serta memohon dengan rahmat-Nya untuk orang-orang yang suka bertobat. Malaikat berdoa supaya mereka dimasukkan dalam golongan hamba-hamba-Nya yang saleh.

b. Turut Mengamini Orang yang Salat

Malaikat turut mengaminkan orang-orang yang sedang salat. Malaikat turut mengaminkan orang-orang yang sedang salat.  Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah saw. bersabda, Jika imam mengucapkan, ’Gairil magdubi ‘alaihim waladhollin, ucapkanlah, Amin, Hal ini karena sesungguhnya malaikat pun mengucapkan, Amin’ . . .”. (H.R. Ahmad, Abu Daud, dan Nasai).

Dengan petunjuk hadis ini dapat dipahami bahwa jika kita sedang melaksanakan ibadah dengan berjamaah, malaikat pun turut mengamini salat kita. Dengan petunjuk hadis ini dapat dipahami bahwa jika kita sedang melaksanakan ibadah dengan berjamaah, malaikat pun turut mengamini salat kita.

Khusus untuk salat Subuh, bahkan dalam riwayat Imam Bukhari dijelaskan dari Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah saw. bersabda, "Keutamaan salat jamaah (bersama-sama) melebihi salat sendirian dengan selisih dua puluh lima derajat. Malaikat malam dan malaikat siang berkumpul pada waktu salat fajar (subuh)." Abu Hurairah kemudian mengatakan, "Bacalah sekehendakmu ayat yang artinya, "Laksanakanlah sejak matahari tergelincir sampai gelapnya malam dan (laksanakan pula salat) Subuh. Sungguh, salat Subuh itu disaksikan (oleh malaikat)". (Q.S. al-Isra: 78)

c. Turun Ketika Ada Orang Membaca Al-Qur’an

Malaikat akan turun ketika ada bacaan Al-Qur’an untuk ikut mendengarnya. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim diceritakan ada seorang sahabat pada suatu malam sedang membaca Al-Quran di tempat dekat kandang kudanya, tibatiba kudanya melompatlompat. Ketika kejadian itu ditanyakan kepada Rasulullah, dijelaskan bahwa kuda yang melompat-lompat tersebut karena melihat malaikat yang turun mendengarkan bacaan Al-Qur’an.

d. Mencatat Amal Perbuatan Setiap Amal

Apa pun amal manusia akan dicatat oleh malaikat dengan catatan yang sangat teliti. Dengan demikian, tidak ada amal manusia yang luput dari catatan malaikat. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam Surah Qaf :16-18.

e. Memberi Kemantapan dalam Hati Orang yang Beriman

Sebagian malaikat ada yang bertugas meneguhkan kaum mukminin agar memiliki hati yang mantap. Sebagaimana firman Allah sebagai berikut.

Artinya: (Ingatlah) ketika Tuhanmu mewahyukan kepada para malaikat, Sesungguhnya Aku bersama kalian, maka teguhkanlah (pendirian) orang-orang yang beriman . . . .  (Q.S. al-Anfal: 12)

2. Menunjukkan Iman kepada Malaikat

Dengan memahami keberadaan malaikat secara benar akan berdampak positif bagi yang mengimaninya. Orang yang beriman kepada malaikat dapat ditandai dengan beberapa sikap berikut ini.

a. Mengimani Rukun Iman yang Lain

Iman kepada malaikat harus disertai keimanan kepada rukun iman yang lain, yaitu kepada Allah, kitab, rasul, hari akhir, dan qad.a serta qadar. Jika seseorang mengimani keberadaan malaikat, tetapi mengafiri lima rukun iman yang lain, berarti keimanannya belum utuh. Enam rukun iman merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisah-pisahkan karena keimanan kepada satu rukun iman berarti ada konsekuensi untuk mengimani yang lain.

b. Taat kepada Allah dan Rasul-Nya

Beriman kepada malaikat dapat dibuktikan dengan bersikap taat kepada Allah dan rasul-Nya. Allah telah mengutus para malaikat dengan tugas-tugas tertentu yang dikerjakan secara sempurna. Salah satunya, mengutus malaikat untuk menyampaikan firman kepada para rasul. Oleh karena itu, bersikap taat kepada Allah dan rasulNya merupakan bukti keimanan kepada malaikat.

Belum disebut beriman kepada malaikat jika kita masih merasa nyaman untuk bermaksiat kepada Allah dan rasul. Bermaksiat kepada Allah dan rasul, juga menunjukkan kurang percaya pada kebenaran Al-Qur’an yang disampaikan melalui perantara malaikat.

c. Tidak menjadikan Malaikat sebagai Sekutu Allah

Kita dilarang bersikap seperti kaum Jahiliah Quraisy yang menganggap malaikat sebagai anak perempuan Allah. Malaikat sesama makhluk Allah yang diciptakan untuk menjalankan tugastugas tertentu. Penciptaan malaikat bukan menunjukkan kelemahan Allah, tetapi justru membuktikan kebesaran Allah di antara makhlukmakhluk-Nya. Oleh karena itu, sangat keliru jika ada yang menganggap Allah bersifat lemah, apalagi menjadikan malaikat sebagai sekutu-Nya.

d. Menjalankan Isi Al-Qur’an

Al-Qur’an merupakan firman Allah yang diturunkan kepada Rasulullah melalui perantaraan Malaikat Jibril. Malaikat Jibril bertugas menyampaikan wahyu kepada para rasul. Dengan demikian, mengimani malaikat juga harus dibuktikan dengan menjalankan perintah dan ajaran yang termuat dalam kitab Al-Qur’an.

e. Menaati Ajaran Islam

Malaikat selalu mengumandangkan doa dan memberi nilai pahala bagi manusia yang menjalankan ajaran Islam. Iman kepada malaikat dapat dibuktikan dengan kesungguhan kita untuk selalu menjalankan tuntunan ajaran Islam dalam hidup sehari-hari. Kita juga perlu mengajak sesama umat muslim lainnya untuk selalu menjalankan ajaran Islam tersebut.

Allah merupakan Tuhan Yang Maha Esa dan suci dari berbagai kelemahan. Allah Mahakuasa untuk menjalankan segala sesuatu, seperti menciptakan alam raya dan seluruh isinya. Akan tetapi, Allah juga menciptakan para malaikat untuk menjalankan tugas-tugas tertentu. Bagaimana pendapat Anda jika ada yang beranggapan bahwa kekuasaan Allah terbatas sehingga membutuhkan bantuan para malaikat? Diskusikan persoalan ini bersama teman sebangku Anda.

Penerapan Keimanan kepada Malaikat


Menerapkan iman kepada malaikat pada dasarnya dapat dibuktikan dengan membiasakan diri untuk berbuat baik dalam hidup sehari-hari. Ini dilakukan setelah kita memahami kemuliaan sifat-sifat malaikat, misalnya selalu bertanggung jawab dengan tugasnya, tidak pernah bermaksiat kepada Allah, selalu memuji-Nya sepanjang waktu, dan tidak pernah mengeluh. Orang yang beriman kepada malaikat sedapat mungkin meneladani sifatsifat tersebut.

Keimanan kepada malaikat dalam kehidupan sehari-hari misalnya ditunjukkan pada hal-hal berikut.

1. Rajin Berbuat Baik

Malaikat akan menilai setiap amal kita, meskipun yang baru berupa niat. Niat baik seseorang yang dilakukan dengan ikhlas untuk mendapat rida dari Allah bernilai ibadah sehingga berhak mendapatkan balasan pahala. Demikian halnya perbuatan buruk, meskipun baru sebatas niat, dicatat sebagai dosa oleh malaikat. Oleh karena itu, mengimani malaikat mendorong kita untuk selalu berbuat baik dalam menjalani hidup.

2. Selalu Bersikap Hati-Hati

Dalam hidup sehari-hari seluruh gerak-gerik kita tidak luput dari pengawasan malaikat. Dengan menyadari keberadaan malaikat, kita menjadi merasa malu jika malaikat menyaksikan kita sedang berbuat sesuatu yang melanggar perintah Allah Swt. Sikap hati-hati juga bukan berarti kita sangat takut kepada malaikat sehingga justru ditunjukkan dengan berbuat yang melanggar. Misalnya dengan menyembahnya, menjadikannya tempat bergantung, atau menganggapnya sebagai anak Tuhan.

3. Selalu Bersikap Rendah Hati

Sikap rendah hati dalam Islam disebut tawaddu’. Sikap rendah hati dilakukan karena kita menyadari bahwa Allah telah menciptakan malaikat dengan kemuliaan sifat-sifat tertentu. Kita tidak boleh bersikap sombong dengan merasa sebagai makhluk yang paling mulia sehingga cenderung berbuat sesuka hati.

4. Semangat dalam Berusaha

Sadar dan mengimani keberadaan malaikat di sekitar manusia menyebabkan kita bersikap optimis. Kita semakin bersyukur karena ada makhluk yang turut mendoakan kebaikan dan memohonkan ampunan kepada kita. Sikap optimis misalnya ditunjukkan dalam urusan rezeki. Manusia tidak boleh mudah menyerah dan khawatir dengan jaminan rezeki dari Allah yang dibagikan oleh Malaikat Mikail.

5. Giat Menuntut Ilmu

Ilmu yang berguna dan dapat dimanfaatkan untuk orang lain merupakan ladang pahala bagi kita. Selain diri kita sendiri atau orang lain dapat mengambil manfaat dari ilmu pengetahuan, malaikat pun menaruh hormat kepada kita. Dengan alasan ini, kita tidak boleh bermalas-malasan dalam menuntut ilmu karena banyaknya hikmah yang dapat kita petik

Ciri-Ciri Malaikat

Untuk mengenal lebih dalam, kita perlu mencermati ciri-ciri atau sifat-sifat malaikat sebagai berikut.

1. Termasuk makhluk gaib.
2. Diciptakan dari cahaya.
3. Selalu menaati perintah Allah.
4. Tidak berjenis kelamin atau berketurunan.
5. Memiliki kemampuan berubah wujud.
6. Mampu menjalankan tugasnya.

Kita dalam menjalani hidup sehari-hari ternyata ada yang mengawasi, yaitu malaikat. Malaikat selalu mengawasi setiap perbuatan kita, saat berbuat baik maupun berbuat buruk. Perbuatan tersebut akan dinilai secara cermat. Dengan menyadari bahwa malaikat ada di sekitar kita akan membimbing kita agar tepat dalam menjalani hidup sehari-hari. Kita tidak ingin malaikat akan menilai perbuatan buruk kita sehingga kita pun enggan untuk beramal buruk. Keimanan kepada malaikat akan mengantarkan kita meraih kesuksesan hidup di dunia maupun akhirat.

Ciri-ciri Orang yang Beriman kepada Malaikat-malaikat Allah swt