Social Items

History of Ternate Sultanate Palace in North Maluku Province, Indonesia
The Ternate Sultanate Palace is located on the coastal plain in the village of Soa-Sio, Desa Letter C, Ternate City, North Maluku Province. The location of the Ternate Sultanate Palace is not far from the city center

The Ternate Sultanate had an important role in the eastern region of the archipelago from the XIII century to the XVII century. In its golden age, namely in the sixteenth century, the authority of the sultanate stretched from all regions in Maluku, North Sulawesi, islands in the southern Philippines, to the Marshall Islands in the Pacific.

On December 7, 1976, the Ternate Sultanate Palace was included as a cultural heritage object. The heirs of the Ternate Sultanate led by the Young Sultan Mudzafar Syah, surrendered the sultanate's palace to the Government of the Directorate General of Culture to be restored, maintained and preserved in accordance with the prevailing laws and regulations.

This palace is lined with walls with a height of more than 3 meters, which resembles a fortress. In this palace environment, there is also a royal settlement complex and his family, and the tomb complex of the sultanate's predecessors. This European-style palace overlooking the sea is in a complex with a sultanate mosque which was founded by Sultan Hamzah, the 9th Ternate Sultan.

The Current Ternate Sultanate Palace
The interior design of the palace is full of gold ornaments. In the inner room, there were clothes from embroidery, fancy gold threads, gold jewelry and giant necklaces of pure gold, crowns, shoulder bands, sleeves, earrings, earrings, rings and bracelets which were almost all made of gold. This is an indicator that the Ternate Sultanate had experienced a period of glory.

In addition, this magnificent palace also stores, maintains and exhibits heirlooms belonging to the sultanates, such as weapons (rifles, small cannons, round bullets, spears, machetes and shields), armor, royal clothes, war hats , household appliances, and ancient manuscripts (Al-Quran, edicts, and letters of agreement).

Not far from the palace, there are stalls selling souvenirs and special foods of North Maluku such as papeda (sago), crab walnuts, halua walnuts, bagea, and processed fish, such as fufu fish (smoked fish) and gohu fish

History of Ternate Sultanate Palace in North Maluku Province, Indonesia

Wisata Sejarah: Istana Kesultanan Ternate di Maluku Utara
Ternate merupakan salah satu kota sejarah di Idonesia. Dulu ternate menjadi salah satu kesultanan yang tersohor di wilayah Nusantara. Sampai saat ini masih ada bukti, salah satunya yaitu masih terdapat Istana kesultanan yang terletak di dataran pantai di Kampung Soa-sio, Kelurahan Letter C, Kodya Ternate, Provinsi Maluku Utara. Istana ini letaknya tidak jauh dari pusat kota Ternate.

Sebagai salah satu kesultanan yang terhosor, kesultanan ternate ternyata memiliki peran sangat penting dan strategis di wilayah Timur Nusantara sejak abad ke XIII sampai abad ke XVII. Kesultanan Ternate memiliki masa keemasan pada abad ke XVI, yang menguasai seluruh wilayah Kepulauan Maluku, Sulawesi Utara, sebagian Papua, kepulauan Marshall di Pasifik, dan kepulauan-kepulauan yang terletak di Filipina selatan.

Istana kesultanan Ternate sejak tanggal 7 desember 1967 hingga saat ini dimasukkan sebagai benda cagar budaya di Indonesia. Para pemilik sah kesultanan Ternate berupa ahli waris yang dipimpn oleh Sultan Muda Mudzafar Syah, menyerahkan istana kesultanan ternate ini untuk dipugar kembali, dipelihara, dan dilestarikan oleh pemerintah dalam hal ini Direktorat Jenderal Kebudayaan sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Istana kesultanan ini memiliki pagar dinding beton yang tingginya lebih dari 3 meter, menyerupai sebuah benteng. Di dalam lingkungan istana ini terdapat makam para pendahulu kesultanan, dan komplek pemikiman sultan dan keluarganya. Istana kesultanan ternate ini bergaya eropa yang menghadap ke arah laut, di dalamnya juga terdapat Masjid keultanan yang didirikan oleh Sultan Hamzah - Sultan ke-9 Ternate.

Desain interior istana penuh dengan hiasan emas yang berkilau. Di dalam ruangan kamar bagian dalam, ada peninggalan pakaian yang terbuat dari sulaman benang emas yang begitu mewah, kalung emas raksasa yang berasal dari emas murni, dan perhiasan-perhiasan lain yang berasal dari emas, serta mahkota, kelad lengan, giwang, kelad bahu, cincin, anting-anting, dan gelang yang hampir seluruhnya terbuat dari emas. Inilah yang membuktikan bahwa dimasanya kesultanan ternate pernah menjadi salah satu kerajaan yang memiliki masa kejayaan yang gemilang.

Selain itu, istana kesultanan yang megah ini masih menyimpan dan merawat serta memamerkan benda-benda pusaka yang dimilikinya, seperti senjata (meriam kecil, senapan, tombak, perisai, parang dan peluru-peluru bulat), pakaian kerajaan, pakaian besi, topi-topi kerajaan, naskah-naskah kuno (surat-surat perjanjian, maklumat, dan Al-Quran), dan alat-alat rumah tangga.

Tak jauh dari wilayah istana kesultanan, terdapat warung-warung yang menjual berbagai cinderamata dan makanan khas Maluku Utara seperti, ikah hasil olahan (ikan fufu/ikan asap, dan gohu ikan), papeda (sagu), halua kenari, bagea dan ketam kenari.

Mengenal Istana Kesultanan Ternate di Maluku Utara

Kekuatan Sultan Baabullah dalam Menaklukkan 72 Pulau dan Portugis
Jauh sebelum terbentuknya negara Indonesia, kerajaan-kerajaan sudah berdiri dengan corak serta sistem pemerintahannya sendiri. Kesultanan Ternate merupakan satu kerajaan itu, yakni kerajaan yang mejadikan Islam menjadi dasar nilai serta fondasinya. Sultan Baabullah merupakan penguasa Kesultan Ternate yang mashur dikatakan sebagai sang penakhluk, bahkan juga ada yang mensejajarkan namanya dengan Salahudin Al-Ayubi.

Sultan Baabullah adalah putera Sultan Khairun yang lahir pada 10 Februari 1528 M. Ibunya merupakan permaisuri Boki Tanjung, puteri Sultan Alauddin I dari Bacan. Sultan Baabullah adalah sultan serta penguasa Kesultanan Ternate ke-24 setelah ayahnya wafat yang berkuasa pada tahun 1570-1583 M. Sultan Baabullah diketahui menjadi sultan Ternate serta Maluku paling besar selama sejarah, karena sukses menaklukkan Portugis. Ia sukses mengantarkan Ternate ke puncak keemasan diakhir abad ke-16.

Pada saat kepemimpinannya Sultan Baabullah mamapu memperlebar kekuasaannya sampai ke 72 pulau berpenghuni yang mencakup pulau–pulau di nusantara bagian timur, Mindanao selatan serta kepulauan Marshall. Beliau juga sebarkan Islam di beberapa daerah itu sesudah mengusir bangsa Portugis yang menjajah.

Waktu kecil Sultan Baabullah banyak belajar pengetahuan agama sekaligus juga pengetahuan perang. Ia serta saudra-saudranya dididik oleh beberapa mubalig serta panglima atas perintah ayahnya. Karena itu tidaklah heran saat menganjak remaja ia sudah ikut serta mengikuti ayahnya dalam menggerakkan urusan pemerintahan serta kesultanan.

Saat pecah perang Ternate–Portugis yang pertama (1559-1567 M), Baabullah menjadi satu diantara putra Sultan Khairun yang diutus menjadi panglima perang. Ia tampil jadi pangliam perang yang cakap serta sukses memberikan kemenangan untuk ternate. Portugispun tertekan serta tawarkan perundingan.

Pada tanggal 25 Februari 1570 M, Sultan Khairun wafat dibunuh saat menghadiri jamuan makan yang diselenggarakan oleh Portugis. Dalam jamuan makan itu semestinya membahas tentang membaiknya jalinan Ternate serta Portugis. Nyatanya utusan gubernur Portugis Lopez de Mesquita berkhianat serta memerintah pembunuhan pada Sultan Khairun.

Kematian Sultan Khairun langsung membuat rakyat dan raja-raja di Maluku serta dewan kerajaan geram. Kaicil (pangeran) Baabullah lalu dinobatkan menjadi Sultan Ternate dengan gelar Sultan Baabullah Datu Syah. Dalam pidato penobatannya Sultan Baabullah bersumpah jika ia akan berjuang untuk menegakkan kembali panji-panji Islam di Maluku serta jadikan kesultanan Ternate menjadi kerajaan besar dan bertindak untuk membalas perbuatan bangsa penjajah postugis, sampai orang paling akhir bangsa Portugis meninggalkan wilayah kerajaannya.

Tidak berselang lama sesudah penobatannya Sulban Baabullah secara langsung mengumpulkan pasukan serta membuat taktik perang. Ia lalu mengatakan jihad serta tampil jadi koordinator dari beberapa suku yang berlainan yang memiliki akar genealogis sama di nusantara wilayah timur. Raja-raja Maluku yang lainpun melupakan pertarungan mereka serta menyatu pada sebuah komando dibawah Sultan Baabullah serta panji Ternate, begitupun raja-raja serta kepala suku di Sulawesi dan Papua.

Sultan Baabullah mempunyai panglima – panglima yang andal, salah satunya Raja Jailolo Katarabumi, salahakan (gubernur) Sula Kapita Kapalaya, salahakan Ambon Kapita Kalakinka, serta Kapita Rubuhongi. Sultan Baabullah juga mempunyai 120.000 prajurit serta dapat mengerahkan 2000 kora-kora (perahu/kapal perang khas masyarakat Maluku).

Dengan kemampuan yang demikian besar benteng – benteng Portugis di Ternate yaitu Tolucco, Santo Lucia serta Santo Pedro dalam kurun waktu singkat bisa dikuasai. Cuma tersisa Benteng Sao Paulo tempat tinggal De Mesquita. Atas perintah Baabullah pasukan Ternate mengepung benteng Sao Paulo serta akan memutus hubungan dengan dunia luar, supply makanan dibatasi sekedar hanya supaya penghuni benteng dapat bertahan.

Sultan Baabullah dapat saja menguasai benteng itu dengan kekerasan akan tetapi ia tidak tega karena cukuplah banyak rakyat Ternate yang sudah menikah dengan orang Portugis serta mereka tinggal dalam benteng bersama dengan keluarganya. Sultan Baabullah lalu mencabut semua sarana yang diberikan sultan Khairun pada Portugis khususnya menyangkut misi Jesuit.

Perang Soya – Soya (perang pembebasan negeri) dikobarkan, posisi Portugis di beberapa tempat digempur habis – habisan, tahun 1571 pasukan Ternate berkekuatan 30 juanga yang berisi 3000 pasukan dibawah pimpinan Kapita Kalakinka (Kalakinda) menyerbu Ambon serta sukses mendudukinya.

Sampai selanjutnya tahun 1575 M semua kekuasaan Portugis di Maluku dijatuhkan. Setelah lima tahun orang-orang Portugis serta keluarganya hidup menanggung derita dalam benteng, terputus dari dunia luar menjadi balasan atas penghianatan mereka. Sultan Baabullah pada akhirnya memberikan peringatan supaya mereka tinggalkan Ternate kurun waktu 24 jam. Mereka yang sudah beristrikan pribumi Ternate diijinkan masih tinggal dengan prasyarat jadi kawula kerajaan.

Dengan kepergian orang Portugis, Sultan Baabullah jadikan benteng Sao Paulo menjadi benteng sekaligus juga istana, ia melakukan renovasi serta menguatkan benteng itu lalu merubah namanya jadi benteng Gamalama. Sultan Baabullah masih tetap meneruskan jalinan dagang dengan bangsa barat termasuk juga Portugis serta mengijinkan mereka tinggal di Tidore, namun tanpa pemberian hak spesial, beberapa pedagang barat diperlakukan sama juga dengan pedagang – pedagang dari negeri lainnya serta mereka masih dipantau dengan ketat.

Kekuatan Sultan Baabullah dalam Menaklukkan 72 Pulau dan Portugis

Sejarah Kedatangan Islam di Tanah Para Raja, Maluku dan Maluku Utara
Maluku adalah daerah yang memilki sejarah panjang serta telah diketahui sampai mancanegara terlebih derah Timur Tengah. Maluku banyak diketahui dengan sebutan Jazirah al-Mamluk atau Kepulauan Raja-raja. Sebutan ini bukan tanpa argumen, karena Maluku merupakan suatu negeri di Timur Indonesia yang begitu punya pengaruh dengan empat kerajaan yakni Jailolo, Ternate, Tidore, dan Bacan.

Menurut pencarian sejarah, Maluku telah diketahui semenjak jaman Mesir di pimpin oleh Firaun dibuktikan dengan catatan tablet tanah liat yang diketemukan di Persia, Mesopotamia dan Mesir. Dalam catatan itu dijelaskan ada negeri dari timur yang begitu kaya, adalah tanah surga, dengan hasil alam berbentuk cengkeh, emas serta mutiara. Tanda-tanda itu memberikan indikasi tanah Maluku yang memang diketahui pengahsil Pala, Fuli, Cengkeh serta Mutiara semenjak jaman dulu.

Banyak catatan histori lainnya yang mengatakan mengenai Maluku diantaranya di kitab Nagarakretagama (1365), Catatan dari Dinasti Tang (618-906) di Cina. Ini menunjukkan keberadaan tanah Maluku benar-benar sangat tua serta mempunyai dampak terpenting didunia khususnya menjadi penghasil rempah- rempah.

Terkait dengan masuknya Islam di Maluku diketemukan beberapa versi menurut pandangan beberapa tokoh serta sejarawan. Buya Hamka dalam bukunya “Sejarah Umat Islam” yang mengulas sejarah perkembangan umat Islam dari mulai jaman jahiliyah menyebutkan bahwa Islam masuk di Maluku semenjak tahun 650 M atau 17 tahun sesudah wafatnya Nabi Muhammad saw. Diterangkan bahwa pada saat itu sudah banyak pedagang Arab serta Persia yang beragama Islam ada di Maluku untuk mencari rempah-rempah. Bahkan juga diprediksikan mereka menikah dengan wanita pribumi serta kemungkinan meninggal dunia di sana.

Selain itu berdasarkan catatan Hikayat Ternate yang ditulis oleh Naidah dijelaskan jika pengislaman di Maluku berlangsung pada 643 H (1250 M). Diprakarsai oleh tokoh bernama Jafar Shadik atau Jafar Nuh yang hadir dari Jawa datang ke Ternate pada Senin 6 Muharam 643 H atau 1250 M. Diluar itu ada juga yang menyampaikan jika Islam masuk di Maluku pada abad ke-15 M dibawa oleh Syekh Mansur. Ia merupakan seseorang pedagang dari Arab yang menyiarkan Islam semasa Calano Caliati di Tidore. Dalam proses penyebaran Islam di Maluku juga dikenal nama lainnya, yakni Datu Maulana Hussein yang sebarkan Islam di wilayah Ternate pada saat pemerintahan Kalano Marhum.

Menurut cataan baangsa Portugis Islam masuk di Maluku sudah berada pada wilayah Ternate semenjak 1460 M. Ini berarti Islam telah ada serta turut memengaruhi kehidupan tatanan sosial walau belum juga cukup kuat. Hingga kemudian sewaktu Sultan Zainal Abidin (1486-1500) pengaruh Islam mengakar dalam penduduk. Beragam versi diatas pada umumnya menyetujui jika Islam masuk ke Maluku melalu jalan perdagangan. Zainal Abidin di ketahui sempat pergi ke Jawa untuk mendalami Islam. Ia belajar secara langsung dari ulama Sunan Giri atau wali terkenal di tanah Jawa kala itu.

Selanjutnya baru muncul empat kerajaan Islam di Maluku yang dikenal dengan sebutan Maluku Kie Raha (Maluku Empat Raja). Kesultanan Ternate yang di pimpin oleh Sultan Zainal Abidin (1486-1500), Kesultanan Tidore di pimpin oleh Sultan Mansur, Kesultanan Jailolo yang di pimpin oleh Sultan Sarajati, Kesultanan Bacan yang di pimpin oleh Sultan Kaicil Buko.

Sejarah Kedatangan Islam di Tanah Para Raja, Maluku dan Maluku Utara

Sejarah Benteng Tolukko di Ternate Maluku Utara
Tolukko merupakan salah satu nama benteng tua di Ternate Maluku Utara yang dibangun pada tahun 1540 oleh Francisco Serao yang merupakan seorang panglima dari Portugis. Benteng ini kemudian dikenal dengan nama benteng Holandia.

Dalam penuturan sejarahnya ada yang menyatakan bahwa nama Tolukko merupakan nama dari penguasa ke-10 yang duduk di atas singgasana Ternate yaitu Kaiil Tolukko. Namun kalau dilihat kagi dari tahun pemerintahan sultan ini yaitu pada tahun 1692 maka, nama benteng ini tidak mungkin menggunakan nama sultan yang memerintah setelah pembangunan benteng itu.

Merujuk pada catatan sejarah Belanda pada tahun 1610, benteng Tolukko direnovasi oleh Pieter Both yang merupakan seseorang yang berasal dari Belanda, untuk digunakan sebagai pertahanan dalam melawang bangsa Spanyol yang waktu itu sibuk menggempur pulau Ternate.

Benteng ini selain dijadikan sebagai tempat pertahan untuk melawan portugis, juga untuk menggiring kembali rakyat yang waktu itu melarikan diri dari serangan Spanyol untuk mau kembali tinggal di benteng tersebut. Pada saat itu benteng Malayo dijadikan sebagai tempat pelarian sebagian besar rakyat.

Dilaporkan bahwa, pada tahun 1612 terdapat 15 hingga 20 tentara di dalam benteng ini, yang dilengkapi dengan sejumlah persenjataan dan amunisi. Pada tahun 1627 di bawah pemerintahan Gubernur Jacques le Febre, dikatakan bahwa benteng yang berada tidak jauh di atas bukit di sebelah Utara Benteng Malayo ini, dilengkapi dengan dua menara berukuran kecil.

Pada waktu itu benteng tersebut dipimpin oleh seorang prajurit yang berpangkat Korporal, dia didatangkan dari Benteng Malayo. Prajurit tersebut juga menjadi sumber pemasok bahan makanan untuk 22 orang tentara yang sedang bertugas di dalam Benteng Tolukko pada saat itu.

Di tahun 1661, Dewan Pemerintahan Belanda memberi izin kepada Sultan Mandarsyah dari Ternate untuk tinggal di dalam benteng tersebut dengan pasukannya. Dikarenakan kehadiran Sultan Ternate di dalam benteng itu, maka garnizun Belanda di dalam Benteng Tolukko dikurangi hingga tersisa 160 orang.

Pada tanggal 16 April 1799, pasukan Kaicil Nuku (Sultan Tidore yang ke-19) melakukan penyerangan terhadap benteng Tolukko namun mereka dapat dipukul mundur oleh pasukan yang terdiri dari pasukan Ternate dan Pasukan VOC. Namun dikarenakan pertempuran dan khususnya pengepungan yang lama yang dilakukan oleh pasukan Nuku maka, penduduk kota Ternate yang pada bulan Juni 1797 berjumlah 3.307 jiwa, kemudian menyusut hingga tinggal 2.157 jiwa.

Penduduk lainnya meninggal akibat dari peperangan dan kelaparan atau melarikan diri ke Halmahera. Pada masa kepemimpinan Residen P. Van der Crab yaitu pada tahun 1864, benteng tesebut dikosongkan karena hampir seluruh bangunan sudah rusak.

Sesudah kemerdekaan yaitu pada tahun 1996, bangunan tua ini dipugar kembali, namun upaya pemugaran tersebut justru menghilangkan keaslian bangunan seperti terowongan bawah tanah yang berhubungan langsung dengan laut dihilangkan.

Sejarah Benteng Tolukko di Ternate Maluku Utara

Sebauah kenyataan bahwa, Indonesia diberkahi dengan destinasi wisata dan keindahan alam yang mempesona. Tidak lupa, berbagai biota laut yang amat eksotis serta bikin siapapun akan terpana

Apalagi bila berkunjung ke Indonesia area timur. Rasanya tidak adanya yang jelek bila kita berbicara mengenai panorama alamnya Hal ini jugalah yang bikin area timur Indonesia makin banyak dikunjungi oleh turis mancanegara. Salah satunya ialah Halmahera

Terletak di Maluku Utara, Halmahera menjadi salah satu contoh wilayah yang populer dengan keindahan alamnya. Tepatnya di Jailolo, kamu dapat mendapatkan 'surga'. yang tersembunyi di sini

Lalu, 'surga'. apakah saja yang dapat diciptakan. Berikut kami rangkum sebagian tempat wisata yang tidak boleh kamu lewatkan bila berkunjung ke Jailolo:

1. Air Terjun Kahatola


6 Keindahan Tempat Wisata di Jailolo Maluku Utara yang Memukau
Namun, ketika musim panas debit air akan turun lebih rendah serta ketika musim hujan akan mengucur lebih deras. Tebing batu yang tinggi serta terjal, ditambah pepohonan di kanan serta di kiri serta penampakan air terjun yang turun langsung ke laut akan menemani kamu ketika berada di sini.

2. Pantai Tuada


6 Keindahan Tempat Wisata di Jailolo Maluku Utara yang Memukau
Pulau yang berada tidak jauh dari kota Jailolo ini merupakan spot favorit buat menikmati senja. Kamu pun dapat merasakan pemandangan gunung Jailolo, gunung Gamalama, serta gunung Tidore yang estetis yang bersamaan dengan pasir putih, dan dilindungi pohon kelapa serta dihiasi dengan hutan magrove yang rapi akan memanjakan matamu

3. Pulau Babua


6 Keindahan Tempat Wisata di Jailolo Maluku Utara yang Memukau
Tempat satu ini tak boleh kamu lewatkan. Bagi yang hobi menyelam, kamu wajib menyelam di tempat ini, pasalnya kamu akan disambut dengan terumbu karang yang elok nan indah. Buat mencapai pantai ini kamu sesegera mungkin menyewa speedboat atau memakai perahu 'katinting'. Pulau kecil yang tidak berpenghuni ini dikelilingi Pulau Ternate, Pulau Jailolo serta Pulau Tidore.

4. Mercusuar Tanjung Bobo


6 Keindahan Tempat Wisata di Jailolo Maluku Utara yang Memukau
Untuk menikmati keindahan Jailolo dengan perhatian 360 derajat, kamu wajib berkunjung ke mercusuar ini. Berposisi di desa Bobo, dengan tinggi kurang lebih 40 m kamu akan disuguhkan dengan pemandangan yang amat cantik

5. Pantai Idamdehe


6 Keindahan Tempat Wisata di Jailolo Maluku Utara yang Memukau
Untuk menuju pantai ini, kamu akan bertemu dengan jalanan yang tak bagus, namun biarpun begitu tempat ini menjadi sasaran utama bagi wisatawan lokal. Pantai ini cocok buat berakhir pekan serta melepas penat

Pantai vulkanik ini Berposisi di desa Idamdehe, sehingga aliran airnya panas. Laut area utara yang berasa panas berasal dari panas bumi, sementara area selatan berasa dingin. Kamu sesegera mungkin menempuh trip sekelumit 12 km dari pusat kota Jailolo buat mencapainya.

Bukit Tagalaya


Nah, buat yang satu ini, Anda pasti telah mendengarnya. Karena sebutan “Tagalaya” ini jelas jelas tidak cuma terkandung di Kota Jailolo, tetapi juga di sebagian area lainnya. Uniknya, Bukit Tagalaya di Jailolo ini ialah Ibu Kota kerajaan Jailolo terhadap saat kesultanan Jailolo meraih puncak kejayaannya. Konon, tempat ini, ribuan tahun lantas sudah dihuni para raja serta keturunannya yang sekarang telah menyebar ke semua area di nusantara. walau Bukit Tagalaya tidak terlampau diminati banyak orang, lokasi ini terbilang strategis serta menyenangkan. Berposisi tepat di tengah kota, membelah tiga Desa, antara Gamlamo, Kusumadehe, serta Soakonora, bikin lokasi ini layak diakui sebagai pusat pemerintahan saat waktu kerajaan tempo itu

Menurut sebagian tetua, kini Bukit Tagalaya akan kembali dibangun Istana kerajaan yang diperuntukan buat orang-orang adat. aku sendiri amat menyenangi tempat ini, pasal sebagai wisata sejarah, ia juga amat berguna buat membangun intelektualitas budaya serta adat. Pokoknya, keren. Seingat saya, jika kita Berposisi di kaki bukitnya, kita dapat menatap hamparan ilalang yang mengcover punggung bukitnya bagai sesuatu lukisan yang menawan.

Bagaimana menurut kamu, indah bukan? Ayo berkunjung ke jailolo.

6 Keindahan Tempat Wisata di Jailolo Maluku Utara yang Memukau

Eloknya Kota Ternate, Kecantikan Negeri Islami Yang Memikat Hati
Kota Ternate merupakan ibu kota dari provinsi Maluku Utara, dilihat dari bentuknya menunjukkan banyak dipenguruhi oleh negara Eropa. Sebab dulunya kota tersebut memang bekas jajahan bangsa Portugis, Belanda dan Spanyol. Sedang keberadaannya sendiri berawal dari Kesultanan Ternate pada aba ke 13 dengan pengaruh agama Islam yang sangat kuat.

Berbicara tentang kota Ternate, seperti tak habis ditulis dalam semalam, karena banyaknya kisah indah yang melatar-belakangi. Mulai adat istiadat, budaya, tradisi serta destinasi mana saja, yang wajib Anda kunjungi. Jika mengagendakan hal tersebut sebagai tujuan liburan.

Seperti suku lain di Inodensia, Ternate juga mempunyai kebudayaan yang tak kalah menarik seperti : adat pernikahan, upacara keagamaan, kematian, penyambutan tamu dan kuliner. Pernikahan mengenal dua cara : pernikahan meminang atau minta kawin, dan kawin sembah. Dan masih banyak lagi adat pernikahan lainnya.

Berbicara tentang kulinernya yang paling terkenal yaitu Ikan Gohu. Merupakan salah satu masakan khas Ternate. Kadang orang menyebutnya sebagai sashimi Ternate. Ikan dadri dagiing tuna dilumuri dipotong kecil-kecil, dicuci bersih dicampur dengan perasan jeruk lemon cui dan garam, tanpa dimasak. Disajikan dengan daun kemangi, bawang merah dan cabai yang sebelumnya telah ditumis dan disiramkan ke ikan mentah tersebut, dengan tidak lupa ditaburi kacang tanah goreng.

Makanan lain yang juga tak kalah memikat adalah Gatang Kenari. Terbuat dari kepiting jenis kenari yang sekarang sudah dilindungi. Namun untuk jenis restoran tertentu demi alasan pariwisata masih diijinkan.

Mata pencaharian suku Ternate bertani, dan bercocok tanam. Pertanian ada hasil bumi : padi, sayuaran, kacang-kacangan dan sebagaianya. Sedang perkebunan ada : cengkeh, kopi, kelapa sawit, hingga rempah-rampah.

Dan untuk destinasi wisata yang dapat Anda kunjungi adalah sebagai berikut :

1. Pantai Sulamadaha


Pantai tersebut terketak di dekat Pulau Hiri. Suasana sangat nyaman dengan pasir hitam. Area spot diving yang baik bagi Anda penyuka jenis olahraga air ini.

2. Hol Sulamadha


Hol Sulamadha merupakan teluk yang bersebelahan dengan obyek wisata pantai Sulamadha. Tempat ini adalh taman laut yang sangat indah. Di sini juga area spot diving yang nyaman.

3. Pantai Tobodolo


Satu-satunya pantai di wilayah Ternate yang berwarna putih bersih. Berlokasi di jalan Batu Angus kecamatan Togafo, Kota Ternate Maluku Utara.  Ada sumber air panas tak dari tempat itu sesuatu yang dapat menarik wisatawan datang.

4. Danau Laguna


Danau Laguna terletak di desa Ngade, Kelurahan Fitu, Kecamatan Kota Ternate Selatan, propinsi Maluku Selatan. Berjarak sekitar 18 dari kota Ternate. Oleh sebab itu orang juga sering menyebutnya danau Ngade. Wilatahnya ini sangat damai, untuk mereka yang ingin sejenak menepi dari keramaian.

5. Batu Angus


Wisata ini berupa perbukitan yang berada di jalan Batu Angus, Tobololo, kota Ternate Maluku Utara. Terbangun dari bebatuan lahar panas Gunung Gamalama yang meletus pada tahun 1673. Antara gunung dan laut, sebuah pemandangan yang sangat eksotis memukau mata.

Tertarikkah Anda setelah membaca uraian singkat ini? Bahwa wilayah negara kita itu sangatlah luas, tidak hanya pulau Sumatra, Jawa, Bali dan Kalimantan saja. Di ujung timur dari Indonesia juga masih banyak tempat-tempat indah indah yang patut Anda kunjungi. Dengan sesuatu yang jauh berberda, temukan sensasi pengalaman berharga untuk setiap perjalanan wisata Anda.

Eloknya Kota Ternate, Kecantikan Negeri Islami Yang Memikat Hati

Subscribe Our Newsletter