Coretanzone: Orang Tua -->

    Social Items

Tafsir Ayat-ayat Al-Quran Tentang Berbakti Kepada Orang Tua
Orang tua adalah orang yang sangat berjasa dalam hidup anak-anaknya, karena mereka telah melahirkan, membesarkan dan mendidik anak-anaknya agar menjadi baik dan bermanfaat dalam kehidupan. Dalam sebuah hadist Rasulullah (SAW) bersabda yang artinya "ridho Allah tergantung pada ridho kedua orang tua, dan murka Allah tergantung murka kedua orang tua." Dari hadis ini maka dapat kita ketahui bahwa orang tua memiliki kedudukan yang sangat tinggi dan istimewa. Sehingga sebagai anak, sudah seharusnya berbakti kepada orang tua, dalam artian bukan sebagai 'balas jasa' tetapi lebih kepada mencari keridhoaan orang tua.

Orang tua mempunyai peran yang sangat penting terhadap anak, sehingga berbakti kepada orang tua merupakan perintah yang harus dilaksanakan selama hayat masih di kandung badan. Berbakti kepada orang tua selama mereka masih hidup dan ketika mereka sudah meninggal. Selama mereka hidup kita patut untuk menghormati mereka, memberi mereka nafkah (jika orang tua dari kalangan tidak mampu), dan mengurus mereka ketika sudah tua. Sedangkan berbakti kepada orang tua yang sudah meninggal dengan cara berbuat baik kepada orang lain, menyantuni anak yatim piatu, mendoakan mereka dan sebagainya, agar amal baik yang diperbuat anak pahalanya akan mengalir kepada orang tua.

Dalam banyak riwayat disebutkan bahwa Nabi (SAW) selalu memperingatkan umatnya untuk menghormati kedua orang tua, bahkan dalam kitab suci al-Quran banyak sekali ayat-ayat al-Quran yang menjelaskan tentang berbakti kepada orang tua.

Tafsir Ayat-ayat Al-Quran Tentang Berbakti Kepada Orang Tua


Diantara ayat-ayat al-Quran yang menjelaskan tentang berbakti kepada orang tua adalah sebagai berikut:

Surat Al-Baqarah Ayat 83


وَإِذۡ أَخَذۡنَا مِيثَٰقَ بَنِيٓ إِسۡرَٰٓءِيلَ لَا تَعۡبُدُونَ إِلَّا ٱللَّهَ وَبِٱلۡوَٰلِدَيۡنِ إِحۡسَانٗا وَذِي ٱلۡقُرۡبَىٰ وَٱلۡيَتَٰمَىٰ وَٱلۡمَسَٰكِينِ وَقُولُواْ لِلنَّاسِ حُسۡنٗا وَأَقِيمُواْ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتُواْ ٱلزَّكَوٰةَ ثُمَّ تَوَلَّيۡتُمۡ إِلَّا قَلِيلٗا مِّنكُمۡ وَأَنتُم مُّعۡرِضُونَ

Artinya: Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari Bani Israil (yaitu): Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuat kebaikanlah kepada ibu bapa, kaum kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin, serta ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia, dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Kemudian kamu tidak memenuhi janji itu, kecuali sebahagian kecil daripada kamu, dan kamu selalu berpaling.

Tafsir Kemenag

Ingatlah dan renungkanlah keadaan mereka ketika Kami, melalui rasul Kami, mengambil janji dari Bani Israil yaitu bahwa, Janganlah kamu menyembah sesuatu pun dan dalam bentuk apa pun selain Allah Yang Maha Esa, dan berbuat baiklah dalam kehidupan dunia ini kepada kedua orang tua dengan kebaikan yang sempurna, walaupun mereka kafir; demikian juga kepada kerabat, yaitu mereka yang mempunyai hubungan dengan kedua orang tua, serta kepada anak-anak yatim yakni mereka yang belum balig sedang ayahnya telah wafat, dan juga kepada orang-orang miskin, yaitu mereka yang membutuhkan uluran tangan. Dan bertuturkatalah yang baik kepa da manusia seluruhnya tanpa kecuali. Setelah memerintahkan hal-hal yang dapat memperkuat hubungan kekeluargaan dan hubungan sosial lainnya, Allah menyusulinya dengan sesuatu yang terpenting dalam hubungan dengan Allah, Laksanakanlah salat sebaik mungkin dan secara istikamah, dan tunaikanlah zakat dengan sempurna. Itulah perjanjian yang kamu mereka sepakati dengan Allah, wahai Bani Israil, tetapi kemudian kamu berpaling dengan meng ingkari janji itu, kecuali sebagian kecil dari kamu, dan kamu masih menjadi pembangkang. Betapa objektif Al-Qur'an dalam menilai manusia; salah satu buktinya tampak pada ayat ini. Di sini dinyatakan bahwa tidak semua individu Bani Israil mengingkari perjanjian, seperti diisyaratkan dengan kalimat kecuali sebagian kecil dari kamu. Ini menunjukkan bahwa dalam setiap periode kehidupan Bani Israil atau bangsa-bangsa lain selalu saja ada sekelom pok kecil yang tetap berjalan lurus dengan mengikuti suara hati nuraninya untuk selalu berbuat baik, seperti dapat kita baca pada Surah ali Imran/3: 113.

Bila ayat-ayat yang lalu berkaitan dengan hal-hal yang harus mereka kerjakan, maka ayat ini mengingatkan isi perjanjian menyangkut hal-hal yang harus mereka tinggalkan. Ayat ini memerintahkan lagi; dan ingatlah juga ketika Kami, melalui Nabi Musa, mengambil janji dari leluhur kamu, wahai Bani Israil, Janganlah kamu menumpahkan darahmu, yakni mem bunuh orang lain tanpa hak, dan jangan pula kamu mengusir dirimu, saudara sebangsa mu, dari kam pung halamanmu, apalagi kampung halaman mereka sendiri. Selanjutnya, mereka juga diingatkan, Kemudian kamu berikrar di depan umum akan memenuhinya, wahai yang mendengar ayat Al-Qur'an ini dan yang hidup pada masa Nabi Muhammad, dan bersaksi bahwa perjanjian itu memang pernah dilakukan oleh nenek moyang kalian. Ayat ini mengingatkan dan menegaskan pentingnya persatuan dan kesatuan antarmanusia. Isyarat ini diperoleh dari penggunaan kata darahmu, dirimu sendiri dan kampung hala manmu, padahal yang dimaksud adalah orang lain. Ini karena dalam pandang-an Allah seorang manusia pada hakikatnya merupakan saudara seketu runan manusia yang lain. Dapat juga dikatakan bahwa jika seseorang berbuat buruk kepada orang lain maka pada hakikatnya ia berbuat buruk kepada diri sendiri, seperti dinyatakan dalam Surah al-Hujurat/49: 11.

Surat Al-Baqarah Ayat 215


يَسَۡٔلُونَكَ مَاذَا يُنفِقُونَۖ قُلۡ مَآ أَنفَقۡتُم مِّنۡ خَيۡرٖ فَلِلۡوَٰلِدَيۡنِ وَٱلۡأَقۡرَبِينَ وَٱلۡيَتَٰمَىٰ وَٱلۡمَسَٰكِينِ وَٱبۡنِ ٱلسَّبِيلِۗ وَمَا تَفۡعَلُواْ مِنۡ خَيۡرٖ فَإِنَّ ٱللَّهَ بِهِۦ عَلِيمٞ

Artinya: Mereka bertanya tentang apa yang mereka nafkahkan. Jawablah: "Apa saja harta yang kamu nafkahkan hendaklah diberikan kepada ibu-bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan". Dan apa saja kebaikan yang kamu buat, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahuinya.

Tafsir Kemenag

Diriwayatkan bahwa seorang pria lanjut usia dan kaya raya bernama  Amr bin al-Jamuh al-Anshari bertanya kepada Rasulullah, Harta apa yang sebaiknya aku nafkahkan dan kepada siapa aku berikan? Allah lalu menurunkan ayat ini untuk menjawab pertanyaan tersebut. Mereka bertanya kepadamu, wahai Nabi Muhammad, tentang apa yang harus mereka infakkan. Katakanlah, Harta apa saja yang kamu infakkan, hendaknya diperuntukkan bagi kedua orang tua, kerabat, seperti saudara kandung, paman, bibi, dan anak-anak mereka, anak yatim, orang miskin, dan orang yang dalam perjalanan. Mereka hendaknya diprioritaskan untuk menerima infak sebelum orang lain. Infak pada ayat ini adalah sedekah yang bersifat anjuran, bukan zakat yang diwajibkan dalam agama dan telah ditentukan siapa yang berhak menerimanya seperti dibahas pada Surah at-Taubah/9: 60. Dan kebaikan apa saja yang kamu kerjakan, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahui. Dalam ayat ini kata al-khair disebut dua kali; yang pertama berarti harta (al-ma l) dan yang kedua berarti kebajikan dalam arti umum.

Selain diuji dengan kemiskinan dan kemelaratan, orang-orang beriman juga akan diuji dengan diminta mengorbankan jiwa mereka melalui kewajiban perang. Diwajibkan atas kamu berperang melawan orang-orang memerangi kamu, padahal berperang itu tidak menyenangkan bagimu, sebab ia mengor-bankan harta benda dan jiwa. Tetapi boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, yakni boleh jadi kamu tidak menyukai peperangan, padahal itu baik bagimu karena kamu mendapat kemenangan atas orang-orang atau jika terbunuh atau kalah dalam peperangan, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui apa yang baik bagimu, sedang kamu tidak mengetahui. Karena itu, tunaikanlah perintah Allah yang pasti akan membawa kebaikan bagimu.

Surat An-Nisa Ayat 36


۞وَٱعۡبُدُواْ ٱللَّهَ وَلَا تُشۡرِكُواْ بِهِۦ شَيۡٔٗاۖ وَبِٱلۡوَٰلِدَيۡنِ إِحۡسَٰنٗا وَبِذِي ٱلۡقُرۡبَىٰ وَٱلۡيَتَٰمَىٰ وَٱلۡمَسَٰكِينِ وَٱلۡجَارِ ذِي ٱلۡقُرۡبَىٰ وَٱلۡجَارِ ٱلۡجُنُبِ وَٱلصَّاحِبِ بِٱلۡجَنۢبِ وَٱبۡنِ ٱلسَّبِيلِ وَمَا مَلَكَتۡ أَيۡمَٰنُكُمۡۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُحِبُّ مَن كَانَ مُخۡتَالٗا فَخُورًا

Artinya: Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri,

Tafsir Kemenag

Ayat-ayat di atas yang berbicara tentang aturan dan tuntunan kehidupan rumah tangga dan harta waris, memerlukan tingkat kesadaran untuk mematuhinya. Ayat ini menekankan kesadaran tersebut dengan menunjukkan perincian tempat tumpuan kesadaran itu dipraktikkan. Dan sembahlah Allah Tuhan yang menciptakan kamu dan pasangan kamu, dan janganlah kamu sekali-kali mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Dan berbuat baiklah dengan sungguh-sungguh kepada kedua orang tua, juga kepada karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga dekat dan tetangga jauh walaupun tetangga itu nonmuslim, teman sejawat, ibnu sabil, yakni orang dalam perjalanan bukan maksiat yang kehabisan bekal, dan hamba sahaya yang kamu miliki. Sungguh, Allah tidak menyukai dan tidak melimpahkan rahmat dan kasih sayang-Nya kepada orang yang sombong dan membanggakan diri di hadapan orang lain.

Ayat yang lalu ditutup dengan ungkapan ketidaksenangan Allah kepada orang-orang yang sombong dan membanggakan diri. Mereka itu adalah orang yang kikir, dan juga menyuruh orang lain agar berbuat kikir dengan cara menghalangi orang lain berinfak dengan ucapan, dan memberi contoh berinfak dengan jumlah yang sangat ke-cil, dan juga secara terus menerus menyembunyikan karunia yang telah diberikan Allah kepadanya dengan tidak mau menginfakkannya. Untuk itu, Kami telah menyediakan hukuman untuk orang-orang kafir dalam bentuk azab yang menghinakan atas kesombongan mereka itu.

Surat Luqman ayat 14-15


وَوَصَّيۡنَا ٱلۡإِنسَٰنَ بِوَٰلِدَيۡهِ حَمَلَتۡهُ أُمُّهُۥ وَهۡنًا عَلَىٰ وَهۡنٖ وَفِصَٰلُهُۥ فِي عَامَيۡنِ أَنِ ٱشۡكُرۡ لِي وَلِوَٰلِدَيۡكَ إِلَيَّ ٱلۡمَصِيرُ

Artinya: Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu. (Q.S. Luqman: 14)

Tafsir Kemenag

Dan Kami perintahkan kepada manusia agar berbuat baik kepada kedua orang tuanya, terutama ibu. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah seiring makin besarnya kandungan dan saat melahirkan, dan menyapihnya dalam usia dua tahun. Jika demikian, bersyukurlah kepada-Ku atas nikmat yang telah Aku karuniakan kepadamu dan bersyukurlah juga kepada kedua orang tuamu karena melalui keduanya kamu bisa hadir di muka bumi ini. Hanya kepada Aku tempat kembalimu dan hanya Aku yang akan membalasmu dengan cara terbaik.15. Meski taat kepada kedua orang tua berada pada posisi setara dengan menyembah Allah, ia tidak bersifat mutlak. Jika keduanya atau salah satunya memaksamu secara sungguh-sungguh untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang engkau tidak mempunyai pengetahuan tentang itu, terlebih jika engkau tahu besarnya dosa syirik, maka janganlah engkau menaati keduanya. Namun, jagalah hubungan baikmu dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, bahkan terbaik, selama keduanya tidak mencampuri urusan agamamu. Dan ikutilah jalan orang yang selalu kembali kepada-Ku dalam segala urusannya. Kemudian, hanya kepada-Ku tempat kembalimu di akhirat kelak, maka akan Aku beritahukan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan dan Aku akan memberi balasan sesuai amal perbuatanmu di dunia.

وَإِن جَٰهَدَاكَ عَلَىٰٓ أَن تُشۡرِكَ بِي مَا لَيۡسَ لَكَ بِهِۦ عِلۡمٞ فَلَا تُطِعۡهُمَاۖ وَصَاحِبۡهُمَا فِي ٱلدُّنۡيَا مَعۡرُوفٗاۖ وَٱتَّبِعۡ سَبِيلَ مَنۡ أَنَابَ إِلَيَّۚ ثُمَّ إِلَيَّ مَرۡجِعُكُمۡ فَأُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمۡ تَعۡمَلُونَ

Artinya: Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.

Tafsir Kemenag

Meski taat kepada kedua orang tua berada pada posisi setara dengan menyembah Allah, ia tidak bersifat mutlak. Jika keduanya atau salah satunya memaksamu secara sungguh-sungguh untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang engkau tidak mempunyai pengetahuan tentang itu, terlebih jika engkau tahu besarnya dosa syirik, maka janganlah engkau menaati keduanya. Namun, jagalah hubungan baikmu dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, bahkan terbaik, selama keduanya tidak mencampuri urusan agamamu. Dan ikutilah jalan orang yang selalu kembali kepada-Ku dalam segala urusannya. Kemudian, hanya kepada-Ku tempat kembalimu di akhirat kelak, maka akan Aku beritahukan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan dan Aku akan memberi balasan sesuai amal perbuatanmu di dunia.16. Lukman melanjutkan nasihatnya, “Wahai anakku! Sungguh, jika ada suatu perbuatan yang sangat kecil dan tersembunyi, layaknya benda yang bobotnya hanya seberat biji sawi dan berada dalam batu atau berada di langit atau di perut bumi, niscaya Allah akan memberinya balasan. Sesungguhnya Allah Mahahalus, Mahateliti. Ilmu Allah meliputi segala sesuatu, betapa pun kecil dan halus.

Surat Al-Ankabut Ayat 8


وَوَصَّيۡنَا ٱلۡإِنسَٰنَ بِوَٰلِدَيۡهِ حُسۡنٗاۖ وَإِن جَٰهَدَاكَ لِتُشۡرِكَ بِي مَا لَيۡسَ لَكَ بِهِۦ عِلۡمٞ فَلَا تُطِعۡهُمَآۚ إِلَيَّ مَرۡجِعُكُمۡ فَأُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمۡ تَعۡمَلُونَ

Artinya: Dan Kami wajibkan manusia (berbuat) kebaikan kepada dua orang ibu-bapaknya. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya. Hanya kepada-Ku-lah kembalimu, lalu Aku kabarkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.

Tafsir Kemenag

Setelah ayat-ayat yang lalu menguraikan keniscayaan ujian dan cobaan bagi orang-orang yang beriman, berikut ini disebutkan salah satu contoh tersebut, yaitu di saat kedua orang tua yang dicintai memaksa untuk berbuat syirik dan maksiat lainnya. Berbakti kepada orang tua adalah sebuah kewajiban, tetapi ada batas yang tidak boleh dilanggar. Dan Kami wajibkan kepada manusia agar berbakti dengan berbuat kebaikan sebanyak-banyaknya kepada kedua orang tuanya dan menaati keduanya. Dan jika keduanya bersungguh-sungguh memaksamu untuk mempersekutukan Aku dan atau melakukan kemaksiatan dalam bentuk apa pun, dengan sesuatu yang engkau tidak mempunyai ilmu tentang itu, atau tidak dapat diterima oleh akal sehat, maka janganlah engkau patuhi keduanya, karena ketaatan kepada manusia tidak boleh dalam bentuk maksiat atau durhaka kepada Tuhan. Hanya kepada-Ku tempat kembalimu pada hari Kiamat, dan akan Aku beritakan secara rinci kepadamu apa yang telah kamu kerjakan selama di dunia untuk mendapatkan balasan.9. Dan orang-orang yang beriman dan membuktikan keimanannya itu dengan mengerjakan kebajikan mereka pasti akan Kami masukkan mereka ke dalam golongan orang yang saleh yang akan mendapatkan kenikmatan di surga.

Surat Al-Ahqaaf Ayat 17


وَٱلَّذِي قَالَ لِوَٰلِدَيۡهِ أُفّٖ لَّكُمَآ أَتَعِدَانِنِيٓ أَنۡ أُخۡرَجَ وَقَدۡ خَلَتِ ٱلۡقُرُونُ مِن قَبۡلِي وَهُمَا يَسۡتَغِيثَانِ ٱللَّهَ وَيۡلَكَ ءَامِنۡ إِنَّ وَعۡدَ ٱللَّهِ حَقّٞ فَيَقُولُ مَا هَٰذَآ إِلَّآ أَسَٰطِيرُ ٱلۡأَوَّلِينَ

Artinya: Dan orang yang berkata kepada dua orang ibu bapaknya: "Cis bagi kamu keduanya, apakah kamu keduanya memperingatkan kepadaku bahwa aku akan dibangkitkan, padahal sungguh telah berlalu beberapa umat sebelumku? lalu kedua ibu bapaknya itu memohon pertolongan kepada Allah seraya mengatakan: "Celaka kamu, berimanlah! Sesungguhnya janji Allah adalah benar". Lalu dia berkata: "Ini tidak lain hanyalah dongengan orang-orang dahulu belaka".

Tafsir Kemenag

Selain menjelaskan tentang sikap orang-orang yang berbuat baik kepada kedua orang tua, Allah juga menjelaskan keadaan sebaliknya yaitu sikap orang-orang yang durhaka kepada kedua orang tua. Dan orang yang berkata kepada kedua orang tuanya, ketika kedua orang tuanya mengajaknya agar beriman kepada Allah, anaknya itu berkata; “Ah.” Ia tidak mau mengikuti nasihat kedua orang tuanya, lalu anak itu berkata, Apakah kamu berdua memperingatkan kepadaku bahwa aku akan dibangkitkan dari kubur, padahal beberapa umat sebelumku telah berlalu dan banyak dari mereka tidak mempercayai hari kebangkitan itu?" Kedua orang tuanya tidak putus asa mengajak anaknya beriman kepada Allah. Lalu kedua orang tuanya itu memohon pertolongan kepada Allah seraya berkata, “Celaka kamu, berimanlah kepada Allah! Sungguh, janji Allah akan datangnya hari kebangkitan itu benar dan pasti akan terjadi.” Tetapi anak itu tidak percaya, lalu dia berkata kepada kedua orang tuanya, “Ini hanyalah dongeng orang-orang dahulu.”18. Mereka adalah orang-orang yang celaka seperti dijelaskan dalam firman-Nya ini, Mereka itu orang-orang yang tidak percaya kepada hari kebangkitan dan tidak percaya kepada perhitungan amal baik dan buruk manusia kelak di akhirat telah pasti terkena ketetapan yakni ditimpakan azab atas mereka bersama umat-umat dahulu sebelum mereka, dari golongan jin dan manusia yang durhaka kepada Tuhan. Mereka adalah orang-orang yang rugi yakni celaka di akhirat disebabkan azab dari Tuhan karena kedurhakaannya di dunia.

Surat Al-Isra’ Ayat 23


۞وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعۡبُدُوٓاْ إِلَّآ إِيَّاهُ وَبِٱلۡوَٰلِدَيۡنِ إِحۡسَٰنًاۚ إِمَّا يَبۡلُغَنَّ عِندَكَ ٱلۡكِبَرَ أَحَدُهُمَآ أَوۡ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُل لَّهُمَآ أُفّٖ وَلَا تَنۡهَرۡهُمَا وَقُل لَّهُمَا قَوۡلٗا كَرِيمٗا

Artinya: Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.

Tafsir Kemenag

Setelah menjelaskan penggolongan manusia menjadi dua golongan; ada yang menghendaki kehidupan dunia saja dan ada yang menghendaki kehidupan akhirat di samping kehidupan dunia, kelompok ayat ini selanjutnya menjelaskan tatakrama pergaulan antar manusia dalam kehidupannya. Ayat ini menyatakan, Dan Tuhanmu telah menetapkan dan memerintahkan agar kamu wahai sekalian manusia jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapakmu dengan sebaikbaiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dan mereka berada dalam pemeliharaanmu, maka sekalikali janganlah kamu menyakiti keduanya, misalnya dengan mengatakan kepada keduanya perkataan ah, yakni perkataan yang mengandung makna kemarahan atau kejemuan, dan janganlah engkau membentak keduanya jika mereka merepotkan kamu atau berbuat sesuatu yang kamu tidak menyukainya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang mulia, yakni perkataan yang baik, yang mengandung penghormatan dan kasih sayang.Selanjutnya Allah menyatakan, Dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang karena rasa hormat yang tulus kepada keduanya, dan ucapkanlah, yakni berdoalah, Wahai Tuhanku, yang Maha Pengasih, Maha Penyayang, sayangilah keduanya, karena mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil dengan penuh kasih sayang.

Surat Al-Isra’ Ayat 24


وَٱخۡفِضۡ لَهُمَا جَنَاحَ ٱلذُّلِّ مِنَ ٱلرَّحۡمَةِ وَقُل رَّبِّ ٱرۡحَمۡهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرٗا

Artinya: Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: "Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil".

Tafsir Kemenag

Selanjutnya Allah menyatakan, Dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang karena rasa hormat yang tulus kepada keduanya, dan ucapkanlah, yakni berdoalah, Wahai Tuhanku, yang Maha Pengasih, Maha Penyayang, sayangilah keduanya, karena mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil dengan penuh kasih sayang.Dalam keadaan kedua orang tua sudah berumur lanjut dan berada dalam pemeliharaanmu, boleh jadi suatu waktu engkau berbuat kesalahan, secara tidak sengaja atau karena terpaksa. Dalam keadaan demikian itu, ketahuilah bahwa Tuhanmu lebih mengetahui apa yang ada dalam hatimu; jika kamu orang-orang yang baik dan tulus mengasihi kedua orang tuamu dan berbakti kepada keduanya dengan sepenuh hatimu. Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, maka sungguh, Dia Maha Pengampun bagi orang-orang yang bertobat dan menyertainya dengan berbuat kebaikan.

Sudakah anda berbuat baik kepada orang tuamu? Ini pertanyaan yang hanya dapat dijawab oleh masing-masing orang. Semoga ayat-ayat al-Quran tentang berbakti kepada orang tua di atas dapat menambah wawasan untuk selalu berbuat baik kepada kedua orang tua.

Tafsir Ayat-ayat Al-Quran Tentang Berbakti Kepada Orang Tua

Konsep Peranan Orang Tua Dalam Mendidik Anak di Lingkungan Keluarga

Konsep peranan orang tua dalam mendidik anak di lingkungan keluarga merupakan awal seorang anak mengenal dunia pendidikan. Orang tua mempunyai peranan penting dalam tumbuh kembangnya seorang anak, tanpa orang tua anak akan melayang tanpa arah yang jelas.

Pendidikan keluarga merupakan sekolah awal bagi anak dimana orang tua mempunyai peranan penting dalam mendidik anak. Pendidikan yang salah dapat berakibat fatal bagi keberlangsungan hidup anak di masa depan.

Pengertian Peranan Orang Tua


Peranan orang tua adalah keikutsertaan orang tua dalam membina kehidupan rumah tangga secara lahir batin yang menyangkut kewajiban dirinya terhadap anaknya.

Peranan orang tua terhadap pendidikan anak dalam keluarga besar sekali pengaruhnya dalam membentuk dasar kepribadian anak, hal ini sesuai dengan perkataan Zakiyah Darajat, bahwa :


Pendidikan oleh orang tua dalam keluarga, meskipun tidak langsung diberikan atau diajarkan kepada anak, adalah merupakan peletak dasar pembentukan kepribadian itu sendiri. Sikap dan tingkah laku orang tua akan dicontoh dan dijadikan modal dasar tingkah laku anak. Oleh karena itu sebagai orang tua harus selalu mawas diri dan juga selalu hati-hati terutama jika mau menjadi tauladan yang baik terhadap anak.

Tanggung jawab mendidik anak, maka yang menjadi penanggung jawab utama adalah orang tua, karena orang tualah yang memegang peranan sangat penting dalam pendidikan anaknya. Oleh karena itu orang tua merupakan pendidik yang utama bagi anak, sebab mereka yang pertama dikenal oleh anak sejak lahir.

Peranan Ibu Terhadap Pendidikan Anak


Sebagaimana kita ketahui bersama, bahwa ibulah yang memegang peranan penting dalam pendidikan anak, karena sejak dalam kandungan hingga lahir ibulah yang selalu dekat dengannya. Ibulah yang memberikan minum, memeliha, melindungi serta mendidik dan selalu dekat bergaul dengan anak-anak sehari semalam. Oleh sebab itulah kebanyakan anak-anak lebih cinta kepada ibunya daripada anggota keluarga lainnya.

Pada hakekatnya pendidikan ibu terhadap anaknya itu adalah suatu urusan yang tidak dianggap ringan dalam pelaksanaannya. Karena pendidikan ibu itu sesuatu pekerjaan yang harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab.

Dengan demikian betapa mulianya pendidikan ibu yang mempunyai tugas dan tanggung jawab yang besar baik sebagai pendidik maupun pengatur rumah tangga. Adapun peranan ibu dalam pendidikan anaknya sebagai berikut:

  1. Sumber dan pemberi kasih sayang
  2. Pengasuh dan pemelihara
  3. Tempat mencurahkan isi hati
  4. Pengaruh kehidupan dalam rumah tangga
  5. Pembimbing hubungan pribadi
  6. Pendidik dalam segi emosional.

Berpijak dari penjelasan di atas, maka peranan ibu adalah sangat penting terhadap pendidikan anak-anaknya.

Peranan Ayah terhadap Anak-Anaknya


Peranan seorang ayah terhadap anak-anaknya juga tidak kalah pentingnya terhadap peranan ibu dalam pendidikan, atau pembentukan sikap dan tingkah laku anak-anak. Apabila seorang ayah memberikan keteladanan yang baik dalam keluarga, maka akan terkesan baik pula pada hati anak-anaknya. Namun banyak terjadi kepincangan-kepincangan dalam pendidikan yang dilakukakan oleh seorang ayah dimana sang ayah selalu sibuk mencari nafkah keluarga dan tidak mempunyai waktu bergaul dengan anak-anaknya, serta menganggap bahwa pendidikan anak-anak menjadi tanggung jawab istri.

Pendapat yang demikian adalah pendapat yang keliru karena sebenarnya pendidikan anak-anak itu menjadi tanggung jawab mereka berdua (suami istri) dan ada kebersamaan suami istri dalam melakukan amanat Allah untuk mendidik anak-anak mereka.

Adapun peran ayah dalam pendidikan anak-anaknya adalah sebagai berikut :

  1. Sumber kekuasaan didalam keluarga
  2. Penghubung internal keluarga dengan warga masyarakat atau dengan dunia luar
  3. Pemberi perasaan aman bagi seluruh keluarga
  4. Pelindung terhadap ancaman dari luar
  5. Hakim atau yang mengadili jika ada perselisihan
  6. Pendidikan Didalam Segi Nasional.

Berdasarkan peranan atau fungsinya, ayah dalam pendidika anak juga berperan besar didalamnya. Oleh karena itu suami istri harus bekerja sama dan kompak dalam mendidik anak-anaknya demi masa depan anak, agar mereka bisa menjadi manusia yang berguna sesuai dengan harapan bangsa dan masyarakat serta orang lain.

Daftar Pustaka

Zakiyah Darajad, Ilmu Pendidikan Islam, (Jakarta : Bumi Aksara, 1996)
Boehori, Membina Rumah Tangga, (Bandung : al-Ma'arif, 1977)
Djumbransyah Indar, Ilmu Pendidikan Islam, (Malang : Biro Ilmiah IAIN, 1998)

Konsep Peranan Orang Tua Dalam Mendidik Anak di Lingkungan Keluarga

Tanggung Jawab Orang Tua Terhadap Pendidikan Anak
Tanggung jawab orang tua terhadap tumbuh kembang anak merupakan salah satu kewajiban orang tua terhadap anak. Anak mempunyai hak untuk mendapatkan perhatian dari orang tua, kasih sayang dan pendidikan yang baik dapat menjadikan anak sebagai pribadi yang matang dalam menjalani kehidupan.

Orang tua adalah pendidik pertama dan utama bagi anak-anaknya, karena dari orang tualah anak pertama menerima pendidikan. Dengan demikian pendidikan pertama berasal dari lingkungan keluarga.

Orang tua, baik ayah dan ibu memiliki peranan penting dan berpengaruh terhadap pendidikan anak-anaknya. Sejak anak lahir, ibulah yang selalu mendampinginya. Olehnya itu sifat dan perilaku seorang ibu selalu menjadi suri teladan bagi anak-anaknya. Mereka lebih banyak meniru perangai seorang ibu dibandingkan dengan seorang ayah jika ibu menjalankan tugasnya dengan baik. Ibu merupakan orang yang pertama dikenal anak, yang pertama menjadi temannya dan yang pertama mempercayainya, kecuali jika ia ditinggalkan. Dengan memahami segala yang ada pada hati anaknya dan jika anak telah mulai agak besar, disertai kasih sayang, ibu dapat mengambil hati anaknya untuk selamanya.

Pengaruh ayah terhadap tumbuh kembang anaknya besar juga. Di mata anak, ayah merupakan orang yang memiliki gengsi yang tinggi dan memiliki kecerdasan melibihi orang-orang yang dikenalnya. Cara ayah melakukan pekerjaann sehari-harinyanya berpengaruh terhadap pekerjaan anaknya. Ayah adalah penolong utama, terlebih bagi anak yang sudah tumbuh besar, baik itu laki-laki maupun perempuan, jiak ayah mau mendekati dan dapat memahami hati sang anak.

Pada dasarnya apa yang dikemukan di atas berada dalam kehidupan keluarga atau rumah tangga dengan berbagai keadaannya. Hal ini menujukkan rasa tanggung jawab orang tua terhadap kehidupan anak-anak mereka pada saat ini dan masa depan mereka. Bahkan orang tua pada umumnya merasa bertanggung jawab ata segal sesuatu atas kelangsungan hidup anak-anak mereka

Karena itulah tidak diragukan lagi tanggung jawab pendidikan secara mendasar berada pada orang tua, baik diakui secara sadar atau tidak hal ini sudah menjadi fitrah yang sudah dikodratkan Tuhan untuk dibebankan kepada orang tua. Tanggung jawab orang tua terhadap pendidikan anak sangatlah penting bahkan sudah berlangsung sejak anak masih berada dalam kandungan hingga ia tumbuh menjadi manusia yang mampu mengembangkan dirinya. Tanggung jawab orang tua terhadap tumbuh kembang anak terdiri dari beberapa aspek yaitu, aspek moral, aspek intelektual, dan aspek sosial.

A. Tanggung Jawab Moral

Sebagai orang tua tanggung jawab moral merupakan tanggung jawab pendidikan yang erat hubungannya dengan persoalan budi pekerti dan keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Tanggung jawab ini adalah landasan utam untuk membentuk kepribadian masa depan anak.

Agar orang tua dapat melaksanakan tanggung jawabnya dengan baik, maka perlu untuk mereka memiliki sikap yang tekun, ulet, sabar dan hati-hati dalam mengarahkan putra-putrinya, karena pada dasarnya anak merupakan individu yang memiliki gejolak yang tinggi, bersifat dinamis yang selalu berkembang sesuai dengan tingkat perkembangannya. Agar anak dapat tumbuh memiliki perilaku dan kepribadian yang baik maka orang tua hendaknya melakukan hal-hal sebagai berikut:
  1. Orang tua memberi suri tauladan yang baik dan benar, karena anak suka meniru, terlebih dari contoh yang diberikan orang tuanya.
  2. Orang tua mampu mengontrol lingkungan bergaul anaknya
  3. Dapat mengatasi bahan bacaan anak, apakah bahan bacaan tersebut layak dikonsumsi oleh pemikiran anaknya atau tidak.
  4. Orang tua tidak boleh memberikan tayangan berupa film atau gambar kepada anak-anaknya yang bersifat jelek bagi perkembangan otak anak.

B. Tanggung Jawab Intelektual

Kewajiban semua umat manusia adalah menuntut ilmu, bahkan hal ini dijelaskan dalam salah satu hadist rosulullah bahwa menuntut ilmu itu merupakan kewajiban bagi seluruh umat islam, baik itu laki-laki maupun perempuan. Dengan ilmu seseorang akan memiliki kelebihan dan derajat yang tinggi melebihi orang-orang yang tidak berilmu.

Agar anak memiliki ilmu dan moral yang baik sudah selayaknya dia dibiasakan dengan hal-hal yang baik dan diberi tugas sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. Pada dasarnya pendidikan anak di masa kecil akan menuntut sikap dan perilakunya di masa yang akan datang, hal tersebut disebabkan karena pada saat masih kecil pikiran anak masih jernih, ingatannya sangat kuat dan semangat belajar yang dia miliki sangat tinggi. Dari sini dapat kita simpulkan bahwa anak itu lebih berkembang sejak masih usia dini, olehnya itu pendidikan sudah sepaptutnya dilaksanakan sejak dini, agar pendidikan dapat berhasil sesuai dengan harapan.

C. Memberikan dasar Pendidikan Sosial

Tempat yang paling penting dalam peletakan dasar-dasar pendidikan sosial anak adalah kehidupan keluarga. Karena pada dasarnya keluarga merupakan lingkungan sosial yang terdiri atas ayah, ibu dan anak.

Pendidikan sosial sebaiknya diberikan sejak dini kepada anak agar mereka terbiasa dengan tatakrama dan kebiasaan-kebiasaan sosial masyarakat. Selain itu agama juga mengajarkan tentang kehidupan sosial yang menjadi tanggung jawab orang tua untuk diajarkan kepada anaknya. Tanggung jawab sosial ini erat kaitannya dengan usaha memberi bekal kepada anak dalam menjalani segi sosial yang baik dengan dasar-dasar psikir yang mulia.

Sudah menjadi kodratnya bahwa manusia itu berfungsi sebagai mahluk individu yang selalu mementingkan dirinya sendiri, selain itu juga sebagai mahluk sosial ia berkewajiban untuk selalu memperhatikan dan menghormati hak-hak orang lain berdasarkan rasa kemanusiaan dan persmaan hak.

Tanggung Jawab Orang Tua Terhadap Tumbuh Kembang Anak