Coretanzone: Pekerjaan -->

    Social Items

7 Faktor Yang dapat Menentukan Pertumbuhan Ekonomi
Mengapa ekonomi dapat berkembang dengan cepat, tetapi kadang-kadang berkembang lambat? Demikian juga dengan pertumbuhan ekonomi suatu negara, terkadang bergerak cepat, tetapi terkadang bergerak lambat. Ini karena ada faktor yang mempengaruhinya. Berikut ini adalah faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi.

1. Barang Modal


Barang modal adalah berbagai jenis barang yang digunakan untuk menghasilkan output (barang dan jasa). Misalnya: mesin pabrik, peralatan pertukangan, dan sebagainya. Barang modal memiliki peran penting dalam meningkatkan efisiensi pertumbuhan ekonomi. Tanpa alat yang digunakan untuk menghasilkan barang dan jasa, orang akan merasa sulit untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka. Penambahan barang modal dilakukan melalui investasi, sehingga semakin tinggi investasi, semakin besar jumlah barang modal. Semakin banyak jumlah barang modal, barang dan jasa yang dihasilkannya, akan meningkat. Peningkatan output barang dan jasa menunjukkan ekonomi sedang mengalami pertumbuhan.

2. Teknologi


Selain barang modal, teknologi juga mempengaruhi pertumbuhan ekonomi. Kemajuan ekonomi di berbagai negara terutama disebabkan oleh kemajuan teknologi. Di negara-negara berkembang, diperlukan teknologi yang tepat guna agar manusia dapat memanfaatkan secara optimal apa yang ada dalam diri mereka dan lingkungan, dan untuk mengurangi pemborosan penggunaan sumber daya alam atau energi dalam proses produksi. Kemajuan teknologi telah memiliki beberapa dampak positif pada pertumbuhan ekonomi yang mengarah pada pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat.

Berikut ini adalah beberapa efek dari kemajuan teknologi pada pertumbuhan ekonomi.

a. Meningkatkan efisiensi produksi barang dan jasa.
b. Menciptakan penemuan barang baru yang belum pernah diproduksi sebelumnya.
c. Meningkatkan kualitas barang yang diproduksi.

3. Buruh


Hingga saat ini, terutama di negara-negara berkembang, tenaga kerja masih menjadi faktor dominan produksi. Populasi yang besar akan menambah jumlah pekerja. Penambahan tenaga kerja ini memungkinkan suatu negara untuk meningkatkan jumlah produksi. Dengan demikian itu akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi. Jika tenaga kerja didukung oleh tenaga kerja (pendidikan) yang lebih berkualitas, itu akan lebih meningkatkan produktivitas tenaga kerja itu sendiri. Dengan demikian, peningkatan akan meningkatkan jumlah barang yang diproduksi.

Baca juga: Tips Mengelola Bisnis Agar Cepat Berkembang

4. Sumber Daya Alam


Sumber daya alam adalah segala sesuatu yang disediakan oleh alam, seperti tanah, iklim, hasil hutan, hasil tambang, dll. Yang dapat dimanfaatkan oleh manusia dalam upaya mereka mencapai kesejahteraan. Sumber daya alam akan dapat memfasilitasi upaya untuk membangun ekonomi suatu negara.

Menurut Jhingan bahwa ketersediaan sumber daya alam yang melimpah tidak cukup untuk pertumbuhan ekonomi, yang paling penting adalah bagaimana memanfaatkan sumber daya alam ini sebaik-baiknya. Dengan demikian sumber daya alam yang tersedia yang digunakan secara optimal akan membantu dalam proses pertumbuhan ekonomi.

Meskipun kekayaan alam memiliki peran penting, ini tidak berarti bahwa pembangunan ekonomi sangat tergantung pada jumlah kekayaan alam suatu negara. Perkembangan ekonomi di Belanda, Jepang dan Korea Selatan membuktikan bahwa meskipun mereka tidak memiliki sumber daya alam yang signifikan, perkembangan ekonomi negara-negara ini juga telah berkembang pesat.

5. Manajemen


Ekonomi di suatu negara akan berkembang pesat jika dikelola dengan baik. Sistem manajemen ini disebut manajemen. Seperti halnya bangsa Indonesia, ia memiliki potensi sumber daya alam yang beragam dan melimpah dan populasi yang besar, jika potensi tersebut dikelola dengan baik dapat mendorong pertumbuhan ekonomi.

6. Kewirausahaan


Entrepreneurship (wirausaha) adalah seseorang yang mampu dan berani mengambil risiko dalam melakukan upaya untuk mendapatkan keuntungan. Peran pengusaha dalam memajukan ekonomi telah terbukti dari waktu ke waktu. Pengusaha dalam berinvestasi akan memperluas peluang kerja, meningkatkan output nasional, dan meningkatkan pendapatan pajak.

7. Informasi


Salah satu syarat agar pasar berfungsi sebagai cara yang efisien dalam mengalokasikan sumber daya ekonomi adalah bahwa ada informasi yang sempurna dan seimbang. Informasi sangat mendukung pertumbuhan ekonomi karena pelaku ekonomi dapat mengambil keputusan berdasarkan informasi yang akurat dan cepat.

7 Faktor Yang dapat Menentukan Pertumbuhan Ekonomi

Ikut Profesi Orang Tua, atau Pilih Sendiri?, Dilema Anak Muda di Abad 21
Penciptaan manusia merupakan salah satu hak mutlat Tuhan yang tidak dapat dibantah oleh makhluk, bahkan protesnya malaikat ketika manusia akan diciptakan hanya dijawab oleh Allah swt. dengan pernyataan bahwa saya (Allah) lebih mengetahui apa yang tidak kalian ketahui. Hal ini tergambar jelas dalam Al-Quran sebagai berikut:

وَإِذۡ قَالَ رَبُّكَ لِلۡمَلَٰٓئِكَةِ إِنِّي جَاعِلٞ فِي ٱلۡأَرۡضِ خَلِيفَةٗۖ قَالُوٓاْ أَتَجۡعَلُ فِيهَا مَن يُفۡسِدُ فِيهَا وَيَسۡفِكُ ٱلدِّمَآءَ وَنَحۡنُ نُسَبِّحُ بِحَمۡدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَۖ قَالَ إِنِّيٓ أَعۡلَمُ مَا لَا تَعۡلَمُونَ  

Terjemahannya: Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi". Mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui". (Q.S. Al-Baqarah: 30)

Sebagaimana disebutkan dalam ayat di atas bahwa, penciptaan manusia bertujuan untuk menjadi khalifah di muka bumi. Khalifah dalam artian untuk mengelola dan memelihar bumi dengan sebaik-baiknya. Namun ketika manusia diciptakan kemudian diturunkan di bumi dan berkembang biak menjadi bersuku-suku berbangsa-bangsa dan terdapat banyak perbedaan diantara mereka maka, terjadilah persaingan yang pada akhirnya menyebabkan banyak kerusakan di atas bumi. Padahal Allah swt. telaha berfirman bahwa, tujuan manusia diciptakan berbeda-beda itu untuk saling kenal mengenal.

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ إِنَّا خَلَقۡنَٰكُم مِّن ذَكَرٖ وَأُنثَىٰ وَجَعَلۡنَٰكُمۡ شُعُوبٗا وَقَبَآئِلَ لِتَعَارَفُوٓاْۚ إِنَّ أَكۡرَمَكُمۡ عِندَ ٱللَّهِ أَتۡقَىٰكُمۡۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٞ  

Terjemhannya: Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. (Qs. al-Hujurat: 13)

Dalam ayat tersebut sudah menyebutkan bahwa penciptaan manusia untuk saling kenal mengenal ini memiliki tujuan agar manusia bertakwa. Takwa dalam artian menjalin hubungan baik dengan Allah swt. sebagai sang pencipta, menjalin hubungan baik dengan manusia sebagai sesama makhluk Allah swt. dan menjalin hubungan dengan alam yang artinya bahwa melestarikan alam dengan sebaik mungkin untuk kelangsungan hidup manusi.

Menyoroti tulisan dengan judul; bagaimana cara anda memilih profesi (كيف تختار مهنتك ؟) yang menyebutkan bahwa penciptaan manusia berbeda dalam banyak hal, misalnya dalam kemampuan, tindakan, dan sebagainya untuk saling membantu dalam membangun kehidupan.

أَهُمۡ يَقۡسِمُونَ رَحۡمَتَ رَبِّكَۚ نَحۡنُ قَسَمۡنَا بَيۡنَهُم مَّعِيشَتَهُمۡ فِي ٱلۡحَيَوٰةِ ٱلدُّنۡيَاۚ وَرَفَعۡنَا بَعۡضَهُمۡ فَوۡقَ بَعۡضٖ دَرَجَٰتٖ لِّيَتَّخِذَ بَعۡضُهُم بَعۡضٗا سُخۡرِيّٗاۗ وَرَحۡمَتُ رَبِّكَ خَيۡرٞ مِّمَّا يَجۡمَعُونَ  

Terjemahannya: Apakah mereka yang membagi-bagi rahmat Tuhanmu? Kami telah menentukan antara mereka penghidupan mereka dalam kehidupan dunia, dan kami telah meninggikan sebahagian mereka atas sebagian yang lain beberapa derajat, agar sebagian mereka dapat mempergunakan sebagian yang lain. Dan rahmat Tuhanmu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan. (Q.S. Az-Zukhruf 32).

Idealnya manusia bersikap sebagaimanya yang disebutkan dalam tulisan tersebut dan sebagaimana yang disebutkan dalam ayat ini, yakni saling bahu membahu untuk menuju kehidupan yang lebih baik. Sebenarnya manusia tidak boleh membedakan antara satu dengan yang lain, misalnya orang kaya tidak boleh merendahkan orang miskin, petani tidak boleh ditekan oleh pengusaha, dan sebagainya, karena setiap profesi manusia itu saling berkaitan antara satu dengan yang lain. Namun kenyataan di lapangan mengatakan hal yang berbeda, masih saja terjadi ketimpangan dalam masyarakat. Salah satu contoh yang dapat kita lihat adalah kasus konflik agrarian antara petani dan pabrik semen (PT Semen Indonesia) di semarang.  Belum lagi kasus guru dikriminalisasi atau dianiaya dari orang tua, karena guru menindak siswa yang melanggar aturan sekolah, dan masih banyak lagi profesi-profesi yang dianggap lemah ditindas oleh mereka yang menggap dirinya memiliki kekuasaan. Walaupun demikian kehidupan di dunia ini seperti dua sisi mata uang, ada yang buruk namun ada pula yang baik, sehingga tidak dapat di-generalisir bahwa manusia itu sama dalam sikap dan tingkah langku. Masih banyak manusia-manusia yang berhati mulia di dunia ini yang tidak sombong dan tidak merendahkan orang lain.

Selanjtunya dalam tulisan tersebut menyebutkan bahwa, pada masa lalu anak muda akan mempelajari apa yang menjadi profesi orang tuanya, sehingga ketika dewasa mereka berprofesi sama dengan profesi orang tuanya. Sehingga mungkin dari sinilah lahir istilah keluarga guru, keluarga petani, keluarga dokter, dan sebagainya, karena ada keterkaitan satu keluarga dengan profesi mereka. Sebenarnya hal semacam ini masih terjadi pada zaman sekarang, dimana masih ada sebagian orang tua yang menginginkan anaknya mengikuti jejak mereka, atau ada sebagian anak yang terinspirasi dengan profesi orang tuanya sehingga mereka berprofesi sama. Seperti Drey dan Rendi, warga Tangerang Banten yang setiap hari melihat kebiasaan ibu mereka yang memiliki profesi sebagai dokter, membuat kedua kakak beradik ini memilih mengikuti jejak ibunya dengan kualiah di fakultas kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana, Jakarta. Sang kakak Drey terlebih dahulu kuliah di situ, kemudian diikuti oleh adiknya.

Walaupun saat ini masih ada anak yang mengikuti profesi orang tuanya, namun lebih banyak sudah memiliki pilihan yang berbeda. Anak mulai melirik ke profesi-profesi lain yang menurut mereka sesuai dengan passion atau motivasi yang ada dalam didirnya, sehingga membuat mereka tidak bosa untuk menjalani profesinya itu. Kebanyakan pemuda saat ini memilih pekerjaan yang terkait dengan pemerintah atau perusahaan swasta. Tetapi ada sebagian pemuda yang memilih untuk membangun usahanya sendiri, sehingga lahir starup-starup (perusahaan rintisan) baru karya anak muda. Starup ini memanfaatkan teknolog digital yang sedang marak saat ini, sehingga mudah dikenal oleh orang lain. Selian itu ada juga anak muda yang memilih profesi sesuai dengan trend abad 21, yaitu menggunakan teknologi komunikasi dan informasi sebagai tempat mereka bekerja. Lahirnya para selebrag dengan memiliki jutaan follower di Instagram, dan lahirnya video creator yang memiliki jutaan subscribe di youtube sebagai contoh pemanfaatan TIK dalam hal ini media sosial sebagai profesi baru.

Pada dasarnya saat ini peluang kerja sangat banyak, anak muda tidak perlu menjadi pegawai honor seumur hidup di instansi pemerintah, atau melamar kerja di perusahaan swasta yang prosesnya sangat berliku dan belum tentu diterima. Anak muda sudah saatnya berkreasi untuk melahirkan berbagai karya yang bernilai ekonomi sehingga dapat dibeli dan dinikmati oleh orang lain. Jadi ketika selesai sekolah atau kuliah, anak muda sebenarnya sudah mengetahui dimana dia harus berada dalam berprofesi dengan menyesuaikan kemampuan yang ada dalam dirinya, tanpa harus menunggu pembukaan lowongan CPNS yang terbatas kuotanya, atau yang lebih parahnya lagi melamar kerja dengan cara-cara yang tidak baik, seperti sogok atau menggunakan “orang dalam”.

Cara-cara curang di abad 21 ini sebenarnya sudah tidak lagi releva, karena dunia sudah tidak membutuhkan orang dengan kemampuan yang minim. Persaingan membuat semua orang diharuskan untuk “berlari” mengejar lajunya perubahan dan perkembangan zaman. Setiap saat pasti ada saja yang berubah, sehingga pola kehidupan masyarakat juga akan mengalami perubahan yang sama. Pemuda sudah saatnya bersikap fleksibel sehingga bisa menyesuaikan diri dimana saja. Selain itu peningkatan kompetensi melalui berbagai pelatihan menjadi salah satu hal yang wajib yang harus terus diikuti oleh setiap anak muda, agar melek terhadap perubahan sosial, dan dapat mengembangkan profesinya menjadi lebih baik.
___________________
*Catatan kritis terhadap tulisan dengan judul كيف تختار مهنتك ؟
** Ditulis Oleh Jufri Derwotubun

Ikut Profesi Orang Tua, atau Pilih Sendiri?, Dilema anak muda di abad 21*

Bagaimana Cara Anda Memilih Profesi
Judul tulisan ini (bagaimana cara anda memilih profesi) memberikan satu pertanyaan dalam benak penulis, bahwa apa sebenarnya yang menjadi faktor utama seseorang dalam memilih sebuah profesi atau pekerjaan yang akan digeluti dalam kehidupannya. Ada yang menyebutkan bahwa untuk memilih pekerjaan dapat disesuaikan dengan passion dan motivasi kerja yang ada dalam diri, ada juga yang menyatakan disesuaikan dengan peluang kerja yang ada di lapangan, dan ada juga yang berpendapat bahwa pengembangan karir disesuaikan dengan trend yang sedang terjadi.

Ketiga jawaban di atas pada dasarnya sudah terjadi dalam dunia kerja sejak lama. Misalnya saja seseorang yang passion-nya dalam dunia seni tidak menjadikan seni sebagai hobi semata, tetapi menjadikannya sebagai sebuah profesi atau pekerjaan yang dapat bernilai ekonomi, atau seseorang yang ahli dalam bahasa asing akan melamar kerja atau membuka usaha sesuai dengan bidang keahlian yang dimilikinya. Selain itu, ada juga orang yang memilih profesinya sesuai dengan motivasi kerja, seperti ada orang yang bekerja dengan ikhlas dengan mengharapkan ridho dari Allah swt, sedangkan rezeki sudah diatur oleh-Nya yang tidak dapat diubah oleh siapapun. Model orang yang memiliki motivasi semacam ini kebanyakan berasal dari kalangan pendidik yang memiliki pemahaman bahwa; “dunia ini hanyalah tempat persinggahan semata, sedangkan akhirat adalah tempat yang kekal abadi selamanya.” Selanjutnya ada orang yang memiliki motivasi kerja untuk mendapatkan hidup yang layak, atau mengumpulkan sebanyak mungkin pundi-pundi rupiah. Orang dengan motivasi semacam ini biasanya memilih bekerja di tempat yang memberikan gaji besar, atau membuka usaha yang bernilai ekonomi tinggi.

Selanjutnya peluang kerja di lapangan menjadi salah satu alasan seseorang memilih profesinya walaupun ada yang tidak sesuai dengan passion yang dimiliki, yang terpenting adalah bisa menghasilkan dan dapat melanjutkan hidup. Orang yang mencari pekerjaan dengan melihat peluang kerja biasanya melamar pekerjaan di pemerintahan atau perusahaan swasta, karena di sana biasanya banyak menyediakan peluang kerja untuk berbagai keahlian. Sedangkan yang terakhir ini memilih profesi disesuaikan dengan trend yang sedang terjadi dalam masyarakat. Di abad 21 ini trend-nya adalah persaingan global yang berasal dari dunia teknologi digital, sehingga masyarakat dunia diperhapkan dengan lahirnya beragam inovasi teknologi informasi dan komunikasi dengan beragam fitur yang dapat membantu seseorang berkomunikasi dengan orang lain dengan mudah. Lahirnya beragam teknologi digital ini menjadikan peluang untuk sebagian orang dalam menentukan profesinya dengan memanfaatkan teknologi digital seperti smartphone sebagai alat untuk membantunya bekerja atau untuk mempromosikan karya yang dimilikinya.

Memilih Profesi Sesuai Dengan Profesi Orang Tua


Ada satu pepatah lama menyebutkan bahwa “buah tak akan jatuh jauh dari pohonnya.” Pepatah ini sama dengan beberapa orang tua yang memiliki pemahaman bahwa, anaknya harus bekerja sesuai dengan profesi mereka. Pandangan semacam ini sudah ada sejak lama dalam masyarakat, sehingga orang pada zaman dahulu akan mengajarkan anaknya keahlian yang mereka miliki. Anak petani akan diajarkan cara bertani dengan baik, anak dokter akan diajarkan cara mengobati pasien, anak guru akan diajarkan cara mengajar, dan sebagainya.

Namun seiring waktu beputar, pola hidup masyarakat semakin berubah, sehingga orang mulai memiliki pandangan yang berbeda dalam memilih profesi. Saat ini, ada anak petani yang berprofesi sebagai tentara, ada anak nelayan yang berprofesi sebagai dokter, ada anak pedagang yang memilih menjadi guru, dan masih banyak lagi contoh anak yang memiliki profesi berbeda dengan orang tua. Walaupun demikian, ada anak yang terinpirasi dari pekerjaan orang tuanya, sehingga memilih untuk berprofesi layaknya profesi orang tuanya. Semua ini pada dasarnya sah-sah saja selama orang tua tidak memaksakan anaknya untuk mengikuti keinginannya.

Memilih Profesi Sesuai dengan Keinginan Sendiri


Saat ini, bidang pekerjaan atau profesi sudah sangat beragam, hampir dalam semua sektor kehidupan manusia terdapat tempat untuk orang bekerja. Misalnya saja dalam sektor pendidikan, di sana terdapat beberapa bidang pekerjaan yang dapat dikerjakan oleh manusia, seperti guru, tenaga administrasi, tenaga keamanan, dan tenaga kebersihan. Dalam sektor lain juga banyak kita jumpai hal yang serupa, salah satunya saat ini adalah trend ekonomi digital. Banyak anak muda yang terjun ke bidang ini dengan membangun starup digital yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat setempat. Selain starup yang berbasis digital, ada juga yang membangun usahanya dibidang jasa periklanan dengan memanfaatkan passion atau keahlian yang dimiliki, seperti menjadi selebgram dengan memiliki jutaan followers di Instagram, membangun situs blog dengan mengisi berbagai konten tulisan yang bermanfaat sehingga dapat dibaca oleh jutaan orang, dan atau menjadi seorang video creator atau vlogger yang memiliki banyak sibscribers di youtube.

Untuk mendapatkan hasil yang baik dalam bekerja, setiap profesi/pekerjaan harus dipilih sendiri dengan menyesuaikan kemampuan yang ada dalam diri, sehingga nantinya pekerjaan itu akan menjadi mudah dan ringan. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah saw. yang artinya “Beramallah kalian! Sebab semuanya telah dimudahkan terhadap apa yang diciptakan untuknya …” (H.R. Bukhari).

Menentukan Profesi Sejak Berada di Bangku Pendidikan


Pendidikan memiliki peran penting dalam membentuk pengetahuan, sikap, dan keterampilan seseorang. Keberhasilan seorang anak ditentukan oleh seberapa baik dia mendapatkan pendidikan, baik itu pendidikan keluarga, pendidikan di sekolah dan perguruan tinggi, serta pendidikan di lingkukangan masyarakat. Keberhasilan memiliki ukuran yang sangat beragam, namun keberhasilan yang hakiki adalah ketika seseorang bermanfaat bagi orang lain. Bermanfaat ini bisa dengan menghasilkan karya (sesuai dengan kemampuan) yang dapat digunakan oleh orang banyak.

Olehnya itu anak sudah sejak berada di bangku pendidikan menentukan apa yang akan menjadi profesi atau pekerjaannya di masa yang akan datang. Dengan begitu, anak akan belajar dengan sungguh-sungguh untuk mendapatkan pengetahuan dan ketrampilan sesuai dengan apa yang dicata-citakannya itu. Menetukan profesi bukan saja tentang menentukan apa yang akan dikerjakan suatu saat, tetapi menentukan juga arah hidup yang akan dilalui dalam mengarungi bahtera kehidupan.

Dalam kehidupan ini, manusia tidak boleh takut kalau tidak mendapatkan rezeki, karena rezeki itu sudah diatur oleh Allah swt, dan tidak dapat dirubah atau ditukar oleh siapapun. Manusia hanya bisa berusaha dan yang paling penting adalah saling bahu membahu antara satu dengan yang lain dalam membangun kehidupan. Hal ini sebagaimana yang difirmankan Allah swt. dalam al-Quran sebagai berikut:

أَهُمۡ يَقۡسِمُونَ رَحۡمَتَ رَبِّكَۚ نَحۡنُ قَسَمۡنَا بَيۡنَهُم مَّعِيشَتَهُمۡ فِي ٱلۡحَيَوٰةِ ٱلدُّنۡيَاۚ وَرَفَعۡنَا بَعۡضَهُمۡ فَوۡقَ بَعۡضٖ دَرَجَٰتٖ لِّيَتَّخِذَ بَعۡضُهُم بَعۡضٗا سُخۡرِيّٗاۗ وَرَحۡمَتُ رَبِّكَ خَيۡرٞ مِّمَّا يَجۡمَعُونَ

Terjemahannya: Apakah mereka yang membagi-bagi rahmat Tuhanmu? Kami telah menentukan antara mereka penghidupan mereka dalam kehidupan dunia, dan kami telah meninggikan sebahagian mereka atas sebagian yang lain beberapa derajat, agar sebagian mereka dapat mempergunakan sebagian yang lain. Dan rahmat Tuhanmu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan. (Q.S. Az-Zukhruf: 32)

Dalam ayat ini Allah menjelaskan bahwa, tak ada satupun manusia atau makhluk di alam semesta ini yang membagikan rahmatNya. Hanya Allah yang membagi rahmatNya itu kepada manusia dengan kadar yang telah ditentukan. Sehingga ketika memiliki harta yang banyak jangan sombong, dan ketika memiliki harta yang sedikit jangan iri, karena semua itu hanyalah cobaan yang akan dimintai pertanggung jawaban suatu saat kelak. Wallahu a’lam.
_______________
*Suatu catatan setelah membaca secara komprehensif bacaan dengan judul: كيف تختار مهنتك؟
** Ditulis Oleh Jufri Derwotubun

Bagaimana Cara Anda Memilih Profesi ?*

4 Alasan Karyawan Milenial Harus Bekerja dari Jarak Jauh (Kerja Remote)
Bukan hal yang aneh jika karyawan milenial mendambakan keseimbangan antara kehidupan keluarga dan karirnya. Kebebasan bekerja dari mana saja dan kapan saja membuat karyawan milenial semakin produktif dan bahagia saat berkiprah. Tidak melulu bekerja dari komputer di kantor, karyawan di era digital bisa bekerja dari kedai kopi bahkan dari rumah. Mereka memiliki kesempatan untuk menghabiskan waktu bersama keluarga.

Nah, jika Anda ingin mempertimbangkan bekerja di perusahaan yang menawarkan jam kerja fleksibel atau bekerja dari jarak jauh, berikut adalah alasan yang dapat meningkatkan kehidupan Anda:

1. Lebih banyak waktu dengan keluarga


Alasan yang paling banyak diungkapkan oleh karyawan milenial adalah ingin lebih banyak waktu bersama keluarga. Anak – anak yang melewati masa emasnya sewaktu kecil tidak akan pernah bisa terulang waktu. Demikian pula, dengan kenangan indah yang terukir bersama keluarga dari hari ke hari.

Model kerja 8-to-5 menuntut karyawan untuk menghabiskan sebagian besar waktu di kantor. Ibaratnya, kantor mereka sudah seperti rumah kedua. Tetapi, dengan bekerja dari jarak jauh atau bekerja dari rumah, Anda bisa memiliki lebih banyak waktu dengan keluarga.

2. Peningkatan produktivitas


Hampir 50% pegawai yang bekerja dari jarak jauh mengatakan produktivitas mereka meningkat. Bayangkan saja, Anda bisa bekerja di tepi pantai, di villa terpencil berpanorama indah, atau bahkan di rooftop gedung pencakar langit. Kenyamanan dan otak yang jernih karena lingkungan kerja yang fleksibel akan mendorong produktivitas dan kreativitas lebih maksimal. Sebagian besar karyawan juga melaporkan mereka lebih senang bekerja dari jarak jauh ketimbang harus berada di lingkungan kantor yang tersekat – sekat pada umumnya.

Dari penelitian dikemukakan karyawan yang bekerja secara remote juga menghemat waktu hingga 3 jam setiap minggu tanpa harus terjebak macet atau transportasi ke kantor. Waktu ini bisa digunakan untuk menyelesaikan proyek atau mendapatkan pekerjaan sampingan lainnya.

3. Kesehatan mental dan fisik yang lebih baik


Hadir di kantor tepat waktu mungkin sudah menjadi peraturan perusahaan. Tetapi, hal ini kadang menimbulkan dampak bagi kesehatan fisik dan mental karyawan. Pertama, mereka harus berjibaku dengan kemacetan lalu lintas dengan tingkat stres yang tinggi. Belum lagi, harus mengantri panjang untuk menaiki komuter atau bus yang menguras tenaga dan kelelahan. Ditambah lingkungan kerja yang buruk seperti rapat genting, rekan kerja sakit dan cerewet, dll. Itulah sebanyak 86% karyawan yang bekerja remote, mengaku lebih bahagia secara mental dan hal ini berpengaruh terhadap tingkat kesehatan fisik mereka.

4. Lebih hemat pengeluaran


Hampir 84% karyawan yang bekerja dari jarak jauh mengalami dampak positif dari sisi finansial. Hal ini berkaitan dengan efisiensi dari bahan bakar kendaraan yang lebih hemat. Mereka tidak perlu lagi mengeluarkan ongkos transportasi. Menurut Biro Sensus Amerika Serikat, rata – rata perjalanan ke kantor membutuhkan waktu 25,4 menit atau hampir setengah jam dalam satu hari.

Bayangkan betapa banyak waktu dan uang yang terbuang percuma selama perjalanan. Selain memengaruhi lingkungan dengan emisi gas, bekerja dari jarak jauh juga bisa menghemat pengeluaran bulanan mereka untuk bahan bakar.

Kamu sendiri bagaimana apakah sudah bekerja dengan jarak jauh (remote)?
Postingan ini dikirim oleh:
Photo

4 Alasan Karyawan Milenial Harus Bekerja dari Jarak Jauh (Kerja Remote)

Etika Menghormati Teman Kerja Menurut Hukum Islam
Berkerja di kantor atau perusahaan bukan hanya tentang etika menghormati atasan saja yang harus dilakukan, sementara menghormati sesama teman pekerja sendiri dilupakan. Menganggap remeh  tak perlu diperlakuan baik. Diterangkan pada sebuah ayat yang berbunyi, ‘’Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara, sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.’’ (AS Hujurat:10)

Mengulik dari ayat tersebut, tergambar jelas bahwa kita sebagai orang iman itu bersaudara, dan harus menjaga hubungan baik, hidup damai, agar selalu mendapat rahmat dari Allah. Jika berbicara tentang ini, banyak sikap dan perbuatan yang harus ditanamkan pada diri sendiri, supaya keadaan indah itu benar-benar menjadi kenyataan.

1. Saling Menghormati


Sikap ini perlu diterapkan pada semua orang yang tergabung dalam satu perusahaan, bahwa saling menghormati, menjaga perasaan itu sangat penting. Hubungan yang indah berdampak baik pada jalinan kerjasama antar teman dalam menyelesaikan sebuah pekerjaan. Coba bandingkan dengan mereka yang bermusuhan satu sama lain, bersaing tak sehat saling menjatuhkan. Bukan saja akan kehilangan pekerjaan, sebab merasa tak nyaman akhirnya keluar dari perusahaan. Di masa yang akan datang bila membutuhkan pertolongan teman juga akan kesulitan, karena menanamkan kenangan buruk.

2. Ringan Tangan Dan Peduli


Menjadi pribadi dengan sikap ringan tangan dan peduli merupakan sikap disukai banyak orang. Memiliki empati yang tinggi terhadap masalah dan kesulitan teman. Jika seorang teman mengalami masalah, dan merasa tidak dapat membantu mencarikan solusi lebih baik diam dan jangan bergunjing tentang persoalannya tersebut, sebab akibatnya Anda akan memicu perkara baru dengan dirinya, karena orang yang tengah dirundung masalah, pada umumnya menjadi gelap mata, bisa berlaku buruk pada orang lain, bila orang tersebut tidak mempunyai pemahaman agama yang baik.

3. Tidak Suka Membicarakan Keburukan Teman


Di dunia ini tak ada seorangpun orang yang mau mendengar orang lain membicarakan keburukannya, apalagi sampai menjadi selebritis dadakan, menjadi pusat perhatian banyak orang. Karena perasaan buruk itu memang tidak nyaman, meski ada sebagian pribadi yang bijak menyikapi. Namun faktanya tidaklah demikian. Bila Anda merasa mempunyai masalah dengan teman sesama di kantor, alangkah baiknya dibicarakan dengan baik dengan santun, ungkapkan isi hati Anda pada teman tersebut itu solusi terbaik, daripada harus bergosip di belakang, yang akibatnya akan memicu terjadinya salah paham.

4. Tidak Suka Meminta Barang Gratis


Jangan menjadi orang yang bermental miskin, yang bisa mengenai siapa saja tidak peduli siapapun. Meminta barang gratis dan sering dilakukan dalam sebuah pertemanan itu sangat menjengkelkan teman Anda. Bayangkanlah jika hal tersebut juga Anda alami, bagaimana perasaan hati Anda? Di samping itu sifat demikian hanya akan merendahkan diri sendiri, membuat Anda dijauhi teman dan Andapun semakin tidak dihormati oleh teman.

5. Selalu Meminta Bantuan Atas Pekerjaan Yang Dibebankan


Semua orang yang berkerja masing-masing telah dibebani dengan tugas pekerjaan sendiri-sendiri, begitupun yang terjadi pada Anda dan teman-teman di kantor. Jika Anda mungkin masih berstatus jadi pegawai baru, menemukan tugas yang belum dimengerti, bertanya pada teman tak masalah. Hanya saja yang perlu diingat jangan terlalu sering dilakukan. Sebab hal tersebut pasti dapat membuat teman kesal dan marah, sadarilah mereka juga mempunyai kewajiban untuk berkerja.

Etika Menghormati Teman Kerja Menurut Islam