Coretanzone: Pendidikan -->

    Social Items

Sejarah Kerajaan Majapahit: Pembentukan Kerajaan Hingga Keruntuhannya
Majapahit adalah sebuah kerajaan yang berbasis di Jawa Timur, Indonesia, yang didirikan dari sekitar tahun 1293 hingga 1500 M. Kerajaan ini mencapai puncaknya menjadi kerajaan yang mengendalikan wilayah besar Nusantara pada masa pemerintahan Hayam Wuruk, yang memerintah dari tahun 1350 hingga 1389 M.

Kerajaan Majapahit adalah kerajaan Hindu-Buddha terakhir yang memerintah di kepulauan ini dan dianggap sebagai salah satu negara terbesar dalam sejarah Indonesia. Kekuasaannya membentang di Jawa, Sumatra, Semenanjung Malaya, Kalimantan, hingga Indonesia bagian timur, walaupun demikian wilayah kerajaan ini sampai saat ini masih diperdebatkan.

Penulisan sejarah


Pararaton ('Kitab Raja') dalam bahasa Kawi dan Nagarakertagama dalam bahasa Jawa Kuno. Pararaton terutama menceritakan Ken Arok (pendiri Kerajaan Singhasari) tetapi juga berisi beberapa bagian singkat tentang pembentukan Majapahit. Sementara itu, Nagarakertagama adalah puisi Jawa Kuno yang ditulis pada zaman keemasan Majapahit di bawah pemerintahan Hayam Wuruk. Selain itu, ada beberapa prasasti dalam bahasa Jawa Kuno dan catatan sejarah dari Cina dan negara lain. Keakuratan semua teks Jawa yang disebutkan ini masih dipertentangkan.

Pembentukan Majapahit


Sebelum berdirinya Majapahit, Singhasari telah menjadi kerajaan paling kuat di Jawa. Ini menjadi perhatian Kublai Khan, penguasa Dinasti Yuan di Cina. Dia mengirim seorang utusan bernama Meng Chi ke Singhasari yang menuntut upeti. Kertanagara, penguasa terakhir kerajaan Singhasari menolak untuk membayar upeti dan menghina utusan itu dengan merusak wajahnya dan memotong telinganya. Kublai Khan marah dan kemudian mengirim ekspedisi besar ke Jawa pada 1293.

Pada waktu itu, Jayakatwang, Adipati Kediri, telah menggulingkan dan membunuh Kertanegara. Atas saran Aria Wiraraja, Jayakatwang memberikan pengampunan kepada Raden Wijaya, menantu Kertanegara, yang datang untuk menyerah. Kemudian, Wiraraja mengirim utusan ke Daha, yang membawa surat berisi pernyataan itu, Raden Wijaya menyerah dan ingin melayani Jayakatwang. Tanggapan dari surat di atas disambut. Raden Wijaya kemudian diberi hutan Tarik. Dia membuka hutan dan membangun desa baru. Desa itu bernama Majapahit, yang namanya diambil dari buah maja, dan rasa "pahit" dari buah itu. Ketika pasukan Mongol tiba, Wijaya bersekutu dengan Mongol untuk melawan Jayakatwang. Setelah berhasil menggulingkan Jayakatwang, Raden Wijaya berbalik untuk menyerang sekutu Mongolnya, memaksa mereka untuk mengambil pasukan mereka kembali dengan hiruk-pikuk karena mereka berada di tanah asing.

Itu juga merupakan kesempatan terakhir mereka untuk menangkap angin musim untuk pulang, atau mereka harus menunggu enam bulan lagi di pulau asing.

Tanggal pasti yang digunakan sebagai tanggal kelahiran kerajaan Majapahit adalah hari penobatan Raden Wijaya sebagai raja, yaitu tanggal 15 Kartika pada tahun 1215 Saka yang bertepatan dengan 10 November 1293. Ia dinamai dengan nama resmi Kertarajasa Jayawardhana. Pada saat berdirinya, kerajaan ini menghadapi masalah. Beberapa orang yang dipercaya Kertarajasa, termasuk Ranggalawe, Sora, dan Nambi memberontak melawannya, meskipun pemberontakan itu tidak berhasil. Pemberontakan Ranggalawe didukung oleh Panji Mahajaya, Ra Arya Sidi, Ra Jaran Waha, Ra Lintang, Ra Tosan, Ra Gelatik, dan Ra Tati. Semua ini disebutkan dalam Pararaton. Slamet Muljana menduga bahwa Mahapatih Halayudha yang berkonspirasi untuk menggulingkan semua orang yang dipercaya raja, sehingga ia dapat mencapai posisi tertinggi dalam pemerintahan. Tetapi setelah kematian pemberontak terakhir (Kuti), Halayudha ditangkap dan dipenjara, dan kemudian dijatuhi hukuman mati. Wijaya wafat pada tahun 1309.

Putra dan penerus Wijaya adalah Jayanegara. Pararaton menyebutnya Kala Gemet, yang berarti "penjahat lemah". Kira-kira pada suatu masa pemerintahan Jayanegara, seorang pendeta Italia, Odorico da Pordenone mengunjungi istana Majapahit di Jawa. Pada tahun 1328, Jayanegara dibunuh oleh dokternya, Tanca. Ibu tirinya, Gayatri Rajapatni, seharusnya menggantikannya, tetapi Rajapatni memilih untuk mengundurkan diri dari istana dan menjadi biarawati. Rajapatni menunjuk putrinya Tribhuwana Wijayatunggadewi untuk menjadi ratu Majapahit. Pada 1336, Tribhuwana mengangkat Gajah Mada sebagai Mahapatih, pada saat pelantikannya, Gajah Mada mengambil Sumpah Palapa yang menunjukkan rencananya untuk memperluas kekuasaan Majapahit dan membangun monarki. Selama pemerintahan Tribhuwana, kerajaan Majapahit berkembang menjadi kepulauan yang lebih besar dan lebih terkenal. Tribhuwana memerintah Majapahit sampai kematian ibunya pada tahun 1350. Ia diteruskan oleh putranya, Hayam Wuruk.

Kemuliaan Majapahit


Sejarah Kerajaan Majapahit: Pembentukan Kerajaan Hingga Keruntuhannya

Hayam Wuruk, juga disebut Rajasanagara, memerintah Majapahit dari tahun 1350 hingga 1389. Pada masanya, Majapahit mencapai puncaknya dengan bantuan mahapati, Gajah Mada. Di bawah perintah Gajah Mada (1313-1364), Majapahit menguasai lebih banyak wilayah.

Wilayah Majapahit meliputi Sumatra, Semenanjung Melayu, Kalimantan, Sulawesi, kepulauan Nusa Tenggara, Maluku, Papua, Tumasik (Singapura), dan sebagian kepulauan Filipina. Sumber ini menunjukkan batas terluas serta puncak kemuliaan Kekaisaran Majapahit.

Namun, batas-batas alam dan ekonomi menunjukkan bahwa wilayah kekuasaan ini tampaknya tidak berada di bawah kekuasaan terpusat Majapahit, tetapi dihubungkan satu sama lain melalui perdagangan yang mungkin merupakan monopoli oleh raja. Majapahit juga memiliki hubungan dengan Campa, Kamboja, Siam, Burma selatan dan Vietnam, dan bahkan mengirim duta besarnya ke Cina.

Selain melancarkan serangan militer dan ekspedisi, Majapahit juga menggunakan diplomasi dan membentuk persekutuan. Mungkin karena alasan politik, Hayam Wuruk ingin menikahi Citraresmi (Pitaloka), putri Kerajaan Sunda sebagai ratu. Orang Sunda menganggap lamaran ini sebagai perjanjian persekutuan. Pada tahun 1357, rombongan raja Sunda bersama keluarga dan pengawalnya berangkat ke Majapahit untuk mengantarkan sang putri untuk dinikahkan dengan Hayam Wuruk. Namun, Gajah Mada melihat ini sebagai kesempatan untuk memaksa kerajaan Sunda menyerah di bawah Majapahit. Pertarungan antara keluarga kerajaan Sunda dan tentara Majapahit di ladang Bubat tidak terhindarkan. Meskipun dengan berani memberi perlawanan, keluarga kerajaan Sunda kewalahan dan akhirnya dikalahkan. Hampir seluruh kelompok keluarga kerajaan Sunda dapat dihancurkan dengan kejam. Tradisi mengatakan bahwa putri yang kecewa, dengan hati yang hancur melakukan "bela pati", bunuh diri untuk membela kehormatan negara.

Kisah Pasunda Bubat menjadi tema utama dalam naskah Kidung Sunda yang disusun pada zaman kemudian di Bali. Kisah ini disinggung di Pararaton tetapi tidak disebutkan sama sekali di Nagarakretagama.

Budaya istana yang bernilai, elegan, dan canggih, dengan selera seni dan sastra yang bagus dan tinggi, serta sistem ritual keagamaan yang rumit. Sang penyair menggambarkan Majapahit sebagai pusat dari mandala raksasa yang membentang dari Sumatra ke Papua, termasuk Semenanjung Melayu dan Maluku. Tradisi lokal di berbagai daerah di nusantara masih merekam cerita legenda tentang kekuatan Majapahit. Administrasi pemerintahan langsung oleh kerajaan Majapahit hanya mencakup wilayah Jawa Timur dan Bali, di luar daerah itu hanya semacam pemerintahan otonom yang luas, pembayaran upeti berkala, dan pengakuan kedaulatan Majapahit atas mereka. Namun, setiap pemberontakan atau tantangan terhadap perlawanan Majapahit terhadap daerah tersebut dapat mengundang reaksi keras.

Pada tahun 1377, beberapa tahun setelah kematian Gajah Mada, Majapahit melancarkan serangan angkatan laut untuk memadamkan pemberontakan di Palembang.

Meskipun penguasa Majapahit memperluas kekuasaan mereka ke berbagai pulau dan kadang-kadang menyerang kerajaan tetangga, perhatian utama Majapahit tampaknya adalah untuk mendapatkan porsi terbesar dan kontrol perdagangan di Nusantara. Pada saat itulah para pedagang Muslim dan penyebar Islam mulai memasuki daerah ini.

Keruntuhan Majapahit


Setelah mencapai puncaknya pada abad ke-14, kekuatan Majapahit secara bertahap melemah. Setelah kematian Hayam Wuruk pada tahun 1389, Majapahit memasuki periode kemunduran karena konflik atas takhta. Ahli waris Wuruk adalah putri mahkota Kusumawardhani, yang menikahi sepupunya sendiri, pangeran Wikramawardhana. Hayam Wuruk juga memiliki seorang putra dari selirnya Wirabhumi yang juga mengklaim haknya atas takhta. Perang saudara yang disebut Perang Paregreg diperkirakan terjadi pada 1405-1406, antara Wirabhumi dan Wikramawardhana. Perang ini akhirnya dimenangkan oleh Wikramawardhana, sementara Wirabhumi ditangkap dan kemudian dipenggal. Tampaknya perang saudara ini melemahkan kendali Majapahit atas wilayah-wilayah yang ditaklukkan di sisi lain.

Selama pemerintahan Wikramawardhana, serangkaian ekspedisi laut Dinasti Ming yang dipimpin oleh Laksamana Cheng Ho, seorang jenderal Muslim Cina, tiba di Jawa beberapa kali antara 1405 dan 1433. Sejak 1430 ekspedisi Cheng Ho ini telah menciptakan komunitas Muslim Cina dan Arab di beberapa kota pelabuhan di pantai utara Jawa, seperti di Semarang, Demak, Tuban dan Ampel; kemudian Islam mulai memiliki pijakan di pantai utara Jawa.

Wikramawardhana memerintah hingga tahun 1426, dan dilanjutkan oleh putrinya, Ratu Suhita, yang memerintah dari tahun 1426 hingga 1447. Ia adalah putri kedua selir Wikramawardhana dari seorang selir yang juga putri kedua Wirabhumi. Pada 1447, Suhita meninggal dan pemerintah dilanjutkan oleh Kertawijaya, adik laki-lakinya.

Ia memerintah hingga 1451. Setelah Kertawijaya meninggal, Bhre Pamotan menjadi raja dengan gelar Rajasawardhana dan memerintah di Kahuripan. Dia meninggal pada tahun 1453 Masehi. Ada jeda tiga tahun tanpa raja karena krisis warisan. Girisawardhana, putra Kertawijaya, naik takhta pada tahun 1456. Dia kemudian meninggal pada tahun 1466 dan digantikan oleh Singhawikramawardhana. Pada 1468 sang pangeran Kertabhumi memberontak terhadap Singhawikramawardhana dan mengangkat dirinya sendiri sebagai raja Majapahit.

Ketika Majapahit didirikan, pedagang Muslim dan penyebar agama sudah mulai memasuki nusantara. Pada akhir abad ke-14 dan awal abad ke-15, pengaruh Majapahit di seluruh nusantara mulai berkurang. Pada saat yang sama, kerajaan perdagangan Islam baru yang didasarkan pada Kesultanan Malaka mulai muncul di bagian barat nusantara [23]. Di bagian barat kekaisaran yang mulai runtuh, Majapahit tidak bisa lagi menahan kebangkitan Kesultanan Malaka yang pada pertengahan abad ke-15 mulai menguasai Selat Malaka dan menyebarkan kekuatannya ke Sumatra. Sementara itu, sejumlah koloni dan menaklukkan daerah Majapahit di daerah lain di nusantara, satu demi satu mulai melepaskan diri dari kekuasaan Majapahit.

Budaya


Nagarakretagama menyebutkan budaya istana yang anggun dan elegan, dengan cita rasa seni dan sastra yang halus, dan sistem ritual keagamaan yang rumit. Acara utama dalam kalender administrasi negara diadakan setiap hari pertama Caitra (Maret-April) ketika semua delegasi dari semua wilayah taklukan Majapahit datang ke istana untuk membayar upeti atau pajak. Wilayah Majapahit secara sederhana dibagi menjadi tiga jenis: istana termasuk ibu kota dan daerah sekitarnya; daerah di Jawa Timur dan Bali yang dikepalai langsung oleh pejabat yang ditunjuk langsung oleh raja; dan menaklukkan wilayah di kepulauan yang menikmati otonomi luas.

Ibukota Majapahit di Trowulan adalah kota besar dan terkenal dengan perayaan keagamaannya yang besar yang diadakan setiap tahun. Agama Buddha, Siwa, dan Vaishnava (pemuja Wisnu) dipeluk oleh penduduk Majapahit, dan raja dianggap sebagai inkarnasi Buddha, Siwa, dan Wisnu. Nagarakertagama tidak menyebut Islam sama sekali, tetapi sangat mungkin bahwa ada beberapa pegawai atau pelayan istana Muslim pada waktu itu.

Meskipun batu bata telah digunakan di kuil-kuil di masa sebelumnya, arsitek Majapahit adalah yang paling ahli dalam menggunakannya. Kuil-kuil Majapahit berkualitas baik secara geometris menggunakan getah anggur dan gula merah sebagai perekat bata. Contoh candi Majapahit yang masih dapat ditemukan sampai sekarang adalah Candi Tikus dan Gerbang Bajang Ratu di Trowulan, Mojokerto.

Raja (Jawa) memiliki bawahan tujuh raja yang bermahkota. [Dan] pulau ini padat penduduk, itu adalah pulau terbaik kedua yang pernah ada. Raja pulau ini memiliki istana yang menakjubkan. Karena sangat besar, tangga dan interior ruangan dilapisi emas dan perak, bahkan atapnya dilapisi emas. Khan Besar Cina beberapa kali berperang dengan raja ini; tetapi selalu gagal dan raja ini selalu berhasil mengalahkannya.

Ekonomi


Majapahit adalah negara agraris dan juga negara dagang. Pajak dan denda dibayar tunai. Ekonomi Jawa telah akrab dengan mata uang sejak abad ke-8 selama kerajaan Medang yang menggunakan koin emas dan perak. Sekitar tahun 1300, pada masa pemerintahan raja pertama Majapahit, terjadi perubahan moneter penting: koin domestik diganti dengan koin "kepeng", yaitu koin tembaga yang diimpor dari Cina. Prasasti Canggu yang berasal dari 1358 menyebutkan 78 penyeberangan dalam bentuk kapal penyeberangan di negara itu (mandala Jawa). Prasasti-prasasti dari zaman Majapahit menyebutkan berbagai pekerjaan dan spesialisasi karier, mulai dari pengrajin emas dan perak, hingga penjual minuman, dan tukang daging. Meskipun banyak dari pekerjaan ini telah ada sejak zaman sebelumnya, proporsi penduduk yang mencari penghasilan dan mencari di luar pertanian meningkat di era Majapahit.

Mata uang dibuat dari campuran perak, timah putih, timah hitam, dan tembaga. Selain itu, catatan Odorico da Pordenone, seorang biarawan Katolik Roma dari Italia yang mengunjungi Jawa pada tahun 1321, menyatakan bahwa istana kerajaan Jawa dipenuhi dengan emas, perak, dan perhiasan.

Kemakmuran Majapahit diduga karena dua faktor. Faktor pertama; lembah sungai Brantas dan Bengawan Solo di dataran rendah Jawa Timur bagian utara sangat cocok untuk pertanian padi. Selama masa kejayaannya, Majapahit membangun berbagai infrastruktur irigasi, sebagian dengan dukungan pemerintah. Faktor kedua; Pelabuhan Majapahit di pantai utara Jawa cenderung memainkan peran penting sebagai basis pelabuhan untuk mendapatkan komoditas rempah-rempah Maluku. Pajak yang dikenakan pada komoditas rempah-rempah yang melewati Jawa adalah sumber pendapatan penting bagi Majapahit.

Nagarakretagama mengatakan bahwa ketenaran penguasa Wilwatikta telah menarik banyak pedagang asing, termasuk pedagang dari India, Khmer, Siam, dan Cina. Pajak khusus dikenakan pada orang asing terutama mereka yang tinggal secara semi-permanen di Jawa dan bekerja di luar perdagangan internasional. Majapahit memiliki pejabat sendiri untuk berurusan dengan pedagang dari India dan Cina yang menetap di ibukota kerajaan dan berbagai tempat lain di wilayah Majapahit di Jawa.

Politik


Kesultanan Islam Demak, Pajang, dan Mataram berusaha mendapatkan legitimasi atas kekuasaan mereka melalui hubungan dengan Majapahit. Demak mengungkapkan keabsahan keturunannya melalui Kertabhumi; pendirinya, Raden Patah, menurut kronik istana Demak dinyatakan sebagai putra Kertabhumi dan seorang Putri Cina, yang dikirim keluar dari istana sebelum ia melahirkan. Penaklukan Mataram atas Wirasaba pada tahun 1615 yang dipimpin langsung oleh Sultan Agung sendiri memiliki arti penting karena itu adalah lokasi ibu kota Majapahit. Istana Jawa Tengah memiliki tradisi dan silsilah yang berupaya membuktikan hubungan raja-raja mereka dengan keluarga kerajaan Majapahit - seringkali dalam bentuk makam leluhur, yang di Jawa merupakan bukti penting - dan legitimasi diasumsikan meningkat melalui hubungan ini. Bali khususnya mendapat pengaruh besar dari Majapahit, dan orang Bali menganggap diri mereka penerus sejati budaya Majapahit.

Penggerak nasionalisme Indonesia modern, termasuk mereka yang terlibat dalam Gerakan Kebangkitan Nasional di awal abad ke-20, merujuk ke Majapahit, selain Sriwijaya, sebagai contoh cemerlang dari masa lalu Indonesia. Majapahit kadang-kadang digunakan sebagai referensi untuk batas-batas politik Republik Indonesia saat ini. Dalam propaganda yang dilakukan pada tahun 1920-an, Partai Komunis Indonesia menyampaikan visinya tentang masyarakat tanpa kelas sebagai reinkarnasi dari Majapahit yang diromantisir. Seperti Majapahit, negara modern Indonesia mencakup wilayah yang luas dan secara politis berpusat di pulau Jawa. (Dikutip dari berbagai sumber).

Sejarah Kerajaan Majapahit: Pembentukan Kerajaan Hingga Keruntuhannya

Contoh Percakapan Bahasa Arab tentang Kehidupan dalam Keluarga
Umat Islam pasti sudah tidak asing lagi dengan bahasa Arab, karena bahasa Arab merupakan bahasa yang digunakan dalam beribadah khususnya ibadah shalat. Selain itu Al-Quran dan Hadis Rasulullah menggunakan bahasa Arab, dimana kedua hal tersebut merupakan sumber hukum Islam yang mutlak.

Namun apakah bahasa Arab hanya boleh dikuasai oleh umat Islam? Ini pertanyaan yang sudah lama penulis dapatkan dari berbagai kalangan. Untuk menjawab itu maka, menurut hemat penulis, bahasa Arab pada dasarnya sama saja dengan bahasa lainnya yaitu sebagai alat komunikasi yang boleh saja dipelajari oleh siapa saja dari kalangan manapun.

Untuk itu maka, untuk menguasai berbagai macam bahasa asing sangat perlu bagi seseorang. Selain bahasa Inggris, bahasa arab juga perlu dikuasi seseorang, karena sangat berguna ketika anda sedang traveling ke luar negeri, selain itu juga bisa untuk melakukan komunikasi dengan teman dari negara lain.

Selain itu di Indonesia, bahasa Arab yang merupakan salah satu bahasa asing sudah dipelajari dalam berbagai lembaga pendidikan, seperti SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA dan sebagainya. Dalam mempelajari bahasa Asing khususnya bahasa Arab, dapat dimulai dengan percakapan sederhana yang sering digunakan sehari-hari. Nah berikut ini akan kami sajikan percakaban bahasa Arab tentang al-Hayatu fil usrati (kehidupan dalam keluarga) sebagai berikut:

Contoh Percakapan Bahasa Arab tentang Kehidupan dalam Keluarga


سُلَيْمَانُ : أَيْنَ تَعِيْشُ أُسْرَتُكَ يَا حَامِدُ ؟

Sulaiman: Diman keluargamu tinggal wahai hamid?

حَامِدُ : تَعِيْسُ أُسْرَتِيْ فِيْ جَاكَرْتَا الشَّرْقِيَّة

Hamid: Keluarga saya tinggal di Jakarta Timur

سُلَيْمَانُ : أُسْرَتِيْ تَعِيْشُ فِيْ سُوْمَطْرَةِ الغَرْبِيَّةِ، وَهِيَ أُسْرَةٌ كَبِيْرَةٌ تَتَكَوَّنُ مِنْ تِسْعَةَ أَفْرَادٍ

Sulaiman: Keluarga saya tinggal di Sumatra Barat, dan keluarga kami merupakan keluarga besar yang terdiri atas sembilan orang.

حَامِدُ : أُسْرَتِيْ صَغِيْرَةٌ، وَهِيَ تَتَكَوَّنُ مِنْ خَمْسَةِ أَفْرَادٍ

Hamid: Keluarga kecil, dan terdiri atas lima orang

سُلَيْمَانُ : أَنَا أَكْبَرُ وَلَدٍ فِي الْأُسْرَةِ، وَلِيْ ثَلَاثَةُ إِخْوَةٍ وَثَلَاثَ أَخْوَاتٍ

Sulaiman: Saya anak laki-laki yang tua dalam keluarga, dan saya memiliki tiga saudara laki-laki, serta tiga saudari perempuan.

حَامِدُ : أَنَا أَصْغَرُ وَلَدٍ فِي الْأُسْرَةِ، وَلِيْ أَخٌ وَاحِدٌ وَ أُخْتٌ وَاحِدَةٌ

Hamid: Saya anak laki-laki bungsu dalam keluarga, saya memiliki seorang saudara laki-laki dan satu orang suadari perempuan.

سُلَيْمَانُ : أَيْنَ يَعْمَلُ أَبُوْكَ يَا حَامِدُ ؟

Sulaiman: Dimana bapak kamu bekerja wahai hamid ?

حَامِدُ : أَبِيْ يَعْمَلُ فِي الْإِدَارَةِ، وَهُوَ مُوَظَّفٌ حُكُوْمِيٌّ

Hamid: Bapak saya bekerja di kantor, dia seorang pegawai negeri

سُلَيْمَانُ : أَيْنَ تَعْمَلُ أُمُّكَ يَا حَامِدُ ؟

Sulaiman: Dimana ibu kamu bekerja wahai hamid?

حَامِدُ : أُمِّيْ تَعْمَلُ فِي الْمَدْرَسَةِ، وَهِيَ مُدَرِّسَةُ الْلُّغَةِ الْعَرَبِيَّةِ

Hamid: Ibu saya bekerja di sekolah, dia seorang guru bahasa Arab

سُلَيْمَانُ : أَيْنَ يَتَعَلَّمُ أَخُوْكَ يَا حَامِدُ ؟

Sulaiman: Dimana saudara laki-laki kamu belajar wahai hamid

حَامِدُ : أَخِيْ يَتَعَلَّمُ فِي الْجَامِعَةِ الْإِسْلَامِيَّةِ الْحُكُوْمِيَّةِ، وَهُوَ طَالِبٌ.

Hamid: Saudara laki-laki saya belajar di Universitas Islam Negeri, dan dia seorang Mahasiswa.

Praktek Berbicara (Muhadtsah)


Dalam memperaktekkan contoh percakapan bahasa Arab tentang kehidupan dalam keluarga di atas, maka baca dan pahami terlebih dahulu percakapan di atas, kemudian lakukan percakapan dengan teman sejawat anda yang sama-sama memiliki keinginan untuk belajar bahasa Arab. Lakukan latihan secara terus menerus, karena dengan begitu maka akan membiasakan anda dalam berbicara menggunakan bahasa arab. Semoga postingan singkat ini dapat bermanfaat

Contoh Percakapan Bahasa Arab tentang Kehidupan dalam Keluarga

Peningkatan Perlindungan Profesi Guru
Pendidikan memiliki peranan yang sangat penting dalam membangun peradaban bangsa, karena pendidikan menyangkut keseluruhan pengembangan potensi peserta didik, sebagaimana yang dinyatakan dalam Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional bahwa, pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

Melalui undang-undang Sisdiknas di atas maka, peran guru bukan saja mentransfer pengetahuan, tetapi juga membimbing dan membina peserta didik untuk memiliki kepribadian dan akhlak mulia sebagaimana cita-cita bangsa. Namun dalam prakteknya guru mengalami banyak kendala dalam membina peserta didik. Beberapa bentuk hukuman disiplin seperti peserta didik dicubit, disuruh hormat bendera atau lari keliling lapangan dianggap sebagai pelanggaran terhadap Hak Asasi Anak, sebagaimana yang disebutkan dalam Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Sehingga ketika anak itu mengeluh kepada orang tuanya maka, mereka melaporkan hal tersebut kepada pihak yang berwajib. Pada akhirnya guru harus berurusan lagi dengan hukum dan dalam beberapa kasus guru kalah dalam persidangan dan dipenjara.

Beberapa bentuk hukuman disiplin yang dilakukan guru kepada peserta didik dan berakhir dipenjara adalah; (1) Muhammad Samhudi, guru SMP Raden Rahmad, Kecamatan Balongbendo Sidoarjo, pada tanggal 14 juli 2016 dituntut pidana penjara enam bulan dengan masa percobaan selama satu tahun, karena mencubit peserta didiknya yang tidak Shalat Dhuha pada tanggal 3 februari 2016 (regional.kompas.com: 2016). (2) Darmawati, guru mata pelajaran agama di SMAN 3 Parepare, Sulawesi Selatan, divonis tiga bulan penjara dengan masa percobaan tujuh bulan oleh Pengadilan Negeri Parepare, pada Jumat, 28 Juli 2017. Darmawati dianggap bersalah karena memukul salah seorang siswi berinisial AY dengan mukena saat waktu salat zuhur tiba (news.okezone.com: 2017).

Kedua kasus di atas hanya sebagai contoh dari daftar panjang guru diproses secara hukum karena hal sepele. Selain itu, ada sebagian orang tua yang masih bersifat “bar-bar”, sehingga ketika anaknya melaporkan tentang hukuman disiplin kepadanya, orang tua tersebut langsung ke sekolah dan melakukan tindakan kekerasan kepada guru yang memberi hukuman disiplin pada anaknya tanpa melakukan musyawarah dengan pihak sekolah.

Hal ini menyebabkan saat ini sebagian guru dalam melaksanakan tugas hanya mengajar saja di kelas tanpa melakukan pembinaan moral. Guru “cuek” dengan keadaan peserta didik karena takut dengan bayang-bayang penjara atau tekanan dari orang tua baik itu secara fisik maupun psikis. Padahal secara yuridis, guru dalam melaksanakan tugas telah dilindungi oleh Undang-undang nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, serta Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 10 Tahun 2017 Tentang Perlindungan Bagi Pendidik dan Tenaga Kependidikan. Namun pelaksanaan undang-undang dan peraturan menteri ini belum begitu maksimal.

Olehnya itu perlu dilakukan peningkatan perlindungan profesi guru melalui; (1) Kebijakan pemerintah tentang perlindungan profesi guru yang dapat memberikan rasa aman dan nyaman kepada guru dalam melaksanakan tugasnya. (2) Pendidikan dan pelatihan keprofesian berkelanjutan yang dilaksanakan oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga pendidikan dan organisasi profesi untuk mengasah dan mengembangkan pengetahuan guru dalam mengajar dan mendidik. Melalui pendidikan dan pelatihan keprofesian berkelanjutan ini diharapkan guru mendapatkan beragam informasi dan pengetahuan baru sehingga dapat melakukan inovasi-inovasi dalam proses pembelajaran. (3) Pengembangan model sekolah yang ramah anak agar peserta didik merasa senang dalam belajar, dan tidak ada intimidasi baik secara fisik maupun verbal antara sesama peserta didik atau antara peserta didik dengan pendidik dan tenaga kependidikan. (4) Pelibatan orang tua/wali dalam proses pendidikan di sekolah yang dimaksudkan agar orang tua/wali dapat mengetahui perkembangan anaknya. (5) Sosialisasi undang-undang perlindungan anak, undang-undang guru dan dosen, serta peraturan pemerintah tentang perlindungan pendidik dan tenaga kependidikan kepada warga sekolah (kepala sekolah, pendidik, tenaga kependidikan, dan peserta didik) dan orang tua/wali peserta didik serta masyarakat yang berada di sekitar lingkungan sekolah agar memahami dan mengerti tentang perlindungan profesi guru.

Dengan adanya pemberdayaan komponen-komponen pendidikan yaitu keluarga, sekolah, dan masyarakat, maka diharapkan ke depan perlindungan terhadap profesi guru dapat terus mengalami peningkatan agar guru mampu melaksanakan tugas mengajar dan mendidik dengan baik dan peserta didik dapat belajar dengan rasa aman dan nyaman di sekolah.

# Artikel ini ditulis sebagai salah satu syarat untuk mengikuti kegiatan Bimtek Perlindungan Profesi Guru yang dilaksanakan oleh Kementrian Pendidikan tahun 2019.

Pentingnya Peningkatan Perlindungan Profesi Guru

Perangkat Pembelajaran Berkarakter Bahasa Inggris SMA/SMK
Ketika memasuki tahun ajaran baru, guru dituntut untuk memiliki perangkat pembelajaran dalam melaksanakan fungsinya sebagai pengajar dan pendidik di dalam kelas maupun di luar kelas, sebagai bentuk pelayanan yang baik kepada peserta didik. Perangkat pembelajaran adalah alat yang digunakan sebagai acuan dalam pelaksanaan proses belajaran mengajar yang disiapkan sebelum memasuki kelas.

Elemen pembelarajan di dalam kelas terdiri dari manusia, dan alat pembelajaran. Sebagaiman kita ketahui bahwa pembelajaran membutuhkan sistem dan alat sehingga tingkat keberhasilannya dapat mencapai apa yang telah diinginkan. Sistem saat ini adalah kurikulum tingkat satuan pendidikan itu sendiri, sedangkat alatnya adalah perangkat pembelajaran dan alat-alat belajara lainnya.

Perangkat pemebelajaran berkarakter menjadi bagian terpadu antara mengajar pelajaran yang diampuh dengan mendidik para peserta didik untuk mengenal karakter bangsanya yang terdiri dari keagamaan, moral, budaya bangsa dan lain sebagainya.

Saat ini guru dituntut bukan saja dapat memberikan materi secara ilmiah, tetapi juga dituntut dapat memberikan hal lain yang dapat membawa peseta didik dalam mencapai keberhasilan pada tataran pendidikan dan kelangsungan hidupnya di dalam masyarakat.

Perangkat pembelajaran yang baik itu dapat menduduk cita-cita pendidikan nasional yaitu : "Mencerdaskan Kehidupan Bangsa", dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi serta iman dan taqwa. Ini merupakan tantangan besar bagi guru, dimana guru dituntut untuk mencerdaskan tiga ranah penting di dalam diri siswa (Kecerdasan Emosional, Kecerdasan Spiritual dan Kecerdasan Intektual).

Perangkat Pembelajaran Berkarakter Bahasa Inggris SMA/SMK


Di sini akan kami bagikan perangkat pembelajaran berkarakter lengkap bahasa inggris SMA/SMK yang dapat bapak dan ibu guru unduh secara gratis, dengan tujuan sebagai bahan acuan dalam menyusun perangkat pembelajaran di satuan pendidikan masing-masing.

1. RPP Bahasa Inggris SMA Berkarakter (unduh di sini)

2. Silabus Bahasa Inggris SMA (unduh di sini)

3. Perangkat Pembelajaran Lainnya (unduh di sini)

Struktur Perangkat Pembelajaran Berkarakter Bahasa Inggris SMA/SMK


Struktur perangkat pembelajaran berkarakter bahasa Inggris SMA/SMK terdiri atas 6 perangkat pembelajaran sebagai berikut:

1. Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar

2. Pemetaan SK dan KD Bahasa Inggris SMA/SMK

2. RPP Berkarakter Bahasa Inggris SMA/SMK

3. Silabus Bahasa Inggris SMA/SMK

4. Program Semester Bahasa Inggris SMA/SMK

5. Program Tahunan Bahasa Inggris SMA/SMK

6. KKM Bahasa Inggris SMA.

Demikian postingan kali ini tentang perangkat pembelajaran berkarakter Bahasa Inggris SMA/SMK, semoga bermanfaat.

Perangkat Pembelajaran Berkarakter Bahasa Inggris SMA/SMK

Perangkat Pembelajaran Bahasa Arab SMA/MA
Perangkat pembelajaran merupakan alat untuk melakukan aktifitas pembelajaran di dalam kelas. Tanpa perangkat pembelajaran tersebut seorang guru akan kesulitan untuk memulai proses belajar mengajar secara terstruktur dan terencana. Kelengkapan perangkat pembelajaran merupakan suatu kewajiban yang sudah ditentukan dalam kurikulum, sehingga menjadi kewajiban seorang guru untuk memiliki perangkat tersebut.

Semua guru pasti ingin menjadi guru professional, dimana guru profesional adalah orang yang mampu dalam melaksanakan tugas sebagai guru dan mampu menerapkan proses belajar mengajar yang efektif dan efisien sehingga hasil dari proses itu adalah siswa dapat memiliki kompetensi yang mapan dan dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Ada sebagaian guru hanya mengejar menyelesaikan target pembelajaran (menyelsesaikan materi pembelajaran) tanpa memperhatikan tingkat pemahaman siswa terhadap materi yang disampaikan di dalam kelas. Alhasil materi pelajaran selesai dibahas siswa tidak dapat menerapkan materi tersebut.

Inilah fenomena yang tak asing lagi kita lihat di lapangan pendidikan, fenomena yang sangat merugikan siswa dan dunia pendidikan. Olehnya itu, sudah saatnya kita sebagai guru, mari sama-sama kita menata kembali proses belajar mengajar yang efektif dan efisien dengan memperhatikan tingkat kemampuan siswa, sehingga nantinya apa yang menjadi harapan pendidikan dapat tercapai dengan baik.

Perangkat Pembelajaran Bahasa Arab SMA/MA Kurikulum 2013


Berikut ini adalah perangkat pembelajaran bahasa arab SMA/MA kurikulum 2013 yang dapat diunduh sebagai acuan dalam menyusun perangkat pembelajaran di satuan pendidikan masing-masing.

1.  Perangkat Pembelajaran Bahasa Arab Kurikulum 2013 Kelas X (unduh di sini)

2.  Perangkat Pembelajaran Bahasa Arab Kurikulum 2013 Kelas XI (unduh di sini)

3.  Perangkat Pembelajaran Bahasa Arab Kurikulum 2013 Kelas XII (unduh di sini)

Perangkat Pembelajaran Bahasa Arab SMA/MA KTSP


Berikut ini adalah perangkat pembelajaran Bahasa Arab SMA/MA yang sesuai dengan kurikulum tingkat satuan pendidikan.

1. Perangkat Pembelajaran Bahasa Arab KTSP Kelas X (unduh di sini)

2. Perangkat Pembelajaran Bahasa Arab KTSP Kelas XI (unduh di sini)

3. Perangkat Pembelajaran Bahasa Arab KTSP Kelas XII (unduh di sini)

Perangkat pembelajaran bahasa Arab untuk jenjang pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA) atau Madrasah Aliyah (MA) dan Sederajat sebagai pedoman bagi guru bahasa Arab dalam menyusun perangkat pembelajan. Perengkat pembelajaran tersebut antara lain adalah:

1. Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) Bahasa Arab MA/SMA

2. Program Tahunan Bahasa Arab MA/SMA

3. Program Semester Bahasa Arab MA/SMA

4. Silabus Bahasa Arab MA/SMA

5. RPP Bahasa Arab MA/SMA

6. Rincian Minggu Efektif dan Jumlah Jam Efektif Bahasa Arab MA/SMA

7. Pemetaan SK KD Bahasa Arab MA/SMA

Demikianlah postingan kali ini tentang Perangkat Pembelajaran Bahasa Arab SMA/MA, semoga bermanfaat bagi bapak/ibu guru sekalian dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

Perangkat Pembelajaran Bahasa Arab SMA/MA

Al-Jahiz: Bapak Teori Evolusi dalam Islam
Abu Uthman bin Bahr al-Kinani al-Basri, atau juga dikenal sebagai Al-Jahiz, adalah seorang penulis dan pemikir Muslim keturunan Ethiopia. Ia lahir pada 776 di Basra, kota terbesar kedua di Irak. Meskipun keluarganya sangat miskin, namun tidak menghalangi Al-Jahiz untuk menuntut ilmu dan menghadiri berbagai tempat belajar yang membahas berbagai topik seperti puisi, filologi, dan leksikografi Arab. Pengetahuan yang diperoleh dan keinginannya untuk belajar yang membuatnya menghasilkan lebih dari dua ratus buku, namun sayangnya hanya tiga puluh dari buku-buku itu yang selamat.

Buku paling terkenal yang ditulis oleh Al-Jahiz adalah Kitab al-Hayawan (Kitab Hewan). Buku multi-volume ini tidak hanya menggambarkan lebih dari 350 jenis hewan, tetapi juga terdiri di dalamnya terdapat puisi pra-Islam, pengamatan pribadi, humor, cerita-cerita sejarah dan pengaruh teks zoologi Aristoteles. Meskipun Kitab Hewan terdiri dari berbagai macam subjek, sejumlah besar informasi ilmiah yang diberikan bernilai tinggi. Al-Jahiz memperkenalkan konsep evolusi biologis dalam buku ini. Setelah mengamati binatang dan serangga, al-Jahiz sampai pada kesimpulan bahwa, pasti ada beberapa mekanisme yang memiliki pengaruh pada evolusi hewan, dan ini 1000 tahun sebelum Darwin melakukannya. Al-Jahiz menulis tentang tiga mekanisme utama; perjuangan untuk eksistensi, transformasi spesies menjadi satu sama lain, dan pengaruh faktor lingkungan.

Al-Jahiz berpandangan bahwa "Hewan melakukan segala macam upaya untuk hidup, untuk mendapatkan sumber daya, untuk menghindari dari pemangsa, dan untuk berkembang biak." Dia melanjutkan bahwa, "Faktor-faktor lingkungan mempengaruhi organisme dalam mengembangkan karakteristik baru untuk memastikan kelangsungan hidup, sehingga mengubah mereka menjadi spesies baru. Hewan yang bertahan hidup dengan berkembang biak dapat meneruskan karakteristik mereka kepada keturunannya."

Jelas baginya bahwa selalu ada satu spesies yang lebih kuat dari yang lain, dan bahwa untuk bertahan hidup, spesies harus mengembangkan karakteristik baru. Karakteristik baru ini membantu spesies beradaptasi dengan kondisi lingkungan dan menciptakan spesies baru.

Meskipun mekanismenya ilmiah, Al-Jahiz menambahkan aspek spiritual ke dalamnya. Pembaca harus menghargai kompleksitas dan keajaiban dari ciptaan Tuhan:

“Tikus keluar untuk mengambil makanannya, dan dia mencari dan menangkapnya. Ia memakan beberapa hewan inferior lainnya, seperti binatang kecil dan burung kecil ... ia menyembunyikan bayinya di terowongan bawah tanah yang disamarkan untuk melindungi mereka dan dirinya sendiri terhadap serangan ular dan burung. Ular sangat suka makan tikus. Adapun ular, mereka membela diri dari bahaya berang-berang dan hyena; yang lebih kuat dari diri mereka sendiri. Hyena dapat menakuti rubah, dan yang terakhir menakuti semua hewan yang lebih rendah darinya. Ini adalah hukum bahwa beberapa eksistensi adalah makanan untuk yang lain... Semua hewan kecil memakan yang lebih kecil; dan semua hewan besar tidak bisa makan yang lebih besar. Laki-laki dengan satu sama lain seperti binatang... Tuhan menciptakan hidup beberapa tubuh..."

Mahakarya al-Jahiz


Tetapi Kitab Hewan bukan satu-satunya karya besar yang ditulis oleh al-Jahiz. Kitab Pelit (The Book of Misers), misalnya, juga sangat populer. Ini adalah ensiklopedia sosial, sastra dan sejarah. Dia juga menulis buku-buku tentang psikologi manusia, bahasa dan tata bahasa. Semuanya ditulis dalam bahasa yang sangat mudah dipahami oleh orang awam. Dia terkadang menambahkan anekdot lucu dan kata-kata lucu dalam karya ilmiahnya.

Pada tahun 868 putra penjual ikan yang malang itu meninggal di Basra dan meninggalkan oeuvre yang mengesankan. Tidak jelas bagaimana dia meninggal, tetapi tidak ada keraguan bahwa karyanya dulu memang revolusioner. Terkadang ia disebut sebagai "bapak teori evolusi".

Al-Jahiz: Bapak Teori Evolusi dalam Islam

Adwat Al-Istifham: Kata Tanya dalam Bahasa Arab
"Jangan terlalu banyak bertanya" dan "diam adalah emas" merupakan dua filosofi yang menurut hemat saya mematikan nalar kritis.

Loh kok awal postingan kayak gini? Maaf, yang di atas hanya pembuka sebelum masuk pada postingan ini. Lalu apa hubungannya? Nah, kali ini yang akan kita bahasa adalah kata tanya dalam bahasa arab atau adwat al-istifham (أَدَوَاتُ الاِسْتِفْهَام). Sehingga hubungannya dengan pembukaan di atas adalah bahwa, manusia memiliki bahasa untuk saling berkomunikasi dan tidak boleh dibatasi dalam bentuk apapun. Terpenting adalah "bertanya boleh-boleh saja selama dalam batas kewajaran, dan jangan terlalu banyak diam kalau tidak akan ditindas."

Oke kita masuk aja deh, pembuakaannya terlalu ribet dan berbelit-belit.

Kata tanya dalam bahasa Arab dibagi dalam dua bentuk; 1) dalam bentuk isim yaitu menggunakan isim-isim sebagai kata tanya. Isim-isim ini disebut juga sebagai isim istifham. 2) Dalam bentuk huruf yang terdiri atas dua jenis huruf yaitu; huruf hamzah (أَ) dan huruf hal (هَلْ).

Contoh dalam penggunaan kata tanya atau adwat al-istifham (أَدَوَاتُ الاِسْتِفْهَام) dalam bentuk isim adalah sebagai berikut.

Kata TanyaContoh KalimatArtinya
هَلْ / أَهَلْ أَنْتَ مَرِيْضٌ ؟لاَ، أَنَا فِيْ صِحَّةٍ
ApakahApakah kamu sakit?Tidak, saya sehat
مَاذَا / مَامَاذَا تَكْتُبُ ؟أَكْتُبُ رِسَالَةً
ApaApa yang kamu tulisSaya menulis surat
مَنْمَنْ كَتَبَ هَذَا ؟أَحْمَدُ كَتَبَ هَذَا
SiapaSiapa yang menulis iniAhmad yang menulis ini
أَيَّةُ / أَيُّأَيُّ قَلَمٍ تُحِبُّ ؟أُحِبُّ قَلَمَ اْلأَسْوَدِ
Yang manaPena mana yang kamu sukaSaya suka pena hitam
مَتَىمَتَى تَذْهَبُ ؟أَذْهَبُ غَدًا
KapanKapan kamu pergiSaya pergi besok
أَيْنَأَيْنَ تَذْهَبُ ؟أَذْهَبُ إِلَى الْقَرْيَةِ
DimanaDimana kamu pergiSaya pergi ke kampung
كَيْفَكَيْفَ تَذْهَبُ ؟أَذْهَبُ بِالْحَافِلَةِ
BagaimanaBagaimana kamu pergiSaya pergi dengan bus
كَمْكَمْ يَوْمًا تَذْهَبُ ؟أَذْهَبُ ثَلاَثَةَ أَيَّامٍ
BerapaBerapa hari kamu pergiSaya pergi selam tiga hari
لِمَاذَا / لِمَالِمَاذَا تَأَخَّرْتَ ؟الطَّرِيْقُ مُزْدَحِمَةٌ
mengapamengapa kamu terlambatJalan macet
لِمَلِمَ سَأَلْتَ ذَلِكَ ؟حَقِيْقَةً لاَ أَفْهَمُ
KenapaKenapa kamu bertanya ituSungguh saya tidak paham
لِمَنْلِمَنْ هَذَا الْقَلَمُ ؟هَذَا قَلَمُ أَحْمَدِ
Punya SiapaPunya siapa pena iniPena ini punya ahmad

Sedangkan contoh dalam penggunaan bentuk huruf yang terdiri atas huruf hamzah (أَ) dan huruf hal (هَلْ) adalah sebagai berikut.

Huruf Hamzah (أَ) 

أَأَنْتُمْ أَعْلَمُ أَمِ اللَّهُ

"Apakah kamu lebih mengetahui ataukah Allah?" (Q.S. Al-Baqarah: 140)

Huruf Hal (هَلْ)

هَلْ تَعْلَمُ لَهُ سَمِيًّا

"Apakah kamu mengetahui ada seorang yang sama dengan Dia (yang patut disembah)?" (Q.S. Maryam: 65)

Untuk mengetahui penggunaannya dalam kehidupan seahari-hari maka, silahkan berkunjung ke dua postingan di bawah ini.

Baca Juga:

Contoh Percakapan Perkenalan (Taaruf) dalam bahasa Arab
Contoh Percakapan Bahasa Arab di Kedai/Toko

Kata tanya dalam bahsa Arab terlihat sangat sederhana dan mudah untuk dipelajari oleh semua kalangan. Pada prakteknya, kata tanya banyak digunakan dalam al-Quran, seperti contoh yang telah tertera di ata. Saran saya "mari kita belajar bahasa Arab, karena bahasa ini menjadi pembuka dalam mempelajari semua isi kitab suci al-Quran." Semoga postingan ini bermanfaat.

Adwat Al-Istifham: Kata Tanya dalam Bahasa Arab

Percakapan Bahasa Arab di Kedai/Toko Disertai Dengan Artinya
Hallo pembaca Coretanzone yang berbahagia, apa kabar hari ini? Semoga Allah selalu memberi nikmat kesehatan kepada kita semua dalam menjalankan aktivitas keseharian kiat. Nah kali ini saya akan membagikan salah satu contoh percakapan bahasa arab di kedai atau toko yang disertai dengan tulisan latin dan artinya. Sebelumnya saya sudah membagikan salah satu contoh pecakapan dalam bahasa arab tentang perkenalan (ta'aruf).

Mempelajari percakapan atau suatu dialog menjadi hal yang juga penting untuk melatih kebasaan dalam mengungkapkan sesuatu atau berbicara dengan lawan bicara dalam bahasa tertentu, termasuk bahasa Arab. Olehnya itu percakapan sederhana dalam bahasa arab di kedai/toko juga menjadi salah satu hal yang sederhana tetapi memiliki manfaat yang sangat besar dalam membiasakan diri berbicara menggunakan bahasa arab.

Untuk itu maka, berikut ini percakapan bahasa arab di kedai/toko disertai dengan tulisan latin dan artinya.

اَلْحِوَارُ : عِنْدَ الْبَقَالَةِ

طَارِق : هٰذِهِ جُبْنَةٌ لَذِ يْذَة، مِنْ أَيْنَ إِشْتَرَيْتَهُ يَا حَسَنٌ ؟
Thariq : Haadzihi jubnatun ladzidzatun, Min ayna isytaraytahu yaa hasan
Thariq : Keju ini enak sekali, dimana kamu membelinya hei Hasan

حَسَن : إشْتَرَيْتُهُ مِن بَقَالَةِ سَمِيْر
Hasan : Isytaraytuhu min baqaalati Samiir
Hasan : Saya membelinya di took “Samir”

طَارِق : بِجَوَارِالْمَدْ رَسَةِ ؟
Thariq : Bijawaaril madrasati ?
Thariq : (Toko)Yang disamping sekolah ?

حَسَن : نَعَمْ
Hasan : Na’am
Hasan : Iya

طَارِق : بِكَمِ عُلْبَة ؟
Thariq : Bikamil ‘ulbah ?
Thariq : Berapa harganya satu kotak/dos ?

حَسَن : بِخَمْسُ مِائَةِ رُوْبِيَة
Hasan : Bikhamsumiati ruubiyyatan
Hasan : Harganya 500 rupiah

طَارِق : وَالله، رَخِيْصٌ جِدّ ًا، سَأَشْتَرِي عُلْبَة مِنْهَا. شُكْرًاعَلىَ مَعْلُوْمَتِكَ يَا حَسَن
Thariq : Wallaahi, rakhiishun jiddan, sa asytari ‘ulbatan minha. Syukran ‘alaa ma’luumatika yaa Hasan
Thariq : Waah… murah sekali, saya akan membeli sebungkus juga. Terima kasih atas informasinya wahai Hasan

حَسَن : عَفْوًا
Hasan : ‘Afwan
Hasan : Sama-sama

Percakapan singkat dan seserhana di atas dapat dipraktekkan dengan teman sejawat untuk melatih pengetahuan bahasa Arab, dan juga bisa dijadikan sebagai materi dalam pembelajaran bahasa Arab di kelas, semoga bermanfaat.

Percakapan Bahasa Arab di Kedai/Toko Disertai Dengan Artinya