Coretanzone: Pendidikan

    Social Items

Al-Jahiz: Bapak Teori Evolusi dalam Islam
Abu Uthman bin Bahr al-Kinani al-Basri, atau juga dikenal sebagai Al-Jahiz, adalah seorang penulis dan pemikir Muslim keturunan Ethiopia. Ia lahir pada 776 di Basra, kota terbesar kedua di Irak. Meskipun keluarganya sangat miskin, namun tidak menghalangi Al-Jahiz untuk menuntut ilmu dan menghadiri berbagai tempat belajar yang membahas berbagai topik seperti puisi, filologi, dan leksikografi Arab. Pengetahuan yang diperoleh dan keinginannya untuk belajar yang membuatnya menghasilkan lebih dari dua ratus buku, namun sayangnya hanya tiga puluh dari buku-buku itu yang selamat.

Buku paling terkenal yang ditulis oleh Al-Jahiz adalah Kitab al-Hayawan (Kitab Hewan). Buku multi-volume ini tidak hanya menggambarkan lebih dari 350 jenis hewan, tetapi juga terdiri di dalamnya terdapat puisi pra-Islam, pengamatan pribadi, humor, cerita-cerita sejarah dan pengaruh teks zoologi Aristoteles. Meskipun Kitab Hewan terdiri dari berbagai macam subjek, sejumlah besar informasi ilmiah yang diberikan bernilai tinggi. Al-Jahiz memperkenalkan konsep evolusi biologis dalam buku ini. Setelah mengamati binatang dan serangga, al-Jahiz sampai pada kesimpulan bahwa, pasti ada beberapa mekanisme yang memiliki pengaruh pada evolusi hewan, dan ini 1000 tahun sebelum Darwin melakukannya. Al-Jahiz menulis tentang tiga mekanisme utama; perjuangan untuk eksistensi, transformasi spesies menjadi satu sama lain, dan pengaruh faktor lingkungan.

Al-Jahiz berpandangan bahwa "Hewan melakukan segala macam upaya untuk hidup, untuk mendapatkan sumber daya, untuk menghindari dari pemangsa, dan untuk berkembang biak." Dia melanjutkan bahwa, "Faktor-faktor lingkungan mempengaruhi organisme dalam mengembangkan karakteristik baru untuk memastikan kelangsungan hidup, sehingga mengubah mereka menjadi spesies baru. Hewan yang bertahan hidup dengan berkembang biak dapat meneruskan karakteristik mereka kepada keturunannya."

Jelas baginya bahwa selalu ada satu spesies yang lebih kuat dari yang lain, dan bahwa untuk bertahan hidup, spesies harus mengembangkan karakteristik baru. Karakteristik baru ini membantu spesies beradaptasi dengan kondisi lingkungan dan menciptakan spesies baru.

Meskipun mekanismenya ilmiah, Al-Jahiz menambahkan aspek spiritual ke dalamnya. Pembaca harus menghargai kompleksitas dan keajaiban dari ciptaan Tuhan:

“Tikus keluar untuk mengambil makanannya, dan dia mencari dan menangkapnya. Ia memakan beberapa hewan inferior lainnya, seperti binatang kecil dan burung kecil ... ia menyembunyikan bayinya di terowongan bawah tanah yang disamarkan untuk melindungi mereka dan dirinya sendiri terhadap serangan ular dan burung. Ular sangat suka makan tikus. Adapun ular, mereka membela diri dari bahaya berang-berang dan hyena; yang lebih kuat dari diri mereka sendiri. Hyena dapat menakuti rubah, dan yang terakhir menakuti semua hewan yang lebih rendah darinya. Ini adalah hukum bahwa beberapa eksistensi adalah makanan untuk yang lain... Semua hewan kecil memakan yang lebih kecil; dan semua hewan besar tidak bisa makan yang lebih besar. Laki-laki dengan satu sama lain seperti binatang... Tuhan menciptakan hidup beberapa tubuh..."

Mahakarya al-Jahiz


Tetapi Kitab Hewan bukan satu-satunya karya besar yang ditulis oleh al-Jahiz. Kitab Pelit (The Book of Misers), misalnya, juga sangat populer. Ini adalah ensiklopedia sosial, sastra dan sejarah. Dia juga menulis buku-buku tentang psikologi manusia, bahasa dan tata bahasa. Semuanya ditulis dalam bahasa yang sangat mudah dipahami oleh orang awam. Dia terkadang menambahkan anekdot lucu dan kata-kata lucu dalam karya ilmiahnya.

Pada tahun 868 putra penjual ikan yang malang itu meninggal di Basra dan meninggalkan oeuvre yang mengesankan. Tidak jelas bagaimana dia meninggal, tetapi tidak ada keraguan bahwa karyanya dulu memang revolusioner. Terkadang ia disebut sebagai "bapak teori evolusi".

Al-Jahiz: Bapak Teori Evolusi dalam Islam

Adwat Al-Istifham: Kata Tanya dalam Bahasa Arab
"Jangan terlalu banyak bertanya" dan "diam adalah emas" merupakan dua filosofi yang menurut hemat saya mematikan nalar kritis.

Loh kok awal postingan kayak gini? Maaf, yang di atas hanya pembuka sebelum masuk pada postingan ini. Lalu apa hubungannya? Nah, kali ini yang akan kita bahasa adalah kata tanya dalam bahasa arab atau adwat al-istifham (أَدَوَاتُ الاِسْتِفْهَام). Sehingga hubungannya dengan pembukaan di atas adalah bahwa, manusia memiliki bahasa untuk saling berkomunikasi dan tidak boleh dibatasi dalam bentuk apapun. Terpenting adalah "bertanya boleh-boleh saja selama dalam batas kewajaran, dan jangan terlalu banyak diam kalau tidak akan ditindas."

Oke kita masuk aja deh, pembuakaannya terlalu ribet dan berbelit-belit.

Kata tanya dalam bahasa Arab dibagi dalam dua bentuk; 1) dalam bentuk isim yaitu menggunakan isim-isim sebagai kata tanya. Isim-isim ini disebut juga sebagai isim istifham. 2) Dalam bentuk huruf yang terdiri atas dua jenis huruf yaitu; huruf hamzah (أَ) dan huruf hal (هَلْ).

Contoh dalam penggunaan kata tanya atau adwat al-istifham (أَدَوَاتُ الاِسْتِفْهَام) dalam bentuk isim adalah sebagai berikut.

Kata TanyaContoh KalimatArtinya
هَلْ / أَهَلْ أَنْتَ مَرِيْضٌ ؟لاَ، أَنَا فِيْ صِحَّةٍ
ApakahApakah kamu sakit?Tidak, saya sehat
مَاذَا / مَامَاذَا تَكْتُبُ ؟أَكْتُبُ رِسَالَةً
ApaApa yang kamu tulisSaya menulis surat
مَنْمَنْ كَتَبَ هَذَا ؟أَحْمَدُ كَتَبَ هَذَا
SiapaSiapa yang menulis iniAhmad yang menulis ini
أَيَّةُ / أَيُّأَيُّ قَلَمٍ تُحِبُّ ؟أُحِبُّ قَلَمَ اْلأَسْوَدِ
Yang manaPena mana yang kamu sukaSaya suka pena hitam
مَتَىمَتَى تَذْهَبُ ؟أَذْهَبُ غَدًا
KapanKapan kamu pergiSaya pergi besok
أَيْنَأَيْنَ تَذْهَبُ ؟أَذْهَبُ إِلَى الْقَرْيَةِ
DimanaDimana kamu pergiSaya pergi ke kampung
كَيْفَكَيْفَ تَذْهَبُ ؟أَذْهَبُ بِالْحَافِلَةِ
BagaimanaBagaimana kamu pergiSaya pergi dengan bus
كَمْكَمْ يَوْمًا تَذْهَبُ ؟أَذْهَبُ ثَلاَثَةَ أَيَّامٍ
BerapaBerapa hari kamu pergiSaya pergi selam tiga hari
لِمَاذَا / لِمَالِمَاذَا تَأَخَّرْتَ ؟الطَّرِيْقُ مُزْدَحِمَةٌ
mengapamengapa kamu terlambatJalan macet
لِمَلِمَ سَأَلْتَ ذَلِكَ ؟حَقِيْقَةً لاَ أَفْهَمُ
KenapaKenapa kamu bertanya ituSungguh saya tidak paham
لِمَنْلِمَنْ هَذَا الْقَلَمُ ؟هَذَا قَلَمُ أَحْمَدِ
Punya SiapaPunya siapa pena iniPena ini punya ahmad

Sedangkan contoh dalam penggunaan bentuk huruf yang terdiri atas huruf hamzah (أَ) dan huruf hal (هَلْ) adalah sebagai berikut.

Huruf Hamzah (أَ) 

أَأَنْتُمْ أَعْلَمُ أَمِ اللَّهُ

"Apakah kamu lebih mengetahui ataukah Allah?" (Q.S. Al-Baqarah: 140)

Huruf Hal (هَلْ)

هَلْ تَعْلَمُ لَهُ سَمِيًّا

"Apakah kamu mengetahui ada seorang yang sama dengan Dia (yang patut disembah)?" (Q.S. Maryam: 65)

Untuk mengetahui penggunaannya dalam kehidupan seahari-hari maka, silahkan berkunjung ke dua postingan di bawah ini.

Baca Juga:

Contoh Percakapan Perkenalan (Taaruf) dalam bahasa Arab
Contoh Percakapan Bahasa Arab di Kedai/Toko

Kata tanya dalam bahsa Arab terlihat sangat sederhana dan mudah untuk dipelajari oleh semua kalangan. Pada prakteknya, kata tanya banyak digunakan dalam al-Quran, seperti contoh yang telah tertera di ata. Saran saya "mari kita belajar bahasa Arab, karena bahasa ini menjadi pembuka dalam mempelajari semua isi kitab suci al-Quran." Semoga postingan ini bermanfaat.

Adwat Al-Istifham: Kata Tanya dalam Bahasa Arab

Percakapan Bahasa Arab di Kedai/Toko Disertai Dengan Artinya
Hallo pembaca Coretanzone yang berbahagia, apa kabar hari ini? Semoga Allah selalu memberi nikmat kesehatan kepada kita semua dalam menjalankan aktivitas keseharian kiat. Nah kali ini saya akan membagikan salah satu contoh percakapan bahasa arab di kedai atau toko yang disertai dengan tulisan latin dan artinya. Sebelumnya saya sudah membagikan salah satu contoh pecakapan dalam bahasa arab tentang perkenalan (ta'aruf).

Mempelajari percakapan atau suatu dialog menjadi hal yang juga penting untuk melatih kebasaan dalam mengungkapkan sesuatu atau berbicara dengan lawan bicara dalam bahasa tertentu, termasuk bahasa Arab. Olehnya itu percakapan sederhana dalam bahasa arab di kedai/toko juga menjadi salah satu hal yang sederhana tetapi memiliki manfaat yang sangat besar dalam membiasakan diri berbicara menggunakan bahasa arab.

Untuk itu maka, berikut ini percakapan bahasa arab di kedai/toko disertai dengan tulisan latin dan artinya.

اَلْحِوَارُ : عِنْدَ الْبَقَالَةِ

طَارِق : هٰذِهِ جُبْنَةٌ لَذِ يْذَة، مِنْ أَيْنَ إِشْتَرَيْتَهُ يَا حَسَنٌ ؟
Thariq : Haadzihi jubnatun ladzidzatun, Min ayna isytaraytahu yaa hasan
Thariq : Keju ini enak sekali, dimana kamu membelinya hei Hasan

حَسَن : إشْتَرَيْتُهُ مِن بَقَالَةِ سَمِيْر
Hasan : Isytaraytuhu min baqaalati Samiir
Hasan : Saya membelinya di took “Samir”

طَارِق : بِجَوَارِالْمَدْ رَسَةِ ؟
Thariq : Bijawaaril madrasati ?
Thariq : (Toko)Yang disamping sekolah ?

حَسَن : نَعَمْ
Hasan : Na’am
Hasan : Iya

طَارِق : بِكَمِ عُلْبَة ؟
Thariq : Bikamil ‘ulbah ?
Thariq : Berapa harganya satu kotak/dos ?

حَسَن : بِخَمْسُ مِائَةِ رُوْبِيَة
Hasan : Bikhamsumiati ruubiyyatan
Hasan : Harganya 500 rupiah

طَارِق : وَالله، رَخِيْصٌ جِدّ ًا، سَأَشْتَرِي عُلْبَة مِنْهَا. شُكْرًاعَلىَ مَعْلُوْمَتِكَ يَا حَسَن
Thariq : Wallaahi, rakhiishun jiddan, sa asytari ‘ulbatan minha. Syukran ‘alaa ma’luumatika yaa Hasan
Thariq : Waah… murah sekali, saya akan membeli sebungkus juga. Terima kasih atas informasinya wahai Hasan

حَسَن : عَفْوًا
Hasan : ‘Afwan
Hasan : Sama-sama

Percakapan singkat dan seserhana di atas dapat dipraktekkan dengan teman sejawat untuk melatih pengetahuan bahasa Arab, dan juga bisa dijadikan sebagai materi dalam pembelajaran bahasa Arab di kelas, semoga bermanfaat.

Percakapan Bahasa Arab di Kedai/Toko Disertai Dengan Artinya

Percakapan Tentang Perkenalan (Taaruf) dalam Bahasa Arab disertai Artinya
Bahasa arab merupakan salah satu bahasa yang sudah banyak digunakan oleh masyarakat dunia, terlebih negara-negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam. Salah satunya negara kita Indonesia ini yang menjadi populasi muslim terbasar di dunia, maka bahasa Arab digunakan untuk menerjemahkan teks-teks agama Islam. Olehnya itu lahir lembaga-lembaga pendidikan Islam yang menyertakan bahasa Arab sebagai salah satu pelajaran wajib, dan juga bahasa Arab sudah menjadi salah satu studi di universitas-universitas.

Bahasa arab selain fungsinya dalam menerjemahkan teks-teks Islam, juga menjadi alat komunikasi masyarakat Internasional. Olehnya itu sudah saatnya untuk kita mengetahui bahasa arab ya sahabat sekalian. Untuk itu maka, kali ini saya akan membagikan salah satu percakapan bahasa arab tentang perkenalan atau ta'aruf disertai dengan tulisan latin dan artinya.

اَلْحِوَارُ : اَلتَّعَارُف

خَالِدٌ ׃ اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُم
Khalid: Assalaamu ‘alaikum

عَبْدُ اللّه ׃ وَعَلَيْكُمُ السَّلاَم
Abdullah: Wa’alaikum salaam

خَالِدٌ׃ كَيْفَ حَالُكَ؟
Khalid: Kayfa haaluka ?
Khalid: Apa kabar?

عَبْدُاللّه ׃ الْحَمْدُلِلّه اَنَا بِخَيْرٍ
Abdullah: Alhamdulillah  ana bikhair
Abdullah: Alhamdulillah saya baik-baik saja

خَالِدٌ ׃ مَا إِسْمُكَ؟
Khalid: Ma ismuka ?
Khalid: Siapa namamu?

عَبْدُاللّه ׃ إِسْمِيْ عَبْدُ اللّه، وَأَنْتَ ؟
Abdullah: Ismii Abdullaah, Wa anta ?
Abdullah: Nama saya Abdullah, dan (nama) kamu ?

خَالِدٌ ׃ أَنا خَالِدٌ
Khalid: Ana Khaalid
Khalid: Saya Khalid

عَبْدُ اللّه ׃ أَهْلأ يَاخالِدٌ
Abdullah: Ahlan yaa khaalid
Abdullah: Salam perkenalan denganmu hei khalid

خَالِدٌ ׃ أَهْلاً وَسَهْلاً بِكَ يَا عَبْدَ اللّه
Khalid: Ahlan wasahlan bika yaa Abdallah
Khalid: Sama-sama wahai Abdullah

عَبْدُ اللّه ׃ هَلْ أَنْتَ أَمْبُوْ نِيٌّ ؟
Abdullah: Hal anta Ambuuniy ?
Abdullah: Apakah kamu orang Ambon ?

خَالِدٌ׃ نَعَمْ، أَنَا أَمْبُوْنِيٌّ وَأَنْتَ؟
Khalid: Na’am ana Ambuuniy, wa anta ?
Khalid: Iya, saya orang Ambon, dan kamu ?

عَبْدُ اللّه ׃ أَنَا جَاوِيّ
Abdullah: Ana Jaawiyy
Abdullah: Saya orang Jawa

خَالِدٌ׃ اَينَ تَسْكُنُ الآنَ ؟
Khalid: Ayna taskunul aana ?
Khalid: Dimana kamu tinggal sekarang ?

عَبْدُ اللّه ׃ أَسْكُنُ فِي شَارِعِ بَاتِيْمُوْرَا رَقْمُ ٨ (ثَمَانِيَة) بأَمْبُوْن
Abdullah: Askunu fii syaari’ Hasaanuddiin roqmu tsamaniyah bi Ambuun
Abdullah: Saya tinggal di Jl. Patimura No. 8 Ambon

خَالِدٌ: وَاَيْنَ تَدْ رُسُ ؟
Khalid: wa ayna tadrus ?
Khalid: Dan dimana kamu sekolah ?

عَبْدُ الله : أَدْ رُسُ فِي الْمَدْ رَسَةِ الثَّانَوِيّةِ الْإِسْلَامِيّةِ
Abdullah: Adrusu fil madrasatil I’daadiyyatil islaamiyyati “ As-salaam “
Abdullah: Saya sekolah di SMP Islam

خَالِدٌ ׃ مَا لُعْبَتُكَ ؟
Khaalid: Maa Lu’batuka ?
Khalid: Kamu suka permainan apa ?

عَبْدُ اللّه ׃ أَنَا أَلْعَبُ كُرَة َالْقَدَمِ، وَمَا لُعْبَتُكَ ؟
Abdullah: Ana al’abu kuratal qadami
Abdullah: saya main sepak bola

خَالِدٌ ׃ أَلْعَبُ كُرَةَ السَّلَّةِ
Khalid: Anaa al’abu kuratas-sallati
Khalid: saya suka main bola basket

عَبْدُ اللّه ׃ وَمَا هِوَايَتُكَ يَا خَالِدُ ؟
Abdullah: Wamaa hiwaayatuka ya khaalid ?
Abdullah: Dan apa hobimu hei Khalid ?

خَالِدٌ ׃ هِوَايَتِيْ جَمْعُ الطَّوَابِعِ، وَأَنْتَ؟
Khalid: Hiwaayatiy jam’ut-thawaabi’. Wa anta ?
Khalid: Hobiku koleksi prangko, dan kamu ?

عَبْدُاللّه ׃ هِوَايَتِيْ اَلرَّسْمُ وَالسِّبَاحَةُ
Abdullah: Hiwaayati ar-rasmu was-sibaahah
Abdullah: Hobiku melukis dan berenang

خَالِدٌ׃ أَنَا سَعِيْدٌ جِدًّا لِمَعْرِفَتِكَ
Khalid: Anaa sa’iidun jiddan lima’rifatik
Khalid: Senang sekali saya dapat berkenalan denganmu

عَبْدُ اللّه ׃ وَأَنَا أَيْضًا
Abdullah: Wa anaa aydhan
Abdullah: Saya pun demikian

خَالِدٌ ׃ شُكْرًا عَلَي التَّعَارُفِ
Khalid: Syukran ‘ala ta’aarufi
Khalid: Terima kasih atas perkenalannya

عَبْدُ اللّه ׃ عَفْوًا
Abdullah: Afwan
Abdullah: Sama-sama

خَالِدٌ׃ مَعَ السَّلاَ مَةِ
Khalid: Ma’as-salaamah
Khalid: Sampai jumpa

عَبْدُ اللّه ׃ مَعَ السَّلاَ مَةِ
Abdullah: Ma’as-salaamah
Abdullah: Sampai jumpa lagi

Percakapan pendek di atas tentang perkenalan (ta'aruf) dalam bahasa arab disertai tulisan latin dan artinya silahkan dipraktekkan dengan teman sejawat, atau dijadikan sebagai salah satu bahan tambahan dalam pembelajaran di dalam kelas, semoga bermanfaat.

Percakapan Tentang Perkenalan (Taaruf) dalam Bahasa Arab disertai Artinya

Hubungan Antarbudaya: Akulturasi Kebudayaan dan Asimilasi Kebudayaan
Indonesia merupakan salah satu negara dengan lalu lintas dunia internasional yang sangat ramai sejak zaman dahulu kala. Berbagai kebudayaan yang berasal dari berbagai wilayah di dunia pernah singgah dan melakukan hubungan dengan kebudayaan asli nusantara. Bahkan di Indonesia sendiri terdiri atas beragam suku bangsa dan adat istiadat.

Menurut Koentjaraningrat, perubahan kebudayaan dipengaruhi oleh proses evolusi kebudayaan, proses belajar kebudayaan dalam suatu masyarakat, dan adanya proses penyebaran kebudayaan yang melibatkan adanya proses interaksi atau hubungan antarbudaya.

Berbagai inovasi menurut Koentjaraningrat menyebabkan masyarakat menyadari bahwa kebudayaan mereka sendiri selalu memiliki kekurangan sehingga untuk menutupi kebutuhannya manusia selalu mengadakan inovasi. Sebagian besar inovasi yang terdapat dalam kehidupan masyarakat adalah hasil dari pengaruh atau masuknya unsur-unsur kebudayaan asing dalam kebudayaan suatu masyarakat sehingga tidak bisa disangkal bahwa hubungan antarbudaya memainkan peranan yang cukup penting bagi keragaman budaya di Indonesia.

Kontak kebudayaan antara berbagai kelompok masyarakat yang berbeda-beda menimbulkan keadaan saling memengaruhi satu sama lain. Terkadang tanpa disadari ada pengambilan unsur budaya dari luar. Oleh karena itu, salah satu faktor pendorong keragaman budaya di Indonesia adalah karena kontak dengan kebudayaan asing. Koentjaraningrat menyatakan bahwa penjajahan atau kolonialisme merupakan salah satu bentuk hubungan antarkebudayaan yang memberikan pengaruh kepada perkembangan budaya lokal. Proses saling memengaruhi budaya tersebut terjadi melalui proses akulturasi dan asimilasi kebudayaan.

Akulturasi Kebudayaan


Salah satu unsur perubahan budaya adalah adanya hubungan antarbudaya, yaitu hubungan budaya lokal dengan budaya asing. Hubungan antarbudaya berisi konsep akulturasi kebudayaan. Menurut Koentjaraningrat istilah akulturasi atau acculturation atau culture contact yang digunakan oleh sarjana antropologi di Inggris mempunyai berbagai arti di antara para sarjana antropologi. Menurut Koentjaraningrat akulturasi adalah proses sosial yang timbul apabila suatu kelompok manusia dengan suatu kebudayaan tertentu dihadapkan dengan unsur-unsur kebudayaan asing sedemikian rupa sehingga unsur-unsur kebudayaan asing itu lambat laun diterima dan diolah ke dalam kebudayaan sendiri tanpa menyebabkan hilangnya kebudayaan lokal itu sendiri.

Di dalam proses akulturasi terjadi proses seleksi terhadap unsurunsur budaya asing oleh penduduk setempat. Contoh proses seleksi unsur-unsur budaya asing dan dikembangkan menjadi bentuk budaya baru tersebut terjadi pada masa penyebaran agama Hindu-Buddha di Indonesia sejak abad ke-1. Masuknya agama dan kebudayaan Hindu-Buddha dari India ke Indonesia berpengaruh besar terhadap perkembangan kebudayaan Indonesia. Unsur-unsur kebudayaan

Hindu–Buddha dari India tersebut tidak ditiru sebagaimana adanya, tetapi sudah dipadukan dengan unsur kebudayaan asli Indonesia sehingga terbentuklah unsur kebudayaan baru yang jauh lebih sempurna. Hasil akulturasi kebudayaan Indonesia dengan kebudayaan Hindu–Buddha adalah dalam bentuk seni bangunan, seni rupa, aksara, dan sastra, sistem pemerintahan, sistem kalender, serta system kepercayaan dan filsafat. Namun, meskipun menyerap berbagai unsur budaya Hindu–Buddha, konsep kasta yang diterapkan di India tidak diterapkan di Indonesia.

Proses akulturasi kebudayaan terjadi apabila suatu masyarakat atau kebudayaan dihadapkan pada unsur-unsur budaya asing. Proses akulturasi kebudayaan bisa tersebar melalui penjajahan dan media massa. Proses akulturasi antara budaya asing dengan budaya Indonesia terjadi sejak zaman penjajahan bangsa Barat di Indonesia abad ke-16. Sejak zaman penjajahan Belanda, bangsa Indonesia mulai menerima banyak unsur budaya asing di dalam masyarakat, seperti mode pakaian, gaya hidup, makanan, dan iptek. Pada saat ini, media massa seperti televisi, surat kabar, dan internet menjadi sarana akulturasi budaya asing di dalam masyarakat.

Melalui media massa tersebut, unsur budaya asing berupa mode pakaian, peralatan hidup, gaya hidup, dan makanan semakin cepat tersebar dan mampu mengubah perilaku masyarakat. Misalnya, mode rambut dan pakaian dari luar negeri yang banyak ditiru oleh masyarakat. Namun, dalam proses akulturasi tidak selalu terjadi pergeseran budaya lokal akibat pengaruh budaya asing. Misalnya, pemakaian busana batik dan kebaya sebagai busana khas bangsa Indonesia. Meskipun pemakaian busana model barat seperti jas sudah tersebar di dalam masyarakat, namun gejala tersebut tidak menggeser kedudukan busana batik dan kebaya sebagai busana khas bangsa Indonesia. Pemakaian busana batik dan kebaya masih dilakukan para tokoh-tokoh masyarakat di dalam acara kenegaraan di dalam dan luar negeri. Bahkan beberapa desainer Indonesia seperti Edward Hutabarat dan Ghea Pangabean sudah mulai mengembangkan busana batik sebagai alternatif mode pakaian di kalangan generasi muda. Modifikasi busana tradisional tersebut ternyata dapat diterima oleh masyarakat dan mulai dijadikan alternatif pilihan mode berbusana selain model busana barat.

Proses akulturasi berlangsung dalam jangka waktu yang relative lama. Hal itu disebabkan adanya unsur-unsur budaya asing yang diserap secara selektif dan ada unsur-unsur budaya yang ditolak sehingga proses perubahan kebudayaan melalui akulturasi masih mengandung unsur-unsur budaya lokal yang asli. Bentuk kontak kebudayaan yang menimbulkan proses akulturasi, antara lain sebagai berikut.

# Kontak kebudayaan dapat terjadi pada seluruh, sebagian, atau antarindividu dalam masyarakat.

# Kontak kebudayaan dapat terjadi antara masyarakat yang memiliki jumlah yang sama atau berbeda.

# Kontak kebudayaan dapat terjadi antara kebudayaan maju dan tradisional.

# Kontak kebudayaan dapat terjadi antara masyarakat yang menguasai dan masyarakat yang dikuasai, baik secara politik maupun ekonomi.

Berkaitan dengan proses terjadinya akulturasi, terdapat beberapa unsur-unsur yang terjadi dalam proses akulturasi, antara lain sebagai berikut.

a. Substitusi

Substitusi adalah pengantian unsur kebudayaan yang lama diganti dengan unsur kebudayaan baru yang lebih bermanfaat untuk kehidupan masyarakat. Misalnya, sistem komunikasi tradisional melalui kentongan atau bedug diganti dengan telepon, radio komunikasi, atau pengeras suara.

b. Sinkretisme

Sinkretisme adalah percampuran unsur-unsur kebudayaan yang lama dengan unsur kebudayaan baru sehingga membentuk sistem budaya baru. Misalnya, percampuran antara sistem religi masyarakat tradisional di Jawa dan ajaran Hindu-Buddha dengan unsur-unsur ajaran agama Islam yang menghasilkan sistem kepercayaan kejawen.

c. Adisi

Adisi adalah perpaduan unsur-unsur kebudayaan yang lama dengan unsur kebudayaan baru sehingga memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Misalnya, beroperasinya alat transportasi kendaraan angkutan bermotor untuk melengkapi alat transportasi tradisional seperti cidomo (cikar, dokar, bemo) yang menggunakan roda mobil di daerah Lombok.

d. Dekulturasi

Dekulturasi adalah proses hilangnya unsur-unsur kebudayaan yang lama digantikan dengan unsur kebudayaan baru. Misalnya, penggunaan mesin penggilingan padi untuk mengantikan penggunaan lesung dan alu untuk menumbuk padi.

e. Originasi

Originasi adalah masuknya unsur budaya yang sama sekali baru dan tidak dikenal sehingga menimbulkan perubahan social budaya dalam masyarakat. Misalnya, masuknya teknologi listrik ke pedesaan. Masuknya teknologi listrik ke pedesaan menyebabkan perubahan perilaku masyarakat pedesaan akibat pengaruh informasi yang disiarkan media elektronik seperti televisi dan radio. Masuknya berbagai informasi melalui media massa tersebut mampu mengubah pola pikir masyarakat di bidang pendidikan, kesehatan, perekonomian, dan hiburan dalam masyarakat pedesaan. Dalam bidang pendidikan, masyarakat menjadi sadar akan pentingnya pendidikan untuk meningkatkan harkat dan martabat warga masyarakat.

Dalam bidang kesehatan masyarakat menjadi sadar pentingnya kesehatan dalam kehidupan masyarakat, seperti, kebersihan lingkungan, pencegahan penyakit menular dan perawatan kesehatan ibu dan anak untuk mengurangi angka kematian ibu dan anak, serta peningkatan kualitas gizi masyarakat. Dalam bidang perekonomian, masyarakat pedesaan menjadi semakin memahami adanya peluang pemasaran produk-produk pertanian ke luar daerah.

f. Rejeksi

Rejeksi adalah proses penolakan yang muncul sebagai akibat proses perubahan sosial yang sangat cepat sehingga menimbulkan dampak negatif bagi sebagian anggota masyarakat yang tidak siap menerima perubahan. Misalnya, ada sebagian anggota masyarakat yang berobat ke dukun dan menolak berobat ke dokter saat sakit.

Akulturasi kebudayaan berkaitan dengan integrasi sosial dalam masyarakat. Keanekaragaman budaya dan akulturasi mampu mempertahankan integrasi sosial apabila setiap warga masyarakat memahami dan menghargai adanya keanekaragaman berbagai budaya dalam masyarakat. Sikap tersebut mampu meredam konflik sosial yang timbul karena adanya perbedaan persepsi mengenai perilaku warga masyarakat yang menganut nilai-nilai budaya yang berbeda.

Asimilasi Kebudayaan


Konsep lain dalam hubungan antarbudaya adalah adanya asimilasi (assimilation) yang terjadi antara komunitas-komunitas yang tersebar di berbagai daerah. Koentjaraningrat menyatakan bahwa asimilasi adalah proses sosial yang timbul apabila adanya golongan-golongan manusia dengan latar kebudayaan yang berbedabeda yang saling bergaul secara intensif untuk waktu yang lama sehingga kebudayaan-kebudayaan tersebut berubah sifatnya dan wujudnya yang khas menjadi unsur-unsur budaya campuran. Menurut Richard Thomson, asimilasi adalah suatu proses di mana individu dari kebudayaan asing atau minoritas memasuki suatu keadaan yang di dalamnya terdapat kebudayaan dominan. Selanjutnya, dalam proses asimilasi tersebut terjadi perubahan perilaku individu untuk menyesuaikan diri dengan kebudayaan dominan.

Proses asimiliasi terjadi apabila ada masyarakat pendatang yang menyesuaikan diri dengan kebudayaan setempat sehingga kebudayaan masyarakat pendatang tersebut melebur dan tidak tampak unsur kebudayaan yang lama. Di Indonesia, proses asimilasi sering terjadi dalam masyarakat karena adanya dua faktor. Pertama, banyaknya unsur kebudayaan daerah berbagai suku bangsa di Indonesia. Kedua, adanya unsur-unsur budaya asing yang dibawa oleh masyarakat pendatang seperti warga keturunan Tionghoa dan Arab yang telah tinggal secara turun-temurun di Indonesia. Di dalam masyarakat, interaksi antara masyarakat pendatang dan penduduk setempat telah menyebabkan terjadinya pembauran budaya asing dan budaya lokal.

Contoh asimilasi budaya tersebut terjadi pada masyarakat Batak dan Tionghoa di Sumatra Utara. Menurut Bruner, para pedagang Tionghoa yang tinggal di daerah Tapanuli sadar bahwa mereka merupakan pendatang sehingga mereka berusaha belajar bahasa Batak dan menyesuaikan diri dengan adat istiadat setempat karena dianggap menguntungkan bagi usaha perdagangan mereka. Sebaliknya, anggota masyarakat Batak Toba yang tinggal di Medan berusaha menyesuaikan diri dengan kebudayaan masyarakat setempat yang didominasi etnik Tionghoa. Selanjutnya, ia akan belajar Bahasa Cina karena pengetahuan tersebut dianggap berguna dalam melakukan transaksi perdagangan dengan warga keturunan Tionghoa.

Masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang plural dan multietnik karena beragamnya kebudayaan dan adat istiadat suku bangsa yang terdapat di Indonesia. Namun, kehidupan manusia selalu mengalami perubahan yang berpengaruh terhadap kebudayaan masyarakat karena adanya suatu kontak antarkebudayaan yang akan saling memengaruhi satu sama lain. Kontak antarbudaya tersebut memberikan pengaruh terhadap beragamnya kebudayaan masyarakat.

Bagaimana sikap kita untuk menghadapi kontak budaya dalam komunitas yang bersifat plural? Sikap toleransi sangat diperlukan dalam suatu masyarakat yang memiliki keanekaragaman budaya. Sikap toleransi dan simpati mampu menjadikan setiap individu menghargai dan saling menyerap berbagai unsur budaya yang bisa memberikan manfaat dan menyaring bentuk-bentuk budaya yang negatif dalam masyarakat.

Sikap toleransi dan simpati tersebut mampu mengintegrasikan berbagai kelompok masyarakat yang memiliki banyak perbedaan. Sikap tersebut mampu menghilangkan adanya prasangka antarkelompok dan sikap superioritas terhadap kelompok lain. (Tedi Sutardi. Antropologi: Mengungkap Keragaman Budaya. 2009).

Hubungan Antarbudaya: Akulturasi Kebudayaan dan Asimilasi Kebudayaan

Teori Pembangunan Ekonomi: Aliran Klasik, Karl Marx, Schumpeter, Neo Klasik, dan Post Keynesian
Sudah sejak lama yaitu sejak beradab-abad yang lalu, perhatian utama masyarakat dunia dalam bidang ekonomi tertuju pada bagaimana mempercepat tingkat peengembangan ekonimi. Hal inilah yang kemudian melahirkan beragam teori dari berbagai ahli ekonomi.

Secara garis besar teori pembangunan dan pertumbuhan ekonomi dapat digolongkan sebagai "mahsab analitis" yang menekankan kepada teori yang bisa mengungkapkan proses pertumbuhan ekonomi secara logis dan konsisten tetapi sering bersifat abstrak dan kurang menekankan kepada sisi empiris historisnya. Yang termasuk dalam golongan ini adalah golongan Klasik, dan Neo Klasik.Yang kedua adalah "mahsab histories" yang menekankan proses pembangunan didasarkan pada proses pentahapannya. Yang termasuk dalam golongan kedua ini diantaranya adalah Karl Marx dan Rostow. Menurut penggolongan lain, teori pembangunan ekonomi dapat digolongkan menjadi lima golongan besar yakni aliran klasik, Karl Marx, Schumpeter, Neo Klasik dan Post Keynesian, yang pembahasannya adalah sebagai berikut.

Teori Pembangunan Ekonomi Aliran Klasik


Aliran klasik muncul pada akhir abad ke 18 dan permulaan abad ke 19 yaitu dimasa revolusi industri dimana suasana waktu itu merupakan awal bagi adanya perkembangan ekonomi. Pada waktu itu sistem liberal sedang merajalela dan menurut alairan klasik ekonomi liberal itu disebabkan oleh adanya pacuan antara kemajuan teknologi dan perkembangan jumlah penduduk. Mula-mula kemajuan teknologi lebih cepat dari pertambahan jumlah penduduk, tetapi akhirnya terjadi sebaliknya dan perekonomian akan mengalami kemacetan.

Menurut aliran ini bahwa meningkatnya tingkat keuntungan akan mendorong perkembangan investasi dan investasi (pembentukan capital ) akan menambah volume persediaan capital (capital stock). Keadaan ini akan memajukan tingkat teknologi dan memperbesar jumlah barang yang beredar sehingga tingkat upah naik, yang berarti meningkatnya tingkat kemakmuran penduduk. Tingkat kemakmuran akan mendorong bertambahnya jumlah penduduk sehingga mengakibatkan berlakunya hukum pertambahan hasil yang semakin berkurang (law of diminishing return).

Tokoh-tokoh Aliran Klasik tersebut antara adalah Adam Smith, David Ricardo dan Thomas Robert Malthus yang masing-masing akan kita bahas berikut ini:

1. Adam Smith

Adam Smith adalah ahli Ekonomi Klasik yang paling terkemuka. Bukunya yang sangat terkenal berjudul An Inquiry into the Nature and Cause of the Wealth of Nations terbit tahun 1776. Ia meyakini berlakunya "doktrin hukum alam" dalam persoalan ekonomi. Ia menganggap setiap orang paling tahu terhadap kepentingannya sendiri sehingga sebaiknya setiap orang dibebaskan untuk mengejar kepentingannya demi keuntungannya sendiri. Ia penganut faham perdagangan bebas dan penganjur kebijakan pasar bebas. Pasar persaingan sempurna adalah mekanisme pencipta keseimbangan otomatis yang akan menciptakan maksimisasi kesejahteraan ekonomi.Menurutnya terdapat tiga unsur pokok sistem produksi, unsur-unsur tersebut adalah: sumber daya alam yang tersedia, jumlah penduduk dan stok barang modal

Menurut Adam Smith, untuk berlakunya perkembangan ekonomi diperlukan adanya spesialisasi atau pembagian kerja. Pembagian kerja didasari oleh akumulasi capital yang berasal dari dana tabungan dan luas pasar. Luas pasar disni berfungsi untuk menampung hasil produksi sehingga dapat menembus perdagangan internasional. Perrtumbuhan itu mulai maka ia akan bersifat kumulatif artinya bila ada pasar yang dan ada akumulasi kapital, pembagian kerja akan terjadi dan akan menaikan tingkat produktivitas tenaga kerja.

Proses Penumpukan Modal. Smith menekankan, penumpukan modal harus dilakukan terlebih dahulu daripada pembagian kerja. Smith menganggap pemupukan modal sebagai satu syarat mutlak bagi pembangunan ekonomi; dengan demikian permasalahan pembangunan ekonomi secara luasa adalah kemampuan manusia untuk lebih banyak menabung dan menanam modal. Dengan demikian tingkat investasi akan ditentukan oleh tingkat tabungan dan tabungan yang sepenuhnya diinvestasikan.

Agen Pertumbuhan, menurutnya para petani, produsen dan pengusaha, merupakan agen kemajuan dan pertumbuhan ekonomi. Fungsi ketiga agen tersebut saling berkaitan erat. Bagi Smith pembangunan pertanian mendorong peningkatan pekerjaan konstruksi dan perniagaan. Pada waktu terjadi surplus pertanian sebagai akibat pembangunan ekonomi, maka permintaan akan jasa perniagaan dan barang pabrikan meningkat pula; ini semua akan membawa kemajuan perniagaan dan berdirinya industri manufaktur. Pada pihak lain, pembangunan sektor tersebut akan meningkatkan produksi pertanian apabila petani menggunakan teknologi yang canggih. Jadi pemupukan modal dan pembangunan ekonomi terjadi karena tampilnya para petani, produsen dan pengusaha.

Menurut Smith, proses pertumbuhan ini bersifat komulatif (menggumpal). Apabila timbul kemakmuran sebagai akibat kemajuan di bidang pertanian, indusrtri manufaktur, dan perniagaan, kemakmuran itu akan mengarah pada pemupukan modal, kemajuan teknik, meningkatnya produk, perluasan pasar, pembagian kerja, dan kenaikan secara terus menerus. Dilain pihak naiknya produktifitas akan menyebabkan upah naik dan ada akumulasi kapital. Tetapi karena Sumber Daya Alam terbatas adanya, maka keuntungan akan menurun karena berlakunya hukum penambahan hasil yang semakin berkurang. Pada tingkat inilah perkembangan mengalami kemacetan.

Teori Adam Smith tidak luput dari kelemahan, kelemahannya adalah sbb:

# Pembagian masyarakat yang dilakukannya terlalu lugas sehingga mengabaikan peranan kelas menengah dalam memberikan daya dorong bagi pembangunan ekonomi.

# Alasan yang tidak adil bagi kegiatan menabung. Menurutnya yang dapat menabung hanyalah tuan tanah, kapitalis dan lintah darat, padahal yang sebenarnya golongan lain penerima pendapatan juga dapat melakukan kegiatan menabung.

# Persaingan sempurna tidak terdapat di dunia nyata

# Mengabaikan peran wiraswasta

# Asumsi yang tidak realistis tentang keadaan stasioner

2. David Ricardo

Tulisannya yang terkenal berjudul The Principles of Political Economy and Taxation yang terbit 1917.Teori Ricardo didasarkan pada asumsi; a)Seluruh tanah digunakan untuk produksi gandum, b) Factor produksi tanah berlaku law of diminishing return, c) Persediaan tanah tetap, d) Permintaan gandum bersifat inelastic, e) Buruh dan modal adalah masukan yang bersifat variable, f) Keadaan pengetahuan teknis adalah tertentu, g) Buruh dibayar pada tingkat upah minimal, h) Harga penawaran buruh tertentu dan tetap, i) Permintaan buruh tergantung pada pemupukan modal, j) Terdapat persaingan sempurna, k) Pemupukan modal dihasilkan dari keuntungan.

Menurut David Ricardo di dalam masyarakat ekonomi ada tiga golongan masyarakat yaitu golongan capital, golongan buruh, dan golongan tuan tanah. Golongan kapital adalah golongan yang memimpin produksi dan memegang peranan yang penting karena mereka selalu mencari keuntungan dan menginvestasikan kembali pendapatannya dalam bentuk akumulasi kapital yang mengakibatkan naiknya pendapatan nasional. Golongan buruh merupakan golongan yang terbesar dalam masyarakat, namun sangat tergantung pada capital. Golongan tuan tanah merupakan golongan yang memikirkan sewa saja dari golongan kapital atas areal tanah yang disewakan.

David Ricardo mengatakan bahwa bila jumlah penduduk bertambah terus dan akumulasi kapital terus menerus terjadi, maka tanah yang subur menjadi kurang jumlahnya atau semakin langka adanya. Akibatnya berlaku pula hukum tambahan hasil yang semakin berkurang. Disamping itu juga ada persaingan diantara kapitalis-kapitalis itu sendiri dalam mengolah tanah yang semakin kurang kesuburannya dan akibatnya keuntungan mereka semakin menurun hingga pada tingkat keuntungan yang normal saja.

Selain pandangannya yang kritis tentang pembangunan, teori Ricardo memiliki beberapa kelemahan yaitu; a) Mengabaikan pengaruh teknologi dalam mengarasi masalah diminishing return, b) tidak ada keadaan stasioner dengan keuntungan yang meningkat, produksi meningkat dan terjadi pemupukan modal, c) menganggap upah yang tidak akan meningkat karena pertambahan jumlah penduduk, d) kebijakan pasar bebas yang tidak pernah ada dalam realita, e) mengabaikan factor kelembagaan, f) tanah juga memproduksi selain gandum, g) menganggap modal dan buruh adalah koefisien yang tetap padahal keduanya adalah variable bebas, dan h) mengabaikan tingkat suku bunga.

3. Thomas Robert Malthus

Menurut Thomas Robert Malthus tambahan permintaan tergantung kepada kenaikan jumlah penduduk yang terus menerus. Namun, hal itu juga perlu diikuti oleh perkembangan unsur lain seperti turunnya biaya produksi dan kenaikan jumlah capital. Apabila jumlah produksi bertambah maka secara otomatis permintaan akan ikut bertambah pula karena pada hakekatnya kebutuhan manusia tidak terbatas.

Malthus menitikan perhatian pada “perkembangan kesejahteraan” suatu negara, yaitu pembangunan ekonomi yang dapat dicapai dengan meningkatkan kesejakteraan suatu negara. Kesejahteraan suatu negara sebagian bergantung pada kuantitas produk yang dihasilkan oleh tenaga kerjannya, dan sebagian lagi pada nilai atas produk tersebut.

Pertumbuhan Penduduk dan Pembangunan Ekonomi, Menurut Malthus pertumbuhan penduduk saja tidak cukup untuk berlangsungnya pembangunan ekonomi. Malahan, pertumbuhan penduduk adalah akibat dari proses pembangunan ekonomi. Pertumbuhan penduduk akan meningkatkan kesejahteraan hanya bila pertumbuhan tersebut meningkatkan permintaan efektif. Rendahnya konsumsi atau kurangnya permintaan efektif yang menimbulkan persediaan melimpah, menurut Teori Malthus merupakan sebab utama keternbelakangan. Untuk pembangunan, negara harus memaksimalkan produksi di sektor pertanian dan sektor industri. Ini memerlukan kemajuan teknologi, pendistribusian kesejahteraan dan tanah secara adil, perluasan perdagangan internal dan eksternal, peningkatan konsumsi tidak produktif, dan peningkatan kesempatan kerja melalui rencana pekerjaan umum.

Malthus memiliki beberapa saran saran untuk pembangunan ekonomi, saran-sarantersebut adalah; a) harus adnya pertumbuhan berimbang antara sector pertanian dan sector industri, b) harus adanya upaya untuk menaikkan permintaan efektif dengan cara pendistribusian kesejahteraan dan pemilikan tanah secara lebih adil, dan c) perlunya melakukan perluasan perdagangan internal dan eksternal.

4. Arthur Lewis

Teorinya didasarkan pada anggapan adanya penawaran buruh yang tidak terbatas di negara terbelakang dengan upah subsisten. Pembangunan ekonomi berlangsung bila modal terakumulasi akibat peralihan buruh surplus dari sector subsisten ke sector kapitalis. Pembentukan modal tergantung pada surplus kapitalis.Surplus ini diinvestasikan kembali pada aktiva kapitalis baru. Pembentukan modal berlangsung dan lebih banyak orang dipekerjakan dari sector subsisten. Proses tersebut akan berlangsung sampai rasio buruh modal naik dan penawaran buruh menjadi tidak elastis. Pokok masalahnya adalah bagaimana proses pertumbuhan terjadi dalam perekonomian dua sector yaitu; sector tradisional dengan produktifitas rendah dan sumber tenaga kerja yang melimpah, dan sector modern dengan produktifitas tinggi dan sebagai sumber akumulasi modal. Kemudian pembentukan modal bergantung pada surplus capital ( modal dibentuk dari laba yang dihasilkan oleh para kapitalis)

Menurutnya proses pertumbuhan ekonomi akan berakhir jika akibat pembentukan modal tidak ada lagi surplus buruh yang tersisa, dan sector kapitalis berkembang begitu cepat sehingga mengurangi secara absolute penduduk di sector subsisten

Teori Pembangunan Ekonomi Karl Marx


Karl Marx lahir pada thaun 1818 di Kota Trier JermanPemikiran Marx sangat dipengaruhi oleh Darwin dan menggunakan gagasan ini untuk menjelaskan proses dialektik sejarah. Menurut Marx, masyarakat menempuh tahapan-tahapan yang berbeda dalam sejarah dan yang menenukan tahapan-tahapan tersebut adalah perubahan dalam sarana produksi dan hubungan-hubungan produksi.

Menurutnya berdasarkan sejarah, perkembangan masyarakat melalui 5 tahap :

1. Masayarakat kumunal primitive, yang masih menggunakan alat-alat produksi sederhana yang merupakan milik kumunal. Tidak ada surplus produksi di atas konsumsi.

2. Masyarakat perbudakan, adanya hubungan antar pemilik factor produksi dan orang-orang yang hanya bekerja untuk mereka. Para budak diberi upah sangat minim Mulai ada spesialisasi untuk bidang pertanian, kerajinan tangan dsb. Karena murahnya harga buruh maka minat pemilik factor produksi untuk memperbaiki alat-alat yang dimilikinya rendah. Buruh makin lama sadar dengan kesewenang-wenangan yang dialaminya sehingga menimbulkan perselisihan antara dua kelompok tersebut.

3. Masyarakat feodal, kaum bangsawan memiliki factor produksi utama yaitu tanah.. Para petani kebanyakan adalah budak yang dibebaskan dan mereka mengerjakan dahulu tanah milik bangsawan. Hubungan ini mendorong adanya perbaikan alat produksi terutama di sector pertanian. Kepentingan dua kelas tersebut berbeda, para feodal lebih memikirkan keuntungan saja dan kemudian mendirikan pabrik-pabrik. Banyak timbul pedagang-pedagang baru yang didukung raja yang kemudian membutuhkan pasar yang lebih luas. Perkembangan ini menyebakan timbulnya alat produksi kapitalis dan menghendaki hapusnya system fiodal. Kelas borjuis yang memilki alat-alat produksi menghendaki pasaran buruh yang bebas dan hapusnya tariff serta rintangan lain dalam perdagangan yang diciptakan kaum fiodal sehingga kemudian masyarakat tidak lagi munyukai system ini

4. Masyarakat kapitalis, hubungan produksinya didasarkan pada pemilikan individu masing-masing kapitalis terhadap alat-alat produksi. Kelas kapitalis mempekerjakan buruh . Keuntungan kapitalis membesar yang memungkinkan berkembangnya alat-alat produksi. Perubahan alat yang mengubah cara produksi selanjutnya menyebabkan perubahan kehidupan ekonomi masyarakat. Perbedaan kepentingan antara kaum kapitalis dan buruh semakin meningkat dan mengakibatkan perjuangan kelas

5. Masyarakat sosialis, kepemilikan alat produksi didasarkan atas hak milik sosial. Hubungan produksi merupakan hubungan kerjasama dan saling membantu diantara buruh yang bebas unsur eksploitasi. Tidak ada lagi kelas-kelas dalam masyarakat.

Marx meramalkan keruntuhan system kapitalis. Menurutnya runtuhnya kapitalisme terjadi karena adanya

1. Konsentrasi , penggabungan perusahaan-perusahaan agar tidak bangkrut karena persaingan dalam masyarakat kapitalis

2. Akumulasi yang menyebabkan perbedaan kaya miskin semakin lebar

3. Kesengsaraan, karena kemiskinan semain luas

4. Krisis, karena daya beli masyarakat semakin berkurang karena pendapatan buruh semakin berkurang, sehingga terjadilah kelebihan produksi atas konsumsi (over production). Harga barang-barang merosot dan produksi terpaksa ditahan.

Akibat hal di atas daya beli masyarakat terus merosot yang mengakibatkan over produksi, harga barang merosot, produksi ditahan, banyak pabrik yang ditutup sehingga terjadilah krisis

Menurut Karl Marx masyarakt menempuh tahapan-tahapan yang berbeda dalam sejarah dan yang menentukan tahap-tahap tersebut adalah perubahan dalam sarana produksi dan juga hubungan-hubungan produksi yang telah dijelaskan di atas,namun sejarah telah membuktikan bahwa periode evolusi yang dikemukakan oleh Mrx ternyata keliru. Tidak ada masa dalam sejarah masyarakat yang melalui tahapan evolusi sebagaimana yang dikemukakan Marx. Sebaliknya sebagaimana system yang diyakini oleh Marx terjadi melalui serangkaian tahapan tertentu, malah dapat terjadi dalam waktu bersamaan dan dalam masyarakat yang sama pula di saat satu wilayah dari suatu Negara sedang mengalami system yang menyerupai masyarakat fiodal, system kapitalis berlaku di wilayah lainnya dalam Negara yang sama. Jadi pernyataan bahwa tahapan dari satu system ke system berikutnya mengiuti pola evolusi sebagaimana yang dikemukakan oleh Marx dan teori evolusi tidak dapat dibuktikan sama sekali.

Teori Pembangunan Ekonomi Neo Klasik


Teori ini berkembang pada pertengahan tahun 1950 an. Analisis pertumbuhan ekonominya didasarkan pada pandangan-pandangan ahli ekonomi klasik. Perintis teori ini adalah Robert Solow dan travor Swan. Pendapatnya mengenai perkembangan ekonomi adalah sebagai berikut :

# Adanya akumulasi capital merupakan factor penting dalam perkembangan ekonomi

# Perkembangan tersebut merupakan proses yang gradual

# Perkembangan merupakan proses yang harmonis dan kumulatif

# Merupakan aliran yang optimis terhadap perkembangan ekonomi

# Adanya aspek internasional dalam perkembangan tersebut

Menurut teori ini tingkat bunga dan tingkat pendapatan akan menentukan tingginya tingkat tabungan.Pada suatu tingkat teknik tertentu, tingkat bunga akan menentukan investasi, jika kesempatan untuk investasi bertambah ( misalnya karena kemajuan teknologi), tambahnya permintaan untuk investasi menyebabkan tingkat bunga naik yang selanjutnya meningkatkan jumlah tabungan. Adanya kenaikan investasi tersebut menyebabkan harga-harga barang naik.

Kenaikan harga-harga dan tingkat bunga menyebabkan investasi terbatas hanya pada proyek-proyek dengan tingkat keuntungan terbesar dan akhirnya permintaan investasi berkurang sehingga tingkat bunga dan harga barang capital turun kembali. Jika tingkat bunga sangat rendah sedemikian rupa maka tidak ada orang yang mau menabungJika keadaan tersebut terjadi maka akumulasi capital berakhir dan perekonoian mengalami keadaan yang statis.Agar tidak mengalami hal tersebut maka kondisi full employment harus tetap dijaga dengan mengadakan proyek-proyek pekerjaan umum.

Kemajuan teknologi (penemuan-penemuan baru yang mengurangi penggunaan tenaga buruh) juga merupakan pendorong kenaikan pendapatan nasional. Mereka yakin bahwa manusia mampu untuk mengatasi terbatasnya pertumbuhan akibat habisnya sumber daya alam.Hal lain lagi yang dianggap penting untuk pertumbuhan ekonomi adalah kemampuan untuk menabung. Kalau tidak ada tabungan, kemajuan teknologi yang baru belum dapat digunakan.

Menurut Neo Klasik, tingkatan perkembangan ekonomi yang dialami suatu negara melalui beberapa tahap :

# Mula-mula negara meminjam capital dan disebut sebagai debitur yang belum mapan

# Setelah dapat menghasilkan dengan capital pinjaman tersebut, negara itu membayar deviden dan bunga atas pinjaman yang dilakukan. Pada tingkat ini belum dibayar pokok pinjaman capital

# Setelah penghasilan meningkat terus, sebagian penghasilan digunakan untuk melunasi hutang dan sebagian dipinjamkan ke negara lain yang membutuhkan.. Negara berada dalam tingkat debitur yang sudah mapan ( mature debtor)

# Negara dapat menerima bunga dan deviden lebih besar daripada yang dibayar, jadi ada surplus. Dengan kata lain hutangnya semakin sedikit dan piutangnya semakin besar. Negara tersebut sampai pada tingkatan kreditur yang belum mapan (immature creditor)

# Negara melulu hanya menerima deviden dan bunga dari negara lain. Negara sampai pada tingkat kreditur yang sudah mapan (mature creditor).

Teori Pembangunan Ekonomi Schumpeter


Teori Schumpeter ini pertama kali dikemukakan dalarn bukunya yang berbahasa Jerman pada tahun 1911 yang pada tahun 1934 diterbitkan dalam Bahasa Inggris dengan judul The Theory of Economic Development. Kemudian dia mengulas teorinya lebih dalam mengenai proses pembangunan dan faktor utama yang menentuka pembangunan dalam bukunya yang diterbitkan pada tahun 1939 dengan judul Business Cycle

Salah satu pendapat Schumpeter yang menjadi landasan teori pembangunan adalah adanya keyakinan bahwa sistem kapitalisme merupakan sistem yang paling baik untuk menciptakan pembangunan ekonomi yang pesat. Namun, Schumpeter meramalkan bahwa dalam jangka panjang sistem kapitalisme akan mengalami kemacetan (Satagnasi). Pendapat ini sama dengan pendapat kaum Klasik.

Menurut Schumpeter, faktor utama yang menyebabkan perkembangan ekonomi adalah proses inovasi dan pelakunya adalah para inovator atau pengusaha. Kemajuan ekonomi suatu masyarakat hanya bisa diterapkan dengan adanya inovasi oleh para Pengusaha (entrepreneurs). Dan kemajuan ekonomi tersebut dapat dimaknai sebagai peningkatan output total masyarakat.

Dalam mernbahas perkembangan ekonomi, Schumpeter membedakan pertumbuhan ekonomi dan pembangunan ekonomi, meskipun keduanya merupakan sumber peningkatan output masyarakat. Menurut Schumpeter, pertumbuhan ekonomi adalah peningkatan output masyarakat yang disebabkan oleh semakin banyaknya jumlah faktor produksi yang digunakan dalam proses produksi, tanpa adanya perubahan dalam “teknologi” produksi itu sendiri. Misalnya, kenaikan output yang disebabkan oleh pertumbuhan stok modal ataupun penambahan faktor-faktor produksi tanpa tanpa adanya perubahan pada teknologi produksi yang lama.

Sedangkan pembangunan ekonomi adalah kenaikan output yang disebabkan oleh adanya inovasi yang dilakukan oleh para pengusaha(entrepreneurs.). Inovasi disini bukan hanya berarti perubahan yang “radikal” dalam hal teknologi, inovasi dapat juga direpresentasikan sebagai penemuan produk baru, pembukaan pasar baru, dan sebagainya. Inovasi tersebut nienyangkut perbaikan kuantitatif dan sistem ekonomi itu sendiri yang bersumber dari kreativitas para pengusahanya.

Menurut Sehumpeter, pembangunan ekonorni akan berkernbang pesat dalam lingkungan masyarakat yang rnenghargai dan merangsang setiap orang untuk menciptakan hal-hal yang baru (inovasi), dan lingkungan yang paling cocok untuk itu adalah masyarakat yang menganut paham laissez faire, bukan dalarn masyarakat sosial ataupun komunis yang cenderung mematikan kreativitas pendudukunya.

Teori Analisis Post-Keynesian


Analisis Keynesian menggunakan anggapan berdasarkan atas keadaan waktu sekarang seperti mengenai tingkat teknik tenaga kerja selera, dengan tidak memperhatikan keadaan jangka panjang. Teori ini juga berpendapat bahwa apabilah jumlah penduduk bertambah maka pendapatan rill perkapitah akan berkurang kecuali bila pendapat rill juga bertambah.

Ahli-ahli post-keynesian ialah mereka yang mencoba merumuskan perluasan teori keynes.post-keynesian memperluas sistem menjadi teori output dan kesempatan kerja dalam jangka panjang, yang menganalisa fluktuasi jangka pendek untuk mengetahui adanya perkembangan ekonomi jangka panjang.

Dalam analisis ini persoalan yang penting ialah; a) Syarat yang diperlukan untuk mempertahankan perkembangan pendapat yang mantap (steady growth) pada tingkat pendapatan dalam kesempatan kerja penuh (full employment income) tanpa mengalami deflasi atau inflasi. b) Apakah pendapatan itu benar-benar bertambah pada tingkat sedemikian rupa sehingga dapat mencegah terjadinya kemacetan yang lama atau terus menerus.

1. Teori Harrod-Domar

Pada hakikatnya teory Harrod-Domar merupakan pengembangan dari teory makro Keynes. Analisis Keynes dianggap kurang lengkap karena mengungkapkan masalah – masalah ekonomi dalam jangka panjang. Sedangkan teory Harrod- Domar ini menganalisis syarat-syarat yang diperlukan agar suatu perekonomian dapat tumbuh dan berkembang dalam jangka panjang. Dengan kata lain, teory ini berusaha menunjukan syarat yang dibutuhkan agar suatu perekonomian dapat tumbuh dan berkembang dengan mantab. Menurut teory Harrod-Domar, pembentukan modal merupakan faktor penting yang menentukan pertumbuhan ekonomi. Pembentukan modal tersebut dapat diperoleh melalui proses akumulasi tabungan.

Besarnya tabungan masyarakat proposional dengan besarnya pendapatan nasional.mpunyai beberapa asumsi yakni :

# Perekonomian dalam keadaan pengerjaan penuh ( full empyloyment ) dan faktor – faktor produksi yang ada juga dimanfaatkan secara penuh .

# Perekonomian tterdiri dari dua sector : sector rumah tangga dan sector perusahaan.

# Besarnya tabungan masyarakat proposional dengan besarnya pendapatan nasional.

# Kecenderungan menabung besarnya tetap.

2. Teori Evsey D. Domar

Karena investasi menaikkan kapasitas produksi dan pendapatan, maka seberapa tingkat kenaikan investasi sama dengan kenaikan pendapatan dan kapasitas produksi diperlukan anggapan-anggapan teori sebagai berikut:

# Perekonomian sudah ada dalam pengerjaan tingkat penuh (full employment income)

# Tidak ada pemerintah dan perdagangan luar negeri

# Tidak ada keterlambatan penyesuaian (lag of adjustment)

# Hasrat menabung marginal dan hasrat menabung rata-rata sama.

# Marginal propensity to savedan Capital coeffisien adalah tetap.

Dari teori ini dinyatakan bahwa kenaikan investasi akan menaikkan kapasitas produksi dan pendapatan. Perekonomian kenyataannya menghadapi masalah yaitu bila investasi hari ini tidak cukup maka akan terjadi pengangguran. Bila ada investasi hari ini maka besok diperlukan investasi yang lebih banyak untuk menaikkan permintaan sehingga kapasitas produksi bertambah.

3. Teori Harrod

Harrod juga menyelidiki keadaan-keadaan untuk perkembangan ekonomi yang terus menerus, dan menunjukkan cara yang mungkin dapat ditempuh untuk mencapai perkembangan ekonomi itu. Ia memulai dengan mengatakan bahwa tabungan sama dengan investasi.

Harrod beranggapan bahwa tabungan yang diharapkan itu selalu terjadi, sehingga perbedaan anatara tabungan yang diharapkan dengan investasi yang diharapkan itu akan berupa investasi yang belum diharapkan (unintended investment). Ini berarti persediaan (inventory) menumpuk apabila tabungan yang diharapkan melebihi investasi yang diharapkan. Model Harrod ini dapat dinyatakan sesuai dengan modelnya domar. Kedua model itu menunjukkan bahwa untuk mempertahankan pengerjaan penuh, tabungan yang diharapkan dari pendapatan pada tingkat pengerjaan penuh harus diimbangi dengan jumlah infestasi yang diharapkan, yang sama besarnya dengan tabungan yang diharapkan.

Ikhtisar analisa Harrod dan Domar (roy Harrod dan Evsey Domar)

# Investasi adalah pusat dari persoalan pertumbuhan yang mantap sebab proses investasi mempunyai dua sifat yaitu menciptakan pendapatan dan menaikkan kapasitas produksi dalam perekonomian.

# Naiknya kapasitas produksi dapat menghasilkan out-put yang lebih banyak.

# Laju pertumbuhan yang sebenarnya (actual rate of growth) dapat berbeda dengan laju pertumbuhan yang mantap (waranted rate of growth).

Bila laju pertumbuhan yang sebenarnya lebih besar daripada laju pertumbuhan yang mantap akan cenderung terjadi inflasi. Sebaliknya bila laju pertumbuhan sebenarnya lebih kecil dari pada laju peertumbuhan mantap akan cenderung terjadi deflasi.

4. Teori Stagnasi Sekular (Secular Stagnation)

Stagnasi sekuler menunjukkan suatu fase perkembangan kapitalis yang telah masak dimana tabungan bersih pada tingkat full employmentcenderung bertambah, sedangkan investasi bersihnya menurun. Ini menandakan kecenderungan jangka panjang menuju pada pengurangan kegiatan ekonomi.perumusan sebab-sebab stagnasi sekuler adalah:

# Menitik beratkan pada peranan faktor faktor eksogen seperti teknologi, perkembangan penduduk, pembukaan dan perkembangan daerah baru.Menurut A. Hansen, perkembangan penduduk yang cepat, pembukaan daerah baru dan kemajuan teknologi akan mendorong investasi dan menaikkan pendapatan. Menurut Keynes, perkembangan penduduk akan mendorong kenaikan ekonomi, menaikkan daya beli dan dapat memperluas pasar. Tertundanya perkembangan penduduk menagkibatkan akumulasi kapital relatif lebih banyak dari pada tenaga kerja.

# Menitik beratkan pada perubahan-perubahan dasar di dalam lembaga-lembaga sosial seperti meningkatnya pengawasan pemerintah terhadap perusahaan-perusahaan dan poerkembangan organisasi buruh.

# Menitik beratkan pada faktor-faktor endogen seperti perkembangan persaingan dan konsentrasi-konsentrasi perusahaan dalam industri.

Kesimpulan


Berdasarkan pemikiran para ekomon dalam teori-teorinya maka dapat dikemukakansebagai berikut. Klasik: Adam Smith menunjukkan pentingnya faktor Divition of labour (pembagian tenaga kerja atau spesialisasi) dalam pengembangan ekonomi. D. Ricardo, menunjukkan pentingnya faktor tanah.Thomas Robert Malthus menunjukkan pentingnya faktor pertambahan penduduk, dan pengaruh terhadap penambahan jumlah permintaan. Sedangkan Karl Marx, menunjukkan pentingnya tersedia adanya nilai lebih (surplus value) bagi perkembangan ekonomi. Post Keynesia, khususnya Roy Harrod dan Evsey Domar mengemukakan pentingnya peranan kapital di mana investasi lebih penting untuk perkembangan ekonomi, sedang Neo Klasik melihat peranan dari teknologi. Schumpeter, dalam masalah perkembangan ekonomi ini melihat pentingnya para entrepreneur. Apabila entrepreneur banyak tersedia, maka perkembangan ekonomi akan dapat tercapai dengan pesat.

Dengan demikian maka, dari semu teori yang telah dipaparkan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa pembangunan dan pertumbuhan ekonomi tergantung dari berbagai macam faktor yang ada di dalam masyarakat, bukan tergantung pada satu faktor saja.

Daftar Pustaka

https://superkurnia.wordpress. com
https://resum.wordpress. com

Teori Pembangunan Ekonomi: Aliran Klasik, Karl Marx, Schumpeter, Neo Klasik, dan Post Keynesian

Hidup dan Berkembangnya Budaya Asing di Indonesia
Banyak orang mengira bahwa budaya asing itu hanyalah sesuatu yang berasal dari kebudyaan barat. Padahal budaya asing itu adalah segala sesuatu yang berasal dari luar, bukan saja barat tetapi budaya juga budaya China, Arab, dan sebagainya.

Saat ini kebudayaan asing, sudah banyak bercampur dengan kebudayaan lokal, bahkan sudah tidak dapat dilepaspisahkan dengan kehidupan masyarakat Indonesia. Sebut saja baju "koko" yang awalnya berasal dari kebudayaan China, oleh sebagian masyarakat Indonesia dijadikan sebagai baju "keagamaan" atau dalam kata lain digunakan untuk melakukan kegiatan keagamaan baik itu kegiatan sosial (ibadah goiru mahdhah) maupun kegiatan ritual keagaamn (ibadah mahdhah).

Konsep Budaya Asing


Kebudayaan suatu negara atau wilayah tidak terbentuk secara murni. Artinya, kebudayaan bukan hanya merupakan hasil interaksi dalam masyarakat, namun juga telah terpengaruh dan bercampur dengan unsur kebudayaan dari luar. Pengaruh budaya asing terjadi pertama kali saat suatu bangsa berinteraksi dengan bangsa lain. Misalnya, melalui perdagangan dan penjajahan. Dalam proses interaksi tersebut terjadi saling memengaruhi unsur budaya antarbangsa.

Pada awalnya, perhatian para sarjana antropologi untuk memahami bagaimana unsur kebudayaan asing bisa masuk ke Indonesia adalah melalui penelusuran sejarah mengenai kedatangan bangsa-bangsa asing ke Indonesia yang bertujuan untuk melakukan kolonisasi. Pada masa kolonial Belanda diterapkan sistem administrasi, seperti kelurahan, kawedanan, desa, dan dusun yang sampai sekarang masih tetap berlaku. Pengaruh budaya asing lainnya yang bersifat positif adalah budaya baca tulis yang mulai diterapkan pada masyarakat di segala lapisan sosial.

Budaya asing tidak harus selalu diartikan budaya yang berasal dari luar negeri, seperti budaya barat. Namun, tidak bisa disangkal bahwa budaya barat berupa makanan, mode, seni, dan iptek memang telah banyak memengaruhi budaya masyarakat di Indonesia. Pada abad ke-20 dan ke-21, pengaruh budaya asing di Indonesia dapat terlihat melalui terjadinya gejala globalisasi. Dalam proses globalisasi terjadi penyebaran unsur-unsur budaya asing dengan cepat melalui sarana teknologi, komunikasi, informasi, dan transportasi.

Faktor Sejarah


Indonesia terletak di antara dua benua, yaitu Benua Asia dan Benua Australia serta dua samudra, Samudra Hindia dan Samudra Pasifik. Karena letak geografis tersebut, Indonesia terletak di persimpangan jalan yang banyak disinggahi orang-orang asing. Akibatnya, Indonesia banyak menerima pengaruh unsur kebudayaan asing, seperti dari India, Cina, dan Eropa. Hubungan dengan masyarakat luar tersebut menyebabkan bertambahnya keanekaragaman kebudayaan Indonesia. Kebudayaan Indonesia terdiri atas unsur kebudayaan asli, yaitu kebudayaan nenek moyang pada zaman prasejarah dan unsur kebudayaan dari luar, seperti kebudayaan Hindu, Buddha, Islam, dan Kristen. Itulah sebabnya, kebudayaan Indonesia banyak yang diwarnai budaya asing. Misalnya, dalam gaya hidup, cara berpakaian, seni musik, dan seni tari.

Pengaruh Hindu sangat terasa dalam susunan negara dan pemerintah, terutama mengenai kedudukan raja-raja pada zaman dahulu yang dianggap sebagai keturunan dewa yang bersifat turun-temurun. Dengan masuknya Hindu, rakyat Indonesia dapat belajar membaca dan menulis dengan huruf Palawa dan bahasa Sanskerta. Akibat pengaruh Hindu dan Buddha maka seni bangunan candi berkembang pesat, seperti dengan berdirinya Candi Borobudur, Prambanan, dan Mendut. Selain itu, agama Islam juga banyak memengaruhi masyarakat Indonesia. Hampir sebagian besar penduduk Indonesia terpengaruh budaya Islam. Bahkan di daerah Aceh, Banten, Cirebon, Demak, Sulawesi Selatan, dan Sumatra Barat Islam berkembang pesat, terutama pengaruh ilmu pengetahuan dan teknologi. Bangsa Eropa di samping membawa pengaruh ilmu pengetahuan dan teknologi juga menyebarkan agama Kristen.

Pengaruh Budaya Asing dalam Era Globalisasi


Pada akhir abad ke-20 dan awal abad ke-21, Indonesia telah memasuki era globalisasi. Kemajuan teknologi, komunikasi, informasi, dan transportasi telah menyebabkan masuknya pengaruh budaya dari seluruh penjuru dunia dengan cepat ke Indonesia. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, globalisasi adalah proses terbentuknya sistem organisasi dan sistem komunikasi antarmasyarakat di seluruh dunia. Tujuannya adalah untuk mengikuti sistem serta kaidah-kaidah yang sama. Pada era globalisasi, peristiwa yang terjadi di suatu negara dapat diketahui dengan cepat oleh negara lain melalui media massa, seperti televisi, radio, surat kabar atau internet.

Globalisasi berlangsung melalui saluran-saluran tertentu, seperti media massa, pariwisata internasional, lembaga perdagangan dan industri internasional, serta lembaga pendidikan dan ilmu pengetahuan. Saluran-saluran globalisasi, antara lain sebagai berikut.

1. Media Massa

Arus globalisasi diperoleh melalui media komunikasi massa, seperti radio, televisi, surat kabar, film, dan internet. Globalisasi melalui media massa telah membuat dunia menjadi seolah-olah tanpa batas. Melalui media massa, seperti televisi yang disiarkan dalam jaringan satelit, peristiwa bencana Tsunami di Aceh pada tahun 2004 dapat diketahui di seluruh dunia. Demikain juga dengan perkembangan internet yang telah memudahkan perkembangan iptek dengan adanya kemudahan mengakses berbagai informasi dari seluruh penjuru dunia dengan murah dan cepat. Selain itu, dalam arus globalisasi, terjadi perubahan perilaku masyarakat di bidang mode pakaian, peralatan hidup, dan makanan akibat pengaruh penyebaran informasi dari luar negeri melalui media massa.

2. Pariwisata Internasional

Berkembangnya sektor pariwisata internasional juga berpengaruh terhadap penyebaran arus globalisasi. Kegiatan pariwisata internasional yang melibatkan banyak negara dapat dilakukan dengan mudah karena adanya kemajuan sarana transportasi dan telekomunikasi. Dengan meningkatnya kebutuhan wisata antarnegara menyebabkan masuknya devisa yang sangat dibutuhkan untuk membiayai pembangunan suatu negara. Dengan berkembangnya sektor pariwisata internasional, seseorang dapat dengan mudah berpergian dari satu negara ke negara lainnya.

3. Lembaga Perdagangan dan Industri Internasional

Globalisasi dalam perdagangan internasional ditandai dengan adanya pasar bebas. Dalam era pasar bebas, setiap negara akan berlomba-lomba mengembangkan keunggulan komparatifnya untuk menarik para investor dari luar negeri. Era pasar bebas juga ditandai adanya kebebasan kontak perdagangan antarnegara tanpa dibatasi hambatan fiskal dan tarif. Walaupun setiap negara bebas untuk menjalin hubungan perdagangan, namun tetap diperlukan suatu wadah kerja sama di bidang ekonomi. Misalnya, pendirian dewan kerja sama ekonomi Asia Pasifik (APEC) dan dewan kerja sama ekonomi Amerika Utara (NAFTA).

Arus globalisasi yang melanda seluruh dunia mempunyai dampak bagi bidang sosial budaya suatu bangsa. Pada awalnya, globalisasi hanya dirasakan di kota-kota besar di Indonesia. Namun dengan adanya kemajuan teknologi, komunikasi, informasi, dan transportasi globalisasi juga telah menyebar ke seluruh penjuru tanah air. Arus globalisasi yang penyebarannya sangat luas dan cepat tersebut membawa dampak positif dan negatif. Dampak positif globalisasi, antara lain sebagai berikut.

# Kemajuan di bidang teknologi, komunikasi, informasi, dan transportasi yang memudahkan kehidupan manusia.

# Kemajuan teknologi menyebabkan kehidupan sosial ekonomi lebih produktif, efektif, dan efisien sehingga membuat produksi dalam negeri mampu bersaing di pasar internasional.

# Kemajuan teknologi memengaruhi tingkat pemanfaatan sumber daya alam secara lebih efisien dan berkesinambungan.

# Kemajuan iptek membuat bangsa Indonesia mampu menguasai iptek sehingga bangsa Indonesia mampu sejajar dengan bangsa lain.

Globalisasi juga mempunyai dampak negatif, antara lain sebagai berikut.

# Terjadinya sikap mementingkan diri sendiri (individualisme) sehingga kegiatan gotong royong dan kebersamaan dalam masyarakat mulai ditinggalkan.

# Terjadinya sikap materialisme, yaitu sikap mementingkan dan mengukur segala sesuatu berdasarkan materi karena hubungan sosial dijalin berdasarkan kesamaan kekayaan, kedudukan social atau jabatan. Akibat sikap materialisme, kesenjangan sosial antara golongan kaya dan miskin semakin lebar.

# Adanya sikap sekularisme yang lebih mementingkan kehidupan duniawi dan mengabaikan nilai-nilai agama.

# Timbulnya sikap bergaya hidup mewah dan boros karena status seseorang di dalam masyarakat diukur berdasarkan kekayaannya.

# Tersebarnya nilai-nilai budaya yang melanggar nilai-nilai kesopanan dan budaya bangsa melalui media massa seperti tayangantayangan film yang mengandung unsur pornografi yang disiarkan televisi asing yang dapat ditangkap melalui antena parabola atau situs-situs pornografi di internet.

# Masuknya budaya asing yang tidak sesuai dengan nilai-nilai budaya bangsa, yang dibawa para wisatawan asing. Misalnya, perilaku seks bebas.

Gejala individualisme di perkotaan, mobilitas penduduk yang tinggi serta efisiensi merupakan kebiasaan hidup masyarakat kota yang telah terpengaruh budaya asing. Namun, tidak bisa disangkal bahwa semua itu adalah karena pengaruh modernitas kehidupan manusia. Kebutuhan manusia yang semakin beragam dan penghargaan atas waktu menjadikan efisiensi dan kepraktisan sebagai sesuatu yang penting untuk manusia.

Dengan demikian, segala kebiasaan yang bersifat rumit disederhanakan agar lebih efisien. Di Indonesia, modernitas adalah salah satu konsep yang menunjukkan adanya interaksi antara budaya lokal dan budaya asing. Ciri-ciri modernitas adalah mobilitas sosial yang tinggi, efisiensi, dan sikap individualisme. Hal-hal tersebut tidak bisa dipungkiri telah memengaruhi kehidupan manusia. Namun, setiap perubahan kebudayaan mempunyai dampak positif dan negatif. Individualisme berdampak negatif apabila mendorong individu untuk bekerja secara lebih produktif.

Namun, di sisi lain individualisme juga berdampak pada timbulnya sikap mementingkan diri sendiri. Selain itu, sebagai dampak individualisme, kegiatan gotong royong dan bentuk-bentuk kelembagaan sosial lainnya mulai diabaikan. Dengan demikian, modernitas tidaklah harus dinilai secara positif atau negatif karena hal itu tergantung pada bagaimana masyarakat dan individu memberikan penilaian sesuai dengan konteks kebudayaannya.

Namun, sebenarnya kemodernan tidak bisa dijadikan alasan untuk mengabaikan nilainilai kebersamaan, empati, dan solidaritas sosial. Oleh karena itu, setiap individu harus memiliki kesadaran untuk tetap menghargai nilai-nilai tersebut. Perwujudan nilai-nilai kebersamaan dan solidaritas sosial dalam masyarakat memang tidak bisa diterapkan secara kaku. Misalnya, lebih sulit untuk menerapkan sikap tersebut di dalam masyarakat perkotaan. Hal itu disebabkan sikap individualisme dan budaya materialisme yang lebih tinggi pada masyarakat perkotaan.

Oleh karena itu, perwujudan sikap empati sosial di dalam masyarakat perkotaan tidak bisa diterapkan dengan meniru kebersamaan masyarakat di daerah pedesaan. Perwujudan sikap empati sosial tersebut bisa diwujudkan dalam bentuk tindakan untuk membantu sesama yang mengalami musibah bencana alam. Contohnya pada saat terjadinya bencana tsunami di Aceh, gempa Jateng dan Daerah Istimewa Yogyakarta, dan bencana banjir di Jakarta tahun 2007, sikap kegotongroyongan dan kebersamaan diwujudkan warga masyarakat dalam berbagai bentuk kegiatan social untuk meringankan penderitaan korban bencana alam.

Kesimpulan


Sebagai sarana pewarisan budaya pada era globalisasi, media massa sangat berpengaruh dalam penyerapan budaya asing di masyarakat yang bersifat positif dan negatif. Dampak positif budaya asing di media massa adalah masuknya iptek yang menunjang kemajuan di segala bidang. Pengaruh negatif budaya asing di media massa adalah terjadinya goncangan budaya karena adanya individu yang tidak siap menerima perubahan dan pergeseran nilai-nilai budaya dan adat istiadat.

Saat ini dunia semakin mengglobal, dan kita sebagai anak bangsa Indonesia, tidak dapat melepaskan diri dengan itu. Sehingga masuknya budaya asing di Indonesia tidak bisa dihindari, terlebih hal ini sudah berlangsung sejak lama. Kita tidak bisa membendung arus globalisasi, yang perlu dilakukan adalah memfilter antara budaya asing yang baik dengan budaya asing yang tidak sesuai dengan budaya Indonesia.

Hidup dan Berkembangnya Budaya Asing di Indonesia

Konsep dan Ciri Budaya Lokal Indonesia
Seluruh kebudayaan manusia di dunia secara umum memiliki konsep dan ciri yang hampir sama, yang membedakannya adalah konsop dan ciri secara khusus yang terdapat dalam suatu bangsa, negara, atau yang paling terkecil adalah suatu daerah.

Kebudayaan lokal sudah banyak dikaji dalam berbagai literatur, termasuk salah satunya yaitu literatur antropologi.  Pada awal pembentukan disiplin antropologi di Indonesia, para ahli etnografi berusaha untuk mendeskripsikan berbagai macam kebudayaan yang tersebar luas di tanah air. Penelitian tersebut ditulis dalam buku Manusia dan Kebudayaan di Indonesia karangan Koentjaraningrat yang berisi esai atau kumpulan tulisan mengenai laporan etnografi kebudayaan suku bangsa di Indonesia.

Konsep Budaya Lokal


Budaya lokal biasanya didefinisikan sebagai budaya asli dari suatu kelompok masyarakat tertentu. Menurut J.W. Ajawaila, budaya lokal adalah ciri khas budaya sebuah kelompok masyarakat lokal. Akan tetapi, tidak mudah untuk merumuskan atau mendefinisikan konsep budaya lokal. Menurut Irwan Abdullah, definisi kebudayaan hampir selalu terikat pada batas-batas fisik dan geografis yang jelas. Misalnya, budaya Jawa yang merujuk pada suatu tradisi yang berkembang di Pulau Jawa. Oleh karena itu, batas geografis telah dijadikan landasan untuk merumuskan definisi suatu kebudayaan lokal. Namun, dalam proses perubahan sosial budaya telah muncul kecenderungan mencairnya batas-batas fisik suatu kebudayaan. Hal itu dipengaruhi oleh faktor percepatan migrasi dan penyebaran media komunikasi secara global sehingga tidak ada budaya local suatu kelompok masyarakat yang masih sedemikian asli.

Menurut Hildred Geertz dalam bukunya Aneka Budaya dan Komunitas di Indonesia, di Indonesia saat ini terdapat lebih 300 dari suku bangsa yang berbicara dalam 250 bahasa yang berbeda dan memiliki karakteristik budaya lokal yang berbeda pula. Wilayah Indonesia memiliki kondisi geografis dan iklim yang berbeda-beda. Misalnya, wilayah pesisir pantai Jawa yang beriklim tropis hingga wilayah pegunungan Jayawijaya di Provinsi Papua yang bersalju. Perbedaan iklim dan kondisi geografis tersebut berpengaruh terhadap kemajemukan budaya lokal di Indonesia.

Pada saat nenek moyang bangsa Indonesia datang secara bergelombang dari daerah Cina Selatan sekitar 2000 tahun sebelum Masehi, keadaan geografis Indonesia yang luas tersebut telah memaksa nenek moyang bangsa Indonesia untuk menetap di daerah yang terpisah satu sama lain. Isolasi geografis tersebut mengakibatkan penduduk yang menempati setiap pulau di Nusantara tumbuh menjadi kesatuan suku bangsa yang hidup terisolasi dari suku bangsa lainnya. Setiap suku bangsa tersebut tumbuh menjadi kelompok masyarakat yang disatukan oleh ikatan-ikatan emosional serta memandang diri mereka sebagai suatu kelompok masyarakat tersendiri. Selanjutnya, kelompok suku bangsa tersebut mengembangkan kepercayaan bahwa mereka memiliki asal-usul keturunan yang sama dengan didukung oleh suatu kepercayaan yang berbentuk mitos-mitos yang hidup di dalam masyarakat.

Kemajemukan budaya lokal di Indonesia tercermin dari keragaman budaya dan adat istiadat dalam masyarakat. Suku bangsa di Indonesia, seperti suku Jawa, Sunda, Batak, Minang, Timor, Bali, Sasak, Papua, dan Maluku memiliki adat istiadat dan bahasa yang berbeda-beda. Setiap suku bangsa tersebut tumbuh dan berkembang sesuai dengan alam lingkungannya. Keadaan geografis yang terisolir menyebabkan penduduk setiap pulau mengembangkan pola hidup dan adat istiadat yang berbeda-beda. Misalnya, perbedaan Bahasa dan adat istiadat antara suku bangsa Gayo-Alas di daerah pegunungan Gayo-Alas dengan penduduk suku bangsa Aceh yang tinggal di pesisir pantai Aceh.

Menurut Soekmono dalam Pengantar Sejarah Kebudayaan Indonesia I, masyarakat awal pada zaman praaksara yang datang pertama kali di Kepulauan Indonesia adalah ras Austroloid sekitar 20.000 tahun yang lalu. Selanjutnya, disusul kedatangan ras Melanosoid Negroid sekitar 10.000 tahun lalu. Ras yang datang terakhir ke Indonesia adalah ras Melayu Mongoloid sekitar 2500 tahun SM pada zaman Neolithikum dan Logam. Ras Austroloid kemudian bermigrasi ke Australia dan sisanya hidup di di Nusa Tenggara Timur dan Papua. Ras Melanesia Mongoloid berkembang di Maluku dan Papua, sedangkan ras Melayu Mongoloid menyebar di Indonesia bagian barat. Ras-ras tersebut tersebar dan membentuk berbagai suku bangsa di Indonesia. Kondisi tersebut juga mendorong terjadinya kemajemukan budaya lokal berbagai suku bangsa di Indonesia.

Menurut James J. Fox, di Indonesia terdapat sekitar 250 bahasa daerah, daerah hukum adat, aneka ragam kebiasaan, dan adat istiadat. Namun, semua bahasa daerah dan dialek itu sesungguhnya berasal dari sumber yang sama, yaitu bahasa dan budaya Melayu Austronesia. Di antara suku bangsa Indonesia yang banyak jumlahnya itu memiliki dasar persamaan sebagai berikut.

# Asas-asas yang sama dalam bentuk persekutuan masyarakat, seperti bentuk rumah dan adat perkawinan.

#  Asas-asas persamaan dalam hukum adat.

# Persamaan kehidupan sosial yang berdasarkan asas kekeluargaan.

# Asas-asas yang sama atas hak milik tanah.

Ciri Budaya Lokal


Ciri-ciri budaya lokal dapat dikenali dalam bentuk kelembagaan sosial yang dimiliki oleh suatu suku bangsa. Kelembagaan sosial merupakan ikatan sosial bersama di antara anggota masyarakat yang mengoordinasikan tindakan sosial bersama antara anggota masyarakat. Lembaga social memiliki orientasi perilaku sosial ke dalam yang sangat kuat.

Hal itu ditunjukkan dengan orientasi untuk memenuhi kebutuhan anggota lembaga sosial tersebut. Dalam Lembaga sosial, hubungan sosial di antara anggotanya sangat bersifat pribadi dan didasari oleh loyalitas yang tinggi terhadap pemimpin dan gengsi sosial yang dimiliki. Bentuk kelembagaan sosial tersebut dapat dijumpai dalam system gotong royong di Jawa dan di dalam sistem banjar atau ikatan adat di Bali. Gotong royong merupakan ikatan hubungan tolong-menolong di antara masyarakat desa. Di daerah pedesaan pola hubungan gotong royong dapat terwujud dalam banyak aspek kehidupan. Kerja bakti, bersih desa, dan panen bersama merupakan beberapa contoh dari aktivitas gotong royong yang sampai sekarang masih dapat ditemukan di daerah pedesaan. Di dalam masyarakat Jawa, kebiasaan gotong royong terbagi dalam berbagai macam bentuk. Bentuk itu di antaranya berkaitan dengan upacara siklus hidup manusia, seperti perkawinan, kematian, dan panen yang dikemas dalam bentuk selamatan.

Di dalam masyarakat Jawa, pelaksanaan selamatan ada yang dilakukan secara individual ataupun secara kolektif. Tujuannya adalah untuk memperkuat ikatan sosial masyarakat yang dilakukan oleh suatu kelompok sosial tertentu. Misalnya, keraton Yogyakarta dan Surakarta adalah kelompok masyarakat yang paling sering melakukan ritual selamatan sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan, seperti gerebeg, sedekah bumi, upacara apeman, dan gunungan yang masih dilaksanakan sampai sekarang.

Di daerah Bali, beberapa bentuk kebudayaan lokal masih dilaksanakan sampai saat ini. Misalnya, mebanten atau membuat sesaji setiap hari sebanyak tiga kali oleh masyarakat Bali sebagai perwujudan rasa syukur, hormat, dan penyembahan kepada Tuhan. Konsep kepercayaan masyarakat Bali yang menjadi budaya adalah adat untuk melilitkan kain berwarna hitam dan putih pada batang pohon yang besar, tiang, dan bangunan di setiap daerah di Pulau Bali. Selain itu, contoh budaya lokal adalah upacara Ngaben yang saat ini menjadi tontonan para wisatawan yang datang ke Bali. Ngaben adalah upacara tradisi membakar jenazah orang yang sudah meninggal sebagai bentuk penghormatan terhadap orang yang sudah meninggal.

Salah satu aktivitas masyarakat Bali yang diikat oleh prinsip kebudayaan local adalah sistem pengairan di Bali yang disebut Subak. Subak adalah salah satu bentuk gotong royong atau sistem pengelolaan air untuk mengairi lahan persawahan berbentuk organisasi yang anggotanya diikat oleh pura subak. Di dalam sistem subak terdapat pembagian kerja berdasarkan hak dan kewajiban sebagai anggota subak. Oleh karena itu, apabila ada warga yang tidak menjadi anggota maka ia tidak berhak atas jatah air untuk mengairi sawahnya dan mengurus pura serta bebas dari semua kewajiban di sawah dan pura.

Budaya lokal di Indonesia mempunyai berbagai perbedaan. Sukusuku bangsa yang sudah banyak bergaul dengan masyarakat luar dan bersentuhan dengan budaya modern, seperti suku Jawa, Minangkabau, Batak, Aceh, dan Bugis memiliki budaya lokal yang berbeda dengan suku bangsa yang masih tertutup atau terisolasi seperti suku Dayak di pedalaman Kalimantan atau suku bangsa Wana di Sulawesi Tengah.

Perbedaan budaya tersebut bisa menimbulkan konflik sosial akibat adanya perbedaan perilaku yang dilandasi nilai-nilai budaya yang berbeda. Oleh karena itu, diperlukan konsep budaya yang mengandung nilai kebersamaan, saling menghormati, toleransi, dan solidaritas antarwarga masyarakat yang hidup dalam komunitas yang sama.

Misalnya, para mahasiswa yang tinggal di rumah indekos di Yogyakarta. Para mahasiswa tersebut berasal dari berbagai daerah di Indonesia yang memiliki budaya dan adat istiadat yang berbeda-beda. Perbedaan budaya tersebut bisa menimbulkan konflik sosial dalam kehidupan sehari-hari apabila tidak dikelola dengan baik.

Oleh karena itu, diperlukan rasa toleransi dan saling menghormati antarpenghuni rumah indekos. Sikap toleransi antarpenghuni rumah indekos tersebut akan muncul apabila didasari prinsip relativisme budaya yang memandang bahwa setiap kebudayaan tersebut berbeda dan unik serta tidak ada nilai-nilai budaya suatu kelompok yang dianggap lebih baik atau buruk dibanding kelompok lainnya.

Kesimpulan


Pada dasarnya budaya lokal di Indonesia mengandung banyak sekali nilai-nilai yang hampir seluruhnya mirip antara satu daerah dan derah lain. Misalnya saja nilai gotong royong, toleransi, persaudaraan, dan lain sebagainya. Nilai-nilai yang baik dalam budaya lokal ini sudah seyogyanya dijadikan sebagai perekat bangsa, agar tidak terjadi perpecahan.

Sudah saatnya semua orang saling menghargai antara satu dengan yang lain, sudah saatnya kita semua bangkit bahu membahu bergotong royong membangun bangsa ini, sudah saatnya kita menarik benang merah mencari titik persaudaraan bangsa agar bangsa ini tidak rapuh.

Konsep dan Ciri Budaya Lokal Indonesia

Subscribe Our Newsletter