Coretanzone: Pendidikan

    Social Items

Perangkat Pembelajaran Berkarakter Bahasa Inggris SMA/SMK
Ketika memasuki tahun ajaran baru, guru dituntut untuk memiliki perangkat pembelajaran dalam melaksanakan fungsinya sebagai pengajar dan pendidik di dalam kelas maupun di luar kelas, sebagai bentuk pelayanan yang baik kepada peserta didik. Perangkat pembelajaran adalah alat yang digunakan sebagai acuan dalam pelaksanaan proses belajaran mengajar yang disiapkan sebelum memasuki kelas.

Elemen pembelarajan di dalam kelas terdiri dari manusia, dan alat pembelajaran. Sebagaiman kita ketahui bahwa pembelajaran membutuhkan sistem dan alat sehingga tingkat keberhasilannya dapat mencapai apa yang telah diinginkan. Sistem saat ini adalah kurikulum tingkat satuan pendidikan itu sendiri, sedangkat alatnya adalah perangkat pembelajaran dan alat-alat belajara lainnya.

Perangkat pemebelajaran berkarakter menjadi bagian terpadu antara mengajar pelajaran yang diampuh dengan mendidik para peserta didik untuk mengenal karakter bangsanya yang terdiri dari keagamaan, moral, budaya bangsa dan lain sebagainya.

Saat ini guru dituntut bukan saja dapat memberikan materi secara ilmiah, tetapi juga dituntut dapat memberikan hal lain yang dapat membawa peseta didik dalam mencapai keberhasilan pada tataran pendidikan dan kelangsungan hidupnya di dalam masyarakat.

Perangkat pembelajaran yang baik itu dapat menduduk cita-cita pendidikan nasional yaitu : "Mencerdaskan Kehidupan Bangsa", dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi serta iman dan taqwa. Ini merupakan tantangan besar bagi guru, dimana guru dituntut untuk mencerdaskan tiga ranah penting di dalam diri siswa (Kecerdasan Emosional, Kecerdasan Spiritual dan Kecerdasan Intektual).

Perangkat Pembelajaran Berkarakter Bahasa Inggris SMA/SMK


Di sini akan kami bagikan perangkat pembelajaran berkarakter lengkap bahasa inggris SMA/SMK yang dapat bapak dan ibu guru unduh secara gratis, dengan tujuan sebagai bahan acuan dalam menyusun perangkat pembelajaran di satuan pendidikan masing-masing.

1. RPP Bahasa Inggris SMA Berkarakter (unduh di sini)

2. Silabus Bahasa Inggris SMA (unduh di sini)

3. Perangkat Pembelajaran Lainnya (unduh di sini)

Struktur Perangkat Pembelajaran Berkarakter Bahasa Inggris SMA/SMK


Struktur perangkat pembelajaran berkarakter bahasa Inggris SMA/SMK terdiri atas 6 perangkat pembelajaran sebagai berikut:

1. Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar

2. Pemetaan SK dan KD Bahasa Inggris SMA/SMK

2. RPP Berkarakter Bahasa Inggris SMA/SMK

3. Silabus Bahasa Inggris SMA/SMK

4. Program Semester Bahasa Inggris SMA/SMK

5. Program Tahunan Bahasa Inggris SMA/SMK

6. KKM Bahasa Inggris SMA.

Demikian postingan kali ini tentang perangkat pembelajaran berkarakter Bahasa Inggris SMA/SMK, semoga bermanfaat.

Perangkat Pembelajaran Berkarakter Bahasa Inggris SMA/SMK

Perangkat Pembelajaran Bahasa Arab SMA/MA
Perangkat pembelajaran merupakan alat untuk melakukan aktifitas pembelajaran di dalam kelas. Tanpa perangkat pembelajaran tersebut seorang guru akan kesulitan untuk memulai proses belajar mengajar secara terstruktur dan terencana. Kelengkapan perangkat pembelajaran merupakan suatu kewajiban yang sudah ditentukan dalam kurikulum, sehingga menjadi kewajiban seorang guru untuk memiliki perangkat tersebut.

Semua guru pasti ingin menjadi guru professional, dimana guru profesional adalah orang yang mampu dalam melaksanakan tugas sebagai guru dan mampu menerapkan proses belajar mengajar yang efektif dan efisien sehingga hasil dari proses itu adalah siswa dapat memiliki kompetensi yang mapan dan dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Ada sebagaian guru hanya mengejar menyelesaikan target pembelajaran (menyelsesaikan materi pembelajaran) tanpa memperhatikan tingkat pemahaman siswa terhadap materi yang disampaikan di dalam kelas. Alhasil materi pelajaran selesai dibahas siswa tidak dapat menerapkan materi tersebut.

Inilah fenomena yang tak asing lagi kita lihat di lapangan pendidikan, fenomena yang sangat merugikan siswa dan dunia pendidikan. Olehnya itu, sudah saatnya kita sebagai guru, mari sama-sama kita menata kembali proses belajar mengajar yang efektif dan efisien dengan memperhatikan tingkat kemampuan siswa, sehingga nantinya apa yang menjadi harapan pendidikan dapat tercapai dengan baik.

Perangkat Pembelajaran Bahasa Arab SMA/MA Kurikulum 2013


Berikut ini adalah perangkat pembelajaran bahasa arab SMA/MA kurikulum 2013 yang dapat diunduh sebagai acuan dalam menyusun perangkat pembelajaran di satuan pendidikan masing-masing.

1.  Perangkat Pembelajaran Bahasa Arab Kurikulum 2013 Kelas X (unduh di sini)

2.  Perangkat Pembelajaran Bahasa Arab Kurikulum 2013 Kelas XI (unduh di sini)

3.  Perangkat Pembelajaran Bahasa Arab Kurikulum 2013 Kelas XII (unduh di sini)

Perangkat Pembelajaran Bahasa Arab SMA/MA KTSP


Berikut ini adalah perangkat pembelajaran Bahasa Arab SMA/MA yang sesuai dengan kurikulum tingkat satuan pendidikan.

1. Perangkat Pembelajaran Bahasa Arab KTSP Kelas X (unduh di sini)

2. Perangkat Pembelajaran Bahasa Arab KTSP Kelas XI (unduh di sini)

3. Perangkat Pembelajaran Bahasa Arab KTSP Kelas XII (unduh di sini)

Perangkat pembelajaran bahasa Arab untuk jenjang pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA) atau Madrasah Aliyah (MA) dan Sederajat sebagai pedoman bagi guru bahasa Arab dalam menyusun perangkat pembelajan. Perengkat pembelajaran tersebut antara lain adalah:

1. Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) Bahasa Arab MA/SMA

2. Program Tahunan Bahasa Arab MA/SMA

3. Program Semester Bahasa Arab MA/SMA

4. Silabus Bahasa Arab MA/SMA

5. RPP Bahasa Arab MA/SMA

6. Rincian Minggu Efektif dan Jumlah Jam Efektif Bahasa Arab MA/SMA

7. Pemetaan SK KD Bahasa Arab MA/SMA

Demikianlah postingan kali ini tentang Perangkat Pembelajaran Bahasa Arab SMA/MA, semoga bermanfaat bagi bapak/ibu guru sekalian dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

Perangkat Pembelajaran Bahasa Arab SMA/MA

Pembentukan Kerangka Berpikir dan Pengembangan Tulisan
Kajian Pustaka dalam suatu artikel ilmiah jangan hanya berupa kutipan, atau bahkan kumpulan kutipan. Mengapa? Kajian Pustaka sesungguhnya sintesis hasil baca penulis dari sekian macam referensi yang diperlukan untuk meneliti atau mengkritisi suatu fenomena yang sedang aktual dibahas dalam konteksnya. Dari sini, muncullah kerangka teori penulis yang kemudian diikuti pemilihan metode penelitian dalam menganalisis atau menyikap suatu fenomena yang menjadi fokus peneliti.

Dalam lingkup masyarakat ilmiah Universitas Indonesia, kegiatan penyusunan berbagai sumber untuk mendukung kerangka konseptual tulisan disebut sintesis (Nugardjito 2004a:1), yaitu “tindakan merangkum berbagai pengertian atau pendapat sehingga merupakan suatu tulisan baru yang mengandung kesatuan yang selaras dengan kebutuhan penulis”. Sementara itu, pada Learning Asistance Centre, the University of Sydney (1998) kegiatan serupa disebut evidence development. Dalam evidence development penulis harus mendukung tesisnya dengan berbagai bukti dari berbagai referensi yang diorganisasikan sedemikian rupa dan logis pengembangannya.

Selain pencarian bukti yang mendukung tesis, kalau memungkinkan dicari pula suatu counter argument dari tesis tulisan. Dari yang kontra ini diharapkan akan menimbulkan dukungan terhadap tesis itu sendiri. Yang harus diingat di sini adalah evidence development bukanlah kumpulan ringkasan dari berbagai hal yang disampaikan penulis/pakar/peneliti yang dipakai sebagai rujukan tulisan yang dikembangkan penulis. Konsep para pakar yang dirujuk itu harus diolah dan disesuaikan dengan keperluan dan dari sudut pandang penulis yang selaras dengan tesis tulisannya. Kalau perlu, materi itu dievaluasi dalam arti mengapa dirujuk dalam penulisan.

Sebagai contoh, di bawah diambilkan paparan dari Essay Module yang biasanya digunakan oleh Learning Assistance Centre the University of Sydney Australia untuk menunjukkan bagaimana evidence development disusun dengan mengambil topik umum tentang alergi. Seorang penulis yang hendak menulis topik tentang REAKSI ALERGI dikaitkan dengan perokok pasif (orang yang tidak merokok tetapi terpajan asap rokok dari orang-orang di sekitarnya) dapat mengumpulkan berbagai sumber penulisan berupa ringkasan hasil penelitian sebagai berikut.

Speer (1968) reported on a group of 441 non-smokers who complained of sneezing, running nose and other respiratory symptoms when exposed to environmental tobacco smoke. He concluded that the reactions were irritative in nature rather than a form of allergy involving the formation of immune antibodies.

Salvagio et al (1981) have found no allergic response even in people who claim to be smoke sensitive and they suggest that the reported sensitivity may be due to psychological factors.

Zussman (1970) reported that expose to tobacco smoke caused a specific form of allergy of the mucosal membrane. He selected a random group of patients from those who had a history of skin sensitivity including some who complained they could not tolerate exposure to tobacco smoke. Most of these patients showed a positive reaction to tobacco leaf extract. He argued that non-smokers exposed to tobacco smoke develop allergy of the nose and allergic conjunctivus and even serious cardiopulmonary diseases.

McDougall and Gliech (1976) found no evidence of tobacco smoke allergens in their tests of 30 subjects who reportedly experienced allergic symptoms on exposure to tobacco or tobacco smoke.

Becker et al (1976) reported the isolation of a large molecular weight from tobacco smoke which the authors claimed to be an allergen. They claimed that this might be responsible for health problems in smokers and non-smokers (1977, 1978).

Ringkasan di atas kemudian dibandingkan dan lalu dibuat tabel untuk melihat persamaan dan perbedaan. Pembuatan tabel ini akan memudahkan analisis karena dikategorikan dalam (1) nama penulis, (2) tahun, (3) tujuan penelitian, (4) sampel penelitian, dan (5) hasil penelitian.

(1) Source (by author) (2)Dates (3) Aim of study topic (4) Study subject(s) (5) Outcomes
Speers 1968 Reason for respiratory effects of tobacco smoke on non-smokers 441 non-smokers responses Reaction was irritative not allergic (no immune antibodies)
Salvaggio et al 1981 Reason for effects of tobacco smoke Sample included smoke sensitive people Reaction not allergic, smoke sensitivity could be psychological
Zussman 1970 Effect of tobacco leaf extract on skin sensitive patients Skin sensitive patients, some also tobacco smoke sensitive Positive reaction to tobacco leaf extract, argued that tobacco smoke causes specific allergy of mucosa membrane, and other allergic reactions in nonsmokers and cardiopulmonary diseases
McDougall and Gliech 1976 Allergic reactions to tobacco smoke 30 subjects who claimed to be allergic to smoke No allergic reactions
Becker et al 1976, 1977, 1978 composition of tobacco smoke Tobacco smoke Isolated large molecular weight molecule, probably allergen, responsible for allergic reactions

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa berdasarkan bukti yang terkumpul, mahasiswa dapat menulis sebuah esai pendek dengan menetapkan tesis sebagai penanda posisinya sebagai penulis, apakah dia setuju bahwa perokok pasif dapat menimbulkan reaksi alergi terhadap asap rokok, atau dia tidak setuju bahwa asap rokok dapat membangkitkan reaksi alergi pada perokok pasif, atau bahkan dia dalam posisi netral. Yang dimasudkan dengan tesis adalah “perumusan singkat yang mengandung tema dasar sebuah tulisan dengan satu gagasan sentral yang menonjol” (Nugardjito 2004b:7; Oshima dan Hogue 1991:78). Berikutnya argumen disusun dalam urutan yang logis untuk menunjang tesis yang dia sampaikan. Esai berdasarkan bukti-bukti di atas jika dipaparkan dalam bahasa Indonesia akan seperti berikut.

ALERGI

1) Meskipun bau dan kepulan asap rokok membuat orang merasa terganggu, bahkan menyebabkan rasa tidak nyaman pada beberapa orang, asap rokok belum diyakini dapat menyebabkan alergi. Sejumlah penelitian telah dilakukan untuk mengukur akibat asap rokok dan ekstrak daun tembakau terhadap sampel penelitian, tetapi hasilnya masih dipertanyakan.

2) Pada tahun 1968, Speer menyatakan bahwa ketika berada pada lingkungan perokok, sampel sebanyak 441 orang yang non-perokok mengeluh bersin, mengeluarkan cairan dari hidung, dan gejala gangguan pernafasan. Ia menyimpulkan bahwa ketidaknyamanan ini terjadi secara alami daripada bentuk alergi yang melibatkan pembentukan antibodi kekebalan.

3) Akan tetapi, pada studi berikutnya yang dilakukan Zussman (1970), dinyatakan bahwa asap rokok memang menyebabkan reaksi alergi. Zussman memilah secara random dan mendapatkan sampel sekelompok pasien yang berkulit sensitif termasuk beberapa orang yang mengeluhkan tidak tahan terpajan asap rokok. Sebagian pasien ini positif menunjukkan terpengaruhi oleh ekstrak daun tembakau. Zussman berpendapat bahwa non-perokok yang terpajan asap rokok menunjukkan adanya alergi berupa bersin dan konjungtivis (radang selaput bening mata), bahkan penyakit cardiopulmonary (jantung-paru-paru) yang serius. Namun, Taylor (1974) menunjukkan adanya masalah besar dalam menentukan apakah sampel yang bereaksi positif terhadap ekstrak daun tembakau gayut terhadap respon klinis asap rokok. Maksudnya, apakah sampel yang bereaksi positif terhadap ekstrak daun tembakau juga bereaksi positif terhadap asap rokok?

4) Studi tentang unsur pembentuk asap rokok belum dapat memecahkan masalah. Becker dkk. (1976) menemukan isolasi molekul berbobot besar dari asap rokok diakui sebagai penyebab alergi dan mereka menyatakan bahwa reaksi alergi tergantung dari kesehatan para perokok dan non-perokok itu sendiri (1977, 1978). Akan tetapi, teknik pemisahan yang mereka gunakan dikritik oleh berbagai literatur ilmiah terkait (Stedman 1978) dan ini menimbulkan keraguan atas kesahihan hasil penelitian Becker, dkk.

5) Oleh karena itu, tidaklah mengherankan kalau McDougall dan Gliech (1976) gagal menemukan bukti bahwa asap rokok merupakan penyebab alergi dalam penelitiannya terhadap sampel sebanyak 30 orang yang dilaporkan mengalami gejala alergi ketika terpajan tembakau atau asap rokok. Salvaggio dkk (1981) menemukan bahwa tidak ada respon alergi bahkan pada orang-orang yang mengaku dirinya sensitif terhadap asap rokok. Mereka menyarankan bahwa laporan yang menyatakan adanya sensitivitas mungkin disebabkan oleh faktor psikologis. Dalam analisisnya mengenai tembakau yang dipertanyakan sebagai penyebab alergi, Taylor (1974) mengingatkan bahwa ‘tidak ada bukti yang menunjukkan sensitivitas khusus dari asap rokok’. Pernyataan ini tetap sahih meskipun kenyataannya asap rokok tetap saja dianggap sebagai penyebab alergi.

Contoh di atas merupakan diskusi penulis dengan dirinya sendiri tentang kecurigaan penulis terhadap asap rokok sebagai penyebab alergi. Ia melakukan eksplorasi studi pustaka beberapa hasil penelitian tentang asap rokok. Berikutnya, ia dapat merumuskan hipotesisnya setelah ditambah studi lainnya.

Yang menarik di sini adalah pembiasaan mendokumentasikan hasil baca referensi agar dapat membantu kelancaran penulisan. Sebaiknya dilakukan pembiasaan membuat ringkasan dari hasil baca, mungkin dengan cara diketik melalui telepon genggam lalu dikirim ke email khusus untuk menampung kutipan hasil baca, atau ringkasan hasil baca. Jika dilakukan secara manual, dapat menyediakan kertas dengan ukuran HVS A4 dibagi empat, kertas-kertas tersebut disimpan dalam boks bekas sepatu baru. Berikutnya, saat usai ditulisi dengan kutipan atau ringkasan hasil baca dengan tulisan tangan, kertas-kerta tersebut disimpan dalam boks. Inilah tabungan kutipan. Tulisan tangan membuat kenangan tersendiri ketika membacanya ulang. Tanggal ditulis perlu dicantumkan agar menjadi sejarah proses penulisan.

Software juga dapat digunakan, misalnya EndNote, Mendeley, atau Zotero. Namun, mungkin terlalu lama jika harus membuka laptop. Atau, lakukanlah hal-hal yang praktis sesuai selera.

# Tulisan ini merupakan salah satu materi dalam kegiatan BIMTEK HAKI tahun 2019
Penulis:
Photo

Prodi Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Yogyakarta

Pembentukan Kerangka Berpikir dan Pengembangan Tulisan

Al-Jahiz: Bapak Teori Evolusi dalam Islam
Abu Uthman bin Bahr al-Kinani al-Basri, atau juga dikenal sebagai Al-Jahiz, adalah seorang penulis dan pemikir Muslim keturunan Ethiopia. Ia lahir pada 776 di Basra, kota terbesar kedua di Irak. Meskipun keluarganya sangat miskin, namun tidak menghalangi Al-Jahiz untuk menuntut ilmu dan menghadiri berbagai tempat belajar yang membahas berbagai topik seperti puisi, filologi, dan leksikografi Arab. Pengetahuan yang diperoleh dan keinginannya untuk belajar yang membuatnya menghasilkan lebih dari dua ratus buku, namun sayangnya hanya tiga puluh dari buku-buku itu yang selamat.

Buku paling terkenal yang ditulis oleh Al-Jahiz adalah Kitab al-Hayawan (Kitab Hewan). Buku multi-volume ini tidak hanya menggambarkan lebih dari 350 jenis hewan, tetapi juga terdiri di dalamnya terdapat puisi pra-Islam, pengamatan pribadi, humor, cerita-cerita sejarah dan pengaruh teks zoologi Aristoteles. Meskipun Kitab Hewan terdiri dari berbagai macam subjek, sejumlah besar informasi ilmiah yang diberikan bernilai tinggi. Al-Jahiz memperkenalkan konsep evolusi biologis dalam buku ini. Setelah mengamati binatang dan serangga, al-Jahiz sampai pada kesimpulan bahwa, pasti ada beberapa mekanisme yang memiliki pengaruh pada evolusi hewan, dan ini 1000 tahun sebelum Darwin melakukannya. Al-Jahiz menulis tentang tiga mekanisme utama; perjuangan untuk eksistensi, transformasi spesies menjadi satu sama lain, dan pengaruh faktor lingkungan.

Al-Jahiz berpandangan bahwa "Hewan melakukan segala macam upaya untuk hidup, untuk mendapatkan sumber daya, untuk menghindari dari pemangsa, dan untuk berkembang biak." Dia melanjutkan bahwa, "Faktor-faktor lingkungan mempengaruhi organisme dalam mengembangkan karakteristik baru untuk memastikan kelangsungan hidup, sehingga mengubah mereka menjadi spesies baru. Hewan yang bertahan hidup dengan berkembang biak dapat meneruskan karakteristik mereka kepada keturunannya."

Jelas baginya bahwa selalu ada satu spesies yang lebih kuat dari yang lain, dan bahwa untuk bertahan hidup, spesies harus mengembangkan karakteristik baru. Karakteristik baru ini membantu spesies beradaptasi dengan kondisi lingkungan dan menciptakan spesies baru.

Meskipun mekanismenya ilmiah, Al-Jahiz menambahkan aspek spiritual ke dalamnya. Pembaca harus menghargai kompleksitas dan keajaiban dari ciptaan Tuhan:

“Tikus keluar untuk mengambil makanannya, dan dia mencari dan menangkapnya. Ia memakan beberapa hewan inferior lainnya, seperti binatang kecil dan burung kecil ... ia menyembunyikan bayinya di terowongan bawah tanah yang disamarkan untuk melindungi mereka dan dirinya sendiri terhadap serangan ular dan burung. Ular sangat suka makan tikus. Adapun ular, mereka membela diri dari bahaya berang-berang dan hyena; yang lebih kuat dari diri mereka sendiri. Hyena dapat menakuti rubah, dan yang terakhir menakuti semua hewan yang lebih rendah darinya. Ini adalah hukum bahwa beberapa eksistensi adalah makanan untuk yang lain... Semua hewan kecil memakan yang lebih kecil; dan semua hewan besar tidak bisa makan yang lebih besar. Laki-laki dengan satu sama lain seperti binatang... Tuhan menciptakan hidup beberapa tubuh..."

Mahakarya al-Jahiz


Tetapi Kitab Hewan bukan satu-satunya karya besar yang ditulis oleh al-Jahiz. Kitab Pelit (The Book of Misers), misalnya, juga sangat populer. Ini adalah ensiklopedia sosial, sastra dan sejarah. Dia juga menulis buku-buku tentang psikologi manusia, bahasa dan tata bahasa. Semuanya ditulis dalam bahasa yang sangat mudah dipahami oleh orang awam. Dia terkadang menambahkan anekdot lucu dan kata-kata lucu dalam karya ilmiahnya.

Pada tahun 868 putra penjual ikan yang malang itu meninggal di Basra dan meninggalkan oeuvre yang mengesankan. Tidak jelas bagaimana dia meninggal, tetapi tidak ada keraguan bahwa karyanya dulu memang revolusioner. Terkadang ia disebut sebagai "bapak teori evolusi".

Al-Jahiz: Bapak Teori Evolusi dalam Islam

Adwat Al-Istifham: Kata Tanya dalam Bahasa Arab
"Jangan terlalu banyak bertanya" dan "diam adalah emas" merupakan dua filosofi yang menurut hemat saya mematikan nalar kritis.

Loh kok awal postingan kayak gini? Maaf, yang di atas hanya pembuka sebelum masuk pada postingan ini. Lalu apa hubungannya? Nah, kali ini yang akan kita bahasa adalah kata tanya dalam bahasa arab atau adwat al-istifham (أَدَوَاتُ الاِسْتِفْهَام). Sehingga hubungannya dengan pembukaan di atas adalah bahwa, manusia memiliki bahasa untuk saling berkomunikasi dan tidak boleh dibatasi dalam bentuk apapun. Terpenting adalah "bertanya boleh-boleh saja selama dalam batas kewajaran, dan jangan terlalu banyak diam kalau tidak akan ditindas."

Oke kita masuk aja deh, pembuakaannya terlalu ribet dan berbelit-belit.

Kata tanya dalam bahasa Arab dibagi dalam dua bentuk; 1) dalam bentuk isim yaitu menggunakan isim-isim sebagai kata tanya. Isim-isim ini disebut juga sebagai isim istifham. 2) Dalam bentuk huruf yang terdiri atas dua jenis huruf yaitu; huruf hamzah (أَ) dan huruf hal (هَلْ).

Contoh dalam penggunaan kata tanya atau adwat al-istifham (أَدَوَاتُ الاِسْتِفْهَام) dalam bentuk isim adalah sebagai berikut.

Kata TanyaContoh KalimatArtinya
هَلْ / أَهَلْ أَنْتَ مَرِيْضٌ ؟لاَ، أَنَا فِيْ صِحَّةٍ
ApakahApakah kamu sakit?Tidak, saya sehat
مَاذَا / مَامَاذَا تَكْتُبُ ؟أَكْتُبُ رِسَالَةً
ApaApa yang kamu tulisSaya menulis surat
مَنْمَنْ كَتَبَ هَذَا ؟أَحْمَدُ كَتَبَ هَذَا
SiapaSiapa yang menulis iniAhmad yang menulis ini
أَيَّةُ / أَيُّأَيُّ قَلَمٍ تُحِبُّ ؟أُحِبُّ قَلَمَ اْلأَسْوَدِ
Yang manaPena mana yang kamu sukaSaya suka pena hitam
مَتَىمَتَى تَذْهَبُ ؟أَذْهَبُ غَدًا
KapanKapan kamu pergiSaya pergi besok
أَيْنَأَيْنَ تَذْهَبُ ؟أَذْهَبُ إِلَى الْقَرْيَةِ
DimanaDimana kamu pergiSaya pergi ke kampung
كَيْفَكَيْفَ تَذْهَبُ ؟أَذْهَبُ بِالْحَافِلَةِ
BagaimanaBagaimana kamu pergiSaya pergi dengan bus
كَمْكَمْ يَوْمًا تَذْهَبُ ؟أَذْهَبُ ثَلاَثَةَ أَيَّامٍ
BerapaBerapa hari kamu pergiSaya pergi selam tiga hari
لِمَاذَا / لِمَالِمَاذَا تَأَخَّرْتَ ؟الطَّرِيْقُ مُزْدَحِمَةٌ
mengapamengapa kamu terlambatJalan macet
لِمَلِمَ سَأَلْتَ ذَلِكَ ؟حَقِيْقَةً لاَ أَفْهَمُ
KenapaKenapa kamu bertanya ituSungguh saya tidak paham
لِمَنْلِمَنْ هَذَا الْقَلَمُ ؟هَذَا قَلَمُ أَحْمَدِ
Punya SiapaPunya siapa pena iniPena ini punya ahmad

Sedangkan contoh dalam penggunaan bentuk huruf yang terdiri atas huruf hamzah (أَ) dan huruf hal (هَلْ) adalah sebagai berikut.

Huruf Hamzah (أَ) 

أَأَنْتُمْ أَعْلَمُ أَمِ اللَّهُ

"Apakah kamu lebih mengetahui ataukah Allah?" (Q.S. Al-Baqarah: 140)

Huruf Hal (هَلْ)

هَلْ تَعْلَمُ لَهُ سَمِيًّا

"Apakah kamu mengetahui ada seorang yang sama dengan Dia (yang patut disembah)?" (Q.S. Maryam: 65)

Untuk mengetahui penggunaannya dalam kehidupan seahari-hari maka, silahkan berkunjung ke dua postingan di bawah ini.

Baca Juga:

Contoh Percakapan Perkenalan (Taaruf) dalam bahasa Arab
Contoh Percakapan Bahasa Arab di Kedai/Toko

Kata tanya dalam bahsa Arab terlihat sangat sederhana dan mudah untuk dipelajari oleh semua kalangan. Pada prakteknya, kata tanya banyak digunakan dalam al-Quran, seperti contoh yang telah tertera di ata. Saran saya "mari kita belajar bahasa Arab, karena bahasa ini menjadi pembuka dalam mempelajari semua isi kitab suci al-Quran." Semoga postingan ini bermanfaat.

Adwat Al-Istifham: Kata Tanya dalam Bahasa Arab

Percakapan Bahasa Arab di Kedai/Toko Disertai Dengan Artinya
Hallo pembaca Coretanzone yang berbahagia, apa kabar hari ini? Semoga Allah selalu memberi nikmat kesehatan kepada kita semua dalam menjalankan aktivitas keseharian kiat. Nah kali ini saya akan membagikan salah satu contoh percakapan bahasa arab di kedai atau toko yang disertai dengan tulisan latin dan artinya. Sebelumnya saya sudah membagikan salah satu contoh pecakapan dalam bahasa arab tentang perkenalan (ta'aruf).

Mempelajari percakapan atau suatu dialog menjadi hal yang juga penting untuk melatih kebasaan dalam mengungkapkan sesuatu atau berbicara dengan lawan bicara dalam bahasa tertentu, termasuk bahasa Arab. Olehnya itu percakapan sederhana dalam bahasa arab di kedai/toko juga menjadi salah satu hal yang sederhana tetapi memiliki manfaat yang sangat besar dalam membiasakan diri berbicara menggunakan bahasa arab.

Untuk itu maka, berikut ini percakapan bahasa arab di kedai/toko disertai dengan tulisan latin dan artinya.

اَلْحِوَارُ : عِنْدَ الْبَقَالَةِ

طَارِق : هٰذِهِ جُبْنَةٌ لَذِ يْذَة، مِنْ أَيْنَ إِشْتَرَيْتَهُ يَا حَسَنٌ ؟
Thariq : Haadzihi jubnatun ladzidzatun, Min ayna isytaraytahu yaa hasan
Thariq : Keju ini enak sekali, dimana kamu membelinya hei Hasan

حَسَن : إشْتَرَيْتُهُ مِن بَقَالَةِ سَمِيْر
Hasan : Isytaraytuhu min baqaalati Samiir
Hasan : Saya membelinya di took “Samir”

طَارِق : بِجَوَارِالْمَدْ رَسَةِ ؟
Thariq : Bijawaaril madrasati ?
Thariq : (Toko)Yang disamping sekolah ?

حَسَن : نَعَمْ
Hasan : Na’am
Hasan : Iya

طَارِق : بِكَمِ عُلْبَة ؟
Thariq : Bikamil ‘ulbah ?
Thariq : Berapa harganya satu kotak/dos ?

حَسَن : بِخَمْسُ مِائَةِ رُوْبِيَة
Hasan : Bikhamsumiati ruubiyyatan
Hasan : Harganya 500 rupiah

طَارِق : وَالله، رَخِيْصٌ جِدّ ًا، سَأَشْتَرِي عُلْبَة مِنْهَا. شُكْرًاعَلىَ مَعْلُوْمَتِكَ يَا حَسَن
Thariq : Wallaahi, rakhiishun jiddan, sa asytari ‘ulbatan minha. Syukran ‘alaa ma’luumatika yaa Hasan
Thariq : Waah… murah sekali, saya akan membeli sebungkus juga. Terima kasih atas informasinya wahai Hasan

حَسَن : عَفْوًا
Hasan : ‘Afwan
Hasan : Sama-sama

Percakapan singkat dan seserhana di atas dapat dipraktekkan dengan teman sejawat untuk melatih pengetahuan bahasa Arab, dan juga bisa dijadikan sebagai materi dalam pembelajaran bahasa Arab di kelas, semoga bermanfaat.

Percakapan Bahasa Arab di Kedai/Toko Disertai Dengan Artinya

Percakapan Tentang Perkenalan (Taaruf) dalam Bahasa Arab disertai Artinya
Bahasa arab merupakan salah satu bahasa yang sudah banyak digunakan oleh masyarakat dunia, terlebih negara-negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam. Salah satunya negara kita Indonesia ini yang menjadi populasi muslim terbasar di dunia, maka bahasa Arab digunakan untuk menerjemahkan teks-teks agama Islam. Olehnya itu lahir lembaga-lembaga pendidikan Islam yang menyertakan bahasa Arab sebagai salah satu pelajaran wajib, dan juga bahasa Arab sudah menjadi salah satu studi di universitas-universitas.

Bahasa arab selain fungsinya dalam menerjemahkan teks-teks Islam, juga menjadi alat komunikasi masyarakat Internasional. Olehnya itu sudah saatnya untuk kita mengetahui bahasa arab ya sahabat sekalian. Untuk itu maka, kali ini saya akan membagikan salah satu percakapan bahasa arab tentang perkenalan atau ta'aruf disertai dengan tulisan latin dan artinya.

اَلْحِوَارُ : اَلتَّعَارُف

خَالِدٌ ׃ اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُم
Khalid: Assalaamu ‘alaikum

عَبْدُ اللّه ׃ وَعَلَيْكُمُ السَّلاَم
Abdullah: Wa’alaikum salaam

خَالِدٌ׃ كَيْفَ حَالُكَ؟
Khalid: Kayfa haaluka ?
Khalid: Apa kabar?

عَبْدُاللّه ׃ الْحَمْدُلِلّه اَنَا بِخَيْرٍ
Abdullah: Alhamdulillah  ana bikhair
Abdullah: Alhamdulillah saya baik-baik saja

خَالِدٌ ׃ مَا إِسْمُكَ؟
Khalid: Ma ismuka ?
Khalid: Siapa namamu?

عَبْدُاللّه ׃ إِسْمِيْ عَبْدُ اللّه، وَأَنْتَ ؟
Abdullah: Ismii Abdullaah, Wa anta ?
Abdullah: Nama saya Abdullah, dan (nama) kamu ?

خَالِدٌ ׃ أَنا خَالِدٌ
Khalid: Ana Khaalid
Khalid: Saya Khalid

عَبْدُ اللّه ׃ أَهْلأ يَاخالِدٌ
Abdullah: Ahlan yaa khaalid
Abdullah: Salam perkenalan denganmu hei khalid

خَالِدٌ ׃ أَهْلاً وَسَهْلاً بِكَ يَا عَبْدَ اللّه
Khalid: Ahlan wasahlan bika yaa Abdallah
Khalid: Sama-sama wahai Abdullah

عَبْدُ اللّه ׃ هَلْ أَنْتَ أَمْبُوْ نِيٌّ ؟
Abdullah: Hal anta Ambuuniy ?
Abdullah: Apakah kamu orang Ambon ?

خَالِدٌ׃ نَعَمْ، أَنَا أَمْبُوْنِيٌّ وَأَنْتَ؟
Khalid: Na’am ana Ambuuniy, wa anta ?
Khalid: Iya, saya orang Ambon, dan kamu ?

عَبْدُ اللّه ׃ أَنَا جَاوِيّ
Abdullah: Ana Jaawiyy
Abdullah: Saya orang Jawa

خَالِدٌ׃ اَينَ تَسْكُنُ الآنَ ؟
Khalid: Ayna taskunul aana ?
Khalid: Dimana kamu tinggal sekarang ?

عَبْدُ اللّه ׃ أَسْكُنُ فِي شَارِعِ بَاتِيْمُوْرَا رَقْمُ ٨ (ثَمَانِيَة) بأَمْبُوْن
Abdullah: Askunu fii syaari’ Hasaanuddiin roqmu tsamaniyah bi Ambuun
Abdullah: Saya tinggal di Jl. Patimura No. 8 Ambon

خَالِدٌ: وَاَيْنَ تَدْ رُسُ ؟
Khalid: wa ayna tadrus ?
Khalid: Dan dimana kamu sekolah ?

عَبْدُ الله : أَدْ رُسُ فِي الْمَدْ رَسَةِ الثَّانَوِيّةِ الْإِسْلَامِيّةِ
Abdullah: Adrusu fil madrasatil I’daadiyyatil islaamiyyati “ As-salaam “
Abdullah: Saya sekolah di SMP Islam

خَالِدٌ ׃ مَا لُعْبَتُكَ ؟
Khaalid: Maa Lu’batuka ?
Khalid: Kamu suka permainan apa ?

عَبْدُ اللّه ׃ أَنَا أَلْعَبُ كُرَة َالْقَدَمِ، وَمَا لُعْبَتُكَ ؟
Abdullah: Ana al’abu kuratal qadami
Abdullah: saya main sepak bola

خَالِدٌ ׃ أَلْعَبُ كُرَةَ السَّلَّةِ
Khalid: Anaa al’abu kuratas-sallati
Khalid: saya suka main bola basket

عَبْدُ اللّه ׃ وَمَا هِوَايَتُكَ يَا خَالِدُ ؟
Abdullah: Wamaa hiwaayatuka ya khaalid ?
Abdullah: Dan apa hobimu hei Khalid ?

خَالِدٌ ׃ هِوَايَتِيْ جَمْعُ الطَّوَابِعِ، وَأَنْتَ؟
Khalid: Hiwaayatiy jam’ut-thawaabi’. Wa anta ?
Khalid: Hobiku koleksi prangko, dan kamu ?

عَبْدُاللّه ׃ هِوَايَتِيْ اَلرَّسْمُ وَالسِّبَاحَةُ
Abdullah: Hiwaayati ar-rasmu was-sibaahah
Abdullah: Hobiku melukis dan berenang

خَالِدٌ׃ أَنَا سَعِيْدٌ جِدًّا لِمَعْرِفَتِكَ
Khalid: Anaa sa’iidun jiddan lima’rifatik
Khalid: Senang sekali saya dapat berkenalan denganmu

عَبْدُ اللّه ׃ وَأَنَا أَيْضًا
Abdullah: Wa anaa aydhan
Abdullah: Saya pun demikian

خَالِدٌ ׃ شُكْرًا عَلَي التَّعَارُفِ
Khalid: Syukran ‘ala ta’aarufi
Khalid: Terima kasih atas perkenalannya

عَبْدُ اللّه ׃ عَفْوًا
Abdullah: Afwan
Abdullah: Sama-sama

خَالِدٌ׃ مَعَ السَّلاَ مَةِ
Khalid: Ma’as-salaamah
Khalid: Sampai jumpa

عَبْدُ اللّه ׃ مَعَ السَّلاَ مَةِ
Abdullah: Ma’as-salaamah
Abdullah: Sampai jumpa lagi

Percakapan pendek di atas tentang perkenalan (ta'aruf) dalam bahasa arab disertai tulisan latin dan artinya silahkan dipraktekkan dengan teman sejawat, atau dijadikan sebagai salah satu bahan tambahan dalam pembelajaran di dalam kelas, semoga bermanfaat.

Percakapan Tentang Perkenalan (Taaruf) dalam Bahasa Arab disertai Artinya

Hubungan Antarbudaya: Akulturasi Kebudayaan dan Asimilasi Kebudayaan
Indonesia merupakan salah satu negara dengan lalu lintas dunia internasional yang sangat ramai sejak zaman dahulu kala. Berbagai kebudayaan yang berasal dari berbagai wilayah di dunia pernah singgah dan melakukan hubungan dengan kebudayaan asli nusantara. Bahkan di Indonesia sendiri terdiri atas beragam suku bangsa dan adat istiadat.

Menurut Koentjaraningrat, perubahan kebudayaan dipengaruhi oleh proses evolusi kebudayaan, proses belajar kebudayaan dalam suatu masyarakat, dan adanya proses penyebaran kebudayaan yang melibatkan adanya proses interaksi atau hubungan antarbudaya.

Berbagai inovasi menurut Koentjaraningrat menyebabkan masyarakat menyadari bahwa kebudayaan mereka sendiri selalu memiliki kekurangan sehingga untuk menutupi kebutuhannya manusia selalu mengadakan inovasi. Sebagian besar inovasi yang terdapat dalam kehidupan masyarakat adalah hasil dari pengaruh atau masuknya unsur-unsur kebudayaan asing dalam kebudayaan suatu masyarakat sehingga tidak bisa disangkal bahwa hubungan antarbudaya memainkan peranan yang cukup penting bagi keragaman budaya di Indonesia.

Kontak kebudayaan antara berbagai kelompok masyarakat yang berbeda-beda menimbulkan keadaan saling memengaruhi satu sama lain. Terkadang tanpa disadari ada pengambilan unsur budaya dari luar. Oleh karena itu, salah satu faktor pendorong keragaman budaya di Indonesia adalah karena kontak dengan kebudayaan asing. Koentjaraningrat menyatakan bahwa penjajahan atau kolonialisme merupakan salah satu bentuk hubungan antarkebudayaan yang memberikan pengaruh kepada perkembangan budaya lokal. Proses saling memengaruhi budaya tersebut terjadi melalui proses akulturasi dan asimilasi kebudayaan.

Akulturasi Kebudayaan


Salah satu unsur perubahan budaya adalah adanya hubungan antarbudaya, yaitu hubungan budaya lokal dengan budaya asing. Hubungan antarbudaya berisi konsep akulturasi kebudayaan. Menurut Koentjaraningrat istilah akulturasi atau acculturation atau culture contact yang digunakan oleh sarjana antropologi di Inggris mempunyai berbagai arti di antara para sarjana antropologi. Menurut Koentjaraningrat akulturasi adalah proses sosial yang timbul apabila suatu kelompok manusia dengan suatu kebudayaan tertentu dihadapkan dengan unsur-unsur kebudayaan asing sedemikian rupa sehingga unsur-unsur kebudayaan asing itu lambat laun diterima dan diolah ke dalam kebudayaan sendiri tanpa menyebabkan hilangnya kebudayaan lokal itu sendiri.

Di dalam proses akulturasi terjadi proses seleksi terhadap unsurunsur budaya asing oleh penduduk setempat. Contoh proses seleksi unsur-unsur budaya asing dan dikembangkan menjadi bentuk budaya baru tersebut terjadi pada masa penyebaran agama Hindu-Buddha di Indonesia sejak abad ke-1. Masuknya agama dan kebudayaan Hindu-Buddha dari India ke Indonesia berpengaruh besar terhadap perkembangan kebudayaan Indonesia. Unsur-unsur kebudayaan

Hindu–Buddha dari India tersebut tidak ditiru sebagaimana adanya, tetapi sudah dipadukan dengan unsur kebudayaan asli Indonesia sehingga terbentuklah unsur kebudayaan baru yang jauh lebih sempurna. Hasil akulturasi kebudayaan Indonesia dengan kebudayaan Hindu–Buddha adalah dalam bentuk seni bangunan, seni rupa, aksara, dan sastra, sistem pemerintahan, sistem kalender, serta system kepercayaan dan filsafat. Namun, meskipun menyerap berbagai unsur budaya Hindu–Buddha, konsep kasta yang diterapkan di India tidak diterapkan di Indonesia.

Proses akulturasi kebudayaan terjadi apabila suatu masyarakat atau kebudayaan dihadapkan pada unsur-unsur budaya asing. Proses akulturasi kebudayaan bisa tersebar melalui penjajahan dan media massa. Proses akulturasi antara budaya asing dengan budaya Indonesia terjadi sejak zaman penjajahan bangsa Barat di Indonesia abad ke-16. Sejak zaman penjajahan Belanda, bangsa Indonesia mulai menerima banyak unsur budaya asing di dalam masyarakat, seperti mode pakaian, gaya hidup, makanan, dan iptek. Pada saat ini, media massa seperti televisi, surat kabar, dan internet menjadi sarana akulturasi budaya asing di dalam masyarakat.

Melalui media massa tersebut, unsur budaya asing berupa mode pakaian, peralatan hidup, gaya hidup, dan makanan semakin cepat tersebar dan mampu mengubah perilaku masyarakat. Misalnya, mode rambut dan pakaian dari luar negeri yang banyak ditiru oleh masyarakat. Namun, dalam proses akulturasi tidak selalu terjadi pergeseran budaya lokal akibat pengaruh budaya asing. Misalnya, pemakaian busana batik dan kebaya sebagai busana khas bangsa Indonesia. Meskipun pemakaian busana model barat seperti jas sudah tersebar di dalam masyarakat, namun gejala tersebut tidak menggeser kedudukan busana batik dan kebaya sebagai busana khas bangsa Indonesia. Pemakaian busana batik dan kebaya masih dilakukan para tokoh-tokoh masyarakat di dalam acara kenegaraan di dalam dan luar negeri. Bahkan beberapa desainer Indonesia seperti Edward Hutabarat dan Ghea Pangabean sudah mulai mengembangkan busana batik sebagai alternatif mode pakaian di kalangan generasi muda. Modifikasi busana tradisional tersebut ternyata dapat diterima oleh masyarakat dan mulai dijadikan alternatif pilihan mode berbusana selain model busana barat.

Proses akulturasi berlangsung dalam jangka waktu yang relative lama. Hal itu disebabkan adanya unsur-unsur budaya asing yang diserap secara selektif dan ada unsur-unsur budaya yang ditolak sehingga proses perubahan kebudayaan melalui akulturasi masih mengandung unsur-unsur budaya lokal yang asli. Bentuk kontak kebudayaan yang menimbulkan proses akulturasi, antara lain sebagai berikut.

# Kontak kebudayaan dapat terjadi pada seluruh, sebagian, atau antarindividu dalam masyarakat.

# Kontak kebudayaan dapat terjadi antara masyarakat yang memiliki jumlah yang sama atau berbeda.

# Kontak kebudayaan dapat terjadi antara kebudayaan maju dan tradisional.

# Kontak kebudayaan dapat terjadi antara masyarakat yang menguasai dan masyarakat yang dikuasai, baik secara politik maupun ekonomi.

Berkaitan dengan proses terjadinya akulturasi, terdapat beberapa unsur-unsur yang terjadi dalam proses akulturasi, antara lain sebagai berikut.

a. Substitusi

Substitusi adalah pengantian unsur kebudayaan yang lama diganti dengan unsur kebudayaan baru yang lebih bermanfaat untuk kehidupan masyarakat. Misalnya, sistem komunikasi tradisional melalui kentongan atau bedug diganti dengan telepon, radio komunikasi, atau pengeras suara.

b. Sinkretisme

Sinkretisme adalah percampuran unsur-unsur kebudayaan yang lama dengan unsur kebudayaan baru sehingga membentuk sistem budaya baru. Misalnya, percampuran antara sistem religi masyarakat tradisional di Jawa dan ajaran Hindu-Buddha dengan unsur-unsur ajaran agama Islam yang menghasilkan sistem kepercayaan kejawen.

c. Adisi

Adisi adalah perpaduan unsur-unsur kebudayaan yang lama dengan unsur kebudayaan baru sehingga memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Misalnya, beroperasinya alat transportasi kendaraan angkutan bermotor untuk melengkapi alat transportasi tradisional seperti cidomo (cikar, dokar, bemo) yang menggunakan roda mobil di daerah Lombok.

d. Dekulturasi

Dekulturasi adalah proses hilangnya unsur-unsur kebudayaan yang lama digantikan dengan unsur kebudayaan baru. Misalnya, penggunaan mesin penggilingan padi untuk mengantikan penggunaan lesung dan alu untuk menumbuk padi.

e. Originasi

Originasi adalah masuknya unsur budaya yang sama sekali baru dan tidak dikenal sehingga menimbulkan perubahan social budaya dalam masyarakat. Misalnya, masuknya teknologi listrik ke pedesaan. Masuknya teknologi listrik ke pedesaan menyebabkan perubahan perilaku masyarakat pedesaan akibat pengaruh informasi yang disiarkan media elektronik seperti televisi dan radio. Masuknya berbagai informasi melalui media massa tersebut mampu mengubah pola pikir masyarakat di bidang pendidikan, kesehatan, perekonomian, dan hiburan dalam masyarakat pedesaan. Dalam bidang pendidikan, masyarakat menjadi sadar akan pentingnya pendidikan untuk meningkatkan harkat dan martabat warga masyarakat.

Dalam bidang kesehatan masyarakat menjadi sadar pentingnya kesehatan dalam kehidupan masyarakat, seperti, kebersihan lingkungan, pencegahan penyakit menular dan perawatan kesehatan ibu dan anak untuk mengurangi angka kematian ibu dan anak, serta peningkatan kualitas gizi masyarakat. Dalam bidang perekonomian, masyarakat pedesaan menjadi semakin memahami adanya peluang pemasaran produk-produk pertanian ke luar daerah.

f. Rejeksi

Rejeksi adalah proses penolakan yang muncul sebagai akibat proses perubahan sosial yang sangat cepat sehingga menimbulkan dampak negatif bagi sebagian anggota masyarakat yang tidak siap menerima perubahan. Misalnya, ada sebagian anggota masyarakat yang berobat ke dukun dan menolak berobat ke dokter saat sakit.

Akulturasi kebudayaan berkaitan dengan integrasi sosial dalam masyarakat. Keanekaragaman budaya dan akulturasi mampu mempertahankan integrasi sosial apabila setiap warga masyarakat memahami dan menghargai adanya keanekaragaman berbagai budaya dalam masyarakat. Sikap tersebut mampu meredam konflik sosial yang timbul karena adanya perbedaan persepsi mengenai perilaku warga masyarakat yang menganut nilai-nilai budaya yang berbeda.

Asimilasi Kebudayaan


Konsep lain dalam hubungan antarbudaya adalah adanya asimilasi (assimilation) yang terjadi antara komunitas-komunitas yang tersebar di berbagai daerah. Koentjaraningrat menyatakan bahwa asimilasi adalah proses sosial yang timbul apabila adanya golongan-golongan manusia dengan latar kebudayaan yang berbedabeda yang saling bergaul secara intensif untuk waktu yang lama sehingga kebudayaan-kebudayaan tersebut berubah sifatnya dan wujudnya yang khas menjadi unsur-unsur budaya campuran. Menurut Richard Thomson, asimilasi adalah suatu proses di mana individu dari kebudayaan asing atau minoritas memasuki suatu keadaan yang di dalamnya terdapat kebudayaan dominan. Selanjutnya, dalam proses asimilasi tersebut terjadi perubahan perilaku individu untuk menyesuaikan diri dengan kebudayaan dominan.

Proses asimiliasi terjadi apabila ada masyarakat pendatang yang menyesuaikan diri dengan kebudayaan setempat sehingga kebudayaan masyarakat pendatang tersebut melebur dan tidak tampak unsur kebudayaan yang lama. Di Indonesia, proses asimilasi sering terjadi dalam masyarakat karena adanya dua faktor. Pertama, banyaknya unsur kebudayaan daerah berbagai suku bangsa di Indonesia. Kedua, adanya unsur-unsur budaya asing yang dibawa oleh masyarakat pendatang seperti warga keturunan Tionghoa dan Arab yang telah tinggal secara turun-temurun di Indonesia. Di dalam masyarakat, interaksi antara masyarakat pendatang dan penduduk setempat telah menyebabkan terjadinya pembauran budaya asing dan budaya lokal.

Contoh asimilasi budaya tersebut terjadi pada masyarakat Batak dan Tionghoa di Sumatra Utara. Menurut Bruner, para pedagang Tionghoa yang tinggal di daerah Tapanuli sadar bahwa mereka merupakan pendatang sehingga mereka berusaha belajar bahasa Batak dan menyesuaikan diri dengan adat istiadat setempat karena dianggap menguntungkan bagi usaha perdagangan mereka. Sebaliknya, anggota masyarakat Batak Toba yang tinggal di Medan berusaha menyesuaikan diri dengan kebudayaan masyarakat setempat yang didominasi etnik Tionghoa. Selanjutnya, ia akan belajar Bahasa Cina karena pengetahuan tersebut dianggap berguna dalam melakukan transaksi perdagangan dengan warga keturunan Tionghoa.

Masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang plural dan multietnik karena beragamnya kebudayaan dan adat istiadat suku bangsa yang terdapat di Indonesia. Namun, kehidupan manusia selalu mengalami perubahan yang berpengaruh terhadap kebudayaan masyarakat karena adanya suatu kontak antarkebudayaan yang akan saling memengaruhi satu sama lain. Kontak antarbudaya tersebut memberikan pengaruh terhadap beragamnya kebudayaan masyarakat.

Bagaimana sikap kita untuk menghadapi kontak budaya dalam komunitas yang bersifat plural? Sikap toleransi sangat diperlukan dalam suatu masyarakat yang memiliki keanekaragaman budaya. Sikap toleransi dan simpati mampu menjadikan setiap individu menghargai dan saling menyerap berbagai unsur budaya yang bisa memberikan manfaat dan menyaring bentuk-bentuk budaya yang negatif dalam masyarakat.

Sikap toleransi dan simpati tersebut mampu mengintegrasikan berbagai kelompok masyarakat yang memiliki banyak perbedaan. Sikap tersebut mampu menghilangkan adanya prasangka antarkelompok dan sikap superioritas terhadap kelompok lain. (Tedi Sutardi. Antropologi: Mengungkap Keragaman Budaya. 2009).

Hubungan Antarbudaya: Akulturasi Kebudayaan dan Asimilasi Kebudayaan