Coretanzone: Profesi -->

    Social Items

Ikut Profesi Orang Tua, atau Pilih Sendiri?, Dilema Anak Muda di Abad 21
Penciptaan manusia merupakan salah satu hak mutlat Tuhan yang tidak dapat dibantah oleh makhluk, bahkan protesnya malaikat ketika manusia akan diciptakan hanya dijawab oleh Allah swt. dengan pernyataan bahwa saya (Allah) lebih mengetahui apa yang tidak kalian ketahui. Hal ini tergambar jelas dalam Al-Quran sebagai berikut:

وَإِذۡ قَالَ رَبُّكَ لِلۡمَلَٰٓئِكَةِ إِنِّي جَاعِلٞ فِي ٱلۡأَرۡضِ خَلِيفَةٗۖ قَالُوٓاْ أَتَجۡعَلُ فِيهَا مَن يُفۡسِدُ فِيهَا وَيَسۡفِكُ ٱلدِّمَآءَ وَنَحۡنُ نُسَبِّحُ بِحَمۡدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَۖ قَالَ إِنِّيٓ أَعۡلَمُ مَا لَا تَعۡلَمُونَ  

Terjemahannya: Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi". Mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui". (Q.S. Al-Baqarah: 30)

Sebagaimana disebutkan dalam ayat di atas bahwa, penciptaan manusia bertujuan untuk menjadi khalifah di muka bumi. Khalifah dalam artian untuk mengelola dan memelihar bumi dengan sebaik-baiknya. Namun ketika manusia diciptakan kemudian diturunkan di bumi dan berkembang biak menjadi bersuku-suku berbangsa-bangsa dan terdapat banyak perbedaan diantara mereka maka, terjadilah persaingan yang pada akhirnya menyebabkan banyak kerusakan di atas bumi. Padahal Allah swt. telaha berfirman bahwa, tujuan manusia diciptakan berbeda-beda itu untuk saling kenal mengenal.

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ إِنَّا خَلَقۡنَٰكُم مِّن ذَكَرٖ وَأُنثَىٰ وَجَعَلۡنَٰكُمۡ شُعُوبٗا وَقَبَآئِلَ لِتَعَارَفُوٓاْۚ إِنَّ أَكۡرَمَكُمۡ عِندَ ٱللَّهِ أَتۡقَىٰكُمۡۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٞ  

Terjemhannya: Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. (Qs. al-Hujurat: 13)

Dalam ayat tersebut sudah menyebutkan bahwa penciptaan manusia untuk saling kenal mengenal ini memiliki tujuan agar manusia bertakwa. Takwa dalam artian menjalin hubungan baik dengan Allah swt. sebagai sang pencipta, menjalin hubungan baik dengan manusia sebagai sesama makhluk Allah swt. dan menjalin hubungan dengan alam yang artinya bahwa melestarikan alam dengan sebaik mungkin untuk kelangsungan hidup manusi.

Menyoroti tulisan dengan judul; bagaimana cara anda memilih profesi (كيف تختار مهنتك ؟) yang menyebutkan bahwa penciptaan manusia berbeda dalam banyak hal, misalnya dalam kemampuan, tindakan, dan sebagainya untuk saling membantu dalam membangun kehidupan.

أَهُمۡ يَقۡسِمُونَ رَحۡمَتَ رَبِّكَۚ نَحۡنُ قَسَمۡنَا بَيۡنَهُم مَّعِيشَتَهُمۡ فِي ٱلۡحَيَوٰةِ ٱلدُّنۡيَاۚ وَرَفَعۡنَا بَعۡضَهُمۡ فَوۡقَ بَعۡضٖ دَرَجَٰتٖ لِّيَتَّخِذَ بَعۡضُهُم بَعۡضٗا سُخۡرِيّٗاۗ وَرَحۡمَتُ رَبِّكَ خَيۡرٞ مِّمَّا يَجۡمَعُونَ  

Terjemahannya: Apakah mereka yang membagi-bagi rahmat Tuhanmu? Kami telah menentukan antara mereka penghidupan mereka dalam kehidupan dunia, dan kami telah meninggikan sebahagian mereka atas sebagian yang lain beberapa derajat, agar sebagian mereka dapat mempergunakan sebagian yang lain. Dan rahmat Tuhanmu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan. (Q.S. Az-Zukhruf 32).

Idealnya manusia bersikap sebagaimanya yang disebutkan dalam tulisan tersebut dan sebagaimana yang disebutkan dalam ayat ini, yakni saling bahu membahu untuk menuju kehidupan yang lebih baik. Sebenarnya manusia tidak boleh membedakan antara satu dengan yang lain, misalnya orang kaya tidak boleh merendahkan orang miskin, petani tidak boleh ditekan oleh pengusaha, dan sebagainya, karena setiap profesi manusia itu saling berkaitan antara satu dengan yang lain. Namun kenyataan di lapangan mengatakan hal yang berbeda, masih saja terjadi ketimpangan dalam masyarakat. Salah satu contoh yang dapat kita lihat adalah kasus konflik agrarian antara petani dan pabrik semen (PT Semen Indonesia) di semarang.  Belum lagi kasus guru dikriminalisasi atau dianiaya dari orang tua, karena guru menindak siswa yang melanggar aturan sekolah, dan masih banyak lagi profesi-profesi yang dianggap lemah ditindas oleh mereka yang menggap dirinya memiliki kekuasaan. Walaupun demikian kehidupan di dunia ini seperti dua sisi mata uang, ada yang buruk namun ada pula yang baik, sehingga tidak dapat di-generalisir bahwa manusia itu sama dalam sikap dan tingkah langku. Masih banyak manusia-manusia yang berhati mulia di dunia ini yang tidak sombong dan tidak merendahkan orang lain.

Selanjtunya dalam tulisan tersebut menyebutkan bahwa, pada masa lalu anak muda akan mempelajari apa yang menjadi profesi orang tuanya, sehingga ketika dewasa mereka berprofesi sama dengan profesi orang tuanya. Sehingga mungkin dari sinilah lahir istilah keluarga guru, keluarga petani, keluarga dokter, dan sebagainya, karena ada keterkaitan satu keluarga dengan profesi mereka. Sebenarnya hal semacam ini masih terjadi pada zaman sekarang, dimana masih ada sebagian orang tua yang menginginkan anaknya mengikuti jejak mereka, atau ada sebagian anak yang terinspirasi dengan profesi orang tuanya sehingga mereka berprofesi sama. Seperti Drey dan Rendi, warga Tangerang Banten yang setiap hari melihat kebiasaan ibu mereka yang memiliki profesi sebagai dokter, membuat kedua kakak beradik ini memilih mengikuti jejak ibunya dengan kualiah di fakultas kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana, Jakarta. Sang kakak Drey terlebih dahulu kuliah di situ, kemudian diikuti oleh adiknya.

Walaupun saat ini masih ada anak yang mengikuti profesi orang tuanya, namun lebih banyak sudah memiliki pilihan yang berbeda. Anak mulai melirik ke profesi-profesi lain yang menurut mereka sesuai dengan passion atau motivasi yang ada dalam didirnya, sehingga membuat mereka tidak bosa untuk menjalani profesinya itu. Kebanyakan pemuda saat ini memilih pekerjaan yang terkait dengan pemerintah atau perusahaan swasta. Tetapi ada sebagian pemuda yang memilih untuk membangun usahanya sendiri, sehingga lahir starup-starup (perusahaan rintisan) baru karya anak muda. Starup ini memanfaatkan teknolog digital yang sedang marak saat ini, sehingga mudah dikenal oleh orang lain. Selian itu ada juga anak muda yang memilih profesi sesuai dengan trend abad 21, yaitu menggunakan teknologi komunikasi dan informasi sebagai tempat mereka bekerja. Lahirnya para selebrag dengan memiliki jutaan follower di Instagram, dan lahirnya video creator yang memiliki jutaan subscribe di youtube sebagai contoh pemanfaatan TIK dalam hal ini media sosial sebagai profesi baru.

Pada dasarnya saat ini peluang kerja sangat banyak, anak muda tidak perlu menjadi pegawai honor seumur hidup di instansi pemerintah, atau melamar kerja di perusahaan swasta yang prosesnya sangat berliku dan belum tentu diterima. Anak muda sudah saatnya berkreasi untuk melahirkan berbagai karya yang bernilai ekonomi sehingga dapat dibeli dan dinikmati oleh orang lain. Jadi ketika selesai sekolah atau kuliah, anak muda sebenarnya sudah mengetahui dimana dia harus berada dalam berprofesi dengan menyesuaikan kemampuan yang ada dalam dirinya, tanpa harus menunggu pembukaan lowongan CPNS yang terbatas kuotanya, atau yang lebih parahnya lagi melamar kerja dengan cara-cara yang tidak baik, seperti sogok atau menggunakan “orang dalam”.

Cara-cara curang di abad 21 ini sebenarnya sudah tidak lagi releva, karena dunia sudah tidak membutuhkan orang dengan kemampuan yang minim. Persaingan membuat semua orang diharuskan untuk “berlari” mengejar lajunya perubahan dan perkembangan zaman. Setiap saat pasti ada saja yang berubah, sehingga pola kehidupan masyarakat juga akan mengalami perubahan yang sama. Pemuda sudah saatnya bersikap fleksibel sehingga bisa menyesuaikan diri dimana saja. Selain itu peningkatan kompetensi melalui berbagai pelatihan menjadi salah satu hal yang wajib yang harus terus diikuti oleh setiap anak muda, agar melek terhadap perubahan sosial, dan dapat mengembangkan profesinya menjadi lebih baik.
___________________
*Catatan kritis terhadap tulisan dengan judul كيف تختار مهنتك ؟
** Ditulis Oleh Jufri Derwotubun

Ikut Profesi Orang Tua, atau Pilih Sendiri?, Dilema anak muda di abad 21*

Bagaimana Cara Anda Memilih Profesi
Judul tulisan ini (bagaimana cara anda memilih profesi) memberikan satu pertanyaan dalam benak penulis, bahwa apa sebenarnya yang menjadi faktor utama seseorang dalam memilih sebuah profesi atau pekerjaan yang akan digeluti dalam kehidupannya. Ada yang menyebutkan bahwa untuk memilih pekerjaan dapat disesuaikan dengan passion dan motivasi kerja yang ada dalam diri, ada juga yang menyatakan disesuaikan dengan peluang kerja yang ada di lapangan, dan ada juga yang berpendapat bahwa pengembangan karir disesuaikan dengan trend yang sedang terjadi.

Ketiga jawaban di atas pada dasarnya sudah terjadi dalam dunia kerja sejak lama. Misalnya saja seseorang yang passion-nya dalam dunia seni tidak menjadikan seni sebagai hobi semata, tetapi menjadikannya sebagai sebuah profesi atau pekerjaan yang dapat bernilai ekonomi, atau seseorang yang ahli dalam bahasa asing akan melamar kerja atau membuka usaha sesuai dengan bidang keahlian yang dimilikinya. Selain itu, ada juga orang yang memilih profesinya sesuai dengan motivasi kerja, seperti ada orang yang bekerja dengan ikhlas dengan mengharapkan ridho dari Allah swt, sedangkan rezeki sudah diatur oleh-Nya yang tidak dapat diubah oleh siapapun. Model orang yang memiliki motivasi semacam ini kebanyakan berasal dari kalangan pendidik yang memiliki pemahaman bahwa; “dunia ini hanyalah tempat persinggahan semata, sedangkan akhirat adalah tempat yang kekal abadi selamanya.” Selanjutnya ada orang yang memiliki motivasi kerja untuk mendapatkan hidup yang layak, atau mengumpulkan sebanyak mungkin pundi-pundi rupiah. Orang dengan motivasi semacam ini biasanya memilih bekerja di tempat yang memberikan gaji besar, atau membuka usaha yang bernilai ekonomi tinggi.

Selanjutnya peluang kerja di lapangan menjadi salah satu alasan seseorang memilih profesinya walaupun ada yang tidak sesuai dengan passion yang dimiliki, yang terpenting adalah bisa menghasilkan dan dapat melanjutkan hidup. Orang yang mencari pekerjaan dengan melihat peluang kerja biasanya melamar pekerjaan di pemerintahan atau perusahaan swasta, karena di sana biasanya banyak menyediakan peluang kerja untuk berbagai keahlian. Sedangkan yang terakhir ini memilih profesi disesuaikan dengan trend yang sedang terjadi dalam masyarakat. Di abad 21 ini trend-nya adalah persaingan global yang berasal dari dunia teknologi digital, sehingga masyarakat dunia diperhapkan dengan lahirnya beragam inovasi teknologi informasi dan komunikasi dengan beragam fitur yang dapat membantu seseorang berkomunikasi dengan orang lain dengan mudah. Lahirnya beragam teknologi digital ini menjadikan peluang untuk sebagian orang dalam menentukan profesinya dengan memanfaatkan teknologi digital seperti smartphone sebagai alat untuk membantunya bekerja atau untuk mempromosikan karya yang dimilikinya.

Memilih Profesi Sesuai Dengan Profesi Orang Tua


Ada satu pepatah lama menyebutkan bahwa “buah tak akan jatuh jauh dari pohonnya.” Pepatah ini sama dengan beberapa orang tua yang memiliki pemahaman bahwa, anaknya harus bekerja sesuai dengan profesi mereka. Pandangan semacam ini sudah ada sejak lama dalam masyarakat, sehingga orang pada zaman dahulu akan mengajarkan anaknya keahlian yang mereka miliki. Anak petani akan diajarkan cara bertani dengan baik, anak dokter akan diajarkan cara mengobati pasien, anak guru akan diajarkan cara mengajar, dan sebagainya.

Namun seiring waktu beputar, pola hidup masyarakat semakin berubah, sehingga orang mulai memiliki pandangan yang berbeda dalam memilih profesi. Saat ini, ada anak petani yang berprofesi sebagai tentara, ada anak nelayan yang berprofesi sebagai dokter, ada anak pedagang yang memilih menjadi guru, dan masih banyak lagi contoh anak yang memiliki profesi berbeda dengan orang tua. Walaupun demikian, ada anak yang terinpirasi dari pekerjaan orang tuanya, sehingga memilih untuk berprofesi layaknya profesi orang tuanya. Semua ini pada dasarnya sah-sah saja selama orang tua tidak memaksakan anaknya untuk mengikuti keinginannya.

Memilih Profesi Sesuai dengan Keinginan Sendiri


Saat ini, bidang pekerjaan atau profesi sudah sangat beragam, hampir dalam semua sektor kehidupan manusia terdapat tempat untuk orang bekerja. Misalnya saja dalam sektor pendidikan, di sana terdapat beberapa bidang pekerjaan yang dapat dikerjakan oleh manusia, seperti guru, tenaga administrasi, tenaga keamanan, dan tenaga kebersihan. Dalam sektor lain juga banyak kita jumpai hal yang serupa, salah satunya saat ini adalah trend ekonomi digital. Banyak anak muda yang terjun ke bidang ini dengan membangun starup digital yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat setempat. Selain starup yang berbasis digital, ada juga yang membangun usahanya dibidang jasa periklanan dengan memanfaatkan passion atau keahlian yang dimiliki, seperti menjadi selebgram dengan memiliki jutaan followers di Instagram, membangun situs blog dengan mengisi berbagai konten tulisan yang bermanfaat sehingga dapat dibaca oleh jutaan orang, dan atau menjadi seorang video creator atau vlogger yang memiliki banyak sibscribers di youtube.

Untuk mendapatkan hasil yang baik dalam bekerja, setiap profesi/pekerjaan harus dipilih sendiri dengan menyesuaikan kemampuan yang ada dalam diri, sehingga nantinya pekerjaan itu akan menjadi mudah dan ringan. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah saw. yang artinya “Beramallah kalian! Sebab semuanya telah dimudahkan terhadap apa yang diciptakan untuknya …” (H.R. Bukhari).

Menentukan Profesi Sejak Berada di Bangku Pendidikan


Pendidikan memiliki peran penting dalam membentuk pengetahuan, sikap, dan keterampilan seseorang. Keberhasilan seorang anak ditentukan oleh seberapa baik dia mendapatkan pendidikan, baik itu pendidikan keluarga, pendidikan di sekolah dan perguruan tinggi, serta pendidikan di lingkukangan masyarakat. Keberhasilan memiliki ukuran yang sangat beragam, namun keberhasilan yang hakiki adalah ketika seseorang bermanfaat bagi orang lain. Bermanfaat ini bisa dengan menghasilkan karya (sesuai dengan kemampuan) yang dapat digunakan oleh orang banyak.

Olehnya itu anak sudah sejak berada di bangku pendidikan menentukan apa yang akan menjadi profesi atau pekerjaannya di masa yang akan datang. Dengan begitu, anak akan belajar dengan sungguh-sungguh untuk mendapatkan pengetahuan dan ketrampilan sesuai dengan apa yang dicata-citakannya itu. Menetukan profesi bukan saja tentang menentukan apa yang akan dikerjakan suatu saat, tetapi menentukan juga arah hidup yang akan dilalui dalam mengarungi bahtera kehidupan.

Dalam kehidupan ini, manusia tidak boleh takut kalau tidak mendapatkan rezeki, karena rezeki itu sudah diatur oleh Allah swt, dan tidak dapat dirubah atau ditukar oleh siapapun. Manusia hanya bisa berusaha dan yang paling penting adalah saling bahu membahu antara satu dengan yang lain dalam membangun kehidupan. Hal ini sebagaimana yang difirmankan Allah swt. dalam al-Quran sebagai berikut:

أَهُمۡ يَقۡسِمُونَ رَحۡمَتَ رَبِّكَۚ نَحۡنُ قَسَمۡنَا بَيۡنَهُم مَّعِيشَتَهُمۡ فِي ٱلۡحَيَوٰةِ ٱلدُّنۡيَاۚ وَرَفَعۡنَا بَعۡضَهُمۡ فَوۡقَ بَعۡضٖ دَرَجَٰتٖ لِّيَتَّخِذَ بَعۡضُهُم بَعۡضٗا سُخۡرِيّٗاۗ وَرَحۡمَتُ رَبِّكَ خَيۡرٞ مِّمَّا يَجۡمَعُونَ

Terjemahannya: Apakah mereka yang membagi-bagi rahmat Tuhanmu? Kami telah menentukan antara mereka penghidupan mereka dalam kehidupan dunia, dan kami telah meninggikan sebahagian mereka atas sebagian yang lain beberapa derajat, agar sebagian mereka dapat mempergunakan sebagian yang lain. Dan rahmat Tuhanmu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan. (Q.S. Az-Zukhruf: 32)

Dalam ayat ini Allah menjelaskan bahwa, tak ada satupun manusia atau makhluk di alam semesta ini yang membagikan rahmatNya. Hanya Allah yang membagi rahmatNya itu kepada manusia dengan kadar yang telah ditentukan. Sehingga ketika memiliki harta yang banyak jangan sombong, dan ketika memiliki harta yang sedikit jangan iri, karena semua itu hanyalah cobaan yang akan dimintai pertanggung jawaban suatu saat kelak. Wallahu a’lam.
_______________
*Suatu catatan setelah membaca secara komprehensif bacaan dengan judul: كيف تختار مهنتك؟
** Ditulis Oleh Jufri Derwotubun

Bagaimana Cara Anda Memilih Profesi ?*