Coretanzone: Ramadhan

    Social Items

5 The virtue of the holy month of Ramadan
The holy month of Ramadan is the ninth month of the Hijri calendar. The month of Ramadan is also the month most missed by Muslims and many call it the month of a thousand months. And do you know, especially in the month of Ramadan, the goodness of the Muslims will be rewarded with double blessings of merit? Even if we are fasting perfectly, when the day of Eid comes, we will be clean from sin like a newborn baby again. In addition to that, there are some other things you need to know why the month of Ramadan becomes a very special month for Muslims. Anything? Here's the review:

The month of descending the Qur'an


The month of Ramadan is a glorious month. Why? Because in this month the first time the holy book of Muslims Al-Qur'an was revealed. As it is written in Surah Al-Baqorah 185 that Allah praised the month of Ramadan from other months because this month was chosen as the month of descending of the Qur'an.

Charitable deeds doubled


In a hadith, it is said that the month of Ramadan is the time when we draw closer to God then the value is equal to seventy times that of the obligations performed in other months. In this month of Ramadan, Muslims are competing in goodness and doing other godly deeds.

The moon is full of blessings


This is the reason why Ramadan is also called a thousand-month night. Because when a Muslim does a good thing in the month of Ramadan, he will get a blessing that is worth the same as a thousand months.

The month of forgiveness of sins and the grace of prayers


In a Hadith, History Bukhari explained that every Muslim the opportunity to gain as much reward even with perfect worship in the month of fasting will make us return like a newborn baby. In the month of Ramadan as well, Allah says that every prayer that is promised will surely be granted.

There is a Qadar Lailatur night


Tonight is a night that every Moslem coveted during the month of Ramadan. The night in one of the last 10 days of Ramadan is the best night filled with good prayers and miracles can descend on the night of Lailatul Qadar.

After knowing the 5 virtues of Ramadan, surely we become more enthusiastic to worship and continue to do good to others. Let's compete in goodness in this month of Ramadan so that the world we live in can be more secure and peaceful.

5 The virtue of the holy month of Ramadan

4 Ayat Al-Quran tentang Puasa
Bulan ramadhan merupakan bulan yang sangat dirahmati oleh Allah swt. Di bulan ini segala amal ibadah dilipatgandakan pahalanya, bahkan berdiam diri dan tidur saja bernilai ibadah. Di bulan ramadhan ini semua umat yang beriman kepada Allah swt. diwajibkan untuk berpuasa. Kewajiban berpuasa ini datang sebagai sebuah perintah yang tidak bisa ditolak oleh semua umat Islam, karena selain sebagai sebuah perintah, puasa juga sangat bermanfaat bagi manusia, baik itu dari segi sosial maupun dari segi kesehatan.

Puasa dalam Islam dibagi menjadi dua yaitu puasa wajib dan puasa sunnah. Puasa wajib diantaranya yaitu puasa pada bulan ramadhan dan puasa nazar. Puasa nazar adalah puasa yang dilakukan jika seseorang berhajat kemudian bernazar untuk berpuasa, maka hukum puasa ini adalah wajib untuk ditunaikan.

Sedangkan puasa sunnah merupakan puasa yang boleh dikerjakan dan boleh ditinggalkan. Jika dikerjakan maka, mendapatkan pahala dan jika ditinggalkan maka, tidak mendapatkan apa-apa. Diantara puasa sunnah ini adalah puasa sunnah senin-kami, puasa sunnah Nabi Daud as., dan sebagainya.

Dalam Al-Quran puasa dijelaskan dengan begitu jelas. Berikut ini 4 ayat al-Quran tentang puasa.

1. Surat Al-Baqarah Ayat 183


يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ كُتِبَ عَلَيۡكُمُ ٱلصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِكُمۡ لَعَلَّكُمۡ تَتَّقُونَ 

Terjemahannya: Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.

2. Surat Al-Baqarah Ayat 184


أَيَّامٗا مَّعۡدُودَٰتٖۚ فَمَن كَانَ مِنكُم مَّرِيضًا أَوۡ عَلَىٰ سَفَرٖ فَعِدَّةٞ مِّنۡ أَيَّامٍ أُخَرَۚ وَعَلَى ٱلَّذِينَ يُطِيقُونَهُۥ فِدۡيَةٞ طَعَامُ مِسۡكِينٖۖ فَمَن تَطَوَّعَ خَيۡرٗا فَهُوَ خَيۡرٞ لَّهُۥۚ وَأَن تَصُومُواْ خَيۡرٞ لَّكُمۡ إِن كُنتُمۡ تَعۡلَمُونَ 

Terjemahannya: (yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka barangsiapa diantara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.

3. Surat Al-Baqarah Ayat 185


شَهۡرُ رَمَضَانَ ٱلَّذِيٓ أُنزِلَ فِيهِ ٱلۡقُرۡءَانُ هُدٗى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَٰتٖ مِّنَ ٱلۡهُدَىٰ وَٱلۡفُرۡقَانِۚ فَمَن شَهِدَ مِنكُمُ ٱلشَّهۡرَ فَلۡيَصُمۡهُۖ وَمَن كَانَ مَرِيضًا أَوۡ عَلَىٰ سَفَرٖ فَعِدَّةٞ مِّنۡ أَيَّامٍ أُخَرَۗ يُرِيدُ ٱللَّهُ بِكُمُ ٱلۡيُسۡرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ ٱلۡعُسۡرَ وَلِتُكۡمِلُواْ ٱلۡعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُواْ ٱللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَىٰكُمۡ وَلَعَلَّكُمۡ تَشۡكُرُونَ

Terjemahannya: (Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.

4. Surat Maryam Ayat 26


فَكُلِي وَٱشۡرَبِي وَقَرِّي عَيۡنٗاۖ فَإِمَّا تَرَيِنَّ مِنَ ٱلۡبَشَرِ أَحَدٗا فَقُولِيٓ إِنِّي نَذَرۡتُ لِلرَّحۡمَٰنِ صَوۡمٗا فَلَنۡ أُكَلِّمَ ٱلۡيَوۡمَ إِنسِيّٗا 

Terjemahannya: maka makan, minum dan bersenang hatilah kamu. Jika kamu melihat seorang manusia, maka katakanlah: "Sesungguhnya aku telah bernazar berpuasa untuk Tuhan Yang Maha Pemurah, maka aku tidak akan berbicara dengan seorang manusiapun pada hari ini"

Dalam surat al-Baqarah ayat 184 di atas Allah dengan jelas menyatakan bahwa jika ada orang yang terkena kewajiban berpuasa dalam keadaan sakit atau dalam keadaan safar (perjalanan) maka, dia diperbolehkan untuk berbuka, dengan ketentuan bahwa akan mennggantikannya pada hari-hari lain (selain bulan ramadhan) dengan jumlah yang sama. Dan jika orang berbuka tersebut sudah tua atau mendapatkan penyakit tertentu yang membuat dirinya tidak berpuasa, maka dia diperbolehkan menggantinya dengan membayar fidyah yaitu memberi makan seorang miskin sesuai dengan kemampuannya.

Di sini dapat kita lihat bahwa Allah meringankan setiap hambanya dalam menjalankan segala perintahnya. Allah tidak mempersulit hambanya melebihi kemampuan yang dimilikinya. Sehingga menjalankan syariat Islam sebenarnya bukanlah hal yang sulit, tetapi terkadang sebagian orang yang mempersulitnya.

4 Ayat Al-Quran tentang Puasa

Ramadhan Dapat Melatih Kesabaran Diri dalam Beragam Menghadapi Cobaan
Kesabaran merupakan salah satu ahklak mulia, upaya menghindari sikap dan perilaku tercela. Menahan diri dari perkara yang tidak disukai oleh hawa, karena tidak sesuai yang diharapkan. Termasuk dalam menaati perintah Allah dalam melakukan ketaatan.

Memiliki kesabaran selalu memberi dampak positif bagi yang mau mengerjakan. Lalu apakah menjalani aturan yang telah ditetapkan ini Allah tanpa ujian? Kemudian apa hubungannya dengan bulan Ramadhan?

Puasa adalah madrasah agung bangungan mulia, yang bisa dimanfaatkan oleh semua orang iman mempertebal keimanan. Mendidik jiwa-jiwa, meluruskan niat. Semata ingin mengharap surga Allah di sisa-sisa umurnya. Sabda Rasulullloh, ‘’puasa itu separuhnya puasa.’’ (HR Ibnu Majjah)

1. Saat Rejeki Tidak Bagus


Kesabaran ini terkait dengan bisnis dan pekerjaan seseorang. Salah memprediksi usaha, yang seharusnya bulan puasa dapat meraih untung. Tapi teryata mengalami kerugian. Pasti semua itu memicu rasa kecewa dan amarah di hati. Dan puasa selau melatih mereka, untuk senantiasa bisa bersikap sabar dalam menerima ujian Allah tersebut.

2. Ketika Anak Jatuh Sakit


Mendapati anak yang tiba-tiba jatuh sakit, sementara usaha juga sedang jatuh. Belum lagi kebutuhan hidup lain, selama Ramadhan yang seperti berlipat-ganda melebihi pada hari biasa. Tentu sangat membutuhan kesabaran tinggi menghadapinya.

3. Sebagai Ibu Rumah Tangga Saat Mengurus Keluarga


Profesi sebagai ibu rumahtangga itu pekerjaan bagus dan mulia dari seorang wanita. Sebab bukan perkara mudah, saat menjalani tugas dan kewajibannya. Terlihat disepelekan biasanya dianggap rendah. Namun mereka dengan sabar menerimanya. Seperti pada saat bulan Ramadhan. Mengurus keperluan keluarga pasti terasa beda. Lihatlah saat fajar tiba. Sebelum itu harus bangun lebih dahulu dari yang lain, menyiapkan makanan sahur. Padahal ia sendiri juga butuh istirahat sama seperti yang lain. Atau ketika memasak buat berbuka atau keperluan keluarga yang lain. Apalagi jika selain menjalani profesi ibu rumahtangga, ia juga masih berkerja entah itu di luar rumah atau dirumah, guna membantu kebutuhan ekonomi. Saat kondisi fisk sudah mulai lemas tak bertenaga. Tetap iklas menjalani dan tiada pernah mengeluh.

4. Mendapat Fitnah


Difitnah itu sangat tidak menyenangkan, terkadang sering membuat seseorang merasa malu. Sebab dengan begitu cepat menjadi pusat perhatian orang-orang di sekitarnya. Apakah memang terbukti benar atau tidak. Namun faktanya cukup membuat orang marah, sedih dan kecewa. Tapi momen Ramdhan menyadarkan hati dan pikiran, untuk lebih menahan diri bersabar. Ketika peristiwa buruk itu menimpa dirinya.

5. Putus Cinta


Lebaran biasanya adalah momen paling indah dan tepat, dipilih oleh banyak orang untuk melangsungkan pernikahan. Sesuatu yang barangkali saja sudah direncanakan bertahun lamanya, pada akhirnya tinggal menunggu waku. Akan tetapi manusia hanya bisa merencanakan. Keputusan tetaplah di tangan Allah. Apa jadinya bila tinggal menunggu hari “H” yang tinggal beberapa hari, tiba-tiba oleh suatu atau tanpa sebab mengalami kegagalan? Pasti hal ini sangat memukul perasaan bagi yang mengalami. Dan kebetulan terjadi pada bulan Ramadhan. Kuncinya adalah kesabaran menerima, meskipun pada awalnya sangat sedih dan terluka.

Poin-poin di atas tersebut hanya beberapa contoh kasus, bagaimana orang iman dituntut untuk lebih punya kesabaran tinggi. Dalam menerima dan menghadapi semua ujian Allah untuknya. Momen Ramadhan mengajarkan mereka untuk lebih bisa menerima salah satu rahmat Alloh itu. Walaupun sangat tidak enak rasanya.

Ramadhan Dapat Melatih Kesabaran Diri dalam Menghadapi Beragam Cobaan

Ramadhan Dan Perjuangan Melawan Nafsu Duniawi
Apa yang hendak Anda katakan tentang bulan Ramadhan, adalah tentang perjuangan melawan hawa nafsu. Yang setiap saat menggoda keimanan ketika berpuasa, dan bermaksud membatalkannya. Itu semua masih menjadi pekerjaan setan terkutuk.

Mereka bersama bala kurawanya seperti tak pernah kenal putus asa. Mempengaruhi manusia untuk bergabung, masuk ke dalam api neraka. Selama dunia masih berputar selama itu pula, mereka akan mencari cara. Agar manusia-manusia di muka bumi ini, terbujuk dengan rayuannya. Mengikuti segala keinginannya yang menjerumuskan.

Lalu bagaiana melawan itu semua? Berikut ini adalah hal-hal yang dapat dilakukan, supaya tidak termakan tipu muslihatnya. Meskipun bulan Ramadhan, bukan berarti Anda bisa terbebas dari cengkeramannya.

1. Membaca Al Qur’an dan Ibadah Sunah Lain


Membaca Al Qur’an terbukti sangat ampuh menangkal gangguan jin dan syetan yang berkeliaran di sekitar manusia. Beberapa ayatnya bahkan dapat digunakan secara langsung, tanpa perlu membuka Al Qur’ an terlebih dahulu. Seperti ayat kursi yang dibaca saat menjelang mangrib atau subuh. Bisa memagari orang yang bersangkutan dan rumah yang dihuni. Dari gangguan mahkluk halus dan kaumnya. Belum lagi jika Anda menambahkannya dengan ibadah sunah lain. Misalnya shalat-shalat sunah dan berdzikir. Semakin lengkaplah perlindungan Anda.

2. Lebih Mendekatkan Diri Kepada Keluarga


Keluarga itu surga dunia, tempat bertemunya hati dan perasaan para angotanya. Menjadi salah satu solusi, menjauhkan diri dari nafsu duniawi. Momen Ramadhan waktu yang paling bagus untuk lebih meningkatkan kebersamaan itu. Yang sebelumnya masing-masing tenggelam dengan kesibukan. Melahirkan ikatan kuat menghadapi godaan di luar kendalinya. Seperti sepasang suami istri yang terjalin utuh cintanya. Godaan pihak ketiga akan menyadarkan diri, arti pentingnya keluarga di rumah.

3. Menjauhi Maksiat


Menjauhi maksiat berserta ruang lingkupnya seperti : mengunjungi tempat-tempat yang berpotensi menebarkan virus tersebut, benda-benda pendukung, dan sebagainya. Apalagi terjadi pada bulan puasa, dengan meninggalkan itu semua. Berarti Anda sudah menyelamatkan diri sendiri dari siksa api neraka.

4. Menjaga Lisan dan Tindakan


Yang mencelakakan manusia sesungguhnya bukan apa-apa, tetapi lidah alias ucapan dan perbuatannya sendiri. Oleh sebab itu berhati-hatilah! Saat melihat sesuatu yang buruk dan sedang menimpa orang lain, kemudian Anda melontarkan ucapan negatif. Meskipun pada dasarnya Anda kurang menyukai sikap dan tindakannya. Membicarakan hal buruk itu lebih cepat mengenai diri sendiri daripada yang baik. Dan momen puasa itu sangat tidak bagus melakukan ini, dan bukan hanya itu. Di hari-hari biasa perbuatan tersebut tetap tidak boleh dilakukan.

5. Berteman dengan Orang Baik


Berteman dengan orang baik terbukti sangat ampuh untuk menangkis godaan hawa nafsu dunia. Pergaulan seseorang berpengaruh pada perkembangan terbentuknya jiwa dan karakter. Ketika hendak melakukan hal tak baik, ada orang atau teman yang mengingatkan serta menyelamatkan. Memberi nasihat menawarkan solusi. Ini tentu berbeda dengan yang bergaul dengan orang-orang yang mempunyai sifat kurang terpuji dalam hidupnya. Bisa dipastikan ajakannya selalu tentang kemaksiyatan. Dan bila mendapat ujian, bukan jalan keluar yang baik, namun justru menyesatkan.

Semoga bulan Ramadhan melahirkan jiwa-jiwa baru yang lebih arif dan bijak menyikapi hidup. Menghindari dan menjaga diri itu lebih baik, daripada harus menghadapi yang kurang bagus dan melawan. Sebab jika keimanan sedang turun dan tipis, akan mudah terjerumus. Berujung merugikan diri sendiri.

Ramadhan Dan Perjuangan Melawan Nafsu Duniawi

5 Virtues of Ramadan That You Must Know
The Virtues of Ramadan. Muslims should understand the virtue of every worship that Allah has commanded. According to the scholars, the understanding of virtue in carrying out every godly charity will be a dispenser as well as will encourage to increase one's devotion.

The holy month of Ramadan is an opportunity for every servant of God to further increase the piety since this month has some virtues or benefits such as the following:

1. Ramadan of the Month Degrading the Qur'an


Ramadan is the month of the Quran. The relinquishing of the Qur'an in the month of Ramadan becomes a clear proof of the glory and virtue of the month of Ramadan. Allah Almighty says that means: " The month of Ramadan is that in which the Quran was revealed, a guidance to men and clear proofs of the guidance and the distinction; therefore whoever of you is present in the month, he shall fast therein, and whoever is sick or upon a journey, then (he shall fast) a (like) number of other days; Allah desires ease for you, and He does not desire for you difficulty, and (He desires) that you should complete the number and that you should exalt the greatness of Allah for His having guided you and that you may give thanks." (Surah al-Baqarah: 185 ).

In another verse, Allah says that means: " Surely We revealed it on the grand night." (Surah Al-Qadar: 1). And many other verses that explain that the Quran was revealed in the month of Ramadan. That's why the month of Ramadan is dubbed as the name of the syahrul Quran (the month of the Qur'an).

2. The Full Moon of Blessings


This month is also called moon syahrul month. This is based on the prophetic tradition of Prophet Muhammad which means: "It has come to you a blessed month. This month is required to fast you guys .. "(Ahmad, An-Nasa'i, and Al-Baihaqi). And also that every worship is done in the month of Ramadan, then Allah will multiply the reward.

And in this glorious and blessed month, it is not only blessings in reaping rewards, but many other blessings. Fasting in terms of economic aspects, then Ramadan gives economic blessing for traders and others. For the poor, Ramadan brings its own blessings. In this month a Muslim is strongly encouraged and be disbanded for charity and good deeds in the month of Ramadan to them. Even obliged to pay zakat for them.

3. Lailatul Qodar Night


The glory of Ramadan one of them is with the presence of a night full of glory and blessings in one of the nights on the last night and odd in the month of Ramadan is the night lailatul qodar. In the month of Ramadan, there is a night better than a thousand months ie lailatul qadar (the night of glory). On this night that is the last 10 days in the month of Ramadan is when descending al-Qur'an al-Karem.

Allah Ta'ala says which means: "1) Surely We revealed it on the grand night. 2) And what will make you comprehend what the grand night. 3) The grand night is better than a thousand months."(Surah Al-Qadr: 1-3).

4. The month of Ramadhan Months Forgiveness of Sin (Moon of Maghfirah)


Allah Almighty provides Ramadan as a facility for the remission of sins as long as we avoid great sins. The Holy Prophet said: "The five daily prayers, Fridays to Fridays and Ramadan to Ramadan eliminate the sins among those times as long as the major sins are shunned." (Muslim).

Through the various activities of worship in the month of Ramadan, God Almighty takes away our sins. Among them is the fasting of Ramadan, as the saying of the Prophet Saw which means: "Whoever fasts Ramadan because of full faith and expect the reward of Allah SWT, then forgiven his past sins". (Bukhari and Muslim).

Similarly, performing the night prayer (tarawih, witir and tahajud) in Ramadan can erase past sins, as the Prophet Muhammad SAW means: "Whoever fasts on the Qiyam Al-Layl of Ramadan (night prayer) with the full faith and expects the reward from Allah SWT, undoubtedly forgiven his past sins. "(Bukhari dan Muslim).

5. Ramadan Door of Heaven Is Opened, And The Door Of Hell Is Closed


The blessing of glory in the month of Ramadan is that the doors of heaven are open and the doors of hell are closed and demons are bound. Thus, Allah Almighty has given the opportunity to His servants to enter Paradise with the worship and good deeds they performed during the month of Ramadan.

Given the various priorities of Ramadan mentioned above, it is unfortunate that Ramadan comes and goes away from us just like that, without any maximum effort from us to achieve it by doing various worship and charity Salih. Hopefully, this year's Ramadan will be better in terms of deeds of worship than in previous years.

5 Virtues of Ramadan That You Must Know

Ramadhan Bulan Ladang Pahala
Ramadhan Bulan Ladang Pahala. Bulan Ramadhan menjadi bulan penuh hikmah. Karena pada peristiwa tersebut Alloh membebaskan semua umat muslim, untuk memperbanyak amal sebanyak mungkin. Pahala ditingkatkan berkal-kali lipat tidak seperti hari biasanya.

Oleh sebab itu tidak salah memang jika dikatakan momen itu sebagai ladang pahala. Ajang pencucian segala macam bentuk dosa. Melalui ibadah puasa dan melaksanakan amalan-amalan sunah yang lainnya.

Diriwayatkan dalam sebuah khadist shahih : Rasululloh bertanya, ‘’sedekah manakah yang lebih utama? Dan beliau menjawab,’’sedekah pada bulan Ramadhan.” (HR TURMUDZI)

Mengutip petikan dalil di atas, maka dapat diambil pengertian bahwa bulan Ramadhan jelas sekali adalah kesempatan bagus untuk memperbanyak pahala. Dan di bawah ini hal-hal yang bisa Anda jadikan solusi, bagaimana cara meningkatakan ibadah tersebut. Akan tetapi semua tetap harus diniati karena Alloh dan bukan pamrih lain.

1. Diam


Dengan diam, tidak melakukan apa-apa bagi orang yang sedang berpuasa sudah mendapat pahala. Apalagi jika melakukan amalan baik? Namun tidak mungkin bukan dalam sehari, Anda hanya duduk berdiam diri tidak mengerjakan apa-apa. Sedikit banyak pasti mempunyai kegiatan, dan jika aktifitas itu adalah hal kebaikan. Maka pahala sudah pasti akan diterima.

2. Memperbanyak Ibadah Sunah


Ibadah sunah banyak sekali contohnya jika hendak disebutkan, kesempatan mengerjakanpun dapat disesuaikan mengikuti keseharian Anda. Misalnya saat pagi hari sebelum pergi berkerja,  meluangkan waktu membaca Al Qur’an atau mengerjakan shalat Dhuha. Di samping hati tenang juga memperlancar datanganya rejeki pada hari itu, dan meningkatkan pahala. Membaca istighfar di sela-sela kesibukan berkerja, daripada melamun memikirkan yang tidak baik. Juga bisa membuat hati lebih tentram dan damai, sebab selalu mengingat nama Alloh di hati.

3. Berkerja Dengan Penuh Tanggung Jawab


Jangan pernah berkata berkerja itu soal urusan duniawi semata. Ini adalah perkataan orang iman yang pemalas tukang mengandalkan doa. Apa mungkin doa akan terijabah begitu saja, turun dari langit tanpa berusaha? Semestinya bukan begitu. Rejeki yang didapat dari berkerja bisa digunakan untuk amal dan sodaqoh, sebab beribadahpun faktanya perlu biaya. Membeli mukena, baju bersih ke masjid, membeli Al Qur’an semua menggunakan uang. Dan momen puasa menjadi waktu yang baik untuk lebih bertanggung-jawab lagi soal pekerjaan. Mengingat hasil yang diperoleh sangat bermanfaat sekali. Misalnya membeli baju baru bagi keluarga di rumah.

4. Memberi Sedekah


Memberi sedekah sebagai perwujudan rasa kasih sayang kepada sesama, mendongkrak amal ibadah di bulan Ramadhan. Ini dapat dilakukan dengan banyak cara, misalnya dengan membeli peralatan ibadah di masjid terdekat tempat tinggal Anda seperti : sarung, mukena, sandal untuk berwudhu, Al Qur’an dan sebagainya. Atau bisa juga dengan memberikan makanan saat sahur,  takjil ketika berbuka kepada jamaah masjid atau orang-orang di sekitar.

5. Mengendalikan Sikap


Sama seperti beramal baik pahala ditingkatkan kebaikannya, berkata buruk juga demikan, dosapun dilipat-gandakan Allah. Jadi perlu ditekankan di sini bahwa mengendalikan ucapan dan perbuatan itu juga perlu dilakukan. Jangan sembarangan melontarkan kata-kata kurang menyenangkan pada teman atau saudara, atau bersikap yang menyebabkan yang lain merasa terganggu dan dirugikan.

Tak ada yang lebih penting dari keseluruhan hidup di dunia. Bila selama masIh dapat menghirup udara, menyia-nyiakan peluang yang telah diberikan Allah dalam beribadah. Ada yang lebih berguna selain mengikuti segala aturan dan perintah-Nya?

Ramadhan Bulan Ladang Pahala

Puasa Ramadhan Untuk Kesehatan Jiwa
Puasa menjadikan pribadi seseorang menjadi lebih sehat jiwa? Tentu saja bisa, jika semua dilakukan dengan niat dari hati karena Allah! Apa yang saat ini mendera akan hilang dengan sendirinya.

Masih meragukan tentang hal ini? Diihat dari sisi psikologi, ternyata banyak sekali manfaat yang dapat dipetik. Lebih jelasnya yuk simak yang berikut.

1. Istigfar Dapat Menghilangkan Rasa Marah

Marah dalam arti negatif tidak baik baik, dipandang dari sisi kesehatan dan kejiwaan. Selain itu mengakibatkan berkurangnya pahala. Membaca istighfar meredakan perasaan buruk tersebut yang datang tiba-tiba. Menghalau bujuk rayu syetan dan energi negatif dalam tubuh seseorang. Meskipun para mahkluk abstral itu telah dirantai Aloh, bukan berarti bisa terlepas begitu saja dari pengaruhnya. Mereka akan tetap kembali menghampiri, jika tidak punya kesabaran dan keimanan kuat di hati, menghadapi ujian Allah.

2. Membaca Al-Qur’an Tempat Curhat Ke Allah 

Membaca Al-Qur’an di samping menambah pahala dan ditingkatkan derajdnya nanti di akhirat, ternyata merupakan tempat paling aman dan bagus, mencurahkan perasaan hati kepada Allah. Dalam hidup adakalanya seorang hamba, mengalami kesedihan dan rasa putus-asa, saat semua yang diharapkan tidak terjadi dan mengecewakan. Mencari sarana tepat, mencurahkan segala perasaan dan pikiran adalah solusinya. Dan dengan rajin melakukan hal tersebut di bulan puasa, pahala semakin bertambah, hatipun menjadi tenang dan tentram sesudahnya.

3. Puasa Bisa Mengatasi Depresi

Apa hubungan depresi dan puasa? Tentu saja ada! Puasa tidak hanya tentang menahan rasa haus dan lapar saja. Namun secara psikolog terbukti dapat mengatasi depresi. Membuat hati jauh lebih merasa bersyukur, bila mengingat orang-orang di sekeliling tidak seberuntung dirinya. Bila memikirkan apa yang menjadi keresahan dalam pikiran, tidak sebanding dengan orang yang lebih menderita darinya. Dan puasa mengajarkan kesadaran pemahaman ini.

4. Bersedekah Membuat Jiwa Menjadi Lebih Bersyukur

Orang yang selalu bersyukur dalam hidup, pasti tingkah laku, serta aura jiwanya akan terpancar bagus bersinar. Hal tersebut  tentu berbeda dengan mereka yang selalu mengeluh, dan tidak bisa menikmati karunia Allah yang telah diberikan kepadanya. Dengan bersedekah di hari-hari puasa akan membantu mendapatkan semuanya. Melihat pancaran kebahagiaan orang yang diberi makanan, pakaian atau uang. Mengucapkan kata terima kasih, mendoakan kebaikan kepada si pemberi, bukankah sangat membahagiakan bagi si pemberi?

5. Kegembiraan Saat Menyambut Datangnya Lebaran

Hati yang gembira dan merasa puas atas sebuah perjuangan yang dicapai merupakan sesuatu yang positif bagi jiwa. Ketika merasa mampu melewati perjuangan berat, menghadapi ujian menjalankan ibadah puasa. Lebaran menjadi momen penting, untuk saling bermaaf-maafan atas kesalahan dan dosa pada sesama. Jiwa menjadi bersih kembali akibat dampak itu.

Puasa itu sarana bagus buat sesorang muslim memperbaiki kondisi kejiawaan, tempat meriah pahala sebanyak mungkin. Tidak ada yang sia-sia, bila dikerjakan dengan sungguh-sungguh, dengan niat karena Allah. Justru yang ada perasaan senang dan bahagia setelahnya.

Bisa menjadi pribadi berakhlak mulia itu yang didambakan semua orang. Terutama bagi orang-orang beriman! Seharusnya dengan melaksanakan puasa selama sebulan, ada banyak manfaat yang bisa diperoleh. Bukannya sesuatu yang buruk dan tidak berguna. Hati dan jiwa tetap kotor tidak tenang. Sebab ibadah tidak diiringi niat suci ingin mendapatkan pahala, itu percuma. Tidak mendapat surga melainkan siksa di neraka.

Puasa Ramadhan Untuk Kesehatan Jiwa

Arti Ramadhan Bagi Si Kaya
Ditakdirkan mempunyai materi lebih dari hamba lain, sebagai orang beriman tidak seharusnya merasa sombong. Suka pamer dan membanggakan diri kepada sesama. Justru hal tersebut ujian besar yang diberikan Allah kepada dirinya.

Ketika masih berada di dunia, semua yang diberikan Allah adalah titipan. Sebab besok di akhirat akan dipertanyakan, tentang tanggung jawabnya itu. Jika baik menjaganya, maka baik pulalah hisaban amalnya, begitupun sebaliknya.

Terkait dengan ini dan sehubungan bulan Ramadhan, menjadi kesempatan bagi si kaya, untuk lebih memperbanyak amal melalui hartanya. Dan berikut 5 manfaat yang bisa diambil hikmahnya. Tanpa mengurangi harta yang dimiliki, sudah menjadi kewajibannya sebagai hamba Allah yang bertakwa.

1. Mempererat Kasih Sayang Kepada Sesama

Ramadhan bukan tentang seberapa kuat menahan nafsu haus dan lapar, namun lebih menyadari kasih sayang kepada sesama. Selain juga ibadah yang memang seharusnya menjadi kesadaran hati, bahwa itu adalah kewajiban sebagai umat muslim. Memerhatikan betapa sudahnya harus menahan itu semua. Terbayang mereka sehari-hari hidup di bawah garis kemiskinan. Berjuang keras  mempertahankan kehidupan. Akan membuat si kaya menyadari pentingnya arti berkasih-sayang dan saling menghormati.

2. Membuat Hati Lebih Bersabar

Tentu kesabaran bukan perkara mudah bagi sebagian orang. Hanya orang-orang terpilihlah yang mampu melakukannya, yang memang terlahir demikian. Namun bukan berarti hamba lain tidak bisa melatih diri. Termasuk juga dengan si kaya. Menjadi pribadi yang low profil, mengikuti ajaran Rasululloh itu keharusan. Yang selalu tidak pernah sombong, pamer kepada yang kurang beruntung dalam hidup.

3. Menyadari Arti Pentingnya Beribadah

Momen Ramadhan menjadi momen paling bagus, untuk lebih memahami arti pentingnya beribadah kepada Allah swt. Karena ini hanya datang sekali dalam setahun. Area membershkan diri dari dosa dan perbuatan yang dilarang Allah. Jika si kaya memahami, maka tak ada lagi perasaan negatif dalam dirinya. Justru yang ada memanfaatkan kesempatan langka itu lebih meningkatkan ketakwaan.

4. Kesempatan Memperbanyak Amal

Melihat orang di sekeliling yang kurang beruntung dalam hidup, semakin mempertebal perasaan welas asih kepada sesama. Tidak menjadi hamba kikir yang berat hati ketika diajak berbagi. Mengetahui dan mengerti benar, bahwa sebagian yang dimiliki adalah hak orang lain. Jadi sudah semestinya mengembalikan kepada yang berhak.

5. Menghilangkan Sifat Buruk Seseorang

Menjalankan syariat agama harus sesuai dan karena Allah, ini tidak bisa ditawar oleh apa dan siapapun. Setelah dalam sebulan menahan godaan nafsu duniawi, mengingat susahnya harus meluruskan niat dan hati, demi semata-mata memperoleh pahala dari Allah. Saat hari kemenangan hari raya adalah momen lulusnya sebuah perjuangan. Semestinya pula segala tingkah laku dan sikap menjadi lebih bersih. Karena berhasil membuang yang buruk dalam hati dan pikiran.

Ramadhan bukan ajang menakutkan bagi si kaya, pada saat harus menaati perintah Allah berpuasa. Menahan diri dari rasa haus dan lapar, bagi yang selalu hidup berkecukupan, tentu ini bukan perkara mudah. Dibutuhkan tekad dan niat untuk berusaha melawan godaan syetan.

Namun semua akan menjadi kenangan yang indah, kala Ramadhan meninggalkan pergi. Menghitung amal ibadah, sudahkah maksimal dilakukan. Karena sejatinya peristiwa tersebut, bukan antara si kaya dan si miskin yang hidup susah. Akan tetapi tentang derajad manusia di hadapan Allah itu sama. Hanya amal ibadahlah yang digunakan sebagai pembeda.

Arti Ramadhan Bagi Si Kaya