Coretanzone: Sejarah

    Social Items

Sejarah Kerajaan Majapahit: Pembentukan Kerajaan Hingga Keruntuhannya
Majapahit adalah sebuah kerajaan yang berbasis di Jawa Timur, Indonesia, yang didirikan dari sekitar tahun 1293 hingga 1500 M. Kerajaan ini mencapai puncaknya menjadi kerajaan yang mengendalikan wilayah besar Nusantara pada masa pemerintahan Hayam Wuruk, yang memerintah dari tahun 1350 hingga 1389 M.

Kerajaan Majapahit adalah kerajaan Hindu-Buddha terakhir yang memerintah di kepulauan ini dan dianggap sebagai salah satu negara terbesar dalam sejarah Indonesia. Kekuasaannya membentang di Jawa, Sumatra, Semenanjung Malaya, Kalimantan, hingga Indonesia bagian timur, walaupun demikian wilayah kerajaan ini sampai saat ini masih diperdebatkan.

Penulisan sejarah


Pararaton ('Kitab Raja') dalam bahasa Kawi dan Nagarakertagama dalam bahasa Jawa Kuno. Pararaton terutama menceritakan Ken Arok (pendiri Kerajaan Singhasari) tetapi juga berisi beberapa bagian singkat tentang pembentukan Majapahit. Sementara itu, Nagarakertagama adalah puisi Jawa Kuno yang ditulis pada zaman keemasan Majapahit di bawah pemerintahan Hayam Wuruk. Selain itu, ada beberapa prasasti dalam bahasa Jawa Kuno dan catatan sejarah dari Cina dan negara lain. Keakuratan semua teks Jawa yang disebutkan ini masih dipertentangkan.

Pembentukan Majapahit


Sebelum berdirinya Majapahit, Singhasari telah menjadi kerajaan paling kuat di Jawa. Ini menjadi perhatian Kublai Khan, penguasa Dinasti Yuan di Cina. Dia mengirim seorang utusan bernama Meng Chi ke Singhasari yang menuntut upeti. Kertanagara, penguasa terakhir kerajaan Singhasari menolak untuk membayar upeti dan menghina utusan itu dengan merusak wajahnya dan memotong telinganya. Kublai Khan marah dan kemudian mengirim ekspedisi besar ke Jawa pada 1293.

Pada waktu itu, Jayakatwang, Adipati Kediri, telah menggulingkan dan membunuh Kertanegara. Atas saran Aria Wiraraja, Jayakatwang memberikan pengampunan kepada Raden Wijaya, menantu Kertanegara, yang datang untuk menyerah. Kemudian, Wiraraja mengirim utusan ke Daha, yang membawa surat berisi pernyataan itu, Raden Wijaya menyerah dan ingin melayani Jayakatwang. Tanggapan dari surat di atas disambut. Raden Wijaya kemudian diberi hutan Tarik. Dia membuka hutan dan membangun desa baru. Desa itu bernama Majapahit, yang namanya diambil dari buah maja, dan rasa "pahit" dari buah itu. Ketika pasukan Mongol tiba, Wijaya bersekutu dengan Mongol untuk melawan Jayakatwang. Setelah berhasil menggulingkan Jayakatwang, Raden Wijaya berbalik untuk menyerang sekutu Mongolnya, memaksa mereka untuk mengambil pasukan mereka kembali dengan hiruk-pikuk karena mereka berada di tanah asing.

Itu juga merupakan kesempatan terakhir mereka untuk menangkap angin musim untuk pulang, atau mereka harus menunggu enam bulan lagi di pulau asing.

Tanggal pasti yang digunakan sebagai tanggal kelahiran kerajaan Majapahit adalah hari penobatan Raden Wijaya sebagai raja, yaitu tanggal 15 Kartika pada tahun 1215 Saka yang bertepatan dengan 10 November 1293. Ia dinamai dengan nama resmi Kertarajasa Jayawardhana. Pada saat berdirinya, kerajaan ini menghadapi masalah. Beberapa orang yang dipercaya Kertarajasa, termasuk Ranggalawe, Sora, dan Nambi memberontak melawannya, meskipun pemberontakan itu tidak berhasil. Pemberontakan Ranggalawe didukung oleh Panji Mahajaya, Ra Arya Sidi, Ra Jaran Waha, Ra Lintang, Ra Tosan, Ra Gelatik, dan Ra Tati. Semua ini disebutkan dalam Pararaton. Slamet Muljana menduga bahwa Mahapatih Halayudha yang berkonspirasi untuk menggulingkan semua orang yang dipercaya raja, sehingga ia dapat mencapai posisi tertinggi dalam pemerintahan. Tetapi setelah kematian pemberontak terakhir (Kuti), Halayudha ditangkap dan dipenjara, dan kemudian dijatuhi hukuman mati. Wijaya wafat pada tahun 1309.

Putra dan penerus Wijaya adalah Jayanegara. Pararaton menyebutnya Kala Gemet, yang berarti "penjahat lemah". Kira-kira pada suatu masa pemerintahan Jayanegara, seorang pendeta Italia, Odorico da Pordenone mengunjungi istana Majapahit di Jawa. Pada tahun 1328, Jayanegara dibunuh oleh dokternya, Tanca. Ibu tirinya, Gayatri Rajapatni, seharusnya menggantikannya, tetapi Rajapatni memilih untuk mengundurkan diri dari istana dan menjadi biarawati. Rajapatni menunjuk putrinya Tribhuwana Wijayatunggadewi untuk menjadi ratu Majapahit. Pada 1336, Tribhuwana mengangkat Gajah Mada sebagai Mahapatih, pada saat pelantikannya, Gajah Mada mengambil Sumpah Palapa yang menunjukkan rencananya untuk memperluas kekuasaan Majapahit dan membangun monarki. Selama pemerintahan Tribhuwana, kerajaan Majapahit berkembang menjadi kepulauan yang lebih besar dan lebih terkenal. Tribhuwana memerintah Majapahit sampai kematian ibunya pada tahun 1350. Ia diteruskan oleh putranya, Hayam Wuruk.

Kemuliaan Majapahit


Sejarah Kerajaan Majapahit: Pembentukan Kerajaan Hingga Keruntuhannya

Hayam Wuruk, juga disebut Rajasanagara, memerintah Majapahit dari tahun 1350 hingga 1389. Pada masanya, Majapahit mencapai puncaknya dengan bantuan mahapati, Gajah Mada. Di bawah perintah Gajah Mada (1313-1364), Majapahit menguasai lebih banyak wilayah.

Wilayah Majapahit meliputi Sumatra, Semenanjung Melayu, Kalimantan, Sulawesi, kepulauan Nusa Tenggara, Maluku, Papua, Tumasik (Singapura), dan sebagian kepulauan Filipina. Sumber ini menunjukkan batas terluas serta puncak kemuliaan Kekaisaran Majapahit.

Namun, batas-batas alam dan ekonomi menunjukkan bahwa wilayah kekuasaan ini tampaknya tidak berada di bawah kekuasaan terpusat Majapahit, tetapi dihubungkan satu sama lain melalui perdagangan yang mungkin merupakan monopoli oleh raja. Majapahit juga memiliki hubungan dengan Campa, Kamboja, Siam, Burma selatan dan Vietnam, dan bahkan mengirim duta besarnya ke Cina.

Selain melancarkan serangan militer dan ekspedisi, Majapahit juga menggunakan diplomasi dan membentuk persekutuan. Mungkin karena alasan politik, Hayam Wuruk ingin menikahi Citraresmi (Pitaloka), putri Kerajaan Sunda sebagai ratu. Orang Sunda menganggap lamaran ini sebagai perjanjian persekutuan. Pada tahun 1357, rombongan raja Sunda bersama keluarga dan pengawalnya berangkat ke Majapahit untuk mengantarkan sang putri untuk dinikahkan dengan Hayam Wuruk. Namun, Gajah Mada melihat ini sebagai kesempatan untuk memaksa kerajaan Sunda menyerah di bawah Majapahit. Pertarungan antara keluarga kerajaan Sunda dan tentara Majapahit di ladang Bubat tidak terhindarkan. Meskipun dengan berani memberi perlawanan, keluarga kerajaan Sunda kewalahan dan akhirnya dikalahkan. Hampir seluruh kelompok keluarga kerajaan Sunda dapat dihancurkan dengan kejam. Tradisi mengatakan bahwa putri yang kecewa, dengan hati yang hancur melakukan "bela pati", bunuh diri untuk membela kehormatan negara.

Kisah Pasunda Bubat menjadi tema utama dalam naskah Kidung Sunda yang disusun pada zaman kemudian di Bali. Kisah ini disinggung di Pararaton tetapi tidak disebutkan sama sekali di Nagarakretagama.

Budaya istana yang bernilai, elegan, dan canggih, dengan selera seni dan sastra yang bagus dan tinggi, serta sistem ritual keagamaan yang rumit. Sang penyair menggambarkan Majapahit sebagai pusat dari mandala raksasa yang membentang dari Sumatra ke Papua, termasuk Semenanjung Melayu dan Maluku. Tradisi lokal di berbagai daerah di nusantara masih merekam cerita legenda tentang kekuatan Majapahit. Administrasi pemerintahan langsung oleh kerajaan Majapahit hanya mencakup wilayah Jawa Timur dan Bali, di luar daerah itu hanya semacam pemerintahan otonom yang luas, pembayaran upeti berkala, dan pengakuan kedaulatan Majapahit atas mereka. Namun, setiap pemberontakan atau tantangan terhadap perlawanan Majapahit terhadap daerah tersebut dapat mengundang reaksi keras.

Pada tahun 1377, beberapa tahun setelah kematian Gajah Mada, Majapahit melancarkan serangan angkatan laut untuk memadamkan pemberontakan di Palembang.

Meskipun penguasa Majapahit memperluas kekuasaan mereka ke berbagai pulau dan kadang-kadang menyerang kerajaan tetangga, perhatian utama Majapahit tampaknya adalah untuk mendapatkan porsi terbesar dan kontrol perdagangan di Nusantara. Pada saat itulah para pedagang Muslim dan penyebar Islam mulai memasuki daerah ini.

Keruntuhan Majapahit


Setelah mencapai puncaknya pada abad ke-14, kekuatan Majapahit secara bertahap melemah. Setelah kematian Hayam Wuruk pada tahun 1389, Majapahit memasuki periode kemunduran karena konflik atas takhta. Ahli waris Wuruk adalah putri mahkota Kusumawardhani, yang menikahi sepupunya sendiri, pangeran Wikramawardhana. Hayam Wuruk juga memiliki seorang putra dari selirnya Wirabhumi yang juga mengklaim haknya atas takhta. Perang saudara yang disebut Perang Paregreg diperkirakan terjadi pada 1405-1406, antara Wirabhumi dan Wikramawardhana. Perang ini akhirnya dimenangkan oleh Wikramawardhana, sementara Wirabhumi ditangkap dan kemudian dipenggal. Tampaknya perang saudara ini melemahkan kendali Majapahit atas wilayah-wilayah yang ditaklukkan di sisi lain.

Selama pemerintahan Wikramawardhana, serangkaian ekspedisi laut Dinasti Ming yang dipimpin oleh Laksamana Cheng Ho, seorang jenderal Muslim Cina, tiba di Jawa beberapa kali antara 1405 dan 1433. Sejak 1430 ekspedisi Cheng Ho ini telah menciptakan komunitas Muslim Cina dan Arab di beberapa kota pelabuhan di pantai utara Jawa, seperti di Semarang, Demak, Tuban dan Ampel; kemudian Islam mulai memiliki pijakan di pantai utara Jawa.

Wikramawardhana memerintah hingga tahun 1426, dan dilanjutkan oleh putrinya, Ratu Suhita, yang memerintah dari tahun 1426 hingga 1447. Ia adalah putri kedua selir Wikramawardhana dari seorang selir yang juga putri kedua Wirabhumi. Pada 1447, Suhita meninggal dan pemerintah dilanjutkan oleh Kertawijaya, adik laki-lakinya.

Ia memerintah hingga 1451. Setelah Kertawijaya meninggal, Bhre Pamotan menjadi raja dengan gelar Rajasawardhana dan memerintah di Kahuripan. Dia meninggal pada tahun 1453 Masehi. Ada jeda tiga tahun tanpa raja karena krisis warisan. Girisawardhana, putra Kertawijaya, naik takhta pada tahun 1456. Dia kemudian meninggal pada tahun 1466 dan digantikan oleh Singhawikramawardhana. Pada 1468 sang pangeran Kertabhumi memberontak terhadap Singhawikramawardhana dan mengangkat dirinya sendiri sebagai raja Majapahit.

Ketika Majapahit didirikan, pedagang Muslim dan penyebar agama sudah mulai memasuki nusantara. Pada akhir abad ke-14 dan awal abad ke-15, pengaruh Majapahit di seluruh nusantara mulai berkurang. Pada saat yang sama, kerajaan perdagangan Islam baru yang didasarkan pada Kesultanan Malaka mulai muncul di bagian barat nusantara [23]. Di bagian barat kekaisaran yang mulai runtuh, Majapahit tidak bisa lagi menahan kebangkitan Kesultanan Malaka yang pada pertengahan abad ke-15 mulai menguasai Selat Malaka dan menyebarkan kekuatannya ke Sumatra. Sementara itu, sejumlah koloni dan menaklukkan daerah Majapahit di daerah lain di nusantara, satu demi satu mulai melepaskan diri dari kekuasaan Majapahit.

Budaya


Nagarakretagama menyebutkan budaya istana yang anggun dan elegan, dengan cita rasa seni dan sastra yang halus, dan sistem ritual keagamaan yang rumit. Acara utama dalam kalender administrasi negara diadakan setiap hari pertama Caitra (Maret-April) ketika semua delegasi dari semua wilayah taklukan Majapahit datang ke istana untuk membayar upeti atau pajak. Wilayah Majapahit secara sederhana dibagi menjadi tiga jenis: istana termasuk ibu kota dan daerah sekitarnya; daerah di Jawa Timur dan Bali yang dikepalai langsung oleh pejabat yang ditunjuk langsung oleh raja; dan menaklukkan wilayah di kepulauan yang menikmati otonomi luas.

Ibukota Majapahit di Trowulan adalah kota besar dan terkenal dengan perayaan keagamaannya yang besar yang diadakan setiap tahun. Agama Buddha, Siwa, dan Vaishnava (pemuja Wisnu) dipeluk oleh penduduk Majapahit, dan raja dianggap sebagai inkarnasi Buddha, Siwa, dan Wisnu. Nagarakertagama tidak menyebut Islam sama sekali, tetapi sangat mungkin bahwa ada beberapa pegawai atau pelayan istana Muslim pada waktu itu.

Meskipun batu bata telah digunakan di kuil-kuil di masa sebelumnya, arsitek Majapahit adalah yang paling ahli dalam menggunakannya. Kuil-kuil Majapahit berkualitas baik secara geometris menggunakan getah anggur dan gula merah sebagai perekat bata. Contoh candi Majapahit yang masih dapat ditemukan sampai sekarang adalah Candi Tikus dan Gerbang Bajang Ratu di Trowulan, Mojokerto.

Raja (Jawa) memiliki bawahan tujuh raja yang bermahkota. [Dan] pulau ini padat penduduk, itu adalah pulau terbaik kedua yang pernah ada. Raja pulau ini memiliki istana yang menakjubkan. Karena sangat besar, tangga dan interior ruangan dilapisi emas dan perak, bahkan atapnya dilapisi emas. Khan Besar Cina beberapa kali berperang dengan raja ini; tetapi selalu gagal dan raja ini selalu berhasil mengalahkannya.

Ekonomi


Majapahit adalah negara agraris dan juga negara dagang. Pajak dan denda dibayar tunai. Ekonomi Jawa telah akrab dengan mata uang sejak abad ke-8 selama kerajaan Medang yang menggunakan koin emas dan perak. Sekitar tahun 1300, pada masa pemerintahan raja pertama Majapahit, terjadi perubahan moneter penting: koin domestik diganti dengan koin "kepeng", yaitu koin tembaga yang diimpor dari Cina. Prasasti Canggu yang berasal dari 1358 menyebutkan 78 penyeberangan dalam bentuk kapal penyeberangan di negara itu (mandala Jawa). Prasasti-prasasti dari zaman Majapahit menyebutkan berbagai pekerjaan dan spesialisasi karier, mulai dari pengrajin emas dan perak, hingga penjual minuman, dan tukang daging. Meskipun banyak dari pekerjaan ini telah ada sejak zaman sebelumnya, proporsi penduduk yang mencari penghasilan dan mencari di luar pertanian meningkat di era Majapahit.

Mata uang dibuat dari campuran perak, timah putih, timah hitam, dan tembaga. Selain itu, catatan Odorico da Pordenone, seorang biarawan Katolik Roma dari Italia yang mengunjungi Jawa pada tahun 1321, menyatakan bahwa istana kerajaan Jawa dipenuhi dengan emas, perak, dan perhiasan.

Kemakmuran Majapahit diduga karena dua faktor. Faktor pertama; lembah sungai Brantas dan Bengawan Solo di dataran rendah Jawa Timur bagian utara sangat cocok untuk pertanian padi. Selama masa kejayaannya, Majapahit membangun berbagai infrastruktur irigasi, sebagian dengan dukungan pemerintah. Faktor kedua; Pelabuhan Majapahit di pantai utara Jawa cenderung memainkan peran penting sebagai basis pelabuhan untuk mendapatkan komoditas rempah-rempah Maluku. Pajak yang dikenakan pada komoditas rempah-rempah yang melewati Jawa adalah sumber pendapatan penting bagi Majapahit.

Nagarakretagama mengatakan bahwa ketenaran penguasa Wilwatikta telah menarik banyak pedagang asing, termasuk pedagang dari India, Khmer, Siam, dan Cina. Pajak khusus dikenakan pada orang asing terutama mereka yang tinggal secara semi-permanen di Jawa dan bekerja di luar perdagangan internasional. Majapahit memiliki pejabat sendiri untuk berurusan dengan pedagang dari India dan Cina yang menetap di ibukota kerajaan dan berbagai tempat lain di wilayah Majapahit di Jawa.

Politik


Kesultanan Islam Demak, Pajang, dan Mataram berusaha mendapatkan legitimasi atas kekuasaan mereka melalui hubungan dengan Majapahit. Demak mengungkapkan keabsahan keturunannya melalui Kertabhumi; pendirinya, Raden Patah, menurut kronik istana Demak dinyatakan sebagai putra Kertabhumi dan seorang Putri Cina, yang dikirim keluar dari istana sebelum ia melahirkan. Penaklukan Mataram atas Wirasaba pada tahun 1615 yang dipimpin langsung oleh Sultan Agung sendiri memiliki arti penting karena itu adalah lokasi ibu kota Majapahit. Istana Jawa Tengah memiliki tradisi dan silsilah yang berupaya membuktikan hubungan raja-raja mereka dengan keluarga kerajaan Majapahit - seringkali dalam bentuk makam leluhur, yang di Jawa merupakan bukti penting - dan legitimasi diasumsikan meningkat melalui hubungan ini. Bali khususnya mendapat pengaruh besar dari Majapahit, dan orang Bali menganggap diri mereka penerus sejati budaya Majapahit.

Penggerak nasionalisme Indonesia modern, termasuk mereka yang terlibat dalam Gerakan Kebangkitan Nasional di awal abad ke-20, merujuk ke Majapahit, selain Sriwijaya, sebagai contoh cemerlang dari masa lalu Indonesia. Majapahit kadang-kadang digunakan sebagai referensi untuk batas-batas politik Republik Indonesia saat ini. Dalam propaganda yang dilakukan pada tahun 1920-an, Partai Komunis Indonesia menyampaikan visinya tentang masyarakat tanpa kelas sebagai reinkarnasi dari Majapahit yang diromantisir. Seperti Majapahit, negara modern Indonesia mencakup wilayah yang luas dan secara politis berpusat di pulau Jawa. (Dikutip dari berbagai sumber).

Sejarah Kerajaan Majapahit: Pembentukan Kerajaan Hingga Keruntuhannya

Kehebatan Dokter Muslim Abad Pertengahan dalam Menyembuhkan Penyakit Jiwa
Orang Yunani Kuno mendefinisikan gangguan mental sebagai "dirasuki dan dihukum oleh para Dewa karena kesalahan dan hanya bisa disembuhkan dengan doa". Dokter dan filsuf Yunani menulis teori mereka tentang perawatan beberapa gangguan mental tanpa suatu studi ilmiah dan berlatih. Dalam masyarakat Yahudi-Kristen, penyakit mental sering dipandang sebagai "hukuman ilahi" dan "hadiah ilahi". Beberapa gangguan mental terkenal di Mesopotamia Kuno, Mesir Kuno, Persia, India, dan Cina. Dengan munculnya Islam, sebuah revolusi muncul di semua bidang ilmiah, termasuk psikologi, yang nantinya akan sangat mempengaruhi perkembangan psikologi modern Barat.

Dokter Muslim tertarik pada semua cabang kedokteran, termasuk psikologi. Pada fase awal kedokteran Islam, psikologi dimasukkan dalam kedokteran umum. Setelah itu, para dokter Muslim mengklasifikasikannya sebagai cabang terpisah dalam kedokteran. Sejak saat itu mereka menyebutnya dengan nama "‘ilaadj an-nafs"(pengobatan jiwa) atau "tib al-qalb"(penyembuhan hati atau pengobatan mental).

Dokter Muslim menulis tentang banyak penyakit mental seperti kecemasan, depresi, melankolia, epilepsi, skizofrenia, paranoia, pelupa, delusi penganiayaan, dan gangguan obsesif-kompulsif dan penyakit mental lainnya. Mereka adalah orang-orang pertama yang menambahkan 'gangguan psikosomatik' ke kosakata sejarah psikologi. Mereka juga percaya bahwa penyakit mental disebabkan oleh ketidakseimbangan kimiawi yang mempengaruhi otak.

Dalam Islam abad pertengahan, seseorang dengan penyakit mental disebut "madjnun" (bodoh). Dia tidak dianggap sebagai persona non-grata, orang buangan atau kambing hitam. Menurut kepercayaan Islam, seorang Muslim harus baik terhadap mereka dan memperlakukan mereka dengan baik.

Kehebatan Dokter Muslim Abad Pertengahan dalam Menyembuhkan Penyakit Jiwa

Banyak rumah sakit didirikan pada era awal Islam. Gagasan ini diambil dari masa Nabi Muhammad saw., di mana rumah sakit pertama berada di Masjid Nabawi - Madinah. Rumah sakit Islam pertama dibangun pada abad ke-9, pada masa pemerintahan khalifah Abbasiyah Harun ar-Rashid di Baghdad. Orang-orang Muslim menyebutnya sebagai "Bimaristan", sebuah kosa kata yang berasal dari Persia yang artinya "rumah atau tempat bagi orang sakit sakit yang disambut dan dirawat oleh ahli syarat". Di tempat ini orang dengan gangguan mental juga mendapatkan pelayanan pengobatan.

Dokter dan perawat memiliki tugas untuk merawat semua pasien, tanpa memandang agama, ras, kewarganegaraan atau jenis kelamin mereka. Bimaristan diperuntukan bagi semua pasien sampai mereka pulih sepenuhnya. Setiap Bimaristan memiliki taman, air mancur, ruang belajar, perpustakaan, dapur, apotek, dan ruang sholat untuk umat Islam dan ruang ibadah bagi non-Muslim. Materi rekreasi dan musisi dipilih untuk menciptakan kebahagiaan. Pria dan wanita dibawa ke tempat terpisah, tetapi sama-sama dilengkapi bangsal dan didampingi oleh dokter, perawat dan staf dari jenis kelamin yang sama. Bangsal yang terpisah selanjutnya dibagi menjadi beberapa bagian sesuai dengan penyakitnya, seperti penyakit menular, penyakit tidak menular, penyakit mata, obat-obatan, operasi dan penyakit mental (diisolasi oleh jeruji besi). Bimaristan juga berfungsi sebagai pusat pertukaran medis dan sebagai sekolah kedokteran untuk mendidik dan melatih siswa. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, ujian lisensi diperlukan dan hanya dokter yang memenuhi syarat yang diizinkan untuk melakukan pengobatan. Tidak hanya untuk perawatan fisik, tetapi juga untuk perawatan mental.

Psikologi dalam Islam pada Abad Pertengahan, menjadi cabang ilmu kedokteran yang terpisah. Rumah sakit jiwa pertama didirikan di Baghdad, Aleppo, Cordoba, Fez, Kairouan, Kairo, dan Istanbul. Pelancong Barat yang mengunjungi dunia Muslim pada abad ke-12 menggambarkan metode terapi yang digunakan psikolog Muslim, suasana santai dan bagaimana kaum Muslim memperlakukan pasien mereka di pusat-pusat terapi. Pusat-pusat ini dilengkapi dengan semua sarana yang diperlukan untuk menyediakan metode perawatan yang diperlukan dan fasilitas tambahan untuk menyelesaikan proses perawatan. Dokter Muslim menggunakan berbagai metode perawatan, seperti bentuk klasik psikoterapi, pijat, pengobatan melalui obat-obatan yang berasal dari tanaman, perhatian, terapi perilaku kognitif, terapi Al-Quran, terapi musik, puisi, terapi okupasi, terapi mandi, aromaterapi, menari, teater, pendongengan, bermain olahraga dan metode pengobatan diet.

Setiap pasien dirawat oleh 2 orang perawat. Pasien dengan insomnia, misalnya, ditempatkan di kamar khusus dan ditemani oleh pendongeng profesional untuk membantu mereka tertidur dengan tenang.

Selama pemerintahan Seljuk, dan Ottoman, banyak tempat untuk menyembuhkan penyakit jiwa yang dibangun di sekitar masjid. Mereka menyebutnya "Takaya", yang berlangsung selama berabad-abad dan sangat mirip dengan pusat kesehatan mental yang baru didirikan di Amerika.

Kehebatan Dokter Muslim Abad Pertengahan dalam Menyembuhkan Penyakit Jiwa

Bagaimana Pengaruh Gaya Arsitektur dan Teknologi Bangsa Islam Moor di Spanyol Pada Masyarakat Saat ini?
Pada tahun 1492, Muslim Moor yang memegang bagian dari Spanyol selama hampir 800 tahun diusir setelah kalah dari Pertempuran Granada oleh pasukan Monarch Katolik. Itu adalah akhir era bagi bangsa Moor yang telah menemukan Selat Gibraltar dan membawa tidak hanya budaya dan agama mereka, tetapi juga pengetahuan mereka. Di bawah pemerintahan Moor, kemajuan dibuat dalam sains dan matematika, serta geografi dan filsafat. Dampak bangsa Moor terhadap Spanyol masih dapat dilihat sampai hari ini. Dari arsitektur, bahasa, dan bahkan pertanian, bangsa Moor membentuk bagian penting dari sejarah Spanyol.

Arsitektur


Jika anda telah menonton Game of Thrones baru-baru ini, anda mungkin telah melihat adegan yang diambil di Taman Air Dorne, yang dikenal di dunia ini sebagai Alcazar de Seville. Istana indah yang dibangun oleh raja-raja Moor, dengan lengkungan tinggi, desain geometris yang rumit, dan halaman tersembunyi, adalah salah satu contoh terbesar dari arsitektur Islam. Gaya arsitektur yang sama juga dapat dilihat di istana Alhambra, juga dikenal sebagai Qalat Al-Hamra, serta Mezquita de Córdoba (Masjid Agung Córdoba), yang untuk sementara waktu merupakan tempat ibadah bersama bagi umat Kristen dan Muslim.

Dari arsitektur ke bahasa, dan bahkan pertanian, bangsa Moor membentuk bagian penting dari sejarah Spanyol

Selama periode budaya bersama, bahasa Arab orang Moor menjadi terjalin dengan Spanyol sedemikian rupa sehingga dampaknya masih dapat didengar sampai hari ini. "Ojalá" (semoga) dalam bahasa Spanyol berasal dari "Insya Allah" dalam bahasa Arab. Kesamaan juga dapat didengar dalam kata-kata seperti arroz, azúcar, dan almohada. Pengaruh bahasa Arab pada bahasa Spanyol tidak terbatas pada kata-kata sehari-hari. Hal ini dapat didengar dalam pengucapan huruf "h" di daerah-daerah tertentu di Spanyol dan nama-nama landmark utama, seperti Costa del Azahar.

Teknologi


Muslim Moor dapat menyampaikan pengetahuan yang mereka peroleh dari Cina, India, dan wilayah lain di dunia yang mereka temui melalui perdagangan. Teknologi baru diperkenalkan, seperti sistem angka Arab, kertas dari Cina, astrolab, dan sistem irigasi mereka, yang membantu dalam menanam tanaman di Spanyol yang sebelumnya tidak dapat tumbuh. Metode pertanian dan sistem irigasi mereka, yang didirikan karena tinggal di padang pasir Afrika Utara, dapat membantu pertanian Spanyol untuk berkembang. Moor juga dapat memperkenalkan tanaman baru seperti jeruk dan tebu ke wilayah tersebut. Sejak itu, Spanyol telah menjadi salah satu penghasil buah jeruk terbesar.

Bagaimana Pengaruh Gaya Arsitektur dan Teknologi Bangsa Islam Moor di Spanyol Pada Masyarakat Saat ini?

Penemuan Benua Australia dan Pembentukan Koloni-koloni di Australia
Australia merupakan salah satu negara benua yang lokasinya pada  35°15′ LS 149°28′ BT. Ibu kita negara ini adalah Canberra, namun bukan merupaka kota terbesar. Kota terbesar negara ini adalah Sydney. Bahasa resmi yang digunakan negara ini adalah bahasa Inggris kaerna Australia merupakan salah satu negara yang masuk dalam persemakmuran Inggris. Sistem pemerintahan australia masih menyatu dengan kerajaan Inggris, olehnya itu Ratu merupakan simbol pemerintahan dan untuk mewakilinya maka, dibentuk Gubernu Jenderal. Negara ini berbentuk monarki konstitusional.

Sejarah awal australia dimulai ketika terjadi migrasu manusia pertama dari utara ke australia, kira-kira pada 40.000-50.000 tahun yang telah lampau. Masa ini disebut sebagai masa prasejarah australia. Sedangkan sejarah tertulis pertama Australia dimulai ketika orang-orang Eropa pertama kali melihat negara ini. Dan kemudia dibagi lagi menjadi dua periode: sebelum dan sesudah dia menjadi dominion dari Kekaisaran Britania pada 1901.

Untuk lebih jelasnya lagi tentang penemuan benua australia dan pembentukan koloni-koloninya maka, berikut ini penjelasannya.

Penemuan Benua Australia


Masyarakat asli Australia (aborigines atau aboriginal) mempunyai beberapa ciri fisik yang berlainan dengan beberapa ciri fisik empat ras utama yang lain, sehingga Elkin mengelompokkan masyarakat asli Australia pada kelompok khusus yang dimaksud Australoid. Diduga mereka masuk benua Australia pada 40.000 tahun yang lalu dari arah utara. Mereka berkembang dengan begitu lamban hingga mereka masih tetap hidup dalam jaman batu dengan corak kehidupan food gathering saat rombongan kolonis pertama dari Inggris datang di Australia.

Dalam pertemuan antara kebudayaan masyarakat asli dengan kebudayaan pendatang baru itu, kebudayaan masyarakat asli pada akhirnya tersisihkan, sehingga kebudayaan pendatang baru yang pada akhirnya menguasai. Kebudayaan yang berkembang di Australia selanjutnya ialah kebudayaan yang berakar pada kebudayaan Eropa meskipun dengan fisik Australia terdapat jauh dari Eropa. Sejarah Australia dalam semua aspeknya adalah sejarah bangsa yang dengan sosio budaya yang berasal dari Eropa.

Sementara masyarakat asli telah mendiami Australia beberapa puluh ribu tahun, untuk beberapa orang di Eropa eksistensi benua itu masih juga dalam skala spekulasi (asumsi). Beberapa orang Eropa masih tetap tidak sama pendapat mengenai terdapatnya antipodes. Beberapa pakar geografi dari jaman klasik sejak mulai permulaan abad masehi sudah menduga terdapatnya daratan selatan yang dimaksud Terra Australia Incognita. Pandangan ini ditentang oleh beberapa pakar agama yang juga sekaligus pakar geografi pada eranya. Kelompok yang paling akhir ini berasumsi jika dunia berupa rata seperti tikar, hingga mereka memandang jika opini yang membetulkan terdapatnya antipodes ialah opini yang salah. Saat Jaman Pertengahan opini yang paling akhir berikut yang menang, akan tetapi sesudah jaman itu selesai orang mulai berpikir kembali mengenai Terra Australia Incognita.

Pergantian politik yang berlangsung di pantai timur Laut Tengah menggerakkan beberapa orang Portugis serta Spanyol berupaya mencari jalan laut ke Dunia Timur. Mulailah masa penelusuran samudra yang melahirkan masa baru dalam riwayat bangsa-bangsa di Eropa, yakni masa penemuan beberapa daerah baru, yang dipelopori oleh Bangsa Portugis serta Spanyol. Kesuksesan Bangsa Portugis serta Spanyol menemukan jalan laut ke Dunia Timur, membuka jalan buat penemuan Benua Australia oleh beberapa orang Eropa. Akan tetapi, sejauh yang bisa diketahui Bangsa Portugis ataupun Spanyol gagal temukan Benua Australia.

Reformasi dalam segala bidang akibatnya memaksa Belanda mencari jalan sendiri ke Indonesia. Kesuksesan Belanda dalam membangun pos-posnya di Indonesia begitu memungkinkan penemuan Benua Australia, baik dengan tidak terencana ataupun sebagai hasil penyelidikan. Semenjak tahun 1606, saat pelaut Belanda untuk kali pertama mendapatkan daratan Australia, sampai tahun 1644, yakni kala berakhirnya ekspedisi Tasman yang ke-2, beberapa orang Belanda sudah sukses temukan serta memetakan sejumlah besar pantai Australia, yakni pantai utara, barat, serta 1/2 pantai selatan. Sebelumnya mereka menyebutkan daratan itu Het Land van de Eendracht, akan tetapi sesudah pelayaran tasman mereka mengatakan New Holland. Disaksikan dari sisi keuntungan materiil sebagai arah semua pekerjaan Belanda di Indonesia, New Holland tidak menarik buat Belanda. Mereka tidak mengklaim apalagi menempati daratan itu.

Pelaut Inggris yang pertama sampai dan melihat di Australia ialah William Dampier, lokasi yang didatangi Dampier sama juga dengan yang didatangi oleh pelaut-pelaut Belanda, sehingga tidak menghasilkan dampak baru buat benua itu. Penemuan Inggris yang sangat bermakna buat benua itu ialah penemuan James Cook atas pantai timur Australia pada tahun 1770. Berlainan dengan kesan-kesan Belanda, Cook melihat daratan yang ditemukannya itu memberi keinginan kehidupan yang cerah, hingga dia mengaku daratan itu berubah menjadi milik Inggris, serta dinamakan New South Wales. Laporan-laporan Cook, Joseph Banks, Solander, serta James Maria Matra, menghidupkan kemauan pemerintah Inggris untuk mendudukinya. Dengan begitu Cook dilihat menjadi penemu Australia yang sebetulnya, sebab penemuannya itu yang merubah perjalanan riwayat Australia sampai menggapai bentuk yang saat ini menuju masa depan yang akan datang.

Pembentukan Koloni Inggris di New South Wales


Keputusan pemerintah Inggris membuka koloni di New South Wales lahir ditengah-tengah aktivitas pemerintah menangani beberapa masalah karena kemiskinan, pengangguran, serta kejahatan yang diperhebat oleh ekses Revolusi Industri. Revolusi Amerika yang pada hakekatnya adalah momen politik dalam kehidupan pemerintahan Inggris pada saat itu, turut meningkatkan beban yang perlu dihadapi pemerintah Inggris di sektor sosial, terlebih terkait dengan American loyalists.

Dengan tradisional orang menjelaskan jika motif penting yang menggerakkan pemerintah Inggris memutuskan itu ialah keperluan tempat pembuangan terpidana yang tidak disenangi di Inggris. Dalam penelaahan selanjutnya, beberapa sejarawan mengajukan argumentasi bahwa mendapatkan tempat pembuangan bukan salah satu motif kuat. Ditemukan motif lainnya yang tidak kalah pentingnya seperti “naval supply and maritime base theory” yang dihubungkan dengan “Swing to the East” serta penambahan pelayaran serta perdagangan Inggris dengan Cina.

Sejak dari awal berdirinya koloni di New South Wales sampai tahun 1809, koloni itu di pimpin oleh gubernur yang berasal dari Angakatan laut, serta semenjak tahun 1790 untuk mengawasi keamanan koloni itu dibuat pasukan khusus yang disebut New South Wales Corps. Gubernur pertama Arthur Phillip, berupaya sekuat tenaga jadikan koloni itu “selfhelp”. Pengalamannya memberi landasan baginya buat berkesimpulan bahwa untuk membuat koloni itu dapat berdiri dengan sendiri jumlah free settler harus ditingkatkan di koloni itu, karena tenaga kerja terpidana termasuk tenaga kerja yang tidak produktif.

Masa Letnan Gubernur setelah Arthur Philip (1792-1795), memberikan kesempatan pada beberapa perwira Corps melakukan kegiatan-kegiatan yang hanya menguntungkan kelompoknya. Untuk memperoleh uang dalam jumlah yang semakin besar, mereka memonopoli perdagangan yang mulai berkembang di koloni itu. Perdagangan yang sangat menguntungkan mereka ialah perdagangan rum. Tiap-tiap usaha yang dia anggap merugikan mereka tetap ditentang, sekalipun datang dari gubernur koloni itu. Mengakibatkan beberapa perwira pedagang itu berselisih dengan tiga gubernur dengan beruntun. Hunter didakwa tidak pantas menjadi gubernur, sementara King pun dihina. Puncak perselisihan itu berlangsung sewaktu saat pemerintahan gubernur William Bligh. Aksi keras yang dijalankan Bligh melahirkan reaksi yang malah menjatuhkannya. Bligh tidak saja dijatuhkan, tapi dimasukkan ke penjara. Peristiwa ini populer dengan nama Rum Rebellion. Pemberontakan ini ternyata adalah awal proses berakhirnya pengaruh serta kekuasaan beberapa perwira Corps itu.

Dibawah pemerintahan Lachian Macquarie, seseorang perwira dari Angkatan Darat Inggris, dilaksanakan konsolidasi yang sukses meningkatkan koloni itu sampai kemajuan pesat. Pengetahuan mengenai garis besar pantai Australia banyak diraih pada saat sebelum Macquarie, khususnya atas jasa pelaut-pelaut ulung seperti George Bass serta Matthew Flinders. Akan tetapi, pengetahuan tentang pedalaman Australia baru bisa semakin bertambah sesudah pada tahun 1813 Great Dividing Range atau The Blue Mountains dapat ditembus oleh Gregory Blaxland, Lawson, serta Wenworth. Eksplorasi pedalaman yang sukses itu, menempatkan jalan buat kemungkinan pelebaran koloni itu selanjutnya bahkan juga membuka jalan untuk terwujudnya Australia seperti saat ini.

Pembentukan Koloni-koloni Lain di Australis


1. Queensland


Untuk pertama kali Queensland dihuni oleh masyarakat kulit putih pada tahun 1824. Ditemukannya pemukiman yang baik di Queensland sebagian besar merupakan jasa para penjelajah (explorer). John Oxley misalnya menyelidiki daerah Moreton Bay, tempat pemukiman pertama di Queensland. Pada tahun 1827 pemukiman baru di Darling Downs dibuka lagi oleh Allan Cunningham.

Pada mulanya pemukiman di Queensland tumbuh dan berkembang sebagai bagian dari New South Wales. Setelah mengalami kemajuan-kemajuan, Queensland akhirnya merasa tidak puas lagi di bawah New South Wales. Rakyat di Queensland menginginkan agar Queensland dipisahkan dari New South Wales. Keinginan mereka ini dikabulkan oleh pemerintahan Inggris pada tahun 1859.

Kondisi dan kekayaan alam Queensland sangat membantu kemajuan Queensland. Letak negerinya yang sebagian berada di daerah tropis, memungkinkan Tasmania mengusahakan perkebunan kapas yang pernah sangat menguntungkan negeri itu, dan juga perkebunan tebu. Dalam mengusahakan perkebunan tebu ini Queensland memerlukan tenaga buruh yang tidak terlalu mahal. Akibantnya terjadilah apa yang disebut “Kanakas Traffic” yang menimbulkan dilema bagi negeri itu.

2. Tasmania


Koloni Tasmania mulai berkembang dari pemukiman yang dimulai di daerah Sungai Derwent yang kemudian berpusat di Hobart dan di Port Dalrymple yang kemudian berpusat di Launceston. Pada awal pertumbuhannya kedua pemukiman ini masing-masing dipimpin oleh seorang Letnan Gubernur yang mewakili Gubernur New South Wales. Sejak tahu 1813 kedua pemukiman itu (Launceston dan Hobart) ditempatkan di bawah seorang Letnan Gubernur, dan Letnan Gubernur pertama yang berkuasa atas kedua daerah pemukiman itu adalah Kolonel Davey. Dengan mendorong kemajuan pertanian serta menjadikan Hobart sebagai pelabuhan bebas, Davey berusaha menjadikan Tasmania sebagai koloni yang mampu memenuhi kebutuhannya sendiri. Dalam usahanya ini ia berhasil. Sayang sekali ia kurang disenangi oleh Gubernur New South Wales karena Davey adalah orang yang kurang berdisiplin, dan suka minum-minum sampai mabuk.

Sebagai bagian dari New South Wales, Tasmania pernah dijadikan sebagai tempat pembuangan narapidana yang berkelakuan paling buruk. Bahkan di Tasmania sempat dibangun satu penjara khusus, Macquarie Harbour, di pantai barat pulau itu. Sejarah Tasmania sebagai koloni diisi dengan berbagai kekerasan yang meliputi:

a) Kekerasan perlakuan yang dialami oleh para narapidana. b) Kekerasan berupa teror-teror yang dilakukan oleh para bushranger, dan sebaliknya kekerasan tindakan pemerintah untuk memberantas bushranger tersebut. c) Kekerasan perlakuan masyarakat kulit putih terhadap penduduk asli. d) Kekerasan usaha pemerintah dan para imigran menjadikan koloni itu bisa berswasembada.

Pada tahun 1825 Tasmania dipisahkan dari New South Wales. Dalam perkembangan selanjutnya Tasmania mempunyai kedudukan setara dengan New South Wales, dan berhak mempunyai legislative council seperti New South Wales. Ketika New South Wales mulai mempersoalkan transportasi narapidana, Tasmania pun mengajukan tuntutan agar sistem narapidana dihapuskan. Tuntutan mereka ini menjadi kenyataan pada tahun 1852.

Pada tahun 1855 koloni ini menyelenggarakan pemerintahan sendiri, dan secara resmi sejak itu mengubah namanya dari Van Diemen’s Land menjadi Tasmania. Ditemukannya tambang tembaga, perak, dan bahan-bahan mineral lainnya dalam dekade 1870-an, menambah pesatnya kemajuan yang dialami oleh Tasmania. Keberhasilannya dalam mengekspor buah-buahan, serta bentuk pulaunya, menyebabkan Tasmania terkenal sebagai The Apple Isle.

3. Australia Selatan


Kalau Australia Barat dapat disebut koloni suatu kongsi, maka Australia Selatan dapat disebut koloni suatu teori, karena pembentukannya didasarkan pada suatu teori yang dikemukakan oleh Wakefield. Australia Selatan dibentuk dengan memotong areal seluas 300.000 mil persegi dari wilayah New South Wales. Rombongan koloni pertama tiba pada tahun 1836, mendarat di Pulau Kangaroo, namun akhirnya memilih lokasi untuk menetap di tempat dimana sekarang berdiri Kota Adelaide.

Pada awal berdirinya koloni itu, disana berjalan dualisme kekuasaan yang membawa berbagai komplikasi. Namun, akhirnya pemerintah Inggris menghapuskan dualisme tersebut dengan cara memanggil kedua pejabat, gubernur dan komisaris residen, lalu mengangkat gubernur baru yaitu Gawler. Sejak tahun 1853 Australia Selatan mulai berusaha mempersiapkan pemerintahan sendiri, namun baru berlaku secara efektif pada tahun 1856.

4. Australia Barat


Daerah pantai Australia Barat sudah dikenal oleh pelaut-pelaut Belanda sejak dekade kedua abad ke-17. Kondisi alamnya yang gersang (menurut penglihatan mereka pada waktu itu), tidak merangsang orang-orang Belanda maupun Inggris untuk mendudukinya. Pada akhir abad ke-18 dan permulaan abad ke-19 ekspedisi-ekspedisi penyelidikan Perancis mengunjungi daerah pantai Australia Barat tersebut. Khawatir didahului oleh Perancis dan merasa terlalu jauh harus mengawasi daerah itu dari Sydney, mendorong Gubernur Darling mengirimkan mayor Lockyer mendirikan pos di King George Sound (Albany) pada tahun 1827.

Pada tahun yang sama, James Stirling menyelidiki daerah Swan River, dan sangat tertarik untuk mendudukinya. Terpengaruh oleh Stirling, Thomas Peel membentuk kongsi untuk membuka koloni di Swan River. Rombongan peel tiba di Swan River pada tahun 1829. Mula-mula mereka mendarat di suatu tempat dimana sekarang berdiri Fremantle, akan tetapi kemudian mereka pindah ke arah utara ke tempat dimana sekarang berdiri Kota  Perth. Dari sinilah berkembang koloni Australia Barat yang sekarang menjadi salah satu negara bagian dalam Common Wealth of Australia. Dibandingkan dengan koloni-koloni lain di Australia, Australia Barat adalah koloni terakhir yang melakukan pemerintahan sendiri sebagai daerah otonom dalam lingkungan kekuasaan Inggris.

5. Victoria


Sebagai bagian dari New South Wales, Victoria semula disebut Distrik Port Philip. Kolonis yang mula-mula dikirim ke daerah ini adalah rombongan David Collins yang ditugaskan membuka pemukiman di Sorento. Akan tetapi karena tempat ini kurang cocok untuk ditempati, Collins beserta rombongannya pindah ke Tasmania. Pada tahun 1837 Gubernur Bourke mengunjungi daerah in dan meresmikan nama-nama kota Williamstown dan Melbourne. Sampai tahun 1850 Victoria masih merupakan bagian dari New South Wales. Untuk mewakili gubernur disana diangkat seorang pengawas.

Rasa tidak puas di bawah New South Wales mendorong rakyat di Distrik Port Phillip menuntut pemisahan. Tuntutan ini mula-mula dijawab dalam bentuk hak distrik ini memilih 6 dari 24 anggota legislative council di New South Wales. Jawaban pemerintah ini tidak memuaskan mereka. Pada tahun 1850 Victoria dipisahkan dari New South Wales, dan sejak tahun 1851 menetapkan dan melaksanakan pemerintahan sendiri.

Dengan berdirinya koloni-koloni Tasmania, Queesland, Australia Barat, Australia Selatan, dan Victoria, maka lengkaplah penguasaan Inggris atas Benua Australia.

Penemuan Benua Australia dan Pembentukan Koloni-koloni di Australia

Az-Zahrawi, Dokter Bedah yang Sangat Berpengaruh dalam Ilmu Kedokteran
Abad ke-10 menjadi puncak zaman keemasan dinasti Umayyah di Andalusia. Di bawah kepemimpinan Abd ar-Rahman An-Nasir (memerintah 912-961) dan putranya Al-Hakam II, dinasti ini menegakkan kedaulatannya atas hampir seluruh Semenanjung Iberia. Ibukota Cordoba berkembang menjadi kota metropolitan terbesar di Eropa, sebuah kota berpenduduk setengah juta manusia. Lembaga-lembaga pendidikan dan agama serta perdagangan dan industri berkembang dalam suasana pergolakan intelektual.

Pada tahun 936, An-Nasir memulai pembangunan ibu kota baru yaitu kota Az-Zahra, di lereng gunung Al-Arus, sebuah gunung berjarak enam mil di barat laut Cordoba. Kota ini dibangun sebagai pusat politik dan militer. Kota baru ini menjadi monumen arsitektur Muslim abad ke-10. Istana-istana megahnya, tempat tinggalnya, dan taman-tamannya yang indah telah membuat beberapa sejarawan menyebutnya sebagai "Versailles of Umayyads."

Pada saat yang sama, dinasti Umayyah Andalusia memberikan perlindungan dan menyokong perkembangan seni dan ilmu pengetahuan, termasuk ilmu kesehatan dan ilmu biologi. Akibatnya, sejumlah besar dokter terkemuka tertarik ke ibukota dan menambah kemajuan kedokteran dan farmasi Islam dengan tulisan dan penelitian mereka lakukan.

Di kota kerajaan ini di tengah-tengah atmosfer pencapaian intelektual inilah Abu al-Qasim Khalaf bin Abbas Az-Zahrawi, yang lebih dikenal di Barat dengan nama Latinnya Albucasis, dilahirkan sekitar tahun 938. Ia adalah soerang dokter ahli bedah Muslim tersohor di eropa Eropa dan dunia. Dia melebihi Galenus, seorang dokter bedah di Eropa yang tersohor sebelumnya.

Naskah tentang dokter bedah Eropa Abad Pertengahan menyatakan bahwa Az-Zahrawi lebih sering daripada Galen. Namun karena kota kelahiran Az-Zahra dihancurkan pada tahun 1011 maka hanya sedikit saja yang diketahui dengan pasti tentang kehidupan awalnya.

Kitab Jadhwat al-Muqtabis (Tentang Andalusia Savants) milik Al Humaydi berisi tentang biografi dokter Islam yang ada (walaupun sketsa) yang ada, yang hanya mencantumkan leluhurnya, tempat tinggalnya, dan perkiraan tanggal kematiannya.

Pengetahuan Az-Zahrawi tentang kedokteran ditulis dalam karyanya yang berjudul At-Tasrif liman 'Azija' an at-Ta'lif (Metode Pengobatan). At-Tasrif merupakan ringkasan 30 risalah yang dikumpulkan dari data medis yang diakumulasikan Az-Zahrawi dalam karir medis yang ia jalankan selama lima dekade, yang dimulai dari dia belajar dan melakukan praktek secara medis.

Di dalam At-Tasrif, Az-Zahrawi mennulis ensiklopedia medis yang mencakup sejumlah aspek ilmu kedokteran yang menekankan pada kebidanan, kesehatan ibu dan anak, serta anatomi dan fisiologi tubuh manusia.

At-Tasrif menguraikan penyebab, gejala dan pengobatan penyakit, dan membahas persiapan obat-obatan dan terapi, yang mencakup obat-obatan emetik dan jantung, obat pencahar, geriatri, tata rias, dietetika, medica materia, berat dan ukuran, serta penggantian obat.

Analisis Az-Zahrawi tentang kesehatan ibu dan anak dan profesi kebidanan sangat menarik dalam sejarah keperawatan. Teksnya menyiratkan bahwa ada profesi yang berkembang subur dari bidan terlatih dan perawat yang ada selama di berada di Andalusia pada abad ke-10. Dia dan dokter ahli obstetri yang sudah terlatih lainnya menginstruksikan dan melatih bidan untuk melaksanakan tugas mereka dengan pengetahuan dan keyakinan.

Volume terakhir dan terbesar dari At-Tasrif adalah On Surgery (pembedahan) yang merupakan pencapaian terbesar dari ilmu bedah/operasi abad pertengahan. Tulisan itu merupakan risalah bedah pertama yang ditulis secara mandiri oleh Az-Zahrawi.

Tulisan ini mencakup berbagai masalah bedah termasuk kauterisasi, perawatan luka, ekstraksi panah, dan pengaturan tulang pada fraktur sederhana dan majemuk. Az-Zahrawi juga memperkenalkan penggunaan antiseptik pada luka dan cedera kulit; jahitan yang dirancang dari usus binatang, sutra, wol dan bahan lainnya; dan mengembangkan teknik untuk memperluas saluran kemih dan mengeksplorasi pembedahan rongga tubuh.

Az-Zahrawi adalah yang pertama merinci operasi klasik untuk kanker payudara, lithotrities untuk batu kandung kemih, dan teknik untuk menghilangkan kista tiroid. Dia menggambarkan dan mengilustrasikan forsep obstetri, tetapi hanya merekomendasikan penggunaannya dengan janin yang sudah meninggal, dan memberikan deskripsi pertama yang diketahui tentang postur kebidanan yang sekarang dikenal sebagai "posisi Walcher."

At-Tasrif juga merupakan karya pertama dalam pembuatan diagram instrumen bedah, merinci lebih dari dua ratus, banyak di antaranya merupakan rancangan Az-Zahrawi sendiri. Kebanyakan dari instrumen ini yang sudah dimodifikasi masih digunakan sampai sekarang.

Dengan kebangkitan kembali keinginan Eropa dalam ilmu kedokteran, At-Tasrif dengan cepat menjadi referensi standar dan diterjemahkan ke dalam bahasa Latin sebanyak lima kali. Susunan karya, diksi yang jelas, dan penjelasannya yang jelas berkontribusi pada popularitas dan kesuksesan besar.

Pengaruh Az-Zahrawi pada perkembangan bedah Eropa sangat dalam dan bertahan hingga saat ini. Guy de Chauliac, yang dikenal sebagai "Pemulih Bedah Eropa," mengutip tulisan-tulisan Az-Zahrawi lebih dari 200 kali.

Az-Zahrawi, Dokter Bedah yang Sangat Berpengaruh dalam Ilmu Kedokteran

Sejarah Kelam Masjid al-Haram Diduduki Pemberontak Pada Tahun 1979
Hari itu, pada tanggal 20 November 1979, tepat jam 05.00 pagi, jamaah shalat shubuh tengah menantikan azan subuh. Belumlah juga muazin Masjid al-Haram mengumandangkan azan, tidak diduga, seseorang pria berusia 40 tahun-an, dengan 200 pengikutnya, mengatakan dengan lantang: "Sang Mahdi yang dinantikan sudah hadir." Pria yang pimpin pergerakan itu terakhir didapati bernama Juhaiman al-Utaibi.

Al-Utaibi lakukan sabotase. Ia serta pengikutnya merampas pengeras suara dari imam Masjid al-Haram, lantas mengatakan dengan keras kehadiran Sang Penebus, al-Mahdi. Gerombolan ini juga keluarkan senjata mereka.

Al-Utaibi, menyatakan beberapa ciri al-Mahdi, yang dalam keyakinan Islam akan tiba menjadi penyelamat umat manusia, ada pada mertua al-Utaibi, yakni Abdullah Muhammad al-Qahthani. Gerombolan ini berbaiat pada 'Imam al-Mahdi' palsu itu pas dibagian antara Rukun Yamani serta Maqam Ibrahim.

Masjid al-Haram, serta lokasi tawaf saat itu betul-betul mencekam. Al-Utaibi berpidato, "Wahai umat Islam, beberapa ciri al-Mahdi sudah tercukupi dalam figur yang sekarang ada diantara kalian, wahai saudara, duduklah serta berkumpullah kalian diantara Rukun Yamani serta Maqam Ibrahim. Janganlah buat gaduh. Wahai Ahmad al-Luhaibi, naiklah ke atap masjid, bila memandang ada yang menantang tembak saja,"

Sesudah itu, al-Utaibi serta gerombolannya mengatakan Masjid al-Haram sudah disabotase. Momen perebutan Masjid al-Haram berjalan cepat, kira-kira satu jam gerombolan ini sukses kuasai.

Momen ini begitu populer dalam sejarah. BBC membuat dokumentasi dengan judul "Blokade Makkah". Jejak al-Utaibi memang bukan figur yang popular. Sebelum aktif di kegiatan keagamaan serta menentukan beraliran salafi keras, ia sempat ikut serta dalam jual beli narkoba.

Genealogi 'pemberontak' mengalir dalam dirinya sendiri. Bapak al-Utaibi merupakan pengikut golongan Ikwan Man Atahallah, yang ikut serta dalam Perang as-Siblah, menantang pendiri Arab Saudi, Abdul Aziz bin Saud.

Al-Utaibi sempat masuk dalam militer Saudi pada umur 18 tahun, namun menetukan pilihan keluar serta mengenyam pendidikan di Kampus Madinah pada 1973. Di sinilah di berjumpa dengan al-Qahthani. Kedua-duanya mempunyai persamaan pemikiran serta mendakwahkan ide mereka pada masjid-masjid kecil di Madinah. Pengikutnya makin banyak serta bergabung dalam satu jamaah yang menyebut diri mereka al-Mutabisah.

Pembaharuan yang dilaksanakan otoritas Kerajaan Saudi, dalam pandangan al-Utaibi, cuma menjauhkan umat dari agama mereka. Hal inilah yang menjadikan al-Utaibi dan kelompoknya berpandangan, haram taati raja serta harus selekasnya mendorong timbulnya al-Mahdi, supaya umat Islam kembali pada agama mereka.

Pada saat keadaan serta situasi genting saat sabotase golongan al-Utaibi, otoritas keamanan Saudi saat itu termasuk sangatlah lambat sebab faktor-faktor diantaranya, kekosongan pejabat militer lantaran tengah berada di luar negeri, sakitnya raja Khalid, serta kurangnya kapabilitas intelijen.

Pihak Keamanan Saudi menduga situasinya biasa saja, cuma masalah kecil keamanaan. Akan tetapi, Pihak Kerajaan betul-betul mengerti keadaan begitu genting, saat satu regu keamanan yang di kirim lakukan penelusuran namun ditembak.

Saudi menerapkan status darurat. Beberapa ribu personil keamanan dikerahkan untuk mengepung Masjid al-Haram. Di hari ke-2 dari sabotase, pesawat jet tempur lalu-lalang diatas Masjid al-Haram.

Kelompok bersenjata tertekan. Mereka bergabung di lantai dasar Masjid al-Haram, mereka membakar karpet serta ban mobil untuk bikin kepulan asap. Beberapa dari gerombolan itu melumuri muka mereka dengan cairan warna hitam.

Sepanjang pengepungan itu, sebelumnya beberapa personil militer benar-benar tidak berani lakukan serangan. Hal ini sebab untuk menjaga kesucian Masjid al-Haram. Jangankan menumpahkan darah manusia, membunuh burung atau hewan apa pun tidak diperbolehkan di masjid ini. Termasuk juga kehadiran orang non-Muslim.

Akan tetapi, Dewan Ulama Saudi, pada akhirnya membuat fatwa bahwa bisa membunuh golongan yang mereka sebut sebagai 'Penjajah Masjid al-Haram'. Fatwa inilah yang pada akhirnya mengakibatkan baku tembak pada kedua pihak. Pihak keamanan Saudi dibantu oleh militer Prancis. Pertarungan dahsyat pun berlangsung.

Saat baku tembak, al-Qahthani tertembak serta diberitakan meninggal. Perihal ini ikut membuat sangsi pengikutnya mengenai kebenarannya menjadi al-Mahdi.

Pertarungan itu berjalan cukuplah alot sepanjang kira-kira 15 hari sampai pada akhirnya gerombolan bersenjata itu menyerah. Mereka kehabisan logistik amunisi serta bahan makanan.

Menurut data resmi Saudi, momen berdarah ini mengakibatkan 255 orang wafat. Akan tetapi, beberapa sumber menyebutkan jumlahnya korban jiwa sampai 1.000 orang sementara 450 orang terluka.

Pemerintah Saudi menjatuhkan sangsi hukuman mati pada 65 gerombolan bersenjata yang tertangkap. Al-Utaibi ialah orang yang pertama-tama dieksekusi mati dari kelompok itu pada 9 Desember 1980.

Sumber: republika. co.id

Sejarah Kelam Masjid al-Haram Diduduki Pemberontak Pada Tahun 1979

Menelusuri Islam di Nusantara menjadi salah satu kegiatan ilmiah yang sangat menarik, karena Indonesia merupakan negara kepulauan yang di dalamnya terdapat berbagai macam suku, bangsa, dan etnis dengan adat istiadat dan budaya yang berbeda-beda. Perbedaan yang ada di dalam bangsa ini menjadi warna tersendiri dalam kehidupan beragama, sehingga wajah Islam di Nusantara secara budaya dan tradisi agak berbeda dengan wajah Islam di Arab atau di negara lain. Namun sangat disayangkan, semakin hari wajah Islam Indonesia yang sejuk dan toleran mulai direduksi dengan model Islam luar yang berwajah "radikal" dan itu bukan menjadi representasi Islam rahmatan lil alamin.

Intoleransi atas nama agama serta tumbuhnya semangat keagamaan di Indonesia belakangan ini sering dihubungkan dengan kebijaksanaan non-akomodatif pada saat Orde Baru dalam memperlakukan umat Islam. Sikap antagonis Soeharto pada Islam, terutamanya pada saat-saat awal kekuasaannya, sering diklaim sudah menggerakkan tumbuhnya golongan Islam transnasional. Tekanan Soeharto yang terlalu berlebih pada pergerakan Islam politik membuat artikulasi keislaman mereka terhambat. Oleh karenanya, kala rezim Orde Baru jatuh serta muncul kebebasan yang lumayan besar, beberapa golongan Islam politik itu banyak bermunculan.

Tidak ada yang salah dari penjelasan itu, akan tetapi mengabaikan factor sejarah yang lebih panjang bisa menghambat kita dalam memandang masalah dengan lebih mendalam serta adil.

Perubahan Islam Indonesia saat ini tidak bisa dipisahkan dari latar belakang masa lalunya yang bagitu panjang. Bangkitnya semangat keagamaan yang muncul akhir-akhir ini tidak tampil demikian saja, tetapi merupakan bagian dari serangkaian perjalanan panjang proses islamisasi di Indonesia.

Sebelum Islam masuk, Jawa sudah diketahui menjadi salah satu wilayah yang mempunyai peradaban yang maju. Perihal ini, dapat dibuktikan dengan kehadiran beberapa karya sastra, candi, serta kerajaan Hindu-Buddha. Sesudah Islam masuk, budaya Islam mulai membaur dengan budaya Jawa hingga menghisalkan satu sintesa mistik (mystic synthesis) yang diambil dari beberapa kebiasaan serta khazanah budaya Indonesia pra-Islam (Hindu-Buddha dan kebiasaan Jawa) dan ajaran Islam. Budaya Islam waktu itu bisa di terima sebab menjadi salah satu khazanah budaya yang kaya. Oleh sebab pencampuran itu, sebagian besar umat Islam di Indonesia pada rentang abad ke-14 sampai awal abad ke-19, menjalankan agama mereka dengan semangat sinkretis seperti ini.

Pandangan sinkretis itu jadikan umat Islam waktu itu begitu religius dalam kesadaran jalinan mereka dengan kesatuan serta ketergantungan pada prinsip kosmik yang meliputi semua yang mengendalikan kehidupan mereka.

Abangan dan Putihan

Abangan ialah panggilan untuk kelompok masyarakat Jawa Muslim yang menjalankan Islam dalam bentuk yang lebih sinkretis jika dibanding dengan kelompok santri yang lebih ortodoks. Istilah ini diambil dari kata bahasa Jawa yang bermakna merah, kali pertama digunakakan oleh Clifford Geertz, akan tetapi sekarang ini maknanya sudah berubah. Abangan condong mengikuti sistem keyakinan lokal yang disebut adat daripada hukum Islam murni. Dalam sistem keyakinan itu ada tradisi-tradisi Hindu, Buddha, serta animisme. Akan tetapi beberapa sarjana memiliki pendapat kalau apa yang secara klasik dianggap bentuk variasi Islam di Indonesia, seringkali adalah sisi dari agama tersebut di negara lainnya. Menjadi contoh, Martin van Bruinessen mencatat terdapatnya persamaan pada kebiasaan serta praktek yang dilakukan jaman dulu di kelompok umat Islam di Mesir.

Menurut cerita penduduk, kata abangan diprediksikan datang dari kata Bahasa Arab aba'an. Lidah orang Jawa membaca huruf 'ain jadi ngain. Makna aba'an kira-kira ialah "yang tidak konsekwen" atau "yang meninggalkan". Jadi beberapa ulama dahulu memberi julukan pada beberapa orang yang telah masuk Islam tetapi tidak menjalankan syariat (Bahasa Jawa: sarengat) ialah golongan aba'an atau abangan. Jadi, kata "abang" di sini tidak dari kata Bahasa Jawa abang yang bermakna warna merah

Pengertian Islam abangan ialah panggilan untuk kaum muslim atau penduduk Jawa yang mengakui beragama Islam. Islam abangan ini adalah kombinasi pada animism, hinduisme serta Islam. Diluar itu Islam abangan pun memberi ruangan pada keyakinan susah pada roh serta teori tentang pengetahuan hitam serta perdukunan

Bicara tentang munculnya terminologi abangan, Merle Ricklefs, sejarawan Australia, menuturkan jika timbulnya arti abangan dalam skema penduduk Jawa bertepatan dengan kejadian kebangkitan/pemurnian Islam yang diawali pada paruh pertama abad ke-19 sampai awal abad ke-20.

Ricklefs dalam bukunya Polarising Javanese Society: Islamic and Other Visions 1830-1930 berpandangan jika proses kebangkitan Islam di Jawa berawal sesudah berakhirnya Perang Jawa (1830). Pada rintang periode sesudah momen itu muncul gelombang pasang golongan “putihan” yang tidak ada presedennya dalam sejarah Indonesia.

Arti putihan ini mengacu pada muslim yang begitu berdasar teguh pada ajaran al-Quran serta Hadis. Menurut laporan beberapa misionaris Nederlandsche Zendelinggenootschap (NZG), arti putihan lebih popular menjadi lawan kata “abangan” yang baru muncul pada abad ke-19. Riwayat munculnya arti itu terpenting untuk memerhatikan semula timbulnya polarisasi dalam penduduk Islam di Jawa serta sekaligus juga menjadi semula lahirnya kesadaran baru penduduk muslim Indonesia.

Era ke-19 ialah waktu yang begitu memastikan buat budaya serta peradaban di semua dunia, termasuk juga wilayah-wilayah yang mayoristas penduduknya beragama Islam. Waktu ini bisa disebutkan menjadi waktu yang penting buat riwayat serta hari esok kehidupan beragama di Indonesia. Beberapa polarisasi serta ketegangan sosial yangterjadi pasa waktu ini mempunyai implikasi jauh kedepan.

Arti abangan muncul awal abad itu. Golongan putihan ialah golongan yang pertama-tama mengenalkan arti abangan untuk menghina muslim lainnya yang tidak menjalankan syariat Islam dengan prima. Arti abangan sendiri datang dari kata Jawa rendahan (ngoko) abang, bermakna warna merah atau coklat. Pada saat itu, arti yang biasa dipakai ialah bangsa abangan atau wong abangan. Dalam kata Jawa Tinggi (kromo) dimaksud abrit serta beberapa orang ini dimaksud tiyang abritan.

Di lainnya pihak, golongan putihan yang disebut minoritas waktu itu, memandang grup mereka menjadi grup yang sangat saleh sebab menjalankan syariat Islam seperti di Timur Tengah. Beberapa haji serta pelajar yang pulang dari Mekah mainkan peranan lumayan besar dalam menyemai tumbuhnya golongan putihan di Indonesia. Jumlahnya mereka juga cukuplah banyak, terdaftar pada tiga dekade paling akhir era ke-19, sekitar 4000-8000 –15% dari keseluruhnya jamaah di Arab– jamaah haji pergi ke Arab tiap-tiap tahunnya. Mereka berikut yang dengan santer serta terus-terusan lakukan pemurnian Islam di Nusantara. Tentunya, sebagai mode buat mereka ialah praktek-praktek Islam yang digerakkan di Timur Tengah, di Jazirah Arab terutamanya yang waktu itu tengah tumbuh cepat pergerakan Wahhabi.

Hubungan dengan Wahabi

Jika dihubungkan dengan riwayat perubahan Islam di Timur Tengah, maka pada saat abad ke-18 sampai 19 adalah periode perubahan untuk gerakan Wahhabi di wilayah Arab. Wahhabisme sendiri adalah pergerakan pemurnian yang dicetuskan oleh Muhammad Abd al-Wahhab pada abad ke-18, menjadi tanggapan pada ajaran-ajaran Islam yang disintesiskan dengan ajaran tradisionil ditempat. Dia memandang praktik Islam semacam itu menjadi tingkah laku syirik atau politeisme. Pada awal abad ke-19, Wahhabisme masukkan ajaran-ajaran Ibn Taimiyah ke ajaran inti mereka serta praktik mengkafirkan muslim lainnya (takfir) yang sempat tidak diterima oleh Abd al-Wahhab malah dijadikan menjadi satu diantara praktik mereka yang menonjol. Sampai sekarang ini juga, pergerakan ini bersikukuh jika umat Islam yang tidak terima atau menjalankan doktrin-doktrin mereka ialah kafir.

Kelahiran abangan di Jawa serta perubahan Wahhabi di Arab yang bertepatan menguatkan anggapan jika ada banyak jamaah haji Indonesia yang pulang dari tanah suci membawa doktrin Wahhabi untuk selanjutnya diaplikasikan di Jawa. Penerapan semacam ini yang selanjutnya menimbulkan dikotomi abangan serta putihan di Jawa, sebab menurut Ricklefs golongan abangan merupakan orang-orang menjalankan ibadah yang dicampurkan dengan kebiasaan yang dipandang oleh orang putihan menjadi bidah serta sesat. Karena itu satu diantara misi penting mereka ialah meluruskan praktek-praktek Islam lokal yang dikerjakan oleh golongan abangan.

Mengembangnya Polarisasi

Dikotomi pada kelompok putihan serta kelompok abangan dalam memeluk Islam bukan sekedar tergambarkan dalam praktik keagamaan, tapi pun menggambarkan ketidaksamaan sosial yang lebih umum. Bangsa putihan biasanya lebih kaya, aktif dalam perdagangan atau perusahaan, mengenakan pakaian lebih baik, mempunyai rumah yang lebih baik, terlihat lebih baik dalam tatakrama, menjauhi opium, judi, menjalankan rukun Islam, serta lebih memberikan perhatian lebih pada pendidikan anak-anak mereka.

Selain itu golongan Abangan lebih tertarik pada ritual-ritual yang terkait dengan alam serta jalinan sosial antar manusia. Jadi walau mereka lebih miskin, akan tetapi lebih aktif dalam kegiatan yang terkait dengan kebiasaan seperti slametan, pertunjukkan wayang serta gamelan dibanding menjalankan rukun Islam serta memperlihatkan kesalehan agama. Tingkah laku abangan ini sering menyebabkan perseteruan antar kelompok, sebab banyak juga kelompok putihan yang memandang pertunjukan wayang menjadi suatu yang terlarang dalam ajaran Islam.

Abangan serta putihan ialah dunia yang berlainan keduanya. Mereka dibedakan berdasar pada kelas sosial, penghasilan, pekerjaan, busana, pendidikan, sopan santun, kehidupan budaya, serta metode dalam membesarkan anak-anak. Ketidaksamaan ini makin berkembang sampai merambah pada sektor ekonomi yang mencakup (perdagangan, peminjaman uang, serta hutang). Selanjutnya kebutuhan mereka yang sama-sama bertentangan dengan gampangnya menyebabkan ketidaksukaan serta perseteruan.

Pada awal abad ke-20, identitas-identitas Jawa yang saling bertentangan ini kemudian dilembagakan dalam organisasi-organisasi moderen dan utamanya politik. Sesudah itu mereka jadi lebih kaku serta konfliktual.

Terkait dengan paparan diatas, seharusnya perpecahan pada golongan abangan dan putihan bisa dijadikan menjadi pelajaran pada saat sekarang, supaya kerukunan serta toleransi yang sudah jadi jati diri masyarakat Indonesia terus terbangun. Tanpa adanya kesadaran pada peristiwa masa lampau, maka bangsa ini selanjutnya cuma akan terjerat pada ego masing-masing yang tidak memberikan faedah apa pun buat perubahan negara ini. Ketidaksamaan aliran serta praktik keagamaan semestinya disikapi melalui cara yang bijak. Sikap-sikap arogan yang memandang golongannya sangat suci atau benar, dan memandang kelompok lainnya lebih rendah semestinya dijauhi. Dengan kedewasaan sikap itu, maka Islam Indonesia bisa bersemai kembali dengan jati diri aslinya yang penuh toleransi serta menjunjung tinggi persatuan.

Awal Mula Kelahiran Kalangan Abangan dan Bentuk Polarisasi Islam di Jawa

Sejarah Pembangunan Kabah dari Waktu ke Waktu
Kabah merupakan salah satu simbol yang sangat penting bagi umat Islam. Kabah bukanlah benda yang disembah tetapi merupakan tempat ibadah dan kiblat bagi umat Islam. Kabah hanyanyalah sebuah bangunan suci yang dibuat oleh manusia.

Dalam satu riwayat menyebutkan bahwa kabah bangunan yang pertama kali dibangun oleh Adam kemudian dilanjutkan oleh anaknya yang bernama Syist. Ketika terjadi banjir besar di masa Nabi Nuh, kabahpun ikut rusak dan hilang terbawa air banjir. Kemudian di zaman Nabi Ibrahim barulah Allah memerintahkan Nabi Ibrahim untuk membangunnya kembali. Ibnu Katsir berpandangan bahwa riwayat ini beradal dari Bani Israil (ahli kitab), bukan berasal dari Rasulullah saw.

Kabah yang dibuat kembali oleh Nabi Ibrahim itu mengalami kerusakan saat kabilah Amaliq berkuasa.

Kabah yang dibuat Nabi Ibrahim sempat rusak pada saat kekuasaan Kabilah Amaliq. Kabah dibuat kembali sesuai dengan perancangan yang dibikin Nabi Ibrahim tanpa menambahkan atau pengurangan. Waktu dikuasai Kabilah Jurhum, Kabah pun alami rusaknya serta dibuat kembali dengan meninggikan fondasi. Pintu dibikin berdaun dua serta digembok.

Di waktu Qusai bin Kilab, Hajar Aswad pernah hilang diambil oleh anak-anak Mudhar bin Nizar serta ditanam dalam suatu bukit. Qusai merupakan orang pertama dari bangsa Quraisy yang mengurus Ka'bah setelah Nabi Ibrahim. Di waktu Qusai ini, tinggi Ka'bah ditambah jadi 25 hasta serta dikasih atap. Sesudah Hajar Aswad diketemukan, lalu disimpan oleh Qusai, sampai waktu Ka'bah dikuasai oleh Quraisy pada saat Nabi Muhammad.

Nabi Muhammad membantu memasangkan Hajar Aswad itu pada tempatnya.

Dari waktu Nabi Ibrahim sampai ke bangsa Quraisy terhitung sekitar 2.645 tahun. Pada waktu Quraisy, ada wanita yang membakar kemenyan untuk mengharumkan Ka'bah. Kiswah Ka'bah pun ikut terbakar karena itu sehingga mengakibatkan kerusakan bangunan Ka'bah. Selanjutnya, pernah terjadi pula banjir yang menambah rusaknya Ka'bah. Peristiwa kebakaran ini yang disangka membuat warna Hajar Aswad yang sebelumnya putih permukaannya kemudan berubah menjadi hitam.

Untuk membangun kembali Kabah, bangsa Quraisy membeli kayu sisa kapal yang terdampar di pelabuhan Jeddah, kapal yang dimiliki oleh bangsa Rum/Romawi. Kayu kapal itu lalu dipakai untuk atap Kabah serta tiga pilar Kabah. Pilar Kabah dari kayu kapal ini tertulis digunakan sampai 65 H. Potongan pilarnya pun tersimpan di museum.

Empat puluh sembilan tahun sepeninggal Nabi (yang wafat pada 632 Masehi atau tahun 11 Hijriah), Ka'bah pun terbakar. Peristiwanya kala tentara dari Syam menggempur Makkah pada 681 Masehi, yakni di waktu penguasa Abdullah bin Az-Zubair, cucu Abu Bakar, yang artinya merupakan keponakan Aisyah.

Kebakaran pada saat itu menyebabkan Hajar Aswad yang berdiameter 30 cm itu terpecah jadi tiga.

Untuk membuat kembali, seperti saat-saat awal mulanya, Kabah diruntuhkan lebih dulu. Abdullah Az-Zubair membangun kembali Ka'bah dengan dua pintu. Satu pintu dekat Hajar Aswad, satu pintu kembali dekat pojok Rukun Yamani, lurus dengan pintu dekat Hajar Aswad. Abdullah bin Az-Zubair menempatkan pecahan Hajar Aswad itu dengan diberikan penahan perak. Yang terpasang saat ini ialah delapan pecahan kecil Hajar Aswad bercampur dengan bahan lilin, kasturi, serta ambar.

Jumlah pecahan Hajar Aswad diprediksi mencapai 50 butir.

Pada 693 Masehi, Hajjaj bin Yusuf Ath-Taqafi mengirim surat ke Khalifah Abdul Malik bin Marwan (khalifah ke lima dari Bani Umayyah yang mulai menjadi khalifah pada 692 Masehi), memberitahu jika Abdullah bin Az-Zubair membuat dua pintu untuk Ka'bah serta masukkan Hijir Ismail ke bangunan Ka'bah.

Hajjaj ingin kembalikan Kabah seperti di waktu Quraisy; satu pintu serta Hijir Ismail ada di luar bangunan Ka'bah. Jadi, oleh Hajjaj, pintu ke-2 yang ada di samping barat dekat Rukun Yamani ditutup kembali serta Hijir Ismail dikembalikan seperti sebelumnya, yaitu ada di luar bangunan Ka'bah.

Namun, Khalifah Abdul Malik belakangan menyesal sesudah tahu bahwa Ka'bah di waktu Abdullah bin Az-Zubair dibuat berdasar pada hadis riwayat Aisyah. Di masa selanjutnya, Khalifah Harun Al-Rasyid ingin mengembalikan bangunan Ka'bah sama dengan yang dibuat Abdullah bin Az-Zubair sebab sama dengan keinginan Nabi. Akan tetapi, Imam Malik menasihatinya supaya tidak membuat Ka'bah menjadi bangunan yang senantiasa dirubah sesuai dengan kehendak tiap-tiap pemimpin. Bila itu berlangsung, menurut Imam Malik, akan hilang kehebatannya di hati Umat Islam

Pada 1630 Masehi, Kabah rusak karena diterjang banjir. Sultan Murad Khan IV membangun kembali, sesuai dengan bangunan Hajjaj bin Yusuf sampai bertahan 400 tahun lamanya pada saat pemerintahan Sultan Abdul Abdul Aziz. Sultan inilah yang mengawali proyek pertama perluasan Masjidil Haram

Sejarah Pembangunan Kabah dari Waktu ke Waktu