Coretanzone: Sejarah

    Social Items

Pada umumnya banyak pakar memiliki pendapat jika agama Islam masuk ke Indonesia pada abad ke-13. Tapi ada banyak bukti yang memperlihatkan jika agama Islam masuk ke Indonesia lebih awal lagi. Contohnya, penemuan batu nisan makam Fatimah binti Maimun yang berada di Leran, Gresik yang berangka tahun 1082 M. Bahkan juga berdasar sebagian pakar yang lain, Islam telah hadir di Indonesia kurang lebih abad ke-7 M.

Perihal pendapat tentang Islam masuk sekitar abad ke-7 M didasarkan pada sumber-sumber yang datang dari Dinasti Tang. Berita itu bercerita ada orang Ta-shih yang membatalkan tujuannya untuk menyerang kerajaan Ho-Ling. Orang Ta-shih diidentifikasin sebagai orang Arab. Beberapa orang Ta-shih betempat tinggal di seputar kekuasaan Sriwijaya. Waktu itu beberapa orang Ta-shih lebih mengutamakan kebutuhan ekonomi dibanding melakukan Islamisasi, mengingat masih tetap kuatnya kekuasaan kerajaan Hindu-Buddha di kerajaan Sriwijaya waktu itu.

Pendapat beberapa pakar yang mengatakan jika agama Islam masuk pada abad ke-13 M di dukung oleh fakta-fakta historis. Berita Marco Polo pada tahun 1292 menunjukkan kenyataan itu, saat ia hadir di Perlak ia banyak menjumpai masyarakat yang sudah beragama Islam serta banyak pedagang dari India yang senang menyiarkan agama Islam disana. Berita Ibnu Batuta yang hadir berkunjung di Samudra Pasai pada tahun 1345 serta bukti-bukti arkeologis batu nisan makam Sultan Malik As-saleh yang berangka tahun 1297 M menguatkan pandangan ini jika Islam sudah masuk di Indonesia kurang lebih abad ke-13.

Dalam pengetahuan histori, ketidaksamaan pandangan merupakan satu hal yang tidak dapat dijauhi. Kita mesti dapat menyikapinya dengan bijak serta sesuai sumber-sumber yang akurat. Dalam hal seperti ini butuh juga dibedakan dalam tiga pemahaman, yakni waktu kedatangan, proses penyebaran serta perubahan agama Islam. Abad ke-7 bisa dilihat menjadi awal masuknya Islam di Nusantara (Indonesia).

Akan tetapi pada saat itu rupanya belumlah sangat mungkin buat beberapa pedagang muslim untuk lakukan proses Islamisasi, mengingat masih tetap kuatnya dampak Hindu. Agar bisa lakukan proses Islamisasi membutuhkan seputar 5 atau 6 abad kemudian sampai terbentuknya kekuasaan yang bercorak kerajaan/kesultanan Islam, contohnya Perlak atau Samudra Pasai. Semenjak itu memungkinkan proses penyebaran serta peningkatan agama Islam diluar pusat kerajaan.

Untuk itu maka, cara atau metode dalam penyebaran agama Islam di Indonesia adalah sebagai berikut:

1. Perdagangan 


Pada abad ke-7 M, wilayah Nusantara kedatangan beberapa pedagang Islam dari Gujarat/India, Persia, serta Bangsa Arab. Mereka telah mengambil bagian dalam beragam aktivitas perdagangan di Indonesia. Perihal ini konsekuensi logisnya memunculkan interaksi dagang pada penduduk Indonesia serta beberapa pedagang Islam. Di samping berdagang, menjadi seseorang muslim juga memiliki keharusan berdakwah karena itu beberapa pedagang Islam juga menyampaikan serta mengajari agama serta kebudayaan Islam pada orang yang lain. Lewat cara itu, banyak pedagang Indonesia memeluk agama Islam serta merekapun sebarkan agama Islam serta budaya Islam yang baru dianutnya pada orang yang lain.

2. Perkawinan 


Diantara beberapa pedagang Islam ada yang tinggal di Indonesia. Sampai saat ini di sejumlah kota di Indonesia ada kampung Pekojan. Kampung itu dulu adalah rumah beberapa pedagang Gujarat. Koja berarti pedagang Gujarat. Sebagian dari beberapa pedagang ini menikah dengan wanita Indonesia. Khususnya putri raja atau bangsawan. Karena pernikahan itu, maka banyak keluarga raja atau bangsawan masuk Islam. Lalu dibarengi oleh rakyatnya. Dengan begitu Islam cepat berkembang.

3. Pendidikan 


Perubahan Islam yang cepat mengakibatkan muncul tokoh ulama atau mubalig yang sebarkan Islam lewat pendidikan dengan membangun pondok-pondok pesantren. Serta didalam pesantren itu tempat pemuda pemudi menuntut pengetahuan yang terkait dengan agama Islam. Yang bila beberapa pelajar itu tuntas dalam menuntut ilmu dan pengetahuan tentang agama Islam, mereka memiliki keharusan untuk mengajari kembali pengetahuan yang diperolehnya pada penduduk yang ada di sekitarnya. Yang pada akhirnya penduduk sekitarnya menjadi pemeluk agama Islam. Pesantren yang sudah berdiri pada saat perkembangan Islam di Jawa, diantaranya Pesantren Sunan Ampel Surabaya yang dibangun oleh Raden Rahmat (Sunan Ampel) serta Pesantren Sunan Giri yang santrinya banyak datang dari Maluku (daerah Hitu), dan lain sebagainya.

4. Politik 


Seseorang raja memiliki kekuasaan serta dampak yang besar serta memegang fungsi terpenting dalam proses Islamisasi. Bila raja suatu kerajaan memeluk agama Islam, automatis rakyatnya akan berbondong - bondong memeluk agama Islam. Karena, penduduk Indonesia mempunyai kepatuhan yang tinggi serta raja tetap jadi contoh untuk rakyatnya. Bila raja serta rakyat memeluk agama Islam, tentunya untuk kebutuhan politik maka dapat diadakannya pelebaran wilayah kerajaan, yang dibarengi dengan penyebaran agama Islam.

5. Lewat Dakwah di Kalangan Masyarakat 


Di kalangan masyarakat Indonesia sendiri ada juru-juru dakwah yang sebarkan Islam di lingkungannya, diantaranya: Dato'ri Bandang sebarkan agama Islam di daerah Gowa (Sulawesi Selatan), Tua Tanggang Parang sebarkan Islam di daerah Kutai (Kalimantan Timur), Seseorang penghulu dari Demak sebarkan agama Islam di kalangan bangsawan Banjar (Kalimantan Selatan), Para Wali menyebarkan agama Islam di Jawa. Wali yang populer ada 9 wali yang terkenal dengan sebutan walisongo, mereka adalah; Sunan Gresik (Maulana Malik Ibrahim), Sunan Ampel (Raden Rahmat), Sunan Bonang (Makdum Ibrahim), Sunan Giri (Raden Paku), Sunan Derajat (Syarifuddin), Sunan Kalijaga (Jaka Sahid), Sunan Kudus (Jafar Sodiq), Sunan Muria (Raden Umar Said), dan Sunan Gunung Jati (Faletehan).

6. Seni Budaya 


Perkembangan Islam bisa lewat seni budaya, seperti bangunan (masjid), seni pahat, seni tari, seni musik, serta seni sastra. Langkah semacam ini banyak didapati di Jogjakarta, Solo, Cirebon, dan sebagainya. Seni budaya Islam dibuat melalui cara mengakrabkan budaya daerah setempat dengan ajaran agama Islam yang disusupkan ajaran tauhid yang dibikin sederhana, sehalus serta sebisa mungkin menggunakan kebiasaan lokal, contohnya : Membumikan ajaran Islam lewat syair-syair, misalnya: Gending Dharma, Suluk Sunan Bonang, Hikayat Sunan Kudus, dan lain sebagainya. Mengkultulrasikan wayang yang sarat dokrin. Misalnya: Beberapa tokoh simbolis dalam wayang diadopsi atau menciptakan nama yang lain yang dapat mendekatkan dengan ajaran Islam, Menciptakan tokoh baru serta cerita baru yang sarat pengajaran. Membunyikan bedug menjadi ajakan sholat lima waktu sekaligus juga alarm pengingat waktu.

7. Tasawuf 


Seorang Sufi biasa diketahui dengan hidup dalam keserhanaan, mereka tetap meresapi kehidupan masyarakatnya yang hidup bersama-sama ditengah – tengah masyarakatnya. Beberapa Sufi umumnya mempunyai ketrampilan yang menolong penduduk serta sebarkan agama Islam. Beberapa Sufi pada saat itu salah satunya Hamzah Fansuri di Aceh serta Sunan Panggung Jawa.

Memang banyak metode atau cara yang digunakan dalam menyebarkan agama Islam di Indonesia, tapi umumnya dilakukan dengan 7 cara atau metode di atas.

Cara-cara yang digunakan Mubaligh Zaman Dahulu dalam Menyebarkan Islam di Indonesia

Al-Khawarizmi: Salah Satu Matematikawan Muslim Paling Terkenal dalam Sejarah
Matematika adalah ilmu pasti yang secara umum didefinisikan sebagai 'cara mempelajari pola dan struktur'. Kata kerja ‘to cipher’ misalnya berasal dari bahasa Arab ‘sifr’ yang diterjemahkan menjadi ‘nol’ atau ‘kosong’. Angka sepuluh dan angka nol khususnya memiliki akar Arab. Banyak ilmuwan Muslim telah membangun dasar-dasar sistem matematika yang telah menunjukkan kegunaan besar dari angka-angka tersebut.

Muhammad Ibn Musa Al-Khwarizmi


Hampir setiap ilmuwan Muslim telah menghabiskan sebagian waktunya untuk penelitian matematika. Bagaimanapun, itu adalah cara untuk memberikan wawasan dan alat untuk beralih ke bidang ilmiah lain.

Al-Khwarizmi merupakan salah satu matematikawan paling terkemuka dalam sejarah peradaban manusia dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Al-Khwarizmi adalah seorang matematikawan Arab yang hidup sekitar tahun 780 hingga 850. Namanya merujuk ke tempat kelahirannya 'Khwarizm'. Saat ini dikenal sebagai 'Khiva', sebuah kota di Uzbekistan di perbatasan dengan Turkmenistan. Sayangnya, hanya sedikit informasi yang tersedia tentang kehidupan sosialnya.

Dia bekerja di 'بيت الحكمة - House of Wisdom' (rumah kebijaksanaan yang merupakan perpustakaan, lembaga penerjemahan dan pusat penelitian) yang didirikan di kota Baghdad oleh khalifah Muslim al-Mamun. Karyanya terutama terdiri dari menerjemahkan manuskrip ilmiah dari Yunani kuno, Ibrani dan Romawi dari Kekaisaran Bizantium ke dalam bahasa Arab. Selanjutnya Al-Khwarizmi mengkhususkan diri dalam astronomi dan matematika.

Di benua Eropa, nama Al-Khawarizmi berasimilasi menjadi ‘Algorismi’ dimana nama 'algoritme' diturunkan. Algoritma kemudian menjadi berguna dalam pembuatan perangkat lunak komputer. Komputer membutuhkan algoritma untuk menghitung dalam sistem biner. Hari ini, kita tidak bisa lagi membayangkan dunia tanpa komputer. Al-Khwarizmi telah memiliki andil yang signifikan dalam kecerdasan teknologi ini dimana kita sebagai masyarakat digital mendapat untung saat ini.

Sumbangan Al-Khawarizmi


Sumbangan Al-Khawarizmi untuk matematika, geografi, astronomi, dan kartografi menjadi dasar untuk inovasi dalam aljabar dan trigonometri. Karena kontribusinya terlalu banyak namun di sini saya tidak menjelaskannya, hanya merujuk secara umum pada beberapa buku yang paling terkenal.

Al-Khawarizmi menulis sebuah buku tentang algoritma yang berjudul 'Kitab Al-Jam wal-tafriq bi hisab al-hind' namun buku asli tersebut terbakar pada masa invasi Mongol - hanya terjemahan Latin yang tersisa, yaitu; 'Algoritmi de numero indorum'.

Dalam buku ini ia menggambarkan sistem posisi yang berasal dari umat Hindu berdasarkan simbol untuk angka 1 hingga 9, dan juga untuk angka 0. Penggunaan pertama dari angka 0 dalam sistem posisi mungkin merupakan kontribusi dari al-Khwarizmi sendiri.

Dia juga menulis buku geografi yang disebut 'Kitab surat al-ard', yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Prancis yaitu 'Konfigurasi de la Terre', atau hari ini hanya dikenal sebagai 'geografi'. Dalam buku ini dia membahas dan menghitung garis bujur dan garis lintang sekitar 2400 situs untuk membentuk dasar bagi peta dunia. Dalam disiplin ilmiah ini ia memperbaiki karya Ptolemy yang terkenal. Namun, peta Al-Khwarizmi jauh lebih akurat daripada Ptolemy, bahkan yang paling konsisten dengan peta dunia yang kita gunakan saat ini.

Kontribusi Al-Khwarizmi terhadap trigonometri diperlihatkan secara rinci dalam bukunya ‘Zīj al-Sindhind’. Dalam buku ini terdapat daftar tabel trigonometri untuk 'Sind' dan 'Hind', lebih dikenal sebagai 'Sinus' dan 'Cosinus' yang sekarang menjadi dasar dari hampir semua rumus trigonometri. Dalam buku ini ia menggunakan tabel astronomi trigonometri yang dibuat untuk menginterpretasi pergerakan matahari, bulan dan planet-planet yang diketahui (Merkurius, Venus, Mars, Jupiter, Saturnus).

Aljabar Al-Khawarizmi


Selain itu, salah satu tulisan yang paling terkenal dari tulisan-tulisannya adalah ‘Hisab al-jabr w'al muqabala’. Al-Jabr berarti 'restorasi' dan Barat mengambil istilah ini sebagai 'al-gabr' dan dari kata inilah yang kemudian menjadi asal dari kata 'aljabar'. Ini sebenarnya buku pertama tentang aljabar.

Dalam buku ini Al-Khawarizmi mendemonstrasikan bagaimana menerapkan metode aritmatika untuk menyederhanakan hal-hal sehari-hari seperti pewarisan, pengukuran lahan pertanian, perdagangan, penggalian kanal, perhitungan geometri dan sebagainya.

Al-Khawarizmi kemudian melanjutkan penelitiannya hingga sampai pada hitungan yang kita sebut 'persamaan kuadrat'. Sebagian besar bukunya dikhususkan untuk memecahkan persamaan rumit semacam itu. Kata ‘al-jabr’ secara harfiah berarti ‘menyatukan tulang yang patah” dan pada gilirannya berasal dari kata kerja ‘djabara’ yang berarti ‘bersatu kembali’. Makna etimologis aljabar menggambarkan tujuan yang mendasari bidang ini, yaitu solusi persamaan linear dan kuadrat dengan hanya satu faktor yang tidak diketahui, dan pemecahan 'tanda kurung' yang mengamati 'urutan operasi'.

Bagian rumit dari bukunya yang luas itu adalah ia mendefinisikan segala sesuatu dengan kata-kata sementara ia hampir tidak pernah menggunakan simbol untuk variabel-variabelnya, yang membuat bukunya sangat sulit dibaca oleh para matematikawan saat ini. Namun, ini semua berhubungan dengan fakta bahwa belum ada "bahasa ilmiah" di saat itu. Untuk mendukung bukti, dia menggunakan metode geometri untuk membantu pembacanya membentuk bayangan mental.

Al-Khawarizmi: Salah Satu Matematikawan Muslim Paling Terkenal dalam Sejarah

Berke Khan, Penguasa Mongol yang Pertama Masuk Islam
Pengetahuan kita tentang sejarah Islam sebagian besar terfokus pada dunia Arab. Studi Islam di universitas barat kebanyakan memiliki pendekatan Arab dan Sunni, meskipun ada banyak perbedaan dalam Islam, dan orang Arab hanya terdiri dari sekitar 20 persen Muslim saat ini. Bahkan dalam studi sejarah Islam, jarang ada fokus pada tokoh-tokoh Islam non-Arab, dan jika ada, itu tidak pernah diulas secara detail. Untuk sedikit memperbaiki bias ini, maka kami akan memaparkan biografi singkat Berke Khan, seorang penguasa Mongol yang pertama memeluk Islam, dan ringkasan konfliknya yang sangat pribadi dengan keponakannya yang bernama Hulagu.

Siapa Berke Khan?


Berke Khan (lahir pada abad ke-13, namun tanggal pasti kelahirannya belum diketahui) adalah cucu dari Djenghis Khan dari putra sulungnya Jochi. Djenghis Khan adalah pendiri kerajaan Mongol dan panglima perang terkenal. Ada beberapa ketidaksepakatan tentang keturunan Jochi. Börte, istri Djenghis Khan diculik oleh suku saingan setelah pernikahannya. Dia tetap tinggal dengan suku saingan selama beberapa bulan sampai Djenghis menyelamatkannya. Sembilan bulan kemudian dia melahirkan Jochi, yang membuat ragu adalah, apakah Jochi adalah putra Djenghis atau putra dari orang yang menculik Börte, kemudian membawanya sebagai ‘istri’.

Meskipun demikian, Djenghis mengklaim Jochi sebagai putranya. Jochi adalah seorang pemimpin militer ulung dan sangat berkontribusi terhadap penaklukan Asia Tengah oleh Ayahnya. Jochi memiliki setidaknya empat belas putra dan dua putri oleh keempat istrinya. Djenghis Khan membagi kerajaannya di khanat, masing-masing khanat diperintah oleh seorang putra setelah kematiannya. Jochi meninggal enam bulan sebelum Djenghis. Khanate barat yang akan diperintah oleh Jochi sebagaimana telah diputuskan, diberikan kembali kepada putra sulung Jochi yang bernama Batu. Namun, setelah kematian Batu, maka Berke Khan menggantikan posisinya dan berhasil menjadi khanate, kemudian dikenal sebagai 'Golden Horde'. Berke memerintah Golden Horde secara mandiri. Dia adalah penguasa Mongol pertama yang memeluk Islam. Dia meninggal pada tahun 1266.

Memeluk Agama Islam


Sementara di kota Saray-Jük, di barat jauh Kazakhstan saat ini, Berke Khan bertemu dengan kafilah yang datang dari kota Bukhara. Dia lantas bertanya tentang iman para musafir itu. Kemudian para musafir itu, melalui seorang sufi yang bernama Sufi Sheikh, meyakinkannya untuk memeluk Islam. Saudara Berke, Tukh-Timur, juga masuk Islam. Berke Khan adalah orang Mongol pertama yang menerima Islam.

Perang dengan Hulagu


Keponakan Berke Khan, Hulagu, memerintah Persia bagian utara dan diberi instruksi oleh saudara lelakinya Mongke untuk memasukkan daerah itu dari Persia ke Mesir ke dalam Kekaisaran Mongol. Pada tahun 1256, Hulagu berangkat dengan pasukan kurang lebih 100.000 orang, yang pertama-tama menuju ke benteng-benteng gunung Ismailiyah, sebuah sekte Syiah. Dalam waktu satu tahun Ismailiyah menyerah, dan pemimpin mereka, Rukn ad-Din Kurshah, ditangkap dan dibunuh. Hulagu kemudian mengalihkan perhatiannya ke Irak, dan mengirim surat kepada khalifah al-Mustasim untuk tunduk ke wilayah pemerintahan Mongol. Khalifah tentu saja menolak.

Hulagu menuju Irak, dengan tekad untuk menundukkan khalifah. Beberapa wilayah Syiah di Irak yang terasing dari kekhalifahan, menunjukkan sedikit rasa hormat terhadap komunitas mereka. Akibatnya, kota-kota besar yang didiami oleh warga Syiah seperti Najaf, Karbala, dan Mosul, menyerah kepada bangsa Mongol tanpa perlawanan. Pada bulan Januari 1258, seluruh pasukan Hulagu tiba di Baghdad. Bangsa Mongol merebut kota itu dalam waktu dua minggu. Sebulan kemudian al-Mustasim dieksekusi. Baghdad, kota yang megah, kota tempat para intelektual dan seniman, kota yang telah berdiri selama lebih dari enam abad, dihancurkan dan dibakar habis. Banyak warga Baghdad dibantai.

Ketika berita ini sampai di negara-negara Muslim tetangga, mereka menyerah tanpa perlawanan terhadap Mongol karena takut. Suriah segera dimasukkan ke wilayah penaklukan Hulagu. Ketika Berke Khan mendengar tentang kantong Baghdad, pembantaian warganya yang Muslim, dan penaklukan kota-kota Muslim lainnya, dia marah, dan bersumpah untuk membalas dendam:

“Dia (Hulagu) telah menghancurkan semua kota Muslim. Dengan bantuan Tuhan, aku akan memanggilnya untuk mempertanggungjawabkan begitu banyak darah tak berdosa. ”

Hulagu takut akan invasi oleh Berke, dan dengan demikian mundur kembali ke Persia, meninggalkan sebuah garnisun kecil di Suriah. Pada 1260 orang-orang Mongol menaklukkan sebagian besar Suriah dan berangkat lebih jauh ke Selatan, untuk menundukkan Palestina, di mana mereka telah berhasil. Namun pasukan mereka yang tampaknya tak terkalahkan itu dihentikan oleh orang-orang Turki Mamluk, yang pada waktu itu menguasai Mesir, Kairo menjadi ibu kota mereka. Sultan Mamluk Qutuz mengirim salah seorang jenderalnya, Baybars, ke Palestina. Mamluk mengalahkan bangsa Mongol dan dengan demikian menghentikan ekspansi wilayah penaklukan Mongol. Jenderal Mongol ditangkap dan dieksekusi. Mamluk segera merebut kembali Palestina dan Suriah.

Hulagu ingin membalas dendam atas kekalahan pasukannya di Palestina, dan sedang mempersiapkan perang, tetapi tidak dapat berurusan dengan Mamluk karena Berke Khan meluncurkan serangkaian serangan terhadap kerajaan Hulagu di wilayah Kaukasus, memaksa Hulagu untuk menghadapinya. Berke masih marah karena penghancuran kota Baghdad. Serangan-serangan itu menghasilkan perang terbuka antara Berke dan Hulagu, konflik semakin intensif karena keduanya masing-masing mendukung penuntut lain untuk memerintah khanat timur (Cina masa kini dan Mongolia). Hulagu mendukung saudaranya, Kublai, sementara Berke setia pada saudara Hulagu lainnya yaitu Ariqboke. Kedua pengadu bergabung dengan pendukung mereka dalam perang, tetapi akhirnya, Ariqboke menyerah kepada Kublai. Hulagu dan Berke Khan menderita kekalahan serius dalam perang.

Meskipun Ariqboke tidak menjadi khan dari khanat timur, Berke berhasil menghancurkan impian Hulagu tentang kekaisaran Timur Tengah yang termasuk Mesir. Perang masih berlangsung ketika Hulagu meninggal pada tahun 1265. Beberapa bulan kemudian, Berke meninggal juga, pada tahun 1266. Hulagu mampu mengkonsolidasikan kekuasaannya di Persia sebelum kematiannya, dinastinya Ilkhanid menguasai Persia hingga tahun 1335. Para penerusnya menjadi Islam. Mengu-Timur, keponakan lain Berke, menggantikannya sebagai khan dari Golden Horde. Intervensi Berke terhadap Hulagu, yang memaksa yang terakhir mengalihkan perhatiannya dari Mamluk di Barat ke konflik dengan Berke di Timur, menghentikan ekspansi lebih lanjut dari kerajaan Hulagu, dan mencegah hilangnya lebih lanjut tanah Muslim, sehingga kota-kota Muslim lainnya tidak bernasib sama seperti Baghdad.

Berke Khan, Penguasa Mongol yang Pertama Masuk Islam

Seni Bela Diri Tiongkok Dengan Gerakan Islam - Grand Master Hui Ma Xianda dan Wang Zi-Ping
Budaya Cina adalah salah satu budaya tertua di dunia dengan tradisi yang luas dan beragam. Bagian tak terpisahkan dari budaya, yang telah dikembangkan selama berabad-abad, adalah seni bela diri Cina. Seni bela diri Cina, atau juga dikenal sebagai Wu Shu dan Kung Fu, termasuk ratusan gaya bertarung. Masing-masing terinspirasi oleh berbagai agama, filosofi, dan legenda Cina.

Salah satu filsafat tradisional adalah untuk menyelaraskan energi internal dan eksternal dan untuk mencapai kesempurnaan fisik dan spiritual. Keluarga Hui, yang merupakan kelompok etnis Muslim Cina, terinspirasi oleh tradisi Nabi Muhammad saw. di mana ia berkata: “Orang kuat bukanlah pegulat yang baik; Orang kuat hanya orang yang mengendalikan dirinya saat dia marah.”

Para anggota Hui didorong untuk menciptakan perpaduan antara keyakinan Islam dan tradisi Tiongkok, seni bela diri Hui. Grand master baru lahir dan tidak akan lama sampai mereka mencapai tingkat tertinggi Wu shu. Berikut dua contoh master besar Hui yang lebih dari mengesankan.

Ma Xianda


Salah satunya adalah Grandmaster Muslim Ma Xianda. Ma Xianda lahir pada tahun 1932 di provinsi Hebei, China. Dia termasuk generasi keenam dari keluarga Hui yang terkenal dari seniman bela diri dan beberapa master yang telah mencapai tingkat tertinggi dalam seni bela diri Tiongkok, yaitu Duan ke-9. Dia adalah salah satu yang pertama dan termuda pada saat itu untuk menerima pangkat ini. Ayah dan pamannya mulai melatihnya pada usia lima tahun. Grandmaster Ma belajar banyak gaya tradisional Wu Shu dan belajar tinju, gulat Mongolia (Shuaj Jian) ​​dan anggar.

Diperkirakan dia mengajar sekitar 10.000 siswa selama karirnya, termasuk Zhao Chanjun dan Jet Li.
Pada tahun 1980 ia menjadi pelatih seni bela diri dan koreografer utama untuk film The Shaolin Temple yang dibintangi Jet Li. Selain itu, lebih dari dua puluh siswa dia mendapatkan gelar Wu Ying, 'Pahlawan Bela Diri'. Ini adalah gelar yang diberikan kepada atlet yang telah menempatkan lebih dari satu kali di posisi tiga teratas di kejuaraan nasional Cina. Kedua putranya adalah juara nasional juga. Ini lebih seperti warisan keluarga.

Wang Zi-Ping


Seni Bela Diri Tiongkok Dengan Gerakan Islam - Grand Master Hui Ma Xianda dan Wang Zi-Ping
Grandmaster Muslim lain yang harus disebutkan adalah Wang Zi-Ping. Ia lahir pada tahun 1881 dan hidup sampai 1973. Selama hidupnya ia telah menghidupkan kembali gelar "Singa Kung Fu Cina". Meskipun ayah dan kakeknya adalah seniman bela diri terkenal. Mereka menolak untuk mengajar Zi-Ping. Mereka tidak ingin dia mengalami penderitaan yang harus mereka lalui. Wang Zi-Ping di sisi lain sangat bersemangat tentang hal itu dan mulai berlatih sendiri ketika dia berusia tujuh tahun.

Dia membuat keputusan untuk bepergian ke seluruh negeri. Selama perjalanannya ia dipilih untuk berlatih di bawah guru Wu Shu Yang Hong Xiu. Banyak yang berani menantangnya dalam perkelahian tetapi dia tetap tak terkalahkan. Pekerja Jerman, sekelompok pemain Judo dan seorang Amerika bernama Sullivan tidak bisa menang darinya. Setelah revolusi tahun 1949 ia dihormati sebagai pahlawan dan diangkat sebagai Wakil dari Kongres Rakyat Multicipal Shanghai, Wakil Presiden Asosiasi Whu Shu Nasional dan sebagai anggota Federasi Olahraga Seluruh China.

Ma Xianda dan Wang Zi-Ping hanyalah dua contoh daftar panjang Grandmaster Muslim dan contoh lain tentang bagaimana Muslim mengambil bagian dalam aspek kehidupan yang lebih dari yang Anda kira. Banyak seniman bela diri di seluruh dunia tidak hanya mengagumi mereka, mereka adalah inspirasi dan motivasi bagi mereka. Pengaruh Grandmaster ini tidak akan pernah terlupakan.

Seni Bela Diri Tiongkok Dengan Gerakan Islam - Grand Master Hui Ma Xianda dan Wang Zi-Ping

Know About The Caliph Of Harun ar-Rashid
Caliph Of Harun ar-Rashid, Born on 17 March 763 AD, Harun ar-Rashid, the fifth Abbasid caliph, was 23 years old when he sat on the throne on the night of 15 September 786 AD. The night was bright and bright, glittering with a million stars.

According to legend, the moon looks curved like a sickle above the al-Khuld Palace or the Palace of Eternity. A star is at the center of its arch, as in the banner of Muslim war in the future.

The next morning, Aaron departed from the outskirts of Isabadh City and officially entered the capital of the Kingdom of Baghdad, preceded by his court guards. Several legions of soldiers accompanied. Their weapons and armor glistened in the sun.

Benson Bobrick in his book, The Caliph's Splendor: Islam and the West in the Golden Age of Baghdad, illustrates, among the well-armed soldiers, there was an army of holy soldiers known as the Ansar or the Medina army. The 'defenders' first recruited his father, Caliph Mahdi.

"The banks of the Tigris River are crowded with hopes. Thousands of people also marched on the big bridge of boats that the caliph would cross. Therefore, on Friday, Aaron will lead the Friday prayer, "Bobrick wrote.

Fleet and barge full of spectators really make the traffic jams. The merchants and nobles stood on the platforms of terraced houses overlooking the pier.

Among them, the black cloak, the black turban, and the Abbasid black flag looked strikingly like the look on the face of the whitewashed city, glistening like black oniks. From the roof and the windows, the women shouted a high-pitched song of joy.

The royal accompaniment proceeded slowly. Aaron's bodyguard troopers wore excellent uniforms. In the midst of them, Aaron himself rode a horse with a full armor. His body is robust and handsome on a white war horse decorated with extraordinary.

Stretched on his shoulder, in the style of Islam, is the famous Dzul Faqar, a double-edged sword seized in the Battle of Badr in 624 AD Had once used the Prophet himself and given it to his son-in-law, Ali. It is said that he has a miraculous power and engraved the words la yuqtal muslim bi al-kafir meaning "a Muslim should not be killed for killing infidels".

Later that day, Aaron led the prayer at the great mosque of the city and then sat before the public in the courtyard. The prominent people and the common people were called to face him to swear allegiance and express their joy over his coronation.

The following day, at the reception and official court sessions, the new caliph appointed Yahya al-Barmak became his vizier and gave him the full mandate. When he gave the royal stamp to him, Aaron called it with great respect as his 'father' while saying, "My father, I owe this position to your wisdom. I leave to you the responsibility for the welfare of my people. "

"I take this responsibility from my shoulders and put it on your shoulders. The rule in the way you think best, pick whoever you want and stop whoever you want. "

The death of the previous caliph and his brother, Hadi, which was obviously due to the killing of the day was known to a few people and in no way diminished the festivity and the party scene. Even reports of Hadi's killing in the future do not stain Aaron's high position in the eyes of the next generation.

As a historical scholar, Aaron himself sees his ascension as an example of predestined greatness. This is reinforced by his knowledge of Islam and its seemingly impossible resurrection.

As he scans the inherited territory, under the guidance of a select group of teachers, he absorbs his grand story and glory and power are now in his grasp.

Know the figure of Caliph Harun ar-Rashid

Menelusuri Sejarah Akuntansi dalam Manajemen Keuangan
Akuntansi merupakan pengukuran, penjabaran, atau pemberian kepastian tentang informasi yang akan mendukung manajer, investor, otoritas pajak serta pembuat ketetapan lainnya untuk membuat alokasi sumber daya ketetapan didalam perusahaan, organisasi, serta instansi pemerintah.

Akuntansi merupakan seni dalam mengukur, berkomunikasi serta menginterpretasikan kegiatan keuangan. Lebih luas, akuntansi dikenal juga menjadi “bahasa bisnis”.

Akuntansi mempunyai tujuan untuk mempersiapkan satu laporan keuangan yang tepat supaya bisa digunakan oleh manajer, pengambil kebijakan, serta pihak yang memiliki kepentingan, seperti pemegang saham, kreditur, atau pemilik. Pencatatan harian yang berperan dalam proses ini dikenal dengan istilah pembukuan. Akuntansi juga memiliki sejarah yang panjang, yang sudah dimulai sejak zaman dahulu kala, yakni sejak manusia mengenal alat tukar berupa uang, untuk itu berikut sejarah akuntansi dalam manajemen keuangan.

Sejarah Akuntansi di Dunia


Akuntansi diawali semenjak manusia menjadikan uang menjadi alat pembayaran serta membuat catatan keuangan. Pada awal abad XV ada beberapa naskah tentang pelajaran akuntansi di Italia dengan memakai angka-angka Arab. Serta di akhir abad XV terbit buku yang pertama di Italia, hasil karya seseorang yang berasal dari Venesia, bernama Lucas Paciolo dengan bukunya yang berjudul “Summa De Arithmatica, Geometrica et Proportionalita”. Buku itu mengulas mengenai akuntansi, dan kemudian menjadi tonggak sejarah pada bidang akuntansi. Didalam satu diantaranya bab, buku itu mengulas mengenai “Tractatus de Computist el Scriptorio”, yakni beberapa cara pembukuan dengan berpasangan (double book keeping), yang hingga saat ini banyak dimanfaatkan.

Hasil karya Lucas Paciolo ini menebar ke Eropa Barat serta di kembangkan oleh pengarang-pengarang baru. Hingga timbullah beberapa system, yang namanya sesuai dengan nama negaranya masing-masing, misalnya system Belanda, system Amerika (anglo saxon), dan lain-lain.

Akuntansi berlainan dengan pembukuan. Pembukuan atau tata buku merupakan satu seni pencatatan, pengelompokan, serta pengikhtisaran. Mengenai akuntansi lebih luas cakupannya dibanding pembukuan. Kenapa demikian? Karena pembukuan bagian dari pekerjaan akuntansi. Hal yang terkait dengan akuntansi, ialah: pembukuan, penganalisisan laporan-laporan keuangan yang sudah disusun, riset untuk memahami luas dan macam-macam transaksi keuangan, perencanaan system akuntansi yang akan dipakai pada suatu perusahaan berdasar pada hasil survey, pemeriksaan akuntansi, dan lain-lain.

Pada perkembangannya, beberapa negara di Eropa Barat memisahkan “pembukuan” dari pelajaran akuntansi dalam makna yang luas. Di negara Belanda, hingga sampai saat ini masih tetap memberi pelajaran “pembukuan” saja pada beberapa perguruan, serta untuk pelajaran “akuntansi dengan cara luas” hanya diberikan di fakultas ekonomi jurusan akuntansi. Mengenai di Amerika Serikat, karena pembukuan adalah sisi dari akuntansi, jadi yang dipakai pada perguruan-perguruan disana merupakan pelajaran akuntansi dalam makna yang luas.

Serta di Indonesia sendiri disetujui melalui lokakarya Pusat Pengembangan Akuntansi Fakultas Ekonomi tahun 1980 mengenai Pendidikan Akuntansi di Indonesia, jika metode atau system yang digunakan di Indonesia merupakan metode atau system Amerika, yang sebelumnya di Indonesia sempat menggunakan system Belanda karena dampak penjajahan yang dilakukan oleh Belanda.

Perkembangan Akuntansi dari Masa Ke Masa


Pada tahun 1775 mulai dikenalkan pembukuan baik yang single entry dan double entry.

Pada tahun 1800 orang-orang jadikan neraca menjadi laporan yang paling utama dipakai dalam perusahaan.

Pada tahun 1825 mulai diperkenalkan pemeriksaaan keuangan (financial auditing).

Pada tahun 1850 laporan laba/rugi menukar tempat neraca menjadi laporan yang dipandang lebih utama.

Pada tahun 1900 di Amerika mulai dikenalkan sertifikasi profesi yang dilaksanakan lewat ujian yang dilakukan dengan cara nasional.

Pada tahun 1925 mulai dikenalkan beberapa tehnik analisa biaya, akuntansi untuk perpajakan, akuntansi pemerintahan, dan pengawasan dana pemerintah. System akuntansi yang manual berpindah ke system EDP dengan mulai dikenalkannya “punch card record”.

Pada tahun 1950 sampai dengan tahun 1975, merupakan periode dimana akunansi telah memakai computer untuk pemrosesan data. Selanjutnya, telah dilaksanakan Perumusan Prinsip Akuntansi (GAAP). Sampai Perencanaan manajemen dan management auditing mulai dikenalkan.

Pada tahun 1975 keseluruhan sistem kajian yang disebut sistem pemeriksaan efektif mulai diketahui. Serta Social accounting manjadi rumor yang mengulas pencatatan tiap-tiap transaksi perusahaan yang memengaruhi lingkungan masyarakat.

Perkembangan Akuntansi di Indonesia 


Akuntansi mulai diaplikasikan di Indonesia semenjak tahun 1642. Namun bukiti yang pasti ada pada pembukuan Amphioen Societeit yang berdiri di Jakarta semenjak tahun 1747. Setelah itu akuntansi di Indonesia berkembang sesudah UU Tanam Paksa dihapuskan pada tahun 1870. Perihal ini menyebabkan timbulnya beberapa entrepreneur swasta Belanda yang memberikan modalnya di Indonesia.

Praktek akuntansi di Indonesia bisa ditelusur pada masa penjajahan Belanda kurang lebih 17 (ADB 2003) atau kurang lebih tahun 1642. Jejak yang pasti terkait dengan praktek akuntansi di Indonesia bisa didapati pada tahun 1747, yakni praktek pembukuan yang dilakukan Amphioen Sociteyt yang berkedudukan di Jakarta. Pada jaman ini Belanda memperkenalkan system pembukuan berpasangan (double-entry bookkeeping) seperti yang di kembangkan oleh Luca Pacioli. Perusahaan VOC punya Belanda-yang merupakan organisasi komersial paling utama sepanjang masa penjajahan-memainkan fungsi terpenting dalam praktek usaha di Indonesia sepanjang masa ini.

Pengiriman Van Schagen adalah titik tolak berdirinya Jawatan Akuntan Negara-Government Accountant Dienst yg terbentuk pada tahun 1915. Akuntan publik yang pertama ialah Frese & Hogeweg yang membangun kantor di Indonesia pada tahun 1918. Pendirian kantor ini disertai kantor akuntan yang lainnya yakni kantor akuntan H. Y. Voerens pada tahun 1920 serta pendirian Jawatan Akuntan Pajak-Belasting Accountant Dienst.

Pada masa penjajahan, tidak ada orang Indonesia yang bekerja menjadi akuntan publik. Orang Indonesa pertama yg bekerja di bagian akuntansi ialah JD Massie, yang diangkat menjadi pemegang buku pada Jawatan Akuntan Pajak pada tanggal 21 September 1929.

Peluang buat akuntan lokal (Indonesia) mulai ada pada tahun 1942-1945, dengan mundurnya Belanda dari Indonesia. Pada tahun 1947 cuma ada satu orang akuntan yang berbangsa Indonesia yakni Prof. Dr. Abutari. Praktek akuntansi jenis Belanda masih tetap dipakai sepanjang masa sesudah kemerdekaan (1950an). Pendidikan serta kursus akuntansi masih tetap didominasi oleh system akuntansi jenis Belanda. Nasionalisasi atas perusahaan yang dipunyai Belanda serta pindahnya orang orang Belanda dari Indonesia pada tahun 1958 mengakibatkan kelangkaan akuntan serta tenaga pakar.

Pada intinya akuntansi itu sama yakni media buat manajemen untuk mengkomunikasikan posisi keaungan, kapasitas serta pergantian tempat keaungan pada pihak yang memiliki kepentingan. Akuntansi menyiapkan info buat pasar modal-pasar modal besar, baik domestik ataupun internasional.

Menelusuri Sejarah Akuntansi dalam Manajemen Keuangan

Sejarah Perjalanan Sepak Bola Dunia dan Sepak Bola di Indonesia
Siapa yang tidak kenal sepak bola saat ini? Salah satu olahraga bergengsi yang diketahui mulai dari anak kecil hingga orang tua senta di seluruh Dunia. Olahraga yang digemari oleh seluruh masyarakat dunia ini mengalami secamcam evolusi yang dimulai dari peradaban kuni hingga peradaban modern. Berikut ini sejarah perjalanan sepak bola dunia dan sepak bola di Indonesia.

Sejarah Sepak Bola Kuni 


Sejarah Perjalanan Sepak Bola Dunia dan Sepak Bola di Indonesia
Histori sepak bola menjadi olah-raga disukai dimulai sejak abad ke dua masehi hingga sampai abad ke tiga masehi M di wilayah Cina. Pada saat Dinasti Han, orang-orang menggiring bola kulit dengan memasukkannya ke dalam jaring kecil yang mereka sebut dengan nama Tsu Chu.  Di Jepang permainan sepak bola juga dimainkan dengan nama yang berbeda yaitu Kemari. Pada abad ke-16 sepak bola juga disukai di Italia. Lantas permainan sepak bola banyak diketemukan di beberapa negara seperti Inggris, Meksiko, Romawi, Amerika Tengah sampai Romawi Kuno.

Akan tetapi waktu sepak bola hingga sampai ke Inggris, pada tahun 1365 Raja Edward III melarang masyarakatnya untuk bermain sepak bola, karena dalam permainan sepak bola berlangsung banyak kekerasan serta aksi yang brutal. Tetapi pada tahun 1360 Raja Edward III mengijinkan kembali permainan sepak bola. Tetapi permainan sepak bola tidak ada pergantian, masih penuh dengan kekerasan serta aksi brutal. Sampai pada tahun 1572, Ratu Elizabeth I melarang kembali permainan sepak bola tanpa kompromi serta dibarengi sangsi tegas pada orang yang masih tetap lakukan permainan sepak bola yakni dengan memenjarakan orang itu. Tetapi pada akhirnya pada tahun 1680 larangan tidak untuk lakukan permainan sepak bola dicabut kembali oleh Raja Charless II.

Sejarah Sepak Bola Modern


Sejarah Perjalanan Sepak Bola Dunia dan Sepak Bola di Indonesia
Histori sepak bola moderen diawali di Inggris. Diikuti dengan berdirinya suatu organisasi asosiasi sepak bola lewat pertemuan 11 wakil dari perkumpulan sepak bola yang berada di Football Association Freemason’s Tavern (london-inggris).

Dalam pertemuan ini diputuskan seri ketentuan tunggal permainan sepak bola. Lalu, ketentuan itu dibarengi oleh asosiasi sepak bola Wales, Skotlandia, serta Irlandia. Setelah itu, ke empat asosiasi itu akan membuat International Football Association Board (IFAB) agar bisa mengkoordinasi ketentuan sepak bola dunia.

Searah dengan perubahan serta perkembangan sepak bola dunia, sehingga didirikanlah Federation International de Football Association (FIFA) di Paris, Prancis pada tanggal 21 Mei 1904.

Suatu pertemuan yang digagas oleh dua tokoh sepak bola yakni Henry Delaunay serta Jules Rimet itu di hadiri oleh 7 negara yakni Denmark, Spanyol, Swedia, Swiss, Belgia serta belanda.

Beberapa negara itu lantas memutuskan menjadi anggota FIFA pertama yang diketuai oleh Robert Guerin yang datang dari Prancis.

Kejuaraan sepak bola yang ada pada saat itu masih tetap termasuk dalam lingkup olimpiade, tetapi kenggotaannya selalu makin bertambah.

Di bawah ini daftar momen terpenting perjalanan histori sepak bola moderen berdasar pada tahun pelaksanaan:

  • Asosiasi Sepak Bola Inggris dibentuk pada tahun 1863
  • Penyelenggaraan kompetisi diluar wilayah Inggris, yakni Kanada melawan Amerika pada Tahun 1885
  • Diadakannya rapat kali pertama dengan agenda membicarakan pembentukan organisasi yakni Asosiasi Sepak Bola Dunia pada tahun 1886.
  • Diputuskannya ketentuan jika wasit yang memegang penuh kendali dalam kompetisi pada tahun 1888
  • FIFA terbentuk di Prancis dengan beranggotakan Swedia, Swiss, Spanyol, Belanda, Belgia serta Prancis pada Tahun 1904
  • Pada Tahun 1904, FIFA berdiri dengan arah untuk dapat memajukan sepak bola dunia dengan berslogan “For The Game, For The World” yang bermakna permainan sepak bola bisa menjadi suatu ajang pemersatu antar bangsa setelah perang dunia. Sekretariat FIFA beralamat di Zurich, Swiss sebagai tempat untuk melihat pekerjaan yang dikerjakan oleh FIFA, contohnya penarikan undian liga champion, pemberian titel pemain terunggul dan sebagainya. Mengenai pekerjaan yang diemban oleh FIFA ialah mempromokan sepak bola, melakukan penyusunan transfer pemain dari team ke team yang lainnya, mengambil keputusan titel atau gelas pemain terunggul dunia, serta mempublikasikan daftar rangking dunia FIFA pada tiap-tiap bulannya. 

Perubahan sepak bola didunia selalu berlanjut, sampai pada tahun 1908 permainan sepak bola dimasukkan ke Olimpiade serta mengadakan kegiatan kejuaraan dunia pertama untuk permainan sepak bola atau Piala dunia di Uruguay pada tahun 1930-an.

Ada hal yang unik diluar dari tehnis permainan sepak bola yang harus dicatat, yakni ada kesuksesan BBC sebagai stasiun tv pertama yang sukses menyiarkan permainan sepak bola di tahun 1938, serta pada tahun 1966 digunakannya feature replay dalam tiap-tiap gol yang berlangsung di tayangan tv.

Permainan sepak bola, selama histori sepak bola merupakan media hiburan yang sangat banyak disukai oleh kebanyakan orang didunia. Perihal ini pula yang membuat FIFA terus memperlebarkan sayap dengan membuat beberapa badan asosiasi regional yang terbagi dalam beberapa negara seperti di bawah ini :

  • UEFA (Union of European Football Associations) yang disebut satu kelompok atau asosiasi sepak bola meliputi beberapa negara Eropa. 
  • CONCACAF (The Confederation of North, Central American and Caribbean Association Football) sebagai suatu kelompok atau asosiasi sepak bola yang menaungi beberapa negara yang berada di Amerika Tengah, Karibia serta Amerika Utara, 
  • CONMEBO (Confederacion Sudamericana de Futbol) sebagai satu kelompok atau asosiasi sepak bola yang menaungi beberapa negara di Asia.
  • CAF (Confederation of African Football) sebagai kelompok atau asosiasi sepak bola untuk menaungi beberapa negara yang berada di Benua Afrika. 
  • OFC (Oceania Football Confederation) sebagai asosiasi sepak bola yang menaungi Negara Oceania. 

Sejarah Sepak bola di Indonesia 


Sejarah Perjalanan Sepak Bola Dunia dan Sepak Bola di Indonesia
Cerita itu tidak terhenti disana saja, karena kompetisi ini sudah masuk ke Indonesia atas cerita-cerita di saat dulu yang bersejarah. Pada awalnya Sepakbola di Indonesia tidak lepas dari dampak kolonial Belanda, kemudian permainan ini dimainkan oleh beberapa pemuda Tionghoa serta pemuda asli pribumi. Lewat Sepakbola tercipta kumpulan-kumpulan di sejumlah kota pada saat Hindia Belanda, seperti di Surabaya tahun 1902, Batavia tahun 1904 serta Medan tahun 1907.

Ketika tahun 1914 sepak bola makin diketahui di tanah air, pada 20 April 1919 federasi federasi Sepakbola yang berada di Indonesia membuat suatu Organisasi bernama Nederlandsch-Indische Voetbal Bond (NIVB). Organisasi itu lalu diakui dengan cara sah oleh pemerintahan Hindia Belanda pada 20 Oktober 1919. Lalu dengan cara sah berubah menjadi Anggota FIFA pada 19 April 1924 lalu disahkan pada 24 Mei 1924. Ketika itu sebagai Anggotra NIVB ada 7 yakni Batavia (VBO), Semarang (SVO), Surabaya (SBV), Yogyakarta, Sukabumi Malang, dan Bandung (BVB).

Pada 19 April 1930 oleh Ir. Soeratin Sosrosoegondo dipilih sebagai ketua persatuan sepak bola seluruh Indonesia atau PSSI di kota Yogyakarta dengan disertai oleh ke-7 utusan club diatas. Dibawah kepengurusan Soeratin, aktivitas sepak bola mulai mengalami perkembangan yang baik,  dan lewat beberapa pemuda yang cerdas dan tangguh persepak bola Indonesia dapat menembus tingkat Nasional hingga Internasional.

Sejarah Perjalanan Sepak Bola Dunia dan Sepak Bola di Indonesia

Sejarah Perjalan Gerakan Pramuka di Indonesia
Pendidikan Kepramukaan di Indonesia merupakan salah satu segi pendidikan nasional yang penting, yang merupakan bagian dari sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Untuk itu perlu diketahui sejarah perkembangan Kepramukaan di Indonesia.

Sejarah Singkat Gerakan Pramuka


Gagasan Boden Powell yang cemerlang dan menarik itu akhirnya menyebar ke berbagai negara termasuk Netherland atau Belanda dengan nama Padvinder. Oleh orang Belanda gagasan itu dibawa ke Indonesia dan didirikan organisasi oleh orang Belanda di Indonesia dengan nama NIPV (Nederland Indische Padvinders Vereeniging = Persatuan Pandu-Pandu Hindia Belanda).

Oleh pemimpin-pemimpin gerakan nasional dibentuk organisasi kepanduan yang bertujuan membentuk manusia Indonesia yang baik dan menjadi kader pergerakan nasional. Sehingga muncul bermacam-macam organisasi kepanduan antara lain JPO (Javaanse Padvinders Organizatie) JJP (Jong Java Padvindery), NATIPIJ (Nationale Islamitsche Padvindery), SIAP (Sarekat Islam Afdeling Padvindery), HW (Hisbul Wathon).

Dengan adanya larangan pemerintah Hindia Belanda menggunakan istilah Padvindery maka K.H. Agus Salim menggunakan nama Pandu atau Kepanduan.

Dengan meningkatnya kesadaran nasional setelah Sumpah Pemuda, maka pada tahun 1930 organisasi kepanduan seperti IPO, PK (Pandu Kesultanan), PPS (Pandu Pemuda Sumatra) bergabung menjadi KBI (Kepanduan Bangsa Indonesia). Kemudian tahun 1931 terbentuklah PAPI (Persatuan Antar Pandu Indonesia) yang berubah menjadi BPPKI (Badan Pusat Persaudaraan Kepanduan Indonesia) pada tahun 1938.

Pada waktu pendudukan Jepang Kepanduan di Indonesia dilarang sehingga tokoh Pandu banyak yang masuk Keibondan, Seinendan dan PETA.

Setelah tokoh proklamasi kemerdekaan dibentuklah Pandu Rakyat Indonesia pada tanggal 28 Desember 1945 di Sala sebagai satu-satunya organisasi kepanduan.

Sekitar tahun 1961 kepanduan Indonesia terpecah menjadi 100 organisasi kepanduan yang terhimpun dalam 3 federasi organisasi yaitu IPINDO (Ikatan Pandu Indonesia) berdiri 13 September 1951, POPPINDO (Persatuan Pandu Puteri Indonesia) tahun 1954 dan PKPI (Persatuan Kepanduan Puteri Indonesia)

Menyadari kelemahan yang ada maka ketiga federasi melebur menjadi satu dengan nama PERKINDO (Persatuan Kepanduan Indonesia).

Karena masih adanya rasa golongan yang tinggi membuat Perkindo masih lemah. Kelemahan gerakan kepanduan Indonesia akan dipergunakan oleh pihak komunis agar menjadi gerakan Pioner Muda seperti yang terdapat di negara komunis. Akan tetapi kekuatan Pancasila dalam Perkindo menentangnya dan dengan bantuan perdana Menteri Ir. Juanda maka perjuangan menghasilkan Keppres No. 238 tahun 1961 tentang Gerakan Pramuka yang pada tanggal 20 Mei 1961 ditandatangani oleh Pjs Presiden RI Ir Juanda karena Presiden Soekarno sedang berkunjung ke Jepang.

Di dalam Keppres ini gerakan pramuka oleh pemerintah ditetapkan sebagai satu-satunya badan di wilayah Indonesia yang diperkenankan menyelenggarakan pendidikan kepramukaan, sehingga organisasi lain yang menyerupai dan sama sifatnya dengan gerakan pramuka dilarang keberadaannya.

Perkembangan Gerakan Pramuka


Ketentuan dalam Anggaran Dasar gerakan pramuka tentang prinsip-prinsip dasar metodik pendidikan kepramukaan yang pelaksanaannya seperti tersebut di atas ternyata banyak membawa perubahan sehingga pramuka mampu mengembangkan kegiatannya. Gerakan pramuka ternyata lebih kuat organisasinya dan cepat berkembang dari kota ke desa.

Kemajuan Gerakan Pramuka akibat dari sistem Majelis Pembimbing yang dijalankan di tiap tingkat, dari tingkat Nasional sampai tingkat Gugus Depan. Mengingat kira-kira 80% penduduk Indonesia tinggal di pedesaan dan 75% adalah petani maka tahun 1961 Kwarnas Gerakan Pramuka menganjurkan supaya para pramuka mengadakan kegiatan di bidang pembangunan desa.

Pelaksanaan anjuran ini terutama di Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur dan Jawa Barat menarik perhatian Pimpinan Masyarakat. Maka tahun 1966 Menteri Pertanian dan Ketua Kwartir Nasional mengeluarkan instruksi bersama pembentukan Satuan Karya Taruna Bumi. Kemudian diikuti munculnya saka Bhayangkara, Dirgantara dan Bahari.

Untuk menghadapi problema sosial yang muncul maka pada tahun 1970 menteri Transmigrasi dan Koperasi bersama dengan Ka Kwarnas mengeluarkan instruksi bersama tentang partisipasi gerakan pramuka di dalam penyelenggaraan transmigrasi dan koperasi. Kemudian perkembangan gerakan pramuka dilanjutkan dengan berbagai kerjasama untuk peningkatan kegiatan dan pembangunan bangsa dengan berbagai instansi terkait.

Latar Belakang Lahirnya Gerakan Pramuka


Gerakan Pramuka lahir pada tahun 1961, jadi kalau akan menyimak latar belakang lahirnya Gerakan Pramuka, orang perlu mengkaji keadaan, kejadian dan peristiwa pada sekitar tahun 1960.Dari ungkapan yang telah dipaparkan di depan kita lihat bahwa jumlah perkumpulan kepramukaan di Indonesia waktu itu sangat banyak. Jumlah itu tidak sepandan dengan jumlah seluruh anggota perkumpulan itu.

Peraturan yang timbul pada masa perintisan ini adalah Ketetapan MPRS Nomor II/MPRS/1960, tanggal 3 Desember 1960 tentang rencana pembangunan Nasional Semesta Berencana. Dalam ketetapan ini dapat ditemukan Pasal 330. C. yang menyatakan bahwa dasar pendidikan di bidang kepanduan adalah Pancasila. Seterusnya penertiban tentang kepanduan (Pasal 741) dan pendidikan kepanduan supaya diintensifkan dan menyetujui rencana Pemerintah untuk mendirikan Pramuka (Pasal 349 Ayat 30). Kemudian kepanduan supaya dibebaskan dari sisa-sisa Lord Baden Powellisme (Lampiran C Ayat 8).

Ketetapan itu memberi kewajiban agar Pemerintah melaksanakannya. Karena itulah Pesiden/Mandataris MPRS pada 9 Maret 1961 mengumpulkan tokoh-tokoh dan pemimpin gerakan kepramukaan Indonesia, bertempat di Istana Negara.

Hari Kamis malam itulah Presiden mengungkapkan bahwa kepanduan yang ada harus diperbaharui, metode dan aktivitas pendidikan harus diganti, seluruh organisasi kepanduan yang ada dilebur menjadi satu yang disebut Pramuka. Presiden juga menunjuk panitia yang terdiri atas Sri Sultan Hamengku Buwono IX, Menteri P dan K Prof. Prijono, Menteri Pertanian Dr.A. Azis Saleh dan Menteri Transmigrasi, Koperasi dan Pembangunan Masyarakat Desa, Achmadi. Panitia ini tentulah perlu sesuatu pengesahan. Dan kemudian terbitlah Keputusan Presiden RI No.112 Tahun 1961 tanggal 5 April 1961, tentang Panitia Pembantu Pelaksana Pembentukan Gerakan Pramuka dengan susunan keanggotaan seperti yang disebut oleh Presiden pada tanggal 9 Maret 1961. Ada perbedaan sebutan atau tugas panitia antara pidato Presiden dengan Keputusan Presiden itu.

Masih dalam bulan April itu juga, keluarlah Keputusan Presiden RI Nomor 121 Tahun 1961 tanggal 11 April 1961 tentang Panitia Pembentukan Gerakan Pramuka. Anggota Panitia ini terdiri atas Sri Sultan Hamengku Buwono IX, Prof. Prijono, Dr. A. Azis Saleh, Achmadi dan Muljadi Djojo Martono (Menteri Sosial). Panitia inilah yang kemudian mengolah Anggaran Dasar Gerakan Pramuka, sebagai Lampiran Keputusan Presiden R.I Nomor 238 Tahun 1961, tanggal 20 Mei 1961 tentang Gerakan Pramuka.

Kelahiran Gerakan Pramuka


Gerakan Pramuka ditandai dengan serangkaian peristiwa yang saling berkaitan yaitu :

1. Pidato Presiden/Mandataris MPRS dihadapan para tokoh dan pimpinan yang mewakili organisasi kepanduan yang terdapat di Indonesia pada tanggal 9 Maret 1961 di Istana Negara. Peristiwa ini kemudian disebut sebagai “Hari Tunas Gerakan Pramuka”

2. Diterbitkannya Keputusan Presiden Nomor 238 Tahun 1961, tanggal 20 Mei 1961, tentang Gerakan Pramuka yang menetapkan Gerakan Pramuka sebagai satu-satunya organisasi kepanduan yang ditugaskan menyelenggarakan pendidikan kepanduan bagi anak-anak dan pemuda Indonesia, serta mengesahkan Anggaran Dasar Gerakan Pramuka yang dijadikan pedoman, petunjuk dan pegangan bagi para pengelola Gerakan Pramuka dalam menjalankan tugasnya. Tanggal 20 Mei adalah; Hari Kebangkitan Nasional, namun bagi Gerakan Pramuka memiliki arti khusus dan merupakan tonggak sejarah untuk pendidikan di lingkungan ke tiga. Peristiwa ini kemudian disebut sebagai “Hari Permulaan Tahun Kerja”.

3. Pernyataan para wakil organisasi kepanduan di Indonesia yang dengan ikhlas meleburkan diri ke dalam organisasi Gerakan Pramuka, dilakukan di Istana Olahraga Senayan pada tanggal 30 Juli 1961. Peristiwa ini kemudian disebut sebagai “Hari Ikrar Gerakan Pramuka”.

4. Pelantikan Mapinas, Kwarnas dan Kwarnari di Istana Negara, diikuti defile Pramuka untuk diperkenalkan kepada masyarakat yang didahului dengan penganugerahan Panji-Panji Gerakan Pramuka, dan kesemuanya ini terjadi pada tanggal pada tanggal 14 Agustus 1961. Peristiwa ini kemudian disebut sebagai “Hari Pramuka”.

Gerakan Pramuka Diperkenalkan


Pidato Presiden pada tanggal 9 Maret 1961 juga menggariskan agar pada peringatan\ Proklamasi Kemerdekaan RI Gerakan Pramuka telah ada dan dikenal oleh masyarakat. Oleh karena itu Keppres RI No.238 Tahun 1961 perlu ada pendukungnya yaitu pengurus dan anggotanya. Menurut Anggaran Dasar Gerakan Pramuka, pimpinan perkumpulan ini dipegang oleh Majelis Pimpinan Nasional (MAPINAS) yang di dalamnya terdapat Kwartir Nasional Gerakan Pramuka dan Kwartir Nasional Harian. Badan Pimpinan Pusat ini secara simbolis disusun dengan mengambil angka keramat 17-8-’45, yaitu terdiri atas Mapinas beranggotakan 45 orang di antaranya duduk dalam Kwarnas 17 orang dan dalam Kwarnasri 8 orang.

Namun demikian dalam realisasinya seperti tersebut dalam Keppres RI No.447 Tahun 1961, tanggal 14 Agustus 1961 jumlah anggota Mapinas menjadi 70 orang dengan rincian dari 70 anggota itu 17 orang di antaranya sebagai anggota Kwarnas dan 8 orang di antara anggota Kwarnas ini menjadi anggota Kwarnari.Mapinas diketuai oleh Dr. Ir. Soekarno, Presiden RI dengan Wakil Ketua I, Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan Wakil Ketua II Brigjen TNI Dr.A. Aziz Saleh.Sementara itu dalam Kwarnas, Sri Sultan Hamengku Buwono IX menjabat Ketua dan Brigjen TNI Dr.A. Aziz Saleh sebagai Wakil Ketua merangkap Ketua Kwarnari.

Gerakan Pramuka secara resmi diperkenalkan kepada seluruh rakyat Indonesia pada tanggal 14 Agustus 1961 bukan saja di Ibukota Jakarta, tapi juga di tempat yang penting di Indonesia. Di Jakarta sekitar 10.000 anggota Gerakan Pramuka mengadakan Apel Besar yang diikuti dengan pawai pembangunan dan defile di depan Presiden dan berkeliling Jakarta. Sebelum kegiatan pawai/defile, Presiden melantik anggota Mapinas, Kwarnas dan Kwarnari, di Istana negara, dan menyampaikan anugerah tanda penghargaan dan kehormatan berupa Panji Gerakan Kepanduan Nasional Indonesia (Keppres No.448 Tahun 1961) yang diterimakan kepada Ketua Kwartir Nasional, Sri Sultan Hamengku Buwono IX sesaat sebelum pawai/defile dimulai. Peristiwa perkenalan tanggal 14 Agustus 1961 ini kemudian dilakukan sebagai HARI PRAMUKA yang setiap tahun diperingati oleh seluruh jajaran dan anggota Gerakan Pramuka.

Sejarah Gerakan Pramuka di Indonesia