Coretanzone: Tips dan Trik

    Social Items

Tips Supaya Disukai Banyak Orang Dalam Pergaulan Menurut Islam
Menjadi orang yang banyak disukai itu sangat nyaman di hati, hidup menjadi damai dan indah, ke manapun kita pergi selalu sambutan baik yang didapat. Ini bukan masalah harta benda atau tentang kedudukan yang melekat pada diri seseorang, tapi lebih kepada attitude bagaimana ia membawa diri dalam pergaulan di masyarakat. Apakah cukup cerdas mengelola emosi dan perasaannya ataukah tidak, bila terjadi gesekan yang mengenai dirinya.

Allah swt berfirman, ‘’Dan peliharalah hubungan silaturahhim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan merawat kamu.’’ (QS An-Nisa:10). Ayat tersebut menjadi bukti bahwa sebagai orang beriman harus senantiasa memelihara hubungan baik dengan orang lain. Terkait ayat tersebut, berikut ini adalah sikap yang harus dipelihara.

1. Saling Menghormati


Dalam pergaulan sikap saling menghormati dan menghargai satu sama lain memang perlu. Ini untuk menjaga kedamaian di mana masing-masing pihak tidak merasa saling dirugikan. Dengan siapapun itu hendaknya sikap itu dipertahankan supaya ketenangan tercipta.

2. Saling Menjaga Perasaan


Menjaga perasaan berhubungan dengan menjaga lisan ketika kita bergaul. Bila dibanding dengan perlakuan kasar, ucapan yang menyakitkan hati efeknya lebih buruk lagi. Tak jarang seseorang dapat berubah perangai seketika, hingga ujungnya bisa ditebak, berbuat kejahatan kepada yang lain. Semua dipicu dari rasa sakit hati dan dendam sebab mendapati sesuatu yang tidak nyaman di hati.

3. Saling Tolong Menolong Dalam Kebaikan 


Allah swt berfirman, ‘’Dan tolong menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.’’(Al Maidah:5/2). Dari ayat ini sudah jelas sekali bahwa kita memang diperintahkan oleh Allah untuk saling tolong menolong dalam soal kebaikan.

4. Tidak Merusak Harga Diri Dan Kehormatan


Tidak merusak harga diri dan kehormatan, termasuk juga dengan harta benda yang dimiliki. merupakan salah satu sikap selanjutnya yang harus dipelihara bersama. Sebab dua hal tersebut dua hal yang diperlukan manusia. Banyak kasus terjadi manusia saling membenci satu sama lain, karena masing-masing pihak saling merusak dan mengganggu.

5. Tidak Bergunjing Membicarakan Keburukan Teman


Bergunjing dan membicarakan teman di belakang tanpa sepengetahuan orang yang dimaksud, di samping menambah dosa memicu pula terjadinya perselisihan. Coba bayangkan andaikata orang yang dibicarakan tersebut mendengar, apakah tidak marah dan kesal? Lebih baik jika merasa tidak puas dengan teman atau lain, diselesaikan dengan cara baik-baik, tidak usah mengumbar aib buruknya, sebab diri sendiri belum tentu sempurna.

6. Tidak Memanfaatkan Kesulitan Orang Lain


Terjadi bila suatu saat ada orang lain atau teman yang datang kepada kita, meminta bantuan karena kesulitan hidup. Sebagai orang beriman wajib hukumnya untuk menolong, jikapun tidak bisa maka lebih baik diam, atau bila terpaksa harus menolong harus didasari iklas dan tanpa pamrih. Apalagi terbersit niat untuk memanfaatkan kesulitannya tersebut, ini sungguh sangat keji dan amat tidak sukai oleh Allah.

7. Selalu Murah Senyum Dan Ramah


Menjadi pribadi yang hangat dengan murah senyum serta ramah, di manapun akan selalu mendapat tempat, sebab orang yang berada di dekat Anda merasa nyaman, sebab Anda pribadi hangat.  Sangat menguntungkan bila dalam bidang bisnis. Barang mudah dikenali laris dibeli orang sebab sikap positif tersebut.

Tips Supaya Disukai Banyak Orang Dalam Pergaulan Menurut Islam

Tips Menjadi Wanita Muslimah Cantik Menurut Islam
Menjadi wanita muslimah cantik menurut Islam, itu sangat indah. Mengingat di beberapa surat dalam Al Qur’an banyak yang membahas seputar dunia mereka. Dalam sebuah riwayat khadis nabi Muhammad saw bersabda, ‘’Sesungguhnya dunia ini adalah perhiasan, dan tidak ada di antara perhiasan dunia yang lebih baik daripada wanita yang shalihah.’’ (HR Ibnu Majjah).

Dari penjelasan Nabi tersebut tergambar jelas bahwa sebaik-baiknya perhiasan dunia adalah wanita shalihah. Hal ini membuktikan sesuai dengan judul tulisan di atas kalau wanita muslimah cantik menurut Islam yakni yang paham agamanya, bukan yang cantik memesona ragawi, melainkan yang mampu memiliki sikap :

1. Paham Agama Dan Rajin Beribadah


Paham agama dan rajin beribadah menjadi tolok ukur pertama seorang muslimah dikatakan cantik. Sebab hanya dengan dua hal tersebut kecantikan wanita muslimah terpancar. Pribadi yang menenangkan hati semua orang, sebab jauh di lubuk hatinya tidak mempunyai ambisi untuk mengalahkan orang lain. Selalu menutupi auratnya, pasrah dan ikhlas atas semua qodar yang diberikan Allah kepadanya.

2. Bertutur Kata Baik Dan Enak Didengar


Sudah menjadi kodrat wanita itu banyak bicara, apa-apa senang dibicarakan. Bahkan kaum hawa satu ini sudah terkenal paling betah bila disuruh bergunjing membicarakan keburukan sesamanya bila dibanding pria. Setidaknya itu stigma yang dibangun selama ini di otak kaum Adam. Tidak dapat disangkal memang begitulah adanya. Namun wanita muslimah cantik tentunya berbeda. Ia akan berusaha bertutur kata baik dan enak didengar, bicara dengan lembut serta sopan.

3. Selalu Menghargai Orang Lain


Bagi wanita muslimah cantik itu selalu menghargai dan menghormati orang lain, tidak berbuat semena-mena  merendahkan sesama. Meskipun ia mempuyai segalanya dalam hidup, akan tetapi d tidak pernah punya keinginan menyombongkan diri. Justru yang ada selalu membantu kesulitan orang-orang di sekitarnya.

4. Tidak Suka Mengeluh


Wanita identik sebagai mahluk lemah. Namun bagi wanita muslimah cantik tidak mengenal istilah demikian. Ia tahu benar kerasnya kehidupan, tapi dengan semangat dan tekad membaja, mengumpulkan keberanian untuk menahklukkan masa depan. Meskipun hal tersebut sangat sulit, akan tetapi ia tidak mengeluh karena memang tidak suka. Alih-alih menghabiskan waktu meratap serta mengeluh, justru dengan sisa-sisa tenaganya mengembalikan semua kekuatannya kembali, berdiri lagi mengejar mimpinya.

5. Mempunyai Kesabaran


Hampir mirip dengan poin empat, wanita muslimah cantik menurut Islam itu juga mempunyai kesabaran, lemah lembut dan selalu menimbang ucapan atau perilaku yang hendak dilakukan. Tidak gegabah, meskipun pada saat tersebut dia benar-benar merasa sangat buruk, sebab tengah menghadapi persoalan rumit.

6. Cerdas Dan Berprestasi


Wanita muslimah cantik itu cerdas dan berprestasi. Cerdas artinya ia mampu mengendalikan logikanya untuk tidak dikuasai oleh perasaan hati, yang menjadi ciri khas wanita pada umumnya. Dapat berpikir jernih, dapat mengatasi kesulitan dihadapi. Serta berprestasi artinya mampu menunjukkan bakat dan kemampuannya secara mengagumkan, sehingga orang akan segan dan tidak berani melecehkan.

7. Dapat Hidup Mandiri


Wanita muslimah cantik itu selain yang telah disebutkan di atas tadi juga masih memiliki kelebihan yang lain, yakni soal kelebihannya yang mampu mandiri, melalui kesuksesan dan keberhasilan yang diraih berkat skill yang dimiliki. Tidak tergantung dengan belas kasih pria. Secara finansial ia mampu mencukupi kebutuhan hidupnya. Jadi tidak perlu meminta-minta lagi.

Tips Menjadi Wanita Muslimah Yang Cantik Sesuai Ajaran Isalm

Tips Membangun Keluarga Harmonis Menurut Islam
Tips membangun keluarga harmonis menurut Islam sebagaimana firman Allah swt yang artinya; “Wahai sekalian manusia bertaqwalah kepada Tuhanmu, yang telah menciptakan kalian dari seorang diri, dan darinya Allah menciptakan pasangannya, dan dari keduanya Allah memberikan keturunan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (menggunakan) nama-Nya kalian saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan kasih sayang. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kalian.” (Q.S. An-nisa:1)

Membaca dari arti firman Allah di atas, makin jelas bila keluarga terbentuk dari sepasang suami dan istri lalu anak-anak yang dilahirkan ke dunia. Merujuk pada judul artikel ini yakni membangun keluarga harmonis menurut Islam bahwa ini tentang kebahagiaan yang ingin dicapai seseorang dalam membina sebuah hubungan.

1. Mengerti Tugas Dan Kewajiban Antara Suami Dan Istri


Keluarga yang harmonis itu seirama dalam perjalanan rumahtangganya, antara suami dan istri masing-masing mengerti akan tugas dan kewajibannya. Suami bertugas sebagai imam yang memimpin keluarga, di pundaknya beban tanggung-jawab sebagai kepala keluarga diemban, maka mencari nafkah guna memenuhi kebutuhan anak istrinya di rumah sudah menjadi kewajibannya. Sedangkan istri bertugas mendampingi suami mengurus keperluannya, mengatur keperluan keluarga dan menaati perintah suami menjadi kewajibannya. Jika semua ini dikerjakan dengan hati ikhlas semata-mata untuk beribadah kepada Allah maka tak perlu lagi ada yang merasa dimanfaatkan dan dicurangi.

2. Masing-masing Suami Istri Menyadari Tanggung-jawabnya Sebagai Orang Tua


Keluarga harmonis berarti juga ada anak-anak yang shaleh shalehah taat dan paham agamanya, takzim dan menuruti nasihat orangtuanya, tidak bengal dan nakal, tidak membuat ulah yang berujung mempermalukan keluarganya. Semua terjadi sebab masing-masing suami istri menyadari penuh tanggung-jawabnya sebagai orang tua. Sebagai ayah yang bertugas melindungi dan menjaga kepentingan sang anak juga berkewajiban mencari nafkah. Sedang istri bertugas merawat dan mendidik anak-anak di rumah, berkewajiban menjaga kehormatan suami dan melindungi anak-anaknya. Bila semua tercipta dengan baik, pasti keluarga harmonis akan didapatkan. Oleh sebab itu sebagai orangtua, sudah selayaknya memberi contoh yang baik kepada anak-anaknya di rumah.

3. Mempunyai Pekerjaan Yang Barokah Dan Tidak Jauh Dari Rumah


Mempunyai pekerjaan yang barokah dan tidak jauh dari rumah, adalah dambaan semua orang bila telah berkerluarga. Ini akan membuat hati tentaram serta damai. Tidak perlu pergi jauh, rejeki sudah datang dengan sendirinya di rumah, dengan begitu keadaan rumah masih bisa terus diperhatikan tidak diabaikan. Sebab faktanya banyak keluarga terberai gara-gara suami pergi jauh meninggalkan anak istri di rumah sebab berkerja.

4. Suami Yang Pandai Menjaga Kesetiaannya Dan Istri Yang Pintar Melindungi Kehormatannya


Keluarga harmonis menurut Islam itu: suami yang pandai menjaga kesetiaannya kepada istri, mampu menahan dirinya untuk tidak terjerumus ke hal-hal yang berbau maksiyat, yang jika ia melakukannya tidak hanya mendapat azab dari Allah, tapi juga melukai perasaan itrinya di rumah yang selalu merawat menemaninya di kala hidup susah. Mampu menghargai pengabdian serta pengorabanan seorang istri. Sedangkan istri juga pintar melindungi kehormatan dan harga dirinya sebagai istri sekaligus wanita yang telah berumahtangga. Tidak merendahkan diri dengan pria yang bukan mahromnya, saat suami sedang pergi jauh mencari ma’isah buat keluarganya di rumah. Ketika semua menyadari hak dan tanggung-jawabnya, maka keluarga harmonis menurut Islam bukanlah mimpi. Semua dikerjakan atas dasar ibadah.

Tips Membangun Keluarga Harmonis Menurut Islam

Tips Disayang Suami Menurut Sesuai Ajaran Islam
Wanita selalu ingin dimengerti pria yang ia cintai itu harapan semua wanita di dunia. Begitupun yang terjadi pada seorang istri. Dan oleh sebab itu istri harus memenuhi tanggung-jawabnya terlebih dahulu, bila ingin tuntutannya didengarkan. Dalam hukum Islam tentu saja diperbolehkan selama si istri tidak menuntut sesuatu di luar batas kemampuan suami.

Tetapi tidak semua wanita beruntung mendapatkan itu. Beberapa masih berjuang keras memperoleh haknya, sementara yang lain dapat hidup berbahagia sebab mendapatkan pasangan hidup ideal. Sebagai wanita tidak perlu merasa iri, tapi tetap berusahalah menjadi pribadi berikut ini, agar impian Anda berhasil.

1. Bertakwa 


Wanita shalehah menjadi dambaan banyak pria. Ini sesuai dengan sabda Rasululloh saw, ‘’Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baiknya perhiasan adalah wanita shaleha (HR Muslim). Maka dari itu jalan terbaik agar disayangi dan dicintai suami yakni dengan menjadi wanita demikian, bertakwa dan penuh keimanan.

2. Bersikap Manis


Bersikap manis menyenangkan hati suami ketika di depannya saat menyambutnya pulang kerja. Memakai wewangian dan baju bersih, meski seharian kotor mngurus keperluan rumahtangga. Ini akan membuat suami dihargai kehadirannya oleh istri.

3. Tidak Merendahkan Harga Diri Suami


Tidak merendahkan harga diri suami juga merupakan harapan suami. Apapun keadaan keluarga dari suami, pekerjaan yang ditekuni dan tabiat buruk atau kelemahan suami, sebagai istri selalu dapat menerima dengan lapang dada serta bersedia iklas memahami. Termasuk jika suami terlahir dari keluarga biasa saja, profesinya yang dikerjakan belum mendapat hasil yang maksimal sehingga Anda ikutan kalang kabut membantu perekonomian keluarga, atau suami mempunyai kekurangan yang rasanya sangat tidak pantas diumbar ke publik, Anda tetap setia mendampingi dan menghormatinya.

4. Tidak Banyak Menuntut


Tidak banyak menuntut menjadi keinginan suami berikutnya, istri mampu bersikap legowo dan nerimo apapun yang diberikan oleh suaminya. Rejeki banyak atau sedikit selalu bersukur, tidak berusaha membanding-bandingkannya dengan orang lain, hingga berpotensi menimbulkan perselisihan di dalam rumahtangga, yang bisa mengancam terjadinya perceraian.

5. Hidup Hemat 


Masih berbicara tentang poin ke empat di atas, yaitu tentang sikap tidak banyak menuntut berkaitan hidup hemat, istri mampu membelanjakan uang suami dengan baik, walaupun hasil rejekinya sedikit.  Tidak hidup boros dan cerdas mengatur keuangan keluarga. Atau lebih istimewa lagi jika istri bersedia dengan iklas membantu perekonomian keluarga tanpa menggerutu bahwa itu adalah kewajiban suami.

6. Mampu Mendidik Anak-anak


Seorang istri juga seorang ibu yang itu artinya ia memiliki kewajiban mendidik dan merawat anak-anaknya, menjadi madrasah pertama dalam pendidikan membangun generasi di masa yang akan datang. Bisa menjadi suri tauladan, bukannya justru memberi contoh keburukan. Orangtua tetaplah orangtua, jangan bersikap seperti layaknya abg yang masih dangkal pemikirannya, tidak mengerti akan tugas dan kewajibannya sebagai orangtua.

8. Menghormati Ibu Dan Keluarga Suami


Mau menikah dengan suami berarti harus bersedia menerima kehadiran orangtua serta keluarganya yang lain, seperti mertua dan saudara ipar. Jangan takabur dan sombong, yang ketika keluarga suami datang berkunjung ke rumah, diabaikan begitu saja, seolah mereka adalah orang asing. Ingat sebelum Anda memasuki kehidupan suami, mereka sudah ada terlebih dahulu ikut membantu keperluan suami di masa kecil dulu. Jadi mereka juga berhak atas apa yang dimiliki suami jangan Anda kuasai sendiri.

Tips Disayang Suami Menurut Sesuai Ajaran Islam

Tips Disayang Ibu Mertua Bagi Menantu Perempuan Menurut Adab dalam Islam
Ibu mertua selalu identik dengan kontroversi. Ini menyangkut soal hubungan dengan suami, di mana tak jarang dari mereka sering mengintervensi. Seolah merasa belum sepenuhnya rela menerima kehadiran seorang menantu perempuan.

Dalam sebuah riwayat nabi Muhammad bersabda, "Pergauliah orang dengan ikhlas dan baik." (HR Tirmidzi). Dari sini terlihat jelas bahwa, rasululloh memerintahkan untuk bergaul dengan ikhlas dan baik. Ini terkait dengan sikap menantu perempuan dengan ibu mertuanya menurut hukum Islam.

1. Menganggapnya Layaknya Ibu Kandung Sendiri


Anda harus menyadari suami tidak langsung tumbuh menjadi dewasa, orang sukses hingga seperti sekarang. Ada wanita penting yang berdiri di belakangnya saat itu yaitu ibunya atau mertua Anda, yang dengan sabar dan telaten merawat dan mendidiknya sampai menjadi orang hebat. Oleh sebab itu Anda wajib menghormati jerih payahnya, berusahalah menganggap ibu mertua selayaknya ibu kandung sendiri yang harus disayangi dan dihormati.

2. Jangan Mencoba Memisahkan Hubungan Suami Dengan Ibu Mertua


Dosa keji dan tidak berazab adalah andai ada seorang hamba berani memisahkan ibu dari anak yang telah kandungnya. Begitu juga bila hal ini Anda lakukan pada suami dan ibunya. Coba bayangkan bila itu menimpa diri Anda setelah anak-anak dewasa, pasti menyakitkan bukan? Itu juga yang dirasakan hati ibu mertua Anda jika sampai hal itu terjadi. Jadi jangan pernah Anda lakukan,  tetaplah memberi kesempatan mereka untuk tetap menjalin hubungan, bukan justru memrovokasi untuk bertikai.

3. Mengingatkan Dengan Bertutur Kata Lembut Tentang Ibadahnya


Pepatah mengatakan semakin tua usia seseorang semakin mendekati ajal, dan memang demikan adanya. Dengan ibu mertua juga, sudah menjadi kewajiban anak cucu dan menantu, untuk mengingatkan tentang ibadahnya. Seorang menantu yang baik harus mempunyai sikap peduli dan sayang. Sangat hati-hati, gunakan tutur kata yang lembut saat berkata supaya orangtua tidak merasa tersinggung.

4. Menyisihkan Sebagian Uang Suami Untuk Diberikan Kepada Ibu Mertua


Pada umumnya ibu mertua pasti telah berusia renta, bila masih memiliki ayah mertua dan kebetulan hidup sejahtera, tidak menjadi masalah bagi Anda. Tapi bagaimana bila kehidupannya biasa-biasa saja, menjadi kewajiban Anda juga bukan untuk merawatnya? Anda tidak boleh menghabiskan uang suami, meski sedikit sisihkan untuknya, sebab ibu mertua juga memiliki hak atas apa yang didapatkan suami Anda. Namun jika ekonomi sendiri juga pas-pasan, tetap sebagai istri Anda dituntut memperlakukannya baik, sesuai kemampuan serta tidak merasa menjadi beban.

5. Tidak Menjauhkannya Dari Anak-anak


Kasih sayang seorang nenek, bila dibandingkan kasih sayangnya terhadap anaknya sendiri, justru lebih banyak yang ia curahkan. Sebagai menantu Anda harus mau memahami perasaanya itu, dengan memberikan waktu pada ibu mertua menyampaikan rasa sayangnya kepada anak-anak, jangan sampai Anda halangi apalagi membuat jarak. Memberikan pemahaman yang jahat bahwa kehadirannya pengganggu, ini tidak manusiawi sekali.

6. Memasak Makanan Kesukaannya


Anda akan semakin disayangi oleh ibu mertua bila mampu melakukan berikut ini, yakni memasak makanan kesukaan ibu mertua, kemudian mendatangi ke rumahnya dan memberikannya. Lalu lihatlah ekspresi kebahagiaan yang memancar dari wajahnya. Selain makanan Anda juga dapat menghadiahi berbabagai bingkisan yang berisi keperluannya. Atau sesekali mengajak bicara santai dan biarkan ibu mertua mendongeng masa kecil suami Anda. Wow ammazing bukan hubungan indah ini?

Tips Disayang Ibu Mertua Bagi Menantu Wanita Menurut Adab dalam Islam

Tips Agar Terhindar dari Perzinahan
Zina merupakan dosa besar yang jika dilakukan oleh manusia, maka akan susah untuk mendapatkan ampunan, kecuali dengan mendapatkan hukuman sesuai syariat Islam dan bertaubat dengan sebenar-benarnya taubat (taubatan nasuha).

Larangan berzina atau bahkan mendekati zina dapat kita temui dalam Al-Quran salah satunya dalam surat Al-Isra/17 ayat 32 yang berbunyi:

وَلَا تَقۡرَبُواْ ٱلزِّنَىٰٓۖ إِنَّهُۥ كَانَ فَٰحِشَةٗ وَسَآءَ سَبِيلٗا

Artinya: “Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan keji. Dan satu jalan yang buruk.” (QS Isra’:17/32).

Dari ayat tersebut tertulis dengan jelas bahwa Allah melarang kita sebagai orang iman untuk tidak dekat-dekat dengan zina, karena itu merupakan sesuatu perkara yang hina dan buruk. Adapun cara agar kita terhindar dengan tidak melakukan perbuatan berikut ini.

1. Rajin Ibadah


Rajin ibadah telah terbukti mampu menangkal segala macam gangguan syetan, hingga terjerumus dalam api neraka. Membaca Al Qur’an, mengerjakan shalat tepat waktu, rajin mengaji ke masjid mendengarkan tausiah, adalah trik ampuh mengatasi pikiran buruk dan rasa kesepian seseorang tentang hakikat arti hidup yang sebenarnya. Membuat hati dan pikiran menjadi lapang dan tenang, sehingga menjalani haripun terasa nyaman.

2. Memperbanyak Amalan Sunah


Selain ibadah wajib, ada juga amalan sunnah yang sangat bagus untuk dikerjakan, seperti : puasa Senin-Kamis, mengerjakan shalat-shalat sunnah yang lainnya, membaca istifar dan sebagainya. Di samping pahala yang semakin meningkat, kepahaman tentang agama juga menjadi bertambah. Hingga keinginan untuk mendekati hal yang berbau kemaksiyatan, akan menjauh dengan sendirinya.

3. Selektif Memilih Teman Dalam Pergaulan


Selektif memilih teman dalam pergaulan itu harus! Terutama bagi remaja yang masih dalam taraf ingin mencari tahu mencoba hal baru. Sangat riskan rasanya bergaul dengan orang, yang memicu menjerumuskan kita ke dalam jurang kemaksiyatan. Meskipun akan dikatakan sombong, tapi harus tegas memilih. Semua demi keselamatan di akhirat nanti. Dengan siapa Anda bergaul sedikit banyak akan mempengaruhi sifat dan karakter Anda di kemudian hari. Jadi milikilah keberanian untuk berkata tidak pada maksiyat!

4. Tidak Membaca Atau Menonton Hal Yang Berbau Porno


Tidak membaca atau menonton hal yang berbau porno. Tidak mengakses situs-situs tertentu di internet yang berpotensi merusak otak dan jiwa. Karena menurut penelitian dari beberapa ahli, orang yang telah kecanduan seks berpengaruh besar pada sisi berpikir dan mentalnya. Munculnya pemerkosaan dan pelecehan seksual. Lebih fatal lagi menimbulkan perceraian merasa pasangan tidak dapat memuaskan hasratnya. Mengerikan tindakan asusila meraja di mana-mana, menimpa siapapun yang tidak berhati-hati.

5. Menyibukkan Diri Dengan Hal-hal Yang Bermanfaat 


Ada alternatif bagus untuk mengatasi ketertarikan Anda tentang maksiyat, yakni dengan menyibukkan diri hal-hal yang bermanfaat. Misalnya : mengukir prestasi di bidang profesi atau karir, seperti menjadi mahir dalam pekerjaan yang dijalani, aktif dalam organisasi kampus atau kemasyarakatan, berbisnis dengan giat dan tekun, dan hal yang bermanfaat lainnya. Akan membuat Anda semakin dihargai dan dihormati oleh orang lain, sehingga dengan sendirinya orang atau teman, akan segan mendekati untuk menawarkan kemaksiyatan pada Anda.

6. Menikah


Ini solusi terakhir yang bisa dikerjakan, bila merasa sudah tidak mampu lagi membendung hawa nafsu, alangkah baiknya segera menikah daripada terjerumus dosa. Jika belum ada biaya dapat menabung atau kalau tidak mengerjakan puasa. Itu cara terhormat menghindari perzinahan daripada terus berbuat maksiyat.

Tips Agar Terhindar dari Perzinahan

Etika Menghormati Atasan Dalam Bekerja - Sesuai Syariat Islam
Jika Anda kebetulan berkerja untuk orang lain dalam sebuah perusahaan atau di kantor, menghormati atasan itu sudah menjadi kewajiban. Allah swt bersabda,"Wahai orang-orang yang beriman taatilah Allah dan taatilah Rasul dan para pemimpin di kalangan kamu." (Q.S. An-Nisa: 59). Dalam ayat ini tertulis bahwa menaati Allah, rasul dan para pemimpin dari kita adalah wajib, dan tidak boleh dilanggar.

Dalam artikel ini akan membahas seberapa penting kita harus dapat mengormati atasan dalam hubungan pekerjaan. Atasan atau bos Anda menjadi orang kali pertama yang wajib dihormati. Terlepas dari status Anda yang sebagai bawahan atau karyawan biasa, menghormati atasan itu menyangkut soal etika.

1. Tidak Terlalu Banyak Menuntut


Seorang karyawan yang baik harus tahu benar mampu memahami kedudukannya. Yang dimaksud di sini misalnya jika Anda senang mengerjakan amalan ibadah sunnah misalnya puasa, kemudian Anda menuntut atasan untuk memberi kemudahan - tidak diminta menyelesaikan pekerjaan yang berat dan melelahkan. Tentu hal tersebut tidak mungkin terjadi, kerja ya tetap berkerja! Jangan menjadikan mengerjakan amalan tersebut untuk menuntut diistimewakan dari yang lain. Soal ibadah itu urusan Anda, pekerjaan adalah kewajiban yang harus diselesaikan. Maka dari itu pintar-pintarlah menyiasatinya, agar bos merasa perlu memerhatikan Anda tanpa diminta.

2. Bertanggung-jawab 


Jika Anda orang beriman, mengerjakan perintah untuk menyelesaikan pekerjaan haruslah bertanggung-jawab. Jangan asal-asalan, merasa tidak diawasi lantas seenak hati bebas melakukan sesuatu, misalnya kerja sambil bermain ponsel, chat dengan teman sana-sini, kesempatan mumpung bos tak mengawasi. Akibatnya ketika tiba menyerahkan tugas yang diberikan menjadi kacau semua, karena Anda berkerja dengan santai. Anda digaji untuk berkerja bukan bermain, jadi jangan merendahkan diri dengan memakan gaji buta.

3. Selalu Bersikap Hormat


Selalu bersikap hormat merupakan wujud dari apresiasi karyawan kepada atasannya, sebab bos yang baik yakni yang senantiasa memeperjuangkan nasib seluruh pegawainya. Oleh sebab itu jangan berburuk sangka dan merasa dimanfaatkan bos, jika Anda dituntut untuk memberikan yang terbaik pada perusahaan. Karena kualitas yang baik akan menentukan kelangsungan hidup perusahaan, yang itu berarti Anda bisa tetap berkerja.

4. Berpikir Positif 


Berpikir positif di sini terkait dengan tingkah laku dan sikap Anda. Mengeluh merasa mendapat gaji yang tak sesuai dengan beban kerja yang diberikan. Dan tahukah Anda seorang bos itu lebih pintar dari karyawannya, beliau tahu benar saat memberikan gaji telah disesuaikan dengan tingkat kemampuannya dalam berkerja. Jadi berhentilah mengeluh, lakukan tugas dengan iklas serta bertanggung-jawab. Jika hasil bagus Anda rajin, lama-lama gaji Anda juga akan dinaikkan.

5. Tidak Memicu Keributan


Biasanya demo terjadi sebab dipicu adanya ketidak-puasan karyawan atas perusahaan. Misalnya tentang beratnya tuntutan dan beban kerja yang dijalankan tidak sebanding dengan gaji yang diberikan. Jika kebetulan Anda mengalami ketidak-nyamanan ini, jangan mencoba membuat ulah dengan memprovokasi teman untuk demo. Lebih baik Anda bicarakan dengan baik pada atasan Anda, usahakan bos memahami keluhan Anda dan juga teman-teman Anda, kemukan rasa keberatan dengan baik, serta tetap menjaga rasa hormat, cobalah mencari solusi yang bisa diterima oleh boss, sehingga keluhan masalah di perusahaan dapat teratasi. Sebab jika bos Anda adalah orang beriman, pasti tidak akan memanfaatkan kesulitan hidup orang lain demi kepuasan pribadinya sendiri. Jadi yakinlah, berpikirlah positif.

Etika Menghormati Atasan Dalam Bekerja - Sesuai Syariat Islam

5 Tips Mengatasi Depresi Menurut Ajaran Islam
Depresi merupakan manifestasi perasaan seseorang sebab ketidak-berdayaannya, menolak sesuatu yang terjadi pada dirinya. Menjadi pemurung, pendiam lalu lebih buruk menarik diri dari pergaulan. Rasa tertekan dan tertindaslah yang menyebabkan ia melakukan itu.

Menganggap tidak berguna, hanya menjadi beban orang-orang di sekitarnya. Terlahir dari sikap tertutup tak dapat mengungkapkan perasaan. Pribadi ini dalam banyak kasus justru sering bertindak di luar nalar, seperti misalnya melakukan tindakan kriminal.

Namun di dalam Islam tentu hal tersebut sama sekali tidak dibenarkan. Seberat apapun cobaan dan ujian yang diberikan Allah, sebagai hamba dilarang menyerah dan putus asa. Dan berikut adalah tips bagaimana Anda harus bersikap dari apa yang harus dilakukan.

1. Istighfar

Selalu mengingat nama serta kekuasaan Allah, dapat dikerjakan melalui membaca istighfar setiap saat. Di saat pikiran dan hati benar-benar merasa buruk, tak ada yang bisa dilakukan selain itu. Tentu bukan hanya itu saja untuk mencari ketenangan. Ibadah sunah lain juga bisa, membaca Al Qur’an yang telah terbuki ampuh membuat hati nyaman. Ajang seorang hamba kepada sang penciptanya, berkomunikasi secara langsung. Apa yang menjadi keresahan, kegalauan dapat terhubung cepat kepada sang maha pemberi kehidupan. Selain itu pula shalat-shalat sunah, doa seperti tiga malam akhir. Juga sebagai media berbicara dengan Allah swt.

2. Melihat dan Menyadari Kekurangan dan Kelebihan

Tak ada manusia yang sempurna di dunia ini, satu hal yang harus dipahami. Mensyukuri nikmat dan rahmat Allah, menjadi bagian penting ibadah seseorang. Orang iman itu segala perilaku serta sikapnya merupakan ladang amalan. Termasuk juga melihat dan menyadari sisi positif negatif dalam diri sendiri. Dapat menerima kelebihan kekurangan yang ada secara wajar normal, serta tidak membanding-bandingkan diri dengan orang lain. 

3. Fokus Pada Kemampuan yang Dimiliki

Terus menyesali hal buruk yang menimpa diri sendiri bukan sesuatu yang baik. Jauh bermanfaat jika Anda mulai menata kehidupan. Fokus pada kemampuan yang yang dimiliki, mengubah menjadi sesuatu yang berguna. Sehingga pada akhirnya akan dihargai, sebab mempunyai kemampuan yang Anda miliki tidak semua orang bisa menguasai. Dan berusahalah serta yakin bahwa melalui itu dapat sukses berhasil dalam hidup.

4. Menjauhi yang Buruk

Setelah menemukan dan fokus untuk mengembangkan kelebihan, maka satu yang harus Anda lakukan, adalah menjauhi serta menghilangkan hal-hal buruk yang tidak berguna. Sebab akan menjadi sia-sia, ketika sudah berusaha bangkit memperbaiki keadaan, meningkatkan kepercayaan diri dalam mencapai impian. Tiba-tiba Anda masih disibukkan membenahi sesuatu yang semestinya sudah tidak penting lagi Anda perhatikan lagi.

5. Berteman dengan Orang-orang Baik

Jangan mengabaikan keberadaan orang-orang yang tulus mencintai dan menyayangi, yang jikapun Anda melakukan kesalahan. Mereka akan tetap menerima menyukai. Dalam hidup Anda pasti memiliki keluarga, sahabat yang selalu mengharapkan kehadiran Anda bersama mereka. Oleh sebab itu jangan tinggalkan mereka. Apapun yang terjadi, Anda harus tetap berada di sana. Jangan mencoba pergi, dengan ikut bergabung pada orang, atau lingkungan yang memberi pengaruh negatif.

Deperesi bukan sebuah keburukan dan dosa, di mana Anda harus merasa menjadi orang yang tidak berguna. Manusia tidak bertanggung-jawab kepada hamba manapun tentang segala perbuatannya selama di dunia. Kecuali pada Allah swt di akhirat nanti. Jadi abaikan yang tidak membuat Anda bahagia.

5 Tips Mengatasi Depresi Menurut Ajaran Islam