Coretanzone: Traveling

    Social Items

Keluar dari Kepenatan dan Kebisingan Kota | Solo Bushcraft Indonesia
Cerita ini berawal dari kepenatan saya yang bosan dengan hiruk pikuk suasana kota yang semakin hari semakin ramai, sedangkan wilayah pedesaan sudah banyak yang meninggalkannya. Banyak orang mulai pindah ke kota untuk mencari "penghidupan" yang lebih baik. Akhirnya desa semakin sunyi dan wilayah perkotaan semakin padat penduduk.

Anggapan bahwa mencari penghidupan lebih baik di kota menurut hemat penulis masih keliru, karena masih banyak orang yang tinggal di desa yang hidupnya sejahtera karena mereka mampu mengelola kehidupan yang lebih baik. Kata kunci dari semua itu adalah memiliki ketrampilan yang sesuai dengan kondisi tempat tinggal.

***

Hari semakin siang, kira-kira pukul 09.00 saya mulai menyiapkan perlengkapan melakukan perjalanan ke hutan. Saya tak begitu membawa banyak barang perlengkapan, karena perjalanan ini sekedar keluar dari kepenatan dan kebisingan kota, menuju ke wilayah hutan yang sunyi sepi dan mencoba untuk menggunakan segala yang telah disediakan alam.

Saya mulai menstater motor metik, kemudian menuju ke pombensin untuk mengisi bahan bakar. Setelah itu, saya melakukan perjalanan sekitar satu jam ke desa Ibra - kab. Maluku Tenggara. Di desa ini saya membeli dua bungkus kopi instan, dan empat buah roti untuk perbekalan. Setelah itu saya melaju ke wilayah hutan yang sebagian sudah menjadi perkebunan warga.

Di sana, saya memilih lokasi yang agak sunyi dan tidak dilewati oleh orang, kemudian saya membuka hammock dan mengikatnya di pohon. Setelah itu, saya kemudian memotong tiga pohon kecil untuk membuat "tungku" segi tiga. Lalu saya mengambil tali-talian pohon untuk mengeratkannya.

Tungku sederhana telah siap, lalu saya mengumpulkan kayu yang ada di sekitar tempat itu, kemudian menyalakan api, dan memasak air hingga mendidih. Kopi instan yang ada di dalam ransel saya ambil dan menyeduhnya. Kemudian saya menikmatinya sambil mendengarkan kicaun burung yang merdu di hutan itu.

Burung-burung itu berkicau seakan sedang berbalas pantun, setelah sebagian bekicau ada lagi burung lain yang membalas kicaun itu. Begitu indah suara-suara itu, bagaikan suara panggilan bidadari surgawi.

Secangkir kopi dan beberapa buah roti saya nikmati dengan tenang, tanpa ada gangguan atau bisingan seperti di kota, yang ada hanyalah suara alam yang seakan menyatu dengan diriku yang membuat mata mulai sayu.

Santapan sederhana telah saya nikmati, kemudian saya beristirahat di atas hammock hingga sore. Tak ada aktivitas yang banyak saya lakukan, karena hari itu hari libur, sehingga mengistirahatkan tubuh menjadi pilihan terbaik.

Sorepun tiba, suara burung semakin kencang, menandakan waktu malam akan datang. Saya lalu mengumpulkan semua barang bawaan kemudian mengisinya kembali ke dalam ransel. Hammock saya lipat kembali, sampah plastik saya pungut, panci kecil diisi ke dalam kresek. Kemudian pergi meninggalkan tempat itu untuk pulang kembali ke rumah.



Nah inilah cerita singkat saya di hutan itu, cerita ini disertai dengan video yang sudah saya buat, semoga dapat menghibur dan bermanfaat buat teman-teman sekalian. Jangan lupa untuk like, share, dan subscribe channel YouTube Pengembara Kei untuk mendukung kegiatan-kegiatan kami selanjutnya. Terima kasih.

Keluar dari Kepenatan dan Kebisingan Kota | Solo Bushcraft Indonesia

Salah satu Masjid Terindah Terletak di Kota Biru Uzbekistan, Samarkand
Ketika pelancong Muslim terkenal Ibnu Batutah mengunjungi tempat yang indah ini pada tahun 1330, ia menggambarkannya sebagai "salah satu kota terbesar dan terbaik, dan yang paling sempurna dalam keindahan". Dia benar! Keindahan seperti ini hanya bisa menjadi bagian dari Surga Tuhan di bumi. Saya belum pernah ke Uzbekistan dan saya tidak pernah mengunjungi Samarkand tetapi kota itu benar-benar mencuri hati saya. Masjid, istana, taman, dan arsitektur mengingatkan saya pada kisah Seribu Satu Malam dengan ratu Persia yang legendaris dan inspiratif serta Shahrazed pendongeng.

Mutiara Timur dengan Sejarah besar


Setelah Tashkent, Samarkand adalah kota terbesar kedua di Uzbekistan. Dengan sejarahnya selama 2.750 tahun, Samarkand dianggap sebagai salah satu kota tertua di dunia. Dulu, merupakan ibu kota negara kuat Sogdiana: peradaban tua dan provinsi terpenting Kekaisaran Persia Pertama. Dikelilingi oleh pegunungan, gurun dan stepa, Sogdiana adalah daerah yang sangat kaya dan subur berkat irigasi.

Karena lokasinya di Jalur Sutra, maka Samarkand menjadi salah satu kota yang paling berkembang di Asia Tengah selama berabad-abad, sebelum dan sesudah penaklukan Arab-Islam. Perdagangan internasional sangat penting di Samarkand. Samarkand dibesarkan sebagai pusat komersial paling penting di Asia Tengah. Pedagang dari berbagai kerajaan bertemu, berdagang dan bertukar ide dengan satu sama lain di Samarkand.

Tidak heran bahwa Aleksander Agung menaklukkan permata ini pada 329 SM dan berkata: "Semua yang saya dengar tentang keindahan kota ini adalah benar, itu jauh lebih indah dalam kenyataan."

Pada abad ke-8, Samarkand ditaklukkan oleh orang-orang Arab dan Muslim. Selama Dinasti Umayyah, Samarkand makmur sebagai pusat perdagangan di rute antara Baghdad dan Cina. Selama masa pemerintahan Abbasiyah, Samarkand menjadi ibu kota Asia Tengah dan berkembang menjadi pusat peradaban Islam yang sangat penting. Di dekat Samarkand, seorang teolog besar yang menulis koleksi hadits, bernama Imam al-Bukhari, dimakamkan. Di bawah Dinasti Samanid Khorasan (874–999) dan di bawah pemerintahan Seljuk berikutnya dan “shahs” (shah adalah gelar yang diberikan kepada seorang kaisar di Persia) Khwarazm, Samarkand terus berkembang dan menjadi makmur. Periode paling gelap dalam sejarah Samarkand ditandai oleh invasi Mongol pada 1220 yang dipimpin oleh Genghis Khan.

Samarkand, Ibu Kota Timurids


Setelah periode kegelapan, Samarkand dihidupkan kembali pada abad ke-14. Tamerlane (juga dikenal dengan nama Persia dan Turki Timur), adalah pendiri dan penguasa Kekaisaran Timurid yang baru. Samarkand menjadi ibu kota kerajaan barunya dan akan berada di bawah pemerintahannya, kemudian kota itu mencapai kemegahannya yang terbesar dan tumbuh sebagai kota yang paling berkembang. Dia membangun kembali kota dan mengundang seniman, arsitek dan pengrajin dari seluruh kekaisarannya untuk tinggal di Samarkand. Tamerlane tentu saja seorang yang kejam terhadap musuh-musuhnya, tetapi juga penuh belas kasihan terhadap mereka yang memiliki kompetensi dan khususnya artistik. Mereka diperintahkan untuk menjadikan Samarkand kota terbesar dan terindah. Itu harus menjadi permata Asia Tengah dan dunia.

Tempat paling mengesankan di Samarkand adalah Registan Square, yang berarti "tempat berpasir". Registan Square adalah alun-alun besar yang dikelilingi oleh tiga sisi kompleks religius masjid, khan (khan adalah sejenis tempat bermalam untuk karavan) dan madrasah. Registan Square dibangun beberapa kali antara tahun 1370 dan 1500 oleh Timurids.

Setelah kematian Tamerlane, kekaisaran Timurids dengan cepat menjadi lemah dan akhirnya benar-benar kehilangan kekuatannya di akhir abad ke-15. Setelah itu, diperintah oleh Uzbek selama empat abad berikutnya. Kemudian Samarkand menjadi bagian dari emirat Bukhara dan jatuh ke tangan pasukan Rusia pada tahun 1868. Pada tahun 1925, Samarkand menjadi ibukota Republik Sosialis Soviet Uzbek, tetapi pada tahun 1930 ia digantikan oleh Tashkent.

Samarkand, kota biru dengan portal besarnya, istana megah, kubah pirus, dan ribuan ubin biru bukan kota yang biasa saja. Saat ingin menyiapkan perjalanan ke Samarkand, saya hanya akan memberikan satu saran: siapkan diri Anda untuk melakukan perjalanan waktu. Anda akan masuk tepat pada kisah Seribu Satu Malam dan ke dalam harta warisan budaya dunia. Samarkand adalah apa yang saya sebut "harta karun Islam dan kecantikan Timur yang bertemu satu sama lain di Jalan Sutra."

Salah satu Masjid Terindah Terletak di Kota Biru Uzbekistan, Samarkand

The capital of Thailand, Bangkok, is famous as the City of the Thousand Temples. This is because almost all over the city stands the temple as a place of Buddhist worship which is the majority in the country.

However, it turns out that in Bangkok also stood a lot of mosques. In fact, among them are old, hundreds of years. This proves Islam has developed in Bangkok since hundreds of years ago. Now, the development of Islam is more exciting. Various Muslim communities thrive in Bangkok.

The existence of these old mosques adds to the vibrant syiar Islam in Bangkok. Every day, the Muslims throng the worship there. So important and strategic existence of the mosques.

Ton son Mosque


Three Old Mosques in Bangkok
This mosque was built before the reign of King Song Tham at the beginning of the 17th century, namely during the Ayutthaya. The last renovation of this mosque was done in 1954 to maintain the authenticity of its architecture. In the courtyard of the mosque, there are also several tombs of Islamic religious leaders in Thailand.

This past few year the Tonson Mosque has also been renewed. Friday's sermon at the mosque was in Thai. The mosque is located at position N13.73993 E100.48881 Arun Ammarin Road, Anuthin Sawat Bridge, Wan Arun, Bangkok.

Haroon Mosque


Three Old Mosques in Bangkok
The Haroon Mosque is big enough. According to the story, this mosque was built in the 19th century by Islamic leaders of Arab descent originating from Indonesia. Named Haroon Mosque according to the name of its founder, Haroon Bafadel. What is interesting about this mosque is the number of carvings of the holy verses of the Qur'an carved on Jepara wood.

At the time the mosque was built, it is located right on the banks of the Chao Praya River and is called the Ton Samrong Mosque. The original mosque was made of wood with a mixture of Javanese and Ayuthaya architects. However, in 1899 the place was made the Customs office and the mosque moved to its present location.

Initially, the interior and exterior of this mosque is dominated by wood. However, after experiencing the redevelopment, eventually converted into a red brick concrete. The size of the mosque is not too big, but quite visible from the direction of the river. The domes are thick with green and from outside it is written in Thai written at the entrance.

Java Mosque


Three Old Mosques in Bangkok
Java Mosque or Javanese Mosque is located at Soi Charoen Rat 1 Yaek 9 Road, Sathorn, Bangkok, Thailand. Called the Javanese Mosque because the build is the Javanese people who have settled in Bangkok. The mosque was completed in 1906 on a land owned by a Javanese named Haji Muhammad Saleh.

Java Mosque architecture is very thick with mosque style in Java. Some call it like the Demak Mosque. There is also a call as a mini version of Kauman Great Mosque in Yogyakarta. From outside visitors can see the roof of three pavement terraces commonly found in old mosques of Indonesia. When entering it, can witness saka guru - four pillars that used to support the building of Java.

Three Old Mosques in Bangkok

Kepulauan kei atau masyarakat setempat menyebutnya dengan nama Nuhu Evav merupakan salah satu gugusan kepulauan yang terletak di bagian selatan provinsi Maluku. Kepulauan ini terdiri dari beberapa pulau yang dihuni oleh masyarakat dan beberapa pulau yang tidak dihuni. Hampir seluruh wilayah di kepulauan kei berpotensi untuk dijadikan sebagai tempat wisata, karena keindahan yang dimilikinya. Bukan saja wilayah pantanya yang indah dan eksotis tetapi juga terdapat air terjun dan gua yang airnya sangat jernih.

Berikut ini  10 foto yang membuktikan kalau kepulauan kei indah dan eksotis

1. Sunset di Pantai Ngurbloat


10 Foto yang membuktikan kalau kepulauan kei indah dan eksotis

2. Pantai Ngurtavur yang Menawan


10 Foto yang membuktikan kalau kepulauan kei indah dan eksotis

3. Pulau Bair yang Indah


10 Foto yang membuktikan kalau kepulauan kei indah dan eksotis

4. Meti Kei di Pantai Ohoidertavun


10 Foto yang membuktikan kalau kepulauan kei indah dan eksotis

5. Ombak di Pantai Niar Ohoi Elaar Ngursoin


10 Foto yang membuktikan kalau kepulauan kei indah dan eksotis

6. Pantai Karang Vat Wahan Ohoi Elaar Lamagorang


10 Foto yang membuktikan kalau kepulauan kei indah dan eksotis

7. Pantai Metro di Ohoi Madwaer


10 Foto yang membuktikan kalau kepulauan kei indah dan eksotis

8. Keindahan Air Terjun Hoko


10 Foto yang membuktikan kalau kepulauan kei indah dan eksotis

9. Goa Hawang dengan Airnya yang Jernih dan Berwarna Biru Safir



10. Santai di Pantai Ngur Sarnadan Ohoililir


10 Foto yang membuktikan kalau kepulauan kei indah dan eksotis

Inilah 10 tempat wisata di kepulauan kei yang membuktikan bahwa kepulauan kei itu serpihan surga yang jatuh dari langit. Bagaimana menurut kamu?

10 Foto ini membuktikan kalau kepulauan kei indah dan eksotis

Menikmati Keindahan Sunrise di Paralayang Gunung Banyak Kota Batu
Alam seakan berbicara melalui bahasanya, bahwa "inilah aku, inilah keindahanku, dan inilah ciptaan yang maha indah"

Sekitar pukul 04.30 WIB, kami melaju dengan kecepatan rata-rata menuju ke Kota Wisata Batu. Perjalanan pagi ini kami lakukan untuk melihat keindahan alam berpadu dengan keindahan kota batu dan kota-kota lain di sekitarnya melalui Gunung Banyak.

Dari sini kita bisa melihat puncak tertinggi di pulau jawa, puncak gunung semeru yang lagi berasap. Kabut pagi ini menutupi pandangan mata sehingga beberapa lokasi di pinggir kami tidak dapat kami jangkau dengan kasat mata.

Menikmati Keindahan Sunrise di Paralayang Gunung Banyak Kota Batu

Alam memang mempunyai cara tersendiri untuk memantulkan keindahannya agar manusia menikmatinya. Ada juga ciptaan manusia berupa cahaya lampu yang menambah indah suasana di pagi ini.

Di Paralayang Gunung Banyak kita bisa melihat pemandangan gunung dan pegunungan yang ada di Malang dan Kota Batu. Alam seakan berbicara melalui bahasa isyarat, bahwa "inilah aku, inilah keindahanku, dan inilah ciptaan yang maha indah".

Menikmati Keindahan Sunrise di Paralayang Gunung Banyak Kota Batu

Selain paralayang, di sini juga ada rumah kayu, kebetulan kami ke sana pagi-pagi sekali sehingga tempat wisata rumah kayu belum dibuka, alhasil saya hanya bisa memotret papan namanya saja.

Dari sini pohon pinus menyapa kami, yang sedang berjalan menuju ke bukit sebelah. Menghirup oksigen pagi yang sejuk dan bersih, membuat tubuh menjadi segar. Ada cahaya matahari yang terlihat dari celah-celah pohon membuat tatapan mata hanya pada satu arah.

Di sinilah tinggal bagaimana cara kita mensyukuri nikmat Tuhan yang telah diberikan secara gratis kepada kita sebagai makhluknya.

Menikmati Keindahan Sunrise di Paralayang Gunung Banyak Kota Batu

Gunung banyak mempunyai wisma yang terletak di sebelah kiri gunung. Wisma di sini dapat digunakan oleh pengunjung untuk menghabiskan waktu libur.

Dari sinilah saya menatap gunung, pohon pinus, sunrise, tanah, embun, dedaunan, bunga, dan rerumputan yang bernyanyi tanpa nada.

Alamat: Jl. Songgokerto, Songgokerto, Kec. Batu, Kota Batu, Jawa Timur - 65312

Menikmati Keindahan Sunrise di Paralayang Gunung Banyak Kota Batu

Menelusuri Keindahan Air Terjun Coban Kembar Watu Ondo Mojokerto

Keindahan alam Indonesia itu dimulai dari laut hingga puncak gunung yang tinggi. Kedalaman laut menyimpan keindahan mutiara dan ketinggian gunung menyimpan kemilau berlian.

Hari itu langit berawan, hujan rintik-rintik turun membasahi kota Malang, namun niat untuk keluar menjelajah alam nusantara tetap kuat dan tanpa ada rasa gentar dengan hujan atau badai sekalipun.

Sekitar pukul 11.00 WIB kami sudah keluar dari kos-kosan menuju ke Kota Wisata Batu, dan selanjutnya menuju ke daerah cangar. Sebelum masuk ke daerah cangar kami sempat singgah di mesium angkut dan pasar apung.

Jalan berliku itulah keadaan jalan menuju ke obyek wisata alam, banyak tikungan yang kami lewati, jalan tanjakan naik dan menurun sehingga membutuhkan ekstra kehati-hatian saat mengendarai kendaraan. Syukurnya jalan sudah beraspal mulus, sehingga mudah dilalui oleh kendaraan roda dua atau kendaraan roda empat.

Selama perjalanan kami melihat pemandangan gunung, daerah persawahan, kebun apel, kebun sayur, dan pemandangan alam yang sangat mempesona. Keindahan alam Indonesia memang menjadi daya tarik yang luar biasa bagi pecinta traveling.

Di dalam areal wisata alam ini terdapat dua air terjun sehingga disebut sebagai coban kembar. Di sebelah kanan terdapat kolam yang dapat digunakan oleh pengunjung untuk mandi.

Di dalam areal wisata alam ini terdapat dua air terjun sehingga disebut sebagai coban kembar. Di sebelah kanan terdapat kolam yang dapat digunakan oleh pengunjung untuk mandi.

Di depan pintu gerbang terdapat papan nama dan spanduk sebagai penanda bagi pengunjung, namun arah menuju ke sini tidak terlalu banyak terdapat petunjuk. Namun saat ini sudah ada peta atau GPS yang hampir terdapat di semua smartphone mempermudah travelers untuk berwisata ke sini.

Menelusuri Keindahan Air Terjun Coban Kembar Watu Ondo Mojokerto

Alamat: Air terjun watu ondo atau bisa disebut juga coban watu ondo, berada di kawasan hutan rakyat Raden Soerjo perbatasan antara Mojokerto dan Kota Batu. Air terjun ini terletak di Dusun Sendi, Desa Pacet, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Propinsi Jawa Timur.

    Menelusuri Keindahan Air Terjun Coban Kembar Watu Ondo Mojokerto

    Arc De Triomphe Paris Jatuh Simpang Lima Gumul Kediri

    Monumen simpang lima gumul bagi saya merupakan karya yang mengagumkan, banyak bercerita dalam kebisuannya.

    Ketika orang berbicara tentang kediri, maka ada dua hal yang biasanya paling sering diceritakan. Yang pertama adalah perkampungan bahasa Inggris atau tempat kursus bahasa Inggris di Kecamatan Pare, dan yang kedua adalah monumen yang terletak di simpang lima gumul kediri.

    Monumen yang diresmikan sejak tahun 2008 ini berdiri tegak lurus menjulang ke langit dengan ketinggian 25 meter dari atas permukaan tanah. Tamannya begitu luas sehingga membuat pengunjung dapat melakukan berbagai macam aktifitas seperti kumpul bersama teman atau keluarga, photograpy, diskusi, dan lain sebagainya.

    Arc De Triomphe Paris Jatuh Simpang Lima Gumul Kediri

    Ketika pertama kali saya sampai di monumen ini, yang paling pertama saya lakukan adalah memotret patung yang mirip dengan gajah namun bertubuh manusia. Ketika saya bertanya kepada salah satu penjaga di sini tentang patung atau archa tersebut, dia menjelaskan bahwa "dulu orang kediri beragama hindu sebagaimana kebanyakan masyarakat nusantara dimasa kejayaan majapahit".

    Dalam keyakinan agama hindu archa semacam ini disebut sebagai Dewa Ganesha yang mempunyai sifat keagungan seperti bijaksana, berpengetahuan, pelindung dan penolak bala.

    Arc De Triomphe Paris Jatuh Simpang Lima Gumul Kediri

    Monumen Simpang Lima Gumul mirip dengan Arc de triomphe de l'√Čtoile yang terletak di kota paris. Yang membedakan kedua bangunan ini adalah pada relief-relief yang ada di dinding-dinding banugnan. Kalau Gapura Kemengangan (Bahasa Indonesia) milik Prancis  menggambarkan tentang kekhasan daerahnya, maka monumen yang berada di simpang gumul menggambarkan tentang sejarah kediri, budaya kediri, hingga kesenian-kesenian khas kabupaten yang terletak di jawa timur ini.

    Cerita perjalanan ke gumul ini begitu panjang dan melelahkan, padahal kalau orang yang sudah biasa ke sana pasti akan lebih mudah. Maklumlah kami yang menjelajah ke sini orang baru semua, yang tidak satupun yang tau rute ke simpang lima gumul. Kami hanya mengandalkan aplikasi GPS yang menempel di hp android, alhasil beberapa kali kami tersesat di kecamatan pare dan hampir saja kami melewati jembatan rusak yang tidak bisa di lalui oleh kendaraan. Beruntung ada warga yang baik hati dan tidak sombong memberi petunjuk secara rinci dan detail.

    Perjalanan yang kami mulai dari kota malang menuju ke kota wisata batu hingga ke kediri dengan motor sewaan (rental) menemui banyak tikungan dan jurang yang curam. Jalannya sudah beraspal baik namun kelebaran jalan hanya bisa dilalui oleh dua kendaraan saja, sehingga butuh ekstra hati-hati. Namun bagi seorang penjelajah semakin besar tantangan yang ada di depan maka semakin berani untuk melewatinya.

    Arc De Triomphe Paris Jatuh Simpang Lima Gumul Kediri

    Ketika sampai di kecamatan pare ban motor kami pecah untuk kedua kalinya, sebelumnya ban motor ini sudah pecah di Kabupaten Malang. Sambil menunggu ban diperbaiki di bengkel, kami pergi melihat-lihat Masjid Agung An-Nuur yang tidak jauh dari lokasi kami. Di sana kami berfoto dan ketemu dengan dua orang traveler cewek yang berasal dari situbondo. Begitulah para traveling ketika ketemu pasti cepat dekat dan nyambung dalam bercerita.

    Sekitar jam 04.00 WIB kami berpisah dengan kedua orang cewek tersebut dan melanjutkan perjalanan ke simpang lima gumul yang tak jauh dari pare, hanya sekitar 30 menit perjalanan.

    Arc De Triomphe Paris Jatuh Simpang Lima Gumul Kediri

    Kami begitu menikmati monumen itu ketika melewati terowongan bawah tanah untuk menuju ke halaman utama bangunan, ditambah lagi banyak pengujung yang datang setiap menitnya membuat suasan menjadi ramai dan seru.

    Alamat: Simpang lima gumul berada di Jl. Raya Dadapan, Tugurejo, Ngasem, Kediri, Jawa Timur 64182. Hari buka setiap hari dan waktu berkunjung 24 jam.

      Arc De Triomphe Paris Jatuh di Simpang Lima Gumul Kediri

      Keliling Pasar Apung Nusantara dan Museum Angkut di Kota Batu Jawa Timur

      Suhu udara di kota Malang pagi itu dingin dan berkabut, sekitar jam 04.30 WIB saya sudah dibangunkan dengan suara adzan dari Musholah terdekat. Walaupun dingin yang menusuk sampai ke tulang sum-sum, tetapi bangun pagi merupakan hal yang baik bagi kesehatan tubuh, apalagi kalau ditambah dengan melakukan ibadah sholat subuh, maka kesehatan rohani juga akan terpenuhi.

      Sejak tadi malam, saya dan ade-ade sudah merencanakan untuk menjelajah beberapa tempat wisata di kota Batu, tujuan utama kami adalah menikmati terbitnya matahari di atas paralayang gunung banyak. Setelah mempersiapkan segala macam perlengkapan, saya membangunkan ade-ade yang masih tidur di kamar kosnya masing-masing. Kebetulan waktu itu saya nginap di kos milik ade saya yang lagi kuliah di Universitas Muhammadiyah Malang.

      Beberapa menit kemudian motor rental yang parkir di dalam kos-kosan mulai bersuara menandakan penjelajahan kami dimulai. Kebetulan waktu itu masih pagi sehingga kendaran yang ada di jalan raya masih sedikit. Dua motor yang kami kendarai melaju dengan cepat menembus kabut, melewati jalanan beraspal, hingga jalan setapak menuju gunung banyak.

      Setelah menikmati segala kemewahan alam di gunung banyak, kami turun dan mampir di alun-alun kota batu, sambil menikmati bubur ayam yang kami beli dari pedagang kaki lima. Kami menghabiskan waktu sekitar dua jam di situ, sambil hunting, bercanda, tertawa, dan bercerita banyak tentang tempat-tempat wisata terindah di Indonesia.

      Sekitar pukul 10.15 WIB, matahari sudah memancarkan sinarnya tetapi hawa dingin kota wisata Batu tak kunjung hilang, hanya berkurang sedikit saja. "Waktu seperti ini kayaknya pasar apung nusantara sudah dibuka" kata si cheka. "Ayo kita ke sana !" kata saya sembari berjalan ke motor. Mereka juga mulai bergegas mengikuti langkah kakiku menuju ke motor masing-masing.

      Perjalanan dari alun-alun kota Batu menuju ke pasar apung nusantara hanya berjarak 1,8 km dengan waktu tempuh sekitar 7 menit saja. Biaya masuk ke sini hanya Rp. 2.000 untuk bayar parkir kendaraan bermotor kami.

      Keliling Pasar Apung Nusantara dan Museum Angkut di Kota Batu Jawa Timur

      Suasana waktu itu mendung, namun hujan tak kunjung-kunjung turun. Beginilah kondisi kota yang berada di antara gunung-gunung yang menjulang tinggi ke langit, tak heran lagi jika kabut, mendung, dan dingin menjadi teman sejati.

      Kami berjalan mengelilingi seluruh pasar miniatur Indonesia ini. Walaupun belum lengkap kearifan lokal Indonesia yang di bangun di sini seperti taman mini Indonesia, tetapi untuk sebuah perjalanan wisata di pasar apung ini sudah bagus. Kalau disuruh untuk memberikan bintang, maka saya akan berikan 4 bintang untuk tempat sekeren pasar apung.

      Keliling Pasar Apung Nusantara dan Museum Angkut di Kota Batu Jawa Timur

      Di pasar apung nusantara terdapat beberapa rumah adat Indonesia yang digunakan untuk menjual berbagai macam kuliner, pakaian, perhiasan, dan pernak-pernik. Terdapat juga tempat pijak refleksi yang diperuntukkan buat pengunjung yang ingin memanjakan dirinya dengan pijatan halus nan lembut.

      Yang paling menarik bagi saya ketika berada di sini adalah salah satu restoran yang dibuat menyerupai kapal cina di zaman dinasti ming. Restoran tersebut diberinama resto Cheng Ho. Kebanyakan yang saya lihat berkunjung dan makan di sana adalah keturunan cina. Mungkin makanan di dalam sesuai dengan selera mereka.

      Keliling Pasar Apung Nusantara dan Museum Angkut di Kota Batu Jawa Timur

      Di lokasi yang sama terdapat museum Angkut yang di sediakan sebagai wahana hiburan sekaligus wahana edukasi. Setiap orang yang ingin masuk akan dikenai biaya sebesar Rp. 60.000 untuk hari biasa dan Rp. 80.000 untuk hari libur.

      Pada museum angkut terdapat berbagai pengetahuan tentang angkut. Di mulai dari angkut yang diproduksi pada zaman dahulu hingga angkutan modern yang kita gunakan saat ini. Berwisata di Taman angkut sangat baik untuk perkembangan pengetahuan anak.

      Keliling Pasar Apung Nusantara dan Museum Angkut di Kota Batu Jawa Timur

      Setelah puas mengeksplor tempat wisata museum angkut dan pasar apung, kami melanjukan penjelajahan ke tempat wisata lain yang ada di kota wisata Batu.

      Alamat: Jl. Terusan Sultan Agung No. 2 Ngaglik, Kec. Batu. Kota Batu - Jawa Timur

        Keliling Pasar Apung Nusantara dan Museum Angkut di Kota Batu Jawa Timur