Coretanzone: Umum

    Social Items

Penemuan Benua Australia dan Pembentukan Koloni-koloni di Australia
Australia merupakan salah satu negara benua yang lokasinya pada  35°15′ LS 149°28′ BT. Ibu kita negara ini adalah Canberra, namun bukan merupaka kota terbesar. Kota terbesar negara ini adalah Sydney. Bahasa resmi yang digunakan negara ini adalah bahasa Inggris kaerna Australia merupakan salah satu negara yang masuk dalam persemakmuran Inggris. Sistem pemerintahan australia masih menyatu dengan kerajaan Inggris, olehnya itu Ratu merupakan simbol pemerintahan dan untuk mewakilinya maka, dibentuk Gubernu Jenderal. Negara ini berbentuk monarki konstitusional.

Sejarah awal australia dimulai ketika terjadi migrasu manusia pertama dari utara ke australia, kira-kira pada 40.000-50.000 tahun yang telah lampau. Masa ini disebut sebagai masa prasejarah australia. Sedangkan sejarah tertulis pertama Australia dimulai ketika orang-orang Eropa pertama kali melihat negara ini. Dan kemudia dibagi lagi menjadi dua periode: sebelum dan sesudah dia menjadi dominion dari Kekaisaran Britania pada 1901.

Untuk lebih jelasnya lagi tentang penemuan benua australia dan pembentukan koloni-koloninya maka, berikut ini penjelasannya.

Penemuan Benua Australia


Masyarakat asli Australia (aborigines atau aboriginal) mempunyai beberapa ciri fisik yang berlainan dengan beberapa ciri fisik empat ras utama yang lain, sehingga Elkin mengelompokkan masyarakat asli Australia pada kelompok khusus yang dimaksud Australoid. Diduga mereka masuk benua Australia pada 40.000 tahun yang lalu dari arah utara. Mereka berkembang dengan begitu lamban hingga mereka masih tetap hidup dalam jaman batu dengan corak kehidupan food gathering saat rombongan kolonis pertama dari Inggris datang di Australia.

Dalam pertemuan antara kebudayaan masyarakat asli dengan kebudayaan pendatang baru itu, kebudayaan masyarakat asli pada akhirnya tersisihkan, sehingga kebudayaan pendatang baru yang pada akhirnya menguasai. Kebudayaan yang berkembang di Australia selanjutnya ialah kebudayaan yang berakar pada kebudayaan Eropa meskipun dengan fisik Australia terdapat jauh dari Eropa. Sejarah Australia dalam semua aspeknya adalah sejarah bangsa yang dengan sosio budaya yang berasal dari Eropa.

Sementara masyarakat asli telah mendiami Australia beberapa puluh ribu tahun, untuk beberapa orang di Eropa eksistensi benua itu masih juga dalam skala spekulasi (asumsi). Beberapa orang Eropa masih tetap tidak sama pendapat mengenai terdapatnya antipodes. Beberapa pakar geografi dari jaman klasik sejak mulai permulaan abad masehi sudah menduga terdapatnya daratan selatan yang dimaksud Terra Australia Incognita. Pandangan ini ditentang oleh beberapa pakar agama yang juga sekaligus pakar geografi pada eranya. Kelompok yang paling akhir ini berasumsi jika dunia berupa rata seperti tikar, hingga mereka memandang jika opini yang membetulkan terdapatnya antipodes ialah opini yang salah. Saat Jaman Pertengahan opini yang paling akhir berikut yang menang, akan tetapi sesudah jaman itu selesai orang mulai berpikir kembali mengenai Terra Australia Incognita.

Pergantian politik yang berlangsung di pantai timur Laut Tengah menggerakkan beberapa orang Portugis serta Spanyol berupaya mencari jalan laut ke Dunia Timur. Mulailah masa penelusuran samudra yang melahirkan masa baru dalam riwayat bangsa-bangsa di Eropa, yakni masa penemuan beberapa daerah baru, yang dipelopori oleh Bangsa Portugis serta Spanyol. Kesuksesan Bangsa Portugis serta Spanyol menemukan jalan laut ke Dunia Timur, membuka jalan buat penemuan Benua Australia oleh beberapa orang Eropa. Akan tetapi, sejauh yang bisa diketahui Bangsa Portugis ataupun Spanyol gagal temukan Benua Australia.

Reformasi dalam segala bidang akibatnya memaksa Belanda mencari jalan sendiri ke Indonesia. Kesuksesan Belanda dalam membangun pos-posnya di Indonesia begitu memungkinkan penemuan Benua Australia, baik dengan tidak terencana ataupun sebagai hasil penyelidikan. Semenjak tahun 1606, saat pelaut Belanda untuk kali pertama mendapatkan daratan Australia, sampai tahun 1644, yakni kala berakhirnya ekspedisi Tasman yang ke-2, beberapa orang Belanda sudah sukses temukan serta memetakan sejumlah besar pantai Australia, yakni pantai utara, barat, serta 1/2 pantai selatan. Sebelumnya mereka menyebutkan daratan itu Het Land van de Eendracht, akan tetapi sesudah pelayaran tasman mereka mengatakan New Holland. Disaksikan dari sisi keuntungan materiil sebagai arah semua pekerjaan Belanda di Indonesia, New Holland tidak menarik buat Belanda. Mereka tidak mengklaim apalagi menempati daratan itu.

Pelaut Inggris yang pertama sampai dan melihat di Australia ialah William Dampier, lokasi yang didatangi Dampier sama juga dengan yang didatangi oleh pelaut-pelaut Belanda, sehingga tidak menghasilkan dampak baru buat benua itu. Penemuan Inggris yang sangat bermakna buat benua itu ialah penemuan James Cook atas pantai timur Australia pada tahun 1770. Berlainan dengan kesan-kesan Belanda, Cook melihat daratan yang ditemukannya itu memberi keinginan kehidupan yang cerah, hingga dia mengaku daratan itu berubah menjadi milik Inggris, serta dinamakan New South Wales. Laporan-laporan Cook, Joseph Banks, Solander, serta James Maria Matra, menghidupkan kemauan pemerintah Inggris untuk mendudukinya. Dengan begitu Cook dilihat menjadi penemu Australia yang sebetulnya, sebab penemuannya itu yang merubah perjalanan riwayat Australia sampai menggapai bentuk yang saat ini menuju masa depan yang akan datang.

Pembentukan Koloni Inggris di New South Wales


Keputusan pemerintah Inggris membuka koloni di New South Wales lahir ditengah-tengah aktivitas pemerintah menangani beberapa masalah karena kemiskinan, pengangguran, serta kejahatan yang diperhebat oleh ekses Revolusi Industri. Revolusi Amerika yang pada hakekatnya adalah momen politik dalam kehidupan pemerintahan Inggris pada saat itu, turut meningkatkan beban yang perlu dihadapi pemerintah Inggris di sektor sosial, terlebih terkait dengan American loyalists.

Dengan tradisional orang menjelaskan jika motif penting yang menggerakkan pemerintah Inggris memutuskan itu ialah keperluan tempat pembuangan terpidana yang tidak disenangi di Inggris. Dalam penelaahan selanjutnya, beberapa sejarawan mengajukan argumentasi bahwa mendapatkan tempat pembuangan bukan salah satu motif kuat. Ditemukan motif lainnya yang tidak kalah pentingnya seperti “naval supply and maritime base theory” yang dihubungkan dengan “Swing to the East” serta penambahan pelayaran serta perdagangan Inggris dengan Cina.

Sejak dari awal berdirinya koloni di New South Wales sampai tahun 1809, koloni itu di pimpin oleh gubernur yang berasal dari Angakatan laut, serta semenjak tahun 1790 untuk mengawasi keamanan koloni itu dibuat pasukan khusus yang disebut New South Wales Corps. Gubernur pertama Arthur Phillip, berupaya sekuat tenaga jadikan koloni itu “selfhelp”. Pengalamannya memberi landasan baginya buat berkesimpulan bahwa untuk membuat koloni itu dapat berdiri dengan sendiri jumlah free settler harus ditingkatkan di koloni itu, karena tenaga kerja terpidana termasuk tenaga kerja yang tidak produktif.

Masa Letnan Gubernur setelah Arthur Philip (1792-1795), memberikan kesempatan pada beberapa perwira Corps melakukan kegiatan-kegiatan yang hanya menguntungkan kelompoknya. Untuk memperoleh uang dalam jumlah yang semakin besar, mereka memonopoli perdagangan yang mulai berkembang di koloni itu. Perdagangan yang sangat menguntungkan mereka ialah perdagangan rum. Tiap-tiap usaha yang dia anggap merugikan mereka tetap ditentang, sekalipun datang dari gubernur koloni itu. Mengakibatkan beberapa perwira pedagang itu berselisih dengan tiga gubernur dengan beruntun. Hunter didakwa tidak pantas menjadi gubernur, sementara King pun dihina. Puncak perselisihan itu berlangsung sewaktu saat pemerintahan gubernur William Bligh. Aksi keras yang dijalankan Bligh melahirkan reaksi yang malah menjatuhkannya. Bligh tidak saja dijatuhkan, tapi dimasukkan ke penjara. Peristiwa ini populer dengan nama Rum Rebellion. Pemberontakan ini ternyata adalah awal proses berakhirnya pengaruh serta kekuasaan beberapa perwira Corps itu.

Dibawah pemerintahan Lachian Macquarie, seseorang perwira dari Angkatan Darat Inggris, dilaksanakan konsolidasi yang sukses meningkatkan koloni itu sampai kemajuan pesat. Pengetahuan mengenai garis besar pantai Australia banyak diraih pada saat sebelum Macquarie, khususnya atas jasa pelaut-pelaut ulung seperti George Bass serta Matthew Flinders. Akan tetapi, pengetahuan tentang pedalaman Australia baru bisa semakin bertambah sesudah pada tahun 1813 Great Dividing Range atau The Blue Mountains dapat ditembus oleh Gregory Blaxland, Lawson, serta Wenworth. Eksplorasi pedalaman yang sukses itu, menempatkan jalan buat kemungkinan pelebaran koloni itu selanjutnya bahkan juga membuka jalan untuk terwujudnya Australia seperti saat ini.

Pembentukan Koloni-koloni Lain di Australis


1. Queensland


Untuk pertama kali Queensland dihuni oleh masyarakat kulit putih pada tahun 1824. Ditemukannya pemukiman yang baik di Queensland sebagian besar merupakan jasa para penjelajah (explorer). John Oxley misalnya menyelidiki daerah Moreton Bay, tempat pemukiman pertama di Queensland. Pada tahun 1827 pemukiman baru di Darling Downs dibuka lagi oleh Allan Cunningham.

Pada mulanya pemukiman di Queensland tumbuh dan berkembang sebagai bagian dari New South Wales. Setelah mengalami kemajuan-kemajuan, Queensland akhirnya merasa tidak puas lagi di bawah New South Wales. Rakyat di Queensland menginginkan agar Queensland dipisahkan dari New South Wales. Keinginan mereka ini dikabulkan oleh pemerintahan Inggris pada tahun 1859.

Kondisi dan kekayaan alam Queensland sangat membantu kemajuan Queensland. Letak negerinya yang sebagian berada di daerah tropis, memungkinkan Tasmania mengusahakan perkebunan kapas yang pernah sangat menguntungkan negeri itu, dan juga perkebunan tebu. Dalam mengusahakan perkebunan tebu ini Queensland memerlukan tenaga buruh yang tidak terlalu mahal. Akibantnya terjadilah apa yang disebut “Kanakas Traffic” yang menimbulkan dilema bagi negeri itu.

2. Tasmania


Koloni Tasmania mulai berkembang dari pemukiman yang dimulai di daerah Sungai Derwent yang kemudian berpusat di Hobart dan di Port Dalrymple yang kemudian berpusat di Launceston. Pada awal pertumbuhannya kedua pemukiman ini masing-masing dipimpin oleh seorang Letnan Gubernur yang mewakili Gubernur New South Wales. Sejak tahu 1813 kedua pemukiman itu (Launceston dan Hobart) ditempatkan di bawah seorang Letnan Gubernur, dan Letnan Gubernur pertama yang berkuasa atas kedua daerah pemukiman itu adalah Kolonel Davey. Dengan mendorong kemajuan pertanian serta menjadikan Hobart sebagai pelabuhan bebas, Davey berusaha menjadikan Tasmania sebagai koloni yang mampu memenuhi kebutuhannya sendiri. Dalam usahanya ini ia berhasil. Sayang sekali ia kurang disenangi oleh Gubernur New South Wales karena Davey adalah orang yang kurang berdisiplin, dan suka minum-minum sampai mabuk.

Sebagai bagian dari New South Wales, Tasmania pernah dijadikan sebagai tempat pembuangan narapidana yang berkelakuan paling buruk. Bahkan di Tasmania sempat dibangun satu penjara khusus, Macquarie Harbour, di pantai barat pulau itu. Sejarah Tasmania sebagai koloni diisi dengan berbagai kekerasan yang meliputi:

a) Kekerasan perlakuan yang dialami oleh para narapidana. b) Kekerasan berupa teror-teror yang dilakukan oleh para bushranger, dan sebaliknya kekerasan tindakan pemerintah untuk memberantas bushranger tersebut. c) Kekerasan perlakuan masyarakat kulit putih terhadap penduduk asli. d) Kekerasan usaha pemerintah dan para imigran menjadikan koloni itu bisa berswasembada.

Pada tahun 1825 Tasmania dipisahkan dari New South Wales. Dalam perkembangan selanjutnya Tasmania mempunyai kedudukan setara dengan New South Wales, dan berhak mempunyai legislative council seperti New South Wales. Ketika New South Wales mulai mempersoalkan transportasi narapidana, Tasmania pun mengajukan tuntutan agar sistem narapidana dihapuskan. Tuntutan mereka ini menjadi kenyataan pada tahun 1852.

Pada tahun 1855 koloni ini menyelenggarakan pemerintahan sendiri, dan secara resmi sejak itu mengubah namanya dari Van Diemen’s Land menjadi Tasmania. Ditemukannya tambang tembaga, perak, dan bahan-bahan mineral lainnya dalam dekade 1870-an, menambah pesatnya kemajuan yang dialami oleh Tasmania. Keberhasilannya dalam mengekspor buah-buahan, serta bentuk pulaunya, menyebabkan Tasmania terkenal sebagai The Apple Isle.

3. Australia Selatan


Kalau Australia Barat dapat disebut koloni suatu kongsi, maka Australia Selatan dapat disebut koloni suatu teori, karena pembentukannya didasarkan pada suatu teori yang dikemukakan oleh Wakefield. Australia Selatan dibentuk dengan memotong areal seluas 300.000 mil persegi dari wilayah New South Wales. Rombongan koloni pertama tiba pada tahun 1836, mendarat di Pulau Kangaroo, namun akhirnya memilih lokasi untuk menetap di tempat dimana sekarang berdiri Kota Adelaide.

Pada awal berdirinya koloni itu, disana berjalan dualisme kekuasaan yang membawa berbagai komplikasi. Namun, akhirnya pemerintah Inggris menghapuskan dualisme tersebut dengan cara memanggil kedua pejabat, gubernur dan komisaris residen, lalu mengangkat gubernur baru yaitu Gawler. Sejak tahun 1853 Australia Selatan mulai berusaha mempersiapkan pemerintahan sendiri, namun baru berlaku secara efektif pada tahun 1856.

4. Australia Barat


Daerah pantai Australia Barat sudah dikenal oleh pelaut-pelaut Belanda sejak dekade kedua abad ke-17. Kondisi alamnya yang gersang (menurut penglihatan mereka pada waktu itu), tidak merangsang orang-orang Belanda maupun Inggris untuk mendudukinya. Pada akhir abad ke-18 dan permulaan abad ke-19 ekspedisi-ekspedisi penyelidikan Perancis mengunjungi daerah pantai Australia Barat tersebut. Khawatir didahului oleh Perancis dan merasa terlalu jauh harus mengawasi daerah itu dari Sydney, mendorong Gubernur Darling mengirimkan mayor Lockyer mendirikan pos di King George Sound (Albany) pada tahun 1827.

Pada tahun yang sama, James Stirling menyelidiki daerah Swan River, dan sangat tertarik untuk mendudukinya. Terpengaruh oleh Stirling, Thomas Peel membentuk kongsi untuk membuka koloni di Swan River. Rombongan peel tiba di Swan River pada tahun 1829. Mula-mula mereka mendarat di suatu tempat dimana sekarang berdiri Fremantle, akan tetapi kemudian mereka pindah ke arah utara ke tempat dimana sekarang berdiri Kota  Perth. Dari sinilah berkembang koloni Australia Barat yang sekarang menjadi salah satu negara bagian dalam Common Wealth of Australia. Dibandingkan dengan koloni-koloni lain di Australia, Australia Barat adalah koloni terakhir yang melakukan pemerintahan sendiri sebagai daerah otonom dalam lingkungan kekuasaan Inggris.

5. Victoria


Sebagai bagian dari New South Wales, Victoria semula disebut Distrik Port Philip. Kolonis yang mula-mula dikirim ke daerah ini adalah rombongan David Collins yang ditugaskan membuka pemukiman di Sorento. Akan tetapi karena tempat ini kurang cocok untuk ditempati, Collins beserta rombongannya pindah ke Tasmania. Pada tahun 1837 Gubernur Bourke mengunjungi daerah in dan meresmikan nama-nama kota Williamstown dan Melbourne. Sampai tahun 1850 Victoria masih merupakan bagian dari New South Wales. Untuk mewakili gubernur disana diangkat seorang pengawas.

Rasa tidak puas di bawah New South Wales mendorong rakyat di Distrik Port Phillip menuntut pemisahan. Tuntutan ini mula-mula dijawab dalam bentuk hak distrik ini memilih 6 dari 24 anggota legislative council di New South Wales. Jawaban pemerintah ini tidak memuaskan mereka. Pada tahun 1850 Victoria dipisahkan dari New South Wales, dan sejak tahun 1851 menetapkan dan melaksanakan pemerintahan sendiri.

Dengan berdirinya koloni-koloni Tasmania, Queesland, Australia Barat, Australia Selatan, dan Victoria, maka lengkaplah penguasaan Inggris atas Benua Australia.

Penemuan Benua Australia dan Pembentukan Koloni-koloni di Australia

7 Teori Kepuasan Kerja Menurut Para Ahli
Kepuasan kerja menjadi salah satu hal yang diinginkan oleh semua pekerja. Kepuasan kerja tidak hanya diukur dengan berapa banyak materi yang dapat dihasilkan, tetapi sangat banyak dipengaruhi oleh berbagai macam faktor. Misalnya adalah lingkungan kerja yang mendukung, kenyaman seorang pekerja dalam mengaktulisasikan dirinya, dan sebagainya.

Di Indonesia sendiri, perjuangan pekerja untuk mendapatkan kesejahteraan pekerja sudah diperjuangankan, dan hasil yang didapatkan adalah telah ditetapkannya upah minimun regional (UMR) sehingga perusahaan-perusahaan atau lembaga-lembaga yang memperkerjakan karyawan sudah tidak bisa lagi membayar gaji karyawan denga sesuka hati.

Mila Badriyah (2015) menyatakan bahwa, kepuasan kerja adalah sikap atau perasaan karyawan terhadap aspek-aspek yang menyenangkan atau tidak menyenangkan mengenai pekerjaan yang sesuai dengan penilaian masing-masing pekerja. Sedangkan menurut Taufik Noor Hidayat menyatakan bahwa, keadaan emosional yang menyenangkan dengan mana para karyawan memandang pekerjaan mereka. Kepuasan kerja mencerminkan perasaan seseorang terhadap pekerjaannya. Ini dampak dalam sikap positif karyawan terhadap pekerjaan dan segala sesuatu yang dihadapi di lingkungan kerjanya.

Dari pengertian di atas maka, dapat disimpulkan bahwa kepuasan kerja berkaitan erat dengan penilaian seseorang terhadap apa yang dia kerjakan dalam sebuah organisasi atau perusahaan. Kemudian apa yang dia dapatkan setelah melakukan sebuah pekerjaan. Dengan demikian maka, kepuasan kerja juga merupakan upaya untuk memberikan layanan yang baik kepeda pekerja agar mereka menjadi nyaman dan merasa senang dalam bekerja. Dari sinilah maka, produktivitas kerja akan semakin meningkat.

Seocara teori kepuasan kerja banyak diungkapkan oleh para ahli, namun di sini akan dijabarkan 7 teori kepuasan kerja menurut para ahli yaitu sebagai berikut:

1. Teori Keadilan


Teori keadilan merinci kondisi-kondisi yang mendasari seorang pekerja akan menganggap adil dan masuk akal insentif dan keuntungan dalam pekerjaannya. Terori tersebut telah dikembangkan oleh adam(1963) dan teori ini merupakan variasi dari teori proses perbandingan sosial.

Komponen utama dari teori ini adalah input, hasil, orang bandingan dan keadilan dan ketidakadilan. Input adalah sesuatu yang bernilai bagi seseorang yang dianggap mendukung pekerjaanya, seperti : pedidikan, pengalaman, kecakapan, banyaknya usaha, dan peralatan pribadi yang digunakan untuk pekerjaanya. Hasil adalah sesuatu yang dianggap bernilai bagi seseorang yang diperoleh dari pekerjaanya, misalnya: upah atau gaji, keuntungan sampingan untuk berhasil atau ekspresi diri.

Menurut teori ini, seseorang menilai fair hasilnya dengan membandingkan hasilnya : rasio inputnya dengan hasil : rasio input dari seseorang orang bandingan. Orang bandingan mungkin saja dari orang-orang dlam organisasi. teori ini tidak memerinci bagaiman seseorang memilih orang bandingan atau berapa banyak orang bandingan yang akan digunakan.

2. Teori Pertentangan ( Discrepancy theory)


Teori pertentangan dari Locke menyatakan bahwa kepuasan atau ketidakpuasan terhadap beberapa aspek dari pekerjaan mencerminkan penimbangan dua nilai; 1) pertentangan antara apa yang diinginkan seseorang individu dengan apa yang diterima; 2) pentingnya apa yang diinginkan bagi individu. Kepuasan kerja secara keseluruhan bagi seorang individu adalah jumlah dari kepuasan kerja dari setiap aspek pekerjaan dikalikan dengan derajat pentingnya aspek pekerjaan bagi individu.

Menurut Locke seseorang individu akan merasa puas atau tidak merupakan suatu yang pribadi, tergantung bagaimana ia mempersiapkan adanya kesesuaian atau pertentangan antara keinginan-keinginannya dan hasil-keluarannya. Tambahan waktu libur akan menunjang kepuasan tenaga kerja yang menikmati waktu luang setelah bekerja, tetapi tidak akan menunjang kepuasan kerja seseorang tenaga kerja lain yang merasa waktu luangnya tidak dapat dinikmati.

Kepuasan atau ketidakpuasan dengan sejumlah aspek pekerjaan tergantung pada selisih antara apa yang telah dianggap telah didapatkan dengan apayang diinginkan. Jumlah yang diinginkan dari karekteristik pekerjaan didefinisikan sebagai jumlah minimum yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan yang ada. Seseorang akan terpuaskan jika tidak ada selisih antar kondisi-kondisi yang diinginkan dengan kondisi-kondisi yang aktual. Semakin besr kekurangan dan semakin banyak hal-hal penting yang diinginkan, semakin besar ketidakpuasannya.

Jika terdapat lebih banyak jumlah faktor pekerjaan yang dpat diterima secara minimal dan kelebihaanya menguntungkan, orang yang bersangkutan akan sama puasnya bila terdapat selisih dari jumlah yang diinginkan.

3. Teori Dua Faktor


Teori Dua Faktor sikap kerja menyatakan bahwa kepuasan kerja secara kkualitatif berbeda dengan ketidakpuasan kerja (Herzberg, 1996; Herzberg, Mausner, Snyderman, 1959) Menurut teori ini, karakteristik pekerjaan dapat dikelopokan menjadi dua kategori, yang satu dinamakan “distisfiers” atau “hygiene factors” dan yang lain dinamakan “satisfiers” atau “motivator”.

Hygiene factors meliputi hal – hal seperti : gaji, pengawasan, hubungan antar pribadi, kondisi kerja, dan status. Karyawan hanya terpuaskan jika terdapat jumlah yang memadai untuk faktor-faktor pekerjaan yang dinamakan satisfiers. Satisfiers adalah karakteristik yang relevan dengan kebutuhan-kebutuhan urtan lebih tinggi seseorang serta perkembangan psikologinya, mencakup pekerjaan yang menarik, penuh tantangan, kesempatan untuk berprestasi, penghargaan dan promosi. Jumlah satisfiers yang tidak dapat mencukupi akan merintangi para pekerja mendapatkan kepuasan positif yang menyertai pertumbuhan psikologis.

4. Model dari Kepuasan Bidang/bagian (Facet satisfaction)


Model Lawler dari kepuasan bidang berkaitan erat dengan teori keadilan dari Adams. Menurut Model Lawler, orang akan puas dengan bidang tertentu dari pekerjaan mereka( misalnya dengan rekan kerja, atasan dan gaji) jika jumlah dari bidangmereka persepsikan harus mereka terima untuk melaksanakan pekerjaan mereka sama dengan jumlah yang mereka persepsikan dari yang secara aktual mereka terima.

Contoh yang dapat diberikan misalnya persepsi seorang tenaga kerja terhadap jumlah honor yang seharusnya ia terima berdasarkan unjuk kerjanya dengan persepsi tentang honorarium yang secara aktual mereka terima. Jika ia menerima honor lebih dari yang sepatutnya ia terima maka ia akan merasa salah dan tidak adil. Sebaliknya jika ia mempersepsikan ia terima kurang dari sepatutnya maka ia akan tidak puas.

5. Teori ERG (Eksistensi-Relasi-Pertumbuhan)


Teori ERG beragumentasi bahwa sebetulnya terdapat tiga kelompok kebutuhan dasar, yaitu kebutuhan terhadap keberadaan, saling berhubungan dan pertumbuhan (existence, relatedness and growth). Kebutuhan keberadaan adalah kebutuhan material pokok untuk tetap berada. Kebutuhan ini adalah kebutuhan fisiologis dan rasa aman seperti pada Maslow. Kebutuhan saling berhubungan adalah suatu keinginan individu untuk mempertahankan hubungan penting dengan individu yang lain. Kebutuhan ini mencakup kebutuhan sosial dan penghargaan. Sedangkan kebutuhan pertumbuhan adalah keinginan instrinsik untuk pengembangan pribadi. Kebutuan ini mencakup kebutuhan aktualisasi diri dari Maslow dan bagian instriksik dari harga diri.

Selain ketiga kebutuhan di atas, teori ini juga menjelaskan bahwa kebutuhan individu tidak harus dimulai dari kebutuhan pertama. Akan tetapi kebutuhan tersebut dapat terjadi terjadi secara bersama-sama. Jika kepuasan terhadap kebutuhan yang lebih tinggi terganggu, maka kebutuhan yang lebih rendah akan mendorongnya untuk mencapai tingkat kepuasan.

Aplikasi terhadap proses pemberian motivasi adalah, seorang manager harus mengetahui ketiga kebutuhan tersebut dan berusaha menyeimbangkan ketiga kebutuhan tersebut. Dengan demikian stafnya dapat mengembangkan motivasinya dalam bekerja.

6. Teori Proses Bertentangan (Opponent Process Theory)


Teori Proses Bertentangan dari Landy memandang kepuasan kerja dari perspektif yang berbeda secara mendasar daripada pendekatan yang lain. Teori ini menekankan bahwa orang ingin mempertahankan suatu keseimbangan emosional (emotional equilibrium). Teori ini mengasumsikan bahwa kondisi emosional yang ekstrim tidak memberikan kemaslahatan. Kepuasan atau ketidakpuasan kerja (dengan emosi yang berhubungan) memacu mekanisme fisiologikal dalam sistem saraf pusat yang membuat aktif emosi bertentangan atau berlawanan. Dihipoteiskan bahwa emosi yang berlawanan, meskipun lebih dari emosi yang asli, akan terus ada dalam jangka waktu yang lebih lama.

Teori ini menyatakan bahwa jika orang memperoleh ganjaran pada pekerjaan mereka akan merasa senang, sekaligus ada rasa tidak senang (yang lemah). Setelah beberapa saat rasa senang akan menurun danada adapat menurun sedemikian rupa sehingga orang merasa agak sedih sebelum kembali ke normal. Ini karena emosi tidak senang ( emosi yang berlawanan) bertahan lebih lama.

7. Teori Hierarki Kebutuhan dari Abraham Maslow


Teori ini berpendapat bahwa dalam setiap individu memiliki lima hierarki kebutuhan mulai kebutuhan yang mendasar sampai dengan kebutuhan yang lebih tinggi. Kebutuhan tersebut adalah kebutuhan fisiologis, rasa aman, sosial, penghargaan dan aktualisasi diri. Maslow berpendapat bahwa orang berusahan memenuhi kebutuhan pokok (fisiologis) sebelum mengarahkan perilaku memenuhi kebutuhan yang lebih tinggi (perwujudan diri).

Karyawan memiliki kebutuhan untuk memuaskan hierarchi kebutuhannya pada tingkat yang berbeda. Karyawan kontrak (buruh kasar) lebih berorientasi pada pemenuhan kebutuhan bertahan hidup (fisologis) sedangkan seorang yangmemiliki keahlian lebih mencari pemuasan dalam  pemenuhan kebutuhan perwujuan diri. Seorang yang telah merasa cukup atas upah yang diterima (fisiologi) maka di akan berusaha memuaskan kebutuhan yang lebih tinggi. (Munandar, 2001).

Ketujuh teori kepuasan kerja di atas diungkapkan oleh para ahli yang sesuai dengan kondisi dimana dia berada atau apa yang telah dia teliti di lingkunannya. Sehingga secara umum bisa saja berlaku dalam lingkungan kerja yang berbeda dan juga bisa sebaliknya. Sehingga pada dasarnya kepuasan kerja berasal dari setiap individu yang merasakan apa yang berasal dari lingkungan kerjanya.

Demikianlah postingan kali ini tentang 7 teori kepuasan kerja menurut para ahli, semoga dapat bermanfaat.

7 Teori Kepuasan Kerja Menurut Para Ahli

Az-Zahrawi, Dokter Bedah yang Sangat Berpengaruh dalam Ilmu Kedokteran
Abad ke-10 menjadi puncak zaman keemasan dinasti Umayyah di Andalusia. Di bawah kepemimpinan Abd ar-Rahman An-Nasir (memerintah 912-961) dan putranya Al-Hakam II, dinasti ini menegakkan kedaulatannya atas hampir seluruh Semenanjung Iberia. Ibukota Cordoba berkembang menjadi kota metropolitan terbesar di Eropa, sebuah kota berpenduduk setengah juta manusia. Lembaga-lembaga pendidikan dan agama serta perdagangan dan industri berkembang dalam suasana pergolakan intelektual.

Pada tahun 936, An-Nasir memulai pembangunan ibu kota baru yaitu kota Az-Zahra, di lereng gunung Al-Arus, sebuah gunung berjarak enam mil di barat laut Cordoba. Kota ini dibangun sebagai pusat politik dan militer. Kota baru ini menjadi monumen arsitektur Muslim abad ke-10. Istana-istana megahnya, tempat tinggalnya, dan taman-tamannya yang indah telah membuat beberapa sejarawan menyebutnya sebagai "Versailles of Umayyads."

Pada saat yang sama, dinasti Umayyah Andalusia memberikan perlindungan dan menyokong perkembangan seni dan ilmu pengetahuan, termasuk ilmu kesehatan dan ilmu biologi. Akibatnya, sejumlah besar dokter terkemuka tertarik ke ibukota dan menambah kemajuan kedokteran dan farmasi Islam dengan tulisan dan penelitian mereka lakukan.

Di kota kerajaan ini di tengah-tengah atmosfer pencapaian intelektual inilah Abu al-Qasim Khalaf bin Abbas Az-Zahrawi, yang lebih dikenal di Barat dengan nama Latinnya Albucasis, dilahirkan sekitar tahun 938. Ia adalah soerang dokter ahli bedah Muslim tersohor di eropa Eropa dan dunia. Dia melebihi Galenus, seorang dokter bedah di Eropa yang tersohor sebelumnya.

Naskah tentang dokter bedah Eropa Abad Pertengahan menyatakan bahwa Az-Zahrawi lebih sering daripada Galen. Namun karena kota kelahiran Az-Zahra dihancurkan pada tahun 1011 maka hanya sedikit saja yang diketahui dengan pasti tentang kehidupan awalnya.

Kitab Jadhwat al-Muqtabis (Tentang Andalusia Savants) milik Al Humaydi berisi tentang biografi dokter Islam yang ada (walaupun sketsa) yang ada, yang hanya mencantumkan leluhurnya, tempat tinggalnya, dan perkiraan tanggal kematiannya.

Pengetahuan Az-Zahrawi tentang kedokteran ditulis dalam karyanya yang berjudul At-Tasrif liman 'Azija' an at-Ta'lif (Metode Pengobatan). At-Tasrif merupakan ringkasan 30 risalah yang dikumpulkan dari data medis yang diakumulasikan Az-Zahrawi dalam karir medis yang ia jalankan selama lima dekade, yang dimulai dari dia belajar dan melakukan praktek secara medis.

Di dalam At-Tasrif, Az-Zahrawi mennulis ensiklopedia medis yang mencakup sejumlah aspek ilmu kedokteran yang menekankan pada kebidanan, kesehatan ibu dan anak, serta anatomi dan fisiologi tubuh manusia.

At-Tasrif menguraikan penyebab, gejala dan pengobatan penyakit, dan membahas persiapan obat-obatan dan terapi, yang mencakup obat-obatan emetik dan jantung, obat pencahar, geriatri, tata rias, dietetika, medica materia, berat dan ukuran, serta penggantian obat.

Analisis Az-Zahrawi tentang kesehatan ibu dan anak dan profesi kebidanan sangat menarik dalam sejarah keperawatan. Teksnya menyiratkan bahwa ada profesi yang berkembang subur dari bidan terlatih dan perawat yang ada selama di berada di Andalusia pada abad ke-10. Dia dan dokter ahli obstetri yang sudah terlatih lainnya menginstruksikan dan melatih bidan untuk melaksanakan tugas mereka dengan pengetahuan dan keyakinan.

Volume terakhir dan terbesar dari At-Tasrif adalah On Surgery (pembedahan) yang merupakan pencapaian terbesar dari ilmu bedah/operasi abad pertengahan. Tulisan itu merupakan risalah bedah pertama yang ditulis secara mandiri oleh Az-Zahrawi.

Tulisan ini mencakup berbagai masalah bedah termasuk kauterisasi, perawatan luka, ekstraksi panah, dan pengaturan tulang pada fraktur sederhana dan majemuk. Az-Zahrawi juga memperkenalkan penggunaan antiseptik pada luka dan cedera kulit; jahitan yang dirancang dari usus binatang, sutra, wol dan bahan lainnya; dan mengembangkan teknik untuk memperluas saluran kemih dan mengeksplorasi pembedahan rongga tubuh.

Az-Zahrawi adalah yang pertama merinci operasi klasik untuk kanker payudara, lithotrities untuk batu kandung kemih, dan teknik untuk menghilangkan kista tiroid. Dia menggambarkan dan mengilustrasikan forsep obstetri, tetapi hanya merekomendasikan penggunaannya dengan janin yang sudah meninggal, dan memberikan deskripsi pertama yang diketahui tentang postur kebidanan yang sekarang dikenal sebagai "posisi Walcher."

At-Tasrif juga merupakan karya pertama dalam pembuatan diagram instrumen bedah, merinci lebih dari dua ratus, banyak di antaranya merupakan rancangan Az-Zahrawi sendiri. Kebanyakan dari instrumen ini yang sudah dimodifikasi masih digunakan sampai sekarang.

Dengan kebangkitan kembali keinginan Eropa dalam ilmu kedokteran, At-Tasrif dengan cepat menjadi referensi standar dan diterjemahkan ke dalam bahasa Latin sebanyak lima kali. Susunan karya, diksi yang jelas, dan penjelasannya yang jelas berkontribusi pada popularitas dan kesuksesan besar.

Pengaruh Az-Zahrawi pada perkembangan bedah Eropa sangat dalam dan bertahan hingga saat ini. Guy de Chauliac, yang dikenal sebagai "Pemulih Bedah Eropa," mengutip tulisan-tulisan Az-Zahrawi lebih dari 200 kali.

Az-Zahrawi, Dokter Bedah yang Sangat Berpengaruh dalam Ilmu Kedokteran

Analisis Film Before The Flood (2016)*
Film Before The Flood merupakan salah satu film dokumenter Amerikas Serikat yang dirilis pada tahun 2016. Film ini disutradarai oleh Fisher Stevens dan merupakan film dokumenter kelas dunia yang dibintangi oleh Leonardo DiCaprio. Lalu apa saja yang diangkat dalam film ini? Berikut ini ulasannya.

Masalah Lingkungan dalam Film Before The Flood


Robert O. Keohane dan Joseph S. Nye (2001),[1] dalam buku mereka, Power and Interdependence, menyatakan bahwa dalam perkembangan kontemporer, isu cakupan isu dalam studi hubungan tidak hanya sekadar membahas isu tradisional seperti militer dan kemananan saja, akan tetapi juga isu-isu non-konvensional seperti lingkungan dan Hak Asasi Manusia.

Khususnya untuk isu lingkungan, menurut Andrew Hurrel (1995),[2] setidaknya dalam tiga dekade terakhir, cukup signifikan menjadi konsen dalam studi hubungan internasional. Beberapa sebab di antaranya adalah meningkatnya degradasi lingkungan, ilmu pengetahuan dan teknologi, serta kesadaran ekologis. Selain itu, isu lingkungan yang sifatnya transboundary dan mengglobal turut andil dalam mengantar isu tersebut dalam studi hubungan internasional.[3]

Perubahan iklim adalah salah satu isu lingkungan yang paling sering dan paling mutakhir dibicarakan dalam hubungan internasional. Menurujuk pada Stephen H. Schneider (2002),[4] maka perubahan iklim jika ditinjau dari terminologinya adalah perubahan variabel iklim seperti suhu udara dan curah hujan yang terjadi secara berangsur-angsur dalam periode waktu yang panjang. Terminologi perubahan iklim sering disamakan dengan terminologi pemanasan global. Akan tetapi pemanasan global bukan satu-satunya gejala perubahan iklim, oleh karenanya lebih tepat menggunakan terminologi perubahan iklim.

Perubahan iklim sebenarnya merupakan proses yang alami akan tetapi perubahan tersebut menjadi semakin cepat karena dipicu aktivitas manusia. Percepatan perubahan iklim tersebut dimulai sejak revolusi industri. Sebagaimana diungkapkan Ban Ki-Moon, “perubahan iklim datang jauh lebih cepat. Kita sudah melihat pola cuaca yang luar biasa ekstream.”[5]

Percapatan laju perubahan iklim sejatinya sudah dimulai sejak awal revolusi industri. Revolusi industri membuat manusia secara berlebihan menggunakan bahan bakar fosil, melakukan deforestasi dan penggunaan lahan, yang kesemuanya itu menjadi penyebab menumpuknya Gas Rumah Kaca (GRK) di atmosfer.

Meskipun isu perubahan iklim merupakan suatu kebenaran, setidaknya didukung oleh 98persen ilmuwan iklim, akan tetapi secara politis isu perubahan iklim ini belum menjadi perhatian para pengambil kebijakan. Para pengambil kebijakan yang notabene adalah politikus lebih memperhatikan popularitas dan kekuatan modal ketimbang substansi kebenaran dari hasil kajian para ilmuwan ilmuwan.

Dalam film Before The Flood  digambarkan bagaimana gletser-gletser purba di Greenland dan di Arktik yang secara cepat menghilang, jauh lebih cepat dari prediksi ilmiah, polusi industri berupa kadar racun di udara di Beijing, China, penebangan habis-habisan hutan boreal di Kanada dan hutan hujan tropis di Indonesia, curah hujan yang tak terduga hingga menghancurkan pertanian di India, serta naiknya permukaan air laut di Miami, Amerika, dan di Karibati, sebuah Negara kepulauan di samudera Pasific, yang terancam akan hilang dari peta dunia.

Peran Aktor dalam Film Before The Flood


Dengan berakhirnya perang dingin yang melibatkan dua Negara adidaya di dunia ini, Amerika Serikat dan Uni Soviet, turut berdampak pada adanya perubahan isu dan aktor dalam studi hubungan internasional. Dalam hal actor hubungan internasional, menurut Margareth E. Keck dan Kathryn Sikkink (1998),[6] hubungan internasional bukan sekadar interaksi antar Negara tetapi meliputi interaksi antar berbagai actor non negara baik dengan sesamanya maupun dengan Negara.

Sebagai persoalan yang mengglobal, permasalahan lingkungan, yakni perubahan iklim, telah melibatkan banyak aktor, baik actor Negara maupun actor-non Negara. Menurut Goldstein (2005),[7] Negara boleh jadi aktor yang paling penting dalam hubungan internasional, tetapi mereka sangat tergantung, terbatasi dan dipengaruhi oleh aktor bukan Negara.Terdapat banyak aktor non-negara yang mempunyai pengaruh dan legitimasi yang independen dari negara.

Menurut Minix (1998), actor-aktor selain Negara terbagi menjadi tiga, yaitu: Intergovernmental Organization (IGO) atau organisasi antar pemerintah; Nongovernmental Organization (NGO) atau oranisasi non-pemerintah; dan Multinational Corporations (MNCs) atau perusahaan multinasional.[8]

Dalam Before The Flood, baik actor Negara maupun actor non-negara dengan ketiga pembagiannya terlibat. Multinational Corporations (MNCs) atau perusahaan multinasional sebagai indutri besar yang trans Negara dalam menjalankan aktivitas cukup banyak memberikan dampak kepada kemerosotan lingkungan untuk efekivitas dan efieinsi produksi guna menekan cost sekecil-kecilnya guna mendapatkan laba sebesar-besarnya. Sebagai contoh yang menarik, sebagimana dipaparkan dalam film adalah hutan yang dengan sengaja dinyalakan di Sumatera untuk membuat perkebunana kelapa sawit untuk  memperoleh minyak sayur termurah.

Contoh lain yang tidak kalah tragisnya adalah di China, ketika industrialiasasi membuat hampir seluruh warga kota menggunakan masker guna tidak menghirup udara yang memiliki kadar racun akibat polusi.

Baik di China, India, maupun Indonesia, actor non-negara seperti Nongovernmental Organization (NGO) berperan menekan pemerintah sebagai actor negara dengan data dan temuan yang ilmiah guna pemerintah mengambil kebijakan pro terhadap lingkungan hidup, akan tetapi sepertinya, isu lingkungan tidak begitu populis dan berpotensi memposisikan pemerintah pada posisi yang berlawanan dengan Multinational Corporations (MNCs) atau perusahaan multinasional, actor non pemerintah yang bergerak dengan kekuatan modal yang besar.

Penanganan Masalah Lingkungan


Penanganan masalah kemerosotan petama dan utama adalah mulai merubah pandangan “antrophosentrism”, bahwa manusia adalah ukuran segalanya dan tidak ada sama sekali pertimbangan apapun di luar manusia, katakanlah seperti alam. Pandangan bahwa manusia adalah ukuran segalanya membuat manusia mengkesploitasi alam tanpa batas dan alam mengalami kemorosotan sehingga pada titik tertentu tidak layak dihidupi.

Berikut adalah persoalan gaya hidup. Sebagaimana kita ketahui bahwa sebagai masyarakat maju, sebagaimana kata Rostow, ditandai dengan adanya high-consumption, konsumsi tingkat tinggi. Persoalannya, hal tersebut berkonsekusnsi pada kemerosotan lingkungan. Persoalannya makin rumit karena sejak awalnya sudah ada ketimpangan pemakaian sumber daya energy. Sunita Narain dari Centre For Science And Environment, Delhi, menunjukan bahwa konsumsi energy listrik satu warga Amerika di rumah setara dengan 34 warga India. Gaya hidup manusia di Negara maju dapat berakibat pada hilangnya sebuah Negara dari peta dunia.

Untuk menekan gaya hidup yang hyper-consumption, oleh Gregory Mankiw, Profesor Ekonomi dari Harvard University, menyarankan tentang pajak karbon. Ketika ditanyakan oleh Leonardo DiCaprio tentang kenapa Amerika belum punya pajak karbon? Profesor Mankiw menjawab, “para politikus tidak selalu mengikuti kata-kata para profesor.”[9]

Masyarakat harus bergerak, menekan pemerintah untuk memainkan perannya sebagai actor Negara dalam membuat kebijkan yang pro terhadap lingkungan hidup. Menerapkan system yang ketat terhadap Multinational Corporations (MNCs) sekaligus mencari energy alternatif yang dapat diperbaharui dan ramah lingkungan.

-------------
*) Catatan ini adalah tugas kuliah pada Desember 2016, di Jurusan Hubungan Internasional, Universitas Bosowa, Makassar

[1] Robert O. Keohane dan Joseph S. Nye, Power and Interdependence, New York: Longman, 2001, hal. 3

[2] Ken Booth dan Steven Smith, International Relation Theory Today, Pennsylvania: University Press, 1995, hal. 130

[3] Ibid.

[4] Stephen H. Schneider, et. Al. Climate Change Policy: A Survey, Washington: Island Press, 2002, hal. 3

[5] Dalam Before The Flood, 2016

[6] Margareth E. Keck dan Kathryn Sikkink, Activist Beyond Border: Advocacy Networks in International Politics, Ithaca: Cornell University, 1998, hal. 1

[7] Joshua S. Goldstein, International Relations, Pearson/Longman, hal. 12

[8] Dean A. Minix dan Sandra Hawley (1998), Global Politics, dalam Teguh Andi Raharjo, Aktor-Aktor di Balik Hubungan Internasional http://hibanget.com/aktor-aktor-di-balik-hubungan-internasional/ diakses pada 23 Desember 2016

[9] Dalam Before The Flood, 2016
Postingan ini dikirim oleh:
Photo

Learning to appreciate a process for a change

Analisis Film Before The Flood (2016)*

Cara Memasang Kotak Subscribe Keren dan Responsive di Atas Footer Blog - Seperti Template Viral Go
Kotak subscribe merupakan salah satu widget berlangganan yang sangat baik untuk dipasang di blog. Widget ini memiliki fungsi untuk mendatangkan visitor melalui semua artikel terbaru yang dikirim ke setiap email subscribe secara otomatis dan gratis tanpa ada biaya dari kedua belah pihak. Keuntungannya adalah subscribe tidak perlu lagi mengecek setiap artikel baru laman website atau blog yang diikutinya lagi, tetapi langsung masuk ke email. Sedang pemilik blog akan mendapatkan viewer yang banyak dan baik untuk seo blog.

Untuk pengguna template viral go premium, sebenarnya tidak perlu repot-repot memasangnya lagi, karena pada template viral go plus sudah terpasang kotak subscribe keren dan responsive ini. Namun pada template viral go lainnya belum terpasang. Sehingga bagi pengguna template viral go bisa mencobanya. Bagi blog yang menggunakan template lain boleh juga memasangnya, namun jika tampilannya kurang pasa maka, mungkin tidak cocok - silahkan dicoba saja dulu.

Sebelum memasang kode widget kotak subscribe keren dan responsive ini di blog, terlebih dahulu sahabat mengetahui ID FeedBurner Google sahabat yang berada di situs feedburner.google yang berada di bagian feed addres. Setelah mengetahuinya maka, silahkan ikut langkah-langkah di bawah ini untuk memasang kotak subscribe keren dan responsive di atas footer blog.

Cara Memasang Kotak Subscribe Keren dan Responsive di Atas Footer Blog - Seperti Template Viral Go

Cara Memasang Kotak Subscribe Keren dan Responsive di Atas Footer Blog


Langkah langkah dalam memasang kotak subscribe seperti yang ada pada template viral go plus adalah sebagai berikut:

1. Log in ke blog anda, kemudian pilih (klik) Tema > selanjutnya pilih (klik) Edit HTML

2. Cari kode </style> yang pertama (gunakan Ctrl+F untuk mempercepat), kemudian letakkan kode di bawah ini tepat di atasnya.

/* Footer Subscription */
#na-wrapper{background:#fff;width:100%;border-top:1px solid rgba(0,0,0,0.08)}
.invertsubs-content{max-width:970px;margin:0 auto;overflow:hidden;padding:0;position:relative}
#invertsubs-subs{text-align:center;text-transform:uppercase;width:100%;height:auto;border-radius:2px;padding:0}
#invertsubs-subs .emailfield form.invertsubs-form{position:relative;margin:0 auto 40px auto;overflow:hidden;width:65%}
#invertsubs-subs p{color:#888;padding:40px 20px 20px 20px;margin:0;overflow:hidden}
#invertsubs-subs .emailfield{padding:0 20px 10px}
#invertsubs-subs .emailfield input{width:100%;color:#888;padding:15px;font-size:13px;border:1px solid rgba(0,0,0,0.1);background:rgba(255,255,255,1)}
#invertsubs-subs .emailfield input:focus{color:#000;outline:0}
#invertsubs-subs .emailfield input::-webkit-input-placeholder{color:#888}
#invertsubs-subs .emailfield input::-moz-placeholder{color:#888}
#invertsubs-subs .emailfield input:-ms-input-placeholder{color:#888}
#invertsubs-subs .emailfield input:-moz-placeholder{color:#888}
#invertsubs-subs .emailfield .submitbutton{display:inline-block;position:absolute;right:0;top:0;background:#222;color:rgba(255,255,255,1);text-transform:uppercase;border:0;outline:0;cursor:pointer;width:20%;border-radius:0;transition:all .1s}
#invertsubs-subs .emailfield .submitbutton:active{border:0;outline:0}
#invertsubs-subs .emailfield .submitbutton:hover{background:#000;color:rgba(255,255,255,1);box-shadow:0 10px 20px -10px rgba(0,0,0,0.1)}
@media screen and (max-width:768px){
#invertsubs-subs .emailfield form.invertsubs-form{width:95%}#invertsubs-subs .emailfield .submitbutton{width:auto}}

3. Selanjutnya cari kode <footer class='footer' id='footer, kemudian letakkan kode di bawah ini tepat di atasnya.

<div id='na-wrapper'>
<div class='invertsubs-content'>
<div id='invertsubs-subs'>
<p>Subscribe Our Newsletter</p>
<div class='emailfield'>
<form action='https://feedburner.google.com/fb/a/mailverify' class='invertsubs-form' method='post' novalidate='' onsubmit='window.open(&apos;http://feedburner.google.com/fb/a/mailverify?uri=coretanzoneid&apos;, &apos;popupwindow&apos;, &apos;scrollbars=yes,width=550,height=520&apos;);return true' target='popupwindow'>
  <input name='email' placeholder='Your email address' title='Email' type='text'/>
  <input name='uri' type='hidden' value='coretanzoneid'/>
  <input name='loc' type='hidden' value='en_US'/>
  <input class='submitbutton' type='submit' value='Subscribe'/>
</form>
</div></div></div></div>

4. Ganti dua kode coretanzoneid dengan ID FeedBurner anda, kemudian klik simpan dan lihat blog anda.

Jika kotak subscribe-nya belum sesuai dengan template anda, silahkan letakkan kode kedua sesuai dengan kode template yang anda miliki

Sekian dulu postingan kali ini tentang cara memasang kotak subscribe keren dan responsive di atas footer Blog - seperti template Viral Go, semoga dapat bermanfaat bagi pengembangan blog anda.

Cara Memasang Kotak Subscribe Keren dan Responsive di Atas Footer Blog - Seperti Template Viral Go

Muhammad Iqbal: Bapak Sains dan Spritual Islam di Pakistan
Terlepas dari kenyataan bahwa ia meninggal sebelum Pakistan didirikan, Iqbal dipandang sebagai bapak spiritual negara itu. Ia dilahirkan pada tanggal 9 November 1877 di Provinsi Punjab di India Britania, sebagai putra dari orang tuanya yang sufi. Sejak kecil, ia tertarik dengan Al-Quran. Ayahnya berkata kepadanya, "Anakku, bacalah Al-Quran seolah-olah itu diturunkan khusus untukmu." Iqbal dianggap sebagai salah satu tokoh terpenting dalam sastra Urdu dengan karya sastra di Urdu dan Persia.
"Sains dan Islam seperti sayap burung yang sama", Muhammad Iqbal-Filsuf

Pendidikan dan karier


Guru Iqbal di masjid yang mengajar bahasa Arab dan Al-Quran menyadari bahwa Iqbal adalah anak yang cerdas dan harus memiliki kesempatan untuk belajar di sekolah dengan kualitas yang lebih baik. Karena termotivasi pada usia muda, Iqbal melanjutkan pendidikannya, hingga menuntunnya menerima gelar Master di bidang seni dan menempati peringkat pertama di Universitas Punjab.

Sir Thomas Arnold, yang sangat mempengaruhi sistem pendidikan Inggris, adalah guru filsafat Iqbal di perguruan tinggi negeri di Lahore, tempat Iqbal belajar filsafat, sastra Inggris, dan Arab. Sekembalinya ke Inggris, ia menyarankan Iqbal untuk belajar di Barat. Tahun-tahun berikutnya Iqbal melakukan banyak perjalanan demi pendidikan. Pada tahun 1905 Iqbal memenuhi syarat untuk mendapatkan beasiswa dari University of Cambridge, di mana ia memperoleh gelar Sarjana Seni dan, hanya dua tahun kemudian, ia pindah ke Munich untuk mengambil gelar PhD tentang "Pengembangan Metafisika di Persia".

Setelah menyelesaikan studinya di luar negeri, ia kembali ke Lahore sebagai profesor filsafat dan sastra Inggris.

Penyair Nasional Pakistan


Bagi orang Pakistan dan India, serta juga bagi para peneliti di seluruh dunia, Muhammad Iqbal dipandang sebagai penyair yang luar biasa. Iqbal dianggap sebagai salah satu tokoh terpenting dalam sastra Urdu dan Persia. Sebagian besar puisinya dalam bahasa Persia, "Meskipun dalam bahasa India manis adalah gula, tetapi metode bicara dalam bahasa Dari (dialek Persia) lebih manis."

Di sebagian besar Asia Selatan dan tempat-tempat berbahasa Urdu, Iqbal disebut 'Shair-e-Mashriq', Penyair Timur. Dia telah mempelajari dengan cermat puisi Ghalib, Urfi dan Naziri dan sangat dipengaruhi oleh teknik mereka. Dia menyerap ide-ide mistis Rumi dan Hafiz secara mendalam.

Tarana-e-Hind-nya adalah lagu yang banyak digunakan di India sebagai lagu patriotik. Ulang tahunnya dirayakan setiap tahun di Pakistan sebagai 'Hari Iqbal' dan banyak lembaga publik, seperti universitas, dinamai menurut namanya. Baik organisasi pemerintah maupun publik telah mensponsori dan merangsang pendirian lembaga pendidikan, perguruan tinggi dan sekolah yang didedikasikan untuk Iqbal. Mereka juga telah mendirikan Akademi Iqbal Pakistan untuk meneliti, mengajar, dan melestarikan karya-karya, sastra, dan filsafatnya.

Rekonstruksi Pemikiran Religius dalam Islam


Posisi filosofis Mohammed Iqbal diartikulasikan dalam The Reconstruction of Religious Thought in Islam (1934), sebuah volume berdasarkan enam kuliah yang disampaikan pada tahun 1928-1929. Dia berargumen bahwa orang yang fokus dengan benar harus tanpa henti menghasilkan vitalitas melalui interaksi dengan tujuan hanya kepada Allah. Komunitas Muslim di zaman sekarang harus, melalui penerapan ijtihad, prinsip kemajuan hukum, merancang institusi sosial dan politik baru.

Seperti banyak pemikir lain di generasinya, Iqbal merasa bahwa umat Islam telah berada dalam masa menderita selama berabad-abad di bawah kelumpuhan intelektual, "Karena itu tugas di hadapan Muslim modern sangat besar. Dia harus memikirkan kembali seluruh sistem Islam tanpa benar-benar putus dengan masa lalu." Dia menganjurkan bahwa satu-satunya jalan yang terbuka bagi kita adalah "untuk mendekati pengetahuan modern dengan sikap hormat tapi independen dan menghargai ajaran Islam dalam terang pengetahuan itu." Ini membawa saya pada perkataan Said Nursi, pemikir lain dari generasinya, yang mengatakan bahwa
 Al-Quran dan sains seperti sayap burung, jika Anda memotong salah satu sayap, burung itu akan jatuh dan akhirnya mati.

Rumi dan Goethe


Muhammad Iqbal memiliki kesempatan untuk hidup dan belajar di Timur dan di Barat. Dengan demikian, ia dipengaruhi oleh para filsuf dan ilmuan dari kedua belah pihak.

“Jika Mathnavi of Rumi adalah interpretasi Al-Qur'an untuk orang-orang pada tahun 1300 M, karya Iqbal adalah interpretasi Al-Qur'an untuk merekonstruksi pemikiran keagamaan dalam Islam, dalam  pengetahuan modern tentang filsafat dan sains untuk orang-orang abad ke-20", adalah bagaimana putranya Javed Iqbal menggambarkan sejarah pekerjaan ayahnya.

Dari semua penyair dan filsuf Eropa, yang paling dekat dengan Iqbal tidak lain adalah Goethe. Dia memiliki puisi 'Jalal-o-Goethe' (Jalal dan Goethe), dalam koleksi di mana Iqbal menyatukan Goethe dan Rumi, sehingga menyiratkan bahwa Timur dan Barat sebenarnya tidak terpisah dan berbeda. Dalam puisi ini, dua orang bijak agung digambarkan memiliki pertemuan intim dan percakapan intelektual di Firdaus. Di sini, Goethe membaca kepada Rumi tentang pekerjaannya pada Dr. Faust, Iblis, dan rencana ilahi.

Bapak Spiritual Pakistan


Iqbal mendukung gagasan pendirian Pakistan. "Saya ingin melihat Punjab, Provinsi Perbatasan Barat Laut, Sind dan Baluchistan digabung menjadi satu negara. Pemerintahan sendiri di dalam Kerajaan Inggris atau tanpa Kerajaan Inggris. Pembentukan Negara Muslim India Barat Laut yang terkonsolidasi bagi saya tampaknya merupakan tujuan akhir umat Islam, setidaknya bagi India Barat Laut."

Iqbal menyatakan bahwa negara yang terpisah untuk umat Islam adalah untuk kepentingan terbaik India dan Islam. Dia menjelaskan: "Untuk India, itu berarti keamanan dan perdamaian yang dihasilkan dari keseimbangan kekuatan internal. Bagi Islam, [itu berarti] kesempatan untuk menghilangkan cap yang imperialisme Arab terpaksa berikan, untuk memobilisasi hukumnya, pendidikannya, budayanya, dan untuk membawa mereka ke dalam hubungan yang lebih dekat dengan semangat aslinya sendiri dan dengan semangat zaman modern."

Pakistan, mimpi Iqbal, didirikan pada tahun 1940. Dia tidak pernah memiliki kesempatan untuk melihat mimpinya menjadi kenyataan. Dia menutup matanya di Lahore pada tahun 1938, setelah menderita selama berbulan-bulan karena penyakit tenggorokan yang misterius.

Muhammad Iqbal: Bapak Sains dan Spritual Islam di Pakistan

The Aztec Tribe's Human Sacrifice Tradition
Speaking of the Aztecs, it cannot be separated from the traditions of human sacrifice of the Aztecs. In fact, the progress of the Aztec tribe seemed rivaled by the tradition of human sacrifice.

Rituals The Aztec tribe's own human sacrifice is still being debated by scientists. Some argue that the ritual of human sacrifice was a myth made by Spanish conquerors to justify and validate their conquests. However, in reality, a lot of evidence shows that the Aztec state, like many other pre-Columbian Mesoamerica, regularly performed human sacrifice rituals.

Evidence also shows that the Aztecs instituted this practice, even elevating it to the most important forms of art and public viewing in the Aztec.

This evidence includes a number of Spanish and indigenous records which were compiled during or even after the conquest of Mexico, along with abundant archaeological and textual artifacts that preceded the Spanish invasion.

Religious and cultural beliefs that inspired the ritual of Aztec human sacrifice have been rooted in the culture of Mesoamerican society. Many pre-Columbian governments in the American continent were known to have sacrificed humans ritually to their gods. Such practices are rooted in pan-Mesoamerican beliefs about the spiritual power of human blood and the daily intervention of the gods in human affairs.

The state then changed this broad cultural understanding into the state ideology. Groups of rulers described the general offering of human blood as a debt payment to the gods. By glorifying the gods with the most valuable substance in the universe - human blood - the state terrorizes the enemy and dedicates itself to securing greater social and cosmic goodness.

Aztecs take this practice to the extreme, sacrificing people on various occasions. Of the 18 ceremonial events that took place during each of the 18 months of the solar year of the Aztec tribe, eight of them were rituals of human sacrifice.

This ritual includes the Quecholli (precious feather) ceremony on October 31 - November 9, where ritual priests kill and sacrifice prisoners who dress like deer, and the Atl Catano ceremony (Stopping water) on February 13 - March 4, where infants and children openly line up in groups before being sacrificed.

This terrible sacrifice involved four priests holding a victim on a large rock, the victim would later be cut to take his heart.

With ritual preparation and transformation, the victim is described as a god to whom he will be sacrificed. There are many variations on these ritual themes. The most commonly held divine entities are Huitzilopochtli, the sun god, and war, especially at the end of every 52 years of the Aztec century. Without the ritual of human sacrifice, the state claims, the Sun will stop rising and the universe will end.

After the Triple Aztec Alliance of 1428 joined Tenochtitlan, Texcoco, and Tlacopán, the practice of human sacrifice was instituted at the highest level of the Aztec state

Major events such as victories in war, the inauguration of new rulers, or the dedication of important public structures are opportunities for large-scale human sacrifice. The broadest example occurred in 1487. The ritual of human sacrifice was held at the Huitzilopochtli temple in Tenochtitlan, in which the estimated 20,000 people were sacrificed for four days.

The Aztecs also initiated war with the neighboring government. This ritual battle is called "Flower War". This war aims to get potential victims of human sacrifice rituals.

Along with the skyrocketing Aztec domination, such practices became an integral part of the country's ideology and imperial ambitions. Ritual human sacrifice shows the extraordinary political and religious power of the Aztec state. On the other hand, this practice terrorized his enemies, worked as a cohesive ideological force among his people, and aroused a rebellion against the Aztec government which was later utilized by Hernan Cortes and Spanish forces to conquer Mexico.

The Aztec Tribe's Human Sacrifice Tradition

Mut'ah Tradition (Temporary Marriage) in the Shia Islam
Mut'ah came from a pre-Islamic tradition or a period of ignorance. Until now, the tradition of mut'ah is still legally permissible among followers of the Shia Twelve Imams who the majority live in Iran. Although in reality controversy always follows it.

This tradition is a personal and verbal agreement between men and women who do not have marriage ties (girls or widows). The period of the marriage agreement and the amount of compensation given to the temporary wife must be specific.

Temporary marriages can be done in one hour or even 99 years. The purpose of mut'ah is a sexual pleasure (istimta'), while permanent marriage is procreation (sexual relations to obtain offspring).

Today, Mut'ah is a phenomenon of urban fringe and popular especially around the pilgrimage center in Iran. However, this pattern is slowly changing along with the support and defense of the Islamic regime at this institution

Temporary marriages do not need to be recorded or attended by witnesses, although the presence of witnesses is highly recommended.

In addition to the four wives who are legally permissible for every Muslim man, a Shia man is also permitted to simultaneously hold as many temporary marriages as desired. However, this practice was opposed by Ayatollah Ruhollah Khomeini and Murtadha Motahhari. Therefore, a Shia Muslim is only permitted to make a temporary marriage at the same time interval.

There are no divorce procedures in temporary marriages. With the expiration of the deadline promulgated in marriage, the pseudo togetherness is automatically cut off.

After each marriage is interrupted, however, short the period of togetherness, the wife must undergo a period of sexual abstinence (iddah period). If there is a case of pregnancy, iddah provides an opportunity to identify the legal father of the child.

In the Shi'ite rule, here lies the legal uniqueness in temporary marriage and at the same time distinguishes it from prostitution, although there are also striking similarities between them.

There are only a few reciprocal obligations for the couple Mut'ah. Men are not obliged to provide daily necessities for their temporary wives, as must be done in permanent marriages. Correspondingly, the wife also has a slight obligation to obey her husband except in sexual matters.

Speaking of its history, actually, Mut'ah towards women has been banned since the seventh century by the Second Caliph, Umar ibn Khattab, who likens it to adultery. Therefore, for Sunnis, temporary marriages are officially banned even though in practice sometimes there are those who still do it.

Until now, the Shi'ah still maintained the legitimacy of mut'ah with the basis of the Quran verse 24 and the absence of a specific prohibition by the Prophet Muhammad by ignoring some of the opposing Sunni traditions.

The legitimacy of temporary marriages continues to be a point of sharp differences, disputes, and hostility between Sunnis and Shiites.

During the Pahlavi regime (1925-1979), temporary marriage habits, although not illegal, were viewed negatively. On the contrary, during the Islamic regime (since the Iranian Revolution in 1979) it made an effort to make people aware of these habits.

By following the ideological legacy of Ayatollah Mutahhari, many Islamic regime thinkers and theologians, especially President Hashemi Rafsanjani, praised the institutionalization of temporary marriage as the most likely approach to relations between men and women in modern Islamic societies. They especially saw temporary marriages ethically and morally, so regarded them as the best alternative to the prevalence of promiscuity in the West.

Despite the ongoing religious and legal rehabilitation of Mut'ah, most educated middle-class people and urbanites in Iran see this with ambiguous morale and emotion. Among Iranians, marriage has never obtained the strictness of licensing on a par with a permanent marriage, because that tradition will still be a controversy going forward.

Mut'ah Tradition (Temporary Marriage) in the Shia Islam

Teori-teori Kepemimpinan Yang Telah Mendunia
Kepemimpinan dalama pandangan setiap orang berbeda-beda, yang pasti adalah setiap orang yang lahir menjadi pemimpin bagi dirinya sendiri terlebih dahulu, kemudian menjadi pemimpin bagi orang lain. Seseorang yang tidak mampu memimpin dirinya sendiri maka, secara otomatis tidak akan bisa memimpin orang lain.

Pendahuluan


Kepemimpinan dapat didefinisikan sebagai suatu proses yang kompleks dimana seorang pemimpin mempengaruhi bawahannya dalam melaksanakan dan mencapai visi, misi, dan tugas, atau objektif-objektif yang dengan itu membawa organisasi menjadi lebih maju dan bersatu. Seorang pemimpin itu melakukan proses ini dengan mengaplikasikan sifat-sifat kepemimpinan dirinya yaitu kepercayaan, nilai, etika, perwatakan, pengetahuan, dan kemahiran yang dimilikinya.

Kepemimpinan merupakan suatu interaksi antara anggota suatu kelompok sehingga pemimpin merupakan agen pembaharu, agen perubahan, orang yang perilakunya akan lebih mempengaruhi orang lain daripada perilaku orang lain yang mempengaruhi mereka, dan kepemimpinan itu sendiri timbul ketika satu anggota kelompok mengubah motivasi kepentingan anggota lainnya dalam kelompok (B.M. Bass: 1985)

Kepemimpinan adalah hubungan yang ada dalam diri seseorang atau pemimpin, mempengaruhi orang lain untuk bekerja secara sadar dalam hubungan tugas untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Kepemimpinan adalah suatu proses bagaimana menata dan mencapai kinerja untuk mencapai keputusan seperti bagaimana yang diinginkannya. (Rensis Linkert: 1961)4 Kepemimpinan adalah suatu rangkaian bagaimana mendistribusikan pengaturan dan situasi pada suatu waktu tertentu.

Harbani mengemukakan bahwa kepemimpinan adalah kemampuan untuk mempengaruhi pihak lain, melalui komunikasi baik langsung maupun tidak langsung dengan maksud untuk menggerakkan orang-orang agar dengan penuh pengertian, kesadaran dan senang hati bersedia mengikuti kehendak pimpinan itu. (Pasolong Harbani: 2008)5 Kepemimpinan diartikan sebagai proses mempengaruhi dan mengarahkan berbagai tugas yang berhubungan dengan aktivitas anggota kelompok. Kepemimpinan juga diartikan sebagai kemampuan mempengaruhi berbagai strategi dan tujuan, kemampuan mempengaruhi komitmen dan ketaatan terhadap tugas untuk mencapai tujuan bersama, dan kemampuan mempengaruhi kelompok agar mengidentifikasi, memelihara, dan mengembangkan budaya organisasi.

Faktor kepemimpinan, meliputi aspek kualitas manajer dan team leader dalam memberikan dorongan, semangat, arahan dan dukungan kerja pada bawahannya. Kepemimpinan dalam organisasi memiliki peran yang sangat besar dalam membangun hubungan antar individu dan pembentuk nilai organisasi yang dijadikan sebagai pondasi dasar bagi pencapaian tujuan organisasi. (Hasan Baharun: 2017)

Kepemimpinan adalah aktivitas untuk mempengaruhi perilaku orang lain agar mereka mau dia[orahkan untuk mencapai tujuan tertentu. Kepemimpinan diartikan sebagai kemampuan menggerakkan atau memotivasi sejumlah orang agar secara serentak melakukan kegiatan yang sama dan terarah pada pencapaian tujuannya. Kepemimpinan juga merupakan proses menggerakkan grup atau kelompok dalam arah yang sama tanpa paksaan.

Teori-Teori Kepemimpinan 


# Teori Sifat

Seseorg dpt menjadi pemimpin apabila memiliki sifat yang dibutuhkan oleh seorang pemimpin. Titik tolak teori : keberhasilan seorang pemimpin ditentukan oleh sifat kepribadian baik secara fisik maupun psikologis. Keefektifan pemimpin ditentukan oleh sifat, perangai atau ciri kepribadian yang bukan saja bersumber dari bakat, tapi dari pengalaman dan hasil belajar.

Tahun 1940-an kajian tentang kepemimpinan didasarkan pada teori sifat. Teori sifat adalah teori yang mencari sifat sifat kepribadian, sosial, fisik, atau intelektual yang membedakan antara pemimpin dan bukan pemimpin. Berdasarkan teori ini kepemimpinan itu dibawa sejak lahir atau merupakan bakat bawaan. Misalnya ditemukan adanya enam macam sifat yang membedakan antara pemimpin dan bukan pemimpin yaitu ambisi dan energi, keinginan untuk memimpin, kejujuran dan integritas, rasa percaya diri, inteligensi, dan pengetahuan yang relevan dengan pekerjaan. Namun demikian teori sifat ini tidak memberikan bukti dan adanya indikasi kesuksesan seorang pemimpin.

# Genetic Theory

Pemimpin adalah dilahirkan dengan membawa sifat-sifat kepemimpinan dan tidak perlu belajar lagi. Sifat utama seorang pemimpin diperoleh secara genetik dari orang tuanya.

# Teori Great Man

Kepemimpinan merupakan bakat atau bawaan sejak seseorang lahir. Bennis & Nanus menjelaskan bahwa teori ini berasumsi pemimpin dilahirkan bukan diciptakan. Kekuasaan berada pada sejumlah orang tertentu, yang melalui proses pewarisan memiliki kemampuan memimpin atau karena keberuntungan memiliki bakat untuk menempati posisi sebagai pemimpin. “Asal Raja Menjadi Raja” (Anak raja pasti memiliki bakat untuk menjadi raja sebagai pemimpin rakyatnya. (Warren Bennis and Burt Nanus: 1990)

Menurut teori kepemimpinan ini seorang pemimpin besar terlahir sebagai pemimpin yang yang memiliki ciri-ciri yang istimewa yang mencakup: karisma, kecerdasan, kebijaksanaan dan dapat menggunakan kekuasaan yang dimilikinya untuk membuat berbagai keputusan yang memberi dampak besar bagi sejarah manusia. Karisma sendiri menunjukkan kepribadian seseorang yang dicirikan oleh pesona pribadi, daya tarik, yang disertai dengan kemampuan komunikasi interpersonal dan persuasi yang luar biasa.

Teori kepemimpinan ini sebagian besar bersandar pada pendapat-pendapat yang dikemukakan oleh Thomas Carlyle di abad 19 yang pernah menyatakan bahwa sejarah dunia tak lain adalah sejarah hidup orang-orang besar. Menurutnya, seorang pemimpin besar akan lahir saat dibutuhkan sehingga para pemimpin ini tidak bisa diciptakan.

# Traits Theory

Teori kepemimpinan ini merupakan perkembangan lebih lanjut dari Great Man Theory yang mengatakan bahwa para pemimpin dilahirkan dan bukan diciptakan (leader are born and not made). Tetapi sejalan dengan pemikiran mahzab behavioralis, pada peneliti di tahun 1950-an berkesimpulan bahwa karakteristik pemimpin tidak seluruhnya merupakan bawaan sejak lahir, namun diperoleh melalui pembelajaran dan pengalaman. Karena itu mereka berkesimpulan bahwa kepemimpinan yang efektif dapat dipelajari.

Riset mereka menunjukkan bahwa ada karakteristik individu yang dimiliki oleh seorang pemimpin sehubungan dengan kepemimpinan efektif, yaitu: Kecerdasan, Pengetahuan dan keahlian, Dominasi, Percaya diri, energi yang tinggi, Toleran terhadap stress, Integritas dan kejujuran, Kematangan.

Ronggowarsito menyebutkan seorang pemimpin harus memiliki astabrata, yakni delapan sifat unggul yang dikaitkan dengan sifat alam seperti tanah, api, angin, angkasa, bulan, matahari, bintang.

# Behavioral Theory

Karena ketyerbatasan peramalan efektivitas kepemimpinan melalui trait, para peneliti mulai mengembangkan pemikiran untuk meneliti perilaku pemimpin sebagai cara untuk meningkatkan efektivitas kepemimpinan. Konsepnya beralih dari siapa yang memiliki memimpin ke bagaimana perilaku seorang untuk memimpin secara efektif.

a. Authoritarian, Democratic & Laissez Faire

Penelitian ini dilakukan oleh Lewin, White & Lippit pada tahun 1930 an. Mereka mengemukakan 3 tipe perilaku pemimpin, yaitu authoritarian yang menerapkan kepemimpinan otoriter, democratic yang mengikut sertakan bawahannya dan Laissez - Faire yang menyerahkan kekuasaannya pada bawahannya.

b. Continuum of Leadership behavior.

Robert Tannenbaum dan Warren H Schmidt memperkenalkan continnum of leadership yang menjelaskan pembagian kekuasaan pemimpin dan bawahannya. Continuum membagi 7 daerah mulai dari otoriter sd laissez - faire dengan titik dengan demokratis.

c. Teori Employee Oriented and Task-Oriented Leadership - Leadership style matrix.

Konsep ini membahas dua orientasi kepemimpinan yaitu; (1) Kepemimpinan yang berorientasi pada pekerjaan dimana perilaku pemimpinnya dalam penyelesaiannya tugasnya memberikan tugas, mengatur pelaksanaan, mengawasi dan mengevaluasi kinerja bawahan sebagai hasil pelaksanaan tugas. (2) Kepemimpinan yang berorientasi pada pegawai akan ditandai dengan perilaku pemimpinnya yang memandang penting hubungan baik dan manusiawi dengan bawahannya.

Pembahasan model ini dikembangkan oleh ahli psikologi industri dari Ohio State University dan Universitas of Michigan. Kelompok Ohio mengungkapkan dua dimensi kepemimpinan, yaitu initiating structure yang berorientasi pada tugas dan consideration yang berorientasi pada manusia. Sedangkan kelompok Michigan memakai istilah job-centered dan employee-centered.

d. The Managerial Grid

Teori ini diperkenalkan oleh Robert R.Blake dan Jane Srygley Mouton dengan melakukan adaptasi dan pengembangan data penelitian kelompok Ohio dan Michigan.

Blake & Mouton mengembangkan matriks yang memfokuskan pada penggambaran lima gaya kepemimpinan sesuai denan lokasinya.

Dari teori-teori diatas dapatlah disimpulkan bahwa behavioral theory memiliki karakteristik antara lain: (1) Kepemimpinan memiliki paling tidak dua dimensi yang lebih kompleks dibanding teori pendahulunya yaitu genetik dan trait. (2) Gaya kepemimpinan lebih fleksibel; pemimpin dapat mengganti atau memodifikasi orientasi tugas atau pada manusianya sesuai kebutuhan. (3) Gaya kepemimpinan tidak gifted tetapi dapat dipelajari. (4) Tidak ada satupun gaya yang paling benar, efektivitas kepemimpinan tergantung pada kebutuhan dan situasi

# Teori Big Bang

Suatu peristiwa besar menciptakan seseorang menjadi pemimpin. Mengintegrasikan antara situasi dan pengikut. Situasi merupakan peristiwa besar seperti revolusi, kekacauan/kerusuhan, pemberontakan, reformasi. Pengikut adalah orang yang mengokohkan seseorang dan bersedia patuh dan taat.

# Tingkah Laku

Keberhasilan seorang pemimpin sangat tergantung pada perilakunya dalam melaksanakan fungsi-fungsi kepemimpinan. Gaya atau perilaku kepemimpinan tampak dari cara melakukan pengambilan keputusan, cara memerintah (instruksi), cara memberikan tugas, cara berkomunikasi, cara mendorong semangat bawahan, cara membimbing dan mengarahkan, cara menegakkan disiplin, cara memimpin rapat, cara menegur dan memberikan sanksi.

Antara tahun 1940-an hingga 1960-an muncul teori kepemimpinan tingkah laku . Teori kepemimpinan tingkah laku ini mengacu pada tingkah laku tertentu yang membedakan antara pemimpin dan bukan pemimpin.Berdasarkan teori ini kepemimpinan itu dapat diajarkan, maka untuk melahirkan pemimpin yang efektif bisa dengan mendesain sebuah program khusus.

# Transformational Leadership

Robert house menyampaikan teorinya bahwa kepemimpinan yang efektif menggunakan dominasi, memiliki keyakinan diri, mempengaruhi dan menampilkan moralitas tinggi untuk meningkatkan karismatiknya. Dengan kharismanya pemimpin transformational akan menantang bawahannya untuk melahirkan karya istimewa.

Langkah yang dilaksanakan pemimpin ini biasanya membicarakan dengan pengikutnya bagaimana pentingnya kinerja mereka, bagaimana bangga dan yakinnya mereka sebagai anggota kelompok, bagaimana istimewanya kelompok yang akan menghasilkan karya luar biasa.

# Situational Leadership

Pengembangan teori ini merupakan penyempurnaan dari kelemahan-kelemahan teori yang ada sebelumnya. Dasarnya adalah teori contingensi dimana pemimpin efektif akan melakukan diagnose situasi, memilih gaya kepemimpinan yang efektif dan menerapkan secara tepat.

Empat dimensi situasi secara dinamis akan memberikan pengaruh terhadap kepemimpinan seseorang yaitu: (1) Kemampuan manajerial : kemampuan ini meliputi kemampuan sosial, pengalaman, motivasi dan penelitian terhadap reward yang disediakan oleh perusahaan. (2) Karakteristik pekerjaan: tugas yang penuh tantangan akan membuat seseorang lebih bersemangat, tingkat kerjasama kelompok berpengaruh efektivitas pemimpinnya. (3) Karakteristik organisasi : budaya organisasi, kebijakan, birokrasi merupakan faktor yang berpengaruh pada efektivitas pemimpinnya. (4) Karakteristik pekerja : kepribadian, kebutuhan, ketrampilan, pengalaman bawahan akan berpengaruh pada gaya memimpinnya.

a. Fiedler Contingency model

Model ini menyatakan bahwa gaya kepemimpinan yang paling efektif tergantung pada situasi yang dihadapi dan perubahan gaya bukan merupakan suatu hal yang sulit.

Fiedler memperkenalkan tiga variabel yaitu: (1) task structure merupakan keadaan tugas yang dihadapi apakah structured task atau unstructured task. (2) Leader-member relationship merupakan hubungan antara pimpinan dengan bawahan, apakah kuat (saling percaya, saling menghargai) atau lemah. (3) Position power merupakan ukuran aktual seorang pemimpin.

b. Model kepemimpinan situasional 'Life Cycle'

Harsey & Blanchard mengembangkan model kepemimpinan situasional efektif dengan memadukan tingkat kematangan anak buah dengan pola perilaku yang dimiliki pimpinannya.

Ada 4 tingkat kematangan bawahan, adalah; M 1 merupakan bawahan tidak mampu dan tidak mau atau tidak ada keyakinan. M 2 yaitu bawahan tidak mampu tetapi memiliki kemauan dan keyakinan bahwa ia bisa. M 3 yaitu bawahan mampu tetapi tidak mempunyai kemauan dan tidak yakin. M 4 yaitu bawahan mampu dan memiliki kemauan dan keyakinan untuk menyelesaikan tugas.

Ada 4 gaya yang efektif untuk diterapkan yaitu: Gaya 1 : telling, pemimpin memberi instruksi dan mengawasi pelaksanaan tugas dan kinerja anak buahnya. Gaya 2 : selling, pemimpin menjelaskan keputusannya dan membuka kesempatan untuk bertanya bila kurang jelas. Gaya 3 : participating, pemimpin memberikan kesempatan untuk menyampaikan ide-ide sebagai dasar pengambilan keputusan. Gaya 4 : delegating, pemimpin melimpahkan keputusan dan pelaksanaan tugas kepada bawahannya.

# Teori Personal Situasional

Kepemimpinan dihasilkan dari rangkaian tiga faktor, yaitu sifat kepribadian pemimpin, sifat dasar kelompok dan anggotanya serta peristiwa yang diharapkan kepada kelompok. Resistensi atas teori kepemimpinan yang telah diuraikan sebelumnya memberlakukan asas-asas umum untuk semua situasi. Hal ini tidak mungkin setiap organisasi hanya dipimpin dengan gaya kepemimpinan tunggal untuk segala situasi terutama apabila organisasi terus berkembang atau jumlah anggotanya semakin besar. Respon atau reaksi yang timbul berfokus pada pendapat bahwa dalam menghadapi situasi yang berbeda diperlukan gaya kepemimpin yg berbeda-beda pula.

Selanjutnya antara tahun 1960-an hingga 1970-an berkembang kajian kajian kepemimpinan yang mendasarkan pada teori kemungkinan. Teori kemungkinan atau situasional mendasarkan bukan pada sifat atau tingkah laku seorang pemimpin akan tetapi efektivitas kepemimpinan dipengaruhi oleh situasi tertentu. Dalam situasi tertentu diperlukan gaya kepemimpinan tertentu, demikian pula pada situasi yang lain memerlukan gaya kepemimpinan yang lain pula.

Penutup


Dari pembahasan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa:

# Setiap teori dalam kepemimpinan disandarkan pada situasi dan kondisi yang terjadi pada masa itu. Perkembangan manusia dalam memimpin akan terus berlanjut sehingga teorinya juga akan mengalami perkembangan. Manusia yang pada awalnya meyakini bahwa pemimpin itu dilahirkan, ternyata telah berubah, karena Selain dilahirkan pemimpin juga dapat dibentuk.

# Teori kepemimpinan antara lain; Teori Sifat, Genetic Theory, Teori Great Man, Traits theory, Behavioral Theory, Teori Big Bang, Tingkah Laku, Transformational Leadership, Situational Leadership, dan Teori Personal Situational.

Teori-teori Kepemimpinan Yang Telah Mendunia

The Treaty of Sevres 1920 AD: Division of Ottoman Territories
The Sevres Treaty was one of a series of heavy agreements designed by the Allies to punish the Central Bloc after the First World War. This agreement ordered the division of the Ottoman Empire, which became the main cause of the destruction of this empire. Through the agreement, the Allies sought to undermine the power of the Ottoman Empire and essentially eliminate Turkish sovereignty. As a result, the wave of resistance of the Turkish people led by Mustafa Kemal was getting stronger.

Division of Ottoman Territories


The Sevres Treaty was signed by the Allies on 10 August 1920, after 15 months of planning. This agreement was designed to strangle the Ottoman Turks through severe sanctions in them. Italy, Britain, and France signed it on behalf of the victorious Allies.

One important point of the agreement was the division of the Ottoman Empire in the Middle East. France took over Lebanon, Syria, and territory in southern Anatolia, while Britain took over Palestine and Iraq. The provisions of this distribution have been decided in the secret agreement of Sykes-Picot in 1917.

Meanwhile, Greece was active in resistance to Ottoman control of Smyrna, although technically it remained within the Ottoman Empire. However, the Smyrna people were given a referendum choice about whether they wanted to remain in the Ottoman Empire or join Greece.

While Italy was given the Dodecanese Islands as well as influence in the coastal region of Anatolia.

The agreement made the Strait of Dardanelles into international waters and disarmed the Ottoman Empire's power over it. In addition, several ports near Istanbul are changing as free international zones. This is a territorial loss for a country.

The Sevres Agreement aims to secure Allied interests in the Middle East. In addition, the Allies also obtained oil resources that were recently discovered in the area.

The Sevres Treaty also recognizes certain regions as independent sovereign states, including the Kingdom of Hijaz and Armenia.

The agreement of the Sevres Agreement also benefited the Kurdish struggle. This is because in the agreement it was agreed to establish an independent Kurdistan region, which had previously been under the Ottoman rule. Although in its development the agreement was never eliminated for Kurds.

Military Sanctions and Economy of the Sevres Agreement


Similar to other agreements signed by the Central Bloc, the Sèvres Treaty imposed severe military restrictions on the Ottoman Empire. The Ottoman Army was restricted to only 50,000 people.

In addition, Ottoman was also banned from having the air force and navy reduced to only thirteen ships. Under the Treaty of Sevres, the Allies were given the power to implement these provisions.

The financial consequences of the Sèvres Treaty matched the Treaty of Versailles in terms of severity; however, the new Weimar Germany is still allowed to run its own economy.

Heavy sanctions were also imposed on the economy, Ottoman rule over the financial and economic sectors was taken over and handed over to the Allies. The takeovers included controls from the Ottoman Bank, controls on imports and exports, control of the national budget, control of financial regulations, loan requests and tax system reform.

The Allies even control debt payments. One condition is that only France, Italy and the United Kingdom can become holders of debt bonds. The Ottoman Empire was also banned from having economic cooperation with Germany, Austria, Hungary and Bulgaria and all the economic assets of these four countries were liquidated in the Ottoman Empire.

The Sèvres Treaty also gave the Allies the right to reform the electoral system of the Ottoman Empire.

Turkish nationalist leader Mustafa Kemal organized a rebellion against the treaty right before the Grand Vizier, Ahmed Pasha, of the Empire ratified it. Pasha was overthrown and Kemal refused to sign the agreement, which he considered did not need to be hard.

Kemal argued that the agreement punished the Turkish people and not the leaders of the Ottoman Empire who had led the country into war. Thanks to the protested protests, the Allies and the new Turkish government were forced to renegotiate the agreement for Turkey.

The Treaty of Sevres 1920 AD: Division of Ottoman Territories