Coretanzone: Umum

    Social Items

Kemampuan yang wajib dimiliki penulis dalam menulis deskripsi
Menulis adalah salah satu sarana dalam menyampaikan ide, pendapat, gagasan atau saran dalam bentuk rangkaian kata dan kalimat. Menulis adalah proses produksi untuk menghasilkan sebuah karya yang bersumber dari pikiran. Tentu tidak bisa sembarangan menulis jika kita menginginkan hasil tulisan yang berkualitas. Ada teknik-teknik menulis yang perlu dikuasai untuk membuat tulisan yang layak dibaca oleh orang lain.

Dalam menulis deskripsi, kemampuan penulis untuk menulis karangan deskripsi yang baik adalah deskripsi yang ditulis secara detail/teliti, terperinci, jelas, baik, dan benar.

1. Detail/teliti


Kamus besar bahasa Indonesia (KBBI) menyebutkan bahwa detail adalah bagian yang kecil-kecil (yang sangat terperinci); segala hal-ihwal. Dalam menulis deskripsi seorang penulis harus melakukannya secara detail dan teliti. Maksudnya adalah seseorang yang ingin menggambarkan tentang sesuatu objek baik itu orang maupun tempat harus memahami secara deatil apa yang akan dia tulis, kemudian menceritakan atau menguraikannya sampai bagian yang paling kecil. Selanjutnya melihat kembali apa yang ditulis secara teliti agar sesuai dengan objek yang dia lihat, dan tidak ada yang kurang dari gambarannya terhadap objek yang ditulis.

2. Terperinci


Terperinci maksudnya adalah menjelaskan secara keseluruhan objek yang ditulis hingga pada hal-hal yang terkecil sekalipun. Untuk itu maka, sebelum menulis, seorang penulis harus melihat secara langsung seluruh objek yang akan ditulis sampai ke bagian-bagian kecil, kemudian menguraikan satu demi satu secara berurutan, misalnya dari atas ke bawah, dari kiri ke kanan dan sebagainya.

3. Jelas


Jelas dalam menulis deskripsi adalah seorang penulis mampu menjelaskan objek sesuai dengan realitas yang benar-benar dilihat dan diteliti. Penulis tidak bisa membuat rekaan berdasarkan imajinasi atau khayalan yang fikitif. Selain itu bahasa yang digunakan juga harus jelas dalam artian mampu dipahami oleh pembaca sehingga pembaca seakan melihat langsung atau berada di dekat objek tersebut.

4. Baik


Baik tidaknya suatu tulisan ditentukan oleh ketepatan atau tidaknya tulisan itu terhadap objek yang dilihat atau diteliti. Sehingga penulis harus mampu membuat deskripsi yang tepat terhadap objek yang ditulis, tidak boleh ada keterangan yang keliru atau tidak sesuai dengan fakta. Selain itu, penulis harus mampu menulis dengan menggunakan bahasa yang baik sesuai dengan kaidah-kaidahnya sehingga mampu dipahami oleh setiap pembaca.

5. Benar


Benar dalam menulis deskripsi adalah objek yang ditulis benar-benar ada, bukan suatu rekaan atau hasil imajinasi penulis saja. Selain itu penulis tidak dapat menggambarkan suatu objek sesuka hatinya atau berdasarkan kenginannya secara subjektif, sehingga dalam menulis deskripsi harus sesuai dengan kaidah-kaidah penulisan yang berlaku, dan langkah-langkahnya dilakukan secara berurutan.

Kemampuan yang wajib dimiliki penulis dalam menulis karangan deskripsi

Faktor-faktor Pendorong Terjadinya Integritas Politik
Integritas politik adalah sebuah proses yang di dalamnya terdapat bobot-bobot politik, sehingga di dalam proses tersebut bersifat politik juga. Olehnya itu, integritas politik dapat mencakup bidang vertikal dan horisontal, atau gabungan antara keduanya. Pada dasarnya integritas mengandung dua unsur saja yaitu, bagaimana agar rakyat tunduk dan patuh pada tuntutan yang ada pada negara, dan bagaimana meningkatkan konsensus normatif yang mengatur tentang tingkah laku politik masyarakat yang ada di dalam negara.

Ramlan subakti mengatakan bahwa ada lima faktor yang dapat mempengaruhi kelompok-kelompok masyarakat yang terintegrasi dalam suatu komunitas bersama. Faktor-faktor tersebut adalah: (1) Ikatan primordial, (2) sakral, (3) tokoh, (4) Bhineka Tunggal Ika, (5) konsep ekonomi. Sementara itu, perkembangan ekonomi suatu masyarakat dapat juga menjadi faktor pemersatu suatu masyarakat. Perkembangan ekonomi suatu masyarakat akan melahirkan diferensiasi (pembagian) dan spesialisasi (pengkhususan) pekerjaan seperti, sektor industri, jasa, perdagangan, bank, pertambangan, pertanian, perkebunan, dan pendidikan yang satu sama lain saling berhubungan secara fungsional. Artinya bahwa, spesialisasi dan diferensiasi pekerjaan tersebut akan saling berhubungan satu sama lain dalam rangka mendukung kelangsungan hidup suatu komunitas tersebut.

Untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas dan rinci, maka akan dipaparkan faktor-faktor pendorong terjadinya intgritas politi dalam uraian yang lebih terinci, yaitu sebagai berikut.

1. Primordial


Identitas bersama suatu komunitas dapat terbentuk karena adanya ikatan keaslian kedaerahan, kekerabatan, kesamaan suku, ras, tempat tinggal, bahasa, dan adat istiadat. Ikatan-ikatan tersebut dinamakan ikatan primordial. Pembentukan identitas bersama dalam suatu masyarakat, bangsa hingga negara akan mengalami banyak kendala jika masyarakatnya bersifat majemuk atau plural. Keadaan ini akan melahirkan segmentasi masyarakat ke dalam kelompok-kelompok yang memiliki identitas sendiri hingga melahirkan perasaan in group dan out group pada masing-masing kelompok yang ujung pangkalnya adalah jika tidak melahirkan integritas sosial kemungkinan akan menimbulkan konflik. Artinya, jika usaha penciptaan identitas nasional tidak memuaskan berbagai kelompok budaya maka, yang muncul adalah disintegritas masyarakat. Perpecahan Yugoslavia menjadi negara-negara atas dasar etnis seperti etnis Kroasia, Serbia, dan Bosnia di era 1990-an, gerakan separatis di Rusia akibat kebijkan presiden Mikhail Gorbachev yang disebut Perestroika dan Glasnot sebagai kegagalan dalam menciptakan integritas bangsa yang majemuk.

2. Sakral


Sakral dalam konsep ini adalah ikatan-ikatan religius yang dipercayai sebagai hal yang berkaitan dengan kebenaran mutlak, karena dipercayai sebagai wahyu ilahi. Keyakinan masyarakat yang bersifat sakral terwujud dalam agama dan kepercayaan kepada hal-hal yang bersifat supranatural. Dalam komunitas masyarakat yang mempercayai adanya hal-hal yang bersifat sakral, agama dan ideologi dipandang oleh para anggota masyarakatnya sebagai tujuan absolut yang berharga mati. Artinya para penganut keyakinan tersebut siap berkorban nyawa demim mempertahankan ideologi yang diyakininya. Agama akan menjadi semangat integrasi jika masing-masing penganutnya memiliki kesamaan pandang dan keyakinan itu, akan tetapi juga menjadi pemicu disintegrasi jika agama tersebut terpecah-pecah dalam aliran-aliran (sektarian) yang berbeda satu sama lain.

Jika antar sekter dalam satu agama yang semula tidak akur, maka identitas agama tersebut terancam dan akan memunculkan integrasi antarsekte. Hal ini mendorong terjadinya integrasi yang di dalmnya terdapat musuh bersama. Ketika menghadapi musuh bersama, antar kelompok akan bersatu untuk membentuk kekuatan bersama, akan tetapi jika musuh berhasil dikalahkan maka antarsekte tersebut akan mengalami disintegrasi kembali.

3. Tokoh


Integrasi bisa tercipta manakala suatu masyarakat terdapat seorang atau beberapa orang tokoh pemimpin yang disegani dan dihormati karena kepemimpinannya yang bersifat karismatik. Selain itu, ketokohan seseorang atau beberapa pahlawan yang menjadi pujaan masyararakat karena ia menjadi juru selamat masyarakat tersebut. Biasanya pemimpin yang kharismatik dan pahlawan yang dipuja masyarakat sering kali dijadikan sebagai lambang atau simbol masyarakat tersebut. Misalnya Osama bin Laden yang oleh pihak Amerika serikat disebut sebagai gembong teroris tetapi di pihak lain sebagi komunitas Muslim menganggapnya sebagai figur pahlawan dan simbol perlawanan kepada kezaliman barat terhadap dunia Islam.

Begitupula dengan tokoh Gus Dur yang oleh warga Nahdliyin dianggap sebagai simbol pemersatu, akan tetapi sebagian umat Islam justru banyak mencaci maki karena dianggap lebih banyak berpihak kepada kelompok-kelompok yang kontroversial. Di lain pihak, bagi kalangan kelompok minoritas, ia adalah figur perdamaian dan perlindungan karena keterpihakannya kepada kelompok-kelompok ini. Di satu pihak ia memiliki kekuatan sebagai pemersatu anggota-anggota masyarakat, akan tetapi sebagian pihak yang memiliki figur lain sebagai tokoh, maka Gus Dur bukan berarti apa-apa. Sifat ketokohan (figuritas) ini akan sangat tergantung pada subjektifitas kelompok-kelompoknya masing-masing.

4. Bhineka Tunggal Ika


Bhineka Tunggal Ika dilihat sebagai pemersatu bangasa yang majemuk untuk mencapai integritas suatu bangsa. Dalam konsep ini, biasanya bangsa di dalam suatu negara terdiri atas kelompok-kelompok atas dasar suku, agama, ras, dan antargolongan yang tersegmentasi ke dalam kelompok-kelompok yang diantara kelompok ini tidak saling melengkapi tetapi justru lebih bersifat kompetitif. Untuk itu, biasanya pemerintah negera tersebut memilah-milahkan budaya bangsa sebagai budaya universal yang terbagi atas subbudaya-subbudaya daerah yang beragam. Keragaman budaya antardaerah dan antarkelompok tersebut dianggap sebagai kekayaan khazanah kebudayaan. Untuk itu perlu diciptakan image masyarakat perbedaan dalam satu yang disebut sebagai Bhineka Tunggal Ika. Jika keragaman dalam suatu bangsa tidak berhasil dikelola secara bijak, maka disintegritas akan muncul sebagai akibat dari kegagalan tersebut. Adapun gagal dan tidaknya integritas nasional tergantung dari kebijakan pemerintah dalam menciptakan idologi nasional. Jika masyarakat merasakan manfaat keragaman tersebut, maka integritas akan tercipta. Akan tetapi, jika masyarakat tidak merasakan manfaat keragaman itu maka, yang akan terjadi adalah disintegritas nasional (pemisahan antarwilayah).

5. Perkembangan Ekonomi


Perkembangan ekonomi melahirkan pembagian kerja dan spesialisasi pekerjaan untuk mendukung kelangsungan hidup suatu fungsi sistem ekonomi, yaitu menghasilkan barang dan jasa. Perkembangan ekonomi tidak memungkinkan semua pekerjaan dikerjakan oleh satu orang, oleh sebabg itu perlu dikerjakan oleh banyak tenaga yang terbagi dalam bidang-bidang pekerjaan tertentu. Artinya, pekerjaan produksi harus dilakukan oleh ahli di bidang produksi, kepegawaian, pemasaran, dan lain sebagainya. Akan tetapi perbedaan bidang keahlian pekerjaan tersebut, akan membentuk satu sistem kerja untuk menghasilkan barang dan jasa yang dapat digunakan oleh masyarakat. (Elly M. Setiadi dan Usman Kolip, 2015: 88-91)

Kelima faktor pendorong terjadinya integritas politik sebagaimana dijelaskan di atas barulah sebagian. Sebenarnya masih banyak faktor yang mendukung integritas suatu bangsa seperti, homogenitas kelompok, besar kecilnya kelompok, mobilitas sosiogeografis, dan efektivitas dan efisiensi komunitas.

Faktor-faktor pendorong terjadinya integritas politik di Indonesia yang paling penting adalah memperhatikan kebhinekaan, karena Indonesia merupakan negara kepulauan dengan berbagai perbedaan suku, bangsa, kelompok, budaya, agama, dan lain sebagainya. Perbedaan yang dimiliki oleh bangsa ini harus dikelola dengan baik, agar tidak terjadi gesekan dalam masyarakat. Pengelolaannya dapat dilakukan dengan memberikan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia, sebagainya pesan dalam pembukaan Undang-undang Dasar 1945. Keadilan dapat dilakukan dengan pemerataan pembangunan dalam semua bidang seperti pendidikan, ekonomi, dan sebagainya.

Referensi:

Setiadi, Elly M. dan Usman Kolip. 2015. Pengantar Sosiologi Politik. Jakarta: Kencana.

Faktor-faktor Pendorong Terjadinya Integritas Politik

Bagaimana Perilaku Politik?
Politik bukan lagi menjadi sesuatu yang baru dalam kehidupan manusia, karena pada dasarnya manusia itu adalah makhluk sosial yang saling mempengaruhi untuk tercapai tujuan yang dimilikinya. Saling mempengaruhi inilah yang kemudian disebut sebagai perilaku politik.

Perilaku politik atau dalam bahasa inggris adalah political behaviour merupakan perilaku yang dilakukakn seseorang baik itu secara individu maupun kelompok untuk memenuhi hak dan kewajiban yang dimilikinya sebagai insan politik. Seseorang sebagai individu atau kelompok diwajibkan negara untuk melakukan hak dan kewajiban yang dimilikinya guna melakukan perilaku politik. Banyak contoh yang dapat kita temukan dalam perilaku politik, diantaranya yaitu:

1. Adanya pemilihinan umum untuk memilih pemimpin atau wakil rakyat dalam pemerintahan.

2. Memiliki hak sebagai insan politik untuk mengikuti suatu oraganisasi partai politik (parpol), menjadi anggota organisasi masyarakat (ormas), atau berada dalam salah satu lembaga swadaya masayarakat.

3. Memiliki andil untuk ikut serta dalam pesta politik (demokrasi).

4. Memiliki hak untuk mengkritik atau menurunkan pemimpin yang otoriter.

5. Memiliki hak untuk memimpin partai politik.

6. Memiliki kewajiban untuk berperilaku baik dalam politik sesuai dengan undang-undang dasar dan ketentuan perundangan yang berlaku.

Dalam setiap dan hubungan kekuasaan terdapat tiga unsur yang terlibat di dalamnya yaitu: (1) tujuan dari kekuasaan tersebut, (2) cara penggunaan sumber-sumber pengaruh, dan (3) hasil penggunaan sumber-sumber pengaruh. Adapun ciri-ciri kekuasaan yang merupakan penjabaran dari ketiga unsur tersebut di atas diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Kekuasaan adalah hubungan atar manusia atau interaksi sosial

2. Pemegang kekuasaan mempengaruhi yang lain

3. Pemegang kekuasaan bisa seorang individu, atau sekelompok orang, kelompok sosial, kelompok budaya, atau bisa juga pemerintah.

4. Sasaran kekuasaan (yang dipengaruhi) bisa berupa individu, kelompok atau pemerintah.

5. Seseorang yang memiliki sumber-sumber kekuasaan belum tentu memiliki kekuasaan. Hal itu tergantung pada penggunaan sumber-sumber kekuasaan tersebut.

6. Penggunaan sumber-sumber mungkin melibatkan, konsensus atau kombinasi.

7. Suatu perspektif moral, apakah tujuan kekuasaan itu baik atau buruk?

8. Hasil penggunaan sumber-sumber itu bisa menguntungkan seluruh masyarakat atau bisa juga menguntungkan sekelompok kecil masyarakat, tergantung pada ada tidaknya distribusi (pembagian) kekuasaan yang relatif merata dalam masyarakat.

9. Pada umumnya kekuasaan ada yang bersifat politis yang memiliki makna bahwa sumber-sumber itu digunakan dan dilaksanakan untuk masyarakat umum. Adapula kekuasaan yang berbentuk pribadi yang cenderung digunakan untuk kepentingan sebagian kecil masyarakat.

10. Kekuasaan yang beraspek politik adalah penggunaan sumber-sumber untuk mempengaruhi proses pembuatan dan pelaksanaan keputusan politik. (Ramlan Surbakti: 1984).

Dengan demikian maka, pada dasarnya perilaku politik adalah suatu kegiatan atau aktifitas yang dilakukan seseorang baik itu secara indiviu atau kelompok dalam memnuhi hak dan kewajibannya sebagai salah satu dari insan politik yang hidup dalam bermasarakat. Sehingga perlilaku politik ini perlu dikontrol oleh peraturan perundangan agar tidak keluar dari rel peradaban baik manusia. Perilaku politik juga termasuk di dalamnya saling mempengaruhi untuk ketercapaian suatu tujuan politik yang diinginkan.

Bagaimana Perilaku Politik?

Penemuan Benua Australia dan Pembentukan Koloni-koloni di Australia
Australia merupakan salah satu negara benua yang lokasinya pada  35°15′ LS 149°28′ BT. Ibu kita negara ini adalah Canberra, namun bukan merupaka kota terbesar. Kota terbesar negara ini adalah Sydney. Bahasa resmi yang digunakan negara ini adalah bahasa Inggris kaerna Australia merupakan salah satu negara yang masuk dalam persemakmuran Inggris. Sistem pemerintahan australia masih menyatu dengan kerajaan Inggris, olehnya itu Ratu merupakan simbol pemerintahan dan untuk mewakilinya maka, dibentuk Gubernu Jenderal. Negara ini berbentuk monarki konstitusional.

Sejarah awal australia dimulai ketika terjadi migrasu manusia pertama dari utara ke australia, kira-kira pada 40.000-50.000 tahun yang telah lampau. Masa ini disebut sebagai masa prasejarah australia. Sedangkan sejarah tertulis pertama Australia dimulai ketika orang-orang Eropa pertama kali melihat negara ini. Dan kemudia dibagi lagi menjadi dua periode: sebelum dan sesudah dia menjadi dominion dari Kekaisaran Britania pada 1901.

Untuk lebih jelasnya lagi tentang penemuan benua australia dan pembentukan koloni-koloninya maka, berikut ini penjelasannya.

Penemuan Benua Australia


Masyarakat asli Australia (aborigines atau aboriginal) mempunyai beberapa ciri fisik yang berlainan dengan beberapa ciri fisik empat ras utama yang lain, sehingga Elkin mengelompokkan masyarakat asli Australia pada kelompok khusus yang dimaksud Australoid. Diduga mereka masuk benua Australia pada 40.000 tahun yang lalu dari arah utara. Mereka berkembang dengan begitu lamban hingga mereka masih tetap hidup dalam jaman batu dengan corak kehidupan food gathering saat rombongan kolonis pertama dari Inggris datang di Australia.

Dalam pertemuan antara kebudayaan masyarakat asli dengan kebudayaan pendatang baru itu, kebudayaan masyarakat asli pada akhirnya tersisihkan, sehingga kebudayaan pendatang baru yang pada akhirnya menguasai. Kebudayaan yang berkembang di Australia selanjutnya ialah kebudayaan yang berakar pada kebudayaan Eropa meskipun dengan fisik Australia terdapat jauh dari Eropa. Sejarah Australia dalam semua aspeknya adalah sejarah bangsa yang dengan sosio budaya yang berasal dari Eropa.

Sementara masyarakat asli telah mendiami Australia beberapa puluh ribu tahun, untuk beberapa orang di Eropa eksistensi benua itu masih juga dalam skala spekulasi (asumsi). Beberapa orang Eropa masih tetap tidak sama pendapat mengenai terdapatnya antipodes. Beberapa pakar geografi dari jaman klasik sejak mulai permulaan abad masehi sudah menduga terdapatnya daratan selatan yang dimaksud Terra Australia Incognita. Pandangan ini ditentang oleh beberapa pakar agama yang juga sekaligus pakar geografi pada eranya. Kelompok yang paling akhir ini berasumsi jika dunia berupa rata seperti tikar, hingga mereka memandang jika opini yang membetulkan terdapatnya antipodes ialah opini yang salah. Saat Jaman Pertengahan opini yang paling akhir berikut yang menang, akan tetapi sesudah jaman itu selesai orang mulai berpikir kembali mengenai Terra Australia Incognita.

Pergantian politik yang berlangsung di pantai timur Laut Tengah menggerakkan beberapa orang Portugis serta Spanyol berupaya mencari jalan laut ke Dunia Timur. Mulailah masa penelusuran samudra yang melahirkan masa baru dalam riwayat bangsa-bangsa di Eropa, yakni masa penemuan beberapa daerah baru, yang dipelopori oleh Bangsa Portugis serta Spanyol. Kesuksesan Bangsa Portugis serta Spanyol menemukan jalan laut ke Dunia Timur, membuka jalan buat penemuan Benua Australia oleh beberapa orang Eropa. Akan tetapi, sejauh yang bisa diketahui Bangsa Portugis ataupun Spanyol gagal temukan Benua Australia.

Reformasi dalam segala bidang akibatnya memaksa Belanda mencari jalan sendiri ke Indonesia. Kesuksesan Belanda dalam membangun pos-posnya di Indonesia begitu memungkinkan penemuan Benua Australia, baik dengan tidak terencana ataupun sebagai hasil penyelidikan. Semenjak tahun 1606, saat pelaut Belanda untuk kali pertama mendapatkan daratan Australia, sampai tahun 1644, yakni kala berakhirnya ekspedisi Tasman yang ke-2, beberapa orang Belanda sudah sukses temukan serta memetakan sejumlah besar pantai Australia, yakni pantai utara, barat, serta 1/2 pantai selatan. Sebelumnya mereka menyebutkan daratan itu Het Land van de Eendracht, akan tetapi sesudah pelayaran tasman mereka mengatakan New Holland. Disaksikan dari sisi keuntungan materiil sebagai arah semua pekerjaan Belanda di Indonesia, New Holland tidak menarik buat Belanda. Mereka tidak mengklaim apalagi menempati daratan itu.

Pelaut Inggris yang pertama sampai dan melihat di Australia ialah William Dampier, lokasi yang didatangi Dampier sama juga dengan yang didatangi oleh pelaut-pelaut Belanda, sehingga tidak menghasilkan dampak baru buat benua itu. Penemuan Inggris yang sangat bermakna buat benua itu ialah penemuan James Cook atas pantai timur Australia pada tahun 1770. Berlainan dengan kesan-kesan Belanda, Cook melihat daratan yang ditemukannya itu memberi keinginan kehidupan yang cerah, hingga dia mengaku daratan itu berubah menjadi milik Inggris, serta dinamakan New South Wales. Laporan-laporan Cook, Joseph Banks, Solander, serta James Maria Matra, menghidupkan kemauan pemerintah Inggris untuk mendudukinya. Dengan begitu Cook dilihat menjadi penemu Australia yang sebetulnya, sebab penemuannya itu yang merubah perjalanan riwayat Australia sampai menggapai bentuk yang saat ini menuju masa depan yang akan datang.

Pembentukan Koloni Inggris di New South Wales


Keputusan pemerintah Inggris membuka koloni di New South Wales lahir ditengah-tengah aktivitas pemerintah menangani beberapa masalah karena kemiskinan, pengangguran, serta kejahatan yang diperhebat oleh ekses Revolusi Industri. Revolusi Amerika yang pada hakekatnya adalah momen politik dalam kehidupan pemerintahan Inggris pada saat itu, turut meningkatkan beban yang perlu dihadapi pemerintah Inggris di sektor sosial, terlebih terkait dengan American loyalists.

Dengan tradisional orang menjelaskan jika motif penting yang menggerakkan pemerintah Inggris memutuskan itu ialah keperluan tempat pembuangan terpidana yang tidak disenangi di Inggris. Dalam penelaahan selanjutnya, beberapa sejarawan mengajukan argumentasi bahwa mendapatkan tempat pembuangan bukan salah satu motif kuat. Ditemukan motif lainnya yang tidak kalah pentingnya seperti “naval supply and maritime base theory” yang dihubungkan dengan “Swing to the East” serta penambahan pelayaran serta perdagangan Inggris dengan Cina.

Sejak dari awal berdirinya koloni di New South Wales sampai tahun 1809, koloni itu di pimpin oleh gubernur yang berasal dari Angakatan laut, serta semenjak tahun 1790 untuk mengawasi keamanan koloni itu dibuat pasukan khusus yang disebut New South Wales Corps. Gubernur pertama Arthur Phillip, berupaya sekuat tenaga jadikan koloni itu “selfhelp”. Pengalamannya memberi landasan baginya buat berkesimpulan bahwa untuk membuat koloni itu dapat berdiri dengan sendiri jumlah free settler harus ditingkatkan di koloni itu, karena tenaga kerja terpidana termasuk tenaga kerja yang tidak produktif.

Masa Letnan Gubernur setelah Arthur Philip (1792-1795), memberikan kesempatan pada beberapa perwira Corps melakukan kegiatan-kegiatan yang hanya menguntungkan kelompoknya. Untuk memperoleh uang dalam jumlah yang semakin besar, mereka memonopoli perdagangan yang mulai berkembang di koloni itu. Perdagangan yang sangat menguntungkan mereka ialah perdagangan rum. Tiap-tiap usaha yang dia anggap merugikan mereka tetap ditentang, sekalipun datang dari gubernur koloni itu. Mengakibatkan beberapa perwira pedagang itu berselisih dengan tiga gubernur dengan beruntun. Hunter didakwa tidak pantas menjadi gubernur, sementara King pun dihina. Puncak perselisihan itu berlangsung sewaktu saat pemerintahan gubernur William Bligh. Aksi keras yang dijalankan Bligh melahirkan reaksi yang malah menjatuhkannya. Bligh tidak saja dijatuhkan, tapi dimasukkan ke penjara. Peristiwa ini populer dengan nama Rum Rebellion. Pemberontakan ini ternyata adalah awal proses berakhirnya pengaruh serta kekuasaan beberapa perwira Corps itu.

Dibawah pemerintahan Lachian Macquarie, seseorang perwira dari Angkatan Darat Inggris, dilaksanakan konsolidasi yang sukses meningkatkan koloni itu sampai kemajuan pesat. Pengetahuan mengenai garis besar pantai Australia banyak diraih pada saat sebelum Macquarie, khususnya atas jasa pelaut-pelaut ulung seperti George Bass serta Matthew Flinders. Akan tetapi, pengetahuan tentang pedalaman Australia baru bisa semakin bertambah sesudah pada tahun 1813 Great Dividing Range atau The Blue Mountains dapat ditembus oleh Gregory Blaxland, Lawson, serta Wenworth. Eksplorasi pedalaman yang sukses itu, menempatkan jalan buat kemungkinan pelebaran koloni itu selanjutnya bahkan juga membuka jalan untuk terwujudnya Australia seperti saat ini.

Pembentukan Koloni-koloni Lain di Australis


1. Queensland


Untuk pertama kali Queensland dihuni oleh masyarakat kulit putih pada tahun 1824. Ditemukannya pemukiman yang baik di Queensland sebagian besar merupakan jasa para penjelajah (explorer). John Oxley misalnya menyelidiki daerah Moreton Bay, tempat pemukiman pertama di Queensland. Pada tahun 1827 pemukiman baru di Darling Downs dibuka lagi oleh Allan Cunningham.

Pada mulanya pemukiman di Queensland tumbuh dan berkembang sebagai bagian dari New South Wales. Setelah mengalami kemajuan-kemajuan, Queensland akhirnya merasa tidak puas lagi di bawah New South Wales. Rakyat di Queensland menginginkan agar Queensland dipisahkan dari New South Wales. Keinginan mereka ini dikabulkan oleh pemerintahan Inggris pada tahun 1859.

Kondisi dan kekayaan alam Queensland sangat membantu kemajuan Queensland. Letak negerinya yang sebagian berada di daerah tropis, memungkinkan Tasmania mengusahakan perkebunan kapas yang pernah sangat menguntungkan negeri itu, dan juga perkebunan tebu. Dalam mengusahakan perkebunan tebu ini Queensland memerlukan tenaga buruh yang tidak terlalu mahal. Akibantnya terjadilah apa yang disebut “Kanakas Traffic” yang menimbulkan dilema bagi negeri itu.

2. Tasmania


Koloni Tasmania mulai berkembang dari pemukiman yang dimulai di daerah Sungai Derwent yang kemudian berpusat di Hobart dan di Port Dalrymple yang kemudian berpusat di Launceston. Pada awal pertumbuhannya kedua pemukiman ini masing-masing dipimpin oleh seorang Letnan Gubernur yang mewakili Gubernur New South Wales. Sejak tahu 1813 kedua pemukiman itu (Launceston dan Hobart) ditempatkan di bawah seorang Letnan Gubernur, dan Letnan Gubernur pertama yang berkuasa atas kedua daerah pemukiman itu adalah Kolonel Davey. Dengan mendorong kemajuan pertanian serta menjadikan Hobart sebagai pelabuhan bebas, Davey berusaha menjadikan Tasmania sebagai koloni yang mampu memenuhi kebutuhannya sendiri. Dalam usahanya ini ia berhasil. Sayang sekali ia kurang disenangi oleh Gubernur New South Wales karena Davey adalah orang yang kurang berdisiplin, dan suka minum-minum sampai mabuk.

Sebagai bagian dari New South Wales, Tasmania pernah dijadikan sebagai tempat pembuangan narapidana yang berkelakuan paling buruk. Bahkan di Tasmania sempat dibangun satu penjara khusus, Macquarie Harbour, di pantai barat pulau itu. Sejarah Tasmania sebagai koloni diisi dengan berbagai kekerasan yang meliputi:

a) Kekerasan perlakuan yang dialami oleh para narapidana. b) Kekerasan berupa teror-teror yang dilakukan oleh para bushranger, dan sebaliknya kekerasan tindakan pemerintah untuk memberantas bushranger tersebut. c) Kekerasan perlakuan masyarakat kulit putih terhadap penduduk asli. d) Kekerasan usaha pemerintah dan para imigran menjadikan koloni itu bisa berswasembada.

Pada tahun 1825 Tasmania dipisahkan dari New South Wales. Dalam perkembangan selanjutnya Tasmania mempunyai kedudukan setara dengan New South Wales, dan berhak mempunyai legislative council seperti New South Wales. Ketika New South Wales mulai mempersoalkan transportasi narapidana, Tasmania pun mengajukan tuntutan agar sistem narapidana dihapuskan. Tuntutan mereka ini menjadi kenyataan pada tahun 1852.

Pada tahun 1855 koloni ini menyelenggarakan pemerintahan sendiri, dan secara resmi sejak itu mengubah namanya dari Van Diemen’s Land menjadi Tasmania. Ditemukannya tambang tembaga, perak, dan bahan-bahan mineral lainnya dalam dekade 1870-an, menambah pesatnya kemajuan yang dialami oleh Tasmania. Keberhasilannya dalam mengekspor buah-buahan, serta bentuk pulaunya, menyebabkan Tasmania terkenal sebagai The Apple Isle.

3. Australia Selatan


Kalau Australia Barat dapat disebut koloni suatu kongsi, maka Australia Selatan dapat disebut koloni suatu teori, karena pembentukannya didasarkan pada suatu teori yang dikemukakan oleh Wakefield. Australia Selatan dibentuk dengan memotong areal seluas 300.000 mil persegi dari wilayah New South Wales. Rombongan koloni pertama tiba pada tahun 1836, mendarat di Pulau Kangaroo, namun akhirnya memilih lokasi untuk menetap di tempat dimana sekarang berdiri Kota Adelaide.

Pada awal berdirinya koloni itu, disana berjalan dualisme kekuasaan yang membawa berbagai komplikasi. Namun, akhirnya pemerintah Inggris menghapuskan dualisme tersebut dengan cara memanggil kedua pejabat, gubernur dan komisaris residen, lalu mengangkat gubernur baru yaitu Gawler. Sejak tahun 1853 Australia Selatan mulai berusaha mempersiapkan pemerintahan sendiri, namun baru berlaku secara efektif pada tahun 1856.

4. Australia Barat


Daerah pantai Australia Barat sudah dikenal oleh pelaut-pelaut Belanda sejak dekade kedua abad ke-17. Kondisi alamnya yang gersang (menurut penglihatan mereka pada waktu itu), tidak merangsang orang-orang Belanda maupun Inggris untuk mendudukinya. Pada akhir abad ke-18 dan permulaan abad ke-19 ekspedisi-ekspedisi penyelidikan Perancis mengunjungi daerah pantai Australia Barat tersebut. Khawatir didahului oleh Perancis dan merasa terlalu jauh harus mengawasi daerah itu dari Sydney, mendorong Gubernur Darling mengirimkan mayor Lockyer mendirikan pos di King George Sound (Albany) pada tahun 1827.

Pada tahun yang sama, James Stirling menyelidiki daerah Swan River, dan sangat tertarik untuk mendudukinya. Terpengaruh oleh Stirling, Thomas Peel membentuk kongsi untuk membuka koloni di Swan River. Rombongan peel tiba di Swan River pada tahun 1829. Mula-mula mereka mendarat di suatu tempat dimana sekarang berdiri Fremantle, akan tetapi kemudian mereka pindah ke arah utara ke tempat dimana sekarang berdiri Kota  Perth. Dari sinilah berkembang koloni Australia Barat yang sekarang menjadi salah satu negara bagian dalam Common Wealth of Australia. Dibandingkan dengan koloni-koloni lain di Australia, Australia Barat adalah koloni terakhir yang melakukan pemerintahan sendiri sebagai daerah otonom dalam lingkungan kekuasaan Inggris.

5. Victoria


Sebagai bagian dari New South Wales, Victoria semula disebut Distrik Port Philip. Kolonis yang mula-mula dikirim ke daerah ini adalah rombongan David Collins yang ditugaskan membuka pemukiman di Sorento. Akan tetapi karena tempat ini kurang cocok untuk ditempati, Collins beserta rombongannya pindah ke Tasmania. Pada tahun 1837 Gubernur Bourke mengunjungi daerah in dan meresmikan nama-nama kota Williamstown dan Melbourne. Sampai tahun 1850 Victoria masih merupakan bagian dari New South Wales. Untuk mewakili gubernur disana diangkat seorang pengawas.

Rasa tidak puas di bawah New South Wales mendorong rakyat di Distrik Port Phillip menuntut pemisahan. Tuntutan ini mula-mula dijawab dalam bentuk hak distrik ini memilih 6 dari 24 anggota legislative council di New South Wales. Jawaban pemerintah ini tidak memuaskan mereka. Pada tahun 1850 Victoria dipisahkan dari New South Wales, dan sejak tahun 1851 menetapkan dan melaksanakan pemerintahan sendiri.

Dengan berdirinya koloni-koloni Tasmania, Queesland, Australia Barat, Australia Selatan, dan Victoria, maka lengkaplah penguasaan Inggris atas Benua Australia.

Penemuan Benua Australia dan Pembentukan Koloni-koloni di Australia

7 Teori Kepuasan Kerja Menurut Para Ahli
Kepuasan kerja menjadi salah satu hal yang diinginkan oleh semua pekerja. Kepuasan kerja tidak hanya diukur dengan berapa banyak materi yang dapat dihasilkan, tetapi sangat banyak dipengaruhi oleh berbagai macam faktor. Misalnya adalah lingkungan kerja yang mendukung, kenyaman seorang pekerja dalam mengaktulisasikan dirinya, dan sebagainya.

Di Indonesia sendiri, perjuangan pekerja untuk mendapatkan kesejahteraan pekerja sudah diperjuangankan, dan hasil yang didapatkan adalah telah ditetapkannya upah minimun regional (UMR) sehingga perusahaan-perusahaan atau lembaga-lembaga yang memperkerjakan karyawan sudah tidak bisa lagi membayar gaji karyawan denga sesuka hati.

Mila Badriyah (2015) menyatakan bahwa, kepuasan kerja adalah sikap atau perasaan karyawan terhadap aspek-aspek yang menyenangkan atau tidak menyenangkan mengenai pekerjaan yang sesuai dengan penilaian masing-masing pekerja. Sedangkan menurut Taufik Noor Hidayat menyatakan bahwa, keadaan emosional yang menyenangkan dengan mana para karyawan memandang pekerjaan mereka. Kepuasan kerja mencerminkan perasaan seseorang terhadap pekerjaannya. Ini dampak dalam sikap positif karyawan terhadap pekerjaan dan segala sesuatu yang dihadapi di lingkungan kerjanya.

Dari pengertian di atas maka, dapat disimpulkan bahwa kepuasan kerja berkaitan erat dengan penilaian seseorang terhadap apa yang dia kerjakan dalam sebuah organisasi atau perusahaan. Kemudian apa yang dia dapatkan setelah melakukan sebuah pekerjaan. Dengan demikian maka, kepuasan kerja juga merupakan upaya untuk memberikan layanan yang baik kepeda pekerja agar mereka menjadi nyaman dan merasa senang dalam bekerja. Dari sinilah maka, produktivitas kerja akan semakin meningkat.

Seocara teori kepuasan kerja banyak diungkapkan oleh para ahli, namun di sini akan dijabarkan 7 teori kepuasan kerja menurut para ahli yaitu sebagai berikut:

1. Teori Keadilan


Teori keadilan merinci kondisi-kondisi yang mendasari seorang pekerja akan menganggap adil dan masuk akal insentif dan keuntungan dalam pekerjaannya. Terori tersebut telah dikembangkan oleh adam(1963) dan teori ini merupakan variasi dari teori proses perbandingan sosial.

Komponen utama dari teori ini adalah input, hasil, orang bandingan dan keadilan dan ketidakadilan. Input adalah sesuatu yang bernilai bagi seseorang yang dianggap mendukung pekerjaanya, seperti : pedidikan, pengalaman, kecakapan, banyaknya usaha, dan peralatan pribadi yang digunakan untuk pekerjaanya. Hasil adalah sesuatu yang dianggap bernilai bagi seseorang yang diperoleh dari pekerjaanya, misalnya: upah atau gaji, keuntungan sampingan untuk berhasil atau ekspresi diri.

Menurut teori ini, seseorang menilai fair hasilnya dengan membandingkan hasilnya : rasio inputnya dengan hasil : rasio input dari seseorang orang bandingan. Orang bandingan mungkin saja dari orang-orang dlam organisasi. teori ini tidak memerinci bagaiman seseorang memilih orang bandingan atau berapa banyak orang bandingan yang akan digunakan.

2. Teori Pertentangan ( Discrepancy theory)


Teori pertentangan dari Locke menyatakan bahwa kepuasan atau ketidakpuasan terhadap beberapa aspek dari pekerjaan mencerminkan penimbangan dua nilai; 1) pertentangan antara apa yang diinginkan seseorang individu dengan apa yang diterima; 2) pentingnya apa yang diinginkan bagi individu. Kepuasan kerja secara keseluruhan bagi seorang individu adalah jumlah dari kepuasan kerja dari setiap aspek pekerjaan dikalikan dengan derajat pentingnya aspek pekerjaan bagi individu.

Menurut Locke seseorang individu akan merasa puas atau tidak merupakan suatu yang pribadi, tergantung bagaimana ia mempersiapkan adanya kesesuaian atau pertentangan antara keinginan-keinginannya dan hasil-keluarannya. Tambahan waktu libur akan menunjang kepuasan tenaga kerja yang menikmati waktu luang setelah bekerja, tetapi tidak akan menunjang kepuasan kerja seseorang tenaga kerja lain yang merasa waktu luangnya tidak dapat dinikmati.

Kepuasan atau ketidakpuasan dengan sejumlah aspek pekerjaan tergantung pada selisih antara apa yang telah dianggap telah didapatkan dengan apayang diinginkan. Jumlah yang diinginkan dari karekteristik pekerjaan didefinisikan sebagai jumlah minimum yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan yang ada. Seseorang akan terpuaskan jika tidak ada selisih antar kondisi-kondisi yang diinginkan dengan kondisi-kondisi yang aktual. Semakin besr kekurangan dan semakin banyak hal-hal penting yang diinginkan, semakin besar ketidakpuasannya.

Jika terdapat lebih banyak jumlah faktor pekerjaan yang dpat diterima secara minimal dan kelebihaanya menguntungkan, orang yang bersangkutan akan sama puasnya bila terdapat selisih dari jumlah yang diinginkan.

3. Teori Dua Faktor


Teori Dua Faktor sikap kerja menyatakan bahwa kepuasan kerja secara kkualitatif berbeda dengan ketidakpuasan kerja (Herzberg, 1996; Herzberg, Mausner, Snyderman, 1959) Menurut teori ini, karakteristik pekerjaan dapat dikelopokan menjadi dua kategori, yang satu dinamakan “distisfiers” atau “hygiene factors” dan yang lain dinamakan “satisfiers” atau “motivator”.

Hygiene factors meliputi hal – hal seperti : gaji, pengawasan, hubungan antar pribadi, kondisi kerja, dan status. Karyawan hanya terpuaskan jika terdapat jumlah yang memadai untuk faktor-faktor pekerjaan yang dinamakan satisfiers. Satisfiers adalah karakteristik yang relevan dengan kebutuhan-kebutuhan urtan lebih tinggi seseorang serta perkembangan psikologinya, mencakup pekerjaan yang menarik, penuh tantangan, kesempatan untuk berprestasi, penghargaan dan promosi. Jumlah satisfiers yang tidak dapat mencukupi akan merintangi para pekerja mendapatkan kepuasan positif yang menyertai pertumbuhan psikologis.

4. Model dari Kepuasan Bidang/bagian (Facet satisfaction)


Model Lawler dari kepuasan bidang berkaitan erat dengan teori keadilan dari Adams. Menurut Model Lawler, orang akan puas dengan bidang tertentu dari pekerjaan mereka( misalnya dengan rekan kerja, atasan dan gaji) jika jumlah dari bidangmereka persepsikan harus mereka terima untuk melaksanakan pekerjaan mereka sama dengan jumlah yang mereka persepsikan dari yang secara aktual mereka terima.

Contoh yang dapat diberikan misalnya persepsi seorang tenaga kerja terhadap jumlah honor yang seharusnya ia terima berdasarkan unjuk kerjanya dengan persepsi tentang honorarium yang secara aktual mereka terima. Jika ia menerima honor lebih dari yang sepatutnya ia terima maka ia akan merasa salah dan tidak adil. Sebaliknya jika ia mempersepsikan ia terima kurang dari sepatutnya maka ia akan tidak puas.

5. Teori ERG (Eksistensi-Relasi-Pertumbuhan)


Teori ERG beragumentasi bahwa sebetulnya terdapat tiga kelompok kebutuhan dasar, yaitu kebutuhan terhadap keberadaan, saling berhubungan dan pertumbuhan (existence, relatedness and growth). Kebutuhan keberadaan adalah kebutuhan material pokok untuk tetap berada. Kebutuhan ini adalah kebutuhan fisiologis dan rasa aman seperti pada Maslow. Kebutuhan saling berhubungan adalah suatu keinginan individu untuk mempertahankan hubungan penting dengan individu yang lain. Kebutuhan ini mencakup kebutuhan sosial dan penghargaan. Sedangkan kebutuhan pertumbuhan adalah keinginan instrinsik untuk pengembangan pribadi. Kebutuan ini mencakup kebutuhan aktualisasi diri dari Maslow dan bagian instriksik dari harga diri.

Selain ketiga kebutuhan di atas, teori ini juga menjelaskan bahwa kebutuhan individu tidak harus dimulai dari kebutuhan pertama. Akan tetapi kebutuhan tersebut dapat terjadi terjadi secara bersama-sama. Jika kepuasan terhadap kebutuhan yang lebih tinggi terganggu, maka kebutuhan yang lebih rendah akan mendorongnya untuk mencapai tingkat kepuasan.

Aplikasi terhadap proses pemberian motivasi adalah, seorang manager harus mengetahui ketiga kebutuhan tersebut dan berusaha menyeimbangkan ketiga kebutuhan tersebut. Dengan demikian stafnya dapat mengembangkan motivasinya dalam bekerja.

6. Teori Proses Bertentangan (Opponent Process Theory)


Teori Proses Bertentangan dari Landy memandang kepuasan kerja dari perspektif yang berbeda secara mendasar daripada pendekatan yang lain. Teori ini menekankan bahwa orang ingin mempertahankan suatu keseimbangan emosional (emotional equilibrium). Teori ini mengasumsikan bahwa kondisi emosional yang ekstrim tidak memberikan kemaslahatan. Kepuasan atau ketidakpuasan kerja (dengan emosi yang berhubungan) memacu mekanisme fisiologikal dalam sistem saraf pusat yang membuat aktif emosi bertentangan atau berlawanan. Dihipoteiskan bahwa emosi yang berlawanan, meskipun lebih dari emosi yang asli, akan terus ada dalam jangka waktu yang lebih lama.

Teori ini menyatakan bahwa jika orang memperoleh ganjaran pada pekerjaan mereka akan merasa senang, sekaligus ada rasa tidak senang (yang lemah). Setelah beberapa saat rasa senang akan menurun danada adapat menurun sedemikian rupa sehingga orang merasa agak sedih sebelum kembali ke normal. Ini karena emosi tidak senang ( emosi yang berlawanan) bertahan lebih lama.

7. Teori Hierarki Kebutuhan dari Abraham Maslow


Teori ini berpendapat bahwa dalam setiap individu memiliki lima hierarki kebutuhan mulai kebutuhan yang mendasar sampai dengan kebutuhan yang lebih tinggi. Kebutuhan tersebut adalah kebutuhan fisiologis, rasa aman, sosial, penghargaan dan aktualisasi diri. Maslow berpendapat bahwa orang berusahan memenuhi kebutuhan pokok (fisiologis) sebelum mengarahkan perilaku memenuhi kebutuhan yang lebih tinggi (perwujudan diri).

Karyawan memiliki kebutuhan untuk memuaskan hierarchi kebutuhannya pada tingkat yang berbeda. Karyawan kontrak (buruh kasar) lebih berorientasi pada pemenuhan kebutuhan bertahan hidup (fisologis) sedangkan seorang yangmemiliki keahlian lebih mencari pemuasan dalam  pemenuhan kebutuhan perwujuan diri. Seorang yang telah merasa cukup atas upah yang diterima (fisiologi) maka di akan berusaha memuaskan kebutuhan yang lebih tinggi. (Munandar, 2001).

Ketujuh teori kepuasan kerja di atas diungkapkan oleh para ahli yang sesuai dengan kondisi dimana dia berada atau apa yang telah dia teliti di lingkunannya. Sehingga secara umum bisa saja berlaku dalam lingkungan kerja yang berbeda dan juga bisa sebaliknya. Sehingga pada dasarnya kepuasan kerja berasal dari setiap individu yang merasakan apa yang berasal dari lingkungan kerjanya.

Demikianlah postingan kali ini tentang 7 teori kepuasan kerja menurut para ahli, semoga dapat bermanfaat.

7 Teori Kepuasan Kerja Menurut Para Ahli

Az-Zahrawi, Dokter Bedah yang Sangat Berpengaruh dalam Ilmu Kedokteran
Abad ke-10 menjadi puncak zaman keemasan dinasti Umayyah di Andalusia. Di bawah kepemimpinan Abd ar-Rahman An-Nasir (memerintah 912-961) dan putranya Al-Hakam II, dinasti ini menegakkan kedaulatannya atas hampir seluruh Semenanjung Iberia. Ibukota Cordoba berkembang menjadi kota metropolitan terbesar di Eropa, sebuah kota berpenduduk setengah juta manusia. Lembaga-lembaga pendidikan dan agama serta perdagangan dan industri berkembang dalam suasana pergolakan intelektual.

Pada tahun 936, An-Nasir memulai pembangunan ibu kota baru yaitu kota Az-Zahra, di lereng gunung Al-Arus, sebuah gunung berjarak enam mil di barat laut Cordoba. Kota ini dibangun sebagai pusat politik dan militer. Kota baru ini menjadi monumen arsitektur Muslim abad ke-10. Istana-istana megahnya, tempat tinggalnya, dan taman-tamannya yang indah telah membuat beberapa sejarawan menyebutnya sebagai "Versailles of Umayyads."

Pada saat yang sama, dinasti Umayyah Andalusia memberikan perlindungan dan menyokong perkembangan seni dan ilmu pengetahuan, termasuk ilmu kesehatan dan ilmu biologi. Akibatnya, sejumlah besar dokter terkemuka tertarik ke ibukota dan menambah kemajuan kedokteran dan farmasi Islam dengan tulisan dan penelitian mereka lakukan.

Di kota kerajaan ini di tengah-tengah atmosfer pencapaian intelektual inilah Abu al-Qasim Khalaf bin Abbas Az-Zahrawi, yang lebih dikenal di Barat dengan nama Latinnya Albucasis, dilahirkan sekitar tahun 938. Ia adalah soerang dokter ahli bedah Muslim tersohor di eropa Eropa dan dunia. Dia melebihi Galenus, seorang dokter bedah di Eropa yang tersohor sebelumnya.

Naskah tentang dokter bedah Eropa Abad Pertengahan menyatakan bahwa Az-Zahrawi lebih sering daripada Galen. Namun karena kota kelahiran Az-Zahra dihancurkan pada tahun 1011 maka hanya sedikit saja yang diketahui dengan pasti tentang kehidupan awalnya.

Kitab Jadhwat al-Muqtabis (Tentang Andalusia Savants) milik Al Humaydi berisi tentang biografi dokter Islam yang ada (walaupun sketsa) yang ada, yang hanya mencantumkan leluhurnya, tempat tinggalnya, dan perkiraan tanggal kematiannya.

Pengetahuan Az-Zahrawi tentang kedokteran ditulis dalam karyanya yang berjudul At-Tasrif liman 'Azija' an at-Ta'lif (Metode Pengobatan). At-Tasrif merupakan ringkasan 30 risalah yang dikumpulkan dari data medis yang diakumulasikan Az-Zahrawi dalam karir medis yang ia jalankan selama lima dekade, yang dimulai dari dia belajar dan melakukan praktek secara medis.

Di dalam At-Tasrif, Az-Zahrawi mennulis ensiklopedia medis yang mencakup sejumlah aspek ilmu kedokteran yang menekankan pada kebidanan, kesehatan ibu dan anak, serta anatomi dan fisiologi tubuh manusia.

At-Tasrif menguraikan penyebab, gejala dan pengobatan penyakit, dan membahas persiapan obat-obatan dan terapi, yang mencakup obat-obatan emetik dan jantung, obat pencahar, geriatri, tata rias, dietetika, medica materia, berat dan ukuran, serta penggantian obat.

Analisis Az-Zahrawi tentang kesehatan ibu dan anak dan profesi kebidanan sangat menarik dalam sejarah keperawatan. Teksnya menyiratkan bahwa ada profesi yang berkembang subur dari bidan terlatih dan perawat yang ada selama di berada di Andalusia pada abad ke-10. Dia dan dokter ahli obstetri yang sudah terlatih lainnya menginstruksikan dan melatih bidan untuk melaksanakan tugas mereka dengan pengetahuan dan keyakinan.

Volume terakhir dan terbesar dari At-Tasrif adalah On Surgery (pembedahan) yang merupakan pencapaian terbesar dari ilmu bedah/operasi abad pertengahan. Tulisan itu merupakan risalah bedah pertama yang ditulis secara mandiri oleh Az-Zahrawi.

Tulisan ini mencakup berbagai masalah bedah termasuk kauterisasi, perawatan luka, ekstraksi panah, dan pengaturan tulang pada fraktur sederhana dan majemuk. Az-Zahrawi juga memperkenalkan penggunaan antiseptik pada luka dan cedera kulit; jahitan yang dirancang dari usus binatang, sutra, wol dan bahan lainnya; dan mengembangkan teknik untuk memperluas saluran kemih dan mengeksplorasi pembedahan rongga tubuh.

Az-Zahrawi adalah yang pertama merinci operasi klasik untuk kanker payudara, lithotrities untuk batu kandung kemih, dan teknik untuk menghilangkan kista tiroid. Dia menggambarkan dan mengilustrasikan forsep obstetri, tetapi hanya merekomendasikan penggunaannya dengan janin yang sudah meninggal, dan memberikan deskripsi pertama yang diketahui tentang postur kebidanan yang sekarang dikenal sebagai "posisi Walcher."

At-Tasrif juga merupakan karya pertama dalam pembuatan diagram instrumen bedah, merinci lebih dari dua ratus, banyak di antaranya merupakan rancangan Az-Zahrawi sendiri. Kebanyakan dari instrumen ini yang sudah dimodifikasi masih digunakan sampai sekarang.

Dengan kebangkitan kembali keinginan Eropa dalam ilmu kedokteran, At-Tasrif dengan cepat menjadi referensi standar dan diterjemahkan ke dalam bahasa Latin sebanyak lima kali. Susunan karya, diksi yang jelas, dan penjelasannya yang jelas berkontribusi pada popularitas dan kesuksesan besar.

Pengaruh Az-Zahrawi pada perkembangan bedah Eropa sangat dalam dan bertahan hingga saat ini. Guy de Chauliac, yang dikenal sebagai "Pemulih Bedah Eropa," mengutip tulisan-tulisan Az-Zahrawi lebih dari 200 kali.

Az-Zahrawi, Dokter Bedah yang Sangat Berpengaruh dalam Ilmu Kedokteran

Analisis Film Before The Flood (2016)*
Film Before The Flood merupakan salah satu film dokumenter Amerikas Serikat yang dirilis pada tahun 2016. Film ini disutradarai oleh Fisher Stevens dan merupakan film dokumenter kelas dunia yang dibintangi oleh Leonardo DiCaprio. Lalu apa saja yang diangkat dalam film ini? Berikut ini ulasannya.

Masalah Lingkungan dalam Film Before The Flood


Robert O. Keohane dan Joseph S. Nye (2001),[1] dalam buku mereka, Power and Interdependence, menyatakan bahwa dalam perkembangan kontemporer, isu cakupan isu dalam studi hubungan tidak hanya sekadar membahas isu tradisional seperti militer dan kemananan saja, akan tetapi juga isu-isu non-konvensional seperti lingkungan dan Hak Asasi Manusia.

Khususnya untuk isu lingkungan, menurut Andrew Hurrel (1995),[2] setidaknya dalam tiga dekade terakhir, cukup signifikan menjadi konsen dalam studi hubungan internasional. Beberapa sebab di antaranya adalah meningkatnya degradasi lingkungan, ilmu pengetahuan dan teknologi, serta kesadaran ekologis. Selain itu, isu lingkungan yang sifatnya transboundary dan mengglobal turut andil dalam mengantar isu tersebut dalam studi hubungan internasional.[3]

Perubahan iklim adalah salah satu isu lingkungan yang paling sering dan paling mutakhir dibicarakan dalam hubungan internasional. Menurujuk pada Stephen H. Schneider (2002),[4] maka perubahan iklim jika ditinjau dari terminologinya adalah perubahan variabel iklim seperti suhu udara dan curah hujan yang terjadi secara berangsur-angsur dalam periode waktu yang panjang. Terminologi perubahan iklim sering disamakan dengan terminologi pemanasan global. Akan tetapi pemanasan global bukan satu-satunya gejala perubahan iklim, oleh karenanya lebih tepat menggunakan terminologi perubahan iklim.

Perubahan iklim sebenarnya merupakan proses yang alami akan tetapi perubahan tersebut menjadi semakin cepat karena dipicu aktivitas manusia. Percepatan perubahan iklim tersebut dimulai sejak revolusi industri. Sebagaimana diungkapkan Ban Ki-Moon, “perubahan iklim datang jauh lebih cepat. Kita sudah melihat pola cuaca yang luar biasa ekstream.”[5]

Percapatan laju perubahan iklim sejatinya sudah dimulai sejak awal revolusi industri. Revolusi industri membuat manusia secara berlebihan menggunakan bahan bakar fosil, melakukan deforestasi dan penggunaan lahan, yang kesemuanya itu menjadi penyebab menumpuknya Gas Rumah Kaca (GRK) di atmosfer.

Meskipun isu perubahan iklim merupakan suatu kebenaran, setidaknya didukung oleh 98persen ilmuwan iklim, akan tetapi secara politis isu perubahan iklim ini belum menjadi perhatian para pengambil kebijakan. Para pengambil kebijakan yang notabene adalah politikus lebih memperhatikan popularitas dan kekuatan modal ketimbang substansi kebenaran dari hasil kajian para ilmuwan ilmuwan.

Dalam film Before The Flood  digambarkan bagaimana gletser-gletser purba di Greenland dan di Arktik yang secara cepat menghilang, jauh lebih cepat dari prediksi ilmiah, polusi industri berupa kadar racun di udara di Beijing, China, penebangan habis-habisan hutan boreal di Kanada dan hutan hujan tropis di Indonesia, curah hujan yang tak terduga hingga menghancurkan pertanian di India, serta naiknya permukaan air laut di Miami, Amerika, dan di Karibati, sebuah Negara kepulauan di samudera Pasific, yang terancam akan hilang dari peta dunia.

Peran Aktor dalam Film Before The Flood


Dengan berakhirnya perang dingin yang melibatkan dua Negara adidaya di dunia ini, Amerika Serikat dan Uni Soviet, turut berdampak pada adanya perubahan isu dan aktor dalam studi hubungan internasional. Dalam hal actor hubungan internasional, menurut Margareth E. Keck dan Kathryn Sikkink (1998),[6] hubungan internasional bukan sekadar interaksi antar Negara tetapi meliputi interaksi antar berbagai actor non negara baik dengan sesamanya maupun dengan Negara.

Sebagai persoalan yang mengglobal, permasalahan lingkungan, yakni perubahan iklim, telah melibatkan banyak aktor, baik actor Negara maupun actor-non Negara. Menurut Goldstein (2005),[7] Negara boleh jadi aktor yang paling penting dalam hubungan internasional, tetapi mereka sangat tergantung, terbatasi dan dipengaruhi oleh aktor bukan Negara.Terdapat banyak aktor non-negara yang mempunyai pengaruh dan legitimasi yang independen dari negara.

Menurut Minix (1998), actor-aktor selain Negara terbagi menjadi tiga, yaitu: Intergovernmental Organization (IGO) atau organisasi antar pemerintah; Nongovernmental Organization (NGO) atau oranisasi non-pemerintah; dan Multinational Corporations (MNCs) atau perusahaan multinasional.[8]

Dalam Before The Flood, baik actor Negara maupun actor non-negara dengan ketiga pembagiannya terlibat. Multinational Corporations (MNCs) atau perusahaan multinasional sebagai indutri besar yang trans Negara dalam menjalankan aktivitas cukup banyak memberikan dampak kepada kemerosotan lingkungan untuk efekivitas dan efieinsi produksi guna menekan cost sekecil-kecilnya guna mendapatkan laba sebesar-besarnya. Sebagai contoh yang menarik, sebagimana dipaparkan dalam film adalah hutan yang dengan sengaja dinyalakan di Sumatera untuk membuat perkebunana kelapa sawit untuk  memperoleh minyak sayur termurah.

Contoh lain yang tidak kalah tragisnya adalah di China, ketika industrialiasasi membuat hampir seluruh warga kota menggunakan masker guna tidak menghirup udara yang memiliki kadar racun akibat polusi.

Baik di China, India, maupun Indonesia, actor non-negara seperti Nongovernmental Organization (NGO) berperan menekan pemerintah sebagai actor negara dengan data dan temuan yang ilmiah guna pemerintah mengambil kebijakan pro terhadap lingkungan hidup, akan tetapi sepertinya, isu lingkungan tidak begitu populis dan berpotensi memposisikan pemerintah pada posisi yang berlawanan dengan Multinational Corporations (MNCs) atau perusahaan multinasional, actor non pemerintah yang bergerak dengan kekuatan modal yang besar.

Penanganan Masalah Lingkungan


Penanganan masalah kemerosotan petama dan utama adalah mulai merubah pandangan “antrophosentrism”, bahwa manusia adalah ukuran segalanya dan tidak ada sama sekali pertimbangan apapun di luar manusia, katakanlah seperti alam. Pandangan bahwa manusia adalah ukuran segalanya membuat manusia mengkesploitasi alam tanpa batas dan alam mengalami kemorosotan sehingga pada titik tertentu tidak layak dihidupi.

Berikut adalah persoalan gaya hidup. Sebagaimana kita ketahui bahwa sebagai masyarakat maju, sebagaimana kata Rostow, ditandai dengan adanya high-consumption, konsumsi tingkat tinggi. Persoalannya, hal tersebut berkonsekusnsi pada kemerosotan lingkungan. Persoalannya makin rumit karena sejak awalnya sudah ada ketimpangan pemakaian sumber daya energy. Sunita Narain dari Centre For Science And Environment, Delhi, menunjukan bahwa konsumsi energy listrik satu warga Amerika di rumah setara dengan 34 warga India. Gaya hidup manusia di Negara maju dapat berakibat pada hilangnya sebuah Negara dari peta dunia.

Untuk menekan gaya hidup yang hyper-consumption, oleh Gregory Mankiw, Profesor Ekonomi dari Harvard University, menyarankan tentang pajak karbon. Ketika ditanyakan oleh Leonardo DiCaprio tentang kenapa Amerika belum punya pajak karbon? Profesor Mankiw menjawab, “para politikus tidak selalu mengikuti kata-kata para profesor.”[9]

Masyarakat harus bergerak, menekan pemerintah untuk memainkan perannya sebagai actor Negara dalam membuat kebijkan yang pro terhadap lingkungan hidup. Menerapkan system yang ketat terhadap Multinational Corporations (MNCs) sekaligus mencari energy alternatif yang dapat diperbaharui dan ramah lingkungan.

-------------
*) Catatan ini adalah tugas kuliah pada Desember 2016, di Jurusan Hubungan Internasional, Universitas Bosowa, Makassar

[1] Robert O. Keohane dan Joseph S. Nye, Power and Interdependence, New York: Longman, 2001, hal. 3

[2] Ken Booth dan Steven Smith, International Relation Theory Today, Pennsylvania: University Press, 1995, hal. 130

[3] Ibid.

[4] Stephen H. Schneider, et. Al. Climate Change Policy: A Survey, Washington: Island Press, 2002, hal. 3

[5] Dalam Before The Flood, 2016

[6] Margareth E. Keck dan Kathryn Sikkink, Activist Beyond Border: Advocacy Networks in International Politics, Ithaca: Cornell University, 1998, hal. 1

[7] Joshua S. Goldstein, International Relations, Pearson/Longman, hal. 12

[8] Dean A. Minix dan Sandra Hawley (1998), Global Politics, dalam Teguh Andi Raharjo, Aktor-Aktor di Balik Hubungan Internasional http://hibanget.com/aktor-aktor-di-balik-hubungan-internasional/ diakses pada 23 Desember 2016

[9] Dalam Before The Flood, 2016
Postingan ini dikirim oleh:
Photo

Learning to appreciate a process for a change

Analisis Film Before The Flood (2016)*

Cara Memasang Kotak Subscribe Keren dan Responsive di Atas Footer Blog - Seperti Template Viral Go
Kotak subscribe merupakan salah satu widget berlangganan yang sangat baik untuk dipasang di blog. Widget ini memiliki fungsi untuk mendatangkan visitor melalui semua artikel terbaru yang dikirim ke setiap email subscribe secara otomatis dan gratis tanpa ada biaya dari kedua belah pihak. Keuntungannya adalah subscribe tidak perlu lagi mengecek setiap artikel baru laman website atau blog yang diikutinya lagi, tetapi langsung masuk ke email. Sedang pemilik blog akan mendapatkan viewer yang banyak dan baik untuk seo blog.

Untuk pengguna template viral go premium, sebenarnya tidak perlu repot-repot memasangnya lagi, karena pada template viral go plus sudah terpasang kotak subscribe keren dan responsive ini. Namun pada template viral go lainnya belum terpasang. Sehingga bagi pengguna template viral go bisa mencobanya. Bagi blog yang menggunakan template lain boleh juga memasangnya, namun jika tampilannya kurang pasa maka, mungkin tidak cocok - silahkan dicoba saja dulu.

Sebelum memasang kode widget kotak subscribe keren dan responsive ini di blog, terlebih dahulu sahabat mengetahui ID FeedBurner Google sahabat yang berada di situs feedburner.google yang berada di bagian feed addres. Setelah mengetahuinya maka, silahkan ikut langkah-langkah di bawah ini untuk memasang kotak subscribe keren dan responsive di atas footer blog.

Cara Memasang Kotak Subscribe Keren dan Responsive di Atas Footer Blog - Seperti Template Viral Go

Cara Memasang Kotak Subscribe Keren dan Responsive di Atas Footer Blog


Langkah langkah dalam memasang kotak subscribe seperti yang ada pada template viral go plus adalah sebagai berikut:

1. Log in ke blog anda, kemudian pilih (klik) Tema > selanjutnya pilih (klik) Edit HTML

2. Cari kode </style> yang pertama (gunakan Ctrl+F untuk mempercepat), kemudian letakkan kode di bawah ini tepat di atasnya.

/* Footer Subscription */
#na-wrapper{background:#fff;width:100%;border-top:1px solid rgba(0,0,0,0.08)}
.invertsubs-content{max-width:970px;margin:0 auto;overflow:hidden;padding:0;position:relative}
#invertsubs-subs{text-align:center;text-transform:uppercase;width:100%;height:auto;border-radius:2px;padding:0}
#invertsubs-subs .emailfield form.invertsubs-form{position:relative;margin:0 auto 40px auto;overflow:hidden;width:65%}
#invertsubs-subs p{color:#888;padding:40px 20px 20px 20px;margin:0;overflow:hidden}
#invertsubs-subs .emailfield{padding:0 20px 10px}
#invertsubs-subs .emailfield input{width:100%;color:#888;padding:15px;font-size:13px;border:1px solid rgba(0,0,0,0.1);background:rgba(255,255,255,1)}
#invertsubs-subs .emailfield input:focus{color:#000;outline:0}
#invertsubs-subs .emailfield input::-webkit-input-placeholder{color:#888}
#invertsubs-subs .emailfield input::-moz-placeholder{color:#888}
#invertsubs-subs .emailfield input:-ms-input-placeholder{color:#888}
#invertsubs-subs .emailfield input:-moz-placeholder{color:#888}
#invertsubs-subs .emailfield .submitbutton{display:inline-block;position:absolute;right:0;top:0;background:#222;color:rgba(255,255,255,1);text-transform:uppercase;border:0;outline:0;cursor:pointer;width:20%;border-radius:0;transition:all .1s}
#invertsubs-subs .emailfield .submitbutton:active{border:0;outline:0}
#invertsubs-subs .emailfield .submitbutton:hover{background:#000;color:rgba(255,255,255,1);box-shadow:0 10px 20px -10px rgba(0,0,0,0.1)}
@media screen and (max-width:768px){
#invertsubs-subs .emailfield form.invertsubs-form{width:95%}#invertsubs-subs .emailfield .submitbutton{width:auto}}

3. Selanjutnya cari kode <footer class='footer' id='footer, kemudian letakkan kode di bawah ini tepat di atasnya.

<div id='na-wrapper'>
<div class='invertsubs-content'>
<div id='invertsubs-subs'>
<p>Subscribe Our Newsletter</p>
<div class='emailfield'>
<form action='https://feedburner.google.com/fb/a/mailverify' class='invertsubs-form' method='post' novalidate='' onsubmit='window.open(&apos;http://feedburner.google.com/fb/a/mailverify?uri=coretanzoneid&apos;, &apos;popupwindow&apos;, &apos;scrollbars=yes,width=550,height=520&apos;);return true' target='popupwindow'>
  <input name='email' placeholder='Your email address' title='Email' type='text'/>
  <input name='uri' type='hidden' value='coretanzoneid'/>
  <input name='loc' type='hidden' value='en_US'/>
  <input class='submitbutton' type='submit' value='Subscribe'/>
</form>
</div></div></div></div>

4. Ganti dua kode coretanzoneid dengan ID FeedBurner anda, kemudian klik simpan dan lihat blog anda.

Jika kotak subscribe-nya belum sesuai dengan template anda, silahkan letakkan kode kedua sesuai dengan kode template yang anda miliki

Sekian dulu postingan kali ini tentang cara memasang kotak subscribe keren dan responsive di atas footer Blog - seperti template Viral Go, semoga dapat bermanfaat bagi pengembangan blog anda.

Cara Memasang Kotak Subscribe Keren dan Responsive di Atas Footer Blog - Seperti Template Viral Go