Coretanzone: Video

    Social Items

Bacaann surat Ar Rahman Ayat 1-16 Oleh Mevlan Kurtishi
Surah Ar-Rahman (Arab : الرّحْمنن) merupakan surah ke-55 dalam al-Qur'an. Surah ini termasuk dalam surat makkiyah, terdiri atas 78 ayat. Diberi nama Ar-Rahmaan yang bermakna Yang Maha Pemurah yang diambil dari kata Ar-Rahman yang ada pada ayat pertama surah ini. Ar-Rahman merupakan satu diantara beberapa nama Allah. Sejumlah besar dari surah ini menjelaskan kepemurahan Allah swt. pada hamba-hamba-Nya, yakni dengan memberi nikmat-nikmat yang tidak terhingga baik didunia ataupun di akhirat kelak.

Keunikan surah ini ialah kalimat berulang 31 kali Fa-biayyi alaa'i Rabbi kuma tukadzdzi ban (Jadi nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?) yang terdapat diakhir tiap-tiap ayat yang memaparkan rahmat Allah yang diberikan untuk manusia.

Teks surat Ar-Rahman Ayat 1-16

بِسْـــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

الرَّحْمَٰنُ

1. (Tuhan) Yang Maha Pemurah,

عَلَّمَ الْقُرْآنَ

2. Yang telah mengajarkan al Quran.

خَلَقَ الْإِنْسَانَ 

3. Dia menciptakan manusia.

عَلَّمَهُ الْبَيَانَ

4. Mengajarnya pandai berbicara.

الشَّمْسُ وَالْقَمَرُ بِحُسْبَانٍ

5. Matahari dan bulan (beredar) menurut perhitungan.

وَالنَّجْمُ وَالشَّجَرُ يَسْجُدَانِ

6. Dan tumbuh-tumbuhan dan pohon-pohonan kedua-duanya tunduk kepada-Nya.

Video Bacaan Surat Ar-Rahman Ayat 1-16 oleh Mevlan Kurtishi

Berikut ini video bacaan surat Ar-Rahman Ayat 1-16 oleh Mevlan Kurtishi.



Demikianlah bacaann surat ar-Rahman ayat 1-16 oleh Mevlan Kurtishi semoga al-Quran menjadi pelindung dan bekal bagi kita semua di dunia dan di akhirat kelak. Amin.

Bacaann surat Ar Rahman Ayat 1-16 Oleh Mevlan Kurtishi



Sebelum agama-agama besar datang ke bumi raja-raja (Maluku), kepulauan kei sudah menganut kepercayaan lokal. Mereka percaya bahwa roh, batu, pohon besar, tempat-tempat keramat dan alam semesta memiliki kekuatan mistik. Dari sinilah lahir berbagai bentuk pemujaan terhadap benda-benda tersebut, yang kemudian oleh para pakar menyebutnya sebagai kepercayaan anemisme dan dinamisme.

Banyak bentuk pemujaan salah satunya yaitu tarian minta hujan, yang saat ini tidak lagi bernilai mistik tetapi dilestarikan sebagai warisan budaya.

Tarian pemanggil hujan atau minta hujan merupakan salah satu tarian yang ditampilkan saat musim kemarau yang berkepanjangan. Tarian ini biasanya ditarikan di pinggir pantai saat air sedang surut besar yang oleh masyarakat maluku dan papua pada umumnya menyebut air surut besar sebagai meti kei.

Ritual pemanggil hujan dalam bentuk tarian di kepulauan kei ditarikan oleh kaum wanita dan diutamakan kepada mereka yang masih gadis, sedangkan kaum pria (pemuda) memukul dua buah batang bambu yang menghasilkan suara musik trasdisional. Alat pemukul berasal dari bambu pula.

Ritual dan pemujaan terhadap alam semesta bukan tentang menyembah alam sebagai Tuhan, tetapi sebagai bentuk peringatan bahwa alam semesta ini saling berhubungan, sehingga menjaga kelestarian alam sudah menjadi tanggung jawab semua generasi manusia.

Video Tari Pemanggil Hujan, Ritual di Kepulauan Kei

Suku tionghoa atau tiongkok (pada dasarnya penggunaan kata tionghoa dan tiongkok berbeda, namun memiliki makna yang mengarah kepada suatu wilayah negara yang berada di Asia Timur) sudah memiliki tradisi dan budaya yang ada sejak sebelum masehi. Peradaban tiongkok maju seiring dengan kemajuan kerajaan-kerajaan cina yang sebagian dinastinya pernah menaklukkan dunia.

Walaupun di Indonesia kata cina memiliki konotasi yang buruk, namun pada dasarnya setiap peradaban yang datang ke Indonesia sudah mendapatkan tempatnya, bahkan sudah terjadi berbagai akulturasi budaya luar dengan budaya lokal yang ada di Nusantara.

Budaya tionghoa saat ini sudah banyak dikenal oleh masyarakat dunia atau istilah kerennya mendunia, salah satunya tarian tradisional tionghoa yang banyak ditampilkan di berbagai negara. Dua tarian yang sangat indah dan mendunia adalah:

1. Tarian Dewi Seribu Tangan



Tarian Dewi Seribu Tangan atau dalam bahasa mandarin Qian Shou Guan Yin menurut sejarah merupakan tarian yang ditampilkan untuk menghibur kaisar, musiknya juga bernuansa kekaisaran. Tarian seribu tangan saat ini tidak hanya dinikmati oleh kaisar tetapi bisa juga dinikmati oleh masyarakat luas, karena ditampilkan di berbagai acara termasuk hari-hari besar agama budha.

Layaknya seribu tangan, tarian ini ditarikan oleh hampir 20 penari, baik laki-laki maupun perempuan. Gerakan tarian ini sangat rumit tetapi memiliki nilai seni yang sangat tinggi. Keindahannya dapat memikat mata setiap penonton. Bagi orang budha tarian ini bukan sekedar sebagai tradisi atau pertunjukan semata, tetapi juga sebagai pemujaan dan ritual keagamaan.

Tarian dewi seribu tangan dalam setiap gerakannya menceritakan tentang sifat-sifat Dewi Kwan Im yang dalam kepercayaan agama budha sebagai dewi welas asih. Tarian ini bermakna kehidupan yang tenang, aman dan tentram.

Video yang diunggah oleh channel youtube Ben Adyant ini baru ditonton beberapa kali, dan akan terus bertambah.

2. Tarian Barongsai



Salah satu tarian tardisional suku tionghoa yang sudah mendunia adalah tarian barongsai yang keberadaannya bisa dilacak sejak abad ke-3 sebelum masehi, menurut catatan sejarah pada masa dinasti Qhin (Chin). Dalam perkembangannya kesenian barongsai kemudian populer pada zaman dinasti Nen Bai (Selatan Utara).

Barongsai merupakan tarian singa yang penarinya menggunakan sarung dan topeng yang menyerupai singa. Tarian ini di Indonesia paling banyak ditampilkan pada saat hari raya Imlek (Tahun Baru Imlek) dan saat ini sudah ada kompetisi khusus untuk tarian barongsai. Barongsai ditarikan oleh 2 orang dengan pengiring musik (drummer) sekitar 4 orang.

Di Indonesia barongsai diperkirakan masuk pada abad ke 17 masehi, ketika terjadi migrasi besar-besaran dari cina selatan. Di zaman orde lama, barongsai dilarang untuk ditampilkan, namun ketika masa reformasi dan ketika GusDur menjadi presiden, barongsai diizinkan untuk ditampilkan di tempat umum, bukan itu saja bahkan kepercayaan agama Kong Hu Cu diizinkan untuk berada di Indonesia.

Video yang diunnggah oleh channel youtube Jason Long sudah ditonton oleh 147.047, dan akan terus bertambah.

2 Tarian Tradisional Tionghoa Yang telah Mendunia