Coretanzone: Zakat

    Social Items

Jenis-jenis Harta Apa Saja Yang Perlu Dizakati? Berikut ini penjelasan tentang zakat mal
Dalam tulisan terdahu telah dijelaskan bahwa membayar zakat fitrah, merupakan kewajiban yang tak boleh ditawar oleh siapapun bagi seluruh umat Islam. Bentuk yang lazim dikenal masyarakat berupa beras dengan takaran 2,7 kg untuk setiap jiwa, atau pengantian uang senilai harga beras tersebut. Namun faktanya zakat tidak hanya berwujud tentang itu saja.

Di bawah ini beberapa hal tentang harta benda apa saja yang wajib dizakati, bila kebetulan Anda miliki. Jangan sampai dilupakan, hanya fokus pada zakat yang sudah familir dikenal oleh kaum muslim. Karena sedikit saja Anda berbuat kesalahan, tidak mendatangkannya, bisa berakibat buruk, rejeki menjadi kurang lancar, usaha macet, profesi atau rejeki yang lainnya.

Baca juga: Dasar Hukum Kewajiban Membayar Zakat

Jenis-jenis Harta Apa Saja Yang Perlu Dizakati? Berikut ini jawabannya.

1. Zakat Perdagangan


Jika Anda seorang pebisnis atau pengusaha dengan jumlah kekayaan tertentu, maka membayar zakat tentang perdagangan itu wajib hukumnya dan tidak boleh dilanggar! Semua aset berharga semisal : tempat usaha atau toko, modal uang baik kontan dan tidak, termasuk juga piutang, serta seluruh aset lain seperti peralatan yang mendukung harus dihitung. Ketentuannya diambil 2,5 % dikeluarkan setelah utang dikurangi dan telah mencapai nisab minimal 85 gram emas, serta sudah dimiliki setahun.

2. Zakat Pertanian


Ini buat mereka yang berprofesi sebagai petani dengan kekayaan : sawah atau ladang hingga hutan, juga hasil kebun dan pertanian, seperti buah-buahan dan lain sebagainya. Nishab untuk bagian zakat ini adalah 300 sha atau 930 liter bersih, bila ladang dialiri air hujan atau air sungai ketentuan sebanyak 10 %. Namun jika tidak, melainkan mereka dalam mengolah garapan mengeluarkan biaya untuk membeli air sebanyak 5% tiap kali panen.

3. Zakat Hewan Ternak


Bagi mereka yang memiliki usaha peternakan, entah itu berupa : ayam, kambing, kerbau, sapi dan lain-lain, di mana jika dijual menghasilkan uang maka wajib juga dizakati. Semua harus dirinci dengan jelas. Untuk lebih jelasnya dapat ditanyakan kepada ustadz masjid atau badan amil setempat, beliau akan menerangkan lebih jelas lagi, sebab perhitungan zakat ini terbilang rumit untuk masing-masing jenis ternak yang dipelihara. Jika ditulis di sini akan sangat banyak sekali item penjelasannya.

4. Zakat Rikaz


Zakat rikaz adalah zakat pada harta yang tiba-tiba diketemukan sebab sebuah kemujuran. Terkubur dalam tanah, tidak diketahui pemilik serta sejak kapan mulai disimpan di sana. Biasanya berupa emas dan perak dengan beraneka ragam juga corak. Zakat ini yang wajib dikeluarkan sebanyak 20 %.

5. Zakat Profesi


Zakat profesi ditujukan bagi mereka yang dalam hidup melakoni profesi tertentu seperti : dokter, pengacara, pegawai negeri dan lain-lain. Seseorang dengan pengahasilan yang telah mencapai batas minimal 520 kg beras, wajib mengeluarkan zakatnya sebesar 2,5%.

6. Zakat Investasi


Zakat investasi dirupakan sepert : bangunan atau kendaraan baik yang disewakan. Zakat dikeluarkan setelah menghasilkan pendapatan, sementara modal yang dimiliki tidak. Besar zakat yang dikeluarakan 10% bila kotor dan 5% jika sudah bersih.

7. Zakat Tabungan


Tabungan jika kebetulan Anda punyai juga perlu dizakati. Aturannya yakni 2,5 % dihitung dari tabungan yang dimiliki, telah mencapai nishab sebesar 85 gram emas dan telah satu tahun menabung.

8. Zakat Emas/Perak


Emas atau perak yang Anda miliki dan sudah mencapai 85 gram, zakatnya 2,5% yang harus dikeluarkan.

Jenis-jenis Harta Apa Saja Yang Wajib Dizakati? Berikut ini penjelasan tentang zakat mal

5 Manfaat Zakat Fitrah dan Zakat Mal Menurut Islam
Membayar zakat fitrah menjadi bagian penting pada ibadah di bulan Ramadhan, juga merupakan rukun Islam sehingga tidak boleh ditinggalkan. Perintah tersebut dijelaskan dalam sebuah ayat yang berbunyi, "Dan kerjakanlah shalat, tunaikanlah (membayar) zakat, serta ruku’lah berserta orang-orang yang ruku" (Al Baqarah : 43), juga diterangkan dalam keterangan ayat lain, "Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, karena zakat itu kamu dapat membersihkan dan menyucikan mereka." (At Taubah : 103)

Selain zakat yang berupa bahan makanan pokok yang dikonsumsi sehari-hari misalnya beras, ada lagi zakat mal. Untuk zakat yang berupa beras ketentuannya satu sok (ukuran timbangan Arab), yang bila dikurskan ke dalam harga kita menjadi 2,7 kg atau setara 3,5 liter. Sedangkan zakat mal adalah zakat yang dikeluarkan oleh umat muslim dengan tujuan membersihkan hartanya, bentuknya bermacam-macam, misalnya : sawah, ladang, toko,ternak, kendaraan, profesi, tabungan, rumah, serta barang berharga lain.  Begitu pentingnya kewajiban tersebut, hingga tanpa disadari banyak memberi manfaat bagi orang iman itu sendiri, seperti :

Menyucikan Harta


Sudah sedikit disinggung di atas tadi dalam surat At Taubah ayat 103, bahwa dengan berzakat akan membersihkan dan menyucikan semua harta kita. Karena faktanya apa yang kita miliki bukan sepenuhnya menjadi milik diri sendiri, akan tetapi juga milik orang lain, dan itu harus didatangkan pada mereka yang berhak menerima.

Untuk Menghapus Dosa


Merujuk pada hadist riwayat Abu Daud dan Ibnu Majjah, bahwa nabi Muhammad saw mengharuskan seluruh umatnya untuk berzakat fitrah, sebagai pembersihan diri dari shaum atau berpuasa di bulan Ramadhan, dari perbuatan keji serta untuk memberi makan kaum fakir miskin.

Membantu Fakir Miskin


Ketentuan membayar zakat fitrah yang benar dibayarkan sebelum shalat Idul Fitri dilaksanakan esok hari. Jadi malam sebelum hari raya tiba, semua sudah dikumpulkan ke badan amil, untuk selanjutnya dibagikan kepada para fakir miskin. Ini bertujuan agar mereka semua dapat ikut bergembira, merasakan kebahagiaan di hari kemenangan itu.

Meminimalisir Faktor Kecemburuan Sosial


Kecemburuan sosial yang terjadi dalam pergaulan di masyarakat kita sesungguhnya sangatlah mengerikan, terutama jika hal tersebut menimpa kepada yang berpunya. Hal tersebut dapat memantik kejahatan tersendiri, bila yang merasa tak berdaya, memiliki hati dan niat buruk, ingin mencelakai yang terlihat berharta benda. Karena memang terbukti kekayaan mampu membutakan mata hati dan naluri manusia. Dengan mengeluarkan zakat kepada yang pantas menerima, dapat meminimalisir keadaan buruk itu, sebab mereka telah merasa dimanusiakan oleh sesamanya.

Menumbuhkan Jiwa Toleransi


Jaman sekarang sikap dan jiwa toleransi pada sesama sangat sulit. Orang rata-rata akan berubah perangai, jika sudah mampu mencukupi segala keperluan hidupnya, apalagi bila memang dapat mendapatkan lebih. Menjadi sombong, takabur atau egois pada lingkungan sekitar adalah hal biasa. Lalu zakat fitrah menghapus semua keadaan tidak baik itu. Yang berada mendatangkan kewajibannya kepada yang tak berpunya, menumbuhkan sikap baik dan mulia.

Meningkatkan Sikap Peduli


Sudah sedikit dijelaskan tadi bahwa dengan berzakat fitrah menumbuhkan jiwa toleransi. Namun tidak hanya itu saja manfaat kebaikan lainnya. Sikap saling peduli dan memberikan rasa empati pada sesama juga semakin meningkat. Akibatnya akan tumbuh rasa menghargai, menghormati dan jauh dari prasangka buruk.

5 Manfaat Zakat Fitrah dan Zakat Mal Menurut Islam

Dasar Kewajiban dalam Membayar Zakat sesuai dengan ajaran IslamDasar Kewajiban dalam Membayar Zakat sesuai dengan ajaran Islam
Zakat merupakan salah satu dari rukun Islam, yang merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan oleh seluruh umat Islam, baik itu yang baru lahir maupun yang telah berumur tua. Kewajiban zakat dijelaskan oleh Rasulullah saw dalam sebuat hadits sebagai berikut:

بُنِيَ الإِسْلامُ على خَمْسٍ: شَهادَةِ أَنْ لَا إِلهَ إِلاَّ اللهُ، وأنَّ مُحَمَّداً رَسُولُ اللهِ، وَإقَامِ الصَّلاةِ، وَإيْتَاءِ الزَّكاةِ، وَالحَجِّ، وَصَوْمِ رَمَضَانَ (متفق عليه)

“Islam dibangun di atas lima hal: bersaksi bahwa sesungguhnya tiada Tuhan selain Allah dan sesungguhnya Muhammad utusan Allah, melaksanakan shalat, membayar zakat, haji, dan puasa Ramadhan.” (HR Bukhari Muslim)

Zakat adalah kewajiban yang secara umum telah diketahui secara pasti oleh seluruh umat Islam, ketentuannya telah banyak dijelaskan dalam kitab-kitab Fiqih, sehingga jika ada umat Islam yang tidak melaksanakan kewajiban zakat maka dia merupakan orang yang ingkar sehingga disebut sebagai kufur. Syekh Muhyiddin an-Nawawi berkata:

وجوب الزكاة معلوم من دين الله تعالى ضرورة فمن جحد وجوبها فقد كذب الله وكذب رسوله صلى الله عليه وسلم فحكم بكفره

Terjemahannya: “Kewajiban zakat adalah ajaran agama Allah yang diketahui secara jelas dan pasti. Karena itu, siapa yang mengingkari kewajiban ini, sesungguhnya ia telah mendustakan Allah dan mendustakan Rasulullah shallallahu ‘alahi wasallam, sehingga ia dihukumi kufur.” (Muhyiddin an-Nawawi, al-Majmu’ Syarh al-Muhadzdzab, Mesir, al-Muniriyah, cetakankedua, 2003, jilid V, halaman: 331)

Dalam al-Quran kewajiban membayar zakat dijelaskan di dalam beberapa surat, salah satunya surat at-Taubah ayat 103 yaitu sebagai berikut:

خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِمْ بِهَا 

Terjemahannya: “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat tersebut engkau membersihkan dan mensucikan mereka” (QS. At-Taubah: 103)

Firman Allah dalam Al-Qur'an:

وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ وَيُقِيمُوا الصَّلَاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ ۚ وَذَٰلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ

Terjemahannya: "Padahal mereka tidak disuruh kecuali menyembah Allah SWT dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat, dan yang demikian itulah agama yang lurus." ( Q.S. Al-Bayyinah: 5)

Di ayat lain Allah berfirman:

وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَارْكَعُوا مَعَ الرَّاكِعِينَ 

Terjemahannya: “Dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku’lah bersama dengan orang-orang yang ruku’.” (QS. Al-Baqarah: 43)

Kewajiban dalam membayar zakat memiliki dua tijauan yaitu tinjauan penghambaan kepada Allah (ta’abbudi) dan tinjauan sosial kemasyarakatan. Zakat tidak seperti melempar jumrah saat berhaji yang hanya dilihat dari sisi penghambaan kepada Allah atau tidak pula seperti membayar hutang yang hanya berkisaran persoal sosial semata.

Tinjauan ta’abbudi dilihat dari bagaimana seorang muzakki (orang yang membayar zakat) mengkalkulasi, mendistribusi, waktu pelaksanaan, dan aturan-aturan lain yang wajib ditaati, sehingga dari sinilah zakat disejajarkan dengan ibadah mahdah lain seperti shalat, puasa, dan haji, yang kesemuanya termasuk dalam rukun Islam. Sedangkan tinjauan sosial zakat dilihat kepada objek utama yang menerimanya, dimana mereka rata-rata berada di ekonomi kelas bawah yang merupakan oran tidak mampu. Zakat sebagai pemenuhan kebutuhan hidup mustahaqqin (penerima zakat), bertujuan agar dapat memberantas kemiskinan, meningkatkan kehidupan yang layak, agar masyarakat tidak terus tergantung dengan uluran tangan orang lain, dan bahkan mereka dapat menjadi pemberi/penolong bagi orang lain yang masih dalam keadaan miskin.

Sebagaimana diketahui bahwa aturan-aturan dalam zakat bukanlah hal yang mudah, butuh pengetahuan yang mendalam sehingga bisa melaksanakan sesuai dengan prosedur yang ada dalam syariat Islam. Kalau ketentuan zakat fitra dengan mudah akan dipahami, namun ketentuan dalam zakat mal (zakat harta) yang menjadi persoalan dalam umat Islam. Pengetahuan zakat ini menjadi hal penting sehingga seorang muzakki mudah mengklasifikasi aset wajib zakat dari aset lainnya, menghitung aset yang menjadi kewajiban untuk dikeluarkan, hingga mendistribusikan kepada orang yang berhak menerimanya.

Hal ini jika tidak dilaksanakan maka, secara sosial tidak memiliki dampak negatif, namun perlu untuk diingat bahwa zakat memiliki tinjauan ta’abbudi, dimana akan dipertanggung jawabkan di hadapan Allah suatu saat kelak di akhirat nanti. Wallahu a'lam.

Dasar Hukum Kewajiban dalam Membayar Zakat sesuai dengan ajaran Islam