Social Items

5 Keistimewaan Kabah di Masjidil Haram Kota Makkah, Arab Saudi
Ka'bah merupakan salah satu tempat ibadah umat Islam yang wajib dikunjungi dan menjadi kiblat bagi umat Islam. Ka'bah terletak di dalam area Masjid al-Haram kota Makkah Arab Saudi. Pada bulan haji di setiap tahun jutaan umat Islam yang berasal dari berbagai penjuru dunia mengunjungi Makkah untuk melaksanakan ibadah haji, umrah dan berziarah di beberapa tempat bersejarah.

Di dalam bangunan ka'bah itu tak terdapat apapun yang spesial, walaupun itu ka'bah mempunyai arti yang sangat penting bagi umat Islam. Diceritakan dalam sebuah riwayat bahwa ka'bah adalah bangunan pertama yang dibangun sejak penciptaan bumi.

Ka'bah adalah bangunan yang memiliki rahasia yang tersembunyi, bahkan tempat-tempat lain yang berada di sekitarnya termasuk di dalamnya depan pintu Multazam adalah tempat yang sangat mustajab untuk berdoa dan bermunajat kepada Allah.

Ka'bah merupakan bangunan suci yang memiliki banyak keistimewan, diantara keistimewaan-keistimewaan itu adalah sebagai berikut:

# Mengeluarkan Sinar Radiasi


Planet bumi yang kita tempat saat ini mengeluarkan semacam radiasi, yang dikeudian hari didapati menjadi medan magnet. Penemuan ini sudah sempat mengguncang National Aeronautics and Space Administration (NASA), yang merupakan badan antariksa Amerika Serikat, serta penemuan ini sudah sempat diterbitkan lewat internet. Akan tetapi entahlah kenapa, sesudah 21 hari tampil, web yang mempublikasikan penemuan itu hilang dari dunia maya.

Akan tetapi, kehadiran radiasi itu masih di teliti, serta pada akhirnya didapati jika radiasi itu berpusat di kota Makkah, tempat dimana Ka'bah ada. Yang lebih mengagetkan, radiasi itu nyatanya berbentuk infinite (tak berujung). Perihal ini terbuktikan saat beberapa astronot ambil photo planet Mars, radiasi itu masih tampak. Beberapa periset Muslim meyakini jika radiasi ini mempunyai karakter serta menghubungkan antara Ka'bah di planet bumi dengan Ka'bah di alam akhirat.

# Zero Magnetism Area


Di tengahnya kutub utara dan kutub selatan, ada satu ruang yang bernama ‘Zero Magnetism Area’, ini berarti jika seorang menggunakan kompas di area itu, maka jarum kompas itu tak kan berjalan sama sekali sebab daya tarik yang sama besarnya pada ke dua kutub.

Itu penyebabnya bila seorang tinggal di Makkah, maka dia akan hidup lebih lama, lebih sehat, serta sedikit di pengaruhi kekuatan daya gravitasi. Oleh karenanya, saat melingkari Ka’ah, maka seolah-olah fisik jamaah haji seperti di-charge lagi oleh satu daya misterius serta ini ialah bukti yang sudah dibuktikan dengan ilmiah.

# Memilik Tekanan Gravitasi Yang Tinggi


Ka'bah dan sekelilingnya adalah satu area dengan gaya gravitasi yang tinggi. Ini mengakibatkan satelit, frekwensi radio atau perlengkapan tehnologi yang lain tidak bisa mengetahui pada isi di dalam Ka'bah. Tidak hanya itu, tekanan gravitasi tinggi pun mengakibatkan kadar garam serta aliran sungai bawah tanah menjadi tinggi. Ini dia yang mengakibatkan shalat di Masjidil Haram akan tidak berasa panas walau tiada atap di atasnya.

Tekanan gravitasi yang tinggi memberi kesan langsung pada sistem imun badan untuk berperan sebagai pertahanan dari semua jenis penyakit.

# Menjadi Tempat Beribadah Paling Tua di Dunia


Pembangunan Ka'bah sudah dikerjakan semenjak jaman Nabi Adam AS. Ada juga sumber yang mengatakan, Ka'bah sudah dibuat sejak 2000 tahun sebelum Nabi Adam di turunkan. Pembangunannya juga membutuhkan waktu yang lama sebab dikerjakan dari waktu ke waktu.

Menurut beberapa kisah, Ka'bah telah ada sebelum Nabi Adam AS di turunkan ke bumi, sebab telah dipakai oleh beberapa malaikat untuk tawwaf serta beribadah. Saat Nabi Adam dan Siti Hawa terusir dari Taman Surga, mereka di turunkan ke muka bumi, diantar oleh malaikat Jibril. Momen ini jatuh pada tanggal 10 Muharam.

# Ka'bah Memancarkan Daya Positif


Ka'bah dijadikan sebagai kiblat oleh orang yang shalat di seantero dunia, sebab orang shalat di dunia ini akan memancarkan daya positif ditambah lagi semua umat Isalm yang shalat berkiblat pada Ka'bah. Jadi bisa Anda pikirkan daya positif yang terpusat di Ka'bah, dan jadi pusat pergerakan salat sepanjang waktu sebab didapati waktu shalat mengikuti pergerakan bumi mengelilingi matahari. Itu berarti, setiap saat sesuai dengan pergerakan bumi mengelilingi matahari matahari tetap ada orang yang tengah shalat. Bila saat ini seorang di sini lakukan salat Dhuhur, demikian juga lokasi yang lebih barat akan masuk waktu Dhuhur dan sebagainya atau dalam tempo yang bertepatan orang Indonesia shalat Dhuhur orang yang lebih timur lakukan salat Ashar demikian selanjutnya.

Melihat Ka'bah dengan ikhlas akan menghadirkan ketenangan jiwa. Ketentuan tidak untuk kenakan topi atau penutup kepala waktu melaksanakan ibadah haji pun mempunyai banyak faedah. Rambut yang berada di badan manusia bisa berperan menjadi antena untuk menerima daya postif yang dipancarkan Ka'bah.

5 Keistimewaan Kabah di Masjid al-Haram Kota Makkah, Arab Saudi

Adwat Al-Istifham: Kata Tanya dalam Bahasa Arab
"Jangan terlalu banyak bertanya" dan "diam adalah emas" merupakan dua filosofi yang menurut hemat saya mematikan nalar kritis.

Loh kok awal postingan kayak gini? Maaf, yang di atas hanya pembuka sebelum masuk pada postingan ini. Lalu apa hubungannya? Nah, kali ini yang akan kita bahasa adalah kata tanya dalam bahasa arab atau adwat al-istifham (أَدَوَاتُ الاِسْتِفْهَام). Sehingga hubungannya dengan pembukaan di atas adalah bahwa, manusia memiliki bahasa untuk saling berkomunikasi dan tidak boleh dibatasi dalam bentuk apapun. Terpenting adalah "bertanya boleh-boleh saja selama dalam batas kewajaran, dan jangan terlalu banyak diam kalau tidak akan ditindas."

Oke kita masuk aja deh, pembuakaannya terlalu ribet dan berbelit-belit.

Kata tanya dalam bahasa Arab dibagi dalam dua bentuk; 1) dalam bentuk isim yaitu menggunakan isim-isim sebagai kata tanya. Isim-isim ini disebut juga sebagai isim istifham. 2) Dalam bentuk huruf yang terdiri atas dua jenis huruf yaitu; huruf hamzah (أَ) dan huruf hal (هَلْ).

Contoh dalam penggunaan kata tanya atau adwat al-istifham (أَدَوَاتُ الاِسْتِفْهَام) dalam bentuk isim adalah sebagai berikut.

Kata TanyaContoh KalimatArtinya
هَلْ / أَهَلْ أَنْتَ مَرِيْضٌ ؟لاَ، أَنَا فِيْ صِحَّةٍ
ApakahApakah kamu sakit?Tidak, saya sehat
مَاذَا / مَامَاذَا تَكْتُبُ ؟أَكْتُبُ رِسَالَةً
ApaApa yang kamu tulisSaya menulis surat
مَنْمَنْ كَتَبَ هَذَا ؟أَحْمَدُ كَتَبَ هَذَا
SiapaSiapa yang menulis iniAhmad yang menulis ini
أَيَّةُ / أَيُّأَيُّ قَلَمٍ تُحِبُّ ؟أُحِبُّ قَلَمَ اْلأَسْوَدِ
Yang manaPena mana yang kamu sukaSaya suka pena hitam
مَتَىمَتَى تَذْهَبُ ؟أَذْهَبُ غَدًا
KapanKapan kamu pergiSaya pergi besok
أَيْنَأَيْنَ تَذْهَبُ ؟أَذْهَبُ إِلَى الْقَرْيَةِ
DimanaDimana kamu pergiSaya pergi ke kampung
كَيْفَكَيْفَ تَذْهَبُ ؟أَذْهَبُ بِالْحَافِلَةِ
BagaimanaBagaimana kamu pergiSaya pergi dengan bus
كَمْكَمْ يَوْمًا تَذْهَبُ ؟أَذْهَبُ ثَلاَثَةَ أَيَّامٍ
BerapaBerapa hari kamu pergiSaya pergi selam tiga hari
لِمَاذَا / لِمَالِمَاذَا تَأَخَّرْتَ ؟الطَّرِيْقُ مُزْدَحِمَةٌ
mengapamengapa kamu terlambatJalan macet
لِمَلِمَ سَأَلْتَ ذَلِكَ ؟حَقِيْقَةً لاَ أَفْهَمُ
KenapaKenapa kamu bertanya ituSungguh saya tidak paham
لِمَنْلِمَنْ هَذَا الْقَلَمُ ؟هَذَا قَلَمُ أَحْمَدِ
Punya SiapaPunya siapa pena iniPena ini punya ahmad

Sedangkan contoh dalam penggunaan bentuk huruf yang terdiri atas huruf hamzah (أَ) dan huruf hal (هَلْ) adalah sebagai berikut.

Huruf Hamzah (أَ) 

أَأَنْتُمْ أَعْلَمُ أَمِ اللَّهُ

"Apakah kamu lebih mengetahui ataukah Allah?" (Q.S. Al-Baqarah: 140)

Huruf Hal (هَلْ)

هَلْ تَعْلَمُ لَهُ سَمِيًّا

"Apakah kamu mengetahui ada seorang yang sama dengan Dia (yang patut disembah)?" (Q.S. Maryam: 65)

Untuk mengetahui penggunaannya dalam kehidupan seahari-hari maka, silahkan berkunjung ke dua postingan di bawah ini.

Baca Juga:

Contoh Percakapan Perkenalan (Taaruf) dalam bahasa Arab
Contoh Percakapan Bahasa Arab di Kedai/Toko

Kata tanya dalam bahsa Arab terlihat sangat sederhana dan mudah untuk dipelajari oleh semua kalangan. Pada prakteknya, kata tanya banyak digunakan dalam al-Quran, seperti contoh yang telah tertera di ata. Saran saya "mari kita belajar bahasa Arab, karena bahasa ini menjadi pembuka dalam mempelajari semua isi kitab suci al-Quran." Semoga postingan ini bermanfaat.

Adwat Al-Istifham: Kata Tanya dalam Bahasa Arab

Percakapan Bahasa Arab di Kedai/Toko Disertai Dengan Artinya
Hallo pembaca Coretanzone yang berbahagia, apa kabar hari ini? Semoga Allah selalu memberi nikmat kesehatan kepada kita semua dalam menjalankan aktivitas keseharian kiat. Nah kali ini saya akan membagikan salah satu contoh percakapan bahasa arab di kedai atau toko yang disertai dengan tulisan latin dan artinya. Sebelumnya saya sudah membagikan salah satu contoh pecakapan dalam bahasa arab tentang perkenalan (ta'aruf).

Mempelajari percakapan atau suatu dialog menjadi hal yang juga penting untuk melatih kebasaan dalam mengungkapkan sesuatu atau berbicara dengan lawan bicara dalam bahasa tertentu, termasuk bahasa Arab. Olehnya itu percakapan sederhana dalam bahasa arab di kedai/toko juga menjadi salah satu hal yang sederhana tetapi memiliki manfaat yang sangat besar dalam membiasakan diri berbicara menggunakan bahasa arab.

Untuk itu maka, berikut ini percakapan bahasa arab di kedai/toko disertai dengan tulisan latin dan artinya.

اَلْحِوَارُ : عِنْدَ الْبَقَالَةِ

طَارِق : هٰذِهِ جُبْنَةٌ لَذِ يْذَة، مِنْ أَيْنَ إِشْتَرَيْتَهُ يَا حَسَنٌ ؟
Thariq : Haadzihi jubnatun ladzidzatun, Min ayna isytaraytahu yaa hasan
Thariq : Keju ini enak sekali, dimana kamu membelinya hei Hasan

حَسَن : إشْتَرَيْتُهُ مِن بَقَالَةِ سَمِيْر
Hasan : Isytaraytuhu min baqaalati Samiir
Hasan : Saya membelinya di took “Samir”

طَارِق : بِجَوَارِالْمَدْ رَسَةِ ؟
Thariq : Bijawaaril madrasati ?
Thariq : (Toko)Yang disamping sekolah ?

حَسَن : نَعَمْ
Hasan : Na’am
Hasan : Iya

طَارِق : بِكَمِ عُلْبَة ؟
Thariq : Bikamil ‘ulbah ?
Thariq : Berapa harganya satu kotak/dos ?

حَسَن : بِخَمْسُ مِائَةِ رُوْبِيَة
Hasan : Bikhamsumiati ruubiyyatan
Hasan : Harganya 500 rupiah

طَارِق : وَالله، رَخِيْصٌ جِدّ ًا، سَأَشْتَرِي عُلْبَة مِنْهَا. شُكْرًاعَلىَ مَعْلُوْمَتِكَ يَا حَسَن
Thariq : Wallaahi, rakhiishun jiddan, sa asytari ‘ulbatan minha. Syukran ‘alaa ma’luumatika yaa Hasan
Thariq : Waah… murah sekali, saya akan membeli sebungkus juga. Terima kasih atas informasinya wahai Hasan

حَسَن : عَفْوًا
Hasan : ‘Afwan
Hasan : Sama-sama

Percakapan singkat dan seserhana di atas dapat dipraktekkan dengan teman sejawat untuk melatih pengetahuan bahasa Arab, dan juga bisa dijadikan sebagai materi dalam pembelajaran bahasa Arab di kelas, semoga bermanfaat.

Percakapan Bahasa Arab di Kedai/Toko Disertai Dengan Artinya

Percakapan Tentang Perkenalan (Taaruf) dalam Bahasa Arab disertai Artinya
Bahasa arab merupakan salah satu bahasa yang sudah banyak digunakan oleh masyarakat dunia, terlebih negara-negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam. Salah satunya negara kita Indonesia ini yang menjadi populasi muslim terbasar di dunia, maka bahasa Arab digunakan untuk menerjemahkan teks-teks agama Islam. Olehnya itu lahir lembaga-lembaga pendidikan Islam yang menyertakan bahasa Arab sebagai salah satu pelajaran wajib, dan juga bahasa Arab sudah menjadi salah satu studi di universitas-universitas.

Bahasa arab selain fungsinya dalam menerjemahkan teks-teks Islam, juga menjadi alat komunikasi masyarakat Internasional. Olehnya itu sudah saatnya untuk kita mengetahui bahasa arab ya sahabat sekalian. Untuk itu maka, kali ini saya akan membagikan salah satu percakapan bahasa arab tentang perkenalan atau ta'aruf disertai dengan tulisan latin dan artinya.

اَلْحِوَارُ : اَلتَّعَارُف

خَالِدٌ ׃ اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُم
Khalid: Assalaamu ‘alaikum

عَبْدُ اللّه ׃ وَعَلَيْكُمُ السَّلاَم
Abdullah: Wa’alaikum salaam

خَالِدٌ׃ كَيْفَ حَالُكَ؟
Khalid: Kayfa haaluka ?
Khalid: Apa kabar?

عَبْدُاللّه ׃ الْحَمْدُلِلّه اَنَا بِخَيْرٍ
Abdullah: Alhamdulillah  ana bikhair
Abdullah: Alhamdulillah saya baik-baik saja

خَالِدٌ ׃ مَا إِسْمُكَ؟
Khalid: Ma ismuka ?
Khalid: Siapa namamu?

عَبْدُاللّه ׃ إِسْمِيْ عَبْدُ اللّه، وَأَنْتَ ؟
Abdullah: Ismii Abdullaah, Wa anta ?
Abdullah: Nama saya Abdullah, dan (nama) kamu ?

خَالِدٌ ׃ أَنا خَالِدٌ
Khalid: Ana Khaalid
Khalid: Saya Khalid

عَبْدُ اللّه ׃ أَهْلأ يَاخالِدٌ
Abdullah: Ahlan yaa khaalid
Abdullah: Salam perkenalan denganmu hei khalid

خَالِدٌ ׃ أَهْلاً وَسَهْلاً بِكَ يَا عَبْدَ اللّه
Khalid: Ahlan wasahlan bika yaa Abdallah
Khalid: Sama-sama wahai Abdullah

عَبْدُ اللّه ׃ هَلْ أَنْتَ أَمْبُوْ نِيٌّ ؟
Abdullah: Hal anta Ambuuniy ?
Abdullah: Apakah kamu orang Ambon ?

خَالِدٌ׃ نَعَمْ، أَنَا أَمْبُوْنِيٌّ وَأَنْتَ؟
Khalid: Na’am ana Ambuuniy, wa anta ?
Khalid: Iya, saya orang Ambon, dan kamu ?

عَبْدُ اللّه ׃ أَنَا جَاوِيّ
Abdullah: Ana Jaawiyy
Abdullah: Saya orang Jawa

خَالِدٌ׃ اَينَ تَسْكُنُ الآنَ ؟
Khalid: Ayna taskunul aana ?
Khalid: Dimana kamu tinggal sekarang ?

عَبْدُ اللّه ׃ أَسْكُنُ فِي شَارِعِ بَاتِيْمُوْرَا رَقْمُ ٨ (ثَمَانِيَة) بأَمْبُوْن
Abdullah: Askunu fii syaari’ Hasaanuddiin roqmu tsamaniyah bi Ambuun
Abdullah: Saya tinggal di Jl. Patimura No. 8 Ambon

خَالِدٌ: وَاَيْنَ تَدْ رُسُ ؟
Khalid: wa ayna tadrus ?
Khalid: Dan dimana kamu sekolah ?

عَبْدُ الله : أَدْ رُسُ فِي الْمَدْ رَسَةِ الثَّانَوِيّةِ الْإِسْلَامِيّةِ
Abdullah: Adrusu fil madrasatil I’daadiyyatil islaamiyyati “ As-salaam “
Abdullah: Saya sekolah di SMP Islam

خَالِدٌ ׃ مَا لُعْبَتُكَ ؟
Khaalid: Maa Lu’batuka ?
Khalid: Kamu suka permainan apa ?

عَبْدُ اللّه ׃ أَنَا أَلْعَبُ كُرَة َالْقَدَمِ، وَمَا لُعْبَتُكَ ؟
Abdullah: Ana al’abu kuratal qadami
Abdullah: saya main sepak bola

خَالِدٌ ׃ أَلْعَبُ كُرَةَ السَّلَّةِ
Khalid: Anaa al’abu kuratas-sallati
Khalid: saya suka main bola basket

عَبْدُ اللّه ׃ وَمَا هِوَايَتُكَ يَا خَالِدُ ؟
Abdullah: Wamaa hiwaayatuka ya khaalid ?
Abdullah: Dan apa hobimu hei Khalid ?

خَالِدٌ ׃ هِوَايَتِيْ جَمْعُ الطَّوَابِعِ، وَأَنْتَ؟
Khalid: Hiwaayatiy jam’ut-thawaabi’. Wa anta ?
Khalid: Hobiku koleksi prangko, dan kamu ?

عَبْدُاللّه ׃ هِوَايَتِيْ اَلرَّسْمُ وَالسِّبَاحَةُ
Abdullah: Hiwaayati ar-rasmu was-sibaahah
Abdullah: Hobiku melukis dan berenang

خَالِدٌ׃ أَنَا سَعِيْدٌ جِدًّا لِمَعْرِفَتِكَ
Khalid: Anaa sa’iidun jiddan lima’rifatik
Khalid: Senang sekali saya dapat berkenalan denganmu

عَبْدُ اللّه ׃ وَأَنَا أَيْضًا
Abdullah: Wa anaa aydhan
Abdullah: Saya pun demikian

خَالِدٌ ׃ شُكْرًا عَلَي التَّعَارُفِ
Khalid: Syukran ‘ala ta’aarufi
Khalid: Terima kasih atas perkenalannya

عَبْدُ اللّه ׃ عَفْوًا
Abdullah: Afwan
Abdullah: Sama-sama

خَالِدٌ׃ مَعَ السَّلاَ مَةِ
Khalid: Ma’as-salaamah
Khalid: Sampai jumpa

عَبْدُ اللّه ׃ مَعَ السَّلاَ مَةِ
Abdullah: Ma’as-salaamah
Abdullah: Sampai jumpa lagi

Percakapan pendek di atas tentang perkenalan (ta'aruf) dalam bahasa arab disertai tulisan latin dan artinya silahkan dipraktekkan dengan teman sejawat, atau dijadikan sebagai salah satu bahan tambahan dalam pembelajaran di dalam kelas, semoga bermanfaat.

Percakapan Tentang Perkenalan (Taaruf) dalam Bahasa Arab disertai Artinya

Mengenal Ajaran Tauhid dalam Islam
Kata tauhid berasal dari bahasa Arab, bentuk masdar dari kata wahada yuwahhidu yang secara etimologis berarti keesaan. Yakni percaya bahwa Allah swt. itu tunggal (esa). Dengan demikian yang dimaksudkan tauhid di sini tidak lain adalah tauhidullah (mengesakan Allah swt). Jadi pernyataan atau pengakuan bahwa Allah itu Esa adalah terdapat pada kalimat Laa Ilaaha illallah yang mengandung arti bahwa tiada Tuhan selain Allah.

Kalimat tauhid ini menjadi kalimat yang wajib diimani oleh semua umat Islam, jikalau ada umat Islam tidak mengimani bahwa Allah itu satu-satunya tuhan, maka orang itu telah keluar dari agama Islam. Karena inti dari beragama adalah mengakui adanya Tuhan yang berkuasa di alam semesta ini dengan tidak menyekutukannya.

Seluruh Nabi yang diutus Allah di atas muka bumi ini membawa ajaran Tauhid, dan ajaran itu diperintahkan kepada umat manusia, sebagaimana dijelaskan dalam al-Quran surat Al-Anbiya/21 ayat 92 sebagai berikut.

إِنَّ هَٰذِهِۦٓ أُمَّتُكُمۡ أُمَّةٗ وَٰحِدَةٗ وَأَنَا۠ رَبُّكُمۡ فَٱعۡبُدُونِ 

Artinya: Sesungguhnya (agama Tauhid) ini adalah agama kamu semua; agama yang satu dan Aku adalah Tuhanmu, maka sembahlah Aku.

Firmannya juga dalam surat al-Baqarah/2 ayat 133 sebagai berikut.

أَمۡ كُنتُمۡ شُهَدَآءَ إِذۡ حَضَرَ يَعۡقُوبَ ٱلۡمَوۡتُ إِذۡ قَالَ لِبَنِيهِ مَا تَعۡبُدُونَ مِنۢ بَعۡدِيۖ قَالُواْ نَعۡبُدُ إِلَٰهَكَ وَإِلَٰهَ ءَابَآئِكَ إِبۡرَٰهِ‍ۧمَ وَإِسۡمَٰعِيلَ وَإِسۡحَٰقَ إِلَٰهٗا وَٰحِدٗا وَنَحۡنُ لَهُۥ مُسۡلِمُونَ 

Artinya: Adakah kamu hadir ketika Ya´qub kedatangan (tanda-tanda) maut, ketika ia berkata kepada anak-anaknya: "Apa yang kamu sembah sepeninggalku?" Mereka menjawab: "Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu, Ibrahim, Ismail dan Ishaq, (yaitu) Tuhan Yang Maha Esa dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya"

Nabi Muhammad saw. juga diutus untuk menyampaikan ajaran tauhid kepada seluruh umat manusia. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam al-Quran surat Al-Jinn/27 ayat 20.

قُلۡ إِنَّمَآ أَدۡعُواْ رَبِّي وَلَآ أُشۡرِكُ بِهِۦٓ أَحَدٗا

Artinya: Katakanlah: "Sesungguhnya aku hanya menyembah Tuhanku dan aku tidak mempersekutukan sesuatupun dengan-Nya"

Selain itu dijelaskan juga dalam al-Quran surat al-Ikhlas/112 ayat 1-4

قُلۡ هُوَ ٱللَّهُ أَحَدٌ ١  ٱللَّهُ ٱلصَّمَدُ ٢  لَمۡ يَلِدۡ وَلَمۡ يُولَدۡ ٣  وَلَمۡ يَكُن لَّهُۥ كُفُوًا أَحَدُۢ ٤ 

Artinya: 1) Katakanlah: "Dialah Allah, Yang Maha Esa 2) Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu 3) Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan 4) dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia"

Surat al-Ikhlas ini menjelaskan secara detail bahwa Allah itu esa atau satu-satunya Tuhan penciptaan dan pemelihara alam semesta ini. Allah juga tidak bergantung kepada apupun atau siapapun bahkan sebaliknya, segala ciptaannya bergantung atasNya. Pada ayat ketiga dengan jelas Allah tegaskan bahwa Allah tidak beranak atau diperanakkan, dengan demikian Allah itu tunggal tidak memiliki ayah, ibu, dan anak, Allah hanya memiliki ciptaan yang salah satunya adalah manusia. Tak ada seorangpun di dunia ini bahkan apapun di alam semesta ini setara dengan Allah yang maha kuasa dan maha bijaksana.

Dengan demikian maka, jelaslah bahwa mengimani adanya Allah sebagai tuhan semesta alam ini menjadi salah satu dasar dalam beragama Islam. Bahkan setiap orang yang ingin memeluk agama Islam, terlebih dahulu mengaku bahwa "tiada Tuhan selain Allah, dan Nabi Muhammad saw. adalah Rasulullah utusan Allah swt."

Islam tidak mengenal konsep tuhan banyak atau tuhan yang berkeluarga, bahkan Islam mengajarkan bahwa wujud atau dzat Allah berbeda dengan semua ciptaannya, sehingga tak ada satupun yang sama denganNya.

Ajaran tauhid bukan saja wajib untuk dipealajari tetapi juga wajib untuk diyakini dan dihayati dengan benar. Berpegang tegu kepada ajaran atau agama tauhid akan melahirkan keyakinan bahwa, segala sesuatu yang ada di alam semesta ini merupakan ciptaan Allah swt, menjadi urusanNya, dan suatu saat akan kembali kepadaNya.

Ajaran tauhid ini sangat positif bagi hidup dan kehidupan, sebab tauhid mengandung sifat-sifat sebagai berikut:

# Melepaskan jiwa manusia dari kekacauan dan kegoncangan hidup yang dapat membawanya ke dalam kesesatan

# Sebagai sumber dan motivator untuk berbuat kebajikan dan keutamaan

# Membimbing manusia ke jalan yang benar, dan mendorongnya untuk mengerjakan ibadah dengan penuh ikhlas

# Membawa manusia kepada keseimbangan dan kesempurnaan hidup lahir bathin.

Mengenal Ajaran Tauhid dalam Islam

Hubungan Antarbudaya: Akulturasi Kebudayaan dan Asimilasi Kebudayaan
Indonesia merupakan salah satu negara dengan lalu lintas dunia internasional yang sangat ramai sejak zaman dahulu kala. Berbagai kebudayaan yang berasal dari berbagai wilayah di dunia pernah singgah dan melakukan hubungan dengan kebudayaan asli nusantara. Bahkan di Indonesia sendiri terdiri atas beragam suku bangsa dan adat istiadat.

Menurut Koentjaraningrat, perubahan kebudayaan dipengaruhi oleh proses evolusi kebudayaan, proses belajar kebudayaan dalam suatu masyarakat, dan adanya proses penyebaran kebudayaan yang melibatkan adanya proses interaksi atau hubungan antarbudaya.

Berbagai inovasi menurut Koentjaraningrat menyebabkan masyarakat menyadari bahwa kebudayaan mereka sendiri selalu memiliki kekurangan sehingga untuk menutupi kebutuhannya manusia selalu mengadakan inovasi. Sebagian besar inovasi yang terdapat dalam kehidupan masyarakat adalah hasil dari pengaruh atau masuknya unsur-unsur kebudayaan asing dalam kebudayaan suatu masyarakat sehingga tidak bisa disangkal bahwa hubungan antarbudaya memainkan peranan yang cukup penting bagi keragaman budaya di Indonesia.

Kontak kebudayaan antara berbagai kelompok masyarakat yang berbeda-beda menimbulkan keadaan saling memengaruhi satu sama lain. Terkadang tanpa disadari ada pengambilan unsur budaya dari luar. Oleh karena itu, salah satu faktor pendorong keragaman budaya di Indonesia adalah karena kontak dengan kebudayaan asing. Koentjaraningrat menyatakan bahwa penjajahan atau kolonialisme merupakan salah satu bentuk hubungan antarkebudayaan yang memberikan pengaruh kepada perkembangan budaya lokal. Proses saling memengaruhi budaya tersebut terjadi melalui proses akulturasi dan asimilasi kebudayaan.

Akulturasi Kebudayaan


Salah satu unsur perubahan budaya adalah adanya hubungan antarbudaya, yaitu hubungan budaya lokal dengan budaya asing. Hubungan antarbudaya berisi konsep akulturasi kebudayaan. Menurut Koentjaraningrat istilah akulturasi atau acculturation atau culture contact yang digunakan oleh sarjana antropologi di Inggris mempunyai berbagai arti di antara para sarjana antropologi. Menurut Koentjaraningrat akulturasi adalah proses sosial yang timbul apabila suatu kelompok manusia dengan suatu kebudayaan tertentu dihadapkan dengan unsur-unsur kebudayaan asing sedemikian rupa sehingga unsur-unsur kebudayaan asing itu lambat laun diterima dan diolah ke dalam kebudayaan sendiri tanpa menyebabkan hilangnya kebudayaan lokal itu sendiri.

Di dalam proses akulturasi terjadi proses seleksi terhadap unsurunsur budaya asing oleh penduduk setempat. Contoh proses seleksi unsur-unsur budaya asing dan dikembangkan menjadi bentuk budaya baru tersebut terjadi pada masa penyebaran agama Hindu-Buddha di Indonesia sejak abad ke-1. Masuknya agama dan kebudayaan Hindu-Buddha dari India ke Indonesia berpengaruh besar terhadap perkembangan kebudayaan Indonesia. Unsur-unsur kebudayaan

Hindu–Buddha dari India tersebut tidak ditiru sebagaimana adanya, tetapi sudah dipadukan dengan unsur kebudayaan asli Indonesia sehingga terbentuklah unsur kebudayaan baru yang jauh lebih sempurna. Hasil akulturasi kebudayaan Indonesia dengan kebudayaan Hindu–Buddha adalah dalam bentuk seni bangunan, seni rupa, aksara, dan sastra, sistem pemerintahan, sistem kalender, serta system kepercayaan dan filsafat. Namun, meskipun menyerap berbagai unsur budaya Hindu–Buddha, konsep kasta yang diterapkan di India tidak diterapkan di Indonesia.

Proses akulturasi kebudayaan terjadi apabila suatu masyarakat atau kebudayaan dihadapkan pada unsur-unsur budaya asing. Proses akulturasi kebudayaan bisa tersebar melalui penjajahan dan media massa. Proses akulturasi antara budaya asing dengan budaya Indonesia terjadi sejak zaman penjajahan bangsa Barat di Indonesia abad ke-16. Sejak zaman penjajahan Belanda, bangsa Indonesia mulai menerima banyak unsur budaya asing di dalam masyarakat, seperti mode pakaian, gaya hidup, makanan, dan iptek. Pada saat ini, media massa seperti televisi, surat kabar, dan internet menjadi sarana akulturasi budaya asing di dalam masyarakat.

Melalui media massa tersebut, unsur budaya asing berupa mode pakaian, peralatan hidup, gaya hidup, dan makanan semakin cepat tersebar dan mampu mengubah perilaku masyarakat. Misalnya, mode rambut dan pakaian dari luar negeri yang banyak ditiru oleh masyarakat. Namun, dalam proses akulturasi tidak selalu terjadi pergeseran budaya lokal akibat pengaruh budaya asing. Misalnya, pemakaian busana batik dan kebaya sebagai busana khas bangsa Indonesia. Meskipun pemakaian busana model barat seperti jas sudah tersebar di dalam masyarakat, namun gejala tersebut tidak menggeser kedudukan busana batik dan kebaya sebagai busana khas bangsa Indonesia. Pemakaian busana batik dan kebaya masih dilakukan para tokoh-tokoh masyarakat di dalam acara kenegaraan di dalam dan luar negeri. Bahkan beberapa desainer Indonesia seperti Edward Hutabarat dan Ghea Pangabean sudah mulai mengembangkan busana batik sebagai alternatif mode pakaian di kalangan generasi muda. Modifikasi busana tradisional tersebut ternyata dapat diterima oleh masyarakat dan mulai dijadikan alternatif pilihan mode berbusana selain model busana barat.

Proses akulturasi berlangsung dalam jangka waktu yang relative lama. Hal itu disebabkan adanya unsur-unsur budaya asing yang diserap secara selektif dan ada unsur-unsur budaya yang ditolak sehingga proses perubahan kebudayaan melalui akulturasi masih mengandung unsur-unsur budaya lokal yang asli. Bentuk kontak kebudayaan yang menimbulkan proses akulturasi, antara lain sebagai berikut.

# Kontak kebudayaan dapat terjadi pada seluruh, sebagian, atau antarindividu dalam masyarakat.

# Kontak kebudayaan dapat terjadi antara masyarakat yang memiliki jumlah yang sama atau berbeda.

# Kontak kebudayaan dapat terjadi antara kebudayaan maju dan tradisional.

# Kontak kebudayaan dapat terjadi antara masyarakat yang menguasai dan masyarakat yang dikuasai, baik secara politik maupun ekonomi.

Berkaitan dengan proses terjadinya akulturasi, terdapat beberapa unsur-unsur yang terjadi dalam proses akulturasi, antara lain sebagai berikut.

a. Substitusi

Substitusi adalah pengantian unsur kebudayaan yang lama diganti dengan unsur kebudayaan baru yang lebih bermanfaat untuk kehidupan masyarakat. Misalnya, sistem komunikasi tradisional melalui kentongan atau bedug diganti dengan telepon, radio komunikasi, atau pengeras suara.

b. Sinkretisme

Sinkretisme adalah percampuran unsur-unsur kebudayaan yang lama dengan unsur kebudayaan baru sehingga membentuk sistem budaya baru. Misalnya, percampuran antara sistem religi masyarakat tradisional di Jawa dan ajaran Hindu-Buddha dengan unsur-unsur ajaran agama Islam yang menghasilkan sistem kepercayaan kejawen.

c. Adisi

Adisi adalah perpaduan unsur-unsur kebudayaan yang lama dengan unsur kebudayaan baru sehingga memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Misalnya, beroperasinya alat transportasi kendaraan angkutan bermotor untuk melengkapi alat transportasi tradisional seperti cidomo (cikar, dokar, bemo) yang menggunakan roda mobil di daerah Lombok.

d. Dekulturasi

Dekulturasi adalah proses hilangnya unsur-unsur kebudayaan yang lama digantikan dengan unsur kebudayaan baru. Misalnya, penggunaan mesin penggilingan padi untuk mengantikan penggunaan lesung dan alu untuk menumbuk padi.

e. Originasi

Originasi adalah masuknya unsur budaya yang sama sekali baru dan tidak dikenal sehingga menimbulkan perubahan social budaya dalam masyarakat. Misalnya, masuknya teknologi listrik ke pedesaan. Masuknya teknologi listrik ke pedesaan menyebabkan perubahan perilaku masyarakat pedesaan akibat pengaruh informasi yang disiarkan media elektronik seperti televisi dan radio. Masuknya berbagai informasi melalui media massa tersebut mampu mengubah pola pikir masyarakat di bidang pendidikan, kesehatan, perekonomian, dan hiburan dalam masyarakat pedesaan. Dalam bidang pendidikan, masyarakat menjadi sadar akan pentingnya pendidikan untuk meningkatkan harkat dan martabat warga masyarakat.

Dalam bidang kesehatan masyarakat menjadi sadar pentingnya kesehatan dalam kehidupan masyarakat, seperti, kebersihan lingkungan, pencegahan penyakit menular dan perawatan kesehatan ibu dan anak untuk mengurangi angka kematian ibu dan anak, serta peningkatan kualitas gizi masyarakat. Dalam bidang perekonomian, masyarakat pedesaan menjadi semakin memahami adanya peluang pemasaran produk-produk pertanian ke luar daerah.

f. Rejeksi

Rejeksi adalah proses penolakan yang muncul sebagai akibat proses perubahan sosial yang sangat cepat sehingga menimbulkan dampak negatif bagi sebagian anggota masyarakat yang tidak siap menerima perubahan. Misalnya, ada sebagian anggota masyarakat yang berobat ke dukun dan menolak berobat ke dokter saat sakit.

Akulturasi kebudayaan berkaitan dengan integrasi sosial dalam masyarakat. Keanekaragaman budaya dan akulturasi mampu mempertahankan integrasi sosial apabila setiap warga masyarakat memahami dan menghargai adanya keanekaragaman berbagai budaya dalam masyarakat. Sikap tersebut mampu meredam konflik sosial yang timbul karena adanya perbedaan persepsi mengenai perilaku warga masyarakat yang menganut nilai-nilai budaya yang berbeda.

Asimilasi Kebudayaan


Konsep lain dalam hubungan antarbudaya adalah adanya asimilasi (assimilation) yang terjadi antara komunitas-komunitas yang tersebar di berbagai daerah. Koentjaraningrat menyatakan bahwa asimilasi adalah proses sosial yang timbul apabila adanya golongan-golongan manusia dengan latar kebudayaan yang berbedabeda yang saling bergaul secara intensif untuk waktu yang lama sehingga kebudayaan-kebudayaan tersebut berubah sifatnya dan wujudnya yang khas menjadi unsur-unsur budaya campuran. Menurut Richard Thomson, asimilasi adalah suatu proses di mana individu dari kebudayaan asing atau minoritas memasuki suatu keadaan yang di dalamnya terdapat kebudayaan dominan. Selanjutnya, dalam proses asimilasi tersebut terjadi perubahan perilaku individu untuk menyesuaikan diri dengan kebudayaan dominan.

Proses asimiliasi terjadi apabila ada masyarakat pendatang yang menyesuaikan diri dengan kebudayaan setempat sehingga kebudayaan masyarakat pendatang tersebut melebur dan tidak tampak unsur kebudayaan yang lama. Di Indonesia, proses asimilasi sering terjadi dalam masyarakat karena adanya dua faktor. Pertama, banyaknya unsur kebudayaan daerah berbagai suku bangsa di Indonesia. Kedua, adanya unsur-unsur budaya asing yang dibawa oleh masyarakat pendatang seperti warga keturunan Tionghoa dan Arab yang telah tinggal secara turun-temurun di Indonesia. Di dalam masyarakat, interaksi antara masyarakat pendatang dan penduduk setempat telah menyebabkan terjadinya pembauran budaya asing dan budaya lokal.

Contoh asimilasi budaya tersebut terjadi pada masyarakat Batak dan Tionghoa di Sumatra Utara. Menurut Bruner, para pedagang Tionghoa yang tinggal di daerah Tapanuli sadar bahwa mereka merupakan pendatang sehingga mereka berusaha belajar bahasa Batak dan menyesuaikan diri dengan adat istiadat setempat karena dianggap menguntungkan bagi usaha perdagangan mereka. Sebaliknya, anggota masyarakat Batak Toba yang tinggal di Medan berusaha menyesuaikan diri dengan kebudayaan masyarakat setempat yang didominasi etnik Tionghoa. Selanjutnya, ia akan belajar Bahasa Cina karena pengetahuan tersebut dianggap berguna dalam melakukan transaksi perdagangan dengan warga keturunan Tionghoa.

Masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang plural dan multietnik karena beragamnya kebudayaan dan adat istiadat suku bangsa yang terdapat di Indonesia. Namun, kehidupan manusia selalu mengalami perubahan yang berpengaruh terhadap kebudayaan masyarakat karena adanya suatu kontak antarkebudayaan yang akan saling memengaruhi satu sama lain. Kontak antarbudaya tersebut memberikan pengaruh terhadap beragamnya kebudayaan masyarakat.

Bagaimana sikap kita untuk menghadapi kontak budaya dalam komunitas yang bersifat plural? Sikap toleransi sangat diperlukan dalam suatu masyarakat yang memiliki keanekaragaman budaya. Sikap toleransi dan simpati mampu menjadikan setiap individu menghargai dan saling menyerap berbagai unsur budaya yang bisa memberikan manfaat dan menyaring bentuk-bentuk budaya yang negatif dalam masyarakat.

Sikap toleransi dan simpati tersebut mampu mengintegrasikan berbagai kelompok masyarakat yang memiliki banyak perbedaan. Sikap tersebut mampu menghilangkan adanya prasangka antarkelompok dan sikap superioritas terhadap kelompok lain. (Tedi Sutardi. Antropologi: Mengungkap Keragaman Budaya. 2009).

Hubungan Antarbudaya: Akulturasi Kebudayaan dan Asimilasi Kebudayaan

Teori-teori Kepemimpinan Yang Telah Mendunia
Kepemimpinan dalama pandangan setiap orang berbeda-beda, yang pasti adalah setiap orang yang lahir menjadi pemimpin bagi dirinya sendiri terlebih dahulu, kemudian menjadi pemimpin bagi orang lain. Seseorang yang tidak mampu memimpin dirinya sendiri maka, secara otomatis tidak akan bisa memimpin orang lain.

Pendahuluan


Kepemimpinan dapat didefinisikan sebagai suatu proses yang kompleks dimana seorang pemimpin mempengaruhi bawahannya dalam melaksanakan dan mencapai visi, misi, dan tugas, atau objektif-objektif yang dengan itu membawa organisasi menjadi lebih maju dan bersatu. Seorang pemimpin itu melakukan proses ini dengan mengaplikasikan sifat-sifat kepemimpinan dirinya yaitu kepercayaan, nilai, etika, perwatakan, pengetahuan, dan kemahiran yang dimilikinya.

Kepemimpinan merupakan suatu interaksi antara anggota suatu kelompok sehingga pemimpin merupakan agen pembaharu, agen perubahan, orang yang perilakunya akan lebih mempengaruhi orang lain daripada perilaku orang lain yang mempengaruhi mereka, dan kepemimpinan itu sendiri timbul ketika satu anggota kelompok mengubah motivasi kepentingan anggota lainnya dalam kelompok (B.M. Bass: 1985)

Kepemimpinan adalah hubungan yang ada dalam diri seseorang atau pemimpin, mempengaruhi orang lain untuk bekerja secara sadar dalam hubungan tugas untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Kepemimpinan adalah suatu proses bagaimana menata dan mencapai kinerja untuk mencapai keputusan seperti bagaimana yang diinginkannya. (Rensis Linkert: 1961)4 Kepemimpinan adalah suatu rangkaian bagaimana mendistribusikan pengaturan dan situasi pada suatu waktu tertentu.

Harbani mengemukakan bahwa kepemimpinan adalah kemampuan untuk mempengaruhi pihak lain, melalui komunikasi baik langsung maupun tidak langsung dengan maksud untuk menggerakkan orang-orang agar dengan penuh pengertian, kesadaran dan senang hati bersedia mengikuti kehendak pimpinan itu. (Pasolong Harbani: 2008)5 Kepemimpinan diartikan sebagai proses mempengaruhi dan mengarahkan berbagai tugas yang berhubungan dengan aktivitas anggota kelompok. Kepemimpinan juga diartikan sebagai kemampuan mempengaruhi berbagai strategi dan tujuan, kemampuan mempengaruhi komitmen dan ketaatan terhadap tugas untuk mencapai tujuan bersama, dan kemampuan mempengaruhi kelompok agar mengidentifikasi, memelihara, dan mengembangkan budaya organisasi.

Faktor kepemimpinan, meliputi aspek kualitas manajer dan team leader dalam memberikan dorongan, semangat, arahan dan dukungan kerja pada bawahannya. Kepemimpinan dalam organisasi memiliki peran yang sangat besar dalam membangun hubungan antar individu dan pembentuk nilai organisasi yang dijadikan sebagai pondasi dasar bagi pencapaian tujuan organisasi. (Hasan Baharun: 2017)

Kepemimpinan adalah aktivitas untuk mempengaruhi perilaku orang lain agar mereka mau dia[orahkan untuk mencapai tujuan tertentu. Kepemimpinan diartikan sebagai kemampuan menggerakkan atau memotivasi sejumlah orang agar secara serentak melakukan kegiatan yang sama dan terarah pada pencapaian tujuannya. Kepemimpinan juga merupakan proses menggerakkan grup atau kelompok dalam arah yang sama tanpa paksaan.

Teori-Teori Kepemimpinan 


# Teori Sifat

Seseorg dpt menjadi pemimpin apabila memiliki sifat yang dibutuhkan oleh seorang pemimpin. Titik tolak teori : keberhasilan seorang pemimpin ditentukan oleh sifat kepribadian baik secara fisik maupun psikologis. Keefektifan pemimpin ditentukan oleh sifat, perangai atau ciri kepribadian yang bukan saja bersumber dari bakat, tapi dari pengalaman dan hasil belajar.

Tahun 1940-an kajian tentang kepemimpinan didasarkan pada teori sifat. Teori sifat adalah teori yang mencari sifat sifat kepribadian, sosial, fisik, atau intelektual yang membedakan antara pemimpin dan bukan pemimpin. Berdasarkan teori ini kepemimpinan itu dibawa sejak lahir atau merupakan bakat bawaan. Misalnya ditemukan adanya enam macam sifat yang membedakan antara pemimpin dan bukan pemimpin yaitu ambisi dan energi, keinginan untuk memimpin, kejujuran dan integritas, rasa percaya diri, inteligensi, dan pengetahuan yang relevan dengan pekerjaan. Namun demikian teori sifat ini tidak memberikan bukti dan adanya indikasi kesuksesan seorang pemimpin.

# Genetic Theory

Pemimpin adalah dilahirkan dengan membawa sifat-sifat kepemimpinan dan tidak perlu belajar lagi. Sifat utama seorang pemimpin diperoleh secara genetik dari orang tuanya.

# Teori Great Man

Kepemimpinan merupakan bakat atau bawaan sejak seseorang lahir. Bennis & Nanus menjelaskan bahwa teori ini berasumsi pemimpin dilahirkan bukan diciptakan. Kekuasaan berada pada sejumlah orang tertentu, yang melalui proses pewarisan memiliki kemampuan memimpin atau karena keberuntungan memiliki bakat untuk menempati posisi sebagai pemimpin. “Asal Raja Menjadi Raja” (Anak raja pasti memiliki bakat untuk menjadi raja sebagai pemimpin rakyatnya. (Warren Bennis and Burt Nanus: 1990)

Menurut teori kepemimpinan ini seorang pemimpin besar terlahir sebagai pemimpin yang yang memiliki ciri-ciri yang istimewa yang mencakup: karisma, kecerdasan, kebijaksanaan dan dapat menggunakan kekuasaan yang dimilikinya untuk membuat berbagai keputusan yang memberi dampak besar bagi sejarah manusia. Karisma sendiri menunjukkan kepribadian seseorang yang dicirikan oleh pesona pribadi, daya tarik, yang disertai dengan kemampuan komunikasi interpersonal dan persuasi yang luar biasa.

Teori kepemimpinan ini sebagian besar bersandar pada pendapat-pendapat yang dikemukakan oleh Thomas Carlyle di abad 19 yang pernah menyatakan bahwa sejarah dunia tak lain adalah sejarah hidup orang-orang besar. Menurutnya, seorang pemimpin besar akan lahir saat dibutuhkan sehingga para pemimpin ini tidak bisa diciptakan.

# Traits Theory

Teori kepemimpinan ini merupakan perkembangan lebih lanjut dari Great Man Theory yang mengatakan bahwa para pemimpin dilahirkan dan bukan diciptakan (leader are born and not made). Tetapi sejalan dengan pemikiran mahzab behavioralis, pada peneliti di tahun 1950-an berkesimpulan bahwa karakteristik pemimpin tidak seluruhnya merupakan bawaan sejak lahir, namun diperoleh melalui pembelajaran dan pengalaman. Karena itu mereka berkesimpulan bahwa kepemimpinan yang efektif dapat dipelajari.

Riset mereka menunjukkan bahwa ada karakteristik individu yang dimiliki oleh seorang pemimpin sehubungan dengan kepemimpinan efektif, yaitu: Kecerdasan, Pengetahuan dan keahlian, Dominasi, Percaya diri, energi yang tinggi, Toleran terhadap stress, Integritas dan kejujuran, Kematangan.

Ronggowarsito menyebutkan seorang pemimpin harus memiliki astabrata, yakni delapan sifat unggul yang dikaitkan dengan sifat alam seperti tanah, api, angin, angkasa, bulan, matahari, bintang.

# Behavioral Theory

Karena ketyerbatasan peramalan efektivitas kepemimpinan melalui trait, para peneliti mulai mengembangkan pemikiran untuk meneliti perilaku pemimpin sebagai cara untuk meningkatkan efektivitas kepemimpinan. Konsepnya beralih dari siapa yang memiliki memimpin ke bagaimana perilaku seorang untuk memimpin secara efektif.

a. Authoritarian, Democratic & Laissez Faire

Penelitian ini dilakukan oleh Lewin, White & Lippit pada tahun 1930 an. Mereka mengemukakan 3 tipe perilaku pemimpin, yaitu authoritarian yang menerapkan kepemimpinan otoriter, democratic yang mengikut sertakan bawahannya dan Laissez - Faire yang menyerahkan kekuasaannya pada bawahannya.

b. Continuum of Leadership behavior.

Robert Tannenbaum dan Warren H Schmidt memperkenalkan continnum of leadership yang menjelaskan pembagian kekuasaan pemimpin dan bawahannya. Continuum membagi 7 daerah mulai dari otoriter sd laissez - faire dengan titik dengan demokratis.

c. Teori Employee Oriented and Task-Oriented Leadership - Leadership style matrix.

Konsep ini membahas dua orientasi kepemimpinan yaitu; (1) Kepemimpinan yang berorientasi pada pekerjaan dimana perilaku pemimpinnya dalam penyelesaiannya tugasnya memberikan tugas, mengatur pelaksanaan, mengawasi dan mengevaluasi kinerja bawahan sebagai hasil pelaksanaan tugas. (2) Kepemimpinan yang berorientasi pada pegawai akan ditandai dengan perilaku pemimpinnya yang memandang penting hubungan baik dan manusiawi dengan bawahannya.

Pembahasan model ini dikembangkan oleh ahli psikologi industri dari Ohio State University dan Universitas of Michigan. Kelompok Ohio mengungkapkan dua dimensi kepemimpinan, yaitu initiating structure yang berorientasi pada tugas dan consideration yang berorientasi pada manusia. Sedangkan kelompok Michigan memakai istilah job-centered dan employee-centered.

d. The Managerial Grid

Teori ini diperkenalkan oleh Robert R.Blake dan Jane Srygley Mouton dengan melakukan adaptasi dan pengembangan data penelitian kelompok Ohio dan Michigan.

Blake & Mouton mengembangkan matriks yang memfokuskan pada penggambaran lima gaya kepemimpinan sesuai denan lokasinya.

Dari teori-teori diatas dapatlah disimpulkan bahwa behavioral theory memiliki karakteristik antara lain: (1) Kepemimpinan memiliki paling tidak dua dimensi yang lebih kompleks dibanding teori pendahulunya yaitu genetik dan trait. (2) Gaya kepemimpinan lebih fleksibel; pemimpin dapat mengganti atau memodifikasi orientasi tugas atau pada manusianya sesuai kebutuhan. (3) Gaya kepemimpinan tidak gifted tetapi dapat dipelajari. (4) Tidak ada satupun gaya yang paling benar, efektivitas kepemimpinan tergantung pada kebutuhan dan situasi

# Teori Big Bang

Suatu peristiwa besar menciptakan seseorang menjadi pemimpin. Mengintegrasikan antara situasi dan pengikut. Situasi merupakan peristiwa besar seperti revolusi, kekacauan/kerusuhan, pemberontakan, reformasi. Pengikut adalah orang yang mengokohkan seseorang dan bersedia patuh dan taat.

# Tingkah Laku

Keberhasilan seorang pemimpin sangat tergantung pada perilakunya dalam melaksanakan fungsi-fungsi kepemimpinan. Gaya atau perilaku kepemimpinan tampak dari cara melakukan pengambilan keputusan, cara memerintah (instruksi), cara memberikan tugas, cara berkomunikasi, cara mendorong semangat bawahan, cara membimbing dan mengarahkan, cara menegakkan disiplin, cara memimpin rapat, cara menegur dan memberikan sanksi.

Antara tahun 1940-an hingga 1960-an muncul teori kepemimpinan tingkah laku . Teori kepemimpinan tingkah laku ini mengacu pada tingkah laku tertentu yang membedakan antara pemimpin dan bukan pemimpin.Berdasarkan teori ini kepemimpinan itu dapat diajarkan, maka untuk melahirkan pemimpin yang efektif bisa dengan mendesain sebuah program khusus.

# Transformational Leadership

Robert house menyampaikan teorinya bahwa kepemimpinan yang efektif menggunakan dominasi, memiliki keyakinan diri, mempengaruhi dan menampilkan moralitas tinggi untuk meningkatkan karismatiknya. Dengan kharismanya pemimpin transformational akan menantang bawahannya untuk melahirkan karya istimewa.

Langkah yang dilaksanakan pemimpin ini biasanya membicarakan dengan pengikutnya bagaimana pentingnya kinerja mereka, bagaimana bangga dan yakinnya mereka sebagai anggota kelompok, bagaimana istimewanya kelompok yang akan menghasilkan karya luar biasa.

# Situational Leadership

Pengembangan teori ini merupakan penyempurnaan dari kelemahan-kelemahan teori yang ada sebelumnya. Dasarnya adalah teori contingensi dimana pemimpin efektif akan melakukan diagnose situasi, memilih gaya kepemimpinan yang efektif dan menerapkan secara tepat.

Empat dimensi situasi secara dinamis akan memberikan pengaruh terhadap kepemimpinan seseorang yaitu: (1) Kemampuan manajerial : kemampuan ini meliputi kemampuan sosial, pengalaman, motivasi dan penelitian terhadap reward yang disediakan oleh perusahaan. (2) Karakteristik pekerjaan: tugas yang penuh tantangan akan membuat seseorang lebih bersemangat, tingkat kerjasama kelompok berpengaruh efektivitas pemimpinnya. (3) Karakteristik organisasi : budaya organisasi, kebijakan, birokrasi merupakan faktor yang berpengaruh pada efektivitas pemimpinnya. (4) Karakteristik pekerja : kepribadian, kebutuhan, ketrampilan, pengalaman bawahan akan berpengaruh pada gaya memimpinnya.

a. Fiedler Contingency model

Model ini menyatakan bahwa gaya kepemimpinan yang paling efektif tergantung pada situasi yang dihadapi dan perubahan gaya bukan merupakan suatu hal yang sulit.

Fiedler memperkenalkan tiga variabel yaitu: (1) task structure merupakan keadaan tugas yang dihadapi apakah structured task atau unstructured task. (2) Leader-member relationship merupakan hubungan antara pimpinan dengan bawahan, apakah kuat (saling percaya, saling menghargai) atau lemah. (3) Position power merupakan ukuran aktual seorang pemimpin.

b. Model kepemimpinan situasional 'Life Cycle'

Harsey & Blanchard mengembangkan model kepemimpinan situasional efektif dengan memadukan tingkat kematangan anak buah dengan pola perilaku yang dimiliki pimpinannya.

Ada 4 tingkat kematangan bawahan, adalah; M 1 merupakan bawahan tidak mampu dan tidak mau atau tidak ada keyakinan. M 2 yaitu bawahan tidak mampu tetapi memiliki kemauan dan keyakinan bahwa ia bisa. M 3 yaitu bawahan mampu tetapi tidak mempunyai kemauan dan tidak yakin. M 4 yaitu bawahan mampu dan memiliki kemauan dan keyakinan untuk menyelesaikan tugas.

Ada 4 gaya yang efektif untuk diterapkan yaitu: Gaya 1 : telling, pemimpin memberi instruksi dan mengawasi pelaksanaan tugas dan kinerja anak buahnya. Gaya 2 : selling, pemimpin menjelaskan keputusannya dan membuka kesempatan untuk bertanya bila kurang jelas. Gaya 3 : participating, pemimpin memberikan kesempatan untuk menyampaikan ide-ide sebagai dasar pengambilan keputusan. Gaya 4 : delegating, pemimpin melimpahkan keputusan dan pelaksanaan tugas kepada bawahannya.

# Teori Personal Situasional

Kepemimpinan dihasilkan dari rangkaian tiga faktor, yaitu sifat kepribadian pemimpin, sifat dasar kelompok dan anggotanya serta peristiwa yang diharapkan kepada kelompok. Resistensi atas teori kepemimpinan yang telah diuraikan sebelumnya memberlakukan asas-asas umum untuk semua situasi. Hal ini tidak mungkin setiap organisasi hanya dipimpin dengan gaya kepemimpinan tunggal untuk segala situasi terutama apabila organisasi terus berkembang atau jumlah anggotanya semakin besar. Respon atau reaksi yang timbul berfokus pada pendapat bahwa dalam menghadapi situasi yang berbeda diperlukan gaya kepemimpin yg berbeda-beda pula.

Selanjutnya antara tahun 1960-an hingga 1970-an berkembang kajian kajian kepemimpinan yang mendasarkan pada teori kemungkinan. Teori kemungkinan atau situasional mendasarkan bukan pada sifat atau tingkah laku seorang pemimpin akan tetapi efektivitas kepemimpinan dipengaruhi oleh situasi tertentu. Dalam situasi tertentu diperlukan gaya kepemimpinan tertentu, demikian pula pada situasi yang lain memerlukan gaya kepemimpinan yang lain pula.

Penutup


Dari pembahasan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa:

# Setiap teori dalam kepemimpinan disandarkan pada situasi dan kondisi yang terjadi pada masa itu. Perkembangan manusia dalam memimpin akan terus berlanjut sehingga teorinya juga akan mengalami perkembangan. Manusia yang pada awalnya meyakini bahwa pemimpin itu dilahirkan, ternyata telah berubah, karena Selain dilahirkan pemimpin juga dapat dibentuk.

# Teori kepemimpinan antara lain; Teori Sifat, Genetic Theory, Teori Great Man, Traits theory, Behavioral Theory, Teori Big Bang, Tingkah Laku, Transformational Leadership, Situational Leadership, dan Teori Personal Situational.

Teori-teori Kepemimpinan Yang Telah Mendunia

Teori Pembangunan Ekonomi: Aliran Klasik, Karl Marx, Schumpeter, Neo Klasik, dan Post Keynesian
Sudah sejak lama yaitu sejak beradab-abad yang lalu, perhatian utama masyarakat dunia dalam bidang ekonomi tertuju pada bagaimana mempercepat tingkat peengembangan ekonimi. Hal inilah yang kemudian melahirkan beragam teori dari berbagai ahli ekonomi.

Secara garis besar teori pembangunan dan pertumbuhan ekonomi dapat digolongkan sebagai "mahsab analitis" yang menekankan kepada teori yang bisa mengungkapkan proses pertumbuhan ekonomi secara logis dan konsisten tetapi sering bersifat abstrak dan kurang menekankan kepada sisi empiris historisnya. Yang termasuk dalam golongan ini adalah golongan Klasik, dan Neo Klasik.Yang kedua adalah "mahsab histories" yang menekankan proses pembangunan didasarkan pada proses pentahapannya. Yang termasuk dalam golongan kedua ini diantaranya adalah Karl Marx dan Rostow. Menurut penggolongan lain, teori pembangunan ekonomi dapat digolongkan menjadi lima golongan besar yakni aliran klasik, Karl Marx, Schumpeter, Neo Klasik dan Post Keynesian, yang pembahasannya adalah sebagai berikut.

Teori Pembangunan Ekonomi Aliran Klasik


Aliran klasik muncul pada akhir abad ke 18 dan permulaan abad ke 19 yaitu dimasa revolusi industri dimana suasana waktu itu merupakan awal bagi adanya perkembangan ekonomi. Pada waktu itu sistem liberal sedang merajalela dan menurut alairan klasik ekonomi liberal itu disebabkan oleh adanya pacuan antara kemajuan teknologi dan perkembangan jumlah penduduk. Mula-mula kemajuan teknologi lebih cepat dari pertambahan jumlah penduduk, tetapi akhirnya terjadi sebaliknya dan perekonomian akan mengalami kemacetan.

Menurut aliran ini bahwa meningkatnya tingkat keuntungan akan mendorong perkembangan investasi dan investasi (pembentukan capital ) akan menambah volume persediaan capital (capital stock). Keadaan ini akan memajukan tingkat teknologi dan memperbesar jumlah barang yang beredar sehingga tingkat upah naik, yang berarti meningkatnya tingkat kemakmuran penduduk. Tingkat kemakmuran akan mendorong bertambahnya jumlah penduduk sehingga mengakibatkan berlakunya hukum pertambahan hasil yang semakin berkurang (law of diminishing return).

Tokoh-tokoh Aliran Klasik tersebut antara adalah Adam Smith, David Ricardo dan Thomas Robert Malthus yang masing-masing akan kita bahas berikut ini:

1. Adam Smith

Adam Smith adalah ahli Ekonomi Klasik yang paling terkemuka. Bukunya yang sangat terkenal berjudul An Inquiry into the Nature and Cause of the Wealth of Nations terbit tahun 1776. Ia meyakini berlakunya "doktrin hukum alam" dalam persoalan ekonomi. Ia menganggap setiap orang paling tahu terhadap kepentingannya sendiri sehingga sebaiknya setiap orang dibebaskan untuk mengejar kepentingannya demi keuntungannya sendiri. Ia penganut faham perdagangan bebas dan penganjur kebijakan pasar bebas. Pasar persaingan sempurna adalah mekanisme pencipta keseimbangan otomatis yang akan menciptakan maksimisasi kesejahteraan ekonomi.Menurutnya terdapat tiga unsur pokok sistem produksi, unsur-unsur tersebut adalah: sumber daya alam yang tersedia, jumlah penduduk dan stok barang modal

Menurut Adam Smith, untuk berlakunya perkembangan ekonomi diperlukan adanya spesialisasi atau pembagian kerja. Pembagian kerja didasari oleh akumulasi capital yang berasal dari dana tabungan dan luas pasar. Luas pasar disni berfungsi untuk menampung hasil produksi sehingga dapat menembus perdagangan internasional. Perrtumbuhan itu mulai maka ia akan bersifat kumulatif artinya bila ada pasar yang dan ada akumulasi kapital, pembagian kerja akan terjadi dan akan menaikan tingkat produktivitas tenaga kerja.

Proses Penumpukan Modal. Smith menekankan, penumpukan modal harus dilakukan terlebih dahulu daripada pembagian kerja. Smith menganggap pemupukan modal sebagai satu syarat mutlak bagi pembangunan ekonomi; dengan demikian permasalahan pembangunan ekonomi secara luasa adalah kemampuan manusia untuk lebih banyak menabung dan menanam modal. Dengan demikian tingkat investasi akan ditentukan oleh tingkat tabungan dan tabungan yang sepenuhnya diinvestasikan.

Agen Pertumbuhan, menurutnya para petani, produsen dan pengusaha, merupakan agen kemajuan dan pertumbuhan ekonomi. Fungsi ketiga agen tersebut saling berkaitan erat. Bagi Smith pembangunan pertanian mendorong peningkatan pekerjaan konstruksi dan perniagaan. Pada waktu terjadi surplus pertanian sebagai akibat pembangunan ekonomi, maka permintaan akan jasa perniagaan dan barang pabrikan meningkat pula; ini semua akan membawa kemajuan perniagaan dan berdirinya industri manufaktur. Pada pihak lain, pembangunan sektor tersebut akan meningkatkan produksi pertanian apabila petani menggunakan teknologi yang canggih. Jadi pemupukan modal dan pembangunan ekonomi terjadi karena tampilnya para petani, produsen dan pengusaha.

Menurut Smith, proses pertumbuhan ini bersifat komulatif (menggumpal). Apabila timbul kemakmuran sebagai akibat kemajuan di bidang pertanian, indusrtri manufaktur, dan perniagaan, kemakmuran itu akan mengarah pada pemupukan modal, kemajuan teknik, meningkatnya produk, perluasan pasar, pembagian kerja, dan kenaikan secara terus menerus. Dilain pihak naiknya produktifitas akan menyebabkan upah naik dan ada akumulasi kapital. Tetapi karena Sumber Daya Alam terbatas adanya, maka keuntungan akan menurun karena berlakunya hukum penambahan hasil yang semakin berkurang. Pada tingkat inilah perkembangan mengalami kemacetan.

Teori Adam Smith tidak luput dari kelemahan, kelemahannya adalah sbb:

# Pembagian masyarakat yang dilakukannya terlalu lugas sehingga mengabaikan peranan kelas menengah dalam memberikan daya dorong bagi pembangunan ekonomi.

# Alasan yang tidak adil bagi kegiatan menabung. Menurutnya yang dapat menabung hanyalah tuan tanah, kapitalis dan lintah darat, padahal yang sebenarnya golongan lain penerima pendapatan juga dapat melakukan kegiatan menabung.

# Persaingan sempurna tidak terdapat di dunia nyata

# Mengabaikan peran wiraswasta

# Asumsi yang tidak realistis tentang keadaan stasioner

2. David Ricardo

Tulisannya yang terkenal berjudul The Principles of Political Economy and Taxation yang terbit 1917.Teori Ricardo didasarkan pada asumsi; a)Seluruh tanah digunakan untuk produksi gandum, b) Factor produksi tanah berlaku law of diminishing return, c) Persediaan tanah tetap, d) Permintaan gandum bersifat inelastic, e) Buruh dan modal adalah masukan yang bersifat variable, f) Keadaan pengetahuan teknis adalah tertentu, g) Buruh dibayar pada tingkat upah minimal, h) Harga penawaran buruh tertentu dan tetap, i) Permintaan buruh tergantung pada pemupukan modal, j) Terdapat persaingan sempurna, k) Pemupukan modal dihasilkan dari keuntungan.

Menurut David Ricardo di dalam masyarakat ekonomi ada tiga golongan masyarakat yaitu golongan capital, golongan buruh, dan golongan tuan tanah. Golongan kapital adalah golongan yang memimpin produksi dan memegang peranan yang penting karena mereka selalu mencari keuntungan dan menginvestasikan kembali pendapatannya dalam bentuk akumulasi kapital yang mengakibatkan naiknya pendapatan nasional. Golongan buruh merupakan golongan yang terbesar dalam masyarakat, namun sangat tergantung pada capital. Golongan tuan tanah merupakan golongan yang memikirkan sewa saja dari golongan kapital atas areal tanah yang disewakan.

David Ricardo mengatakan bahwa bila jumlah penduduk bertambah terus dan akumulasi kapital terus menerus terjadi, maka tanah yang subur menjadi kurang jumlahnya atau semakin langka adanya. Akibatnya berlaku pula hukum tambahan hasil yang semakin berkurang. Disamping itu juga ada persaingan diantara kapitalis-kapitalis itu sendiri dalam mengolah tanah yang semakin kurang kesuburannya dan akibatnya keuntungan mereka semakin menurun hingga pada tingkat keuntungan yang normal saja.

Selain pandangannya yang kritis tentang pembangunan, teori Ricardo memiliki beberapa kelemahan yaitu; a) Mengabaikan pengaruh teknologi dalam mengarasi masalah diminishing return, b) tidak ada keadaan stasioner dengan keuntungan yang meningkat, produksi meningkat dan terjadi pemupukan modal, c) menganggap upah yang tidak akan meningkat karena pertambahan jumlah penduduk, d) kebijakan pasar bebas yang tidak pernah ada dalam realita, e) mengabaikan factor kelembagaan, f) tanah juga memproduksi selain gandum, g) menganggap modal dan buruh adalah koefisien yang tetap padahal keduanya adalah variable bebas, dan h) mengabaikan tingkat suku bunga.

3. Thomas Robert Malthus

Menurut Thomas Robert Malthus tambahan permintaan tergantung kepada kenaikan jumlah penduduk yang terus menerus. Namun, hal itu juga perlu diikuti oleh perkembangan unsur lain seperti turunnya biaya produksi dan kenaikan jumlah capital. Apabila jumlah produksi bertambah maka secara otomatis permintaan akan ikut bertambah pula karena pada hakekatnya kebutuhan manusia tidak terbatas.

Malthus menitikan perhatian pada “perkembangan kesejahteraan” suatu negara, yaitu pembangunan ekonomi yang dapat dicapai dengan meningkatkan kesejakteraan suatu negara. Kesejahteraan suatu negara sebagian bergantung pada kuantitas produk yang dihasilkan oleh tenaga kerjannya, dan sebagian lagi pada nilai atas produk tersebut.

Pertumbuhan Penduduk dan Pembangunan Ekonomi, Menurut Malthus pertumbuhan penduduk saja tidak cukup untuk berlangsungnya pembangunan ekonomi. Malahan, pertumbuhan penduduk adalah akibat dari proses pembangunan ekonomi. Pertumbuhan penduduk akan meningkatkan kesejahteraan hanya bila pertumbuhan tersebut meningkatkan permintaan efektif. Rendahnya konsumsi atau kurangnya permintaan efektif yang menimbulkan persediaan melimpah, menurut Teori Malthus merupakan sebab utama keternbelakangan. Untuk pembangunan, negara harus memaksimalkan produksi di sektor pertanian dan sektor industri. Ini memerlukan kemajuan teknologi, pendistribusian kesejahteraan dan tanah secara adil, perluasan perdagangan internal dan eksternal, peningkatan konsumsi tidak produktif, dan peningkatan kesempatan kerja melalui rencana pekerjaan umum.

Malthus memiliki beberapa saran saran untuk pembangunan ekonomi, saran-sarantersebut adalah; a) harus adnya pertumbuhan berimbang antara sector pertanian dan sector industri, b) harus adanya upaya untuk menaikkan permintaan efektif dengan cara pendistribusian kesejahteraan dan pemilikan tanah secara lebih adil, dan c) perlunya melakukan perluasan perdagangan internal dan eksternal.

4. Arthur Lewis

Teorinya didasarkan pada anggapan adanya penawaran buruh yang tidak terbatas di negara terbelakang dengan upah subsisten. Pembangunan ekonomi berlangsung bila modal terakumulasi akibat peralihan buruh surplus dari sector subsisten ke sector kapitalis. Pembentukan modal tergantung pada surplus kapitalis.Surplus ini diinvestasikan kembali pada aktiva kapitalis baru. Pembentukan modal berlangsung dan lebih banyak orang dipekerjakan dari sector subsisten. Proses tersebut akan berlangsung sampai rasio buruh modal naik dan penawaran buruh menjadi tidak elastis. Pokok masalahnya adalah bagaimana proses pertumbuhan terjadi dalam perekonomian dua sector yaitu; sector tradisional dengan produktifitas rendah dan sumber tenaga kerja yang melimpah, dan sector modern dengan produktifitas tinggi dan sebagai sumber akumulasi modal. Kemudian pembentukan modal bergantung pada surplus capital ( modal dibentuk dari laba yang dihasilkan oleh para kapitalis)

Menurutnya proses pertumbuhan ekonomi akan berakhir jika akibat pembentukan modal tidak ada lagi surplus buruh yang tersisa, dan sector kapitalis berkembang begitu cepat sehingga mengurangi secara absolute penduduk di sector subsisten

Teori Pembangunan Ekonomi Karl Marx


Karl Marx lahir pada thaun 1818 di Kota Trier JermanPemikiran Marx sangat dipengaruhi oleh Darwin dan menggunakan gagasan ini untuk menjelaskan proses dialektik sejarah. Menurut Marx, masyarakat menempuh tahapan-tahapan yang berbeda dalam sejarah dan yang menenukan tahapan-tahapan tersebut adalah perubahan dalam sarana produksi dan hubungan-hubungan produksi.

Menurutnya berdasarkan sejarah, perkembangan masyarakat melalui 5 tahap :

1. Masayarakat kumunal primitive, yang masih menggunakan alat-alat produksi sederhana yang merupakan milik kumunal. Tidak ada surplus produksi di atas konsumsi.

2. Masyarakat perbudakan, adanya hubungan antar pemilik factor produksi dan orang-orang yang hanya bekerja untuk mereka. Para budak diberi upah sangat minim Mulai ada spesialisasi untuk bidang pertanian, kerajinan tangan dsb. Karena murahnya harga buruh maka minat pemilik factor produksi untuk memperbaiki alat-alat yang dimilikinya rendah. Buruh makin lama sadar dengan kesewenang-wenangan yang dialaminya sehingga menimbulkan perselisihan antara dua kelompok tersebut.

3. Masyarakat feodal, kaum bangsawan memiliki factor produksi utama yaitu tanah.. Para petani kebanyakan adalah budak yang dibebaskan dan mereka mengerjakan dahulu tanah milik bangsawan. Hubungan ini mendorong adanya perbaikan alat produksi terutama di sector pertanian. Kepentingan dua kelas tersebut berbeda, para feodal lebih memikirkan keuntungan saja dan kemudian mendirikan pabrik-pabrik. Banyak timbul pedagang-pedagang baru yang didukung raja yang kemudian membutuhkan pasar yang lebih luas. Perkembangan ini menyebakan timbulnya alat produksi kapitalis dan menghendaki hapusnya system fiodal. Kelas borjuis yang memilki alat-alat produksi menghendaki pasaran buruh yang bebas dan hapusnya tariff serta rintangan lain dalam perdagangan yang diciptakan kaum fiodal sehingga kemudian masyarakat tidak lagi munyukai system ini

4. Masyarakat kapitalis, hubungan produksinya didasarkan pada pemilikan individu masing-masing kapitalis terhadap alat-alat produksi. Kelas kapitalis mempekerjakan buruh . Keuntungan kapitalis membesar yang memungkinkan berkembangnya alat-alat produksi. Perubahan alat yang mengubah cara produksi selanjutnya menyebabkan perubahan kehidupan ekonomi masyarakat. Perbedaan kepentingan antara kaum kapitalis dan buruh semakin meningkat dan mengakibatkan perjuangan kelas

5. Masyarakat sosialis, kepemilikan alat produksi didasarkan atas hak milik sosial. Hubungan produksi merupakan hubungan kerjasama dan saling membantu diantara buruh yang bebas unsur eksploitasi. Tidak ada lagi kelas-kelas dalam masyarakat.

Marx meramalkan keruntuhan system kapitalis. Menurutnya runtuhnya kapitalisme terjadi karena adanya

1. Konsentrasi , penggabungan perusahaan-perusahaan agar tidak bangkrut karena persaingan dalam masyarakat kapitalis

2. Akumulasi yang menyebabkan perbedaan kaya miskin semakin lebar

3. Kesengsaraan, karena kemiskinan semain luas

4. Krisis, karena daya beli masyarakat semakin berkurang karena pendapatan buruh semakin berkurang, sehingga terjadilah kelebihan produksi atas konsumsi (over production). Harga barang-barang merosot dan produksi terpaksa ditahan.

Akibat hal di atas daya beli masyarakat terus merosot yang mengakibatkan over produksi, harga barang merosot, produksi ditahan, banyak pabrik yang ditutup sehingga terjadilah krisis

Menurut Karl Marx masyarakt menempuh tahapan-tahapan yang berbeda dalam sejarah dan yang menentukan tahap-tahap tersebut adalah perubahan dalam sarana produksi dan juga hubungan-hubungan produksi yang telah dijelaskan di atas,namun sejarah telah membuktikan bahwa periode evolusi yang dikemukakan oleh Mrx ternyata keliru. Tidak ada masa dalam sejarah masyarakat yang melalui tahapan evolusi sebagaimana yang dikemukakan Marx. Sebaliknya sebagaimana system yang diyakini oleh Marx terjadi melalui serangkaian tahapan tertentu, malah dapat terjadi dalam waktu bersamaan dan dalam masyarakat yang sama pula di saat satu wilayah dari suatu Negara sedang mengalami system yang menyerupai masyarakat fiodal, system kapitalis berlaku di wilayah lainnya dalam Negara yang sama. Jadi pernyataan bahwa tahapan dari satu system ke system berikutnya mengiuti pola evolusi sebagaimana yang dikemukakan oleh Marx dan teori evolusi tidak dapat dibuktikan sama sekali.

Teori Pembangunan Ekonomi Neo Klasik


Teori ini berkembang pada pertengahan tahun 1950 an. Analisis pertumbuhan ekonominya didasarkan pada pandangan-pandangan ahli ekonomi klasik. Perintis teori ini adalah Robert Solow dan travor Swan. Pendapatnya mengenai perkembangan ekonomi adalah sebagai berikut :

# Adanya akumulasi capital merupakan factor penting dalam perkembangan ekonomi

# Perkembangan tersebut merupakan proses yang gradual

# Perkembangan merupakan proses yang harmonis dan kumulatif

# Merupakan aliran yang optimis terhadap perkembangan ekonomi

# Adanya aspek internasional dalam perkembangan tersebut

Menurut teori ini tingkat bunga dan tingkat pendapatan akan menentukan tingginya tingkat tabungan.Pada suatu tingkat teknik tertentu, tingkat bunga akan menentukan investasi, jika kesempatan untuk investasi bertambah ( misalnya karena kemajuan teknologi), tambahnya permintaan untuk investasi menyebabkan tingkat bunga naik yang selanjutnya meningkatkan jumlah tabungan. Adanya kenaikan investasi tersebut menyebabkan harga-harga barang naik.

Kenaikan harga-harga dan tingkat bunga menyebabkan investasi terbatas hanya pada proyek-proyek dengan tingkat keuntungan terbesar dan akhirnya permintaan investasi berkurang sehingga tingkat bunga dan harga barang capital turun kembali. Jika tingkat bunga sangat rendah sedemikian rupa maka tidak ada orang yang mau menabungJika keadaan tersebut terjadi maka akumulasi capital berakhir dan perekonoian mengalami keadaan yang statis.Agar tidak mengalami hal tersebut maka kondisi full employment harus tetap dijaga dengan mengadakan proyek-proyek pekerjaan umum.

Kemajuan teknologi (penemuan-penemuan baru yang mengurangi penggunaan tenaga buruh) juga merupakan pendorong kenaikan pendapatan nasional. Mereka yakin bahwa manusia mampu untuk mengatasi terbatasnya pertumbuhan akibat habisnya sumber daya alam.Hal lain lagi yang dianggap penting untuk pertumbuhan ekonomi adalah kemampuan untuk menabung. Kalau tidak ada tabungan, kemajuan teknologi yang baru belum dapat digunakan.

Menurut Neo Klasik, tingkatan perkembangan ekonomi yang dialami suatu negara melalui beberapa tahap :

# Mula-mula negara meminjam capital dan disebut sebagai debitur yang belum mapan

# Setelah dapat menghasilkan dengan capital pinjaman tersebut, negara itu membayar deviden dan bunga atas pinjaman yang dilakukan. Pada tingkat ini belum dibayar pokok pinjaman capital

# Setelah penghasilan meningkat terus, sebagian penghasilan digunakan untuk melunasi hutang dan sebagian dipinjamkan ke negara lain yang membutuhkan.. Negara berada dalam tingkat debitur yang sudah mapan ( mature debtor)

# Negara dapat menerima bunga dan deviden lebih besar daripada yang dibayar, jadi ada surplus. Dengan kata lain hutangnya semakin sedikit dan piutangnya semakin besar. Negara tersebut sampai pada tingkatan kreditur yang belum mapan (immature creditor)

# Negara melulu hanya menerima deviden dan bunga dari negara lain. Negara sampai pada tingkat kreditur yang sudah mapan (mature creditor).

Teori Pembangunan Ekonomi Schumpeter


Teori Schumpeter ini pertama kali dikemukakan dalarn bukunya yang berbahasa Jerman pada tahun 1911 yang pada tahun 1934 diterbitkan dalam Bahasa Inggris dengan judul The Theory of Economic Development. Kemudian dia mengulas teorinya lebih dalam mengenai proses pembangunan dan faktor utama yang menentuka pembangunan dalam bukunya yang diterbitkan pada tahun 1939 dengan judul Business Cycle

Salah satu pendapat Schumpeter yang menjadi landasan teori pembangunan adalah adanya keyakinan bahwa sistem kapitalisme merupakan sistem yang paling baik untuk menciptakan pembangunan ekonomi yang pesat. Namun, Schumpeter meramalkan bahwa dalam jangka panjang sistem kapitalisme akan mengalami kemacetan (Satagnasi). Pendapat ini sama dengan pendapat kaum Klasik.

Menurut Schumpeter, faktor utama yang menyebabkan perkembangan ekonomi adalah proses inovasi dan pelakunya adalah para inovator atau pengusaha. Kemajuan ekonomi suatu masyarakat hanya bisa diterapkan dengan adanya inovasi oleh para Pengusaha (entrepreneurs). Dan kemajuan ekonomi tersebut dapat dimaknai sebagai peningkatan output total masyarakat.

Dalam mernbahas perkembangan ekonomi, Schumpeter membedakan pertumbuhan ekonomi dan pembangunan ekonomi, meskipun keduanya merupakan sumber peningkatan output masyarakat. Menurut Schumpeter, pertumbuhan ekonomi adalah peningkatan output masyarakat yang disebabkan oleh semakin banyaknya jumlah faktor produksi yang digunakan dalam proses produksi, tanpa adanya perubahan dalam “teknologi” produksi itu sendiri. Misalnya, kenaikan output yang disebabkan oleh pertumbuhan stok modal ataupun penambahan faktor-faktor produksi tanpa tanpa adanya perubahan pada teknologi produksi yang lama.

Sedangkan pembangunan ekonomi adalah kenaikan output yang disebabkan oleh adanya inovasi yang dilakukan oleh para pengusaha(entrepreneurs.). Inovasi disini bukan hanya berarti perubahan yang “radikal” dalam hal teknologi, inovasi dapat juga direpresentasikan sebagai penemuan produk baru, pembukaan pasar baru, dan sebagainya. Inovasi tersebut nienyangkut perbaikan kuantitatif dan sistem ekonomi itu sendiri yang bersumber dari kreativitas para pengusahanya.

Menurut Sehumpeter, pembangunan ekonorni akan berkernbang pesat dalam lingkungan masyarakat yang rnenghargai dan merangsang setiap orang untuk menciptakan hal-hal yang baru (inovasi), dan lingkungan yang paling cocok untuk itu adalah masyarakat yang menganut paham laissez faire, bukan dalarn masyarakat sosial ataupun komunis yang cenderung mematikan kreativitas pendudukunya.

Teori Analisis Post-Keynesian


Analisis Keynesian menggunakan anggapan berdasarkan atas keadaan waktu sekarang seperti mengenai tingkat teknik tenaga kerja selera, dengan tidak memperhatikan keadaan jangka panjang. Teori ini juga berpendapat bahwa apabilah jumlah penduduk bertambah maka pendapatan rill perkapitah akan berkurang kecuali bila pendapat rill juga bertambah.

Ahli-ahli post-keynesian ialah mereka yang mencoba merumuskan perluasan teori keynes.post-keynesian memperluas sistem menjadi teori output dan kesempatan kerja dalam jangka panjang, yang menganalisa fluktuasi jangka pendek untuk mengetahui adanya perkembangan ekonomi jangka panjang.

Dalam analisis ini persoalan yang penting ialah; a) Syarat yang diperlukan untuk mempertahankan perkembangan pendapat yang mantap (steady growth) pada tingkat pendapatan dalam kesempatan kerja penuh (full employment income) tanpa mengalami deflasi atau inflasi. b) Apakah pendapatan itu benar-benar bertambah pada tingkat sedemikian rupa sehingga dapat mencegah terjadinya kemacetan yang lama atau terus menerus.

1. Teori Harrod-Domar

Pada hakikatnya teory Harrod-Domar merupakan pengembangan dari teory makro Keynes. Analisis Keynes dianggap kurang lengkap karena mengungkapkan masalah – masalah ekonomi dalam jangka panjang. Sedangkan teory Harrod- Domar ini menganalisis syarat-syarat yang diperlukan agar suatu perekonomian dapat tumbuh dan berkembang dalam jangka panjang. Dengan kata lain, teory ini berusaha menunjukan syarat yang dibutuhkan agar suatu perekonomian dapat tumbuh dan berkembang dengan mantab. Menurut teory Harrod-Domar, pembentukan modal merupakan faktor penting yang menentukan pertumbuhan ekonomi. Pembentukan modal tersebut dapat diperoleh melalui proses akumulasi tabungan.

Besarnya tabungan masyarakat proposional dengan besarnya pendapatan nasional.mpunyai beberapa asumsi yakni :

# Perekonomian dalam keadaan pengerjaan penuh ( full empyloyment ) dan faktor – faktor produksi yang ada juga dimanfaatkan secara penuh .

# Perekonomian tterdiri dari dua sector : sector rumah tangga dan sector perusahaan.

# Besarnya tabungan masyarakat proposional dengan besarnya pendapatan nasional.

# Kecenderungan menabung besarnya tetap.

2. Teori Evsey D. Domar

Karena investasi menaikkan kapasitas produksi dan pendapatan, maka seberapa tingkat kenaikan investasi sama dengan kenaikan pendapatan dan kapasitas produksi diperlukan anggapan-anggapan teori sebagai berikut:

# Perekonomian sudah ada dalam pengerjaan tingkat penuh (full employment income)

# Tidak ada pemerintah dan perdagangan luar negeri

# Tidak ada keterlambatan penyesuaian (lag of adjustment)

# Hasrat menabung marginal dan hasrat menabung rata-rata sama.

# Marginal propensity to savedan Capital coeffisien adalah tetap.

Dari teori ini dinyatakan bahwa kenaikan investasi akan menaikkan kapasitas produksi dan pendapatan. Perekonomian kenyataannya menghadapi masalah yaitu bila investasi hari ini tidak cukup maka akan terjadi pengangguran. Bila ada investasi hari ini maka besok diperlukan investasi yang lebih banyak untuk menaikkan permintaan sehingga kapasitas produksi bertambah.

3. Teori Harrod

Harrod juga menyelidiki keadaan-keadaan untuk perkembangan ekonomi yang terus menerus, dan menunjukkan cara yang mungkin dapat ditempuh untuk mencapai perkembangan ekonomi itu. Ia memulai dengan mengatakan bahwa tabungan sama dengan investasi.

Harrod beranggapan bahwa tabungan yang diharapkan itu selalu terjadi, sehingga perbedaan anatara tabungan yang diharapkan dengan investasi yang diharapkan itu akan berupa investasi yang belum diharapkan (unintended investment). Ini berarti persediaan (inventory) menumpuk apabila tabungan yang diharapkan melebihi investasi yang diharapkan. Model Harrod ini dapat dinyatakan sesuai dengan modelnya domar. Kedua model itu menunjukkan bahwa untuk mempertahankan pengerjaan penuh, tabungan yang diharapkan dari pendapatan pada tingkat pengerjaan penuh harus diimbangi dengan jumlah infestasi yang diharapkan, yang sama besarnya dengan tabungan yang diharapkan.

Ikhtisar analisa Harrod dan Domar (roy Harrod dan Evsey Domar)

# Investasi adalah pusat dari persoalan pertumbuhan yang mantap sebab proses investasi mempunyai dua sifat yaitu menciptakan pendapatan dan menaikkan kapasitas produksi dalam perekonomian.

# Naiknya kapasitas produksi dapat menghasilkan out-put yang lebih banyak.

# Laju pertumbuhan yang sebenarnya (actual rate of growth) dapat berbeda dengan laju pertumbuhan yang mantap (waranted rate of growth).

Bila laju pertumbuhan yang sebenarnya lebih besar daripada laju pertumbuhan yang mantap akan cenderung terjadi inflasi. Sebaliknya bila laju pertumbuhan sebenarnya lebih kecil dari pada laju peertumbuhan mantap akan cenderung terjadi deflasi.

4. Teori Stagnasi Sekular (Secular Stagnation)

Stagnasi sekuler menunjukkan suatu fase perkembangan kapitalis yang telah masak dimana tabungan bersih pada tingkat full employmentcenderung bertambah, sedangkan investasi bersihnya menurun. Ini menandakan kecenderungan jangka panjang menuju pada pengurangan kegiatan ekonomi.perumusan sebab-sebab stagnasi sekuler adalah:

# Menitik beratkan pada peranan faktor faktor eksogen seperti teknologi, perkembangan penduduk, pembukaan dan perkembangan daerah baru.Menurut A. Hansen, perkembangan penduduk yang cepat, pembukaan daerah baru dan kemajuan teknologi akan mendorong investasi dan menaikkan pendapatan. Menurut Keynes, perkembangan penduduk akan mendorong kenaikan ekonomi, menaikkan daya beli dan dapat memperluas pasar. Tertundanya perkembangan penduduk menagkibatkan akumulasi kapital relatif lebih banyak dari pada tenaga kerja.

# Menitik beratkan pada perubahan-perubahan dasar di dalam lembaga-lembaga sosial seperti meningkatnya pengawasan pemerintah terhadap perusahaan-perusahaan dan poerkembangan organisasi buruh.

# Menitik beratkan pada faktor-faktor endogen seperti perkembangan persaingan dan konsentrasi-konsentrasi perusahaan dalam industri.

Kesimpulan


Berdasarkan pemikiran para ekomon dalam teori-teorinya maka dapat dikemukakansebagai berikut. Klasik: Adam Smith menunjukkan pentingnya faktor Divition of labour (pembagian tenaga kerja atau spesialisasi) dalam pengembangan ekonomi. D. Ricardo, menunjukkan pentingnya faktor tanah.Thomas Robert Malthus menunjukkan pentingnya faktor pertambahan penduduk, dan pengaruh terhadap penambahan jumlah permintaan. Sedangkan Karl Marx, menunjukkan pentingnya tersedia adanya nilai lebih (surplus value) bagi perkembangan ekonomi. Post Keynesia, khususnya Roy Harrod dan Evsey Domar mengemukakan pentingnya peranan kapital di mana investasi lebih penting untuk perkembangan ekonomi, sedang Neo Klasik melihat peranan dari teknologi. Schumpeter, dalam masalah perkembangan ekonomi ini melihat pentingnya para entrepreneur. Apabila entrepreneur banyak tersedia, maka perkembangan ekonomi akan dapat tercapai dengan pesat.

Dengan demikian maka, dari semu teori yang telah dipaparkan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa pembangunan dan pertumbuhan ekonomi tergantung dari berbagai macam faktor yang ada di dalam masyarakat, bukan tergantung pada satu faktor saja.

Daftar Pustaka

https://superkurnia.wordpress. com
https://resum.wordpress. com

Teori Pembangunan Ekonomi: Aliran Klasik, Karl Marx, Schumpeter, Neo Klasik, dan Post Keynesian

Subscribe Our Newsletter