Coretanzone

    Social Items

Dampak Terlalu Banyak Mengkonsumsi Vetsin atau MSG
Katanya, masak tiada vetsin di umpamakan seperti masak tidak menggunakan garam, alias kurang enak. Ya, pemakaian penyedap atau penguat rasa dalam masakan keseharian sudah bukan perihal yang aneh lagi. Dari mulai ibu rumah-tangga, pedagang kaki lima, sampai juru masak di restoran seringkali memberikan vetsin supaya masakan yang mereka bikin lebih nikmat serta menggugah selerah.

Vetsin Merupakan Nama Lain dari MSG 


Sebelum menyadari dampaknya vetsin, sebaiknya Anda berkenalan dahulu dengan penyedap makanan satu ini. Sebetulnya, vetsin merupakan nama lainnya dari micin/mecin atau monosodium glutamat atau MSG. Buat penduduk Indonesia, micin pasti bukan sesuatu yang asing lagi.

MSG sudah dipakai menjadi bahan penyedap masakan semenjak beberapa puluh tahun yang silam. MSG ditambahkan ke masakan untuk menghasilkan rasa gurih, menyerupai dengan glutamat yang di produksi dengan alami oleh bahan makanan segar, seperti tomat, keju, asparagus, ikan, susu, serta daging.

Dampak Kebanyakan Mengkonsumsi Vetsin 


Pada intinya vetsin merupakan bahan penyedap rasa yang aman serta berfaedah untuk makanan. Namun, sama seperti dengan beberapa bahan makanan yang lain, vetsin tidak bisa dikonsumsi terlalu berlebih.

Beberapa resikonya yang mungkin terjadi lantaran kebanyakan mengkonsumsi makanan memiliki kandungan vetsin ialah:

1. Tekanan Darah Menjadi Naik

Tidak hanya itu, kandungan asam glutamat pada MSG pun dipercaya dapat membuat pembuluh darah Anda menyempit serta melebar. Penyempitan serta pelebaran pembuluh darah ini bisa mengakibatkan naiknya tekanan darah yang signifikan. Akhirnya, tekanan darah Anda menjadi tinggi sesudah mengkonsumsi makanan yang memiliki kandungan MSG.

2. Memicu Sakit kepala

Pernakah kamu merasa sakit kepala yang menyerang sesudah mengkonsumsi makanan tertentu? Bisa saja pemicu sakit kepala yang Anda alami lantaran Anda konsumsi makanan yang sangat banyak mengandung micin atau MSG.

Reseptor rasa pada sel lidah serupa dengan reseptor glutamat dalam sel otak. Nah, perihal ini pula yang jadi pemicu mengapa MSG dapat menyebabkan bermacam kegiatan yang tidak normal pada saraf-saraf di otak Anda. Saat saraf di otak terstimulasi terlalu berlebih, maka Anda semakin lebih mungkin untuk alami pusing serta sakit kepala.

Jika keadaan ini terus menerus berlangsung, bisa mengakibatkan kematian beberapa sel saraf di otak (neuron). Padahal, neuron berperan sangatlah penting untuk menjalankan peranan otak.

3. Rusaknya hati

Jika dikonsumsi terlalu berlebih, MSG bisa mengakibatkan peradangan pembuluh darah, rusaknya sel darah merah, dan bahkan juga kematiaan pada beberapa sel di hati. Studi pun memperlihatkan jika bahan penyedap makanan ini bisa menyebabkan produksi senyawa kimia di tubuh yang mengakibatkan peradangan.

Di sisi lainnya, sejumlah besar makanan yang memiliki kandungan MSG condong mempunyai kandungan lemak trans yang tinggi. Studi tunjukkan jika kombinasi MSG serta lemak trans ini bisa mengakibatkan penyakit perlemakan hati non alkohol. Perlemakan hati non alkohol sendiri adalah bentuk penyakit yang miliki potensi serius. Bila tidak diatasi dengan tepat, keadaan ini bisa mengakibatkan sirosis serta gagal hati.

4. Diabetes

Rusaknya hati yang karena disebabkan kebanyakan konsumsi makanan yang memiliki kandungan MSG dapat juga menyebabkan terjadinya resistensi insulin. Resistensi insulin ialah keadaan yang berlangsung saat pankreas Anda menghasilkan insulin, akan tetapi beberapa sel di badan tidak menggunakan seperti yang semestinya. Mengakibatkan, terjadi penimbunan gula dalam darah.

Jenis resistensi insulin ini sama juga dengan yang berlangsung pada penyakit diabetes tipe 2. Bila tidak memperoleh penanganan yang pas, keadaan ini bisa mengakibatkan kandungan gula darah tinggi, badan berasa lemas serta tidak bertenaga, dan nafsu makan yang bertambah.

Gunakan Vetsin Seperlunya Saja 


Terpenting untuk diketahui jika vetsin tidak selamanya yang menimbulkan secara langsung beberapa dampaknya yang telah dijelaskan diatas.

Terlepas dari jumlahnya pro-kontra sekitar bahasa MSG untuk kesehatan, Food and Drug Adminstration (FDA) Amerika Serikat atau yang sama dengan Badan POM di Indonesia, sudah mengatakan MSG menjadi bahan makanan yang aman dipakai secara umum dengan cap resmi GRAS. WHO serta Kementarian Kesehatan RI juga telah menyetujui perihal itu.

Dalam banyak kasus, beragam dampak vetsin dapat juga dipacu oleh beberapa aspek yang lain. Contohnya, sebab Anda menerapkan pola hidup yang tidak sehat, seperti merokok, minum alkohol, jarang berolahraga, dan konsumsi makanan yang berlemak tinggi.

Jadi, janganlah langsung memandang jika vetsin beresiko. Seandainya tidak dikonsumsi terlalu berlebih, vetsin ialah bahan penyedap makanan yang aman. Walau demikian, Anda pun diminta selalu untuk siaga pada dampaknya terhadap kesehatan yang mungkin terjadi karena makan MSG. Terlebih buat Anda yang memang peka pada makan makanan yang memiliki kandungan MSG.

Dampak Terlalu Banyak Mengkonsumsi Vetsin Bagi Kesehatan Tubuh

Ternyata Kulit Mangga Mengandung Banyak Nutrisi, Tapi Bolehkah dimakan?
Buah mangga tidak cuma nikmat, tapi pun memiliki banyak kandungan nutrisi penting. Uniknya lagi, mangga tidak cuma memiliki kandungan nutrisi di dagingnya saja, tapi pun pada kulitnya. Sebetulnya, apa sich kandungan nutrisi yang ada di kulit mangga serta apa bisa dikonsumsi begitu saja?

Faedah Kulit Mangga


Riset membuktikan jika kulit mangga memiliki kandungan polifenol, karotenoid, dan, vitamin C, serta beberapa senyawa berguna yang lain. Dalam riset yang lain disebutkan jika mengkonsumsi makanan tinggi vitamin C, polifenol, serta karotenoid beresiko lebih rendah terserang penyakit jantung, kanker jenis khusus, serta penurunan fungsi kognitif otak.

Tidak hanya itu, ditemukan bukti jika ekstrak kulit mangga mempunyai karakter anti-oksidan serta antikanker yang lebih kuat dibanding ekstrak daging mangga. Kulit buah mangga pun kaya triterpen serta triterpenoid, yakni senyawa yang berguna menjadi antikanker serta antidiabetes.

Kulit mangga pun kaya serat, bahkan juga lebih besar dari yang terdapat dalam daging buahnya. Serat adalah salah satu diantara nutrisi terpenting yang baik untuk kesehatan pencernaan serta dapat memberi perasaan kenyang yang lebih lama.

Jadi, bolehkah kita makan kulit mangga? 


Lihat beberapa faedah kulit buah mangga, sebetulnya Anda sah-sah saja mengkonsumsinya. Akan tetapi, Anda pun butuh melihat bagian yang lain. Tidak hanya faedah, ada pula resikonya atau resiko yang didapatkan waktu makan kulit buah mangga. Tidak hanya teksturnya yang keras serta rasa-rasanya yang cukup pahit, ada banyak resiko yang lain, misalnya:

Baca juga: Manfaat Buah Mangga Untuk Kesehatan

Mengakibatkan reaksi alergi


Riset yang diluncurkan di Contact Dermatitis Environmental and Occupational Dermatitis menuturkan jika kulit mangga memiliki kandungan urushiol. Urushiol merupakan zat organik yang diketemukan pada tumbuhan ivy serta oak, yakni tumbuhan semacam semak.

Urushiol dapat mengakibatkan reaksi alergi pada beberapa orang, khususnya mereka yang peka pada toksin ivy serta tanaman yang lain yang memiliki kandungan urushiol. Beberapa orang yang cukup peka dengan zat ini umumnya akan mengalami bengkak serta ruam yang begitu gatal pada kulit.

Memiliki kandungan residu pestisida 


Pestisida banyak dipakai oleh petani untuk menjaga buah serta sayuran dari hama tanaman yang mengakibatkan kerusakan. Kadang, membersihkan kulit mangga dengan air saja tidak cukuplah untuk menghilangkan bahan kimia yang satu ini. Oleh karenanya, mengupas kulitnya jadi salah satunya langkah sangat efisien untuk mengindari bahan kimia beresiko ini.

Pestisida butuh dijauhi sebab dapat memunculkan beberapa dampak negatif untuk kesehatan. Diambil dari Healthline, permasalahan kesehatan yang umumnya muncul karena paparan pestisida terlalu berlebih yakni gangguan sistem endokrin, permasalahan reproduksi, serta penambahan resiko kanker tertentu.

Karena itu, Anda butuh memperhitungkan terlebih dulu sebelum makan kulit buah mangga. Masalahnya beberapa kandungan nutrisi di dalamnya masih tetap dapat Anda temukan dari sumber yang lain yang pasti lebih enak, sehat, serta minim resikonya.

Pilihan aman makan kulit buah mangga 


Bila Anda masih ingin makan kulit mangga, coba mengkonsumsinya lewat cara memotong buah tanpa mengupas kulitnya. Tidak hanya itu, supaya pahitnya tidak sangat berasa Anda dapat juga membuat smoothie mangga tanpa mengupas kulitnya. Campur beberapa buah, sayuran, atau bahan yang lain supaya berasa lebih nikmat.

Akan tetapi, janganlah lupa untuk membersihkan kulit mangga terlebih dulu dengan air serta pembersih khusus buah serta sayuran. Maksudnya adalah untuk menghilangkan residu pestisida yang masih tetap melekat di kulitnya.

Ternyata Kulit Mangga Mengandung Banyak Nutrisi, Tapi Bolehkah dimakan?

Ayat-ayat Al-Quran Tentang Persaudaraan
Coretanzone.id - Al-Quran banyak menjelaskan tentang macam-macam persaudaraan atau dalam bahasa arab disebut sebagai ukhuwah, diantaranya adalah persuadararaan dalam kemanusiaan, persaudaraan dalam kebangsaan, persaudaraan dalam aqidah. Salah satu persaudaraan dalam hal ini adalah orang-orang yang sudah bertaubat dari dosa dan orang-orang yang beriman. Sebagaimana Allah berfirman dalam al-Quran surat at-Taubah ayat 11.

فَإِن تَابُواْ وَأَقَامُواْ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتَوُاْ ٱلزَّكَوٰةَ فَإِخۡوَٰنُكُمۡ فِي ٱلدِّينِۗ وَنُفَصِّلُ ٱلۡأٓيَٰتِ لِقَوۡمٖ يَعۡلَمُونَ 

Terjemahnnya: Jika mereka bertaubat, mendirikan sholat dan menunaikan zakat, maka (mereka itu) adalah saudara-saudaramu seagama. Dan Kami menjelaskan ayat-ayat itu bagi kaum yang mengetahui. (QS. At-Taubah/9:11)

Orang-orang yang beriman kepada Allah memiliki hubungan persaudaraan yang sangat kuat, sehingga jika ada kerenggangan atau terputusnya tali silaturahmi akibat dari suatu masalah, maka harus didamaikan atau diperbaiki dengan tujuan untuk mendapatkan rahmat dari Allah. Hal ini sebagaimana yang dijelaskan dalam surat al-Hujurat ayat 10 sebagai berikut.

إِنَّمَا ٱلۡمُؤۡمِنُونَ إِخۡوَةٞ فَأَصۡلِحُواْ بَيۡنَ أَخَوَيۡكُمۡۚ وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ لَعَلَّكُمۡ تُرۡحَمُونَ 

Terjemahannya: Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat. (Al-Hujurat/49: 10)

Baca juga: Penjelasan al-Quran tentang Empat Macam Persaudaraan

Allah memerintahkan kepada orang-orang yang beriman untuk selalu berpegangan pada tali agamaNya. Maksudnya adalah dengan menjalankan segala perintah Allah dan menjauhi segala larangannya sebagaimana yang telah ada dalam syariat Islam. Allah sangat melarang kepada umat Islam untuk bercerai berai, sehingga semua umat Islam sudah seharusnya bersatu sebagai satu kesatuan yang kuat. Dalam al-Quran Allah swt berfirman

وَٱعۡتَصِمُواْ بِحَبۡلِ ٱللَّهِ جَمِيعٗا وَلَا تَفَرَّقُواْۚ وَٱذۡكُرُواْ نِعۡمَتَ ٱللَّهِ عَلَيۡكُمۡ إِذۡ كُنتُمۡ أَعۡدَآءٗ فَأَلَّفَ بَيۡنَ قُلُوبِكُمۡ فَأَصۡبَحۡتُم بِنِعۡمَتِهِۦٓ إِخۡوَٰنٗا وَكُنتُمۡ عَلَىٰ شَفَا حُفۡرَةٖ مِّنَ ٱلنَّارِ فَأَنقَذَكُم مِّنۡهَاۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ ٱللَّهُ لَكُمۡ ءَايَٰتِهِۦ لَعَلَّكُمۡ تَهۡتَدُونَ 

Terjemahannya: Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk. (Ali Imran/3:103)

Ayat di atas menjelaskan tentang keadaan masyarakat jahiliyah sebelum datangnya Islam hidup bermusuhan antara satu dengan yang lainnya atau antara satu suku dengan suku yang lainnya, seperti yang terjadi pada suku aus dan khazraj. Lalu kemudian setelah datangnya Islam, maka masyarakat yang sebelumnya menyembah berhala kemudian menyembah Allah, lalu Allah mempersatukan hati mereka melalui Rasulullah saw.

Tak ada satu orangpun di dunia ini yang mampu mempersatukan satu hati manusia kecuali dengan kehendak Allah. Hal ini dijelaskan dalam ayat al-Quran berikut.

وَأَلَّفَ بَيۡنَ قُلُوبِهِمۡۚ لَوۡ أَنفَقۡتَ مَا فِي ٱلۡأَرۡضِ جَمِيعٗا مَّآ أَلَّفۡتَ بَيۡنَ قُلُوبِهِمۡ وَلَٰكِنَّ ٱللَّهَ أَلَّفَ بَيۡنَهُمۡۚ إِنَّهُۥ عَزِيزٌ حَكِيمٞ 

Terjemahannya: dan Yang mempersatukan hati mereka (orang-orang yang beriman). Walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya Dia Maha Gagah lagi Maha Bijaksana. (al-Anfal/8: 63)

Dalam ayat di atas Allah dengan tegas menyatakan bahwa, walaupun kita telah membeli segala macam hal kemewahan yang ada di dunia ini untuk digunakan sebagai perantara dalam mempersatukan hati manusia, namun jika belum menjadi kehendak Allah maka hal itu tidak akan bisa terjadi. Tetapi jika sudah menjadi kehendak Allah maka, tanpa harus membelanjakan kekayaan di dunia ini, manusia hatinya akan bersatu. Dengan demikian maka, di sinilah letak kemaha kuasnaan Allah dan kemaha bijaksanaanNya dalam mengatur kehidupan makhluk hidupNya.

Dalam ayat lain Allah juga menjelaskan persaudaraan yag hakiki, yaitu persaudaraan tanpa rasa benci dan dendam, sehingga yang ada hanyalah rasa kasih sayang antara satu dengan yang lain. Hal ini sebagaimana dalam surat Al-Hijr ayat 47 sebagai berikut.

وَنَزَعْنَا مَا فِي صُدُورِهِمْ مِنْ غِلٍّ إِخْوَانًا عَلَىٰ سُرُرٍ مُتَقَابِلِينَ

Terjemahannya: Dan Kami lenyapkan segala rasa dendam yang berada dalam hati mereka, sedang mereka merasa bersaudara duduk berhadap-hadapan di atas dipan-dipan. (Q.S. Al-Hijr: 47)

Persaudaraan antara manusia yang satu dengan manusia yang lainnya adalah bentuk reprsentasi dari lenyapnya segala rasa dendam yang tersimpan di dalam hati, sehingga manusia akan bersama-sama berkumpul untuk membicarakan tentang hajat bersama dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Persaudaraan dalam hubungan nasab dalam al-Quran dijelsakan sebagai berikut.

حُرِّمَتْ عَلَيْكُمْ أُمَّهَاتُكُمْ وَبَنَاتُكُمْ وَأَخَوَاتُكُمْ وَعَمَّاتُكُمْ وَخَالَاتُكُمْ وَبَنَاتُ الْأَخِ وَبَنَاتُ الْأُخْتِ وَأُمَّهَاتُكُمُ اللَّاتِي أَرْضَعْنَكُمْ وَأَخَوَاتُكُمْ مِنَ الرَّضَاعَةِ وَأُمَّهَاتُ نِسَائِكُمْ وَرَبَائِبُكُمُ اللَّاتِي فِي حُجُورِكُمْ مِنْ نِسَائِكُمُ اللَّاتِي دَخَلْتُمْ بِهِنَّ فَإِنْ لَمْ تَكُونُوا دَخَلْتُمْ بِهِنَّ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ وَحَلَائِلُ أَبْنَائِكُمُ الَّذِينَ مِنْ أَصْلَابِكُمْ وَأَنْ تَجْمَعُوا بَيْنَ الْأُخْتَيْنِ إِلَّا مَا قَدْ سَلَفَ ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ غَفُورًا رَحِيمًا

Terjemahannya: Diharamkan atas kamu (mengawini) ibu-ibumu; anak-anakmu yang perempuan; saudara-saudaramu yang perempuan, saudara-saudara bapakmu yang perempuan; saudara-saudara ibumu yang perempuan; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang laki-laki; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang perempuan; ibu-ibumu yang menyusui kamu; saudara perempuan sepersusuan; ibu-ibu isterimu (mertua); anak-anak isterimu yang dalam pemeliharaanmu dari isteri yang telah kamu campuri, tetapi jika kamu belum campur dengan isterimu itu (dan sudah kamu ceraikan), maka tidak berdosa kamu mengawininya; (dan diharamkan bagimu) isteri-isteri anak kandungmu (menantu); dan menghimpunkan (dalam perkawinan) dua perempuan yang bersaudara, kecuali yang telah terjadi pada masa lampau; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Q.S. An-Nisa: 23)

Pernikahan dalam Islam diatur secara sempurna, sehingga orang tidak bisa menikah dengan saudara kandungnya sendiri, atau menikah dengan mertuanya sendiri. Hal ini diatur agar manusia hidup sebagaimana kodratnya sebagai sebaik-baik ciptaan.

Demikianlah penjelasan singkat tentang ayat-ayat al-Quran tentang persaudaraan. Sebenarnya masih banyak lagi ayat-ayat al-quran yang menjelaskan tentang persaudaraan, namun karena keterbatasan penulis maka, hanya ini yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat.

Ayat-ayat Al-Quran Tentang Persaudaraan

Empat Macam Persaudaraan Manusia yang Dijelaskan al-Quran
Persaudaraan atau dalam Islam dikenal dengan ukhuwwah merupakan ikatan antara satu orang dengan yang lainnya disebabkan karena persamaan dari berbagai segi, misalnya keturunan, agama, suku, bangsa, profesi, sifat, dan sebagainya, yang dengan itu membentuk suatu ikatan bathin sehingga satu dengan yang lainnya merasa ada kedekatan tersendiri. Meski ada perbedaan dari berbagai segi tetapi al-Quran memberi penjelasan bahwa semua umat manusia adalah bersaudara.

Quraish Shihab menjelaskan bahwa, dalam Islam pesaudaraan dikenal dalam empat macam yaitu:

Pertama, ukhuwah ‘ubudiyyah, yakni persaudaraan karena sesama makhluk yang tunduk kepada Allah. Hal ini didasarkan pada firman Allah dalam al-Quran surat al-An’am/6 ayat 38.

وَمَا مِن دَآبَّةٖ فِي ٱلۡأَرۡضِ وَلَا طَٰٓئِرٖ يَطِيرُ بِجَنَاحَيۡهِ إِلَّآ أُمَمٌ أَمۡثَالُكُمۚ مَّا فَرَّطۡنَا فِي ٱلۡكِتَٰبِ مِن شَيۡءٖۚ ثُمَّ إِلَىٰ رَبِّهِمۡ يُحۡشَرُونَ  

Terjemahannya: Dan tiadalah binatang-binatang yang ada di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan umat (juga) seperti kamu. Tiadalah Kami alpakan sesuatupun dalam Al-Kitab, kemudian kepada Tuhanlah mereka dihimpunkan.

Kedua, ukhuwah insaniyyah atau basyariyyah, yakni persaudaraan karena sama-sama manusia secara keseluruhan. Persaudaraan semacam ini didasarkan pada firman Allah dalam al-Quran surat al-Hujurat/49 ayat 13

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ إِنَّا خَلَقۡنَٰكُم مِّن ذَكَرٖ وَأُنثَىٰ وَجَعَلۡنَٰكُمۡ شُعُوبٗا وَقَبَآئِلَ لِتَعَارَفُوٓاْۚ إِنَّ أَكۡرَمَكُمۡ عِندَ ٱللَّهِ أَتۡقَىٰكُمۡۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٞ  

Terjemahannya: Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.

Ketiga, ukhuwwah wathaniyyah wa an-nasab, yaitu persaudaraan dalam keturunan dan kebangsaan. Ha l ini dapat dilihat dalam al-Quran surat al-Hujurat/49 ayat 13.

Menurut Muhammad Imarah, pluralitas bangsa, suku bangsa, agama dan golongan merupakan kaidah yang abadi yang berfungsi sebagai pendorong untuk saling berkompetisi dalam melakukan kebaikan, berlomba menciptakan prestasi dan memberikan tuntunan bagi perjalanan bangsa-bangsa dalam menggapai kemajuan dan ketinggian.

Baca juga: Ayat-ayat al-Quran tentang Persaudaraan

Keempat, ukhuwah diniyyah, yakni persaudaraan karena seagama (Ukhuwwah fi din al-Islam). Islam memberi penjelasan bahwa semua orang yang mengucapkan dua kalimat syahat (bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad saw. adalah utusan Allah) yakni orang-orang yang beragama Islam semuanya bersaudara. Persaudaraan sesame umat Islam ini tidak memandang perbedaan suku, bangsa, bahasa, dan lain sebagainya, sebagaimana firman Allah dalam al-Quran surat al-Hujurat/49 ayat 10.

إِنَّمَا ٱلۡمُؤۡمِنُونَ إِخۡوَةٞ فَأَصۡلِحُواْ بَيۡنَ أَخَوَيۡكُمۡۚ وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ لَعَلَّكُمۡ تُرۡحَمُونَ  

Terjemahnnya: Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.

Semua umta yang beriman adalah bersaudara, sebagaimana yang dijelaskan ayat al-Quran di atas. Olehnya itu menjalin hubungan persaudaraan merupakan perintah Allah kepada semua umat Islam, agar tidak saling tercerai berai. Jika ada umat Islam yang hubungannya renggang maka perbaikilah kerenggangan itu. Selain itu sesame umat Islam juga selayaknya harus saling bahu membahu dalam membangun eksistensi Islam sebagai agama yang rahmatan lil alamin.

Empat Macam Persaudaraan Manusia yang Dijelaskan al-Quran

Sejarah Kelam Masjid al-Haram Diduduki Pemberontak Pada Tahun 1979
Hari itu, pada tanggal 20 November 1979, tepat jam 05.00 pagi, jamaah shalat shubuh tengah menantikan azan subuh. Belumlah juga muazin Masjid al-Haram mengumandangkan azan, tidak diduga, seseorang pria berusia 40 tahun-an, dengan 200 pengikutnya, mengatakan dengan lantang: "Sang Mahdi yang dinantikan sudah hadir." Pria yang pimpin pergerakan itu terakhir didapati bernama Juhaiman al-Utaibi.

Al-Utaibi lakukan sabotase. Ia serta pengikutnya merampas pengeras suara dari imam Masjid al-Haram, lantas mengatakan dengan keras kehadiran Sang Penebus, al-Mahdi. Gerombolan ini juga keluarkan senjata mereka.

Al-Utaibi, menyatakan beberapa ciri al-Mahdi, yang dalam keyakinan Islam akan tiba menjadi penyelamat umat manusia, ada pada mertua al-Utaibi, yakni Abdullah Muhammad al-Qahthani. Gerombolan ini berbaiat pada 'Imam al-Mahdi' palsu itu pas dibagian antara Rukun Yamani serta Maqam Ibrahim.

Masjid al-Haram, serta lokasi tawaf saat itu betul-betul mencekam. Al-Utaibi berpidato, "Wahai umat Islam, beberapa ciri al-Mahdi sudah tercukupi dalam figur yang sekarang ada diantara kalian, wahai saudara, duduklah serta berkumpullah kalian diantara Rukun Yamani serta Maqam Ibrahim. Janganlah buat gaduh. Wahai Ahmad al-Luhaibi, naiklah ke atap masjid, bila memandang ada yang menantang tembak saja,"

Sesudah itu, al-Utaibi serta gerombolannya mengatakan Masjid al-Haram sudah disabotase. Momen perebutan Masjid al-Haram berjalan cepat, kira-kira satu jam gerombolan ini sukses kuasai.

Momen ini begitu populer dalam sejarah. BBC membuat dokumentasi dengan judul "Blokade Makkah". Jejak al-Utaibi memang bukan figur yang popular. Sebelum aktif di kegiatan keagamaan serta menentukan beraliran salafi keras, ia sempat ikut serta dalam jual beli narkoba.

Genealogi 'pemberontak' mengalir dalam dirinya sendiri. Bapak al-Utaibi merupakan pengikut golongan Ikwan Man Atahallah, yang ikut serta dalam Perang as-Siblah, menantang pendiri Arab Saudi, Abdul Aziz bin Saud.

Al-Utaibi sempat masuk dalam militer Saudi pada umur 18 tahun, namun menetukan pilihan keluar serta mengenyam pendidikan di Kampus Madinah pada 1973. Di sinilah di berjumpa dengan al-Qahthani. Kedua-duanya mempunyai persamaan pemikiran serta mendakwahkan ide mereka pada masjid-masjid kecil di Madinah. Pengikutnya makin banyak serta bergabung dalam satu jamaah yang menyebut diri mereka al-Mutabisah.

Pembaharuan yang dilaksanakan otoritas Kerajaan Saudi, dalam pandangan al-Utaibi, cuma menjauhkan umat dari agama mereka. Hal inilah yang menjadikan al-Utaibi dan kelompoknya berpandangan, haram taati raja serta harus selekasnya mendorong timbulnya al-Mahdi, supaya umat Islam kembali pada agama mereka.

Pada saat keadaan serta situasi genting saat sabotase golongan al-Utaibi, otoritas keamanan Saudi saat itu termasuk sangatlah lambat sebab faktor-faktor diantaranya, kekosongan pejabat militer lantaran tengah berada di luar negeri, sakitnya raja Khalid, serta kurangnya kapabilitas intelijen.

Pihak Keamanan Saudi menduga situasinya biasa saja, cuma masalah kecil keamanaan. Akan tetapi, Pihak Kerajaan betul-betul mengerti keadaan begitu genting, saat satu regu keamanan yang di kirim lakukan penelusuran namun ditembak.

Saudi menerapkan status darurat. Beberapa ribu personil keamanan dikerahkan untuk mengepung Masjid al-Haram. Di hari ke-2 dari sabotase, pesawat jet tempur lalu-lalang diatas Masjid al-Haram.

Kelompok bersenjata tertekan. Mereka bergabung di lantai dasar Masjid al-Haram, mereka membakar karpet serta ban mobil untuk bikin kepulan asap. Beberapa dari gerombolan itu melumuri muka mereka dengan cairan warna hitam.

Sepanjang pengepungan itu, sebelumnya beberapa personil militer benar-benar tidak berani lakukan serangan. Hal ini sebab untuk menjaga kesucian Masjid al-Haram. Jangankan menumpahkan darah manusia, membunuh burung atau hewan apa pun tidak diperbolehkan di masjid ini. Termasuk juga kehadiran orang non-Muslim.

Akan tetapi, Dewan Ulama Saudi, pada akhirnya membuat fatwa bahwa bisa membunuh golongan yang mereka sebut sebagai 'Penjajah Masjid al-Haram'. Fatwa inilah yang pada akhirnya mengakibatkan baku tembak pada kedua pihak. Pihak keamanan Saudi dibantu oleh militer Prancis. Pertarungan dahsyat pun berlangsung.

Saat baku tembak, al-Qahthani tertembak serta diberitakan meninggal. Perihal ini ikut membuat sangsi pengikutnya mengenai kebenarannya menjadi al-Mahdi.

Pertarungan itu berjalan cukuplah alot sepanjang kira-kira 15 hari sampai pada akhirnya gerombolan bersenjata itu menyerah. Mereka kehabisan logistik amunisi serta bahan makanan.

Menurut data resmi Saudi, momen berdarah ini mengakibatkan 255 orang wafat. Akan tetapi, beberapa sumber menyebutkan jumlahnya korban jiwa sampai 1.000 orang sementara 450 orang terluka.

Pemerintah Saudi menjatuhkan sangsi hukuman mati pada 65 gerombolan bersenjata yang tertangkap. Al-Utaibi ialah orang yang pertama-tama dieksekusi mati dari kelompok itu pada 9 Desember 1980.

Sumber: republika. co.id

Sejarah Kelam Masjid al-Haram Diduduki Pemberontak Pada Tahun 1979

Menelusuri Islam di Nusantara menjadi salah satu kegiatan ilmiah yang sangat menarik, karena Indonesia merupakan negara kepulauan yang di dalamnya terdapat berbagai macam suku, bangsa, dan etnis dengan adat istiadat dan budaya yang berbeda-beda. Perbedaan yang ada di dalam bangsa ini menjadi warna tersendiri dalam kehidupan beragama, sehingga wajah Islam di Nusantara secara budaya dan tradisi agak berbeda dengan wajah Islam di Arab atau di negara lain. Namun sangat disayangkan, semakin hari wajah Islam Indonesia yang sejuk dan toleran mulai direduksi dengan model Islam luar yang berwajah "radikal" dan itu bukan menjadi representasi Islam rahmatan lil alamin.

Intoleransi atas nama agama serta tumbuhnya semangat keagamaan di Indonesia belakangan ini sering dihubungkan dengan kebijaksanaan non-akomodatif pada saat Orde Baru dalam memperlakukan umat Islam. Sikap antagonis Soeharto pada Islam, terutamanya pada saat-saat awal kekuasaannya, sering diklaim sudah menggerakkan tumbuhnya golongan Islam transnasional. Tekanan Soeharto yang terlalu berlebih pada pergerakan Islam politik membuat artikulasi keislaman mereka terhambat. Oleh karenanya, kala rezim Orde Baru jatuh serta muncul kebebasan yang lumayan besar, beberapa golongan Islam politik itu banyak bermunculan.

Tidak ada yang salah dari penjelasan itu, akan tetapi mengabaikan factor sejarah yang lebih panjang bisa menghambat kita dalam memandang masalah dengan lebih mendalam serta adil.

Perubahan Islam Indonesia saat ini tidak bisa dipisahkan dari latar belakang masa lalunya yang bagitu panjang. Bangkitnya semangat keagamaan yang muncul akhir-akhir ini tidak tampil demikian saja, tetapi merupakan bagian dari serangkaian perjalanan panjang proses islamisasi di Indonesia.

Sebelum Islam masuk, Jawa sudah diketahui menjadi salah satu wilayah yang mempunyai peradaban yang maju. Perihal ini, dapat dibuktikan dengan kehadiran beberapa karya sastra, candi, serta kerajaan Hindu-Buddha. Sesudah Islam masuk, budaya Islam mulai membaur dengan budaya Jawa hingga menghisalkan satu sintesa mistik (mystic synthesis) yang diambil dari beberapa kebiasaan serta khazanah budaya Indonesia pra-Islam (Hindu-Buddha dan kebiasaan Jawa) dan ajaran Islam. Budaya Islam waktu itu bisa di terima sebab menjadi salah satu khazanah budaya yang kaya. Oleh sebab pencampuran itu, sebagian besar umat Islam di Indonesia pada rentang abad ke-14 sampai awal abad ke-19, menjalankan agama mereka dengan semangat sinkretis seperti ini.

Pandangan sinkretis itu jadikan umat Islam waktu itu begitu religius dalam kesadaran jalinan mereka dengan kesatuan serta ketergantungan pada prinsip kosmik yang meliputi semua yang mengendalikan kehidupan mereka.

Abangan dan Putihan

Abangan ialah panggilan untuk kelompok masyarakat Jawa Muslim yang menjalankan Islam dalam bentuk yang lebih sinkretis jika dibanding dengan kelompok santri yang lebih ortodoks. Istilah ini diambil dari kata bahasa Jawa yang bermakna merah, kali pertama digunakakan oleh Clifford Geertz, akan tetapi sekarang ini maknanya sudah berubah. Abangan condong mengikuti sistem keyakinan lokal yang disebut adat daripada hukum Islam murni. Dalam sistem keyakinan itu ada tradisi-tradisi Hindu, Buddha, serta animisme. Akan tetapi beberapa sarjana memiliki pendapat kalau apa yang secara klasik dianggap bentuk variasi Islam di Indonesia, seringkali adalah sisi dari agama tersebut di negara lainnya. Menjadi contoh, Martin van Bruinessen mencatat terdapatnya persamaan pada kebiasaan serta praktek yang dilakukan jaman dulu di kelompok umat Islam di Mesir.

Menurut cerita penduduk, kata abangan diprediksikan datang dari kata Bahasa Arab aba'an. Lidah orang Jawa membaca huruf 'ain jadi ngain. Makna aba'an kira-kira ialah "yang tidak konsekwen" atau "yang meninggalkan". Jadi beberapa ulama dahulu memberi julukan pada beberapa orang yang telah masuk Islam tetapi tidak menjalankan syariat (Bahasa Jawa: sarengat) ialah golongan aba'an atau abangan. Jadi, kata "abang" di sini tidak dari kata Bahasa Jawa abang yang bermakna warna merah

Pengertian Islam abangan ialah panggilan untuk kaum muslim atau penduduk Jawa yang mengakui beragama Islam. Islam abangan ini adalah kombinasi pada animism, hinduisme serta Islam. Diluar itu Islam abangan pun memberi ruangan pada keyakinan susah pada roh serta teori tentang pengetahuan hitam serta perdukunan

Bicara tentang munculnya terminologi abangan, Merle Ricklefs, sejarawan Australia, menuturkan jika timbulnya arti abangan dalam skema penduduk Jawa bertepatan dengan kejadian kebangkitan/pemurnian Islam yang diawali pada paruh pertama abad ke-19 sampai awal abad ke-20.

Ricklefs dalam bukunya Polarising Javanese Society: Islamic and Other Visions 1830-1930 berpandangan jika proses kebangkitan Islam di Jawa berawal sesudah berakhirnya Perang Jawa (1830). Pada rintang periode sesudah momen itu muncul gelombang pasang golongan “putihan” yang tidak ada presedennya dalam sejarah Indonesia.

Arti putihan ini mengacu pada muslim yang begitu berdasar teguh pada ajaran al-Quran serta Hadis. Menurut laporan beberapa misionaris Nederlandsche Zendelinggenootschap (NZG), arti putihan lebih popular menjadi lawan kata “abangan” yang baru muncul pada abad ke-19. Riwayat munculnya arti itu terpenting untuk memerhatikan semula timbulnya polarisasi dalam penduduk Islam di Jawa serta sekaligus juga menjadi semula lahirnya kesadaran baru penduduk muslim Indonesia.

Era ke-19 ialah waktu yang begitu memastikan buat budaya serta peradaban di semua dunia, termasuk juga wilayah-wilayah yang mayoristas penduduknya beragama Islam. Waktu ini bisa disebutkan menjadi waktu yang penting buat riwayat serta hari esok kehidupan beragama di Indonesia. Beberapa polarisasi serta ketegangan sosial yangterjadi pasa waktu ini mempunyai implikasi jauh kedepan.

Arti abangan muncul awal abad itu. Golongan putihan ialah golongan yang pertama-tama mengenalkan arti abangan untuk menghina muslim lainnya yang tidak menjalankan syariat Islam dengan prima. Arti abangan sendiri datang dari kata Jawa rendahan (ngoko) abang, bermakna warna merah atau coklat. Pada saat itu, arti yang biasa dipakai ialah bangsa abangan atau wong abangan. Dalam kata Jawa Tinggi (kromo) dimaksud abrit serta beberapa orang ini dimaksud tiyang abritan.

Di lainnya pihak, golongan putihan yang disebut minoritas waktu itu, memandang grup mereka menjadi grup yang sangat saleh sebab menjalankan syariat Islam seperti di Timur Tengah. Beberapa haji serta pelajar yang pulang dari Mekah mainkan peranan lumayan besar dalam menyemai tumbuhnya golongan putihan di Indonesia. Jumlahnya mereka juga cukuplah banyak, terdaftar pada tiga dekade paling akhir era ke-19, sekitar 4000-8000 –15% dari keseluruhnya jamaah di Arab– jamaah haji pergi ke Arab tiap-tiap tahunnya. Mereka berikut yang dengan santer serta terus-terusan lakukan pemurnian Islam di Nusantara. Tentunya, sebagai mode buat mereka ialah praktek-praktek Islam yang digerakkan di Timur Tengah, di Jazirah Arab terutamanya yang waktu itu tengah tumbuh cepat pergerakan Wahhabi.

Hubungan dengan Wahabi

Jika dihubungkan dengan riwayat perubahan Islam di Timur Tengah, maka pada saat abad ke-18 sampai 19 adalah periode perubahan untuk gerakan Wahhabi di wilayah Arab. Wahhabisme sendiri adalah pergerakan pemurnian yang dicetuskan oleh Muhammad Abd al-Wahhab pada abad ke-18, menjadi tanggapan pada ajaran-ajaran Islam yang disintesiskan dengan ajaran tradisionil ditempat. Dia memandang praktik Islam semacam itu menjadi tingkah laku syirik atau politeisme. Pada awal abad ke-19, Wahhabisme masukkan ajaran-ajaran Ibn Taimiyah ke ajaran inti mereka serta praktik mengkafirkan muslim lainnya (takfir) yang sempat tidak diterima oleh Abd al-Wahhab malah dijadikan menjadi satu diantara praktik mereka yang menonjol. Sampai sekarang ini juga, pergerakan ini bersikukuh jika umat Islam yang tidak terima atau menjalankan doktrin-doktrin mereka ialah kafir.

Kelahiran abangan di Jawa serta perubahan Wahhabi di Arab yang bertepatan menguatkan anggapan jika ada banyak jamaah haji Indonesia yang pulang dari tanah suci membawa doktrin Wahhabi untuk selanjutnya diaplikasikan di Jawa. Penerapan semacam ini yang selanjutnya menimbulkan dikotomi abangan serta putihan di Jawa, sebab menurut Ricklefs golongan abangan merupakan orang-orang menjalankan ibadah yang dicampurkan dengan kebiasaan yang dipandang oleh orang putihan menjadi bidah serta sesat. Karena itu satu diantara misi penting mereka ialah meluruskan praktek-praktek Islam lokal yang dikerjakan oleh golongan abangan.

Mengembangnya Polarisasi

Dikotomi pada kelompok putihan serta kelompok abangan dalam memeluk Islam bukan sekedar tergambarkan dalam praktik keagamaan, tapi pun menggambarkan ketidaksamaan sosial yang lebih umum. Bangsa putihan biasanya lebih kaya, aktif dalam perdagangan atau perusahaan, mengenakan pakaian lebih baik, mempunyai rumah yang lebih baik, terlihat lebih baik dalam tatakrama, menjauhi opium, judi, menjalankan rukun Islam, serta lebih memberikan perhatian lebih pada pendidikan anak-anak mereka.

Selain itu golongan Abangan lebih tertarik pada ritual-ritual yang terkait dengan alam serta jalinan sosial antar manusia. Jadi walau mereka lebih miskin, akan tetapi lebih aktif dalam kegiatan yang terkait dengan kebiasaan seperti slametan, pertunjukkan wayang serta gamelan dibanding menjalankan rukun Islam serta memperlihatkan kesalehan agama. Tingkah laku abangan ini sering menyebabkan perseteruan antar kelompok, sebab banyak juga kelompok putihan yang memandang pertunjukan wayang menjadi suatu yang terlarang dalam ajaran Islam.

Abangan serta putihan ialah dunia yang berlainan keduanya. Mereka dibedakan berdasar pada kelas sosial, penghasilan, pekerjaan, busana, pendidikan, sopan santun, kehidupan budaya, serta metode dalam membesarkan anak-anak. Ketidaksamaan ini makin berkembang sampai merambah pada sektor ekonomi yang mencakup (perdagangan, peminjaman uang, serta hutang). Selanjutnya kebutuhan mereka yang sama-sama bertentangan dengan gampangnya menyebabkan ketidaksukaan serta perseteruan.

Pada awal abad ke-20, identitas-identitas Jawa yang saling bertentangan ini kemudian dilembagakan dalam organisasi-organisasi moderen dan utamanya politik. Sesudah itu mereka jadi lebih kaku serta konfliktual.

Terkait dengan paparan diatas, seharusnya perpecahan pada golongan abangan dan putihan bisa dijadikan menjadi pelajaran pada saat sekarang, supaya kerukunan serta toleransi yang sudah jadi jati diri masyarakat Indonesia terus terbangun. Tanpa adanya kesadaran pada peristiwa masa lampau, maka bangsa ini selanjutnya cuma akan terjerat pada ego masing-masing yang tidak memberikan faedah apa pun buat perubahan negara ini. Ketidaksamaan aliran serta praktik keagamaan semestinya disikapi melalui cara yang bijak. Sikap-sikap arogan yang memandang golongannya sangat suci atau benar, dan memandang kelompok lainnya lebih rendah semestinya dijauhi. Dengan kedewasaan sikap itu, maka Islam Indonesia bisa bersemai kembali dengan jati diri aslinya yang penuh toleransi serta menjunjung tinggi persatuan.

Awal Mula Kelahiran Kalangan Abangan dan Bentuk Polarisasi Islam di Jawa

Warna Kain Kiswah dari Masa ke Masa dan Kejadian Terbakarnya
Kiswah atau penutup Ka’bah bukan sekedar memiliki fungsi menjadi ‘selimut’, tapi juga mempunyai unsur estetika yang tinggi sekali serta diakui. Sangat banyak kisah yang mengatakan warna dari kiswah.

Sekurang-kurangnya ada tujuh kisah yang mengatakan macam warna kiswah, yakni salah satunya yait coklat, merah, putih, kuning, hijau, hitam, serta warna keemasan.

Masing-masing warna ini sempat jadi warna penting kiswah dalam catatan riwayat. Namun warna yang sangat mendominasi ialah warna hitam, sampai saat ini.

Kombinasi warnanya dapat berubah-ubah, kadang penuh satu warna, atau dua warna yakni warna dasar serta warna sekunder untuk pemanis. Seperti yang terlihat saat ini, warna keemasan menjadi warna untuk teks ayat Alquran, sedang warna dasarnya ialah warna hitam.

Warna merah serta putih sempat juga di gabung menjadi warna kiswah saat memakai kain dari Yaman.

Brokat serta sutra adalah bahan yang seringkali dipakai untuk kiswah. Umumnya kiswah tersebu terbagi dalam beberapa kain yang disusun serta dibagian teratas ialah kiswah yang bertuliskan ayat-ayat Alquran.

Perubahan kiswah memang sebelumnya tidak ada ketetapannya, akan tetapi terakhir kiswah ditukar tiap-tiap tahun sekali. Umumnya kiswah ditukar pada 10 Muharram, awal Rajab, 27 Ramadhan, hari tarwiyah, atau saat 10 Dzulhijjah.

Pada saat Rasulullah SAW serta umat Islam menaklukkan kota Makkah, Rasulullah memilih tidak merubah kiswah yang ditempatkan oleh Suku Quraish serta masih mempertahankannya.

Kiswah itu ditukar saat terbakar karena seseorang wanita yang membakar dupa di seputar Ka’bah.

Warna Kain Kiswah dari Masa ke Masa dan Kejadian Terbakarnya

Sejarah Pembangunan Kabah dari Waktu ke Waktu
Kabah merupakan salah satu simbol yang sangat penting bagi umat Islam. Kabah bukanlah benda yang disembah tetapi merupakan tempat ibadah dan kiblat bagi umat Islam. Kabah hanyanyalah sebuah bangunan suci yang dibuat oleh manusia.

Dalam satu riwayat menyebutkan bahwa kabah bangunan yang pertama kali dibangun oleh Adam kemudian dilanjutkan oleh anaknya yang bernama Syist. Ketika terjadi banjir besar di masa Nabi Nuh, kabahpun ikut rusak dan hilang terbawa air banjir. Kemudian di zaman Nabi Ibrahim barulah Allah memerintahkan Nabi Ibrahim untuk membangunnya kembali. Ibnu Katsir berpandangan bahwa riwayat ini beradal dari Bani Israil (ahli kitab), bukan berasal dari Rasulullah saw.

Kabah yang dibuat kembali oleh Nabi Ibrahim itu mengalami kerusakan saat kabilah Amaliq berkuasa.

Kabah yang dibuat Nabi Ibrahim sempat rusak pada saat kekuasaan Kabilah Amaliq. Kabah dibuat kembali sesuai dengan perancangan yang dibikin Nabi Ibrahim tanpa menambahkan atau pengurangan. Waktu dikuasai Kabilah Jurhum, Kabah pun alami rusaknya serta dibuat kembali dengan meninggikan fondasi. Pintu dibikin berdaun dua serta digembok.

Di waktu Qusai bin Kilab, Hajar Aswad pernah hilang diambil oleh anak-anak Mudhar bin Nizar serta ditanam dalam suatu bukit. Qusai merupakan orang pertama dari bangsa Quraisy yang mengurus Ka'bah setelah Nabi Ibrahim. Di waktu Qusai ini, tinggi Ka'bah ditambah jadi 25 hasta serta dikasih atap. Sesudah Hajar Aswad diketemukan, lalu disimpan oleh Qusai, sampai waktu Ka'bah dikuasai oleh Quraisy pada saat Nabi Muhammad.

Nabi Muhammad membantu memasangkan Hajar Aswad itu pada tempatnya.

Dari waktu Nabi Ibrahim sampai ke bangsa Quraisy terhitung sekitar 2.645 tahun. Pada waktu Quraisy, ada wanita yang membakar kemenyan untuk mengharumkan Ka'bah. Kiswah Ka'bah pun ikut terbakar karena itu sehingga mengakibatkan kerusakan bangunan Ka'bah. Selanjutnya, pernah terjadi pula banjir yang menambah rusaknya Ka'bah. Peristiwa kebakaran ini yang disangka membuat warna Hajar Aswad yang sebelumnya putih permukaannya kemudan berubah menjadi hitam.

Untuk membangun kembali Kabah, bangsa Quraisy membeli kayu sisa kapal yang terdampar di pelabuhan Jeddah, kapal yang dimiliki oleh bangsa Rum/Romawi. Kayu kapal itu lalu dipakai untuk atap Kabah serta tiga pilar Kabah. Pilar Kabah dari kayu kapal ini tertulis digunakan sampai 65 H. Potongan pilarnya pun tersimpan di museum.

Empat puluh sembilan tahun sepeninggal Nabi (yang wafat pada 632 Masehi atau tahun 11 Hijriah), Ka'bah pun terbakar. Peristiwanya kala tentara dari Syam menggempur Makkah pada 681 Masehi, yakni di waktu penguasa Abdullah bin Az-Zubair, cucu Abu Bakar, yang artinya merupakan keponakan Aisyah.

Kebakaran pada saat itu menyebabkan Hajar Aswad yang berdiameter 30 cm itu terpecah jadi tiga.

Untuk membuat kembali, seperti saat-saat awal mulanya, Kabah diruntuhkan lebih dulu. Abdullah Az-Zubair membangun kembali Ka'bah dengan dua pintu. Satu pintu dekat Hajar Aswad, satu pintu kembali dekat pojok Rukun Yamani, lurus dengan pintu dekat Hajar Aswad. Abdullah bin Az-Zubair menempatkan pecahan Hajar Aswad itu dengan diberikan penahan perak. Yang terpasang saat ini ialah delapan pecahan kecil Hajar Aswad bercampur dengan bahan lilin, kasturi, serta ambar.

Jumlah pecahan Hajar Aswad diprediksi mencapai 50 butir.

Pada 693 Masehi, Hajjaj bin Yusuf Ath-Taqafi mengirim surat ke Khalifah Abdul Malik bin Marwan (khalifah ke lima dari Bani Umayyah yang mulai menjadi khalifah pada 692 Masehi), memberitahu jika Abdullah bin Az-Zubair membuat dua pintu untuk Ka'bah serta masukkan Hijir Ismail ke bangunan Ka'bah.

Hajjaj ingin kembalikan Kabah seperti di waktu Quraisy; satu pintu serta Hijir Ismail ada di luar bangunan Ka'bah. Jadi, oleh Hajjaj, pintu ke-2 yang ada di samping barat dekat Rukun Yamani ditutup kembali serta Hijir Ismail dikembalikan seperti sebelumnya, yaitu ada di luar bangunan Ka'bah.

Namun, Khalifah Abdul Malik belakangan menyesal sesudah tahu bahwa Ka'bah di waktu Abdullah bin Az-Zubair dibuat berdasar pada hadis riwayat Aisyah. Di masa selanjutnya, Khalifah Harun Al-Rasyid ingin mengembalikan bangunan Ka'bah sama dengan yang dibuat Abdullah bin Az-Zubair sebab sama dengan keinginan Nabi. Akan tetapi, Imam Malik menasihatinya supaya tidak membuat Ka'bah menjadi bangunan yang senantiasa dirubah sesuai dengan kehendak tiap-tiap pemimpin. Bila itu berlangsung, menurut Imam Malik, akan hilang kehebatannya di hati Umat Islam

Pada 1630 Masehi, Kabah rusak karena diterjang banjir. Sultan Murad Khan IV membangun kembali, sesuai dengan bangunan Hajjaj bin Yusuf sampai bertahan 400 tahun lamanya pada saat pemerintahan Sultan Abdul Abdul Aziz. Sultan inilah yang mengawali proyek pertama perluasan Masjidil Haram

Sejarah Pembangunan Kabah dari Waktu ke Waktu