Coretanzone

    Social Items

Orang Yang Melakukan Tiga Hal Ini Akan Dilindungi Allah
Manusia selalu mencari sesuatu yang membuat hidup mereka lebih tenang, baik secara lahiriah maupun batiniah. Berbagai cara ia lakukan untuk mendapatkan keinginannya. Salah satu caranya adalah dengan memakmurkan Baitullah (masjid atau tempat ibadah bagi umat Islam)

Abu Al-Laits as-Samarqandi dalam buku Tanbih al-Ghafilin, beliau mengutip kata-kata Hasan bin Ali yang pernah menyarankan bahwa ada tiga kelompok manusia yang selalu dekat dengan Tuhan dan selalu mendapat perlindungan dari-Nya, yaitu:

Pertama, seseorang yang ingin pergi ke masjid dengan tujuan mencari keridhaan Allah, maka dia adalah tamu Tuhan yang akan selalu dijaga hingga dia keluar dari tempat itu.

Kedua, seseorang yang ingin mengunjungi saudaranya dengan tulus karena Allah, maka ia akan mendapatkan perlindungan dari-Nya sampai ia kembali ke rumah, karena ia termasuk di antara mereka yang menghubungkan ikatan persahabatan dan persaudaraan.

Ketiga, orang yang melakukan ibadah haji atau umrah dengan tujuan hanya kepada Allah, bukan untuk mencari gelar haji atau tujuan lain, maka orang ini menjadi tamu Tuhan, dan Tuhan akan selalu menjaganya bahkan Allah menjanjikan surga baginya.

Namun sayangnya banyak masjid yang seharusnya menjadi tempat untuk lebih dekat dengan Allah, malah digunakan untuk hal-hal yang tidak seharusnya, seperti digunakan untuk tujuan politik, atau digunakan untuk mendapatkan posisi atau kepentingan sesaat.

Dalam buku Bayan Awal Li an-Nas Yaum al-Qiyamah, Izz al-Din ibn 'Abd al-Salam yang dikenal sebagai sultan ulama, telah mengingatkan kita bahwa banyak orang tidak bermoral merasa diri mereka patuh, serta banyak orang yang jauh dari Tuhan dengan tidak melakukan perintah-Nya merasa diri mereka dekat dengan Tuhan mereka. Karena itu, manusia harus menjaga diri mereka sendiri dengan berusaha mendekat kepada-Nya dengan cara yang diperintahkan Allah.

Orang Yang Melakukan Tiga Hal Ini Akan Dilindungi Allah

Pilih 5 Model Jaket untuk Berkendara Agar Aman
Jaket merupakan salah satu perlengkapan wajib yang digunakan saat berkendara agar aman. Fungsinya agar tubuh terlindung dari angin sekaligus mengurangi resiko saat terjadi kecelakaan.  Tidak semua jaket bisa dijadikan sebagai pelindung badan saat berkendara, Anda perlu mengetahui beberapa model jaket untuk berkendara yang disediakan secara khusus.

Beberapa jaket yang biasa dikenakan saat sedang beraktivitas sebenarnya juga dapat digunakan ketika mengendarai motor, asalkan jaket terbuat dari bahan yang tebal. Apabila suhu udara cukup panas, Anda sebenarnya bisa memilih jaket aman yang tidak panas saat dikenakan. Anda perlu menyimak beberapa pilihan untuk disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan Anda.

5 Model Jaket Ini Paling Cocok untuk Berkendara

Ada beragam model jaket untuk berkendara, Anda pun bisa membelinya di berbagai toko. Jika desain kurang cocok dengan kriteria Anda bisa memesan salah satu jenis jaket sesuai desain yang Anda buat sendiri. Berikut beberapa model yang direkomendasikan untuk Anda khusus digunakan saat berkendara.

1. Jaket Parka


Jaket model ini telah populer beberapa taun terakhir, sangat cocok digunakan bagi para pengendara yang berada di lingkungan dengan suhu udara panas. Jaket parka terbuat dari bahan tebal namun dingin, tetapi ada juga yang dibuat sedikit tipis. Jenis parka yang bagus terbuat dari kulit yang anti air sehingga cocok untuk berbagai perjalanan.

Ada dua jenis jaket parka yang bisa Anda pilih, yakni parka snorkel dan parka fishtail. Anda juga bisa memilih parka yang dibuat dari kain tebal namun sejuk saat dikenakan.

2. Jaket Cagoule


Banyak pengendara yang juga menyukai jaket simpel, tidak terlalu panas, sejuk namun juga hangat. Jaket tersebut dapat menyesuaikan dengan kondisi udara, salah satu jenisnya yakni jaket cagoule. Bahan jaket ini campuran antara kaos dan bludru, desainnya dibuat kasual sehingga cocok untuk dikenakan berkendara harian dalam jarak dekat.

3. Jaket Bomber


Jaket bomber merupakan jenis jaket yang kini mulai populer di pasaran, desainnya kasual sehingga dapat dikenakan sehari-hari meski sedang tidak berkendara. Bahan jaket ini cukup beragam, mulai dari bahan sintetis, kulit hingga kanvas. Anda bisa menyesuaikan pilihan bahan tersebut sesuai kondisi lingkungan di sekitar Anda.

4. Jaket Tebal dari Fleece


Jaket yang terbuat dari flees juga bisa dikenakan saat berkendara. Jaket fleece sedikit lebih tebal dan lembut sehingga menjaga tubuh tetap hangat di cuaca dingin. Saat Anda berkendara di tengah gerimis, badan masih bisa terlindung karena rintik hujan tidak dapat menembus tebalnya fleece hingga ke dalam.

Jaket fleece yang hangat ini kurang cocok jika dikenakan di cuaca panas. Sebaiknya Anda hanya mengenakannya ketika malah hari atau cuaca dan angina di luar cukup dingin.

5. Jaket Balap


Jaket pengendara yang umumnya bisa Anda temui di jalanan adalah model jaket balap. Bahannya terbuat dari kulit, tebal, tahan air, dan hangat saat dikenakan. Jaket balap sangat cocok jika dikenakan untuk perjalanan jarak jauh sehingga Anda perlu memilikinya.

Jaket balap bisa memberikan keamanan tubuh Anda dari terpaan angin dan gesekan ketika Anda terjatuh dari kendaraan.

Kelima model jaket untuk berkendara di atas bisa Anda koleksi seluruhnya karena masing-masing dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi pengendara. Apabila Anda memilih salah satu di antaranya tentu masih membutuhkan beberapa jenis yang lain. Tetapi jika Anda telah memiliki beberapa di antaranya, maka pilihlah satu yang dibutuhkan saja.

Artikel ini dikirim oleh: Wildan Asrori

Pilih 5 Model Jaket untuk Berkendara Agar Aman

Nama-nama Lain Al-Quran dan Penjelasannya Sesuai Ayat-ayat Al-Quran
Al-Quran merupakan kitab suci umat Islam yang tidak dapat dirubah satu hurufpun di dalamnya, dan Allah sendiri menjamin keaslian al-Quran untuk selama-lamanya. Sebagai firman Allah al-Quran merupakan pedoman hidup manusia dalam menjalankan kehidupan sehari-hari. Aturan-aturan dalam al-Quran mutlak harus dilaksanakan.

Al-Quran memiliki beberapa nama lain yang tentunya berasal dari ayat-ayat al-Quran sendiri yang menggunakan istilah-istilah tertentu untuk merujuk kepada al-Quran. Nama-nama lain al-Quran dan penjelasannya sesuai ayat-ayat al-Quran adalah sebagai berikut:

1. Al-Kitab

Kata kitab dalam bahasa arab mengandung arti sebuah buku jadi nama lain al-Quran yang pertama adalah “buku”. Dengan demikian maka buku itu perlu dibaca dan dipahami maknanya kemudian dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari. Nama ini dapat ditemukan dalam surat al-Baqarah ayat kedua sebabagai berikut:

ذَٰلِكَ ٱلۡكِتَٰبُ لَا رَيۡبَۛ فِيهِۛ هُدٗى لِّلۡمُتَّقِينَ  

Artinya: Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa. (Q.S. Al-Baqarah: 2).

2. Al-Furqan

Kata al-Furqan artinya adalah pembeda benar dan salah, sehingga salah satu tujuan diturunkannya al-Quran adalah sebagai pembeda antara yang benar dan salah. Jadi kebenaran yang dijelaskan dalam al-Quran benar-benar adanya tanpa sedikitpun keraguan di dalamnya. Untuk itu maka, manusia diperingatkan untuk melaksanakan hal-hal yang benar dan meninggalkan yang hal-hal yang salah sesuai dengan pedoman dalam syariat Islam.

Salah satu ayat al-Quran yang menjelaskan tentang nama ini dapat ditemukan dalam surat Al-Furqaan ayat pertama sebagai berikut:

تَبَارَكَ ٱلَّذِي نَزَّلَ ٱلۡفُرۡقَانَ عَلَىٰ عَبۡدِهِۦ لِيَكُونَ لِلۡعَٰلَمِينَ نَذِيرًا  

Artinya: Maha suci Allah yang telah menurunkan Al Furqaan (Al Quran) kepada hamba-Nya, agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam. (Q.S. Al-Furqaan: 1)

3. Adz-Dzikr

Pemberi peringatan, itulah makna dari kata adz-Dzikr. Ini artinya bahwa al-Quran diturunkan untuk memberi peringatan kepada manusia, karena manusia biasanya berada di jalan yang salah sehingga al-Quran menunjukkan jalan yang benar agar selamat di dunia dan di akhirat kelak.

Ayat al-Quran tentang nama lain ini salah satunya dapat ditemukan dalam surat al-Hijr ayat ke sembilan sebagai berikut:

إِنَّا نَحۡنُ نَزَّلۡنَا ٱلذِّكۡرَ وَإِنَّا لَهُۥ لَحَٰفِظُونَ  

Artinya: Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya. (Q.S. Al-Hijr: 9).

4. Al-Mau'idhah

Nama lain al-Mau'idhah ini artinya pelajaran atau nasihat. Dalam al-Quran terdapat banyak sekali ayat-ayat yang yang dapat memberi pelajaran dan nasihat kepada manusia. Pelajaran yang termuat dalam al-Quran diantaranya adalah tentang segala hal yang ada di alam semesta ini dan nasihat-nasihat yang terkandung dalam al-Quran diantaranya adalah tentang hubungan antara manusia dengan Allah, hubungan manusia dengan manusia dan hubungan manusia dengan alam.

Salah satu ayat al-Quran yang menjelaskan tentang nama lain ini dapat ditemukan dalam surat Yunus ayat ke lima puluh tujuh sebagai berikut:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ قَدۡ جَآءَتۡكُم مَّوۡعِظَةٞ مِّن رَّبِّكُمۡ وَشِفَآءٞ لِّمَا فِي ٱلصُّدُورِ وَهُدٗى وَرَحۡمَةٞ لِّلۡمُؤۡمِنِينَ  

Artinya: Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman. (Q.S. Yunus: 57).

5. Asy-Syifa'

Apakah anda pernah merasa sakit hati? Apa penyebab dari rasa sakit hatimu itu? Dua pertanyaan ini jawabannya hanya anda yang tahu. Tapi untuk menghilangkan rasa sakit hati manusia, obatnya dapat ditemukan dalam al-Quran. Olehnya itu nama lain al-Quran yang satu ini artinya obat atau penyembuh. Al-Quran dapat mengobati berbagai penyakit diantaranya adalah penyakit secara fisik dan penyakit hati manusia seperti iri hati, dengki, dan sebagainya. Sehingga ketika hatimu sedang galau atau gelisah maka, ambillah mushaf al-Quran kemudian baca dan pahami maknanya hingga anda medapatkan ketenangan jiwa.

Salah satu ayat yang mengulas tentang nama lain al-Quran ini dapat ditemukan dalam surat Yunus ayat ke lima puluh tujuh sebagaimana yang telah disebutkan di atas.

6. Al-Hukm

Sebagai sumber hukum Islam yang paling pertama dan tidak bisa dirubah maka, al-Quran menjadi hukum atau peraturan yang wajib dilaksanakan seluruh perintah dan meninggalkan seluruh larangan yang ada di dalamnya. Sehingga nama lain kitab ini adalah al-Hukm yang artinya hukum atau peraturan. Salah satu ayat yang menjelaskan nama lain ini terdapat dalam surat Ar-Ra’d ayat ke tiga puluh tujuh sebagai berikut:

وَكَذَٰلِكَ أَنزَلۡنَٰهُ حُكۡمًا عَرَبِيّٗاۚ وَلَئِنِ ٱتَّبَعۡتَ أَهۡوَآءَهُم بَعۡدَ مَا جَآءَكَ مِنَ ٱلۡعِلۡمِ مَا لَكَ مِنَ ٱللَّهِ مِن وَلِيّٖ وَلَا وَاقٖ وَلَقَدۡ  

Artinya: Dan demikianlah, Kami telah menurunkan Al Quran itu sebagai peraturan (yang benar) dalam bahasa Arab. Dan seandainya kamu mengikuti hawa nafsu mereka setelah datang pengetahuan kepadamu, maka sekali-kali tidak ada pelindung dan pemelihara bagimu terhadap (siksa) Allah. (Q.S. Ar-Ra'd: 37).

7. Al-Hikmah

Kita ketahui bahwa isi al-Quran mengandung begitu banyak hikmah yang dapat kita petik sebagai pelajar hidup, sehingga nama lain kitab suci al-Quran salah satunya adalah al-Hikmah yang artinya kebijaksanaan. Salah satu ayat yang menjelaskan tentang nama ini terdapat dalam surat al-Israa’ ayat ke tiga puluh sembilan sebagai berikut:

ذَٰلِكَ مِمَّآ أَوۡحَىٰٓ إِلَيۡكَ رَبُّكَ مِنَ ٱلۡحِكۡمَةِۗ وَلَا تَجۡعَلۡ مَعَ ٱللَّهِ إِلَٰهًا ءَاخَرَ فَتُلۡقَىٰ فِي جَهَنَّمَ مَلُومٗا مَّدۡحُورًا  

Artinya: Itulah sebagian hikmah yang diwahyukan Tuhanmu kepadamu. Dan janganlah kamu mengadakan tuhan yang lain di samping Allah, yang menyebabkan kamu dilemparkan ke dalam neraka dalam keadaan tercela lagi dijauhkan (dari rahmat Allah). (QS. Al-Israa': 39 ).

8. Al-Huda

Kitab suci al-Quran diturunkan oleh Allah untuk memberi petunjuk kepada manusia agar dapat membedakan mana yang hak dan mana yang bathil. Sehingga salah satu nama al-Quran adalah al-Huda yang artinya adalah petunjuk. Ayat al-Quran yang menjelaskan tentang nama ini salah satunya terdapat dalam surat al-Jin ayat ke tiga belas sebagai berikut:

وَأَنَّا لَمَّا سَمِعۡنَا ٱلۡهُدَىٰٓ ءَامَنَّا بِهِۦۖ فَمَن يُؤۡمِنۢ بِرَبِّهِۦ فَلَا يَخَافُ بَخۡسٗا وَلَا رَهَقٗا  

Artinya: Dan sesungguhnya kami tatkala mendengar petunjuk (Al Quran), kami beriman kepadanya. Barangsiapa beriman kepada Tuhannya, maka ia tidak takut akan pengurangan pahala dan tidak (takut pula) akan penambahan dosa dan kesalahan. (Q.S. Al-Jin: 13).

9. At-Tanzil

Kitab suci al-Quran merupakan wahyu atau kalam Allah yang benar-benar diturunkan kepada nabi Muhammad SAW, melalui malaikat Jibril untuk disampaikan kepada umat manusia. Sehingga salah satu nama lain al-Quran adalah At-Tanzil yang artinya yang diturunkan. Penjelasan tentang nama lain al-Quran ini salah satunya dijelaskan dalam surat Asy Syu’araa’ ayat ke seratus sembilan puluh dua sebagai berikut:

وَإِنَّهُۥ لَتَنزِيلُ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ  

Artinya: Dan sesungguhnya Al Quran ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan semesta alam, (QS. Asy Syu’araa’: 192).

10. Ar-Rahmat

Karunia dalam dunia ini bukan hanya berupa harta benda, tetapi karunia Allah yang diberikan kepada manusia dalam banyak bentuk, seperti kesehatan, kecerdasan, umur, dan sebagainya. Salah satu karunia yang sangat tinggi adalah karunia diturunkannya al-Quran bagi orang-orang yang beriman, karena al-Quran diturunkan untuk membebaskan manusia dari kebodohan dan kemusyrikan. Olehnya itu, Nama lain al-Quran adalah Ar-Rahmat yang artinya karunia, sebagaimana yang dijelaskan dalam surat An-Naml ayat ke tujuh puluh tujuh sebagai berikut:

وَإِنَّهُۥ لَهُدٗى وَرَحۡمَةٞ لِّلۡمُؤۡمِنِينَ  

Artinya: Dan sesungguhnya Al Quran itu benar-benar menjadi petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman. (Q.S. An Naml: 77).

11. Ar-Ruh

Al-Quran bagi hati itu diibaratkan seperti ruh bagi tubuh. Hanya saja suatu saat kelak tubuh akan lenyap, sedangkan hati merupakan tempat dimana kita akan merasakan kehadiran Allah SWT. Jika hati seseorang bersih dan baik maka akan membuat dia bersikap baik dan lurus (sesuai tuntunan agama) di dunia dan akan menyelamatkan dirinya di hari akhir kelak. Olehnya itu al-Quran ditrunkan kepada manusia sebagai ruh dalam berbuat kebaikan.

Salah satu nama lain al-Quran adalah Ar-Ruh yang artinya ruh, hal ini sebagaimana yang dijelaskan dalam surat Ash Shura ayat ke lima puluh dua sebagai berikut:

وَكَذَٰلِكَ أَوۡحَيۡنَآ إِلَيۡكَ رُوحٗا مِّنۡ أَمۡرِنَاۚ مَا كُنتَ تَدۡرِي مَا ٱلۡكِتَٰبُ وَلَا ٱلۡإِيمَٰنُ وَلَٰكِن جَعَلۡنَٰهُ نُورٗا نَّهۡدِي بِهِۦ مَن نَّشَآءُ مِنۡ عِبَادِنَاۚ وَإِنَّكَ لَتَهۡدِيٓ إِلَىٰ صِرَٰطٖ مُّسۡتَقِيمٖ  

Artinya: Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu wahyu (Al Quran) dengan perintah Kami. Sebelumnya kamu tidaklah mengetahui apakah Al Kitab (Al Quran) dan tidak pula mengetahui apakah iman itu, tetapi Kami menjadikan Al Quran itu cahaya, yang Kami tunjuki dengan dia siapa yang kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami. Dan sesungguhnya kamu benar-benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus. (Q.S. Ash-Shura: 52).

12. Al-Bayan

Al-Quran disebut sebagai al-Bayan karena kitab suci ini diturunkan untuk menerangkan atau menjelaskan tentang seluruh kebenaran islam dan seluruh syariat Allah di atas muka bumi. Ayat al-Quran yang menjelaskan tentang nama lain ini dapat dilihat dalam surat Ali Imran ayat ke seratus tiga puluh delapan sebagai berikut:

هَٰذَا بَيَانٞ لِّلنَّاسِ وَهُدٗى وَمَوۡعِظَةٞ لِّلۡمُتَّقِينَ  

Artinya: (Al Quran) ini adalah penerangan bagi seluruh manusia, dan petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa. (QS. Ali Imran: 138).

13. Al-Kalam

Al-Quran adalah kalamullah yang artinya ucapan atau firman yang langsung datang dari Allah. Al-Quran bukanlah kitab karangan Rasulullah SAW, karena kitab yang tidak ada tandingannya dan sesempurna ini tidak mungkin dikarang oleh manusia. Salah satu ayat al-Quran yang menjelaskan tentang nama lain al-Quran ini terdapat dalam surat at-Taubah ayat ke enam sebagai berikut:

وَإِنۡ أَحَدٞ مِّنَ ٱلۡمُشۡرِكِينَ ٱسۡتَجَارَكَ فَأَجِرۡهُ حَتَّىٰ يَسۡمَعَ كَلَٰمَ ٱللَّهِ ثُمَّ أَبۡلِغۡهُ مَأۡمَنَهُۥۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمۡ قَوۡمٞ لَّا يَعۡلَمُونَ  

Artinya: Dan jika seorang diantara orang-orang musyrikin itu meminta perlindungan kepadamu, maka lindungilah ia supaya ia sempat mendengar firman Allah, kemudian antarkanlah ia ketempat yang aman baginya. Demikian itu disebabkan mereka kaum yang tidak mengetahui. (QS. At-Taubah: 6).

14. Al-Busyra

Orang-orang yang beriman ketika dibacakan ayat-ayat al-Quran maka, hati mereka akan merasa gembira, karena al-Quran diturunkan untuk meneguhkan hati orang-orang yang beriman, memberi kabar gembira dan menjadi petunjuk ke jalan yang benar. Al-Quran bagi orang-orang yang tidak beriman bukanlah kabar gembira, karena hati mereka ditutupi dengan kebencian dan keingkaran kepada kebenaran yang datang dari Allah. Olehnya itu salah satu nama lain dari al-Quran adalah al-Busyra yang artinya kabar gembira, sebagaimana dijelaskan dalam surat An-Nahl ayat ke seratus dua sebagai berikut:

قُلۡ نَزَّلَهُۥ رُوحُ ٱلۡقُدُسِ مِن رَّبِّكَ بِٱلۡحَقِّ لِيُثَبِّتَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَهُدٗى وَبُشۡرَىٰ لِلۡمُسۡلِمِينَ  

Artinya: Katakanlah: "Ruhul Qudus (Jibril) menurunkan Al Quran itu dari Tuhanmu dengan benar, untuk meneguhkan (hati) orang-orang yang telah beriman, dan menjadi petunjuk serta kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)". (Q.S. An Nahl: 102).

15. An-Nur

Al-Quran adalah cahaya Allah yang diturunkan untuk menerangi hati dan akal pikiran manusia. Olehnya itu nama lain dari al-Quran adalah an-Nur yang artinya cahaya. Cahaya akan datang kepada orang-orang yang beriman dan bertaqwa dan akan menerangi mereka dimana saja mereka berada, baik itu di dunia maupun di akhirat kelak. Salah satu ayat al-Quran yang menjelaskan tentang nama lain ini terdapat dalam surat An-Nisa ayat ke seratus tujuh puluh empat sebagai berikut:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ قَدۡ جَآءَكُم بُرۡهَٰنٞ مِّن رَّبِّكُمۡ وَأَنزَلۡنَآ إِلَيۡكُمۡ نُورٗا مُّبِينٗا  

Artinya: Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu bukti kebenaran dari Tuhanmu. (Muhammad dengan mukjizatnya) dan telah Kami turunkan kepadamu cahaya yang terang benderang (Al Quran). (Q.S. An Nisaa': 174).

16. Al-Basha'ir

Al-Quran merupakan kitab suci yang menjadi pedoman dan bekal hidup manusia di dunia. Segala sesuatu yang akan dikerjakan oleh umat manusia di dunia ini harus mengikuti pedoman atau petunjuk yang tertera dalam kita suci ini, agar tidak salah dalam melangkah.

Al-Quran sudah memberi pedoman tentang cara melaksansanakan ibadah kepada Allah, cara hidup bermasyarakat, cara mengelola bumi agar tetap lestari, dan pedoman hidup lainnya yang harus dilaksanakan oleh manusia. Olehnya itu nama lain al-Quran adalah al-Basha’ir yang artinya pedoman, sebagaimana dijelaskan dalam ayat berikut ini:

هَٰذَا بَصَٰٓئِرُ لِلنَّاسِ وَهُدٗى وَرَحۡمَةٞ لِّقَوۡمٖ يُوقِنُونَ  

Artinya: Al Quran ini adalah pedoman bagi manusia, petunjuk dan rahmat bagi kaum yang meyakini. (Q.S. Al-Jaatsiyah: 20).

17. Al-Balagh

Al-Balagh artinya penyampaian atau kabar. Nama lain al-Quran ini mengandung makna bahwa al-Quran adalah kabar untuk memberi peringatan kepada manusia bahwa Allah adalah satu-satunya tuhan yang berada di alam semesta yang tidak memiliki orang tua, dan tidak memiliki anak. Sehingga manusia tidak boleh menyembah selainnya dan tidak boleh menyekutukannya. Selain itu al-Quran juga memberi kabar gembira kepada orang-orang yang beriman, dan kabar buruk kepada orang-orang yang tidak beriman. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam surat Ibrahim ayat ke lima puluh dua sebagai berikut:

هَٰذَا بَلَٰغٞ لِّلنَّاسِ وَلِيُنذَرُواْ بِهِۦ وَلِيَعۡلَمُوٓاْ أَنَّمَا هُوَ إِلَٰهٞ وَٰحِدٞ وَلِيَذَّكَّرَ أُوْلُواْ ٱلۡأَلۡبَٰبِ  

Artinya: (Al Quran) ini adalah penjelasan yang sempurna bagi manusia, dan supaya mereka diberi peringatan dengan-Nya, dan supaya mereka mengetahui bahwasanya Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa dan agar orang-orang yang berakal mengambil pelajaran. (Q.S. Ibrahim: 52)

18. Al-Qaul

Al-Quran merupakan al-Qaul yang artinya perkataan atau ucapan. Maksud dari perkataan atau ucapan ini adalah “Qaulullah” - perkataan Allah - sehingga al-Quran bukanlah perkataan manusia tetapi firman Allah yang diturunkankan secara berurutan kepada Rasulullah sallahu ‘alaihi wasallam, untuk disampaikan kepada manusia agar manusia mempelajari dan melaksanakan seluruh isi kandungan yang terdapat di dalamnya. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam surat al-Qashash ayat ke lima puluh satu sebagai berikut:

وَلَقَدۡ وَصَّلۡنَا لَهُمُ ٱلۡقَوۡلَ لَعَلَّهُمۡ يَتَذَكَّرُونَ  

Artinya: Dan sesungguhnya telah Kami turunkan berturut-turut perkataan ini (Al Quran) kepada mereka agar mereka mendapat pelajaran. (Q.S. Al-Qashash: 51).

Demikianlah 18 nama lain al-Quran yang disebutkan dalam ayat-ayat al-Quran, semoga dapat menambah keimanan kita, dan menambah wawasan kita serta menambah keinginan kita untuk terus mengkaji isi kandungan al-Quran. Wallahu a’lam.

Nama-nama Lain Al-Quran dan Penjelasannya Sesuai Ayat-ayat Al-Quran

Kisah Anak Kecil Pengembala Kambing yang Amanah
Islam merupakan agama yang rahamatan lil alamin, yang mengandung arti bahwa Islam diturunkan Allah sebagai rahmat bagi seluruh alam semesta. Sebagai nabi yang ditugaskan untuk menyampaikan agama yang mulia ini, Rasulullah saw. selalu memberikan suri tauladan yang baik agar diikuti oleh umat manusia. Salah satu teladan baik atau Akhlakul karimah yang selalu diajarkan Rasulullah saw. adalah beliau adalah orang yang paling amanah di dunia, sehingga sifat ini diikuti oleh umatnya, salah satunya dalam kisah di bawah ini.

Suatu ketika Abdullah bin Umar ra. melakukan perjalanan ke pasar bersama sahabatnya untuk maksud tertentu. Ketika sampai di pasar, beliau mencari tempat untuk istirahat dan makan. Pada saat itu ia melihat seorang anak kecil yang mengembala kambing sedang lewat di hadapan ia dan sahabatnya. Abdullan bin Umat ra. melihat anak itu kemudian memanggilnya dan mengajak anak tersebut untuk makan bersama mereka, namun anak yang mengembala kambing ini menolak ajakan Abdullah bin Umar, karena sedang berpuasa.

Mendengar jawaban penolakan dari anak kecil itu, Abdullah bin Umar merasa kagum dan terharu dengan anak pengembala tersebut. Lalu beliau bertanya, "di saat cuaca yang panas dan terik semcam ini, kamu tetap melaksanakan puasa sunnah sembari mengembala kambing?"

Mendengar pertanyaan tersebut, anak kecil itu kemudian menjawab dengan jawaban yang tak dapat diduga sebelumnya, "Tuan, panas yang ada di dunia ini belumlah sebanding dengan panas api neraka di akhirat kelak."

Jawaban itu sungguh sangat mulia dari anak kecil pengembala. Setelah mendengar jawaban dari anak kecil itu, Abdullah lalu menawarkan kepada anak kecil tersebut untuk membeli salah satu kambing yang dia gembalakan, namun kambing-kambing itu bukan miliknya, akan tetapi milik majikannya, sehingga anak pengembala itu tidak memiliki keberanian untuk menjual kambing-kambing yang dia gembalakan itu, walaupun hanya satu ekor, tanpa seizin majikannya.

Melihat sikap amanah yang ada dalam diri anak kecil itu, amak Abdullah ingin mengujinya. Ia kemudian berkata kepada anak kecil tersebut, "kamu jual saja seekor kambing yang kamu gembalakan ini kepada saya, kemudian gunakanlah uang itu sesuai dengan keinginanmu. Janganlah kamu merasa takut dengan majikanmu, dia tidak meliahat perbuatanmu. Dan sebutkan saja kepadanya bahwa serigala telah memakan satu ekor kambing itu. Majikanmu akan percaya dengan ucapanmu itu."

Ketika mendengan bujukan yang diucapkan Abdullah bin Umar ra. anak pengembala itu langsung berkata "Astagfirullahalazim, meskipun majikanku tak melihat apa yang saya lakukan, namun ketahuilah tuan bahwasanya Allah swt. yang senantiasa melihat apapun yang saya kerjakan. Semoga Allah swt. mengampuni dan memafaatkan tuan." "Dimanakah Allah ?" Anak pengembala ini terus mengucapak kata-kata ini sambil air matanya terjadi membasahi pipinya.

Pada akhirnya, Abdullah bin Umar ra. ikut merasa sedih dan menangis sambil mengikuti perkataan anak kecil tersebut, "Dimanakah Allah?". Dengan rasa kagum yang sangat tinggi terhadap anak kecil tersebut, maka Abdullah bin Umar membeli semua kambing yang anak kecil itu gembalakan. Kemudian dia membeli anak kecil itu dan membebaskannya dari perbudakan, lalu kambing-kambing yang ia beli itu diberikan semuanya kepada anak kecil tersebut sebagai hadiah atas sifat amanah dan keimanannya yang tinggi kepada Allah swt.

Demikianlah kisah anak kecil pengembala bersama dengan Abdullah bin Umar ra. yang merupakan sahabat terbaik Rasulullah saw. Semoga kisah ini dapat menjadi inspirasi bagi kita semua agar selalu amanah dalam segala hal.

Kisah Anak Kecil Pengembala Kambing yang Amanah

Kehebatan Dokter Muslim Abad Pertengahan dalam Menyembuhkan Penyakit Jiwa
Orang Yunani Kuno mendefinisikan gangguan mental sebagai "dirasuki dan dihukum oleh para Dewa karena kesalahan dan hanya bisa disembuhkan dengan doa". Dokter dan filsuf Yunani menulis teori mereka tentang perawatan beberapa gangguan mental tanpa suatu studi ilmiah dan berlatih. Dalam masyarakat Yahudi-Kristen, penyakit mental sering dipandang sebagai "hukuman ilahi" dan "hadiah ilahi". Beberapa gangguan mental terkenal di Mesopotamia Kuno, Mesir Kuno, Persia, India, dan Cina. Dengan munculnya Islam, sebuah revolusi muncul di semua bidang ilmiah, termasuk psikologi, yang nantinya akan sangat mempengaruhi perkembangan psikologi modern Barat.

Dokter Muslim tertarik pada semua cabang kedokteran, termasuk psikologi. Pada fase awal kedokteran Islam, psikologi dimasukkan dalam kedokteran umum. Setelah itu, para dokter Muslim mengklasifikasikannya sebagai cabang terpisah dalam kedokteran. Sejak saat itu mereka menyebutnya dengan nama "‘ilaadj an-nafs"(pengobatan jiwa) atau "tib al-qalb"(penyembuhan hati atau pengobatan mental).

Dokter Muslim menulis tentang banyak penyakit mental seperti kecemasan, depresi, melankolia, epilepsi, skizofrenia, paranoia, pelupa, kelainan seksual, delusi penganiayaan, dan gangguan obsesif-kompulsif dan penyakit mental lainnya. Mereka adalah orang-orang pertama yang menambahkan 'gangguan psikosomatik' ke kosakata sejarah psikologi. Mereka juga percaya bahwa penyakit mental disebabkan oleh ketidakseimbangan kimiawi yang mempengaruhi otak.

Dalam Islam abad pertengahan, seseorang dengan penyakit mental disebut "madjnun" (bodoh). Dia tidak dianggap sebagai persona non-grata, orang buangan atau kambing hitam. Menurut kepercayaan Islam, seorang Muslim harus baik terhadap mereka dan memperlakukan mereka dengan baik.

Kehebatan Dokter Muslim Abad Pertengahan dalam Menyembuhkan Penyakit Jiwa

Banyak rumah sakit didirikan pada era awal Islam. Gagasan ini diambil dari masa Nabi Muhammad saw., di mana rumah sakit pertama berada di Masjid Nabawi - Madinah. Rumah sakit Islam pertama dibangun pada abad ke-9, pada masa pemerintahan khalifah Abbasiyah Harun ar-Rashid di Baghdad. Orang-orang Muslim menyebutnya sebagai "Bimaristan", sebuah kosa kata yang berasal dari Persia yang artinya "rumah atau tempat bagi orang sakit sakit yang disambut dan dirawat oleh ahli syarat". Di tempat ini orang dengan gangguan mental juga mendapatkan pelayanan pengobatan.

Dokter dan perawat memiliki tugas untuk merawat semua pasien, tanpa memandang agama, ras, kewarganegaraan atau jenis kelamin mereka. Bimaristan diperuntukan bagi semua pasien sampai mereka pulih sepenuhnya. Setiap Bimaristan memiliki taman, air mancur, ruang belajar, perpustakaan, dapur, apotek, dan ruang sholat untuk umat Islam dan ruang ibadah bagi non-Muslim. Materi rekreasi dan musisi dipilih untuk menciptakan kebahagiaan. Pria dan wanita dibawa ke tempat terpisah, tetapi sama-sama dilengkapi bangsal dan didampingi oleh dokter, perawat dan staf dari jenis kelamin yang sama. Bangsal yang terpisah selanjutnya dibagi menjadi beberapa bagian sesuai dengan penyakitnya, seperti penyakit menular, penyakit tidak menular, penyakit mata, obat-obatan, operasi dan penyakit mental (diisolasi oleh jeruji besi). Bimaristan juga berfungsi sebagai pusat pertukaran medis dan sebagai sekolah kedokteran untuk mendidik dan melatih siswa. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, ujian lisensi diperlukan dan hanya dokter yang memenuhi syarat yang diizinkan untuk melakukan pengobatan. Tidak hanya untuk perawatan fisik, tetapi juga untuk perawatan mental.

Psikologi dalam Islam pada Abad Pertengahan, menjadi cabang ilmu kedokteran yang terpisah. Rumah sakit jiwa pertama didirikan di Baghdad, Aleppo, Cordoba, Fez, Kairouan, Kairo, dan Istanbul. Pelancong Barat yang mengunjungi dunia Muslim pada abad ke-12 menggambarkan metode terapi yang digunakan psikolog Muslim, suasana santai dan bagaimana kaum Muslim memperlakukan pasien mereka di pusat-pusat terapi. Pusat-pusat ini dilengkapi dengan semua sarana yang diperlukan untuk menyediakan metode perawatan yang diperlukan dan fasilitas tambahan untuk menyelesaikan proses perawatan. Dokter Muslim menggunakan berbagai metode perawatan, seperti bentuk klasik psikoterapi, pijat, pengobatan melalui obat-obatan yang berasal dari tanaman, perhatian, terapi perilaku kognitif, terapi Al-Quran, terapi musik, puisi, terapi okupasi, terapi mandi, aromaterapi, menari, teater, pendongengan, bermain olahraga dan metode pengobatan diet.

Setiap pasien dirawat oleh 2 orang perawat. Pasien dengan insomnia, misalnya, ditempatkan di kamar khusus dan ditemani oleh pendongeng profesional untuk membantu mereka tertidur dengan tenang.

Selama pemerintahan Seljuk, dan Ottoman, banyak tempat untuk menyembuhkan penyakit jiwa yang dibangun di sekitar masjid. Mereka menyebutnya "Takaya", yang berlangsung selama berabad-abad dan sangat mirip dengan pusat kesehatan mental yang baru didirikan di Amerika.

Kehebatan Dokter Muslim Abad Pertengahan dalam Menyembuhkan Penyakit Jiwa

Shalawat merupakan salah satu amalan yang akan mendatangkan kecintaan kita kepada Nabi Muhammad SAW, yang merupakan Nabi dan Rasul terakhir yang diutus Allah sebagai rahmat bagi seluruh alam semesta. Selain itu dengan salawat maka Rasulullah shallahu'alahi wasallam akan mencintai kita dan kita akan mendapatkan syafaatnya di akhirat kelat.

Sebagai umatnya, kita dianjurkan untuk memperbanyak shalawat kepada Rasulullah. Shalawat yang kita bacakan ini memiliki begitu banyak manfaat dan keistimewaan baik itu di dunia maupun di akhirat kelak. Manfaat dan keistimewaan shalawat ini sangatlah banyak, diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Melaksanakan Perintah Allah


Membaca shalawat berarti sudah melaksanakan salah satu perintah Allah, karena dalam al-Quran Allah berfirman bahwa "Allah bersama dengan para malaikat-malaikaNya bersalawat kepada Nabi, sehingga diserukan kepada semua umat yang beriman untuk bersalawat kepada Nabi dengan ucapan salam pernghormatan". Perintah Allah ini dapat dilihat dalam Al-Quran surat Al-Ahzab ayat 56.

6 Keutamaan dan Keistimewaan Membaca Shalawat Kepada Nabi Muhammad

2. Doa Mudah Dikabulkan Oleh Allah


Seorang hamba yang sedang berdoa yang berdoa kemudian mengawali doanya dengan bersalawat maka, do'anya itu akan mudah dikabulkan oleh Allah. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam sebuah atsar bahwa, "Doa yang seorang hamba panjatkan akan tertahan diantara bumi dan langit, doanya itu tidak akan sampai ke langit hingga dia bersalawat kepada Nabi Muhammad saw".

Hal ini mengandung makna bahwa setiap umat Islam yang berdoa kemudian dalam do'anya itu dimulai dengan puji-pujian kepada Allah swt, kemudian dilanjutkan dengan bershalawat kepada Nabi Rasulullah saw, dan pada akhir doanya dia menutup dengan bersalawat maka da'a yang dia panjatkan itu sangatlah mudah diterima oleh Allah atau dalam kata lain, doanya itu sangatlah mustajab, disebabkan oleh begitu banyak keberkahan yang ada dalam shalawat.

3. Lisan Selalu Basah dengan Menyebut Nama Rasulullah


Sebagai umat Islam kita senantiasa diperintahkan untuk berzikir dan mengingat Allah. Zikir dapat dilakukan dengan berbagai macam cara. Salah satunya yaitu dengan bersalawat kepada Rasulullah saw. karena dengan bersalawat makan lisan kita selalu basah dengan menyebut nama Rasulullah, dengan begitu maka kita juga senantiasa mengingat Allah swt.

4. Mendatangkan Ketenangan Jiwa


Seorang Muslim atau Muslimah yang selalu bersalawat kepada Rasulullah saw. maka, dengan sendirinya jiwa dan pikirannya akan menjadi tenang serta akan merasakan bagaimana lezatnya iman dan ketaqwaan kepada Allah swt. Jiwa yang tenang akan melahirkan banyak kebaikan dalam diri, sehingga akan melakukan banyak kebaikan juga kepada orang lain.

5. Cahaya Rahmat dan Berkah Akan datang Kepada Orang atau Majelis Shalawat


Setiap majelis yang di dalamnya terdapat penyebutan nama Nabi Muhammad saw. (shalawat), maka majelis atau perkumpulan tersebut akan mendapatkan cahaya iman dan malaikat akan hadir bersama dengan mereka. Selain itu majelis tersebut akan mendapatkan rahmat yang terus menerus diturunkan kepada mereka, dan semua amalan baik yang dilakukan di dalamnya langsung diterima oleh Allah swt.

6. Shalawat Meningkatkan Semangat Beribadah


Umat Islam yang selalu bershalawat kepada Rasulullah saw. maka, aktifitas shalawat tersebut akan selalu mengingatkannya kepada Rasulullah saw. sehingga dia akan selalu berusaha untuk rajin beribadah sebagaimana yang dilakukan oleh Nabi shallahu'alahi wasallam, dan akan berusaha untuk memiliki akhlak mulia, serta dapat melakukan interaksi sosial yang baik dengan semua makhluk ciptaan Allah swt. Sehingga dengan selalu bershalawat maka, seseorang akan memiliki hubungan yang baik dengan Allah swt. melalui ibadah mahdhah dan ghairu mahdhah.

6 Keutamaan dan Keistimewaan Membaca Shalawat Kepada Nabi Muhammad

Jejak Rasulullah di Thaif, Dilempari Batu Namun Beliau Hanya Tersenyum
Umat Islam mana yang tidak mengenal Nabi Muhammad saw., semua pasti mengetahuinya walaupun belum pernah melihat secara langsung wajah Rasulullah saw. yang dicintai oleh semua umatnya. Nabi dan Rasul yang dilahirkan di Mekkah ini, memiliki begitu banyak keistimewaan, dan salah satu keiitimewaan beliau adalah akhlak dan budi pekertinya yang paling luhur sehingga beliau dijuluki sebagai "al-Amin". Julukan ini diberikan oleh orang Mekkah bukan karena ibunya bernama Aminah, tetapi karena beliau adalah orang yang paling amanah. Sehingga jika disandingkan dengan Namanya Nabi "Muhammad al-Amin" maka artinya "orang terpuji yang amanah.

Ketika Nabi Muhammad diangkan menjadi Nabi dan Rasul oleh Allah, kemudian beliau ditugaskan untuk menyampaikan wahyu berupa ajaran agama Islam, hampir seluruh masyarakat Mekkah tidak suka dengan beliau, bahkan ada yang membenci dan memusuhinya. Mereka benci kepada Rasulullah bukan karena sifat atau perilakunya, akan tetapi yang tidak mereka sukai adalah ajaran yang menurut mereka baru dan akan menyingkirkan ajaran agama lama yang sudah ada di Mekkah sebelumnya.

Kalau kita baca berbagai referenci maka, kita akan temui bahwa perlakuan kafir Mekkah kepada Nabi sangat tidak berperi kemanusiaan. Banyak cara dan usaha yang dilakukan oleh mereka untuk menghadang risalah yang disampaikan oleh Rasulullah salallahu alaihi wasalam. Cara yang mereka gunakan dimulai dari yang lunak hingga keras agar Nabi berhenti dalam mensyiarkan agama Allah. Walaupun demikian, sebagai seorang utusan Allah Rasulullah tidak goyah dengan segala rayuan dan ancaman yang dilakukan oleh kafir Mekkah pada masa itu.

Perjalanan dakwah yang dilakukan pada saat itu sangatlah sulit, cacian dan makian sudah menjadi sesuatu yang biasa diteri oleh Nabi sehari-hari, bahkan penyiksaan secara fisik dan penghinaan secara terang-terangan di depan umum sudah pernah beliau rasakan.

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Muslim, dikisahkan bahwa suatu ketika Nabi Muhammad berjalan melewati suatu wilayah yang bernama Thaif, penduduk setempat di situ melihat beliau dan melemparinya dengan batu. Ketika melihat kejadian itu, malaikat merasa sedih dan dan datang mendekati Rasulullah seraya menawarkan untuk membalas perlakuan buruk penduduk thaif. Malaikat itu merasa kesal dan ingin melempari gunung kepada mereka.

Namun, tawaran malaikat tersebut ditolak oleh Rasulullah. Rasul ingin memperlihatkan kepada umatnya bahwa keburukan tidak boleh dibalas dengan keburukan, tetapi dibalas dengan kebaikan. Bahkan Rasulullah tidak sedikitpun memiliki rasa dendam kepada mereka, beliau mendo'akan dan berharap suatu saat kelak, anak keturunan penduduk Thaif menyembah Allah SWT, dan tidak menyekutukan-Nya dengan apapun. Hal ini terbukti bahwa seluruh penduduk Thaif saat ini menyembah Allah dan tempat ini biasanya dikunjungi oleh umat Islam dari berbagai Negara untuk mengenang kisah perjalanan dakwah Rasulullah salallahu alaihi wasalam.

Rasulullah memiliki Akhlak yang sangat mulia, hingga tak ada satu manusiapun saat ini dapat menandinginya. Walaupun demikian, kita sebagai umatnya berusaha untuk mengikuti jejak beliau, dengan memperbaiki akhlak sesuai dengan tuntunan yang telah diwariskan Rasulullah kepada kita yaitu Quran dan Hadis.

Jejak Rasulullah di Thaif, Dilempari Batu Namun Beliau Hanya Tersenyum