Coretanzone -->

    Social Items

8 Ciri Umat Islam yang Ikhlas dalam Beribadah
Ikhlas adalah kata yang sudah populer dan dikenal oleh semua orang. Tetapi untuk memahami kata ini sangat sulit, karena ikhlas memiliki begitu banyak terminologi. Meski begitu, hampir semua ulama memaknai kata tulus dengan makna yang tidak jauh berbeda, yaitu menunjukkan semua ibadah kepada Allah tidak lain dari itu.

Ikhlas adalah esensi dari iman. Seseorang tidak dianggap beragama dengan benar jika dia tidak tulus. Firman Allah dalam Al-Qur'an surat Al-An'am ayat 162 sebagai berikut.

قُلۡ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحۡيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ

Artinya: Katakanlah: sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. (Q.S. Al-An'am: 162).

Di ayat lain Allah SWT. berfirman

وَمَآ أُمِرُوٓاْ إِلَّا لِيَعۡبُدُواْ ٱللَّهَ مُخۡلِصِينَ لَهُ ٱلدِّينَ حُنَفَآءَ وَيُقِيمُواْ ٱلصَّلَوٰةَ وَيُؤۡتُواْ ٱلزَّكَوٰةَۚ وَذَٰلِكَ دِينُ ٱلۡقَيِّمَةِ

Artinya: Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus. (Q.S. al-Bayyinah: 5)

Rasulullah SAW. suatu kali bersabda, "Bersikaplah Ikhlas dalam agama, cukup bagimu sedikit amal." Dalam hadits lain Rasululla bersabda, "Sesungguhnya, Allah tidak menerima amal kecuali dilakukan dengan tulus dan berharap untuk keridhaanya-Nya."

Imam Syafi'i pernah memberi nasihat kepada temannya, "Wahai Abu Musa, jika engkau berijtihad dengan sebenar-benar kesungguhan untuk membuat seluruh manusia ridha (suka), maka itu tidak akan terjadi. Jika demikian, maka ikhlaskan amalmu dan niatmu karena Allah Azza wa Jalla." "

Karena itu, tidak mengherankan Ibnul Qoyyim memberi perumpamaan seperti ini, "Amal tanpa keikhlasan seperti musafir yang mengisi kantong dengan kerikil pasir. Memberatkannya tapi tidak bermanfaat." Dalam kesempatan lain beliau berkata, "Jika ilmu bermanfaat tanpa amal, maka tidak mungkin Allah mencela para pendeta ahli Kitab. Jika ilmu bermanfaat tanpa keikhlasan, maka tidak mungkin Allah mencela orang-orang munafik."

Karena itu, sifat ikhlas sangat dibutuhkan dalam beribadah kepada Allah SWT. Kita dapat melihat orang-orang yang ikhlas dengan ciri sebagai berikut

1. Selalu beramal dan bersungguh-sungguh dalam amal, baik dalam keadaan kesendirian atau dengan banyak orang, baik ada pujian atau celaan.

Perjalanan waktu akan menentukan apakah seseorang itu tulus atau tidak dalam amal. Melalui berbagai macam ujian dan cobaan, baik suka maupun duka, orang akan melihat kualitas ketulusan dalam ibadah, dakwah, dan jihad. Ali bin Abi Talib r.a. berkata, "Orang yang riya memiliki beberapa karakteristik; malas jika sendirian dan rajin jika di hadapan banyak orang. Semakin bergairah dalam beramal jika dipuji dan berkurang jika dikecam."

2. Terjaga dari segala sesuatu yang dilarang oleh Allah, baik dalam keadaan dengan manusia atau jauh dari mereka.

Disebutkan dalam hadis, "Aku berkata kepadamu bahwa umatku datang pada Hari Pengadilan dengan kebaikan seperti Gunung Tihamah putih, tetapi Allah menjadikannya seperti debu terbang. Mereka adalah saudara-saudaramu, dan kulit mereka sama seperti milikmu, melakukan ibadah malam seperti kamu. Tapi mereka adalah orang-orang yang jika mereka sendiri melanggar apa yang dilarang oleh Allah. "(H.R Ibnu Majah).

Tujuan untuk menjadi ikhlas adalah mencari keridhaan Allah, bukan keridhoan manusia. Jadi, mereka selalu memperbaiki diri dan terus melakukan perbuatan baik, baik dalam kondisi mereka sendiri atau ramai, dilihat oleh orang atau tidak, mendapat pujian atau celaan. Karena mereka percaya bahwa Allah melihat setiap perbuatan baik dan buruk, sekecil apa pun.

3. Dalam dakwah, akan terlihat bahwa seorang da'i yang tulus akan merasa bahagia jika kebaikan direalisasikan di tangan sesama da'i, karena ia juga merasa senang jika dilakukan dengan tangannya.

Para da'i yang tulus akan menyadari kelemahan dan kekurangan mereka. Karena itu mereka selalu membangun amal jama'i dalam dakwah mereka. Selalu menyalakan syuro dan memperkuat perangkat dan sistem dakwah. Berdakwah untuk kemuliaan Islam, bukan untuk mendapatkan popularitas dan meningkatkan diri mereka sendiri atau institusi mereka.

4. Tidak mencari popularitas diri dan tidak menonjolkan diri sendiri

5. Tidak silau dan cinta jabatan

6. Tidak diperbudak dengan imbalan dan balasan.

7. Tidak mudah kecewa.

8. Yang terakhir adalah jika Anda keras dalam menghafal Al-Qur'an, maka Anda termasuk orang-orang yang tulus dan jujur ​​dan benar-benar Allah akan selalu membantu perjuangan Anda.

Semoga delapan karakteristik orang yang tulus dalam beribadah ada di dalam diri kita sebagai seorang Muslim. Sehingga segala yang kita lakukan adalah ibadah yang hanya dimaksudkan untuk mendapatkan keridhoan Allah.

8 Ciri Umat Islam yang Ikhlas dalam Beribadah

Shalawat Menjadi Salah Satu Sebab Dikabulkannya Doa
Membaca shalawat terhadap Rasulullah saw. adalah salah satunya beribadah yang mulia serta mempunyai banyak keutamaan serta faedah untuk seseorang hamba. Di antara keutamaan bershalawat merupakan menjadi salah satunya karena dikabulkannya doa seseorang hamba

Supaya doa yang kita panjatkan bisa sampai pada Allah swt., maka janganlah lupa untuk selalu mengikutikan doa yang kita panjatkan itu dengan bershalawat pada junjungan kita Rasululla saw. Mengikutikan doa dengan shalawatt yang penulis maksudkan disini merupakan memulai doa kita dengan membaca shalawat Nabi saw., demikian juga waktu kita akhiri doa, sebaiknya kita juga membaca shalawat kepada Rasulullah saw.

Doa yang tidak dibarengi dengan shalawat Nabi akan berhenti diantara langit serta bumi. Tentang perihal ini, mari kita lihat sabda Rasulullah saw. seperti berikut  ini:

Diriwayatkan oleh Imam at Tirmidzi bahwa Umar bin Khaththab berkata : “sesungguhnya doa itu terhenti antara langit dan bumi, tiada naik barang sedikit pun darinya, sehingga engkau bershalawat kepada nabimu.” (HR. Tirmidzi)

Rasulullah sempat dengar seseorang lelaki berdoa dalam shalatnya, tetapi tidak mengagungkan Allah serta tidak bershalawat pada Nabi. Rasulullah bersabda : “Orang ini terburu buru”. Lalu Rasulullah memanggilnya serta bersabda yang artinya; "jika salah seorang dari kalian berdoa, hendaklah ia memulainya dengan mengucapkan hamdalah serta puja dan puji kepada Allah, lalubershalawat kepada Nabi, barulah setelah itu ia berdoa meminta apa yang diinginkan. (H.R Abu Dawud, at Tirmidzi dan an Nasa’i, dari Fudhalah bin ‘Ubaid).

Dalam hadis lain Rasulullah saw. bersabda bahwa "semua doa terhalang hingga diucapkan shalawat kepada Nabi Salallahu ‘alaihi wasallam. (H.R ad Dailami, ath Thabrani dan al Baihaqi)

Imam al Munawi, dalam Faidhul Qadir berkata: “Jadi setiap doa yang dipanjatkan seorang hamba tidak akan diangkat ke hadapan Allah swt. sampai disertai dengan shalawat. Sebab shalawat merupakan pengantar terkabulnya suatu doa.

Imam an Nawawi dalam Kitab al Adzkaar berkata: Bahwa sebelum berdoa disunahkan bagi seorang muslim untuk memanjatkan pujian kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan membaca shalawat kepada Rasulullah saw.

Haruskan bershalawat setiap waktu akan berdoa.


Lantas hadir pertanyaan apakah setiap waktu akan berdoa mesti membaca shalawat lebih dulu. Mengenai perihal ini, bisa dijelaskan seperti berikut :

1. Hadits di atas adalah satu keterangan yang pasti jika sebelum memulai berdoa seseorang hamba sebaiknya bershalawat untuk Rasulullah saw. yakni sesudah membaca hamdalah. Karena membaca shalawat adalah salah satunya sebab dikabulkannya doa. Ini merupakan sandaran yang shahih.

2. Keharusan membaca shalawat menjadi pembuka doa, dikhususkan untuk doa doa yang sifatnya umum. Salah satunya bila seseorang berdoa untuk suatu yang dia mohonkan pada Allah swt. di sepertiga malam, atau ada yang inginkan suatu lantas berdoa usai melaksanakan shalat atau pada berbagai macam doa yang sifatnya umum ini sebaiknya di buka dengan membaca hamdalah serta bershalawat pada Rasulullah saw.

3. Bila seorang berdoa yang sifatnya khusus sebagaimana yang diajarkan Rasulullah saw untuk dibaca pada waktu, tempat serta kondisi spesifik, maka Rasulullah saw tidak memberikan contoh untuk membaca hamdalah serta shalawat terlebih dulu namun secara langsung membaca doa yang di ajarkan beliau yaitu sesuai lafaz serta peruntukkannya. Seperti  membaca doa keluar rumah, doa pergi ke masjid, doa waktu hujan turun, doa masuk pasar serta banyak lagi yang lainnya.

Contoh Bacaan Puji-pujian kepada Allah dan Shalawat kepada Rasulullah saw. saat berdo'a


Doa tidak hanya diawali dengan membaca shalawat kepada Nabi Muhammad saw. tetapi terlebih dahulu diawai dengan membaca hamdalah dan puji-pujian kepada Allah swt. Hal ini dapat dicontohkan sebagai berikut:

أَعُوذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ, بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ, حَمْدًا يُوَافِى نِعَمَهُ وَ يُكَافِى مَزِيْدَهُ, يَا رَبَّنَا َلَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِي لِجَلاَلِ وَجْهِكَ وَ عَظِيْمِ سُلْطَانِكَ

Artinya: “Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk. Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam, dengan pujian yang sesuai dengan segala nikmat-Nya dan memadai dengan penambahan-Nya. Ya Tuhan kami, hanya bagi-Mu segala puji, sebagaimana pujian itu patut bagi keluhuran-Mu dan keagungan kekuasaan-Mu.”

أَللهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِهِ وَ صَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ

Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah rahmat dan kesejahteraan kepada junjungan kami Nabi Muhammad, beserta keluarga dan sahabat semuanya.”

Seudah membaca awalan dalam berdoa yaitu membaca alhamdalah dan puji-pujian kepada Allah dan shalawat kepada Rasulullah, maka kita berdoa dengan pelan dan khusu' sesuai dengan keinginan yang ingin kita minta melalui doa kepada Allah swt. Kemudian pembaan doa diakhiri pula dengan shalawat kepada Rasulullah saw. dan puji-pujian kepada Allah swt.

وَ صَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ آلِهِ وَ صَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ, وَ سَلاَمٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ, وَ الْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

Artinya: “Dan semoga Allah melimpahkan rahmat-Nya kepada junjungan kami Nabi Muhammad, beserta keluarga dan sahabat semuanya. Maha Suci Tuhanmu yang mempunyai keperkasaan dari apa yang mereka (orang-orang kafir) katakan, dan semoga kesejahteraan senantiasa dilimpahkan kepada para utusan Allah, dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.”

Do'a adalah salah satu cara untuk meminta kepada Allah swt, sebagaimana firmannya bahwa "mintalah niscaya akan aku (Allah) do'a kalian". Maka berdoalan dengan do'a yang baik dan dengan cara yang santun.

Demikianlah postingan singkat tentang shalawat menjadi salah satu sebab dikabulkannya doa, semoga bermanfaat. Wallahu a'lam.

Shalawat Menjadi Salah Satu Sebab Doa Dikabulkan

Bacaan dan Tafsir Surat An-Nas Ayat 1-6
Surat An-Nas merupakan surat terakhir (ke-114) dalam al-Quran yang terdiri atas 6 ayat. Surat ini namanya diambil dari kata An-Nas yang artinya manusia, dan tergolong dalam surat makiyyah. Surat ini berisi tentang anjuran manusia agar memohon perlindungan kepada Allah atas pengaruh dan hasutan jahat setan yang selalu menyelinap masuk ke dalam diri manusia.

Berikut ini bacaan dan tafsir tentang Surat an-Nas ayat 1-6.

Bacaan Surat An-Nas


بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

قُلۡ أَعُوذُ بِرَبِّ ٱلنَّاسِ  ١ مَلِكِ ٱلنَّاسِ  ٢ إِلَٰهِ ٱلنَّاسِ  ٣ مِن شَرِّ ٱلۡوَسۡوَاسِ ٱلۡخَنَّاسِ  ٤ ٱلَّذِي يُوَسۡوِسُ فِي صُدُورِ ٱلنَّاسِ  ٥ مِنَ ٱلۡجِنَّةِ وَٱلنَّاسِ  ٦

Artinya: (1) Katakanlah: "Aku berlindung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia. (2) Raja manusia. (3) Sembahan manusia. (4) Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi, (5) yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, (6) dari (golongan) jin dan manusia.

Tafsir Surat An-Nas


1. Dalam ayat ini, Allah memerintahkan Nabi Muhammad termasuk pula di dalamnya seluruh umatnya agar memohon perlindungan kepada Tuhan yang menciptakan, menjaga, menumbuhkan, mengembangkan, dan menjaga kelangsungan hidup manusia dengan nikmat dan kasih sayang-Nya serta memberi peringatan kepada mereka dengan ancaman-ancaman-Nya.

2. Allah menjelaskan bahwa Tuhan yang mendidik manusia itu adalah yang memiliki dan yang mengatur semua syariat, yang membuat undang-undang, peraturan-peraturan, dan hukum-hukum agama. Barang siapa yang mematuhinya akan berbahagia hidup di dunia dan di akhirat.

3. Allah menambah keterangan tentang Tuhan pendidik manusia ialah yang menguasai jiwa mereka dengan kebesaran-Nya. Mereka tidak mengetahui kekuasaan Allah itu secara keseluruhan, tetapi mereka tunduk kepada-Nya dengan sepenuh hati dan mereka tidak mengetahui bagaimana datangnya dorongan hati kepada mereka itu, sehingga dapat mempengaruhi seluruh jiwa raga mereka.

Ayat-ayat ini mendahulukan kata Rabb (pendidik) dari kata Malik dan Ilah karena pendidikan adalah nikmat Allah yang paling utama dan terbesar bagi manusia. Kemudian yang kedua diikuti dengan kata Malik (Raja) karena manusia harus tunduk kepada kerajaan Allah sesudah mereka dewasa dan berakal. Kemudian diikuti dengan kata Ilah (sembahan), karena manusia sesudah berakal menyadari bahwa hanya kepada Allah mereka harus tunduk dan hanya Dia saja yang berhak untuk disembah.

Allah menyatakan dalam ayat-ayat ini bahwa Dia Raja manusia. Pemilik manusia dan Tuhan manusia, bahkan Dia adalah Tuhan segala sesuatu. Tetapi di lain pihak, manusialah yang membuat kesalahan dan kekeliruan dalam menyifati Allah sehingga mereka tersesat dari jalan lurus. Mereka menjadikan tuhan-tuhan lain yang mereka sembah dengan anggapan bahwa tuhan-tuhan itulah yang memberi nikmat dan bahagia serta menolak bahaya dari mereka, yang mengatur hidup mereka, menggariskan batas-batas yang boleh atau tidak boleh mereka lakukan. Mereka memberi nama tuhan-tuhan itu dengan pembantu-pembantunya dan menyangka bahwa tuhan-tuhan itulah yang mengatur segala gerak-gerik mereka. Dalam ayat lain, Allah berfirman:

Mereka menjadikan orang-orang alim (Yahudi), dan rahib-rahibnya (Nasrani) sebagai tuhan selain Allah, dan (juga) Al-Masih putra Maryam; padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada tuhan selain Dia. Mahasuci Dia dari apa yang mereka persekutukan. (at-Taubah/9: 31)

Dan tidak (mungkin pula baginya) menyuruh kamu menjadikan para malaikat dan para nabi sebagai Tuhan. Apakah (patut) dia menyuruh kamu menjadi kafir setelah kamu menjadi Muslim? (Ali 'Imran/3: 80)

Maksudnya, dengan ini Allah memperingatkan manusia bahwa Dia-lah yang mendidik mereka sedang mereka adalah manusia-manusia yang suka berpikir dan Dia Raja mereka dan Dia pula Tuhan mereka menurut pikiran mereka. Maka tidak benarlah apa yang mereka ada-adakan untuk mendewa-dewakan diri mereka padahal mereka manusia biasa.

4. Dalam ayat ini, Allah memerintahkan manusia agar berlindung kepada Allah Rabbul-'Alamin dari kejahatan bisikan setan yang senantiasa bersembunyi di dalam hati manusia. Bisikan dan was-was yang berasal dari godaan setan itu bila dihadapkan kepada akal yang sehat mesti kalah dan orang yang tergoda menjadi sadar kembali, karena semua bisikan dan was-was setan yang akan menyakiti manusia itu akan menjadi hampa bila jiwa sadar kembali kepada perintah-perintah agama. Begitu pula bila seorang menggoda temannya yang lain untuk melakukan suatu kejahatan, tetapi temannya itu berpegang kuat dengan perintah-perintah agama niscaya akan berhenti menggoda dan merasa kecewa karena godaannya itu tidak berhasil namun ia tetap menunggu kesempatan yang lain.

5. Allah menerangkan dalam ayat ini tentang godaan tersebut, yaitu bisikan setan yang tersembunyi yang ditiupkan ke dalam dada manusia, yang mungkin datangnya dari jin atau manusia, sebagaimana dalam ayat lain Allah berfirman:

Dan demikianlah untuk setiap nabi Kami menjadikan musuh yang terdiri dari setan-setan manusia dan jin. (al-An'am/6: 112)

Setan-setan jin itu seringkali membisikkan suatu keraguan dengan cara yang sangat halus kepada manusia. Seringkali dia menampakkan dirinya sebagai penasihat yang ikhlas, tetapi bila engkau menghardiknya ia mundur dan bila diperhatikan bicaranya ia terus melanjutkan godaannya secara berlebih-lebihan.

Surah ini dimulai dengan kata pendidik, karena itu Tuhan sebagai pendidik manusia, berkuasa untuk menolak semua godaan setan dan bisikannya dari manusia. Allah memberi petunjuk dalam surah ini agar manusia memohon pertolongan hanya kepada Allah sebagaimana Dia telah memberi petunjuk yang serupa dalam surah al-Fatihah, bahwa dasar yang terpenting dalam agama adalah menghadapkan diri dengan penuh keikhlasan kepada Allah baik dalam ucapan, maupun perbuatan lainnya dan memohon perlindungan kepada-Nya dari segala godaan setan yang ia sendiri tidak mampu menolaknya.

6. Allah menerangkan dalam ayat ini tentang godaan tersebut, yaitu bisikan setan yang tersembunyi yang ditiupkan ke dalam dada manusia, yang mungkin datangnya dari jin atau manusia, sebagaimana dalam ayat lain Allah berfirman:

Dan demikianlah untuk setiap nabi Kami menjadikan musuh yang terdiri dari setan-setan manusia dan jin. (al-An'am/6: 112)

Setan-setan jin itu seringkali membisikkan suatu keraguan dengan cara yang sangat halus kepada manusia. Seringkali dia menampakkan dirinya sebagai penasihat yang ikhlas, tetapi bila engkau menghardiknya ia mundur dan bila diperhatikan bicaranya ia terus melanjutkan godaannya secara berlebih-lebihan.

Surah ini dimulai dengan kata pendidik, karena itu Tuhan sebagai pendidik manusia, berkuasa untuk menolak semua godaan setan dan bisikannya dari manusia. Allah memberi petunjuk dalam surah ini agar manusia memohon pertolongan hanya kepada Allah sebagaimana Dia telah memberi petunjuk yang serupa dalam surah al-Fatihah, bahwa dasar yang terpenting dalam agama adalah menghadapkan diri dengan penuh keikhlasan kepada Allah baik dalam ucapan, maupun perbuatan lainnya dan memohon perlindungan kepada-Nya dari segala godaan setan yang ia sendiri tidak mampu menolaknya. (Tafsir Kemenag RI)

Bacaan dan Tafsir Surat An-Nas Ayat 1-6

Keluar dari Kepenatan dan Kebisingan Kota | Solo Bushcraft Indonesia
Cerita ini berawal dari kepenatan saya yang bosan dengan hiruk pikuk suasana kota yang semakin hari semakin ramai, sedangkan wilayah pedesaan sudah banyak yang meninggalkannya. Banyak orang mulai pindah ke kota untuk mencari "penghidupan" yang lebih baik. Akhirnya desa semakin sunyi dan wilayah perkotaan semakin padat penduduk.

Anggapan bahwa mencari penghidupan lebih baik di kota menurut hemat penulis masih keliru, karena masih banyak orang yang tinggal di desa yang hidupnya sejahtera karena mereka mampu mengelola kehidupan yang lebih baik. Kata kunci dari semua itu adalah memiliki ketrampilan yang sesuai dengan kondisi tempat tinggal.

***

Hari semakin siang, kira-kira pukul 09.00 saya mulai menyiapkan perlengkapan melakukan perjalanan ke hutan. Saya tak begitu membawa banyak barang perlengkapan, karena perjalanan ini sekedar keluar dari kepenatan dan kebisingan kota, menuju ke wilayah hutan yang sunyi sepi dan mencoba untuk menggunakan segala yang telah disediakan alam.

Saya mulai menstater motor metik, kemudian menuju ke pombensin untuk mengisi bahan bakar. Setelah itu, saya melakukan perjalanan sekitar satu jam ke desa Ibra - kab. Maluku Tenggara. Di desa ini saya membeli dua bungkus kopi instan, dan empat buah roti untuk perbekalan. Setelah itu saya melaju ke wilayah hutan yang sebagian sudah menjadi perkebunan warga.

Di sana, saya memilih lokasi yang agak sunyi dan tidak dilewati oleh orang, kemudian saya membuka hammock dan mengikatnya di pohon. Setelah itu, saya kemudian memotong tiga pohon kecil untuk membuat "tungku" segi tiga. Lalu saya mengambil tali-talian pohon untuk mengeratkannya.

Tungku sederhana telah siap, lalu saya mengumpulkan kayu yang ada di sekitar tempat itu, kemudian menyalakan api, dan memasak air hingga mendidih. Kopi instan yang ada di dalam ransel saya ambil dan menyeduhnya. Kemudian saya menikmatinya sambil mendengarkan kicaun burung yang merdu di hutan itu.

Burung-burung itu berkicau seakan sedang berbalas pantun, setelah sebagian bekicau ada lagi burung lain yang membalas kicaun itu. Begitu indah suara-suara itu, bagaikan suara panggilan bidadari surgawi.

Secangkir kopi dan beberapa buah roti saya nikmati dengan tenang, tanpa ada gangguan atau bisingan seperti di kota, yang ada hanyalah suara alam yang seakan menyatu dengan diriku yang membuat mata mulai sayu.

Santapan sederhana telah saya nikmati, kemudian saya beristirahat di atas hammock hingga sore. Tak ada aktivitas yang banyak saya lakukan, karena hari itu hari libur, sehingga mengistirahatkan tubuh menjadi pilihan terbaik.

Sorepun tiba, suara burung semakin kencang, menandakan waktu malam akan datang. Saya lalu mengumpulkan semua barang bawaan kemudian mengisinya kembali ke dalam ransel. Hammock saya lipat kembali, sampah plastik saya pungut, panci kecil diisi ke dalam kresek. Kemudian pergi meninggalkan tempat itu untuk pulang kembali ke rumah.



Nah inilah cerita singkat saya di hutan itu, cerita ini disertai dengan video yang sudah saya buat, semoga dapat menghibur dan bermanfaat buat teman-teman sekalian. Jangan lupa untuk like, share, dan subscribe channel YouTube Pengembara Kei untuk mendukung kegiatan-kegiatan kami selanjutnya. Terima kasih.

Keluar dari Kepenatan dan Kebisingan Kota | Solo Bushcraft Indonesia

7 Faktor Yang dapat Menentukan Pertumbuhan Ekonomi
Mengapa ekonomi dapat berkembang dengan cepat, tetapi kadang-kadang berkembang lambat? Demikian juga dengan pertumbuhan ekonomi suatu negara, terkadang bergerak cepat, tetapi terkadang bergerak lambat. Ini karena ada faktor yang mempengaruhinya. Berikut ini adalah faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi.

1. Barang Modal


Barang modal adalah berbagai jenis barang yang digunakan untuk menghasilkan output (barang dan jasa). Misalnya: mesin pabrik, peralatan pertukangan, dan sebagainya. Barang modal memiliki peran penting dalam meningkatkan efisiensi pertumbuhan ekonomi. Tanpa alat yang digunakan untuk menghasilkan barang dan jasa, orang akan merasa sulit untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka. Penambahan barang modal dilakukan melalui investasi, sehingga semakin tinggi investasi, semakin besar jumlah barang modal. Semakin banyak jumlah barang modal, barang dan jasa yang dihasilkannya, akan meningkat. Peningkatan output barang dan jasa menunjukkan ekonomi sedang mengalami pertumbuhan.

2. Teknologi


Selain barang modal, teknologi juga mempengaruhi pertumbuhan ekonomi. Kemajuan ekonomi di berbagai negara terutama disebabkan oleh kemajuan teknologi. Di negara-negara berkembang, diperlukan teknologi yang tepat guna agar manusia dapat memanfaatkan secara optimal apa yang ada dalam diri mereka dan lingkungan, dan untuk mengurangi pemborosan penggunaan sumber daya alam atau energi dalam proses produksi. Kemajuan teknologi telah memiliki beberapa dampak positif pada pertumbuhan ekonomi yang mengarah pada pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat.

Berikut ini adalah beberapa efek dari kemajuan teknologi pada pertumbuhan ekonomi.

a. Meningkatkan efisiensi produksi barang dan jasa.
b. Menciptakan penemuan barang baru yang belum pernah diproduksi sebelumnya.
c. Meningkatkan kualitas barang yang diproduksi.

3. Buruh


Hingga saat ini, terutama di negara-negara berkembang, tenaga kerja masih menjadi faktor dominan produksi. Populasi yang besar akan menambah jumlah pekerja. Penambahan tenaga kerja ini memungkinkan suatu negara untuk meningkatkan jumlah produksi. Dengan demikian itu akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi. Jika tenaga kerja didukung oleh tenaga kerja (pendidikan) yang lebih berkualitas, itu akan lebih meningkatkan produktivitas tenaga kerja itu sendiri. Dengan demikian, peningkatan akan meningkatkan jumlah barang yang diproduksi.

Baca juga: Tips Mengelola Bisnis Agar Cepat Berkembang

4. Sumber Daya Alam


Sumber daya alam adalah segala sesuatu yang disediakan oleh alam, seperti tanah, iklim, hasil hutan, hasil tambang, dll. Yang dapat dimanfaatkan oleh manusia dalam upaya mereka mencapai kesejahteraan. Sumber daya alam akan dapat memfasilitasi upaya untuk membangun ekonomi suatu negara.

Menurut Jhingan bahwa ketersediaan sumber daya alam yang melimpah tidak cukup untuk pertumbuhan ekonomi, yang paling penting adalah bagaimana memanfaatkan sumber daya alam ini sebaik-baiknya. Dengan demikian sumber daya alam yang tersedia yang digunakan secara optimal akan membantu dalam proses pertumbuhan ekonomi.

Meskipun kekayaan alam memiliki peran penting, ini tidak berarti bahwa pembangunan ekonomi sangat tergantung pada jumlah kekayaan alam suatu negara. Perkembangan ekonomi di Belanda, Jepang dan Korea Selatan membuktikan bahwa meskipun mereka tidak memiliki sumber daya alam yang signifikan, perkembangan ekonomi negara-negara ini juga telah berkembang pesat.

5. Manajemen


Ekonomi di suatu negara akan berkembang pesat jika dikelola dengan baik. Sistem manajemen ini disebut manajemen. Seperti halnya bangsa Indonesia, ia memiliki potensi sumber daya alam yang beragam dan melimpah dan populasi yang besar, jika potensi tersebut dikelola dengan baik dapat mendorong pertumbuhan ekonomi.

6. Kewirausahaan


Entrepreneurship (wirausaha) adalah seseorang yang mampu dan berani mengambil risiko dalam melakukan upaya untuk mendapatkan keuntungan. Peran pengusaha dalam memajukan ekonomi telah terbukti dari waktu ke waktu. Pengusaha dalam berinvestasi akan memperluas peluang kerja, meningkatkan output nasional, dan meningkatkan pendapatan pajak.

7. Informasi


Salah satu syarat agar pasar berfungsi sebagai cara yang efisien dalam mengalokasikan sumber daya ekonomi adalah bahwa ada informasi yang sempurna dan seimbang. Informasi sangat mendukung pertumbuhan ekonomi karena pelaku ekonomi dapat mengambil keputusan berdasarkan informasi yang akurat dan cepat.

7 Faktor Yang dapat Menentukan Pertumbuhan Ekonomi

Mau Jadi Calon Istri Idaman? Pelajari 5 Keahlian Ini Sebelum Menikah
Berbeda dari berpacaran, hidup akan jauh berbeda ketika Anda menikah. Ya, secara otomatis Anda dan pasangan akan hidup bersama dan ada banyak hal yang harus disesuaikan. Jika biasanya Anda sembarangan mengurus diri sendiri, nanti Anda juga punya tugas merawat orang lain. Apalagi jika Anda memiliki anak. Wahhh, itu bisa lebih kacau urusannya!

Agar Anda tidak terkejut ketika menikah, ada beberapa keterampilan yang bisa Anda pelajari terlebih dahulu. Misalnya lima hal berikut ini.

Menjaga dan merawat rumah


Pertama mulai dari tempat tinggal Anda sendiri. Jangan sembarangan dan gegabah lagi. Mulai sekarang, Anda dapat belajar membersihkan, mengatur isi rumah, mengatur berbagai hal, untuk mengurus semua masalah di rumah.

Hal-hal yang dapat Anda lakukan setiap hari termasuk membersihkan tempat tidur, menyapu dan mengepel lantai, membuang sampah secara teratur, hingga membersihkan debu yang menempel pada barang-barang di rumah.

Belajar memasak


Meskipun tidak wajib, Anda juga bisa mulai belajar memasak. Mulailah dari yang sederhana seperti memasak nasi goreng, ayam bumbu kuning, tumis, sup, salad, menu sarapan sederhana, dan gorengan. Jika Anda sudah mahir melakukannya, Anda bisa naik level belajar untuk membuat yang lebih rumit dan menggunakan banyak rempah dan teknik.

Baca juga: 5 Ciri Cowok Yang Serius Sama Kamu

Kelola keuangan bulanan


Keterampilan yang satu ini benar-benar wajib Anda miliki. Karena setelah menikah, Anda akan memiliki dua penghasilan dengan pasangan Anda dan bagaimana Anda mengaturnya? Jadi, mulai sekarang usahakan lebih terencana dalam membelanjakan uang, memiliki rekening tabungan, dana darurat, investasi, dan memikirkan aset juga.

Setelah menikah, Anda harus memikirkan tempat tinggal, biaya hidup bersama, ditambah urusan anak-anak yang membutuhkan banyak uang mulai dari kehamilan, persalinan, hingga masalah kesehatan dan sekolah.

Multitasking


Karena akan ada banyak hal yang harus Anda selesaikan setelah menikah, sangat penting untuk dapat melakukan multitasking alias melakukan sejumlah hal sekaligus. Persiapan ini cukup penting sehingga Anda tidak akan terkejut dan menjadi kewalahan nantinya.

Nah itulah lima keahlian yang harus kamu coba sebelum menikah, karena menjadi calon istri idaman itu cukup rumit juga.

Mau Jadi Calon Istri Idaman? Pelajari 5 Keahlian Ini Sebelum Menikah

Ciri-ciri Cowok Yang Serius Sama Kamu
Bagi sebagian orang, berpacaran membuat mudah untuk menikmati kebersamaan, menemani satu sama lain, mengenal satu sama lain, tetapi tidak memikirkan masa depan, seperti pernikahan. Tetapi ada juga orang yang sejak awal memiliki niat serius, mulai dari berpacaran hingga ke pernikahan.

Nah, jika kamu cewek yang tipe serius, tentunya kamu ingin mendapatkan pasangan dengan satu tujuan bukan? Namun terkadang kamu bingung sendiri, bagaimana mencari tahu apakah pasangan kamu serius atau tidak. Apakah kamu benar-benar ingin tahu tentang itu? Berikut ini ciri-ciri cowok yang serius sama kamu.

Sabar dan pengertian


Tanda pertama bahwa dia serius dengan kamu adalah bahwa dia bisa sabar dan pengertian dalam berurusan dengan kamu. Sekalipun kamu menyebalkan dan membuat suasana kurang nyaman, ia akan berusaha bersabar dan mengerti. Bandingkan dengan pria yang tidak serius, ketika kamu membuat ulah, mungkin dia hanya marah dan meninggalkanmu.

Selalu meluangkan waktu


Ketika dia serius, kamu otomatis menjadi bagian dari hidupnya. Jadi, dia akan selalu meluangkan waktu, baik itu bertanya bagaimana tentang kabar kamu, meminta lebih banyak waktu untuk bertemu, dan memperhatikan sehingga kamu tahu dia selalu ada untukmu. Tidak peduli seberapa sibuk, dia akan punya waktu untuk kamu. Jika dia tidak serius? Ya, dia akan cuek dan bahkan jika tidak sibuk, dia akan mengatakan dia sibuk.

Baca juga: Mau jadi calon istri idaman? Coba deh pelajari 5 hal ini

Memikirkan masa depan


Dia yang sudah yakin dan serius dengan kamu akan memikirkan masa depan bersamamu, mulai dari pernikahan, tempat tinggal setelah menikah, mengatur uang untuk pengeluaran rumah tangga, dan ia diam-diam mulai menabung untuk arah itu. Mungkin dia tidak berbicara tentang pernikahan, tetapi tanpa kamu tahu dia sedang mempersiapkan dirinya sendiri. Jadi ketika dia melamar, dia sudah siap dengan segalanya.

Membawa kamu ke dunianya


Cara termudah untuk melihat keseriusan seseorang adalah ketika mereka membawa kamu ke dunia mereka atau tidak. Ingat lagi, pernahkah kamu dikenalkan dengan teman-temannya, dibawa ke tempat kerjanya, dan berkenalan dengan keluarganya? Jika kamu bahkan sering bertemu dengan orang-orang terdekatnya, kemungkinan dia benar-benar serius.

Dapat memecahkan masalah dengan baik


Kamu mungkin sangat serius jika dia telah menjadi pasangan kamu, termasuk bijak dalam menangani masalah. Alih-alih menghindar, terlalu marah, menyalahkan Anda, atau menggunakan kekerasan baik secara fisik maupun verbal, ia justru mengundang kamu untuk berbicara dengan hati-hati tentang masalah yang terjadi.

Nah itu dia ciri-ciri cowok yang serius sama kamu. Jadi bagi kamu kaum hawa yang ingin mencari cowok yang serius, coba deh perhatikan ciri-ciri di atas, apakah ada pada pasangan kamu atau tidak. Jika ada, pertahankan, jika tidak ada tinggalkan.

Ciri-ciri Cowok Yang Serius Sama Kamu

Tafsir Ayat-ayat Al-Quran tentang Istiqamah
Itiqamah dalam Islam merupakan salah satu sikap yang sangat agung. Kata Istiqamah ini secara harfiyah memiliki arti sebagai kokoh, teguh dan lurus, atau biasanya dikenal dengan istilah yang populer yaitu “konsisten”. Sedangkan Istiqamah secara istilah memiliki arti sebagai segala sesuatu yang diyakini, diucapkan dan dilaksanakan secara terus menerus. Secara bentuk istiqamah dapat dibagi menjadi tiga macam yaitu, istiqamah dalam keyakinan, istiqamah dalam lisan (ucapan), dan istiqamah dalam melaksanakan amal perbuatan.

Dalam al-Quran banyak ditemukan ayat-ayat al-Quran yang menjelaskan tentang Istiqamah diantaranya sebagai berikut:

Istiqamah dalam jalan yang benar


فَٱسۡتَقِمۡ كَمَآ أُمِرۡتَ وَمَن تَابَ مَعَكَ وَلَا تَطۡغَوۡاْۚ إِنَّهُۥ بِمَا تَعۡمَلُونَ بَصِيرٞ  

Artinya: Maka tetaplah kamu pada jalan yang benar, sebagaimana diperintahkan kepadamu dan (juga) orang yang telah taubat beserta kamu dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. (Q.S. Huud/11 : 112)

Pada ayat ini Allah memperingatkan kepada nabi dan umatnya agar konsisten terhadap ajaran yang benar. Maka tetaplah engkau wahai Nabi Muhammad, tetap teguh dan konsisten dalam melaksanakan perintah Allah dan menyeru ke jalan yang benar, sebagaimana telah diperintahkan kepadamu dan juga orang yang bertobat bersamamu dari perbuatan syirik dan dosa, dan janganlah kamu melampaui batas terhadap perintah dan larangan-Nya. Sungguh,Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan kemudian akan memberikan balasan atas perbuatan yang kamu kerjakan.Dan selain itu, janganlah kamu menjadi lemah semangat, sehingga cenderung tunduk atau loyal kepada orang yang zalim yang tingkah laku mereka melampaui batas, merampas hak orang lain, atau menghalalkan segala macam cara yang dilarang oleh agama. Jika kamu loyal atau mengikuti tingkah laku orang-orang zalim tersebut, maka perbuatan itu akan menyebabkan kamu ditimpa api neraka bersama dengan mereka, sedangkan kamu tidak mempunyai seorang penolong pun selain Allah, sehingga kamu tidak akan diberi pertolongan untuk menghindar dari azab itu. Tidak ada yang kuasa mendatangkan manfaat selain Allah, dan tidak ada yang bisa menolak kemudaratan selain Allah.

Surga menanti orang-orang yang istiqamah


إِنَّ ٱلَّذِينَ قَالُواْ رَبُّنَا ٱللَّهُ ثُمَّ ٱسۡتَقَٰمُواْ فَلَا خَوۡفٌ عَلَيۡهِمۡ وَلَا هُمۡ يَحۡزَنُونَ  

Artinya: Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Tuhan kami ialah Allah", kemudian mereka tetap istiqamah maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tiada (pula) berduka cita. (Q.S. Al-Ahqaf/46: 13)

أُوْلَٰٓئِكَ أَصۡحَٰبُ ٱلۡجَنَّةِ خَٰلِدِينَ فِيهَا جَزَآءَۢ بِمَا كَانُواْ يَعۡمَلُونَ  

Artinya: Mereka itulah penghuni-penghuni surga, mereka kekal di dalamnya; sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan. (Q.S. Al-Ahqaf/46: 14)

Baca juga: Ayat-ayat Al-Quran tentang Ikhlas

Ayat sebelumnya ditutup dengan kabar gembira bagi orang-orang yang berbuat baik. Kini dijelaskan tentang keadaan dari orang-orang yang berbuat baik itu, yaitu sesungguhnya orang-orang yang berkata, “Tuhan kami, pemelihara kami, adalah Allah,” kemudian mereka tetap istiqàmah bersungguh-sungguh meneguhkan pendirian mereka dengan melaksanakan tuntunan Allah, maka tidak ada rasa khawatir, tidak ada rasa takut pada mereka berkaitan dengan apa yang akan terjadi bagaimana pun dahsyatnya, dan tidak pula mereka bersedih hati apa pun keadaan yang dialami. Kelak di akhirat, mereka itulah para penghuni surga, kekal di dalamnya; sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan.

Malaikat akan mendatangi orang yang istiqamah


إِنَّ ٱلَّذِينَ قَالُواْ رَبُّنَا ٱللَّهُ ثُمَّ ٱسۡتَقَٰمُواْ تَتَنَزَّلُ عَلَيۡهِمُ ٱلۡمَلَٰٓئِكَةُ أَلَّا تَخَافُواْ وَلَا تَحۡزَنُواْ وَأَبۡشِرُواْ بِٱلۡجَنَّةِ ٱلَّتِي كُنتُمۡ تُوعَدُونَ  

Artinya: Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Tuhan kami ialah Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: "Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu". (Q.S. Fushilat/41: 30)

نَحۡنُ أَوۡلِيَآؤُكُمۡ فِي ٱلۡحَيَوٰةِ ٱلدُّنۡيَا وَفِي ٱلۡأٓخِرَةِۖ وَلَكُمۡ فِيهَا مَا تَشۡتَهِيٓ أَنفُسُكُمۡ وَلَكُمۡ فِيهَا مَا تَشۡتَهِيٓ  

Artinya: Kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan akhirat; di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta. (Q.S. Fushilat/41: 31)

Pada ayat-ayat yang lalu telah dijelaskan adanya teman-teman bagi para pendurhaka yang menjerumuskan mereka ke dalam neraka, maka pada ayat-ayat berikut disajikan kebalikan dari itu, yakni orang-orang beriman yang bersaksi bahwa Allah adalah Tuhan mereka. Sesungguhnya orang-orang beriman yang berkata, “Tuhan kami adalah Allah,” kemudian mereka bermohon kepada Allah agar meneguhkan pendirian mereka beristikamah dalam hidup, maka malaikat-malaikat akan turun kepada mereka yang akan menjadi teman mereka dengan berkata, “Janganlah kamu merasa takut menghadapi masa datang, dan janganlah kamu bersedih hati; dan bergembiralah kamu dengan memperoleh surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu melalui Rasul-Nya.” Demikianlah para malaikat menenangkan orang-orang beriman dan membuat mereka lebih merasa nyaman. Para malaikat itu berkata, “Kami, atas perintah Allah, menjadi pelindung-pelindungmu dan akan selalu siap membantu kamu dalam kehidupan dunia dan demikian pula dalam kehidupan akhirat. Maka di dalamnya, yakni di dalam surga ini, kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dalam bentuk berbagai kenikmatan, dan memperoleh apa saja yang pernah kamu minta dulu di dunia.

Setan tidak mampu menggoyahkan hati orang yang istiqamah


قَالَ رَبِّ بِمَآ أَغۡوَيۡتَنِي لَأُزَيِّنَنَّ لَهُمۡ فِي ٱلۡأَرۡضِ وَلَأُغۡوِيَنَّهُمۡ أَجۡمَعِينَ  

Artinya: Iblis berkata: "Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan maksiat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya, (Q.S. al-Hijr/15: 39)

Mengetahui permohonannya dikabulkan oleh Allah, ia (Iblis) berkata, Tuhanku, oleh karena Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, yaitu mendapat kutukan dan dijauhkan dari rahmat-Mu, aku pasti akan jadikan (kejahatan) terasa indah bagi mereka, sehingga mereka menganggap baik perbuatan-perbuatan maksiat di bumi yang memalingkan dan menjauhkan mereka dari ibadah kepada-Mu, dan aku dengan segala daya dan cara akan menyesatkan mereka semuanya dari jalan lurus yang Engkau ridai.Iblis meneruskan perkataanya, Aku akan berusaha menyesatkan manusia kecuali kelompok tertentu dari hamba-hamba-Mu yang terpilih di antara mereka, yakni orang-orang yang Engkau pilih dan beri taufik untuk senantiasa menaati-Mu, dan orang-orang yang disucikan dari segala kedurhakaan.

إِلَّا عِبَادَكَ مِنۡهُمُ ٱلۡمُخۡلَصِينَ  

Artinya: kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis di antara mereka". (Q.S. al-Hijr/15: 40)

Iblis meneruskan perkataanya, Aku akan berusaha menyesatkanmmanusia kecuali kelompok tertentu dari hamba-hamba-Mu yang terpilih di antara mereka, yakni orang-orang yang Engkau pilih dan beri taufik untuk senantiasa menaati-Mu, dan orang-orang yang disucikan dari segala kedurhakaan. Pernyataan Iblis itu dijawab oleh Allah dengan berfirman, Ini, yakni apa yang engkau katakan, baik yang engkau kecualikan maupun yang tidak, adalah jalan yang lurus, yang merupakan jalan kebenaran dan mengarah ke-pada-Ku, yakni sesuatu ketentuan yang telah ditentukan dengan ketetapan dan kebijaksanaan-Ku.

Itulah ayat-ayat al-Quran yang menjelaskan tentang orang-orang yang selalu istiqamah di jalan Allah. Orang yang istiqamah akan mendapatkan balasan kebaikan baik saat masih hidup di dunia maupun suatu saat kelak di akhirat. Sehingga sebagai orang yang beriman, selayaknya selalu konsisten dalam melaksanakan kebaikan-kebaikan baik itu yang wajib maupun yang sunnah. Kebaikan yang kecil akan tetapi dilaksanakan secara konsisten, itu lebih baik dibandingkan dengan yang besar tetapi tidak konsisten dalam melaksanakannya.

Tafsir Ayat-ayat Al-Quran tentang Istiqamah